cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 477 Documents
Komparasi Penggunaan Metode Takrir dan Metode Sima'i Terhadap Hafalan Al-Qur'an Pada Santriwati Panti Asuhan Al-Kautsar Lembang Muhammad Fauzan Akbar; Enoh; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Islamic Education 1020-1029
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26066

Abstract

This study is motivated by the crucial role of selecting appropriate tahfidz learning methods to improve Qur'an memorization outcomes and achieve target memorization effectively, especially in orphanage-based boarding institutions. The Takrir method (active repetition) and the Sima'i method (auditory listening) are widely utilized in tahfidz education, yet empirical comparative studies examining both methods alongside time efficiency remain limited. This quantitative quasi-experimental study using a Nonequivalent Control Group Design aims to analyze memorization achievements and compare the overall effectiveness of the Takrir and Sima'i methods among female students at Al-Kautsar Orphanage in Lembang. The study sample consisted of 20 santriwati divided into a Takrir experimental group (n=10) and a Sima'i experimental group (n=10). Data were collected through standardized performance tests evaluated across six core rubric dimensions: fluency, accuracy, tajweed, makharijul huruf, fasahah, and time efficiency. Statistical analysis using the non-parametric Mann-Whitney U test yielded an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.702 (p > 0.05). Consequently, the null hypothesis was accepted, indicating no statistically significant difference in Qur'an memorization performance between the Takrir group (mean = 71.80) and the Sima'i group (mean = 74.30). Both methods proved equally effective in supporting tahfidz learning, demonstrating that memorization success is additionally shaped by motivation, discipline, consistent muraja'ah, and teacher guidance. Keywords: Takrir Method, Sima'i Method, Qur'an Memorization. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemilihan metode pembelajaran tahfidz yang tepat untuk meningkatkan hasil hafalan Al-Qur'an sekaligus mencapai target hafalan secara efektif, khususnya pada lembaga berbasis panti asuhan. Metode Takrir (pengulangan aktif) dan metode Sima'i (penyimakan auditori) merupakan dua metode yang banyak digunakan dalam pembelajaran tahfidz, namun penelitian komparatif yang membandingkan keduanya beserta efisiensi waktu pencapaian target masih sangat terbatas. Penelitian kuantitatif eksperimen semu dengan desain Nonequivalent Control Group Design ini bertujuan untuk menganalisis hasil hafalan Al-Qur'an serta membandingkan efektivitas penggunaan metode Takrir dan metode Sima'i pada santriwati Panti Asuhan Al-Kautsar Lembang. Sampel penelitian terdiri dari 20 santriwati yang terbagi ke dalam kelompok perlakuan metode Takrir (n=10) dan kelompok metode Sima'i (n=10). Data dikumpulkan melalui tes unjuk kerja (performance test) yang diukur menggunakan rubrik penilaian berstandar mencakup enam dimensi: kelancaran hafalan, ketepatan lafaz, penerapan tajwid, makharijul huruf, fasahah, dan efektivitas waktu pencapaian target. Hasil analisis data menggunakan uji non-parametrik Mann-Whitney U menghasilkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,702 (p > 0,05). Dengan demikian, hipotesis nol diterima, yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara hasil hafalan Al-Qur'an kelompok metode Takrir (rata-rata = 71,80) dan kelompok metode Sima'i (rata-rata = 74,30). Temuan ini membuktikan bahwa kedua metode sama-sama efektif diterapkan dalam pembelajaran tahfidz, sementara keberhasilan hafalan juga dipengaruhi oleh motivasi, kedisiplinan, konsistensi muraja'ah, serta pendampingan guru. Kata Kunci: Metode Takrir, Metode Sima'i, Hafalan Al-Qur'an.
Implementasi Kebiasaan Bermasyarakat melalui Pembelajaran PAI berbasis Kampung Toleransi di SMAN 7 Bandung Fuji Alyana Putri; Nan Rahminawati; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education 1030-1037
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26067

