cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 477 Documents
Efektivitas Penggunaan Video Pembelajaran Pada Pembelajaran PAI Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Di SMP Negeri 21 Bandung Rifqi Rahman; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education 305-312
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.23907

Abstract

Abstract. This study found that students at SMP Negeri 21 Bandung demonstrated limited understanding of tolerance concepts in Islamic Religious Education (PAI) learning. Several factors contributed to this condition, including low literacy skills, insufficient comprehension of basic religious concepts, and the predominance of lecture-based teaching methods that reduced student engagement. In addition, the limited use of varied learning media made it difficult for students to understand and internalize the material effectively. Therefore, innovative and contextual learning media are needed to improve students’ learning experiences. This study aimed to examine the effectiveness of short film-based educational videos in improving students’ understanding of PAI material. The research employed a quantitative quasi-experimental method using a nonequivalent control group design. Two classes participated in the study: Class IX B as the control group, which received conventional lecture-based instruction, and Class IX E as the experimental group, which learned through short film-based videos. Data were collected using pretests and posttests and analyzed using descriptive and nonparametric statistics. The results indicated a significant improvement in the experimental group’s learning outcomes. The average score increased from 66.45 on the pretest to 90.32 on the posttest. Furthermore, Wilcoxon and Mann–Whitney tests produced a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference between the control and experimental groups. These findings suggest that short film-based educational videos effectively enhance students’ understanding of PAI material. Keywords: Video Learning Media, Short Films, Religious Education, Student Understanding, Attitudes of Tolerance Abstrak. Penelitian itu menemukan bahwa pelajar SMP Negeri 21 Bandung menunjukkan perilaku yang tidak toleran dalam hubungan sosial saat berada di kelas Pendidikan Agama Islam (PAI). Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami sejauh mana film pendek sebagai alat pembelajaran memiliki potensi untuk meningkatkan pemahaman dan sikap toleransi siswa SMP Negeri 21 Bandung tentang mata pelajaran yang berhubungan dengan pengajaran agama Islam. Penelitian ini menerapkan pendekatan quasi-eksperimen dan pendekatan numerik, dengan desain yang dibuat untuk kelompok kontrol tidak setara. Dua kelas terdiri dari subjek penelitian ini. Kelompok kontrol Kelas IX B menggunakan pendekatan pembelajaran ceramah, dan kelompok eksperimen Kelas IX E menggunakan video berbasis film pendek sebagai alat pembelajaran. Hasil studi menunjukkan bahwa ketika Siswa memanfaatkan media. pendidikan video yang terdiri dari film pendek, mereka memperoleh pemahaman yang signifikan tentang materi yang diajarkan di kelas eksperimen. Untuk kelas IX E, nilai awal rata-rata pretest 66,45 naik menjadi 90,32 pada posttest. Kata Kunci: Media Video Pembelajaran, Film Pendek, Pendidikan Agama Pemahaman Siswa, Sikap Toleransi.
Tata Kelola Keorganisasian dan Pemberdayaan Umat Komunitas Majelis Satu Rasa (MSR) Siti Sa'adah Nurkhalisa Ica
Bandung Conference Series: Islamic Education 313-322
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.23920

