cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 477 Documents
Strategi Guru PAI dalam menguatkan keaktifan siswa melalui Program Jumat Rohani di SDN 256 Cigondewah Hilir Kota Bandung Nita Haryani; Aep Saepudin; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education 758-763
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25465

Abstract

Abstract. Student engagement is a crucial factor in the success of Islamic Religious Education (PAI), yet many students still face challenges such as low self-confidence and shyness, particularly in religious habituation programs. This study aims to describe the strategies used by PAI teachers to strengthen student activity through the Spiritual Friday Program at SDN 256 Cigondewah Hilir, Bandung. The research employed a descriptive qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews with PAI teachers, the principal, homeroom teachers, and students, as well as through direct observation and documentation. The results indicate: (1) teacher preparation involves systematic planning, task division based on student ability, and initial coaching; (2) implementation steps include providing direct involvement, a rotation system for roles, and continuous motivation; (3) the primary obstacles are students' lack of self-confidence and the large number of participants, while efforts to overcome these include intensive mentoring and appreciation. Evaluation shows a positive impact on students' courage, responsibility, and active participation in religious activities. Abstrak. Keaktifan siswa merupakan faktor kunci keberhasilan Pendidikan Agama Islam (PAI), namun banyak siswa masih menghadapi tantangan seperti kurang percaya diri dan malu, terutama dalam program pembiasaan keagamaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru PAI dalam menguatkan keaktifan siswa melalui Program Jumat Rohani di SDN 256 Cigondewah Hilir Kota Bandung Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada guru PAI, kepala sekolah, wali kelas, dan siswa, serta observasi langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) persiapan guru meliputi perencanaan sistematis, pembagian tugas sesuai kemampuan, dan pembinaan awal; (2) langkah penerapan mencakup pelibatan langsung siswa, sistem giliran tampil, serta pemberian motivasi berkelanjutan; (3) hambatan utama adalah rendahnya rasa percaya diri siswa dan jumlah siswa yang banyak, sementara upaya mengatasinya dilakukan melalui pendampingan intensif dan pemberian apresiasi; (4) Evaluasi menunjukkan dampak positif terhadap keberanian, tanggung jawab, dan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan keagamaan
Persepsi Mahasiswa Angkatan 2025 tentang Program Mentoring BTAQ Kelas Hijaiyyah di Universitas Islam Bandung serta Evaluasi Pelaksanaannya Uswatun Hasanah; Aep Saepudin; H. Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education 764-771
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25494

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya evaluasi pelaksanaan Program Mentoring Baca Tulis Al-Qur'an (BTAQ) sebagai upaya mendukung peningkatan kemampuan membaca Al-Qur'an mahasiswa baru di Universitas Islam Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa terhadap Program Mentoring BTAQ pada kelas Hijaiyyah, menggambarkan kemampuan membaca Al-Qur'an mahasiswa, serta mengevaluasi pelaksanaan program. Penelitian ini didasarkan pada teori persepsi menurut Robbins dan Judge (2020) serta konsep kemampuan membaca Al-Qur'an yang mencakup ketepatan makhraj, penerapan tajwid, kelancaran membaca, dan tartil. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi nilai Ujian Akhir Mentoring (UAM), kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) persepsi mahasiswa terhadap Program Mentoring BTAQ berada pada kategori positif, (2) kemampuan membaca Al-Qur'an mahasiswa digambarkan melalui capaian kompetensi membaca berdasarkan hasil Ujian Akhir Mentoring (UAM), (3) evaluasi pelaksanaan program berdasarkan analisis Input–Process–Output (IPO) menunjukkan bahwa keterpaduan komponen input, process, dan output mendukung tercapainya tujuan Program Mentoring BTAQ dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an mahasiswa. Abstract. This research was motivated by the importance of evaluating the implementation of the Qur'an Reading and Writing Mentoring Program (BTAQ) as an effort to support the improvement of first-year students' Qur'an reading skills at Universitas Islam Bandung. This study aimed to describe students' perceptions of the BTAQ Mentoring Program in the Hijaiyyah class, to describe students' Qur'an reading ability, and to evaluate the implementation of the program. The study was based on the perception theory proposed by Robbins and Judge (2020) and the concept of Qur'an reading ability, which includes the accuracy of makhraj, the application of tajwid, reading fluency, and tartil. This study employed a quantitative approach with a descriptive method. Data were collected through questionnaires and documentation of the Final Mentoring Examination(UAM) scores and were analyzed using descriptive analysis. The findings revealed that; (1) students' perceptions of the BTAQ Mentoring Program were in the positive category, (2) students' Qur'an reading ability was reflected in their competency achievement based on the UAM results, (3) furthermore, the evaluation of the program based on the Input–Process–Output (IPO) framework indicated that the integration of input, process, and output components supported the achievement of the program's objective in improving students' Qur'an reading ability.
Implementasi Nilai Nilai Akhlak Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Ikatan Remaja Masjid Di SMPN 3 Cimahi Muhamad Fakhri Rabbani Ar Rasyid; EKO SURBIANTORO; HADITSA QUR'ANI NURHAKIM
Bandung Conference Series: Islamic Education 772-779
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25498

