cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 477 Documents
Peran Karang Taruna Dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Sebagai Perwujudan An-Nadzafah Di Kampung Cijengkol Rt 14/Rw 07 Tuti Setiawati
Bandung Conference Series: Islamic Education 497-504
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24612

Abstract

Abstract. This study was motivated by the relatively low level of community awareness regarding environmental cleanliness, highlighting the need for greater involvement of community organizations, particularly youth organizations, in promoting environmental responsibility. Karang Taruna plays a strategic role as a social organization in encouraging community participation through environmental cleanliness programs integrated with Islamic values as the manifestation of an-nadzafah. This study aimed to describe the condition of community awareness prior to the implementation of Karang Taruna programs, explain the organization's efforts in maintaining environmental cleanliness, and analyze the impact of those efforts on community awareness. A qualitative approach with a descriptive case study method was employed. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving Karang Taruna administrators, religious leaders, community leaders, and local residents of Kampung Cijengkol RT 14/RW 07. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, while data validity was ensured through source, technique, and time triangulation. The findings revealed that community awareness of environmental cleanliness was relatively low before the implementation of Karang Taruna programs. Various initiatives, including the Sunday Clean-Up Program, community service activities, waste bank management, and Islamic study sessions, successfully strengthened the values of responsibility, discipline, mutual cooperation, environmental care, and an-nadzafah. These programs increased community participation, reduced littering behavior, and fostered a sustainable culture of environmental cleanliness as the practical manifestation of Islamic teachings. Keywords: Karang Taruna, Environmental Cleanliness, An-Nadzafah, Community Awareness Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sehingga diperlukan peran organisasi kemasyarakatan, khususnya Karang Taruna, dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Karang Taruna memiliki posisi strategis sebagai organisasi kepemudaan yang mampu menggerakkan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang dipadukan dengan nilai-nilai Islam sebagai perwujudan an-nadzafah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi kesadaran masyarakat sebelum adanya program Karang Taruna, menjelaskan upaya Karang Taruna dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta menganalisis dampak kegiatan tersebut terhadap kesadaran masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pengurus Karang Taruna, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kampung Cijengkol RT 14/RW 07. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum adanya program Karang Taruna, kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan masih relatif rendah. Berbagai program seperti Minggu Bersih, kerja bakti, pengelolaan bank sampah, dan pengajian berhasil menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, gotong royong, kepedulian lingkungan, serta an-nadzafah. Program-program tersebut meningkatkan partisipasi masyarakat, mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan, serta membentuk budaya hidup bersih sebagai implementasi ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Kata Kunci: Peran Karang Taruna, Kebersihan Lingkungan, An-Nadzafah, Kesadaran Masyarakat
Pengaruh Media Pembelajaran Augmented Reality Terhadap Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VII Smp Al-Falah Kota Bandung Aina Lift Tiana
Bandung Conference Series: Islamic Education 513-520
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24653

Abstract

Abstrak.Perkembangan teknologi digital telah mendorong pemanfaatan media pembelajaran yang lebih inovatif dalam dunia pendidikan, salah satunya melalui penggunaan Augmented Reality (AR). Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah masih didominasi oleh metode konvensional sehingga menyebabkan rendahnya keterlibatan siswa dan hasil belajar yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran Augmented Reality terhadap hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Al-Falah Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 62 siswa yang dibagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran Augmented Reality memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Siswa pada kelas eksperimen memperoleh peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Selain itu, penggunaan AR mampu meningkatkan motivasi belajar, partisipasi aktif siswa, serta membantu siswa memahami materi Pendidikan Agama Islam melalui visualisasi objek tiga dimensi yang interaktif. Dengan demikian, media Augmented Reality dapat dijadikan alternatif media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Abstract. The integration of digital technology into education has encouraged the development of innovative learning media, one of which is Augmented Reality (AR). In Islamic Religious Education (PAI), learning activities are often still dominated by conventional methods, resulting in low student engagement and unsatisfactory learning outcomes. This study aimed to analyze the effect of Augmented Reality learning media on the learning outcomes of seventh-grade students in Islamic Religious Education at SMP Al-Falah Bandung. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The participants consisted of 62 students divided into an experimental class and a control class. Data were collected through tests, questionnaires, observations, interviews, and documentation. The collected data were analyzed using validity and reliability tests, normality tests, homogeneity tests, and independent sample t-tests. The findings indicate that students taught using Augmented Reality media achieved higher learning outcomes than those taught through conventional learning. In addition, AR media increased students' learning motivation, classroom participation, and understanding of abstract Islamic concepts by presenting interactive three-dimensional visualizations. Therefore, Augmented Reality is considered an effective learning medium for improving students' learning outcomes in Islamic Religious Education.
Penerapan Media Pembelajaran Audiovisual Terhadap Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Kelas 5 Di SDN Cibalongsari III Candra Gemilang
Bandung Conference Series: Islamic Education 521-528
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24660

