cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 477 Documents
Implikasi Pendidikan Dari Q.S Al-Isra Ayat 34 Tentang Tanggung Jawab Wali Terhadap Anak Yatim Dan Q.S An-Nisa Ayat 2 Tentang Pengelolaan Harta Anak Yatim Terhadap Komitmen Beragama Seorang Mukmin Hanina Nur Khaidah; Sobar, Ulvah Al-Ghazal, Nur'aeni
Bandung Conference Series: Islamic Education 896-901
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25991

Abstract

Abstract. This study is motivated by ethical decline, erosion of social norms, and weakening religious commitment in the modern era, requiring the reinforcement of Quran-based Islamic educational values. This study aims to analyze the exegesis of Surah Al-Isra (v. 34) and Surah An-Nisa (v. 2), identify their core essence, and examine their educational implications for shaping a believer's religious commitment. Using a qualitative library research method and comparative tahlili exegesis across five mufassirs (Al-Tabari, Ibn Kathir, Al-Razi, Ibn 'Ashur, and Quraish Shihab), the findings reveal three main essences: protection of orphans' rights and assets, accountability in managing trust, and education fostering maturity and independence. Educational implications encompass trust-based character education, responsibility regarding promises, protection of social rights, moral education, and developmental stage-appropriate learning. Keywords: Educational Implications, Surah Al-Isra Verse 34, Surah An-Nisa Verse 2, Religious Commitment, Orphans. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kemerosotan etika, lunturnya norma sosial, dan melemahnya komitmen beragama di era modern yang menuntut penguatan nilai-nilai pendidikan Islam berbasis Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran Q.S. Al-Isra ayat 34 dan Q.S. An-Nisa ayat 2, mengidentifikasi esensi kandungannya, serta mengkaji implikasi pendidikannya terhadap pembentukan komitmen beragama seorang mukmin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan metode tafsir tahlili komparatif terhadap penafsiran lima mufassir: At-Thabari, Ibnu Katsir, Ar-Razi, Ibnu 'Asyur, dan Quraish Shihab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ayat tersebut mengandung tiga esensi utama: perlindungan hak dan harta anak yatim, akuntabilitas pengelolaan amanah, serta pendidikan menuju kedewasaan dan kemandirian. Implikasi pendidikannya meliputi pendidikan karakter berbasis amanah, tanggung jawab janji, perlindungan hak sosial, pendidikan akhlak, dan pembelajaran bertahap sesuai perkembangan peserta didik. Kata Kunci: Implikasi Pendidikan, Q.S. Al-Isra: 34, Q.S. An-Nisa: 2, Komitmen Beragama, Anak Yatim.
Nilai-Nilai Pendidikan Politik Islam Dalam Buku Tarbiyah Siyasiyah Karya Utsman Abdul Mu’iz Ruslan Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Agama Islam Naufal Musyaffa Rizqie
Bandung Conference Series: Islamic Education 945-952
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25994

