Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Cost Effectiveness Program Promosi Kesehatan Dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular Warda M Warda M; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1421

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan stroke merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Peningkatan kasus PTM menyebabkan beban pembiayaan kesehatan yang semakin besar. Program promosi kesehatan merupakan salah satu strategi preventif yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, mengubah perilaku hidup sehat, serta menurunkan faktor risiko PTM. Selain efektivitas program, aspek efisiensi biaya juga perlu dievaluasi melalui analisis Cost Effectiveness Analysis (CEA) untuk memastikan bahwa sumber daya kesehatan digunakan secara optimal. Tujuan: Menganalisis cost effectiveness program promosi kesehatan dalam pencegahan penyakit tidak menular. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan metode Cost Effectiveness Analysis. Data diperoleh dari program promosi kesehatan yang dilaksanakan di Puskesmas Aek Parombunan selama Januari–Maret 2026. Efektivitas program diukur berdasarkan perubahan proporsi masyarakat yang menerapkan perilaku hidup sehat setelah intervensi, sedangkan biaya dihitung dari perspektif penyelenggara program. Analisis dilakukan dengan menghitung Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Hasil: Total biaya program promosi kesehatan sebesar Rp45.000.000, dengan peningkatan perilaku hidup sehat sebesar 30% setelah intervensi. Nilai ACER diperoleh sebesar Rp1.500.000 per peningkatan 1% perilaku hidup sehat. Perbandingan dengan program konvensional menghasilkan nilai ICER sebesar Rp500.000 per tambahan peningkatan 1% efektivitas, yang menunjukkan bahwa program promosi kesehatan memberikan manfaat yang sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Kesimpulan: Program promosi kesehatan merupakan intervensi yang cost-effective dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular dan layak dipertimbangkan sebagai strategi prioritas dalam pelayanan kesehatan primer.
Hubungan Kepatuhan Penerapan Sepsis Bundle Dengan Outcome Pasien Sepsis Di Ruang Intensif Irawati Irawati; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1422

Abstract

Latar Belakang: Sepsis merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang ditandai oleh disfungsi organ akibat respons tubuh yang tidak terkontrol terhadap infeksi dan masih menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas di unit perawatan intensif (Intensive Care Unit/ICU). Pedoman Surviving Sepsis Campaign (SSC) 2021 merekomendasikan penerapan Sepsis Bundle dalam satu jam pertama untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan menurunkan angka kematian. Namun, kepatuhan tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan setiap komponen Sepsis Bundle masih bervariasi sehingga berpotensi memengaruhi outcome klinis pasien. Tujuan: Menganalisis hubungan kepatuhan penerapan Sepsis Bundle dengan outcome pasien sepsis di ruang intensif. Metode: Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 112 pasien dipilih menggunakan teknik consecutive sampling dari seluruh pasien sepsis yang dirawat di ICU Rumah Sakit X periode Januari–Juni 2026. Data diperoleh melalui telaah rekam medis dan lembar audit kepatuhan Sepsis Bundle berdasarkan pedoman SSC 2021. Outcome pasien dikategorikan menjadi membaik dan meninggal saat keluar dari ICU. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Sebanyak 69,6% pasien mendapatkan penerapan Sepsis Bundle yang patuh, sedangkan 30,4% tidak patuh. Pasien dengan penerapan Sepsis Bundle yang patuh memiliki proporsi outcome membaik lebih tinggi (79,5%) dibandingkan kelompok tidak patuh (44,1%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara kepatuhan penerapan Sepsis Bundle dengan outcome pasien (p<0,001). Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa kepatuhan penerapan Sepsis Bundle merupakan faktor yang berhubungan secara independen dengan outcome pasien (AOR=4,12; 95% CI=1,87–9,09). Kesimpulan: Kepatuhan penerapan Sepsis Bundle berhubungan secara signifikan dengan outcome pasien sepsis di ruang intensif. Implementasi Sepsis Bundle secara lengkap dan tepat waktu berpotensi meningkatkan keberhasilan terapi serta menurunkan risiko mortalitas pada pasien sepsis.
Promosi Kesehatan Sebagai Upaya Preventif Dalam Menurunkan Angka Perokok Pemula Musaidah Musaidah; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1423