Abstract

Rendahnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar masih menjadi permasalahan yang dipengaruhi oleh dominasi metode ceramah dan minimnya penggunaan media pembelajaran yang variatif. Media pembelajaran audiovisual dipandang mampu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, langkah-langkah penerapan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat penerapan media pembelajaran audiovisual terhadap motivasi belajar PAI siswa kelas V di SDN Cibalongsari III. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas kepala sekolah, guru PAI, dan delapan siswa kelas V. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran dilakukan dengan menetapkan tujuan pembelajaran, memilih video animasi yang sesuai dengan materi, serta menyiapkan perangkat pembelajaran. Penerapan media audiovisual dilaksanakan melalui tahapan apersepsi, penyajian video, diskusi, penguatan materi, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab, observasi, dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Penerapan media audiovisual mampu meningkatkan perhatian, antusiasme, partisipasi, dan motivasi belajar siswa. Faktor pendukung meliputi ketersediaan sarana prasarana, kompetensi guru, karakteristik siswa yang aktif, serta dukungan orang tua, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan perangkat, ketidakstabilan jaringan internet, dan visibilitas layar. Kata Kunci: Media Pembelajaran Audiovisual, Motivasi Belajar, Pendidikan Agama Islam.
Pengaruh Penerapan Metode Game Based Learning dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa di Madrasah Diniyyah Baiturrahim Padalarang Zahra Nurazizah Khairunnisa; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education 529-538
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24665

Abstract

Abstract. This study was motivated by the low level of students’ learning activeness at Madrasah Diniyyah Baiturrahim Padalarang due to the use of conventional teaching methods. The study aimed to determine the level of students’ learning activeness before and after the implementation of the Game Based Learning (GBL) method and to analyze its effect on students’ learning activeness. This study employed a quantitative approach using a One Group Pretest-Posttest Design. The population and sample consisted of all 11 sixth-grade students at Madrasah Diniyyah Baiturrahim Padalarang. Data were collected through a learning activeness questionnaire and an observation sheet. The data were analyzed using descriptive analysis, the N-Gain test, and the paired sample t-test. The results showed that the average level of students’ learning activeness increased from 51.67% (moderate category) before the implementation of GBL to 85.60% (high category) after learning through educational games. The hypothesis test indicated that the calculated t-value (28.886) was higher than the t-table value (2.228), with a significance value of 0.000 < 0.05, indicating a significant effect. The N-Gain analysis yielded a score of 0.70 (69.9%), which was categorized as moderately effective. Therefore, the implementation of the Game Based Learning method had a positive and significant effect on improving students’ learning activeness. Keywords: Game Based Learning, Learning Activity, Madrasah Diniyyah, Students. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar siswa di Madrasah Diniyyah Baiturrahim Padalarang akibat penggunaan metode pembelajaran konvensional.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keaktifan belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan metode Game Based Learning (GBL), serta menganalisis pengaruhnya terhadap keaktifan belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimen tipe One Group Pretest-Posttest Design. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI Madrasah Diniyyah Baiturrahim Padalarang yang berjumlah 11 orang (total sampling). Instrumen pengumpulan data berupa angket keaktifan belajar dan lembar observasi yang disusun berdasarkan indikator Paul B. Diedrich. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji N-Gain, dan uji-t berpasangan (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keaktifan belajar siswa sebelum penerapan GBL adalah sebesar 51,67% (kategori sedang). Setelah diberikan perlakuan melalui permainan edukatif seperti TTS, word search, dan quiz competition, keaktifan siswa meningkat signifikan menjadi 85,60% (kategori tinggi). Berdasarkan uji hipotesis, diperoleh nilai t-hitung (28,886) > t-tabel (2,228) dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan. Analisis N-Gain menghasilkan skor 0,70 (69,9%) yang termasuk cukup efektif. Dengan demikian, penerapan metode Game Based Learning berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa di Madrasah Diniyyah Baiturrahim Padalarang. Kata Kunci: Game Based Learning, Keaktifan Belajar, Madrasah Diniyyah, Siswa
Pengaruh Program ODOA (One Day One Ayat) Terhadap Kompetensi Tahfidz Al-Qur'an Siswa SMP Ibnu Sina Bandung Ibrahim Nurrasyid Faruqi; Dedih Surana; Nabilah Nuraini
Bandung Conference Series: Islamic Education 539-546
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24677