Abstract

Abstrak. Perubahan sosial pada era globalisasi menuntut organisasi keagamaan tidak hanya berperan sebagai pusat kegiatan ibadah, tetapi juga sebagai agen pemberdayaan umat yang mampu menjawab berbagai persoalan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata kelola keorganisasian serta pelaksanaan pemberdayaan umat pada Komunitas Majelis Satu Rasa (MSR). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola organisasi MSR telah menerapkan prinsip transparansi, partisipasi, komunikasi, dan evaluasi organisasi, meskipun aspek administrasi dan struktur organisasi masih memerlukan penguatan. Program pemberdayaan umat yang dijalankan meliputi pembinaan keagamaan, pendidikan, pengembangan keterampilan, kegiatan sosial, serta pemberian beasiswa yang berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas jamaah. Faktor pendukung keberhasilan program meliputi kepemimpinan, kerja sama tim, partisipasi jamaah, dan dukungan jejaring eksternal, sedangkan hambatan utama berupa keterbatasan sumber daya serta dinamika organisasi. Berdasarkan perspektif maqashid al-shariah, program-program tersebut telah mendukung terwujudnya kemaslahatan melalui perlindungan agama, akal, jiwa, keturunan, dan harta. Penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan tata kelola organisasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pemberdayaan umat berbasis komunitas keagamaan. Abstract. Social changes in the era of globalization require religious organizations to serve not only as centers for worship but also as agents of community empowerment capable of addressing various social issues. This study aims to analyze the organizational governance and implementation of community empowerment within the Majelis Satu Rasa (MSR) Community. The study employs a qualitative approach using the case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion-drawing techniques. The results indicate that the MSR’s organizational governance has implemented the principles of transparency, participation, communication, and organizational evaluation, although administrative aspects and organizational structure still require strengthening. The community empowerment programs implemented include religious guidance, education, skills development, social activities, and the provision of scholarships, all of which contribute to enhancing the congregation’s capacity. Factors supporting the programs’ success include leadership, teamwork, congregational participation, and support from external networks, while the main obstacles are resource constraints and organizational dynamics. From the perspective of maqashid al-shariah, these programs have supported the realization of the public interest through the protection of religion, reason, life, lineage, and property. This study shows that strengthening organizational governance is a key factor in enhancing the effectiveness of community-based religious empowerment.
Efektivitas Game Based Learning Berbantuan Ular Tangga terhadap Hasil Belajar SKI Yuni Nuraeni; ikin asikin; khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education 323-330
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.23932

Abstract

Abstract. The learning of Islamic Cultural History (ICH) in Islamic elementary schools is still predominantly conducted through lecture-based instruction, resulting in limited student engagement and suboptimal learning outcomes. This study aimed to examine the effectiveness of Game-Based Learning assisted by the Snakes and Ladders learning media in improving students' learning outcomes in Islamic Cultural History. This research employed a quantitative approach using a one-group pretest-posttest design. The participants consisted of 14 fifth-grade students at MI Al-Hidayah Cimahi. Data were collected through pretest and posttest instruments and analyzed using statistical tests to determine the differences in students' learning outcomes before and after the implementation of the learning model. The findings revealed that students' average scores improved after the implementation of Game-Based Learning assisted by the Snakes and Ladders media. Furthermore, the hypothesis testing indicated a significant difference between the pretest and posttest scores. These findings demonstrate that Game-Based Learning assisted by the Snakes and Ladders learning media is effective in improving students' learning outcomes in Islamic Cultural History. Therefore, this learning model can serve as an innovative and interactive alternative to enhance the quality of Islamic Cultural History instruction at Islamic elementary schools. Abstrak. Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Ibtidaiyah masih didominasi oleh metode ceramah sehingga keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan hasil belajar belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Game-Based Learning berbantuan media ular tangga terhadap hasil belajar SKI siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 14 siswa kelas V MI Al-Hidayah Cimahi. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar berupa pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan setelah penerapan Game-Based Learning berbantuan media ular tangga dan hasil pengujian hipotesis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan Game-Based Learning berbantuan media ular tangga efektif dalam meningkatkan hasil belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa Madrasah Ibtidaiyah. Model pembelajaran ini dapat menjadi alternatif yang inovatif dan interaktif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran SKI di sekolah dasar berbasis Islam.
Pengelolaan Program Pembiasaan Dzikir Pagi dan Petang dalam Membentuk Karakter Religius Siswa MTs Al-Amanah Islamic School Lembang Haifa Nur Auliya
Bandung Conference Series: Islamic Education 331-338
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.23960

