cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 477 Documents
Efektivitas Media Tajwid Berwarna Berbasis Canva Pada Materi Mim Sukun Dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Al-Qur’an Siswa Kelas V SDN Bojongmanggu 2 Kabupaten Bandung Sabila Agnia Fatonah; Khambali; Giantomi Muhammad
Bandung Conference Series: Islamic Education 409-416
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24114

Abstract

Abstract. The ability to read the Qur'an is a fundamental competency that students should master in Islamic education. However, tajwid instruction in elementary schools is still dominated by conventional learning media, making it difficult for students to distinguish recitation rules, particularly on the topic of mim sukun. This study aimed to examine the effectiveness of color-coded tajwid media developed using Canva in improving the Qur'an reading skills of fifth-grade students at SDN Bojongmanggu 2, Bandung Regency. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a pretest-posttest control group design. The participants consisted of 80 students, including 40 students in the experimental class and 40 students in the control class. Data were collected through a performance-based reading test assessing pronunciation accuracy, application of tajwid rules, and reading fluency. Data analysis included normality testing, homogeneity testing, and an independent sample t-test. The findings revealed that the experimental class achieved a higher posttest mean score (82.30) than the control class (75.20). The independent sample t-test yielded a significance value of 0.001 (<0.05), indicating a statistically significant difference between the two groups. These findings demonstrate that Canva-based color-coded tajwid media effectively improves students' Qur'an reading skills. The visual color system facilitates students in identifying tajwid rules, increases classroom engagement, and creates a more interactive and meaningful learning experience. Keywords: Camva, Color-coded Tajwid Media, Qur’an Reading Skills. Abstrak. Kemampuan membaca Al-Qur'an merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki peserta didik dalam pendidikan Islam. Namun, pembelajaran tajwid di sekolah dasar masih didominasi penggunaan media konvensional sehingga siswa mengalami kesulitan dalam membedakan hukum bacaan, khususnya pada materi mim sukun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media tajwid berwarna berbasis Canva dalam meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur'an siswa kelas V SDN Bojongmanggu 2 Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian berjumlah 80 siswa yang terdiri atas 40 siswa kelas eksperimen dan 40 siswa kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes unjuk kerja membaca Al-Qur'an yang mengukur ketepatan makhraj, penerapan hukum tajwid, dan kelancaran membaca. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, serta independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 82,30, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 75,20. Hasil uji t memperoleh nilai signifikansi 0,001 (<0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelas. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media tajwid berwarna berbasis Canva efektif meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur'an siswa pada materi mim sukun. Media visual berbasis warna mampu membantu siswa mengenali hukum bacaan secara lebih mudah, meningkatkan keterlibatan selama pembelajaran, serta mendukung proses belajar yang lebih menarik dan interaktif. Kata Kunci: Canva, Media Tajwid Berwarna, Keterampilan Membaca Al-Qur’an.
Pengaruh Project Based Learning terhadap Hasil Belajar PAI Siswa SMA Al-Hadi Kota Bandung Rozma Septi Arsyliany; Iwan Sanusi
Bandung Conference Series: Islamic Education 417-424
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24120

Abstract

This study was motivated by the low level of student engagement in Islamic Religious Education (PAI) learning, which has resulted in suboptimal learning outcomes. The Project Based Learning (PjBL) model is considered an innovative learning approach that promotes active student participation through project-based activities. This study aimed to examine the effect of the PjBL model on the learning outcomes of Grade X students in Islamic Religious Education at SMA Al Hadi Bandung City. A quantitative approach with a quasi-experimental method employing a nonequivalent control group design was used. The sample consisted of 28 students in the experimental class and 27 students in the control class. Data were collected through observations, interviews, documentation, pretests, posttests, and questionnaires. The data were analyzed using normality and homogeneity tests, followed by an independent sample t-test. The findings revealed that the average pretest scores were 72.10 for the experimental class and 74.51 for the control class. Following the implementation of the PjBL model, the average posttest scores increased to 90.04 and 82.81, respectively. The hypothesis testing produced a significance value of 0.000 (<0.05), indicating that the implementation of the Project Based Learning model had a statistically significant effect on students' learning outcomes in Islamic Religious Education. These findings suggest that the PjBL model can serve as an effective student-centered learning approach to improve learning outcomes in Islamic Religious Education. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berdampak pada belum optimalnya hasil belajar. Model Project Based Learning (PjBL) dipandang sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang mampu meningkatkan partisipasi aktif dan hasil belajar siswa melalui kegiatan berbasis proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model PjBL terhadap hasil belajar PAI siswa kelas X di SMA Al Hadi Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas 28 siswa pada kelas eksperimen dan 27 siswa pada kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, tes (pretest dan posttest), serta angket. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest kelas eksperimen sebesar 72,10 dan kelas kontrol sebesar 74,51. Setelah penerapan model PjBL, rata-rata nilai posttest meningkat menjadi 90,04 pada kelas eksperimen dan 82,81 pada kelas kontrol. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan model Project Based Learning terhadap hasil belajar PAI siswa kelas X di SMA Al Hadi Kota Bandung. Temuan ini menunjukkan bahwa model PjBL dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan hasil belajar PAI melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Implementasi Program Jum’at Rohani (Jumroh) Dalam Membentuk Akhlakul Karimah Siswa di Smpn 24 Bandung Risca Dwi Mulniasari; Helmi Aziz; Masnipal
Bandung Conference Series: Islamic Education 425-430
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24153