Abstract

Abstract. This study examines the influence of the ODOA (One Day One Ayat) Program-a daily Qur'anic memorization habit integrated with the Ummi Method-on students' Qur'anic memorization competence at SMP Ibnu Sina Bandung. Although the program has been implemented routinely, its measurable contribution to memorization outcomes at the junior-secondary level had not previously been evaluated empirically. A quantitative ex post facto design was used, strengthened by data triangulation from a Likert-scale questionnaire, direct memorization tests, non-participatory observation, and semi-structured interviews. Ninety-two students were selected through proportionate stratified random sampling from a population of 120. Data were analyzed using descriptive statistics, the Kolmogorov-Smirnov normality test, a linearity test, Pearson product-moment correlation, simple linear regression, and Cohen's f² effect size. Results indicate that the ODOA Program falls into the moderate category (mean = 34.07 of an ideal 80, or 42.59%), while memorization competence falls into the moderate-to-high category (mean = 66.36 of an ideal 120, or 55.30%). A strong, positive, and statistically significant relationship was found between the two variables (r = 0.6453; t = 8.0146 > t-table; Ŷ = 25.18 + 1.21X), with the program explaining 41.65% of the variance in memorization competence (r² = 0.4165) and yielding a large practical effect (Cohen's f² = 0.7137). Triangulated data confirmed these findings: students at the Tajwid-Turjuman level retained 89.50% of their memorization after one month, compared with 73.25% among the Jilid-Ghorib group. These findings suggest that consistency-based memorization habits, when paired with a structured reading-quality framework, meaningfully strengthen students' Qur'anic memorization competence. Abstrak. Penelitian ini mengkaji pengaruh Program ODOA (One Day One Ayat)-pembiasaan menghafal Al-Qur'an harian yang diintegrasikan dengan Metode Ummi-terhadap kompetensi tahfidz Al-Qur'an siswa SMP Ibnu Sina Bandung. Meskipun program ini telah berjalan secara rutin, kontribusinya terhadap capaian hafalan siswa belum pernah dievaluasi secara empiris dan terukur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto, diperkuat triangulasi data dari angket skala Likert, tes hafalan langsung, observasi non-partisipatif, dan wawancara semi-terstruktur. Sebanyak 92 siswa dipilih melalui proportionate stratified random sampling dari populasi 120 siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji linearitas, korelasi Product Moment Pearson, regresi linier sederhana, dan effect size Cohen's f². Hasil menunjukkan Program ODOA berada pada kategori sedang (rata-rata 34,07 dari skor ideal 80 atau 42,59%), sedangkan kompetensi tahfidz siswa berada pada kategori sedang hingga tinggi (rata-rata 66,36 dari skor ideal 120 atau 55,30%). Ditemukan hubungan yang kuat, positif, dan signifikan antara kedua variabel (r = 0,6453; t = 8,0146 > t-tabel; Ŷ = 25,18 + 1,21X), dengan Program ODOA menjelaskan 41,65% variansi kompetensi tahfidz (r² = 0,4165) serta memberikan efek praktis yang besar (Cohen's f² = 0,7137). Verifikasi triangulasi mengonfirmasi temuan ini: siswa level Tajwid-Turjuman mempertahankan 89,50% hafalannya setelah satu bulan, dibandingkan 73,25% pada kelompok Jilid-Ghorib. Temuan ini menunjukkan bahwa kebiasaan menghafal berbasis konsistensi, jika dipadukan dengan kerangka mutu bacaan yang terstruktur, secara bermakna memperkuat kompetensi tahfidz Al-Qur'an siswa.
Pengelolaan Program Literasi Baca Tulis Al-Qur'an Melalui Metode Pengenalan Tujuh Langkah di SMP Al Falah Dago Bandung Kelas VIII E Putri Rahayu; Aep Saepudin, Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education 547-554
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24690