Abstract

Abstract. The development of students' religious character is one of the primary objectives of Islamic education in responding to the challenges of modern society that influence students' spiritual and moral values. MTs Al-Amanah Islamic School (AIS) Lembang implements a morning and evening dhikr habituation program as part of its religious school culture. This study aimed to analyze the management of the morning and evening dhikr habituation program in developing students' religious character through the aspects of planning, implementation, evaluation, and the supporting and inhibiting factors. This study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving the principal, homeroom teachers, and eighth-grade students. Data were analyzed using the Miles and Huberman model through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source, technique, and time triangulation. The findings indicate that the program was systematically managed through objective setting, activity scheduling, the distribution of responsibilities between teachers and students, and periodic evaluation. The program was implemented routinely every school day before and after classroom learning activities. Supporting factors included the school's commitment, teachers' active involvement, a religious school environment, and students' prior habituation to dhikr, whereas inhibiting factors included students' lack of concentration, differences in religious awareness, and the influence of the external environment. The program contributed positively to the development of students' religious character, as reflected in improved discipline, obedience in worship, responsibility, the habit of performing dhikr, and greater spiritual awareness in daily life. Keywords: Program Management; Morning and Evening Dhikr; Religious Character; Worship Habituation; Islamic Education. Abstrak. Pembentukan karakter religius merupakan salah satu tujuan utama pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman yang memengaruhi nilai spiritual dan moral peserta didik. MTs Al-Amanah Islamic School (AIS) Lembang mengembangkan program pembiasaan dzikir pagi dan petang sebagai bagian dari budaya religius sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan program pembiasaan dzikir pagi dan petang dalam membentuk karakter religius siswa melalui aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, wali kelas, dan siswa kelas VIII. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan program dilaksanakan secara sistematis melalui penyusunan tujuan, jadwal kegiatan, pembagian tugas guru dan siswa, serta evaluasi berkala. Pelaksanaan program dilakukan secara rutin setiap hari sebelum dan sesudah kegiatan belajar mengajar. Faktor pendukung meliputi komitmen sekolah, peran guru, lingkungan sekolah yang religius, serta pembiasaan sejak jenjang sebelumnya, sedangkan faktor penghambat meliputi kurangnya fokus sebagian siswa, perbedaan tingkat kesadaran religius, dan pengaruh lingkungan di luar sekolah. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter religius siswa yang ditandai dengan meningkatnya kedisiplinan, ketaatan beribadah, tanggung jawab, kebiasaan berdzikir, dan kesadaran spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Pengelolaan Program; Dzikir Pagi dan Petang; Karakter Religius; Pembiasaan Ibadah; Pendidikan Islam.
Pengelolaan Metode Ishlah Pada Kelompok Belajar Membaca Al-Qur’an (KBMA) Masjid Nurul Qur’an Kabupaten Bandung Lyana Nur Fitria; ikin asikin; fitroh hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education 339-346
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.23968

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya umat Islam, khususnya pembelajar dewasa dan lansia, yang belum mampu membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang adaptif dengan karakteristik peserta didik dewasa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan Metode Ishlah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an pada Kelompok Belajar Membaca Al-Qur'an (KBMA) Masjid Nurul Qur'an, Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Metode Ishlah dilaksanakan melalui perencanaan pembelajaran yang sistematis, pelaksanaan dengan metode talaqqi, klasikal, individual, pengulangan (istikror), dan koreksi langsung, serta evaluasi yang berfokus pada ketepatan makhraj dan penerapan tajwid. Penerapan metode ini mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an peserta secara bertahap yang ditunjukkan oleh meningkatnya ketepatan bacaan, kelancaran, dan kepercayaan diri. Keberhasilan pembelajaran didukung oleh kompetensi pengajar dan motivasi peserta, sedangkan keterbatasan waktu serta perbedaan kemampuan peserta menjadi faktor penghambat. Dengan demikian, Metode Ishlah merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an pada pembelajar dewasa dan lansia di lingkungan pendidikan nonformal. Abstract. This study was motivated by the fact that many Muslims, particularly adult and elderly learners, are still unable to read the Qur'an correctly in accordance with the rules of tajwid. This condition highlights the need for a learning approach that is adaptive to the characteristics of adult learners. The study aimed to analyze the management of the Ishlah Method in improving Qur'anic reading skills at the Qur'an Reading Learning Group (Kelompok Belajar Membaca Al-Qur'an/KBMA) of Nurul Qur'an Mosque, Bandung Regency. A qualitative approach with a descriptive method was employed. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the Ishlah Method was managed through systematic instructional planning, implementation using talaqqi, classical and individual learning, repetition (istikror), and direct correction, followed by periodic evaluation focusing on makhraj accuracy and tajwid. The method gradually improved participants' reading accuracy, fluency, and self-confidence. Teacher competence and learners' motivation supported the learning process, whereas limited learning time and differences in participants' abilities became the main challenges. The findings indicate that the Ishlah Method is an effective approach to improving Qur'anic reading skills among adult and elderly learners in nonformal education settings.
Impelemtasi Pembelajaran Tahsin Al-Qur’an Berbasis Online dengan Metode Sabiq (Sabar dan Istiqomah) di Pesantren Daarut Tauhid Bandung Putri Widianingsih; Helmi, Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education 355-362
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24021

