Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Edukasi Gizi Berbasis Game Online Terhadap Pengetahuan Anak Sekolah Tentang Makanan Sehat Lidia Fitri; Devin Mahendika; Juenita Elfunam Mado; Mahfuzhoh Fadillah Heryanda; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.1002

Abstract

Background: Elementary school children's nutritional knowledge remains low, potentially leading to unhealthy eating behaviors and long-term health risks. Traditional educational methods tend to be less engaging for children, necessitating an interactive approach that can enhance understanding and motivation to learn. Objective: This study aimed to evaluate the effect of online game-based nutrition education on school children's knowledge of healthy eating. Methods: The study used a quasi-experimental pre-test and post-test design with 60 students in grades 4-6 of elementary school in District X. The research instrument was a validated nutritional knowledge questionnaire consisting of 20 multiple-choice questions regarding healthy food types, balanced nutrition, and good eating habits. The intervention was conducted for 2 weeks, with each session lasting 20–30 minutes. Data were analyzed using a paired t-test with a significance level of p < 0.05. Results: The study showed a significant increase in students' nutritional knowledge scores after participating in online game-based education, with the average score increasing from 12.5 ± 3.2 to 17.8 ± 2.5 (p < 0.001). This indicates that the intervention was effective in improving children's understanding of healthy eating. Conclusion: Online game-based nutrition education has been shown to be effective in improving schoolchildren's knowledge of healthy eating. This method is recommended as a fun and interactive nutrition learning strategy, with long-term potential to shape healthy eating behaviors from an early age.
Pengaruh Strategi Lean Management Terhadap Efisiensi Pengelolaan Obat Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Edi Pramono; Arifina Fahamsya; Achmad Indra Awaluddin; Sara Surya; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.1004

Abstract

Background: Efficient medication management is a critical factor in hospital pharmacy services. Many hospitals face challenges in controlling medication inventory, service times, and operational costs. Lean Management strategies offer an approach to increasing efficiency by eliminating waste, improving workflows, and optimizing resources. Objective: This study aims to analyze the effect of implementing a Lean Management strategy on medication management efficiency in a hospital pharmacy. Methods: This study used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach. The sample consisted of the pharmacy department of one hospital implementing Lean Management, with efficiency measurements taken before and after the strategy implementation. Data were analyzed using a paired t-test to compare average medication management time, dead stock levels, and operational costs. Results: The implementation of Lean Management was proven to reduce the average medication management time from 12.5 hours to 8.2 hours per batch (p < 0.05), reduce dead stock by 15%, and reduce operational costs by 10%. Conclusion: The Lean Management strategy significantly improved medication management efficiency in the hospital pharmacy. Recommendations for ongoing implementation and staff training are needed to maintain optimal results.
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Varises Pada Wanita Usia Produktif Rahmat Pannyiwi; Sultan Akbar Ibrahim
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i3.1360