Abstract

Abstract. This research was motivated by the importance of developing students' moral character through religious extracurricular activities as an effort to support character education in schools. The Mosque Youth Association is one of the religious extracurricular organizations that plays an important role in instilling moral values through various religious and organizational activities. This study aims to identify the moral values implemented in the Mosque Youth Association extracurricular activities at SMP Negeri 3 Cimahi, describe the strategies employed by the supervisor in instilling those values, identify the supporting and inhibiting factors, and analyze the impact of the activities on students' moral development. This study employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving an Islamic Religious Education teacher, the supervisor, the chairperson, the secretary, and members of the Mosque Youth Association. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana interactive model, and validity was ensured through source, technique, and time triangulation. The findings revealed that the moral values implemented include religiosity, discipline, responsibility, politeness, cooperation, leadership, self-confidence, and social awareness; the supervisor instilled these values through exemplary behavior, habituation, delegation of responsibilities, mentoring, and continuous evaluation; the supporting factors included school support, supervisor and teacher involvement, structured work programs, adequate facilities, and members' enthusiasm, while the inhibiting factors included limited time, inconsistent attendance, and limited facilities and funding; and participation had a positive impact on students' moral development, reflected in improved discipline, responsibility, politeness, cooperation, self-confidence, and leadership. The Mosque Youth Association extracurricular activities therefore play a significant role in fostering students' noble character (akhlaq al-karimah) at SMP Negeri 3 Cimahi. Keywords: Implementation, Moral Values, Extracurricular Activities, Mosque Youth Association, Islamic Religious Education. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan akhlak peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan sebagai upaya mendukung pendidikan karakter di sekolah. Ikatan Remaja Masjid merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang berperan dalam menanamkan nilai-nilai akhlak melalui berbagai aktivitas keagamaan dan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai akhlak yang diimplementasikan dalam kegiatan Ikatan Remaja Masjid di SMP Negeri 3 Cimahi, mendeskripsikan strategi pembina dalam menanamkan nilai-nilai tersebut, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menganalisis dampak kegiatan terhadap pembentukan akhlak peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap Guru Pendidikan Agama Islam, pembina, ketua umum, sekretaris umum, serta anggota Ikatan Remaja Masjid. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai akhlak yang diimplementasikan meliputi nilai religius, disiplin, tanggung jawab, sopan santun, kerja sama, kepemimpinan, percaya diri, dan kepedulian sosial; strategi pembina dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, pemberian tugas dan tanggung jawab, pendampingan, serta evaluasi berkelanjutan; faktor pendukung meliputi dukungan sekolah, pembina, Guru Pendidikan Agama Islam, program kerja yang terstruktur, sarana dan prasarana yang memadai, serta antusiasme anggota, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, kehadiran anggota yang belum maksimal, keterbatasan sarana, dan keterbatasan dana; dan kegiatan Ikatan Remaja Masjid memberikan dampak positif terhadap pembentukan akhlak peserta didik yang ditunjukkan dengan meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, kemampuan bekerja sama, kepercayaan diri, serta jiwa kepemimpinan. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler Ikatan Remaja Masjid memiliki peran yang signifikan dalam mendukung pembentukan akhlakul karimah peserta didik di SMP Negeri 3 Cimahi. Kata Kunci: Implementasi, Nilai-Nilai Akhlak, Ekstrakurikuler, Ikatan Remaja Masjid, Pendidikan Agama Islam.
Model Pembelajaran Kooperatif tipe Window Shopping Pada Pembelajaran PAI Terhadap Keaktifan Siswa Di SMA Siliwangi AMS Kab.Bandung Rima Tresna Azhar
Bandung Conference Series: Islamic Education 780-789
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25532