Abstract

Abstract. This research is motivated by the persistently low level of noble character (akhlakul karimah) among some junior high school students, marked by a lack of discipline, courtesy, and awareness of worship. A well-planned religious program is needed to foster student character, one of which is the Spiritual Friday (JUMROH) Program implemented at State Junior High School 24 Bandung. This study aims to describe the implementation of the JUMROH Program in shaping students' noble character, covering planning, implementation, evaluation, supporting and inhibiting factors, and its contribution. A qualitative approach with a descriptive-analytical method was used. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation involving the principal, vice principals, Islamic Religious Education teachers, the religious-affairs (K7) teacher, and students, with subjects determined through snowball sampling. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model (data reduction, data display, and conclusion drawing), with source triangulation to ensure data validity. The results show that the JUMROH Program is planned systematically and collaboratively by various school elements, implemented routinely every Friday morning through Dhuha prayer, recitation of Asmaul Husna, Qur'anic recitation, recitation of Surah Al-Kahf, salawat, and religious lectures (ta'lim), and evaluated periodically through direct monitoring, semester reports, and school evaluation meetings. The program contributes most notably to student discipline, followed by improvements in respect, social awareness, and responsibility. Supporting factors include the involvement of the entire school community and parental support, while inhibiting factors include limited facilities and low awareness among some students. This study recommends strengthening program consistency, improving supporting facilities, and building synergy between schools, teachers, and parents. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya perilaku akhlakul karimah pada sebagian peserta didik Sekolah Menengah Pertama, seperti minimnya kedisiplinan, kesantunan, dan kesadaran beribadah. Berbagai program keagamaan terencana diperlukan sebagai upaya pembinaan karakter siswa, salah satunya Program Jum’at Rohani (JUMROH) yang diterapkan di SMP Negeri 24 Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Program JUMROH dalam membentuk akhlakul karimah siswa, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, faktor pendukung dan penghambat, serta kontribusinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, guru K7 bidang keagamaan, serta peserta didik, dengan teknik penentuan subjek snowball sampling. Analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan), dan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program JUMROH direncanakan secara sistematis dan kolaboratif oleh berbagai unsur sekolah, dilaksanakan secara rutin setiap Jumat pagi melalui rangkaian shalat dhuha, pembacaan Asmaul Husna, tilawah Al-Qur’an, pembacaan Surah Al-Kahfi, sholawat, serta ta’lim, dan dievaluasi secara berkala melalui pemantauan langsung, laporan akhir semester, serta rapat evaluasi sekolah. Program ini memberikan kontribusi positif yang paling dominan pada aspek kedisiplinan siswa, diikuti oleh perkembangan sikap hormat, kepedulian sosial, dan tanggung jawab. Faktor pendukung meliputi keterlibatan seluruh warga sekolah dan dukungan orang tua, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan sarana prasarana dan masih rendahnya kesadaran sebagian siswa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan konsistensi program, peningkatan fasilitas, serta sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua.
Implementasi Kegiatan Keputrian dalam Membina Pendidikan Aqil Baligh bagi Siswi di SDN Tikukur Bandung Siti Aisah
Bandung Conference Series: Islamic Education 431-438
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24348