Abstract

Varises merupakan salah satu penyakit vena kronis yang sering terjadi pada wanita usia produktif. Kondisi ini ditandai dengan pelebaran vena superfisial akibat gangguan fungsi katup vena sehingga menyebabkan aliran darah balik (refluks). Aktivitas fisik diketahui berperan dalam menjaga sirkulasi vena, namun aktivitas yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya varises. Oleh karena itu, diperlukan kajian mengenai hubungan aktivitas fisik dengan kejadian varises pada wanita usia produktif.Mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian varises pada wanita usia produktif.Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan metode cross-sectional. Populasi penelitian adalah wanita usia produktif 20–49 tahun. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 120 orang. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan kejadian varises dinilai melalui observasi fisik berdasarkan klasifikasi Clinical-Etiology-Anatomy-Pathophysiology (CEAP). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95% (α=0,05).Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik sedang (48,3%), diikuti aktivitas rendah (31,7%) dan aktivitas tinggi (20,0%). Kejadian varises ditemukan pada 36,7% responden. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan kejadian varises (p<0,05). Responden dengan aktivitas fisik rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami varises dibandingkan responden dengan aktivitas fisik sedang maupun tinggi.Aktivitas fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian varises pada wanita usia produktif. Aktivitas fisik yang cukup dan teratur berperan dalam meningkatkan fungsi pompa otot betis sehingga membantu mengurangi risiko terjadinya varises.
Pendampingan Keluarga Melalui Komunikasi Terapeutik Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Rahmat Pannyiwi; Elvira Safidni; Andi Ernawati Manuntungi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) memerlukan pelayanan kesehatan yang komprehensif, tidak hanya melalui terapi medis tetapi juga dukungan keluarga yang berkelanjutan. Keluarga merupakan sistem pendukung utama yang berperan dalam proses perawatan, rehabilitasi, pencegahan kekambuhan, serta peningkatan kualitas hidup ODGJ. Namun demikian, masih banyak keluarga yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara efektif dengan ODGJ akibat kurangnya pengetahuan mengenai komunikasi terapeutik, sehingga interaksi yang kurang tepat dapat memengaruhi kondisi psikologis pasien dan menghambat proses pemulihan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan keluarga melalui edukasi dan pelatihan komunikasi terapeutik sebagai bagian dari pelayanan kesehatan jiwa berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam menerapkan komunikasi terapeutik sebagai bentuk pendampingan yang mendukung peningkatan kualitas hidup Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Kegiatan dilaksanakan pada Oktober 2026 di wilayah kerja salah satu puskesmas dengan melibatkan 35 keluarga yang memiliki anggota keluarga ODGJ. Kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan jiwa, pelatihan komunikasi terapeutik, simulasi komunikasi, diskusi kelompok, konseling keluarga, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi keterampilan, dan kuesioner kepuasan peserta. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata. Seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 62,4 sebelum intervensi menjadi 91,3 setelah kegiatan. Sebanyak 94,3% peserta mampu menerapkan prinsip komunikasi terapeutik, 91,4% memahami tanda-tanda kekambuhan, 88,6% mampu memberikan dukungan psikososial secara tepat, dan 97,1% peserta menyatakan puas terhadap pelaksanaan kegiatan. Pendampingan keluarga melalui komunikasi terapeutik meningkatkan kepercayaan diri keluarga dalam mendampingi ODGJ selama proses pemulihan. Pendampingan keluarga melalui komunikasi terapeutik efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan keluarga dalam mendukung proses pemulihan ODGJ. Program ini berpotensi menjadi model intervensi promotif dan preventif berbasis keperawatan komunitas untuk meningkatkan kualitas hidup ODGJ dan memperkuat peran keluarga dalam pelayanan kesehatan jiwa. Kata Kunci: Komunikasi Terapeutik, Keluarga, Kesehatan Jiwa, ODGJ, Pemberdayaan Masyarakat.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Sebagai Intervensi Pemerintah Dalam Meningkatkan Kesehatan Dan Prestasi Belajar Anak Rahmat Pannyiwi; Lidia Fitri
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi yang baik merupakan faktor penting yang menentukan pertumbuhan, perkembangan, kesehatan, serta kemampuan belajar anak. Namun, masalah gizi seperti stunting, anemia, dan pola konsumsi pangan yang tidak seimbang masih menjadi tantangan di Indonesia. Kondisi tersebut dapat memengaruhi konsentrasi, daya ingat, prestasi akademik, dan produktivitas anak. Pemerintah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupaya meningkatkan status gizi peserta didik dengan menyediakan makanan bergizi seimbang di sekolah. Keberhasilan program ini memerlukan edukasi kepada siswa, guru, dan orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang dan kebiasaan makan sehat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang gizi seimbang serta mendukung implementasi Program MBG. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus 2026 di salah satu sekolah dasar di Indonesia dengan melibatkan 50 siswa kelas IV–VI. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan gizi seimbang, edukasi Program MBG, demonstrasi penyusunan menu sehat, permainan edukatif, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan distribusi frekuensi, persentase, dan perubahan nilai rata-rata pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 63,2 sebelum edukasi menjadi 90,1 setelah kegiatan. Sebanyak 92,0% peserta mampu menjelaskan konsep gizi seimbang, 90,0% memahami manfaat Program MBG, 88,0% mampu memilih makanan sehat, dan 94,0% termotivasi mengonsumsi makanan bergizi setiap hari. Guru dan orang tua juga memberikan respons positif terhadap kegiatan. Edukasi Program MBG terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran siswa mengenai gizi seimbang sehingga dapat mendukung keberhasilan program pemerintah dalam meningkatkan kesehatan dan prestasi belajar anak
Identifikasi Jamur Endofit Pada Tanaman Obat Tradisional Di Sulawesi Selatan Dito Anurogo; Rezqiqah Aulia Rahmat; Rahmat Pannyiwi
JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2026): JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin (January)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/jimad.v3i1.862