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the values of Islamic political education contained in the book Tarbiyah Siyasiyah and their relevance to Islamic religious education. The background of this research is based on the importance of political education in shaping students’ character, social awareness, responsibility, and understanding of leadership values and social life in accordance with Islamic teachings. This research employed a qualitative method using a library research approach. Primary data were obtained from the book Tarbiyah Siyasiyah by Utsman Abdul Mu’iz Ruslan, while secondary data were collected from journals, scientific articles, and other relevant sources. The results of the study indicate that the book contains several values of Islamic political education, including leadership, deliberation (musyawarah), justice, ukhuwah (brotherhood), responsibility, and amar ma’ruf nahi munkar. These values are relevant to Islamic religious education because they can be applied in shaping morality, democratic attitudes, and students’ awareness of social and national life. Therefore, Islamic political education can become an important part of strengthening Islamic character education in educational institutions. Keywords: Islamic political education, Tarbiyah Siyasiyah, Islamic religious education, Islamic values, character education. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan politik Islam yang terkandung dalam buku Tarbiyah Siyasiyah serta relevansinya terhadap pendidikan agama Islam. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pendidikan politik dalam membentuk karakter peserta didik yang memiliki kesadaran sosial, tanggung jawab, serta pemahaman terhadap nilai-nilai kepemimpinan dan kehidupan bermasyarakat sesuai ajaran Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari buku Tarbiyah Siyasiyah karya Utsman Abdul Mu’iz Ruslan, sedangkan data sekunder berasal dari jurnal, artikel ilmiah, dan sumber lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa nilai pendidikan politik Islam, di antaranya nilai kepemimpinan, musyawarah, keadilan, ukhuwah, tanggung jawab, serta amar ma’ruf nahi munkar. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi dengan pendidikan agama Islam karena dapat diterapkan dalam pembentukan akhlak, sikap demokratis, dan kesadaran peserta didik terhadap kehidupan sosial dan berbangsa. Dengan demikian, pendidikan politik Islam dapat menjadi bagian penting dalam penguatan pendidikan karakter Islami di lingkungan pendidikan. Kata Kunci: pendidikan politik Islam, Tarbiyah Siyasiyah, pendidikan agama Islam, nilai-nilai Islam, pendidikan karakter.
Internalisasi Nilai Tabayyun Etika Verifikasi Informasi Dalam Buku Siswa Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA Kelas XI: Studi Literatur Kurikulum Merdeka dan Tafsir Surah Al-Hujurat Ayat 6 Muhammad Rizky Nursusanto; Iwan Sanusi
Bandung Conference Series: Islamic Education 953-960
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25995

Abstract

The rapid development of digital technology has increased the spread of information, including misinformation and hoaxes. This condition highlights the importance of tabayyun as an Islamic ethical principle for verifying information before accepting or disseminating it. This study aims to analyze the internalization of tabayyun values in the Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti textbook for Grade XI Senior High School in the Merdeka Curriculum. This research employed a qualitative approach with a library research method. The primary data were obtained from the Grade XI PAI textbook and Ibn Kathir’s interpretation of Surah Al-Hujurat verse 6, while secondary data were collected from relevant books and scientific journals. Data were analyzed using content analysis. The findings indicate that the values of tabayyun are reflected in the topics of critical thinking, maintaining proper speech, and social media ethics. However, these values have not been explicitly integrated with the concept of tabayyun based on Surah Al-Hujurat verse 6, and operational guidance for information verification is still limited. Therefore, strengthening the integration of tabayyun values in learning materials is necessary to support students critical thinking and digital literacy.
Efektifitas Pembelajaran dengan Media Flashcard Juz'aama dalam Meningkatkan Daya Ingat Anak di SDIT Anak Kreatif Tasya Aulia Durriyyah
Bandung Conference Series: Islamic Education 961-966
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26013