Abstract

Abstract. The development of digital technology has transformed Qur'anic learning, including tahsin learning, which has been conducted through online platforms. However, online tahsin learning has still faced several challenges, including limited interaction between teachers and participants, less effective feedback, and the lack of integration between improving Qur'anic reading skills and character development. This study aimed to describe the implementation of online Taḥsīn Al-Qur'an learning using the SABIQ (Patience and Consistency) method at Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, covering the planning, implementation, and evaluation stages. A qualitative approach with a case study method was employed. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings showed that the learning process was systematically planned through the formulation of learning objectives, gradual material organization, and placement tests. The learning activities were implemented using the talaqqi method adapted to an online setting while integrating the values of patience and consistency. The evaluation process was conducted through formative and summative assessments using a structured scoring rubric with a minimum passing grade of 70. The findings indicated that the implementation of the SABIQ method not only improved participants' Qur'anic reading skills in accordance with tajwid rules but also strengthened the values of patience and consistency in online learning. Keywords: learning implementation, Qur'anic tahsin, online learning, SABIQ method, character development. Abstrak. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam pembelajaran Al-Qur’an, termasuk pembelajaran tahsin yang kini dapat dilaksanakan secara daring. Namun, pembelajaran tahsin berbasis online masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan interaksi antara pengajar dan peserta, kurang optimalnya pemberian umpan balik, serta belum terintegrasinya peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran Taḥsīn Al-Qur’an berbasis online dengan metode SABIQ (Sabar dan Istiqomah) di Pesantren Daarut Tauhiid Bandung yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran dilakukan secara sistematis melalui penetapan tujuan, penyusunan materi secara bertahap, dan placement test. Pelaksanaan pembelajaran menerapkan metode talaqqi yang diadaptasi ke dalam sistem daring dengan menginternalisasikan nilai sabar dan istiqomah. Evaluasi dilakukan melalui penilaian formatif dan sumatif menggunakan rubrik penilaian terstruktur dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode SABIQ tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, tetapi juga memperkuat karakter sabar dan istiqomah peserta dalam pembelajaran berbasis online. Kata Kunci: implementasi pembelajaran, tahsin Al-Qur’an, pembelajaran online, metode SABIQ, karakter.
Implikasi Pendidikan Agama Islam Pada Q.S Al-Maidah Ayat 8 Dan Al-Ahzab Ayat 70 Afrizal Fauzi; Ulvah Nur'aeni
Bandung Conference Series: Islamic Education 363-370
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24032

Abstract

Abstract. The decline of honesty and justice values in various aspects of life, including the field of education, highlights the importance of strengthening character values based on the Qur'an. Islamic Religious Education plays a strategic role in internalizing the values of honesty and justice through a comprehensive understanding of Qur'anic teachings. This study aims to analyze the content of Qur'an Surah Al-Mā'idah verse 8 and Surah Al-Aḥzāb verse 70 from the perspectives of Qur'anic exegetes, examine the essential meanings of both verses, identify the views of Islamic education scholars regarding honesty and justice, and analyze their implications for the principles of Islamic Religious Education. This research employed a qualitative approach using a library research method with descriptive analysis techniques. The primary data sources consisted of the Qur'an and classical as well as contemporary tafsir literature, supported by relevant academic references. The findings reveal that Surah Al-Mā'idah verse 8 emphasizes the obligation to uphold justice consistently without being influenced by hatred, while Surah Al-Aḥzāb verse 70 instructs believers to speak truthfully and honestly. Both verses serve as fundamental principles for developing character based on justice, honesty, and piety. Their implications for Islamic Religious Education include the implementation of exemplary conduct (uswah hasanah) as the primary teaching method, the cultivation of honesty among students, strengthening the teacher's role as an upholder of justice, and the application of objective assessment based on students' abilities and academic. Keywords: Implications of Islamic education, Q.S Al-Maidah verse 8 and Al-Ahzab verse 70, Honesty and Justice Abstrak. Menurunnya nilai kejujuran dan keadilan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan, menunjukkan pentingnya penguatan nilai-nilai karakter yang berlandaskan Al-Qur'an. Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam menginternalisasikan nilai kejujuran dan keadilan melalui pemahaman terhadap kandungan ayat-ayat Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan Q.S. Al-Mā'idah ayat 8 dan Q.S. Al-Aḥzāb ayat 70 berdasarkan pandangan para mufasir, mengkaji esensi kedua ayat, mengidentifikasi pandangan para ahli pendidikan Islam mengenai kejujuran dan keadilan, serta menganalisis implikasinya terhadap prinsip Pendidikan Agama Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research) dan teknik analisis deskriptif. Sumber data utama berupa Al-Qur'an dan berbagai kitab tafsir, yang didukung oleh literatur ilmiah relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Q.S. Al-Mā'idah ayat 8 menegaskan kewajiban menegakkan keadilan secara konsisten tanpa dipengaruhi kebencian, sedangkan Q.S. Al-Aḥzāb ayat 70 memerintahkan setiap mukmin untuk mengucapkan perkataan yang benar dan jujur. Kedua ayat tersebut memiliki esensi sebagai landasan pembentukan karakter yang berorientasi pada keadilan, kejujuran, dan ketakwaan. Implikasi terhadap Pendidikan Agama Islam meliputi penerapan keteladanan sebagai metode utama, pembentukan karakter jujur, penguatan peran guru sebagai penegak keadilan, serta pelaksanaan penilaian yang objektif berdasarkan kemampuan dan prestasi peserta didik. Kata Kunci: Implikasi pendidikan islam, Q.S Al-Maidah ayat 8 dan Al-Ahzab ayat 70, Kejujuran dan Keadilan
Implementasi Metode Game Based Learning Dalam Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Uptd Sdn 2 Cantigi Kulon Indramayu: Implementasi Metode Game Based Learning Dalam Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Uptd Sdn 2 Cantigi Kulon Indramayu Saskiah; Adi barkah
Bandung Conference Series: Islamic Education 371-380
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24071