Abstract

Abstract. Student activeness is an important indicator of successful Islamic Religious Education (PAI) learning. Preliminary observations at SMA Siliwangi AMS Bandung Regency indicated that students' activeness was still low. This study aimed to describe the implementation of the Window Shopping cooperative learning model and analyze its effect on students' activeness in PAI learning. The study employed a quantitative approach with a quasi-experimental method and a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of 42 students: 21 students in the experimental class at SMA Siliwangi AMS and 21 students in the control class at MA 03 Pameungpeuk. Data were analyzed using descriptive statistics and the Mann-Whitney U test. The Mann-Whitney U test for the posttest produced an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference in student activeness between the experimental and control classes. The Window Shopping model promoted active, collaborative, and student-centered PAI learning.Keywords: Window Shopping, cooperative learning, student activeness, Islamic Religious Education, quasi-experimental research. Abstrak. Keaktifan siswa merupakan salah satu indikator penting dalam keberhasilan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Observasi awal di SMA Siliwangi AMS Kabupaten Bandung menunjukkan keaktifan siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan model kooperatif tipe Window Shopping serta menganalisis pengaruhnya terhadap keaktifan siswa pada pembelajaran PAI. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri atas 42 siswa, yaitu 21 siswa kelas eksperimen di SMA Siliwangi AMS dan 21 siswa kelas kontrol di MA 03 Pameungpeuk. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Mann-Whitney U. Hasil uji Mann-Whitney pada posttest memperoleh Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, menunjukkan terdapat perbedaan keaktifan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah perlakuan. Model Window Shopping mendorong pembelajaran PAI yang aktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa. Keywords: Window Shopping, pembelajaran kooperatif, keaktifan siswa, Pendidikan Agama Islam, quasi eksperimen.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Akidah Akhlak pada Siswa Kelas VIII MTs Al-Burhan Yuke Kamilatun Nuha
Bandung Conference Series: Islamic Education 790-797
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25533

Abstract

Rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak masih menjadi tantangan dalam proses pembelajaran di madrasah. Pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru menyebabkan peserta didik kurang aktif, kurang berani mengemukakan pendapat, serta belum mampu mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar Akidah Akhlak peserta didik kelas VIII MTs Al-Burhan pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain Pretest–Posttest Control Group Design. Populasi penelitian berjumlah 52 peserta didik, sedangkan sampel sebanyak 35 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas kelas VIII.01 sebagai kelas eksperimen dan VIII.03 sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes, angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, serta Independent Sample t-Test berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05) sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Akidah Akhlak. Peningkatan terjadi pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, sehingga model PBL terbukti mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis serta internalisasi nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. The low learning outcomes of students in the subject of Moral Faith are still a challenge in the learning process in madrasas. Learning that tends to be teacher-centered causes students to be less active, less courageous to express opinions, and not able to relate the material to daily life. This study aims to analyze the influence of the Problem Based Learning (PBL) model on the learning outcomes of Akidah Akhlak of grade VIII MTs Al-Burhan students in the cognitive, affective, and psychomotor domains. The research uses a quantitative approach with a quasi experiment method through a Pretest–Posttest Control Group Design. The research population amounted to 52 students, while the sample of 35 students was selected using the purposive sampling technique, consisting of class VIII.01 as the experimental class and VIII.03 as the control class. Data was collected through tests, questionnaires, observations, interviews, and documentation, then analyzed using validity, reliability, normality, homogeneity, and SPSS-assisted Independent Sample t-Test. The results showed that the significance value was 0.000 (<0.05) so that H₀ was rejected and H₁ was accepted. These findings show that the application of the Problem Based Learning model has a significant effect on the learning outcomes of Akidah Akhlak. Improvements occurred in cognitive, affective, and psychomotor aspects, so that the PBL model was proven to be able to create more active, contextual, and oriented learning that is oriented towards the development of critical thinking skills and the internalization of moral values in daily life.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Audio Visual terhadap Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI Kelas VI di SDN Bojongmanggu 2 Marsyanda Efendi
Bandung Conference Series: Islamic Education 798-805
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25536

