cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 477 Documents
Analisis Konsep Pendidikan Akhlak Anak Dalam Buku Membentuk Akhlak Anak: Belajar Dari Mukjizat Para Nabi Karya Najwa Husein Abdul Aziz. Muhammad Fikri Rasyidin
Bandung Conference Series: Islamic Education 1094-1103
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26144

Abstract

Abstract. Moral education is a fundamental aspect of Islamic education aimed at shaping children into individuals who possess faith, piety, and noble character. The rapid development of technology and social change in the modern era has created various challenges to children's moral development, making effective educational media essential for instilling moral values. One such medium is the book Building Children's Morals: Learning from the Miracles of the Prophets by Najwa Husein Abdul Aziz, which presents moral education through the stories of the prophets. This study aims to analyze the concept of children's moral education and identify the moral values contained in the book. The research employed a qualitative approach using a library research method. Primary data were obtained from the book as the main object of the study, while secondary data were collected from the Qur'an, Hadith, scholarly books, and relevant scientific journal articles. Data were collected through documentation techniques and analyzed using content analysis. The findings reveal that the concept of moral education presented in the book encompasses educational objectives, learning materials, teaching methods, educational media, and the characteristics of moral education, all of which are oriented toward developing Islamic character. The study also identifies ten core moral values: faith in Allah (tawhid), patience, sincerity, gratitude, trust in Allah (tawakkul), trustworthiness, compassion, forgiveness, deliberation (shura), and simplicity (zuhd). These concepts are consistent with the principles of Islamic education as derived from the Qur'an and the Sunnah. Therefore, the book can serve as an effective educational resource for strengthening children's moral character within families, schools, and the wider community. Keywords: children's moral education, Islamic education, storybook, prophetic stories, content analysis. Abstrak. Pendidikan akhlak merupakan aspek fundamental dalam pendidikan Islam yang bertujuan membentuk anak menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Perkembangan teknologi dan perubahan sosial pada era modern menghadirkan berbagai tantangan terhadap pembentukan karakter anak sehingga diperlukan media pendidikan yang mampu menanamkan nilai-nilai akhlak secara efektif. Salah satu media tersebut adalah buku Membentuk Akhlak Anak: Belajar dari Mukjizat Para Nabi karya Najwa Husein Abdul Aziz yang menyampaikan pendidikan akhlak melalui kisah-kisah para nabi. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep pendidikan akhlak anak serta mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam buku tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari buku yang menjadi objek penelitian, sedangkan data sekunder berasal dari Al-Qur'an, hadis, buku, dan artikel ilmiah yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan akhlak dalam buku mencakup tujuan, materi, metode, media, dan karakteristik pendidikan akhlak yang berorientasi pada pembentukan karakter Islami. Penelitian ini juga menemukan sepuluh nilai pendidikan akhlak, yaitu tauhid, sabar, ikhlas, syukur, tawakal, amanah, kasih sayang, pemaaf, musyawarah, dan zuhud. Konsep tersebut selaras dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah sehingga buku ini layak dijadikan sebagai salah satu media pendidikan akhlak bagi anak dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Kata Kunci: pendidikan akhlak anak, pendidikan Islam, buku kisah, kisah para nabi, analisis isi.
Analisis Adab Menuntut Ilmu Dalam QS Al Kahfi Ayat 66-70 dan Relevansinya Dalam Pendidikan Kontemporer Hoeratun Napsiah; Asep Dudi Suhardini; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education 1104-1115
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26169

Abstract

Abstrac. This study examines the etiquette of seeking knowledge found in Surah Al-Kahfi (verses 66–70) and its relevance to contemporary education. The research aims to identify the values regarding the etiquette of seeking knowledge contained in these verses and to explore their application within the context of modern education. A qualitative research method was employed, utilizing thematic exegesis (*tafsir maudhu’i*) and drawing upon both classical and contemporary exegetical sources. The findings indicate that Surah Al-Kahfi verses 66–70 embody values such as humility, patience, respect for the teacher, refraining from interrupting explanations before they are concluded, and adherence to learning guidelines. These values hold significant relevance for contemporary education, particularly in shaping student character and fostering sound learning ethics amidst the challenges of the digital era. This study is intended to serve as a reference for educators, students, and education observers in instilling the etiquette of seeking knowledge in accordance with Islamic teachings.Keywords: Etiquette of seeking knowledge, Surah Al-Kahfi 66–70, contemporary education
Perbandingan Efektivitas Project Based Learning Melalui Proyek Poster Dan Proyek Cerita Dalam Meningkatkan Pemahaman Nilai Toleransi Siswa Kelas V SDN 1 Cibodas Iis Komala Tanti; Asep Dudi Suhardini
Bandung Conference Series: Islamic Education 1116-1124
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26204