Abstract

his study is motivated by the need for innovative teaching methods that can enhance students’ motivation, understanding, and engagement in Islamic Religious Education (IRE) at the elementary school level. The purpose of this study is to analyze the implementation of the Game-Based Learning (GBL) method in fifth-grade Islamic Religious Education (IRE) classes at UPTD SDN 2 Cantigi Kulon, Indramayu Regency. The focus of the study includes teachers’ preparation in implementing GBL, the process of conducting game-based learning, the advantages and limitations of its implementation from pedagogical, time, and instructional resource perspectives, as well as its impact on students’ learning motivation, comprehension of the material, basic literacy and numeracy skills, and learning outcomes. This study employed a descriptive qualitative approach with an Input–Process–Output (IPO) analysis design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, with research subjects consisting of the PAI teacher, the school principal, and fifth-grade students. The results of the study indicated that the implementation of Game-Based Learning (GBL) was systematically prepared by the teacher by aligning the games with basic competencies and learning objectives, considering the developmental characteristics of elementary school students, and integrating them into instructional materials. The learning process was carried out through stages of introduction, main activities, and closure, utilizing various games such as group quizzes, moral value cards, and role-play activities based on the stories of the Prophets.
Efektivitas Metode Tikrar Berbasis Mushaf Mutiaraqu Terhadap Kualitas Hafalan Al-Qur’an Siswa Meta Nova Algina; Alhamuddin; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education 389-398
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24088