Abstract

Abstract. This study was motivated by the low level of students' Qur'anic literacy skills (Baca Tulis Al-Qur'an/BTQ), particularly in reading fluency, accuracy of makharijul huruf, and application of tajwid rules. This problem is indicated by the fact that some students are still unable to recognize hijaiyah letters optimally, have difficulty distinguishing similar letters, and are not yet able to read the Qur'an in a tartil manner. This study aims to describe the planning, analyze the implementation, evaluate the process, and identify the outcomes of the management of the BTQ Literacy Program through the Seven-Step Introduction Method at SMP Al Falah Dago Bandung, Class VIII E. This study employed a qualitative approach with a descriptive case-study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, involving the school principal, the BTQ teacher, and students as research subjects. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, and validity was ensured through source and method triangulation. The results indicate that the planning of the BTQ program was systematically arranged through goal setting, initial-ability mapping, and gradual material development. The implementation was carried out in stages using a demonstration-imitation-repeated practice strategy combined with dictation (imla) exercises. The evaluation was conducted formatively and summatively using Mumtaz, Jayyid, and Maqbul categories. The results show a marked improvement in students' Qur'anic reading and writing ability, with a mastery rate of around 96-100% and an average score of about 80. The novelty of this study lies in its comprehensive examination of the planning, implementation, and evaluation of the structured Seven-Step Introduction Method within a junior-high-school BTQ literacy program, rather than focusing on learning outcomes alone. Keywords: Qur'anic Literacy (BTQ), Seven-Step Introduction Method, Qur'an Reading Ability. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi baca tulis Al-Qur'an (BTQ) siswa, khususnya pada aspek kelancaran membaca, ketepatan makharijul huruf, dan penerapan kaidah tajwid. Permasalahan ini ditunjukkan oleh masih adanya siswa yang belum mampu mengenali huruf hijaiyah secara optimal, kesulitan membedakan huruf yang serupa, serta belum mampu membaca Al-Qur'an secara tartil. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, menganalisis pelaksanaan, mengevaluasi proses, serta mengidentifikasi hasil pengelolaan Program Literasi BTQ melalui Metode Pengenalan Tujuh Langkah di SMP Al Falah Dago Bandung Kelas VIII E. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru BTQ, dan siswa, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program disusun secara sistematis melalui penetapan tujuan, pemetaan kemampuan awal siswa, dan penyusunan materi bertahap. Pelaksanaan dilakukan melalui strategi demonstrasi-imitasi-latihan berulang yang dipadukan dengan latihan imla. Evaluasi dilaksanakan secara formatif dan sumatif dengan kategori penilaian Mumtaz, Jayyid, dan Maqbul. Hasil implementasi program menunjukkan peningkatan nyata pada kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an siswa, dengan tingkat ketuntasan belajar mencapai kisaran 96-100% dan nilai rata-rata sekitar 80. Keunikan penelitian ini terletak pada kajian menyeluruh terhadap aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penerapan Metode Pengenalan Tujuh Langkah secara terstruktur dalam program literasi BTQ di jenjang SMP, bukan hanya berfokus pada hasil belajar semata. Kata Kunci: Literasi Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ), Metode Pengenalan Tujuh Langkah, Kemampuan Membaca Al-Qur'an.
Implementasi Kantin Kejujuran Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Kejujuran Dan Tanggung Jawab Siswa Di Sma Negeri 19 Bandung Muhamad Bilal Rizkiarapi
Bandung Conference Series: Islamic Education 555-562
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24705

Abstract

This research is motivated by the importance of character education, particularly the values of honesty and responsibility, which have not yet been fully internalized in student’s lives. The honesty canteen serves as a contextual learning medium for practicing these values. This study aims to analyze the planning, implementation at SMA Negeri 19 Bandung. This study used a qualitative approach with descriptive methods through observation, interviews, and documentation. Informants includes Islamic Religious Education (PAI) teacher, canteen administrators, and students. Data analysis was conducted through data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the honesty canteen’s management has gone through the planning, implementation, and evaluation stages, although limitations remain. The honesty canteen’s implementation has fostered the values of honesty and responsibility through independent transactions. Student responses indicate an awareness of honesty, although not universally recognized. Obstacles include low awareness among some student and limited supervision and fasilities. Therefore, the honesty canteen serves as an experiential character education medium for instilling the values of honesty and responsibility. Strengthened guidance, regular evaluation, and integration with Islamic Religious Education (PAI) learning are needed. Keywords: honesty canteen, character education, honesty, responsibility, Islamic Religious Education.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Wordwallterhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas XII Di Madrasah Aliyah (MA) As-Suruur Kabupaten Bandung Dandi Khoirul Qolbu; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education 563-570
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24709