Abstract

Latar Belakang: Perilaku merokok pada remaja masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Usia pertama kali merokok cenderung semakin muda sehingga meningkatkan risiko ketergantungan nikotin, penyakit tidak menular, serta berbagai dampak kesehatan jangka panjang. Promosi kesehatan merupakan salah satu strategi preventif yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap negatif terhadap rokok, serta mencegah munculnya perilaku merokok pada remaja. Tujuan: Menganalisis pengaruh promosi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan, perubahan sikap, dan penurunan niat merokok pada remaja sebagai upaya preventif dalam menurunkan angka perokok pemula. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Penelitian dilakukan pada 80 siswa SMP dan SMA yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Intervensi berupa promosi kesehatan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, video edukasi, dan media leaflet mengenai bahaya merokok. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan niat merokok yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Paired t-test dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Rerata skor pengetahuan meningkat dari 64,8±10,5 menjadi 84,6±8,2 setelah intervensi (p<0,001). Rerata skor sikap terhadap perilaku merokok meningkat dari 67,3±9,4 menjadi 86,2±7,6 (p<0,001), sedangkan skor niat merokok menurun secara bermakna dari 18,4±4,7 menjadi 11,2±3,9 (p<0,001). Kesimpulan: Promosi kesehatan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap yang lebih positif terhadap pencegahan merokok, serta menurunkan niat menjadi perokok pada remaja. Program promosi kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan di sekolah berpotensi menjadi strategi preventif dalam menekan angka perokok pemula.
Kajian Epidemiologi Komparatif Penyakit Menular Dan Tidak Menular Pada Populasi Dewasa Marlin Eppang; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1462

Abstract

Latar Belakang: Transisi epidemiologi telah menyebabkan perubahan pola penyakit di Indonesia, di mana penyakit tidak menular (PTM) terus meningkat tanpa diikuti penurunan yang signifikan pada penyakit menular (PM). Kondisi ini menimbulkan double burden of disease, yaitu beban ganda penyakit yang menjadi tantangan bagi sistem kesehatan. Penyakit menular masih berkaitan dengan faktor lingkungan dan sanitasi, sedangkan penyakit tidak menular lebih dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup, perilaku kesehatan, dan faktor metabolik. Oleh karena itu, kajian epidemiologi komparatif diperlukan untuk mengidentifikasi perbedaan karakteristik dan faktor risiko kedua kelompok penyakit sehingga dapat menjadi dasar penyusunan strategi pencegahan yang lebih efektif. Tujuan: Menganalisis perbedaan karakteristik epidemiologi serta faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit menular dan penyakit tidak menular pada populasi dewasa. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional komparatif. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja salah satu puskesmas di Indonesia pada Januari–Maret 2026. Sampel sebanyak 240 responden dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Variabel dependen adalah status penyakit (penyakit menular dan penyakit tidak menular), sedangkan variabel independen meliputi umur, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, status merokok, aktivitas fisik, pola makan, indeks massa tubuh (IMT), riwayat penyakit keluarga, sanitasi lingkungan, kepadatan hunian, dan akses pelayanan kesehatan. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, uji Chi-Square, dan regresi logistik ganda. Hasil: Berdasarkan data simulasi, penyakit tidak menular ditemukan pada 57,1% responden, sedangkan penyakit menular sebesar 42,9%. Faktor yang berhubungan dengan penyakit tidak menular meliputi usia, obesitas, aktivitas fisik, merokok, dan riwayat penyakit keluarga (p<0,05). Sementara itu, penyakit menular lebih berhubungan dengan sanitasi lingkungan yang kurang baik, kepadatan hunian, dan akses pelayanan kesehatan (p<0,05). Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa obesitas merupakan faktor dominan pada penyakit tidak menular (Adjusted OR=4,26), sedangkan sanitasi lingkungan merupakan faktor dominan pada penyakit menular (Adjusted OR=3,84). Kesimpulan: Terdapat perbedaan karakteristik epidemiologi antara penyakit menular dan penyakit tidak menular pada populasi dewasa. Penyakit tidak menular lebih dipengaruhi oleh faktor perilaku dan metabolik, sedangkan penyakit menular lebih berkaitan dengan faktor lingkungan dan kondisi tempat tinggal.
Penilaian Mutu Pelayanan Kesehatan Menggunakan Dimensi Servqual Di Rumah Sakit Patima; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1525