Abstract

Abstract. . Keputrian activities are a form of religious guidance that helps female students understand aqil baligh education during this critical transitional period, particularly when they are unable to join congregational worship at school. This study describes the implementation of keputrian activities at SDN Tikukur Bandung, covering program planning, teacher guidance, evaluation and supervision, and supporting and inhibiting factors, using a qualitative descriptive approach with data from interviews, observation, and documentation, analyzed through data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results show that the activities are planned around students' actual needs and implemented regularly through lecture, discussion, and media-based methods, while evaluation is conducted informally through discussion and direct observation rather than formal report-card assessment. Supporting factors include adequate facilities and strong school and teacher cooperation, while the main challenges are limited time allocation and the absence of a dedicated room. Keywords: : Implementation, Keputrian Activities, Aqil Baligh Education, Female Students Abstrak. Kegiatan keputrian merupakan bentuk pembinaan keagamaan yang membantu siswi memahami pendidikan aqil baligh pada fase transisi yang menuntut kesiapan fisik, mental, dan spiritual, terutama saat mereka tidak dapat mengikuti kegiatan ibadah bersama di sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi kegiatan keputrian di SDN Tikukur Bandung, meliputi perencanaan, bimbingan guru dalam pelaksanaan, evaluasi serta pengawasan, dan faktor pendukung-penghambat, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan direncanakan berdasarkan kebutuhan nyata siswi dan dilaksanakan secara rutin melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, serta media video, sedangkan evaluasi dilakukan secara nonformal melalui tanya jawab dan pengamatan langsung tanpa penilaian dalam rapor. Faktor pendukung meliputi sarana yang memadai serta dukungan sekolah dan guru, sementara faktor penghambat utama adalah keterbatasan waktu dan belum tersedianya ruangan khusus. Kata kunci: Implementasi, Kegiatan Keputrian, Pendidikan Aqil Baligh, siswi
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan Menggunakan Media Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Huruf Hijaiyah pada Anak Tunagrahita Marsella Fauziah
Bandung Conference Series: Islamic Education 439-446
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24382

Abstract

Abstrak. Kemampuan menulis huruf hijaiyah merupakan salah satu kompetensi dasar dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menjadi landasan pembelajaran Al-Qur'an. Namun, peserta didik tunagrahita memiliki keterbatasan intelektual yang menyebabkan proses pembelajaran memerlukan pendekatan yang lebih konkret, sederhana, dan sesuai dengan karakteristik belajarnya. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah media visual karena mampu menyajikan informasi secara menarik, mudah dipahami, dan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat implementasi media visual dalam pembelajaran PAI untuk meningkatkan kemampuan menulis huruf hijaiyah pada anak tunagrahita di SLB BC Bina Widya Kabupaten Bandung Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru merancang pembelajaran dengan menyesuaikan kurikulum terhadap kemampuan peserta didik. Proses pembelajaran memanfaatkan berbagai media visual berupa flashcard, worksheet, poster, dan media interaktif yang digunakan secara bertahap dan berulang. Hasil evaluasi memperlihatkan adanya peningkatan kemampuan peserta didik dalam mengenali serta menulis huruf hijaiyah. Faktor pendukung implementasi meliputi kompetensi guru, ketersediaan media pembelajaran, dan dukungan sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan daya ingat peserta didik, perbedaan kemampuan individu, dan kurangnya pendampingan belajar di rumah. Dengan demikian, penggunaan media visual terbukti mampu mendukung proses pembelajaran PAI yang lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik tunagrahita. Abstract. The ability to write Hijaiyah letters is one of the fundamental competencies in Islamic Religious Education (IRE), as it serves as the basis for learning the Qur'an. However, students with intellectual disabilities experience cognitive limitations that make conventional learning methods less effective. Therefore, visual media are considered an appropriate learning alternative because they provide concrete, attractive, and repetitive learning experiences suited to students' characteristics. This study aims to describe the planning, implementation, evaluation, and supporting and inhibiting factors of using visual media in Islamic Religious Education to improve the ability to write Hijaiyah letters among students with intellectual disabilities at SLB BC Bina Widya, West Bandung Regency. This research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings reveal that learning planning was conducted by adapting the curriculum to students' individual abilities. The implementation utilized various visual media, including flashcards, worksheets, posters, and interactive learning media, applied through gradual practice and repetition. Evaluation results indicated improvements in students' ability to recognize and write Hijaiyah letters. Supporting factors included teachers' competence, the availability of learning media, and institutional support, while the main obstacles were students' limited memory, differences in individual abilities, and insufficient parental assistance at home. The study concludes that visual media facilitate more effective, engaging, and adaptive Islamic Religious Education learning for students with intellectual disabilities.
Implementasi Program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dalam Membentuk Lingkungan Sekolah yang Sehat Berdasarkan Nilai-Nilai Islam di SDIT Uswatun Hasanah Ilham Pramada; Fitroh Hayati; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education 447-454
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24383