Abstract

Abstract. Students’ memory ability in Qur’an memorization at SDIT Anak Kreatif remains relatively low. Learning activities are still dominated by conventional approaches with limited use of engaging visual learning media, resulting in reduced learning interest and difficulties in retaining Qur’an memorization. Therefore, the implementation of Juz ‘Amma Flashcard Media is expected to improve students’ memory ability in Qur’an memorization. This study aimed to determine the effectiveness of Juz ‘Amma Flashcard Media in enhancing Qur’an memorization memory ability among second-grade students at SDIT Anak Kreatif. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental method using a Nonequivalent Control Group Design. The population consisted of all students at SDIT Anak Kreatif, while the sample included second-grade students assigned to an experimental group and a control group. Data were collected through tests, observations, and documentation and analyzed using descriptive analysis, normality test, homogeneity test, Paired Sample t-test, hypothesis testing, and effectiveness testing. The findings showed that the experimental group’s mean score increased from 57.65 in the pretest to 65.25 in the posttest, while the control group improved from 51.35 to 60.60. The Paired Sample t-test produced a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.000 (< 0.05), indicating a statistically significant difference between the pretest and posttest scores. The experimental group achieved a higher mean score improvement (9.250) than the control group (7.600). These findings indicate that Juz ‘Amma Flashcard Media is more effective than conventional learning methods in improving students’ memory ability in Qur’an memorization. Keywords: Flashcard Media, Juz ‘Amma, Memory Ability, Qur’an Memorization, Quasi-Experimental Research. Keywords: Flashcard Media, Juz ‘Amma, Memory Ability, Qur’an Memorization, Quasi-Experimental Research Abstrak. Kemampuan daya ingat siswa dalam menghafal Al-Qur’an di SDIT Anak Kreatif masih tergolong rendah. Pembelajaran yang didominasi oleh metode konvensional dengan penggunaan media visual yang terbatas menyebabkan siswa kurang antusias dan mengalami kesulitan dalam mempertahankan hafalan. Oleh karena itu, Media Flashcard Juz ‘Amma diharapkan dapat meningkatkan daya ingat hafalan Al-Qur’an siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Media Flashcard Juz ‘Amma dalam meningkatkan daya ingat hafalan Al-Qur’an siswa kelas II di SDIT Anak Kreatif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik SDIT Anak Kreatif, sedangkan sampel terdiri atas siswa kelas II yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, Paired Sample t-test, uji hipotesis, dan uji efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelompok eksperimen meningkat dari 57,65 pada pretest menjadi 65,25 pada posttest, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 51,35 menjadi 60,60. Hasil Paired Sample t-test memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Peningkatan nilai rata-rata kelompok eksperimen sebesar 9,250 lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 7,600. Hasil penelitian membuktikan bahwa Media Flashcard Juz ‘Amma lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan daya ingat hafalan Al-Qur’an siswa kelas II di SDIT Anak Kreatif. Kata Kunci: Media Flashcard, Juz ‘Amma, Daya Ingat, Hafalan Al-Qur’an, Quasi Eksperimen
Pengaruh Implementasi Deep Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Terhadap Berpikir Kritis Siswa Di SMA Plus Muallimin 50 Lembang Muhammad Agum Hidayah Hanumara; Alhamuddin; Iwan Sanusi
Bandung Conference Series: Islamic Education 967-975
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26024

Abstract

Abstract. This study was motivated by the persistently low critical thinking skills of students in Islamic Religious Education (PAI) classes, a result of instruction dominated by teacher-centered approaches. This situation highlighted the need to implement a "Deep Learning" approach, which emphasizes meaningful, reflective, and student-centered learning. The study aimed to examine the implementation of Deep Learning in PAI instruction and analyze its impact on students' critical thinking skills at SMA Plus Muallimin 50 Lembang. The research was grounded in the constructivist theories of Piaget and Vygotsky, Ausubel’s theory of Meaningful Learning, and Deep Learning theories as defined by Biggs and Tang and the Ministry of Education and Culture (Kemendikbudristek). A quantitative approach using an experimental method was employed; the entire population of 149 students served as the saturated sample. Data were collected via observation sheets and tests, then analyzed using descriptive and non-parametric statistics—specifically normality tests, Spearman Rank correlation, significance tests, and the coefficient of determination. The results indicated that the implementation of Deep Learning fell into the "good" category, with an average score of 86.86. The dimensions of mindful learning, joyful learning, and meaningful learning achieved scores of 91.99%, 89.91%, and 89.54%, respectively. However, the Spearman Rank correlation test yielded a coefficient of -0.063 with a significance level of 0.445 (>0.05), suggesting no statistical linear correlation due to a ceiling effect where both variables achieved uniformly high scores. Nevertheless, test assessments confirmed that students' critical thinking skills reached a high level as a result of the deep learning implementation Keywords: Deep Learning, Critical Thnking, Islamic Religius Education, Ceiling Effect, Learning Evaluation. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran PAI akibat pembelajaran yang masih didominasi oleh pendekatan teacher-centered. Kondisi tersebut mendorong perlunya penerapan pendekatan Deep Learning yang menekankan pembelajaran bermakna, reflektif, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Deep Learning dalam pembelajaran PAI serta menganalisis pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di SMA Plus Muallimin 50 Lembang. Penelitian ini menggunakan landasan teori konstruktivisme (Piaget & Vygotsky), teori Meaningful Learning (Ausubel), serta teori Deep Learning (Biggs & Tang; Kemendikbudristek). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimental dengan populasi sebanyak 149 siswa yang sekaligus dijadikan sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan tes, selanjutnya dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik nonparametrik (uji normalitas, korelasi Spearman Rank, uji signifikansi, dan koefisien determinasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Deep Learning berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 86,86. Dimensi mindful learning, joyful learning, dan meaningful learning masing-masing memperoleh persentase sebesar 91,99%, 89,91%, dan 89,54%. Namun, hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,063 dengan signifikansi 0,445 (>0,05), sehingga secara statistik inferensial tidak terdapat korelasi linier yang signifikan antara tingkat variasi X dan Y. Hal ini disebabkan olehtimbulnya ceiling effect (efek langit-langit), di mana skor variabel implementasi Deep Learning (X) dan kemampuan berpikir kritis (Y) sama-sama berada pada kategori sangat tinggi secara merata. Walaupun demikian, penilaian tes membuktikan secara empiris bahwa tingkat kemampuan berpikir kritis siswa telah berada pada kategori sangat baik melalui penerapan pembelajaran mendalam. Kata Kunci: Deep Learning Berpikir Kritis, Pendidikan Agama Islam, Ceiling Effect, Evaluasi Pembelajaran.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Film Sejuta Sayang Untuknya R.A. Fiqhiyah El Islamiyah ZA; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education 976-986
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26033