Abstract

The 7 Habits of Great IndonesianChildren Program promotes socialengagement as an essential character valuedeveloped through education. SMAN 7Bandung implements this value throughIslamic Religious Education (PAI) learningbased on Kampung Toleransi as a contextuallearning resource. This study aimed todescribe the planning, implementation,outcomes, and supporting and inhibitingfactors of fostering social engagement throughthis learning model. A qualitative descriptiveapproach was employed. Data were collectedthrough observations, interviews, anddocumentation involving PAI teachers, the viceprincipal for curriculum, and students. Thefindings show that learning was plannedthrough teaching module preparation,coordination with relevant stakeholders, andstudent orientation. The implementationincluded field observations, dialogue withcommunity and religious leaders, groupdiscussions, reflection, and evaluation. Theprogram enhanced students' tolerance, socialawareness, cooperation, mutual respect, andpositive social interaction. Supporting factorsincluded support from the school, teachers,Kampung Toleransi management, andstudents' enthusiasm, while limited time,differences in students' characteristics, andconstraints in outdoor learning became themain obstacles. This study concludes thatKampung Toleransi is an effective contextuallearning resource for strengthening students'social engagement through Islamic ReligiousEducation.
Nilai-Nilai Pendidikan Yang Terkandung Dalam Q. S. Al-Ma'arij Ayat 22-35 Tentang Akhlak Seorang Mukmin Yang Ideal Shalaysha Zulfa Fauziyah; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education 1038-1045
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26075

Abstract

Abstract. Islamic religious education rests on three pillars faith (aqidah), sharia, and akhlak (ihsan) which should culminate in a stable, spontaneous moral character. Yet a persistent gap exists between religious theory and everyday behavior, evident in eroding social-media ethics, online gambling, student violence, academic plagiarism, and declining respect toward teachers and parents. These phenomena suggest that religious education often reaches only the cognitive or memorization level without shaping genuine moral character. This library research uses a qualitative approach with the tahlili interpretation method to analyze Q.S. Al-Ma'arij verses 22–35, drawing on five tafsir works: Ibn Katsir, At-Tabari, Al-Qurthubi, Al-Maraghi, and the Indonesian Ministry of Religious Affairs' tafsir. It aims to uncover the mufassirs' interpretations, relate them to Islamic educational theory on the ideal believer, and formulate the educational values embedded in the text. Findings show that the ideal believer is not merely personally pious but socially mature. The passage begins and ends with continuous, well-maintained prayer (da'imun and yuhafizhun), which eliminates complaint (halu'an) and miserliness (manu'an) and gives rise to concrete social action: spending part of one's wealth, guarding one's honor, keeping promises, safeguarding trust (amanah), and giving honest testimony. The study also distinguishes akhlak from character: character rests on reasoning and social habituation (Lickona, Kohlberg), while akhlak stems from inner consciousness rooted in Islamic values (Al-Ghazali). This research offers a conceptual, Qur'an-based reference for educators, students, and future researchers to help close the moral gap between religious theory and everyday practice. Keywords: Q. S. Al-Ma'arij verses 22-35, ideal believer, educational values. Abstrak. Pendidikan Agama Islam berpijak pada tiga pilar utama iman (akidah), Islam (syariat), dan ihsan (akhlak) yang seharusnya bermuara pada terbentuknya kondisi jiwa yang stabil dan spontan. Namun realitanya, muncul kesenjangan antara pemahaman teori agama dan perilaku sehari-hari, tampak dari hilangnya etika di media sosial, maraknya judi online, kekerasan antarpelajar, plagiarisme akademik, hingga menurunnya sopan santun terhadap guru dan orang tua. Fenomena ini mengindikasikan bahwa pendidikan agama sering kali baru menyentuh aspek kognitif atau hafalan, belum membentuk akhlak yang sesungguhnya. Penelitian kepustakaan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir tahlili terhadap Q. S. Al-Ma'arij ayat 22–35, merujuk pada lima kitab tafsir: Ibnu Katsir, Ath-Thabari, Al-Qurthubi, Al-Maraghi, dan Tafsir Kemenag RI. Penelitian bertujuan menganalisis esensi ayat menurut para mufassir, mengaitkannya dengan teori pendidikan Islam tentang karakteristik mukmin ideal, serta merumuskan nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mukmin ideal tidak hanya saleh secara personal, tetapi juga matang secara sosial. Kata Kunci: Q. S. Al-Ma'arij ayat 22-35, mukmin ideal, nilai-nilai pendidikan.
Pengaruh Keaktifan Siswa Dalam Mengikuti Program Pesantren Terhadap Sikap Kemandirian Belajar Siswa kelas VI MI Asmaul Husna Paledang Agus Candra Sutisna; Helmi Aziz; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education 1046-1053
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26082