Abstract

Abstract. The low level of student interest in Islamic Religious Education (PAI) necessitates the innovation of interactive audio-visual learning media to replace monotonous conventional lecture methods. This study aims to examine the implementation of audio-visual media, assess student learning interest, and analyze the direct effect of audio-visual media on PAI subjects among sixth-grade students at SDN Bojongmanggu 2. Utilizing a quantitative approach with a causal-associative research design, this field study involved the total population of 40 sixth-grade students at SDN Bojongmanggu 2 as a complete sample using the total sampling technique. Data were gathered through structured Likert-scale questionnaires, direct classroom observations, and administrative documentation. The collected data were analyzed using descriptive and inferential statistics via SPSS, comprising normality and linearity tests, Pearson Product-Moment correlation, simple linear regression, t-test hypothesis testing, and the coefficient of determination ( ). The statistical findings reveal that audio-visual learning media has a significantly positive influence on student learning interest, as evidenced by at a significance level of . Furthermore, the coefficient of determination demonstrates that audio-visual media contributes 62.2% to enhancing students' learning interest, while the remaining 37.8% is influenced by other external factors beyond this study. Abstrak. Rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memicu diperlukannya inovasi media pembelajaran audio visual yang interaktif guna menggantikan metode ceramah konvensional yang monoton. Penelitian ini bertujuan untuk menguji gambaran penggunaan media audio visual, mengukur tingkat minat belajar siswa, serta menganalisis pengaruh langsung penggunaan media audio visual pada mata pelajaran PAI kelas VI di SDN Bojongmanggu 2. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif kausal, penelitian lapangan ini melibatkan seluruh populasi siswa kelas VI SDN Bojongmanggu 2 yang berjumlah 40 siswa sebagai sampel penuh melalui teknik total sampling (sampling jenuh). Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner terstruktur berskala Likert, observasi langsung di kelas, dan dokumentasi administratif. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui SPSS, meliputi uji normalitas, uji linearitas, korelasi Pearson Product Moment, regresi linear sederhana, uji-t, serta uji koefisien determinasi ( ). Hasil analisis statistik membuktikan bahwa penggunaan media pembelajaran audio visual berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar siswa, ditunjukkan oleh nilai pada taraf signifikansi . Selain itu, koefisien determinasi menunjukkan bahwa media audio visual memberikan kontribusi sebesar 62,2% dalam meningkatkan minat belajar siswa, sedangkan sisa 37,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal lain di luar lingkup penelitian ini.
Relevansi Konsep Interaksi Laki-Laki Dan Perempuan Dalam Kitab Nidzhamul Ijtima'i Dengan Budaya Sekolah Di SMPIT Insantama Bandung R Maulidya Al Kautsar; Nadri Taja; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education 806-813
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25599

Abstract

Abstract. The development of information technology, social media, and global culture has influenced patterns of interaction between male and female adolescents, creating challenges for educational institutions in fostering students' character based on Islamic values. One concept regulating such interactions is presented in Nidzhamul Ijtima’i by Taqiyuddin An-Nabhani. This study aims to analyze the relevance of the concept of male and female interaction in Nidzhamul Ijtima’i to the school culture at SMPIT Insantama Bandung. This study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research informants consisted of the principal and teachers of SMPIT Insantama Bandung. The findings reveal that the concept of interaction in Nidzhamul Ijtima’i emphasizes preserving honor, lowering the gaze, prohibiting khalwat and ikhtilat, and regulating interactions in accordance with Islamic law. The school culture at SMPIT Insantama Bandung supports these values through separate seating arrangements, supervision of student interactions, the cultivation of Islamic etiquette, and school regulations governing relationships between male and female students. The analysis indicates a strong relevance between the concept in Nidzhamul Ijtima’i and the school's culture because most of its practices are consistent with Islamic principles, although stronger written policies and continuous guidance are still needed to enhance their implementation. Keywords: Interaction between Men and Women, Nidzhamul Ijtima'i, Taqiyuddin An-Nabhani, School Culture. Abstrak. Perkembangan teknologi informasi, media sosial, dan budaya global telah memengaruhi pola interaksi laki-laki dan perempuan di kalangan remaja sehingga menjadi tantangan bagi lembaga pendidikan dalam membentuk karakter peserta didik sesuai nilai-nilai Islam. Salah satu konsep yang mengatur interaksi tersebut terdapat dalam kitab Nidzhamul Ijtima’i karya Taqiyuddin An-Nabhani. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi konsep interaksi laki-laki dan perempuan dalam kitab Nidzhamul Ijtima’i dengan budaya sekolah di SMPIT Insantama Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru SMPIT Insantama Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep interaksi dalam kitab Nidzhamul Ijtima’i menekankan penjagaan kehormatan, menjaga pandangan, larangan khalwat dan ikhtilat, serta interaksi sesuai syariat. Budaya sekolah di SMPIT Insantama Bandung telah menerapkan berbagai aturan dan pembiasaan yang mendukung nilai-nilai tersebut, seperti pemisahan tempat duduk, pengawasan interaksi peserta didik, pembiasaan adab Islami, serta tata tertib hubungan antara siswa laki-laki dan perempuan. Hasil analisis menunjukkan adanya relevansi yang kuat antara konsep dalam kitab Nidzhamul Ijtima’i dengan budaya sekolah karena sebagian besar penerapannya telah sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam, meskipun masih diperlukan penguatan melalui penyempurnaan kebijakan tertulis dan pembinaan yang berkelanjutan. Kata Kunci: Interaksi Laki-Laki dan Perempuan, Nidzhamul Ijtima'i, Taqiyuddin An-Nabhani, Budaya Sekolah.
Implementasi Program Tarkiban dalam Pembelajaran Nahwu di Pondok Pesantren Wahdatuttauhid 2 Baleendah Alfauzi Dwi Julianto
Bandung Conference Series: Islamic Education 814-825
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25615