Abstract

Abstract.This research is motivated by the decline in students' learning interest in the post-pandemic era due to the dominance of monotonous, conventional lecture-based methods in the Akidah Akhlak subject at MA As-Suruur, Bandung Regency. Uninteractive learning leads to low student engagement and attention during the teaching and learning process. This study aims to analyze the effect of Wordwall gamification-based learning media on students' learning interest. A quantitative approach with an associative survey method was employed. The population and sample comprised all 60 twelfth-grade students, selected through total sampling, with data collected using a four-point Likert-scale questionnaire and analyzed using simple linear regression in IBM SPSS version 25. The results show that Wordwall usage falls into the very high category (mean = 63.65) and students' learning interest is also very high (mean = 81.15). The regression equation obtained is Y = 17.655 + 1.075X, with a t-value of 9.963 (Sig. = 0.000 < 0.05) and an R Square of 0.631, indicating that Wordwall usage significantly and positively affects learning interest, contributing 63.1% to its variance. Wordwall exerts the most dominant effect on students' feelings of enjoyment (50.8%), followed by attention (25.5%), active involvement (14.6%), and interest (6.3%). In conclusion, integrating Wordwall interactive gamified media is empirically proven effective in boosting students' learning interest in Akidah Akhlak subjects at the senior Islamic high school level, particularly in building an enjoyable learning atmosphere and sustaining students' focus. Keywords:Wordwall Learning Media, Learning Interest, Akidah Akhlak, Gamification, Islamic Education Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya minat belajar siswa pada era pasca-pandemi akibat dominasi metode ceramah yang monoton pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MA As-Suruur Kabupaten Bandung. Pembelajaran yang kurang interaktif menyebabkan rendahnya keterlibatan dan perhatian siswa selama proses belajar berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis gamifikasi Wordwall terhadap minat belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei asosiatif, di mana populasi sekaligus sampel penelitian mencakup seluruh siswa kelas XII sebanyak 60 orang yang ditentukan melalui teknik total sampling, dengan pengumpulan data menggunakan angket skala Likert empat pilihan serta dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana pada IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Wordwall berada pada kategori sangat tinggi (mean = 63,65) dan minat belajar siswa juga berada pada kategori sangat tinggi (mean = 81,15). Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 17,655 + 1,075X, dengan nilai t hitung sebesar 9,963 (Sig. = 0,000 < 0,05) dan nilai R Square sebesar 0,631, yang menunjukkan bahwa penggunaan Wordwall berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar siswa serta memberikan kontribusi sebesar 63,1% terhadap variansinya. Media Wordwall memberikan pengaruh paling dominan terhadap indikator perasaan senang (50,8%), diikuti indikator perhatian (25,5%), keterlibatan aktif (14,6%), dan ketertarikan belajar (6,3%). Kesimpulannya, pengintegrasian media pembelajaran interaktif berbasis gamifikasi Wordwall terbukti secara empiris efektif dalam mendongkrak minat belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak di tingkat Madrasah Aliyah, terutama dalam membangun suasana belajar yang menyenangkan dan menjaga fokus perhatian siswa. Kata Kunci: Media Pembelajaran Wordwall, Minat Belajar, Akidah Akhlak, Gamifikasi, Pendidikan Agama Islam
Implementasi Seni Hadroh Dalam Peningkatan Kegiatan Mengaji Remaja Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Wustho Al-Hikmah Di Cikutra Kota Bandung Heidy Septian Dwi Ruslian; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education 571-576
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24714