Abstract

Students' participation in the pesantren program is one of the factors that can support the development of independent learning attitudes. However, in practice, some students are still less active in participating in pesantren activities, causing them to rely heavily on teachers' guidance during the learning process. Based on this phenomenon, this study aimed to analyze the effect of students' participation in the pesantren program on the independent learning attitudes of sixth-grade students at MI Asmaul Husna Paledang. This study employed a quantitative approach using descriptive methods and simple linear regression analysis. The population consisted of all sixth-grade students at MI Asmaul Husna Paledang, while the sample was determined using a purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires supported by observations, interviews, and documentation as triangulation techniques. Data were analyzed using classical assumption tests and simple linear regression analysis. The results showed that students' participation in the pesantren program had a positive and significant effect on their independent learning attitudes. The regression analysis produced the equation Y = 15.794 + 0.367X, with a coefficient of determination (R²) of 0.438, indicating that students' participation contributed 43.8% to their independent learning attitudes, while the remaining 56.2% was influenced by other factors outside the scope of this study. Therefore, the higher the students' participation in the pesantren program, the higher their level of independent learning attitudes. Keaktifan siswa dalam mengikuti program pesantren merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung terbentuknya sikap kemandirian belajar. Namun, pada kenyataannya masih terdapat siswa yang kurang aktif mengikuti kegiatan program pesantren sehingga cenderung bergantung pada arahan guru dalam proses pembelajaran. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keaktifan siswa dalam mengikuti program pesantren terhadap sikap kemandirian belajar siswa kelas VI MI Asmaul Husna Paledang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan analisis regresi linear sederhana. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VI MI Asmaul Husna Paledang, sedangkan sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket yang didukung oleh observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik triangulasi. Analisis data dilakukan melalui uji asumsi klasik dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan siswa dalam mengikuti program pesantren berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap kemandirian belajar. Hasil analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 15,794 + 0,367X dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,438, yang menunjukkan bahwa keaktifan siswa memberikan kontribusi sebesar 43,8% terhadap sikap kemandirian belajar, sedangkan 56,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, semakin tinggi keaktifan siswa dalam mengikuti program pesantren, semakin tinggi pula sikap kemandirian belajar yang dimiliki siswa
Pengaruh Keaktifan Santri Dalam Program Tahfidz Qur'ani Terhadap Karakter Disiplin di Pondok Pesantren Pembangunan Sumur Bandung Eva Kurniawati Shofiyah; Eko Surbiantoro; Nadri Taja
Bandung Conference Series: Islamic Education 1054-1061
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26091