Abstract

Latar Belakang: Mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu komponen penting dalam meningkatkan kepuasan pasien dan kinerja fasilitas pelayanan kesehatan. SERVQUAL merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menilai mutu pelayanan berdasarkan lima dimensi, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai mutu pelayanan kesehatan menggunakan dimensi SERVQUAL di rumah sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 80 pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner SERVQUAL terstruktur yang mencakup lima dimensi, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata untuk menggambarkan persepsi pasien terhadap mutu pelayanan kesehatan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 68 responden (85,0%) menilai mutu pelayanan kesehatan secara keseluruhan berada dalam kategori baik, sedangkan 12 responden (15,0%) menilai dalam kategori cukup. Dimensi dengan penilaian baik tertinggi adalah assurance sebesar 88,8%, diikuti empathy sebesar 87,5%, reliability sebesar 86,3%, tangibles sebesar 83,8%, dan responsiveness sebesar 78,8%. Dimensi responsiveness memperoleh penilaian paling rendah dibandingkan dimensi SERVQUAL lainnya. Kesimpulan: Mutu pelayanan kesehatan secara keseluruhan berada dalam kategori baik. Namun, dimensi responsiveness masih menjadi aspek yang perlu mendapatkan perhatian, terutama dalam hal kecepatan pelayanan, waktu tunggu, dan respons petugas terhadap kebutuhan pasien.
Optimalisasi Peran Kadet Medis Sebagai Pengganda Kekuatan Dalam Penanganan Kegawatdaruratan Pada Situasi Bencana Di Sumatra AJ Didy Surachman; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1496

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara yang memiliki risiko bencana cukup tinggi, termasuk di berbagai wilayah Pulau Sumatra. Situasi bencana dapat menyebabkan peningkatan jumlah korban, keterbatasan tenaga kesehatan, gangguan akses pelayanan, serta kebutuhan penanganan kegawatdaruratan yang harus dilakukan secara cepat dan terorganisasi. Namun, peran tersebut memerlukan pengetahuan, keterampilan, koordinasi, dan pemahaman batas kewenangan yang memadai. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kadet medis dalam memberikan respons awal kegawatdaruratan pada situasi bencana serta memperkuat kemampuan mereka dalam mendukung sistem penanganan korban secara aman dan terkoordinasi. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada kadet medis di lingkungan komunitas/pendidikan di wilayah Sumatra dengan melibatkan 30 peserta. Metode kegiatan meliputi edukasi interaktif, demonstrasi, simulasi kegawatdaruratan, latihan triase sederhana, latihan pertolongan pertama, simulasi evakuasi korban, komunikasi dan koordinasi bencana, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Materi diberikan dengan menekankan prinsip keselamatan penolong, pengenalan kondisi mengancam jiwa, pertolongan pertama sesuai kompetensi, triase awal, evakuasi, komunikasi, dan rujukan. Hasil: Kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 61,4 sebelum pelatihan menjadi 87,1 setelah pelatihan. Evaluasi praktik menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam melakukan penilaian keselamatan lokasi, mengenali kondisi kegawatdaruratan, melakukan triase sederhana, memberikan pertolongan pertama sesuai kompetensi, serta melakukan komunikasi dan koordinasi dalam simulasi bencana. Kesimpulan: Pelatihan berbasis edukasi, demonstrasi, simulasi, dan latihan praktik dapat meningkatkan kesiapsiagaan kadet medis dalam mendukung penanganan kegawatdaruratan pada situasi bencana. Kadet medis dapat menjadi pengganda kekuatan dalam respons awal apabila memiliki kompetensi yang sesuai, memahami batas kewenangan, mengutamakan keselamatan, dan bekerja secara terkoordinasi dengan tenaga kesehatan serta unsur penanggulangan bencana.
Promosi Kesehatan Reproduksi Melalui Pendidikan Komunitas Untuk Meningkatkan Perilaku Seksual Yang Bertanggung Jawab Hartati; Rahmat Pannyiwi; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1498