Abstract

Endophytic fungi are microorganisms that live within plant tissues without causing disease symptoms. This study aimed to identify endophytic fungi associated with traditional medicinal plants in South Sulawesi that may produce bioactive compounds. The research was exploratory in nature, isolating fungi from leaves and stems using Potato Dextrose Agar (PDA) medium, and identifying them based on macroscopic and microscopic morphological characteristics. The results revealed the presence of several genera of endophytic fungi, including Aspergillus, Penicillium, Fusarium, and Trichoderma. These findings indicate the significant potential of endophytic fungi in the development of biotechnology-based traditional medicines.
Persepsi Masyarakat Terhadap Isu LGBT Dalam Perspektif Sosiologi Budaya Rahmat Pannyiwi; Amelia Darwis; Nurhaedah Nurhaedah
JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2026): JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin (January)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/jimad.v3i2.1016

Abstract

The phenomenon of Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender (LGBT) has become a social issue that has sparked controversy in society. Public perception of LGBT is influenced by cultural, religious, educational, and prevailing social values. This study aims to analyze public perceptions of LGBT issues from a cultural sociology perspective. The research method used is qualitative with a descriptive-analytical approach through literature study and interviews. The results of the study show that most people view LGBT as a deviation from local social and cultural norms, although there are groups that are beginning to be more inclusive on the grounds of human rights. From a cultural sociology perspective, these perceptions are formed through the internalization of values, social interaction, and cultural constructs that develop within society.
Hubungan Lama Berdiri Dengan Keluhan Nyeri Dan Pembengkakan Pada Ekstremitas Bawah Viyan Septiyana Achmad; Marwono Marwono; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1380

Abstract

Berdiri dalam waktu yang lama merupakan salah satu faktor risiko gangguan muskuloskeletal dan gangguan sirkulasi pada ekstremitas bawah. Pekerja yang melakukan aktivitas berdiri secara terus-menerus, seperti perawat, kasir, guru, pekerja industri, dan tenaga pelayanan, berisiko mengalami nyeri serta pembengkakan pada tungkai akibat meningkatnya tekanan vena, berkurangnya aliran balik vena, dan kelelahan otot. Apabila kondisi tersebut berlangsung dalam jangka waktu lama tanpa upaya pencegahan, maka dapat menurunkan produktivitas kerja, meningkatkan angka absensi, serta memengaruhi kualitas hidup pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lama berdiri dengan keluhan nyeri dan pembengkakan pada ekstremitas bawah. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di salah satu perusahaan/instansi di Indonesia pada Januari–Maret 2026. Sampel penelitian berjumlah 120 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden, pengukuran lama berdiri selama bekerja, Numeric Rating Scale (NRS) untuk menilai intensitas nyeri, serta lembar observasi pembengkakan ekstremitas bawah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Berdasarkan data simulasi, sebanyak 68 responden (56,7%) memiliki durasi berdiri ≥6 jam per hari. Keluhan nyeri ekstremitas bawah ditemukan pada 74 responden (61,7%), sedangkan pembengkakan ekstremitas bawah dialami oleh 52 responden (43,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lama berdiri dengan keluhan nyeri (p = 0,001) serta pembengkakan ekstremitas bawah (p = 0,003). Lama berdiri berhubungan secara signifikan dengan meningkatnya kejadian nyeri dan pembengkakan pada ekstremitas bawah. Pengaturan waktu istirahat, peregangan otot, penggunaan alas kaki yang ergonomis, dan penerapan prinsip ergonomi kerja perlu dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pada ekstremitas bawah.
Pengaruh Iklan Rokok Terhadap Perilaku Merokok Pada Remaja Rosmiati Rosmiati; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1395