Abstract

This study is motivated by the importance of enhancing students' understanding of tolerance values ​​within Islamic Religious Education (PAI) instruction through learning models that actively engage students. The study aims to determine the difference in effectiveness between two Project-Based Learning approaches poster projects and story projects in improving students' understanding of tolerance values. A quantitative approach was employed using a quasi-experimental method with a Pretest-Posttest Two Treatment Group design. The sample consisted of 67 students divided into two groups: 35 students participated in the poster project, and 32 students participated in the story project. Data were collected via questionnaires, observation, and documentation, then analyzed using descriptive statistics, Paired Sample t-Tests, Independent Sample t-Tests, and Normalized Gain (N-Gain) analysis with the aid of SPSS. The results indicate that implementing Project-Based Learning through either poster or story projects effectively improves students' understanding of tolerance values. However, a difference in effectiveness was observed; the poster project proved more effective than the story project in enhancing students' understanding of tolerance values. Consequently, the Project-Based Learning model utilizing poster projects is more effective for Islamic Religious Education instruction aimed at improving students' understanding of tolerance values ​​at SDN 1 Cibodas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan pemahaman nilai toleransi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas model Project Based Learning melalui proyek poster dan cerita dalam meningkatkan pemahaman nilai toleransi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experimental) menggunakan desain Pretest-Posttest Two Treatment Group Desain. Sampel penelitian berjumlah 67 siswa yang terdiri dari dua kelompok yaitu, 35 siswa memperoleh perlakuan dengan membuat proyek poster, dan 32 siswa memperoleh perlakuan dengan membuat proyek cerita. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, Paired Sample t-Test, Independent sample t-Test, dan Normalized Gain (N-Gain) dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning melalui proyek poster maupun proyek cerita sama-sama meningkatkan pemahaman nilai toleransi siswa. Selain itu, terdapat perbedaan efektivitas antara kedua jenis proyek tersebut, di mana proyek poster menunjukkan efektivitas yang lebih baik dibandingkan proyek cerita dalam meningkatkan pemahaman nilai toleransi siswa. Dengan demikian, model Project Based Learning melalui proyek poster lebih efektif diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk meningkatkan pemahaman nilai toleransi siswa di SDN 1 Cibodas.
Implementasi Pembelajaran Membaca Al-Qur`An Bagi Orang Tua Di Masjid Ar-Rahmah Sukapada Bandung Mochammad Rochmat; Eko Surbiantor; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Islamic Education 1133-1147
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26236

Abstract

Abstract. The low level of Qur’an reading proficiency among some parents, particularly in fluency, makhraj (pronunciation), and tajwid (rules of recitation), is influenced by limited religious education in the past, age-related factors, and the lack of learning methods appropriate for adult learners. This study aims to examine the concept, stages, outcomes, as well as the supporting and inhibiting factors in the implementation of Qur’an reading instruction for parents at Ar-Rahmah Mosque, Sukapada, Bandung. This research employed a descriptive qualitative approach with field research as its design. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving instructors, parent participants, and program administrators. Data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through method and theory triangulation. The findings indicate that the Qur’an reading program was implemented systematically through listening, imitation, repetition, and correction based on the principles of talqin and taqlid. The learning stages began with the introduction of the Arabic letters and their makhraj, followed by guided recitation according to tajwid rules and individual and group evaluations. The program gradually improved participants’ Qur’an reading proficiency in terms of fluency, pronunciation accuracy, and understanding of tajwid. Supporting factors included participants’ enthusiasm, competent instructors, and a conducive mosque environment, while inhibiting factors included differences in participants’ abilities, age-related memory decline, and limited time for home practice. Keywords: Qur`anic Learning, Parents. Abstrak. Rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an pada sebagian orang tua, terutama dalam aspek kelancaran, makhraj, dan tajwid, dipengaruhi oleh keterbatasan pendidikan agama pada masa lalu, faktor usia, serta kurangnya metode pembelajaran yang sesuai bagi orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep, tahapan, hasil, serta faktor pendukung dan penghambat penerapan pembelajaran membaca Al-Qur’an bagi orang tua di Masjid Ar-Rahmah Sukapada Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengajar, jamaah orang tua, dan pengelola kegiatan. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi metode dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an diterapkan secara sistematis melalui proses mendengar, menirukan, mengulang, dan memperbaiki bacaan berdasarkan prinsip talqin dan taqlid. Tahapan pembelajaran dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah dan makhraj, peniruan bacaan sesuai tajwid, hingga evaluasi secara individu maupun kelompok. Penerapan pembelajaran ini meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta secara bertahap dalam kelancaran, ketepatan makhraj, dan pemahaman tajwid. Faktor pendukung meliputi antusiasme peserta, kompetensi pengajar, dan lingkungan masjid yang kondusif, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan peserta, faktor usia, daya ingat, dan keterbatasan waktu latihan di rumah. Kata Kunci: Pembelajaran Al-Qur’an, Orang Tua.
Konsep Radha’ah dalam QS. Al-Baqarah Ayat 233: Analisis dalam Perspektif Psikologi Perkembangan Anak Salsabila Indah Widiana; Eko Surbiantoro; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education 1148-1155
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26255