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari kesehatan individu yang perlu diperhatikan sejak masa remaja. Perkembangan teknologi informasi dan perubahan lingkungan sosial memberikan kemudahan bagi remaja dan pemuda dalam memperoleh informasi, tetapi tidak seluruh informasi yang diterima memiliki dasar yang benar. Keterbatasan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dapat memengaruhi kemampuan individu dalam mengambil keputusan dan meningkatkan kerentanan terhadap perilaku seksual yang tidak bertanggung jawab.. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja serta pemuda mengenai kesehatan reproduksi dan mendorong terbentuknya perilaku seksual yang bertanggung jawab. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada komunitas remaja dan pemuda dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Metode kegiatan meliputi pendidikan kesehatan interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, studi kasus, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest. Hasil: Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan pendidikan kesehatan. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 61,2 sebelum kegiatan menjadi 86,7 setelah kegiatan. Peningkatan pemahaman terutama terlihat pada materi mengenai batasan diri, hubungan sehat, pengenalan risiko perilaku seksual, pencegahan infeksi menular seksual, dan kemampuan memilih sumber informasi kesehatan yang dapat dipercaya. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menganalisis permasalahan kesehatan reproduksi dan menentukan pilihan perilaku yang lebih bertanggung jawab. Kesimpulan: Pendidikan komunitas mengenai kesehatan reproduksi dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja serta pemuda mengenai perilaku seksual yang bertanggung jawab. Kegiatan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga, komunitas, institusi pendidikan, dan tenaga kesehatan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan reproduksi.
Pendampingan Perencanaan Pelayanan Farmasi Berbasis Kebutuhan Untuk Mendukung Mutu Pelayanan Kesehatan Rahmat Pannyiwi; Azmi Wijayati; Enka Nur Ishmatika; Afina Nurfauziah; Najmah Salsabila; Dwi Ardyna Octa Sari
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1518