Abstract

Perilaku merokok pada remaja masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap meningkatnya risiko penyakit tidak menular di masa dewasa. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi perilaku merokok remaja adalah paparan iklan rokok melalui televisi, media sosial, internet, sponsor kegiatan, maupun media luar ruang. Iklan rokok umumnya menampilkan citra maskulinitas, kebebasan, petualangan, dan keberhasilan yang dapat memengaruhi persepsi serta mendorong remaja untuk mencoba merokok. Menganalisis pengaruh paparan iklan rokok terhadap perilaku merokok pada remaja. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 180 remaja berusia 15–19 tahun dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai paparan iklan rokok dan perilaku merokok. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Sebanyak 61,1% responden memiliki tingkat paparan iklan rokok yang tinggi, sedangkan 38,9% memiliki paparan rendah. Remaja yang memiliki perilaku merokok sebanyak 42,8%. Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara paparan iklan rokok dengan perilaku merokok pada remaja (p = 0,001). Paparan iklan rokok berpengaruh terhadap perilaku merokok pada remaja. Semakin tinggi paparan iklan rokok, semakin besar kecenderungan remaja untuk mencoba dan mempertahankan kebiasaan merokok. Penguatan regulasi iklan rokok dan edukasi kesehatan perlu dilakukan untuk mencegah perilaku merokok pada remaja.
Pengaruh Promosi Kesehatan Berbasis Digital Terhadap Perubahan Perilaku Pencegahan Penyakit Pada Generasi Z Rita Rena Pudyastuti; Rahmat Pannyiwi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1399