Abstract

ABSRTACT, This study was motivated by the importance of the Qur'anic Tahfidz Program in developing students' disciplinary character at Pondok Pesantren Pembangunan Sumur Bandung. Students' activeness in participating in Tahfidz activities, such as memorization submission (setoran hafalan), muraja'ah, halaqah, and sima'an, is assumed to contribute to the development of discipline. This study aimed to determine the level of students' activeness in the Qur'anic Tahfidz Program, the level of their disciplinary character, and the effect of students' activeness on disciplinary character. This research employed a quantitative approach with a descriptive method and simple linear regression analysis. The population consisted of 50 students, all of whom were selected as the sample using saturated sampling. Data were collected through questionnaires, observations, interviews, and documentation. The instruments were tested for validity and reliability, and the data were analyzed using IBM SPSS Statistics. The findings showed that students' activeness in the Qur'anic Tahfidz Program was categorized as moderate, while their disciplinary character was categorized as high. The regression analysis produced the equation Y = 9.927 + 0.778X with a significance value of 0.000 (< 0.05), indicating a positive and significant effect. The coefficient of determination (R²) was 60.9%, meaning that students' activeness contributed 60.9% to their disciplinary character, while 39.1% was influenced by other factors. Keywords: students' activeness, Qur'anic Tahfidz Program, disciplinary character, Islamic boarding school. ABSRTAK, Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya Program Tahfidz Qur'ani sebagai upaya pembentukan karakter disiplin santri di Pondok Pesantren Pembangunan Sumur Bandung. Keaktifan santri dalam mengikuti kegiatan tahfidz, seperti setoran hafalan, muraja'ah, halaqah, dan sima'an, diduga berkontribusi terhadap pembentukan karakter disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keaktifan santri dalam Program Tahfidz Qur'ani, tingkat karakter disiplin santri, serta pengaruh keaktifan santri terhadap karakter disiplin di Pondok Pesantren Pembangunan Sumur Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan analisis regresi linear sederhana. Populasi penelitian berjumlah 50 santri yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keaktifan santri berada pada kategori sedang, sedangkan karakter disiplin berada pada kategori tinggi. Analisis regresi linear sederhana menghasilkan persamaan Y = 9,927 + 0,778X dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 60,9% menunjukkan bahwa keaktifan santri berkontribusi terhadap karakter disiplin, sedangkan 39,1% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Kata kunci: keaktifan santri, Program Tahfidz Qur'ani, karakter disiplin, pondok pesantren.
Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Interaksi Guru Dan Murid Dalam Al-Qur'an (Qs. Al-Kahfi Ayat 66–70) Muhammad Faiz Aufa Athallah; Eko Surbiantoro; Ulvah Nur'aeni
Bandung Conference Series: Islamic Education 1069-1069
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26099

Abstract

Abstract. This study is motivated by the declining quality of teacher–student interaction, reflected in the weakening of values such as adab (proper conduct), humility, patience, empathy, and honesty in the learning process. In contrast, the Qur'an presents an exemplary educational interaction through the story of Prophet Musa (Moses) and Khidir in Surah Al-Kahfi verses 66–70. This study aims to analyze the interpretations of Surah Al-Kahfi verses 66–70 using the muqāran (comparative exegesis) approach to identify the moral educational values embedded in the verses. This qualitative study employed a library research method. Primary data were obtained from five tafsir works: Jami' al-Bayan by Al-Tabari, Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim by Ibn Kathir, Tafsir Al-Azhar by Hamka, Tafsir Al-Misbah by M. Quraish Shihab, and Fi Zhilalil Qur'an by Sayyid Qutb. Data were analyzed descriptively through a comparative examination of similarities and differences among the exegetes. The findings reveal six moral educational values in teacher–student interaction: proper conduct, humility, patience, empathy, honesty, and learning agreements. These values remain relevant for contemporary education in fostering humanistic, effective, and character-oriented learning relationships. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya kualitas interaksi antara guru dan murid yang ditandai dengan memudarnya nilai-nilai adab, tawadhu', sabar, empati, dan kejujuran dalam proses pembelajaran. Padahal, Al-Qur'an memberikan teladan interaksi pendidikan melalui kisah Nabi Musa a.s. dan Nabi Khidir dalam QS. Al-Kahfi ayat 66–70. Penelitian ini bertujuan menganalisis penafsiran para mufassir terhadap QS. Al-Kahfi ayat 66–70 menggunakan pendekatan tafsir muqāran (komparatif) untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari lima kitab tafsir, yaitu Jami' al-Bayan karya Al-Thabari, Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim karya Ibnu Katsir, Tafsir Al-Azhar karya Hamka, Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, dan Fi Zhilalil Qur'an karya Sayyid Quthb. Data dianalisis secara deskriptif-komparatif dengan membandingkan persamaan dan perbedaan penafsiran para mufassir. Hasil penelitian menunjukkan enam nilai pendidikan akhlak dalam interaksi guru dan murid, yaitu adab, tawadhu', sabar, empati, kejujuran, serta kontrak atau kesepakatan belajar. Nilai-nilai tersebut relevan diterapkan dalam pendidikan kontemporer sebagai landasan membangun hubungan edukatif yang humanis, efektif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Efektivitas Metode Mission-Based Learning with Role-Playing and Investigation dalam Pembelajaran PAI untuk Meningkatkan Pemahaman Menjauhi Pergaulan Bebas Nabila Nur Hanifah Agnel; Sobar Al Ghazal
Bandung Conference Series: Islamic Education 1070-1077
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26107