Abstract

Abstract. Nahwu is one of the fundamental disciplines in Arabic language learning that enables students to understand the grammatical structure of classical Islamic texts accurately. Pondok Pesantren Wahdatuttauhid 2 Baleendah implements the Program Tarkiban as a supporting learning program for ibtida-level students. This study aims to describe the planning, implementation, evaluation, supporting factors, and inhibiting factors of the Program Tarkiban in nahwu learning. This research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the Program Tarkiban is implemented through systematic planning, structured learning activities, and continuous evaluation. Learning activities include material review, memorization, question-and-answer sessions, repetition, explanation of grammatical rules, individual exercises, and narkib activities. Evaluation is conducted orally to assess students’ ability to determine tarkib, i’rab, word positions, and the grammatical principles underlying Arabic sentence structures. The implementation of the program is supported by competent teachers, students’ motivation, repetitive learning activities, institutional support, and the use of the Buku Tarkiban as the primary learning resource. Meanwhile, differences in students’ initial abilities, difficulties in memorization, and limited learning concentration become the main obstacles during implementation. Overall, the Program Tarkiban contributes to improving students’ understanding and practical application of nahwu through structured and continuous learning activities. Keywords: Program Tarkiban, Nahwu Learning, Islamic Boarding School. Abstrak. Nahwu merupakan salah satu ilmu alat yang memiliki peranan penting dalam pembelajaran bahasa Arab karena menjadi dasar dalam memahami struktur kalimat serta makna kitab-kitab keislaman. Pondok Pesantren Wahdatuttauhid 2 Baleendah menerapkan Program Tarkiban sebagai program pendukung pembelajaran nahwu bagi santri kelas ibtida. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, faktor pendukung, dan faktor penghambat implementasi Program Tarkiban dalam pembelajaran nahwu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Tarkiban dilaksanakan melalui perencanaan yang sistematis, pelaksanaan pembelajaran yang terstruktur, serta evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Kegiatan pembelajaran meliputi pengulangan materi, penyampaian materi baru, hafalan, tanya jawab, pelafalan kaidah, latihan individu, dan kegiatan narkib. Evaluasi dilakukan secara lisan untuk mengukur kemampuan santri dalam menentukan tarkib, i’rab, kedudukan kata, serta menjelaskan kaidah nahwu yang mendasarinya. Implementasi program didukung oleh kompetensi pengajar, motivasi santri, pembelajaran yang dilakukan secara berulang, dukungan pondok pesantren, serta penggunaan Buku Tarkiban sebagai sumber belajar utama. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan awal santri, kesulitan menghafal dan menerapkan kaidah nahwu, serta kurangnya konsentrasi sebagian santri selama pembelajaran. Secara keseluruhan, Program Tarkiban berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan santri memahami sekaligus menerapkan kaidah nahwu melalui proses pembelajaran yang sistematis dan berkesinambungan. Kata Kunci: Program Tarkiban, Pembelajaran Nahwu, Pondok Pesantren
Implementasi Program Edukasi Digital Islami Melalui Media Sosial Untuk Penguatan Pondok Pesantren Bagi Remaja (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Amanah Ummah Bandung) Sayyidah Zahrah Rahmah Laila; Nan Rahminawati; Muhammad Giantomi
Bandung Conference Series: Islamic Education 826-833
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25621