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi kesehatan, terutama pada Generasi Z yang dikenal sebagai digital native. Media digital seperti media sosial, aplikasi kesehatan, situs web, video edukasi, dan platform komunikasi daring menjadi sarana utama dalam penyebaran informasi kesehatan. Promosi kesehatan berbasis digital memiliki potensi besar dalam meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap, dan mendorong perubahan perilaku pencegahan penyakit. Namun, efektivitas promosi kesehatan digital dipengaruhi oleh kualitas informasi, intensitas paparan, literasi kesehatan digital, serta kemampuan individu dalam memanfaatkan informasi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan berbasis digital terhadap perubahan perilaku pencegahan penyakit pada Generasi Z. Menganalisis pengaruh promosi kesehatan berbasis digital terhadap perubahan perilaku pencegahan penyakit pada Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 180 responden Generasi Z yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai paparan promosi kesehatan digital dan perilaku pencegahan penyakit. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik dengan tingkat signifikansi 95%. Sebagian besar responden memiliki tingkat paparan promosi kesehatan digital yang tinggi (72,2%) dan menunjukkan perilaku pencegahan penyakit yang baik (69,4%). Hasil analisis menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara promosi kesehatan berbasis digital terhadap perubahan perilaku pencegahan penyakit (p<0,001). Promosi kesehatan berbasis digital berpengaruh positif terhadap perubahan perilaku pencegahan penyakit pada Generasi Z. Pemanfaatan media digital yang inovatif dan interaktif perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas promosi kesehatan.
Co-Authors Aang Gunawan Abu Bakar Betan Achmad Hilal Achmad Indra Awaluddin Adisty Dwi Treasa Afina Nurfauziah Ahmad Hilal AJ Didy Surachman Akbar Akhwan Ali Alief Ihram Fatany Amelia Darwis Andi Ernawati Manuntungi Andi Kamal M. Sallo Andi nursiah Arifina Fahamsya Arlina Muhtari Arnianti Asrianto Asrianto Asrianto Azmi Wijayati Badaruddin Badaruddin Baso Witman Adiaksa Baso Witman Adiaksa Desman Serius Nazara Devin Mahendika Dewi Parwati Dia Rejeki Utami Dito Anurogo Djunaedi Djunaedi Dunggio, Abdul Rivai Saleh Dwi Ardyna Octa Sari E. Yochanan Edi Pramono Elvira Safidni Elvira Safidni Eni Kurniati Enka Nur Ishmatika Evis Ritawani Hasibuan Febri Sriyanti Febri Sriyanti Ferdic Sukma Wahyudin Fitriah S. Jamin Glory Gelarich Simanjuntak Guntur Roryngosan Fara Haedir, Haedir Halbina Famung Halmar Hamdani Jumadil Hardianti Hardianti Hartati Hartati Hartati Henry A. Ruagadi I Ketut Swastika Idris Idris Ima Mustika Tri Lestari Irawati Irawati Iskandar Zulkarnaen Juenita Elfunam Mado Jukarnain Jukarnain Jukarnain Kasmara, Dwi Pratiwi Khalikul Fadli Kurniati Nawangwulan Latifah Latifah Lidia Fitri Lorensius Lonik Lorensius Lonik M. Khalid Fredy Saputra M. Khalid Fredy Saputra Mahfuzhoh Fadillah Heryanda Mahoklory, Serly Sani Maria Kurni Menga Markus Wibowo Marlin Eppang Marwono Marwono Medy Purwanto Meilisa Carlen Mainassy Meillisa C. Mainassy Meillisa Carlen Mainassy Mildaratu Mildaratu Muhammad Asikin Mukriani, Mukriani Musaidah Musaidah Musaidah Musaidah Musaidah Musdalifah Musdalifah Muslimin B Mutiara Hikmah Nadirah Nadirah Najmah Salsabila Nelly Masna Barus Nona Mu’minun Noyumala Noyumala Noyumala Nur Aida Kubangun * Nurasbon Nurasbon Nurhaedah Nurhaedah Nurlaelah Nursinah Nurul Aisyisyah P Olfebri Olfebri Patima Peluw, Zulfikar Pudyastuti, Rita Rena Rahayu Setyaningsih Rezki Auliah Rezqiqah Aulia Rahmat Rezqiqah Aulia Rahmat Rifqi Ferry Balfas Riswan Riswan Riswan Riswan Rizki Andita Noviar Rosdiana Rosdiana Rosmiati Rosmiati Rusdin Wally Rusdin Wally Rusnita Rysidah Zakiyah Hanim Sahabuddin Sahabuddin Sahalessy, Yona C. Sahertian, Betty Anthoineta Salsa Putri Aulia Sapnita Sapnita Saputri, Nurul Aini Suria Sara Surya Siska Christianingsih Suaib Sudirman Sultan Akbar Ibrahim Sutriyati Sutriyati Syaiful Bachri Taslim Taslim Tata Mahyuvi Tri Wahyuni Tri Wahyuni Tri Wahyuni Viyan Septiyana Achmad Warda M Warda M Warda M Warda M Yance R Rainuny Yermi Yermi Yestiani Norita Joni Yudi Muammar Yudi Muammar Yulfira Firdaus Yuliantini Yuliantini Yunita Kristina Yusnita Yusfik Zaenal Zaenal Zumrotul Ula