Abstract

Abstract. Radha’ah in QS. Al-Baqarah verse 233 reflects an Islamic concept of child nurturing that supports children's early psychological development. This study aims to analyze the concept of radha’ah in QS. Al-Baqarah verse 233 based on Qur'anic exegesis and to examine its implications for child psychological development. This research employed a qualitative approach with library research using the thematic (maudhu'i) interpretation method. Primary data were obtained from the Qur'an and selected tafsir literature, while secondary data were collected from books and scientific articles on developmental psychology and Islamic family education. Data were analyzed through content analysis. The findings reveal three essential principles of radha’ah: the family as the child's first educational environment, tarbiyah bil marhamah as compassionate parenting, and collaborative parenting as the shared responsibility of both parents. These principles contribute to secure attachment, emotional regulation, trust, and healthy social development during early childhood. The study concludes that the concept of radha’ah in QS. Al-Baqarah verse 233 provides an educational foundation for optimizing children's psychological development through Islamic family education. Keywords: Radha’ah, QS. Al-Baqarah verse 233, developmental psychology, Islamic family education, child development. Abstrak. Radha’ah dalam QS. Al-Baqarah ayat 233 merupakan konsep pengasuhan anak yang mendukung perkembangan psikologis pada masa awal kehidupan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep radha’ah dalam QS. Al-Baqarah ayat 233 berdasarkan penafsiran para mufasir serta mengkaji implikasinya terhadap perkembangan psikologis anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui metode tafsir maudhu'i. Data primer diperoleh dari Al-Qur'an dan kitab-kitab tafsir, sedangkan data sekunder berasal dari buku dan artikel ilmiah tentang psikologi perkembangan serta pendidikan keluarga Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan tiga esensi radha’ah, yaitu keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak, tarbiyah bil marhamah sebagai pola pengasuhan berlandaskan kasih sayang, dan collaborative parenting sebagai tanggung jawab bersama ayah dan ibu. Ketiga esensi tersebut mendukung terbentuknya secure attachment, regulasi emosi, rasa percaya, dan perkembangan sosial anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep radha’ah dalam QS. Al-Baqarah ayat 233 menjadi landasan pendidikan keluarga Islam yang berkontribusi terhadap perkembangan psikologis anak. Kata Kunci: Radha’ah, QS. Al-Baqarah ayat 233, psikologi perkembangan, pendidikan keluarga Islam, perkembangan anak.
Implementasi Media Film Animasi "Rafa Superhero Sesungguhnya!" Dalam Penanaman Adab Birrul Walidain pada Santri Dta Al-Ashri Elsa Tresna Endah
Bandung Conference Series: Islamic Education 1156-1165
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26322