Abstract

Abstract. This study was motivated by the development of digital technology, which has transformed communication patterns and the way adolescents access information, including religious knowledge. Amid the increasing use of social media, Islamic boarding schools face challenges in maintaining their existence, building positive perceptions, and reaching younger generations through approaches that align with the characteristics of the digital era. This study aimed to examine the form of implementation, implementation processes, challenges, and outcomes of an Islamic digital education program through social media in strengthening Pondok Pesantren Amanah Ummah Bandung among adolescents. This study employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through semi-structured interviews, direct observations, digital observations of the pesantren’s social media platforms, and research documentation. Data analysis was conducted through data condensation, data presentation, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings indicate that the Islamic digital education program was implemented through the utilization of Instagram, TikTok, and YouTube as platforms for delivering Islamic values, adolescent education, student activity documentation, and institutional publications. The implementation process consisted of content planning, media team formation, content production and editing, verification, publication, audience interaction, and evaluation. The challenges encountered included limited human resources, production facilities, management time, content consistency, and maintaining the pesantren’s identity and Islamic values within the digital environment. The program resulted in increased digital visibility of the pesantren, more positive adolescent perceptions, greater audience engagement, and improved digital skills among students involved in media management. Therefore, Islamic digital education through social media can serve as an adaptive, communicative, and relevant strategy for strengthening Islamic boarding schools in responding to the needs of younger generations in the digital era. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang telah mengubah pola komunikasi dan cara remaja memperoleh informasi, termasuk informasi keagamaan. Di tengah meningkatnya penggunaan media sosial, pesantren menghadapi tantangan untuk mempertahankan eksistensi, membangun persepsi positif, serta menjangkau generasi muda melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk implementasi, langkah-langkah implementasi, tantangan, serta hasil implementasi program edukasi digital Islami melalui media sosial dalam penguatan Pondok Pesantren Amanah Ummah Bandung bagi remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, observasi digital terhadap media sosial pesantren, serta dokumentasi penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program edukasi digital Islami dilakukan melalui pemanfaatan media sosial Instagram, TikTok, dan YouTube sebagai sarana penyampaian nilai-nilai keislaman, edukasi remaja, dokumentasi aktivitas santri, serta publikasi program kelembagaan. Pelaksanaan program dilakukan melalui tahapan perencanaan konten, pembentukan tim media, produksi dan penyuntingan konten, verifikasi, publikasi, interaksi dengan audiens, serta evaluasi. Tantangan implementasi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, sarana produksi, waktu pengelolaan, konsistensi konten, serta upaya menjaga identitas dan nilai pesantren dalam ruang digital. Program ini menghasilkan peningkatan visibilitas digital pesantren, perubahan persepsi remaja ke arah yang lebih positif, peningkatan keterlibatan audiens, serta berkembangnya keterampilan digital santri dalam pengelolaan media sosial. Dengan demikian, program edukasi digital Islami melalui media sosial dapat menjadi strategi penguatan pesantren yang adaptif, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda di era digital.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pencegahan Tawuran Antarpelajar (Studi Kasus di SMA Swasta Kota Bekasi) Irwan Bahtiar Ramadhan
Bandung Conference Series: Islamic Education 834-841
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25667

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengkaji peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mencegah tawuran antarpelajar pada salah satu SMA Swasta di Kota Bekasi. Tawuran antarpelajar masih menjadi salah satu bentuk kenakalan remaja yang mengganggu proses pembelajaran serta bertentangan dengan tujuan pendidikan nasional dalam membentuk karakter dan akhlak mulia peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan Guru PAI dalam mencegah tawuran antarpelajar, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya, serta mendeskripsikan hasil yang dicapai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Guru PAI dan Kepala Sekolah, dokumentasi, serta angket pelengkap kepada sepuluh peserta didik, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun belum pernah ditemukan kasus tawuran di lokasi penelitian, Guru PAI secara konsisten menjalankan upaya preventif sebagai pendidik, pembimbing, motivator, teladan (uswah hasanah), dan mediator melalui pembelajaran berbasis akhlak, pembiasaan kegiatan keagamaan, serta kerja sama dengan Guru Bimbingan dan Konseling. Faktor pendukung meliputi budaya sekolah yang religius, program keagamaan yang berkelanjutan, dan komunikasi guru-siswa yang terbuka, sedangkan faktor penghambat meliputi pengaruh pergaulan teman sebaya, media sosial, dan keterbatasan pengawasan di luar jam sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran Guru PAI yang berkelanjutan, kolaboratif, dan preventif berkontribusi signifikan dalam membentuk kesadaran moral peserta didik serta mencegah terjadinya tawuran antarpelajar (239 kata). Kata Kunci: Guru Pendidikan Agama Islam, Pencegahan Tawuran Antarpelajar, Pendidikan Karakter.