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kefarmasian merupakan bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan karena berhubungan langsung dengan ketersediaan, keamanan, mutu, dan penggunaan obat yang rasional. Perencanaan pelayanan farmasi yang tidak didasarkan pada kebutuhan aktual dapat menyebabkan kekurangan maupun kelebihan persediaan obat, pemborosan anggaran, peningkatan risiko obat kedaluwarsa, serta terganggunya kesinambungan pelayanan. Tujuan: Meningkatkan kemampuan tenaga kefarmasian dalam menyusun perencanaan pelayanan farmasi berbasis kebutuhan sehingga dapat mendukung ketersediaan obat, efisiensi pengelolaan sumber daya, dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada 30 tenaga kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan, diskusi, pendampingan identifikasi kebutuhan, analisis data pemakaian, penyusunan rencana kebutuhan obat dan bahan farmasi, serta evaluasi pretest dan posttest. Materi mencakup identifikasi kebutuhan pelayanan, analisis data penggunaan, perhitungan kebutuhan, pengelolaan stok, penentuan prioritas, penyusunan rencana pengadaan, pengendalian persediaan, dan monitoring evaluasi. Hasil: Kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam melakukan perencanaan pelayanan farmasi berbasis kebutuhan. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 62,1 pada pretest menjadi 87,4 pada posttest. Kemampuan peserta dalam mengidentifikasi kebutuhan, menganalisis data pemakaian, menghitung kebutuhan, menentukan prioritas, serta menyusun rencana pelayanan farmasi juga mengalami peningkatan. Peserta menjadi lebih memahami pentingnya penggunaan data aktual sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan pelayanan kefarmasian. Kesimpulan: Pendampingan perencanaan pelayanan farmasi berbasis kebutuhan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kefarmasian. Pendekatan ini dapat mendukung ketersediaan obat dan bahan farmasi, efisiensi penggunaan anggaran, pengendalian persediaan, serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Pendampingan secara berkala diperlukan agar kemampuan perencanaan dapat diterapkan secara berkelanjutan
Co-Authors Aang Gunawan Abu Bakar Betan Achmad Hilal Achmad Indra Awaluddin Adisty Dwi Treasa Afina Nurfauziah Ahmad Hilal AJ Didy Surachman Akbar Akhwan Ali Alief Ihram Fatany Amelia Darwis Andi Ernawati Manuntungi Andi Kamal M. Sallo Andi nursiah Arifina Fahamsya Arlina Muhtari Arnianti Asrianto Asrianto Asrianto Azmi Wijayati Badaruddin Badaruddin Baso Witman Adiaksa Baso Witman Adiaksa Desman Serius Nazara Devin Mahendika Dewi Parwati Dia Rejeki Utami Dito Anurogo Djunaedi Djunaedi Dunggio, Abdul Rivai Saleh Dwi Ardyna Octa Sari E. Yochanan Edi Pramono Elvira Safidni Elvira Safidni Eni Kurniati Enka Nur Ishmatika Evis Ritawani Hasibuan Febri Sriyanti Febri Sriyanti Ferdic Sukma Wahyudin Fitriah S. Jamin Glory Gelarich Simanjuntak Guntur Roryngosan Fara Haedir, Haedir Halbina Famung Halmar Hamdani Jumadil Hardianti Hardianti Hartati Hartati Hartati Henry A. Ruagadi I Ketut Swastika Idris Idris Ima Mustika Tri Lestari Irawati Irawati Iskandar Zulkarnaen Juenita Elfunam Mado Jukarnain Jukarnain Jukarnain Kasmara, Dwi Pratiwi Khalikul Fadli Kurniati Nawangwulan Latifah Latifah Lidia Fitri Lorensius Lonik Lorensius Lonik M. Khalid Fredy Saputra M. Khalid Fredy Saputra Mahfuzhoh Fadillah Heryanda Mahoklory, Serly Sani Maria Kurni Menga Markus Wibowo Marlin Eppang Marwono Marwono Medy Purwanto Meilisa Carlen Mainassy Meillisa C. Mainassy Meillisa Carlen Mainassy Mildaratu Mildaratu Muhammad Asikin Mukriani, Mukriani Musaidah Musaidah Musaidah Musaidah Musaidah Musdalifah Musdalifah Muslimin B Mutiara Hikmah Nadirah Nadirah Najmah Salsabila Nelly Masna Barus Nona Mu’minun Noyumala Noyumala Noyumala Nur Aida Kubangun * Nurasbon Nurasbon Nurhaedah Nurhaedah Nurlaelah Nursinah Nurul Aisyisyah P Olfebri Olfebri Patima Peluw, Zulfikar Pudyastuti, Rita Rena Rahayu Setyaningsih Rezki Auliah Rezqiqah Aulia Rahmat Rezqiqah Aulia Rahmat Rifqi Ferry Balfas Riswan Riswan Riswan Riswan Rizki Andita Noviar Rosdiana Rosdiana Rosmiati Rosmiati Rusdin Wally Rusdin Wally Rusnita Rysidah Zakiyah Hanim Sahabuddin Sahabuddin Sahalessy, Yona C. Sahertian, Betty Anthoineta Salsa Putri Aulia Sapnita Sapnita Saputri, Nurul Aini Suria Sara Surya Siska Christianingsih Suaib Sudirman Sultan Akbar Ibrahim Sutriyati Sutriyati Syaiful Bachri Taslim Taslim Tata Mahyuvi Tri Wahyuni Tri Wahyuni Tri Wahyuni Viyan Septiyana Achmad Warda M Warda M Warda M Warda M Yance R Rainuny Yermi Yermi Yestiani Norita Joni Yudi Muammar Yudi Muammar Yulfira Firdaus Yuliantini Yuliantini Yunita Kristina Yusnita Yusfik Zaenal Zaenal Zumrotul Ula