Abstract

Abstract. The decline in adolescents' interest in Quranic recitation has become a challenge in Islamic education, particularly amid rapid technological development that influences their learning habits and daily activities. One strategy to address this issue is the implementation of hadroh art as a medium for religious development. This study aims to describe the implementation of hadroh art in improving Quranic recitation activities among adolescents at Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Wustho Al-Hikmah Cikutra, Bandung City, identify the forms of recitation activities that emerge after participating in hadroh, and determine the supporting and inhibiting factors. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that hadroh activities were implemented through systematic planning, implementation, and coaching. The program successfully increased adolescents' participation in Quranic recitation, reflected in higher attendance, stronger enthusiasm for learning the Quran, greater involvement in religious activities, and increased awareness of improving Quranic reading skills. Supporting factors included competent instructors, institutional support, adequate facilities, and positive peer environments, while time limitations, social media influence, and students' internal conditions became the main obstacles. Keywords: Hadroh Art, Quranic Recitation, Adolescents, Islamic Education. Abstrak. Menurunnya minat remaja terhadap kegiatan mengaji menjadi tantangan dalam pendidikan Islam, terutama di tengah perkembangan teknologi digital yang memengaruhi pola aktivitas dan minat belajar remaja. Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keterlibatan remaja dalam kegiatan keagamaan adalah melalui seni hadroh sebagai media pembinaan religius. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi seni hadroh dalam meningkatkan kegiatan mengaji remaja di Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Wustho Al-Hikmah Cikutra Kota Bandung, mengetahui bentuk kegiatan mengaji yang berkembang setelah mengikuti hadroh, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi seni hadroh dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pembinaan secara sistematis. Kegiatan hadroh mampu meningkatkan partisipasi remaja dalam kegiatan mengaji yang ditunjukkan melalui meningkatnya kehadiran pada kegiatan pengajian, bertambahnya semangat membaca Al-Qur'an, meningkatnya keterlibatan dalam kegiatan keagamaan, serta tumbuhnya kesadaran untuk memperbaiki bacaan Al-Qur'an. Keberhasilan tersebut didukung oleh peran pembina, dukungan madrasah dan DKM, sarana yang memadai, serta lingkungan teman sebaya yang positif. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, pengaruh media sosial, dan kondisi internal peserta didik. Kata Kunci: Seni Hadroh, Mengaji, Remaja, Pendidikan Islam.
Analisis Terhadap Kasus-Kasus Siswa Yang Mengalami Kesulitan Membaca Al-Qur’an Pada Salah Satu Sekolah Menengah Di Kota Bandung Irpan Gunawan
Bandung Conference Series: Islamic Education 577-584
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24783

Abstract

Abstract. This study aims to analyze cases of students experiencing difficulties in reading the Qur'an at a secondary school in Bandung City, identify the contributing factors, and explain the efforts of the Islamic Religious Education (PAI) teacher in overcoming them. The research uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews with the PAI teacher and Grade X students, questionnaires distributed to 15 students, and documentation. Data analysis was carried out through data presentation and conclusion drawing. The results show that some students still experience difficulties in reading the Qur'an, which appear in three main aspects: (1) lack of fluency (reading haltingly and hesitating on long verses), (2) difficulty in articulating makharijul huruf (points of articulation of similar-sounding letters), and (3) inconsistency in applying tajwid rules, especially mad (elongation). In addition, some students lack self-confidence when reading in front of the class. These difficulties are caused by internal factors (low motivation, lack of practice, weak mastery of basic letters and tajwid, and low self-confidence) and external factors (lack of parental guidance at home, excessive gadget use, peer influence, and limited learning methods). The teacher's efforts include initial assessment through a Qur'an reading test, grouping students into three ability levels (A: fluent, B: intermediate, C: weak), providing differentiated guidance, routine tadarus practice, motivation, collaboration with parents, and continuous evaluation. Keywords: Qur'an Reading Difficulties, Contributing Factors, Teacher Efforts, Islamic Religious Education. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus-kasus siswa yang mengalami kesulitan membaca Al-Qur'an pada salah satu sekolah menengah di Kota Bandung, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, serta menjelaskan upaya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru PAI dan siswa kelas X, penyebaran angket kepada 15 siswa, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan membaca Al-Qur'an pada tiga aspek utama: (1) kelancaran bacaan (masih terbata-bata dan ragu pada ayat panjang), (2) pelafalan makharijul huruf (kesulitan membedakan huruf yang bunyinya hampir sama), dan (3) penerapan hukum tajwid, khususnya mad (panjang-pendek bacaan). Selain itu, sebagian siswa kurang percaya diri ketika membaca di depan kelas. Kesulitan tersebut disebabkan oleh faktor internal (rendahnya motivasi, kurangnya latihan, lemahnya penguasaan dasar huruf dan tajwid, serta kurang percaya diri) dan faktor eksternal (kurangnya pendampingan orang tua, penggunaan gadget berlebihan, pengaruh teman sebaya, dan keterbatasan metode pembelajaran). Upaya guru meliputi asesmen awal melalui tes mengaji, pengelompokan siswa ke dalam tiga kategori kemampuan (A: lancar, B: sedang, C: kurang), bimbingan sesuai kemampuan, pembiasaan tadarus, pemberian motivasi, kerja sama dengan orang tua, dan evaluasi berkelanjutan. Kata Kunci: Kesulitan Membaca Al-Qur'an, Faktor Penyebab, Upaya Guru, Pendidikan Agama Islam.