Abstract

Abstract. This study was motivated by students' low level of understanding regarding the importance of avoiding free association in Islamic Religious Education. The objectives of this study were to identify students' initial level of understanding, describe the implementation of the Mission-Based Learning with Role-Playing and Investigation method, and examine the effectiveness of the method in improving students' understanding of the importance of avoiding free association among tenth-grade students at SMAN 14 Bandung. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The research sample consisted of an experimental class and a control class. Data were collected using an objective multiple-choice test that had been validated and tested for reliability. The data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and the Mann-Whitney U Test because they were not normally distributed. The results showed that the mean score of the experimental group increased from 70.70 on the pretest to 86.16 on the posttest. The Wilcoxon Signed Rank Test indicated a significant improvement in the experimental group, while the Mann-Whitney U Test revealed a significant difference between the experimental and control groups after the treatment (p < 0.05). In addition, Cohen's d value of 0.636 indicated a medium effect size. Therefore, the Mission-Based Learning with Role-Playing and Investigation method was effective in improving students' understanding of the importance of avoiding free association in Islamic Religious Education. Keywords: Mission-Based Learning, Role-Playing, Investigation, Islamic Religious Education, Understanding. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman peserta didik mengenai pentingnya menjauhi pergaulan bebas pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi awal pemahaman peserta didik, mendeskripsikan implementasi metode Mission-Based Learning with Role-Playing and Investigation, serta mengetahui efektivitas metode tersebut dalam meningkatkan pemahaman peserta didik kelas X SMAN 14 Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas kelas eksperimen (43 siswa) dan kelas kontrol (42 siswa) yang ditentukan melalui purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tes objektif pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dan Mann-Whitney U Test karena data penelitian tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kelompok eksperimen meningkat dari 70,70 pada saat pretest menjadi 86,16 pada saat posttest. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kelompok eksperimen, sedangkan hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah perlakuan diberikan (p < 0,05), dengan nilai Cohen's d sebesar 0,636 yang menunjukkan effect size kategori sedang. Dengan demikian, metode Mission-Based Learning with Role-Playing and Investigation efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai pentingnya menjauhi pergaulan bebas pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Kata Kunci: Mission-Based Learning, Role-Playing, Investigation, Pendidikan Agama Islam, Pemahaman, Pergaulan Bebas.
Analisis Implementasi Pembelajaran Kitab Talim Muta'allim Hilmi Nurul Fadillah
Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26110