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya Al-Qur'an sebagai pedoman utama umat Islam dalam membentuk aspek spiritual, sosial, dan moral. Proses menghafal Al-Qur'an tidak mudah karena memerlukan kemampuan kognitif, ketekunan, konsistensi, dan pengulangan yang berkesinambungan. Namun, peserta didik masih menghadapi berbagai kendala, seperti kejenuhan, kesulitan menghafal ayat-ayat yang panjang, dan kurangnya konsentrasi sehingga kualitas hafalan yang dicapai belum merata. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode Tikrar berbasis Mushaf Mutiaraqu terhadap kualitas hafalan peserta didik di SMPIT Al Irsyad Al Islamiyyah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental melalui desain One Shot Case Study. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes hafalan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji One Sample T-Test dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (<0,05), yang menunjukkan bahwa metode Tikrar berbasis Mushaf Mutiaraqu berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas hafalan, terutama pada aspek makharijul huruf, tajwid, kelancaran, dan ketepatan ayat. Faktor pendukung meliputi motivasi peserta didik, pengulangan, penggunaan Mushaf Mutiaraqu, dan bimbingan guru, sedangkan faktor penghambat meliputi kejenuhan, kurangnya konsentrasi, dan keterbatasan pengulangan. Oleh karena itu, metode ini efektif sebagai strategi pembelajaran tahfidz yang inovatif. Abstract. This study was motivated by the importance of the Qur'an as the primary guideline for Muslims in shaping spiritual, social, and moral values. Memorizing the Qur'an is a challenging process because it requires cognitive ability, perseverance, consistency, and regular practice. However, students often experience boredom, difficulty memorizing long verses, and lack of concentration, resulting in varying memorization quality. This study aimed to evaluate the effectiveness of the Tikrar method based on Mushaf Mutiaraqu in improving students' memorization quality at SMPIT Al Irsyad Al Islamiyyah. A quantitative approach with a pre-experimental One Shot Case Study design was employed. Data were collected through observation, interviews, memorization tests, and documentation, then analyzed using the One Sample T-Test in SPSS. The results showed a significance value of 0.001 (<0.05), indicating that the Tikrar method significantly improved students' memorization quality, particularly in makharijul huruf, tajwid, fluency, and verse accuracy. Supporting factors included students' motivation, teacher guidance, repetition, and the use of Mushaf Mutiaraqu, while boredom, limited repetition, and poor concentration remained the main challenges. Therefore, this method is an effective and innovative strategy for Qur'an memorization learning.
Pengelolaan Diferensiasi Guru dalam Pembelajaran PAI untuk Siswa Slow Learner (Studi Kasus di SDN 250 Jakapurwa) Aghni Zahira Lizarna; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education 399-408
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24109

Abstract

Abstract.This study aims to analyze the management of teacher differentiation strategies in Islamic Religious Education (PAI) for slow learner students at SDN 250 Jakapurwa. The research focus encompasses slow learner characteristics, planning, implementation, evaluation, as well as supporting and inhibiting factors. This study employed a qualitative approach with a case study method. Data were gathered through observation, in-depth interviews with PAI teachers, inclusive education teachers, and the school principal, along with documentation studies. Data analysis followed the Miles and Huberman model, involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that slow learner students face cognitive barriers such as slow comprehension of abstract material, short-term memory limitations, and unstable concentration. PAI teachers manage differentiation through: (1) Planning: conducting diagnostic assessments to map learning readiness and interests; (2) Implementation: content differentiation via material simplification, process differentiation using the make a match method and peer tutoring, and product differentiation by adjusting task targets such as Iqra reading versus memorization; (3) Evaluation: flexible assessment tailored to individual capacities. The primary supporting factors are inclusive school policies, support from the Disability Service Unit (ULD), and teacher patience. Meanwhile, inhibitors include limited instructional time, lack of diverse learning media, and the absence of specific technical guidelines for PAI differentiation. In conclusion, the management of differentiation strategies is proven effective in increasing the participation and understanding of slow learner students, realizing inclusive and equitable PAI learning Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan strategi diferensiasi oleh guru dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi siswa slow learner di SDN 250 Jakapurwa. Fokus penelitian mencakup karakteristik siswa slow learner, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI, guru inklusif, dan kepala sekolah, serta studi dokumentasi. Teknik analisis data mengikuti model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa slow learner di sekolah tersebut memiliki hambatan kognitif berupa lambatnya pemahaman materi abstrak, daya ingat jangka pendek (short memory), dan konsentrasi yang tidak stabil. Guru PAI mengelola diferensiasi melalui: (1) Perencanaan: melakukan asesmen diagnostik untuk memetakan kesiapan dan minat belajar; (2) Pelaksanaan: diferensiasi konten melalui penyederhanaan materi, diferensiasi proses melalui metode make a match dan tutor sebaya, serta diferensiasi produk melalui penyesuaian target tugas seperti bacaan Iqra bagi yang belum mampu menghafal; (3) Evaluasi: penilaian fleksibel disesuaikan kemampuan individu. Faktor pendukung utama adalah kebijakan sekolah yang inklusif, dukungan Unit Layanan Disabilitas (ULD), dan kesabaran guru. Adapun hambatan meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, media yang kurang variatif, serta belum adanya panduan teknis khusus diferensiasi PAI. Kesimpulannya, pengelolaan strategi diferensiasi terbukti efektif meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa slow learner, mewujudkan pembelajaran PAI yang inklusif dan berkeadilan