Abstract

Abstract. A healthy school environment is a crucial aspect of primary education, yetits implementation still faces challenges in integrating Islamic values as thefoundation for character formation in integrated Islamic elementary schools. Thisstudy analyzes the planning, implementation, evaluation, and inhibiting factors of thePHBS program at SDIT Uswatun Hasanah, Cimahi City using a qualitativedescriptive approach. Data were collected through observation, interviews, anddocumentation on three Fridays (May-June 2026) and analyzed through datareduction, data display, and conclusion drawing with triangulation. Results show: (1)planning was systematic through needs identification and coordination meetingsproducing three rotational activities every Friday with Islamic values integrated fromthe outset; (2) implementation consistently began with spiritual conditioning at themosque after Dhuha prayer, shaping Islamic character and a healthy schoolenvironment across physical, social, and psychological dimensions; (3) evaluationrevealed positive behavioral changes in 80-90% of students extending into the home;(4) inhibiting factors emerged at three levels: scheduling adjustments, facilitylimitations, and inconsistent student awareness. The novelty lies in identifying theIslamic Education teacher as the primary PHBS driver and demonstrating that Islamicvalue internalization transcends the school environment.Keywords: Clean and Healthy Living Behavior, Healthy School Environment,Islamic Character. Abstrak. Lingkungan sekolah yang sehat merupakan aspek penting dalampendidikan dasar yang turut dipengaruhi oleh penerapan program PHBS, namunimplementasinya masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilaikeislaman sebagai landasan pembentukan karakter siswa di sekolah dasar Islamterpadu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan datadikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada tiga hari Jumat(Mei-Juni 2026), kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, danpenarikan kesimpulan dengan triangulasi. Hasil menunjukkan: (1) perencanaansistematis melalui identifikasi kebutuhan dan rapat koordinasi menghasilkan tigakegiatan rotasi setiap Jumat dengan integrasi nilai Islam; (2) pelaksanaan selaludiawali pengondisian spiritual di masjid setelah shalat dhuha yang membentukkarakter islami dan lingkungan sekolah sehat secara fisik, sosial, dan psikologis; (3)evaluasi menunjukkan perubahan perilaku positif 80-90% siswa yang terbawa kelingkungan rumah; (4) penghambat teridentifikasi pada tiga level: jadwal, fasilitas,dan inkonsistensi kesadaran siswa. Kebaruan penelitian terletak pada peran guru PAIsebagai motor penggerak utama PHBS dan internalisasi nilai Islam yang melampauilingkungan sekolah.Kata Kunci: perilaku hidup bersih dan sehat, lingkungan sekolah sehat,karakter islami.
Implementasi Disiplin Positif dalam Pembentukan Karakter Cinta Damai pada Mata Pelajaran PAI di SDN 2 Langensari Muhammad Thoriq Firdaus; Muhammad Giantomi
Bandung Conference Series: Islamic Education 455-462
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24398

Abstract

Abstract. This research aims to analyze the implementation of positive discipline in forming peace-loving characters in Islamic Religious Education (PAI) subjects at SDN 2 Langensari. The paradigm shift from a punishment system to a more humanistic and religious approach is the main focus to reduce aggressive behavior in elementary school students. The approach used in this study is descriptive qualitative. Data collection techniques were conducted through in-depth interviews, observation, and documentation studies, with PAI teachers as key informants, supported by the perspectives of students and parent representatives. Data credibility was tested using source triangulation. The data analysis process adopted the interactive model of Miles and Huberman, which includes data collection, condensation, display, and conclusion drawing. The results show that the integration of positive discipline theory with PAI values (such as the concepts of Ar-Rifq and Ta'dib) has proven effective in fostering students' internal discipline awareness. PAI teachers carry out their role as uswatun hasanah by applying a kind and firm approach and formulating class agreements through deliberation. The internalization of the As-Salam (The Source of Peace) value is significantly able to break the chain of bullying behavior and directly contributes to creating an inclusive and safe Child-Friendly School ecosystem. Continuous synergy and communication between the school and parents are needed so that the parenting approach at home is aligned with the principles of non-violent discipline at school. Keywords: Positive Discipline, Peace-Loving Character, Islamic Education Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi disiplin positif dalam pembentukan karakter cinta damai pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 2 Langensari. Pergeseran paradigma dari sistem hukuman menuju pendekatan yang lebih humanis dan religius menjadi fokus utama untuk mereduksi perilaku agresif pada siswa sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan menjadikan guru PAI sebaga i informan kunci, didukung oleh pandangan siswa dan perwakilan orang tua. Uji kredibilitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Proses analisis data mengadopsi model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan, kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teori disiplin positif dengan nilai-nilai PAI (seperti konsep Ar-Rifq dan Ta'dib) terbukti efektif menumbuhkan kesadaran disiplin internal siswa. Guru PAI menjalankan perannya sebagai uswatun hasanah dengan menerapkan pendekatan kind and firm serta menyusun kesepakatan kelas melalui musyawarah. Internalisasi nilai As-Salam (Maha Damai) secara signifikan mampu memutus mata rantai perilaku perundungan dan berkontribusi langsung dalam mewujudkan ekosistem Sekolah Ramah Anak yang inklusif dan aman. Diperlukan sinergi dan komunikasi yang berkesinambungan antara sekolah dan orang tua agar pendekatan pengasuhan di rumah selaras dengan prinsip kedisiplinan tanpa kekerasan di sekolah. Kata Kunci: Disiplin Positif, Karakter Cinta Damai, Pendidikan Agama Islam
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Aqidah Akhlak Siswa Kelas VII Mts Al-Burhan Kota Bandung Fauziyah Ardiyanti; Arifhakim
Bandung Conference Series: Islamic Education 463-472
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24545