Abstract

Abstract. The decline of birrul walidain manners among children has become a major concern amid digital technology influences and suboptimal conventional lecture methods in touching emotional dimensions. Preliminary observations in January 2026 at DTA Al-Ashri, Margaasih, Bandung Regency, revealed unmaximized student enthusiasm for visual media. This study aims to describe the objectives, processes, roles, and actualization of implementing the animated film "Rafa Superhero Sesungguhnya!" in instilling birrul walidain manners. Employing a qualitative case study approach, data were gathered through in-depth interviews, participant observation, and documentation involving the institutional head, female teachers, and ten students. Data were analyzed using the interactive model by Miles, Huberman, and Saldana (2014) and validated via triangulation, member checking, and prolonged engagement. Results indicate the implementation aims to shape concrete awareness, encourage emotional engagement, and address audio-visual learning styles. The process encompasses three phases: planning, execution, and evaluation. The film performs four sequential roles: a medium of musyahadah (Al-Qabisi), a tool for qudwah through Rafa, a trigger for qalbiyah awareness, and a driver of tafaqquh connecting narratives with personal experiences following Ibn Khaldun's al-tadriij and al-tikrar principles. Conclusively, animated films effectively instill birrul walidain manners when planned integratively, proving classical Islamic pedagogical relevance in digital-era non-formal education. Keywords: Animated Film; Birrul Walidain; Islamic Religious Education Learning Media; Manners; DTA Al-Ashri. Abstrak. Melemahnya adab birrul walidain menjadi keprihatinan di tengah derasnya pengaruh teknologi digital dan kurang optimalnya metode ceramah serta hafalan dalam menyentuh emosi santri. Observasi awal pada Januari 2026 di DTA Al-Ashri, Margaasih, Kabupaten Bandung, menunjukkan antusiasme visual santri yang belum dimanfaatkan maksimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tujuan, proses, peran, dan aktualisasi implementasi film animasi "Rafa Superhero Sesungguhnya!" dalam menanamkan adab birrul walidain. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi bersama kepala lembaga, ustadzah, serta sepuluh santri. Data dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014) serta diuji melalui triangulasi, member checking, dan perpanjangan pengamatan. Hasil menunjukkan implementasi bertujuan membentuk kesadaran konkret, mendorong keterlibatan emosional, serta menyesuaikan gaya belajar audio-visual santri. Prosesnya berlangsung melalui tiga fase: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Film ini menjalankan empat peran berurutan: media musyahadah (Al-Qabisi), sarana qudwah lewat karakter Rafa, pemantik kesadaran qalbiyah, dan penggerak tafaqquh yang menghubungkan narasi dengan pengalaman pribadi sesuai prinsip al-tadriij dan al-tikrar Ibn Khaldun. Kesimpulannya, film animasi efektif menanamkan adab birrul walidain secara terencana, sekaligus membuktikan relevansi kearifan pedagogis Islam klasik pada pendidikan non-formal di era digital. Kata Kunci: Film Animasi; Birrul Walidain; Media Pembelajaran PAI; Adab; DTA Al-Ashri.
Pemanfaatan YouTube sebagai Media Pembelajaran Al-Quran Hadis dalam Menumbuhkan Minat Belajar Pada Siswa Kelas VIII MTs Al-Marfu’ah Garut Imas Nurkhopipah; Asep Dudi Suhardini; Iwan Sanusi
Bandung Conference Series: Islamic Education 1166-1175
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26334

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang optimalnya minat belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran Al-Quran Hadis serta perlunya inovasi media pembelajaran yang lebih interaktif untuk mengatasi kejenuhan siswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemanfaatan YouTube sebagai media pembelajaran, dampaknya terhadap minat belajar, serta faktor pendukung dan penghambatnya di MTs Al-Marfu’ah Garut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi kepada kepala sekolah, guru Al-Quran Hadis, dan siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan melalui penyusunan RPP berbasis teknologi dan pemilihan konten yang relevan. Pelaksanaan berjalan secara interaktif, dan terbukti mampu menumbuhkan minat belajar yang ditandai dengan peningkatan perhatian, rasa senang, serta keaktifan siswa. Faktor pendukung berupa fasilitas sekolah dan kemampuan digital guru, sedangkan penghambat berupa gangguan jaringan, iklan, dan keterbatasan perangkat. Kata Kunci: Pemanfaatan YouTube, Media Pembelajaran Al-Quran Hadis, Minat Belajar. Abstract. This study was motivated by the suboptimal learning interest of eighth-grade students in the Quran and Hadith subject, and the need for more interactive learning media to overcome student boredom. The objectives are to describe the use of YouTube as a learning medium, its impact on learning interest, as well as supporting and inhibiting factors at MTs Al-Marfu’ah Garut. This research employed a qualitative descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the principal, Quran and Hadith teacher, and eighth-grade students. The results show that planning is carried out through IT-based lesson plans and relevant content selection. Implementation runs interactively and effectively fosters learning interest, marked by increased attention, enjoyment, and active participation. Supporting factors include school facilities and teachers’ digital competence, while obstacles include network instability, advertisements, and limited equipment. Keywords: Use of YouTube, Quran and Hadith Learning Media, Learning Interest.