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran kitab Ta’lim al-Muta’allim dalam membentuk akhlak santri terhadap guru di lingkungan Pondok Pesantren Roudlotul Ulum, Parongpong. Kitab Ta’lim al-Muta’allim merupakan salah satu rujukan kitab klasik dalam pendidikan Islam yang menekankan pentingnya adab dalam proses menuntut ilmu, khususnya sikap hormat dan etika terhadap guru. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran kitab Ta’lim al-Muta’allim dilakukan melalui kegiatan pembelajaran rutin, keteladanan guru, pembiasaan perilaku, serta penguatan nilai-nilai adab dalam kehidupan sehari-hari santri. Nilai-nilai yang ditanamkan meliputi sikap tawadhu’, hormat, patuh, serta menjaga etika dalam berinteraksi dengan guru, yang terwujud antara lain dalam adab tidak berjalan mendahului guru dan memuliakan segala sesuatu yang berkaitan dengan guru. Implementasi tersebut terbukti memberikan kontribusi positif dalam membentuk akhlak santri, meskipun masih terdapat beberapa kendala seperti perbedaan latar belakang santri dan pengaruh lingkungan luar. Kata Kunci: Ta’lim al-Muta’allim, akhlak santri, pondok pesantren Abstract. This study aims to analyze the implementation of learning the book Ta’lim al-Muta’allim in shaping the moral character (akhlak) of santri toward their teachers at Pondok Pesantren Roudlotul Ulum, Parongpong. Ta’lim al-Muta’allim is a classical reference in Islamic education that emphasizes the importance of adab in the process of seeking knowledge, particularly respect and proper conduct toward teachers. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the leader, teachers, and santri of the pesantren, and analyzed using the Miles and Huberman model comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the learning of Ta’lim al-Muta’allim is implemented through routine learning activities, teacher role modeling, habituation, and reinforcement of adab values in the santri’s daily life. Values instilled include tawadhu’ (humility), respect, obedience, and proper etiquette toward teachers, reflected in concrete practices such as not walking ahead of the teacher and honoring everything belonging to the teacher. This implementation contributes positively to shaping santri’s akhlak, although constraints remain, such as differences in santri’s backgrounds and the influence of the external environment.
Implementasi metode yanbua dalam pembelajaran al quran di SMA plus Assalaam Bandung Acep Sukron Mamun; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education 1078-1085
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26127

Abstract

Abstract. Qur'anic learning plays an important role in fostering students' religious character. However, secondary school students still demonstrate varying levels of Qur'anic reading proficiency, particularly in terms of reading fluency and the correct application of tajwid rules. This study aims to describe the implementation of the Yanbu’a method in Qur'anic learning at SMA Plus Assalaam Bandung, focusing on its planning, implementation, evaluation, and the factors supporting and hindering its application. This study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving Qur'an teachers, students, and the school principal. The findings indicate that the implementation of the Yanbu’a method begins with an initial assessment and student grouping based on proficiency levels, followed by tiered instruction using the talaqqi and tahsin approaches, with continuous evaluation conducted through tasmi’ and sima’an activities. The implementation is supported by teachers' competence, institutional support, and a well-structured learning system, while its main challenges include the limited number of Yanbu’a-certified teachers and the diversity of students' initial reading abilities. The study concludes that the Yanbu’a method is effective in improving the quality of Qur'anic reading through a systematic, level-based learning process tailored to students' varying abilities.Keywords: Yanbu’a Method, Qur’anic Learning, Learning Implementation, Qur’anic Reading Ability Abstrak. Pembelajaran Al-Qur’an berperan penting dalam membentuk karakter religius peserta didik, namun kemampuan membaca Al-Qur’an siswa pada jenjang sekolah menengah masih beragam, terutama dalam aspek kelancaran dan ketepatan tajwid. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi metode Yanbu’a dalam pembelajaran Al-Qur’an di SMA Plus Assalaam Bandung yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru Al-Qur’an, siswa, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Yanbu’a diawali dengan asesmen kemampuan awal dan pengelompokan siswa berdasarkan tingkat kemampuan, dilanjutkan dengan pembelajaran bertahap melalui pendekatan talaqqi dan tahsin, serta evaluasi berkelanjutan melalui kegiatan tasmi’ dan sima’an. Keberhasilan implementasi didukung oleh kompetensi guru, dukungan sekolah, dan sistem pembelajaran yang terstruktur, sedangkan kendala utamanya meliputi keterbatasan guru bersertifikat Yanbu’a dan perbedaan kemampuan awal siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Yanbu’a efektif diterapkan untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an melalui pembelajaran yang sistematis, berjenjang, dan sesuai dengan kemampuan siswa.Kata Kunci: Metode Yanbu’a, Pembelajaran Al-Qur’an, Implementasi Pembelajaran, Kemampuan Membaca Al-Qur’an
Implementasi Model Pembelajaran Tutor Sebaya pada Materi Al-Qur'an dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Muhammad Abdul Latif
Bandung Conference Series: Islamic Education 1086-1093
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26140