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) dalam meningkatkan hasil belajar Aqidah Akhlak siswa kelas VII MTs Al-Burhan Kota Bandung. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa yang masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) akibat dominasi metode ceramah dan rendahnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan model TGT dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pre-test dan post-test pada ranah kognitif, angket pada ranah afektif, serta observasi pada ranah psikomotorik. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT efektif meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata post-test kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol serta hasil uji t yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelas. Model TGT mendorong siswa untuk belajar secara aktif melalui kerja sama kelompok, permainan edukatif, dan turnamen akademik sehingga meningkatkan partisipasi serta pemahaman siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) efektif digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar Aqidah Akhlak siswa. Abstract. This study aimed to determine the effectiveness of the Team Games Tournament (TGT) cooperative learning model in improving the Aqidah Akhlak learning outcomes of seventh-grade students at MTs Al-Burhan, Bandung City. The study was motivated by students' low learning outcomes, which were still below the Minimum Mastery Criterion (MMC), due to the dominance of the lecture method and the lack of students' active participation in the learning process. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental method employing a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of two classes: an experimental class that applied the TGT learning model and a control class that received conventional instruction. Data were collected through pre-tests and post-tests for the cognitive domain, questionnaires for the affective domain, and observations for the psychomotor domain. The data were analyzed using normality, homogeneity, and t-tests. The results showed that the implementation of the TGT cooperative learning model effectively improved students' learning outcomes. This finding was indicated by the higher post-test mean score of the experimental class compared with the control class, and the t-test results showed a significant difference between the two classes. The TGT model encouraged students to learn actively through group collaboration, educational games, and academic tournaments, thereby increasing their participation and understanding during the learning process. Therefore, the Team Games Tournament (TGT) cooperative learning model proved to be an effective instructional strategy for improving students' Aqidah Akhlak learning outcomes.
Strategi Kolaboratif Orang Tua Dan Guru Dalam Menguatkan Adab Kesopanan Siswa Vira Afriani
Bandung Conference Series: Islamic Education 481-488
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24582