Abstract

Abstract. This study examines how the peer tutoring learning model is implemented in the teaching of Qur’anic reading within Islamic Religious Education (PAI) at SMP Negeri 3 Cimahi. Field findings show that a considerable number of seventh-grade students still struggle with hijaiyah letters, makharijul huruf, and tajwid rules, while conventional teacher-centered instruction leaves little room for individual guidance. To respond to this gap, the school combined the Iqro’ method with a peer tutoring approach in which academically capable students act as tutors for their classmates. This research used a qualitative descriptive approach; data were gathered through observation, interviews with the PAI teacher and student tutors, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the model was implemented through three interrelated stages: planning—placement testing, tutor selection, and heterogeneous grouping; implementation—guided by the drill, talaqqi, and sima’i methods within a collaborative, student-centered, and humanistic learning atmosphere; and evaluation—covering both the learning process and reading outcomes, particularly makharijul huruf, tajwid accuracy, and fluency. Supporting factors included adequate facilities, the teacher’s facilitative role, and tutor readiness, while inhibiting factors included uneven reading ability among students, limited instructional time, and low self-confidence among some tutees. The peer tutoring model is concluded to be a contextually effective strategy for strengthening Qur’anic reading skills while fostering a more active, collaborative, and student-centered PAI classroom. Keywords: Peer Tutoring, Qur'anic Reading, Islamic Religious Education, Tajwid. Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana model pembelajaran tutor sebaya diterapkan dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 3 Cimahi. Temuan awal di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas VII masih kesulitan mengenal huruf hijaiyah, melafalkan makharijul huruf, dan menerapkan kaidah tajwid, sementara pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru kurang memberi ruang bimbingan yang bersifat individual. Untuk menjawab persoalan tersebut, sekolah memadukan metode Iqro’ dengan pendekatan tutor sebaya, yaitu siswa yang memiliki kemampuan membaca lebih baik diberi peran membimbing teman sekelompoknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model ini berlangsung melalui tiga tahapan yang saling berkaitan, yaitu perencanaan berupa tes awal, seleksi tutor, dan pembentukan kelompok heterogen; pelaksanaan yang ditopang oleh metode drill, talaqqi, dan sima’i dalam suasana belajar yang kolaboratif, berpusat pada siswa, dan humanistik; serta evaluasi yang mencakup evaluasi proses dan evaluasi hasil, khususnya pada aspek makharijul huruf, ketepatan tajwid, dan kelancaran bacaan. Faktor pendukung meliputi ketersediaan sarana, peran aktif guru sebagai fasilitator, dan kesiapan tutor, sedangkan faktor penghambat meliputi kesenjangan kemampuan antarsiswa, keterbatasan waktu pembelajaran, dan rendahnya rasa percaya diri sebagian siswa. Model tutor sebaya disimpulkan menjadi strategi yang kontekstual dan efektif untuk menguatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus menciptakan pembelajaran PAI yang lebih aktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. Kata Kunci: Tutor Sebaya, Membaca Al-Qur'an, Pendidikan Agama Islam, Tajwid.