Abstract

Abstract. This study was motivated by the importance of collaboration between parents and teachers in strengthening students' manners as part of character education in elementary schools. The lack of consistency between character education at home and at school often affects students' polite behavior in daily life. Therefore, this study aimed to describe the collaborative strategies implemented by parents and teachers in strengthening students' manners and to identify the supporting and inhibiting factors in implementing these strategies. This research employed a qualitative approach with a case study method. The research subjects consisted of teachers, parents, and students of grade V at an elementary school in Subang Regency. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that collaborative strategies were implemented through continuous communication, exemplary behavior, habituation programs, parental involvement in school activities, and regular monitoring of students' character development. Supporting factors included effective communication, parents' awareness, school commitment, and structured character education programs, whereas inhibiting factors comprised parents' limited time, inconsistent parenting styles, and technological influences on students' behavior. The study concludes that effective collaboration between parents and teachers contributes significantly to strengthening students' manners and creating consistency between home and school environments. Keywords: collaborative strategy, parents, teachers, manners, character education. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kolaborasi antara orang tua dan guru dalam menguatkan adab kesopanan siswa sebagai bagian dari pendidikan karakter di sekolah dasar. Kurangnya kesinambungan pembinaan karakter di rumah dan di sekolah menyebabkan perilaku sopan santun siswa belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi kolaboratif yang dilakukan orang tua dan guru dalam menguatkan adab kesopanan siswa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru, orang tua, dan siswa kelas V di salah satu SD Negeri Kabupaten Subang. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kolaboratif dilakukan melalui komunikasi yang berkesinambungan, pemberian keteladanan, pembiasaan perilaku sopan, keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah, serta pengawasan bersama terhadap perkembangan karakter siswa. Faktor pendukung meliputi komunikasi yang baik, kesadaran orang tua, komitmen sekolah, serta program pendidikan karakter yang terstruktur. Adapun faktor penghambat meliputi kesibukan orang tua, perbedaan pola asuh, dan pengaruh perkembangan teknologi terhadap perilaku siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang efektif antara orang tua dan guru mampu memperkuat pembentukan adab kesopanan siswa secara berkelanjutan sehingga tercipta keselarasan pendidikan karakter di lingkungan keluarga dan sekolah. Kata Kunci: strategi kolaboratif, orang tua, guru, adab kesopanan, pendidikan karakter.
Peran organisasi santri IP4A dalam pembinaan Kedisiplinan berbahasa Arab Inggris melalui Kegiatan Third Hour Of Conversation di Pondok Pesantren Al-Ittihad Cianjur Risma Raisa Evania; Khambali Nan Rahminawati
Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24583

Abstract

This research was conducted to examine the role of IP4A student organizations in fostering Arabic and English language discipline through the Third Hour Of Conversation activity at Al-Ittihad Islamic Boarding School Cianjur. The focus of the study is directed at the form of roles carried out by IP4A student organizations, especially the language Division, the impact of the organization’s role as a facilliator of activities, as well as various supporting and inhibiting factors in the coaching process. This study uses a qualitative approach with an analytical descriptive method. Data was obtained through observation, interview, and documentation techniques involving student council coaches, organizational administrators, and some student as research informants. The result of the research show that the IP4A student organization, especially the language division, in providing guidance in the field, this role contributes to diresting the behavior of students so that they are formed into discipline responsible and compliant students with rules. The impact that can seen is an increase in student’s compliance with the rules and desrease in the rote of language violations among students. This activity is supported by several factors including support from the Islamic boarding school, student council coaches, and cooperation between divisions in the organization, so as to obtain a positive response from student. The factors inhibiting the role of IP4A student organizations are the influence of the friendship of the language division student organization in the aspect of supervision students. The novelty of this research lies in the role of student organizations as coaches who carry out language discipline through activities that are carried out continuously in the pesantren environment Keywords: The role of IP4A student organizations, Coaching, Language discipline. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji peran organisasi santri IP4A dalam membina kedisiplinan berbahasa Arab dan Inggris melalui kegiatan Third Hour Of Conversation di Pondok Pesantren Al-Ittihad Cianjur. Fokus kajian diarahkan pada bentuk peran yang dijalankan organisasi santri IP4A khususnya Divisi Bahasa, dampak adanya peran organisasi sebagai pembina kegiatan, serta berbagai faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembinaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Data diperoleh melalui Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pembina OSIS, pengurus organisasi, serta Sebagian santri sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi santri IP4A khususnya Divisi Bahasa dalam memberikan pembinaan berupa bimbingan, pengawasan, dan pelaksanaan kegiatan dilapangan, Peran tersebut berkontribusi dalam mengarahkan perilaku santri agar terbentuk menjadi santri yang disiplin, tanggung jawab serta patuh terhadap aturan. Dampak yang terlihat yaitu meningkatnya kepatuhan santri terhadap aturan serta adanya penurunan tingkat pelanggaran bahasa pada santri. kegiatan ini, didukung oleh beberapa faktor diantaranya dukungan dari pihak pondok pesantren, pembina OSIS, serta kerja sama antar Divisi dalam organisasi, sehingga memperoleh respon positif dari santri. Faktor penghambat peran organisasi santri IP4A yaitu pengaruh lingkungan pertemanan, serta keterbatasan organisasi santri Divisi Bahasa dalam aspek pengawasan kepada santri. Kebaharuan penelitian ini terletak pada peran organisasi santri sebagai pembina yang melaksanakan kedisiplinan berbahasa melalui kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan pesantren.Kata Kunci: Peran organisasi santri IP4A, Pembinaan, Kedisiplinan berbahasa