Abstract

Abstrak. Pendidikan Islam merupakan pendidikan utama dalam pembentukan pribadi manusia agar memiliki sifat yang lebih terarah. Pendidikan Islam sangat berperan dalam membentuk kepribadian manusia dalam berhubungan, bersikap, bertindak, serta berpikir. Akan tetapi hingga saat ini, masih banyak tindakan dari kalangan pelajar yang bertentangan dengan ajaran agama. Oleh karena itu, permasalahan-permasalahan tersebut tidak bisa diabaikan dan harus segera diatasi, di antaranya adalah dengan cara membina, membimbing, menasihati, serta menanamkan perilaku yang baik kepada peserta didik. Adapun salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menanamkan ajaran agama Islam, seperti pendidikan akidah, syariah, dan akhlak agar peserta didik memiliki perilaku yang baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai tersebut, yaitu dengan memanfaatkan film sebagai media pembelajaran. Sejuta Sayang Untuknya merupakan salah satu film yang dapat dijadikan alternatif media pembelajaran karena di dalamnya terdapat nilai-nilai pendidikan Islam yang dapat ditanamkan dalam diri para penontonnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan akidah, syariah, dan akhlak yang terdapat dalam film Sejuta Sayang Untuknya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan dokumentasi kemudian data dianalisis menggunakan metode analisis wacana kritis Norman Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Sejuta Sayang Untuknya mengandung nilai-nilai pendidikan akidah, syariah, dan akhlak seperti iman kepada Allah, praktik utang-piutang, salat, tidak pacaran, kerja keras dan tekun, sabar, tolong-menolong, pemaaf, jujur, serta berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal.. Kata Kunci: Nilai Pendidikan Islam, Film Sejuta Sayang Untuknya. Abstract. Islamic education plays a central role in shaping individuals to develop more purposeful character traits. It significantly influences how people interact, behave, act, and think. However, to this day, many students’ actions still contradict religious teachings. Therefore, these issues cannot be ignored and must be addressed immediately—including through nurturing, guiding, advising, and instilling good behavior in students. One effective approach to addressing these issues is by instilling Islamic teachings, such as education in faith (aqidah), Islamic law (sharia), and ethics (akhlak), so that students exhibit good behavior. One way to instill these values is by utilizing films as a learning medium. A Million of Loves for You is a film that can serve as an alternative learning medium because it contains Islamic educational values that can be instilled in its audience. This study aims to identify the values of aqidah, sharia, and akhlaq found in the film A Million of Loves for You. This study employs a qualitative approach. Data were collected through observation and documentation, and then analyzed using Norman Fairclough’s critical discourse analysis method. The results of the study show that the film A Million of Loves for You contains educational values related to faith, sharia, and ethics, such as faith in Allah, the practice of lending and borrowing, prayer, abstaining from dating, hard work and perseverance, patience, mutual aid, forgiveness, honesty, and devotion to deceased parents.. Keywords: Values of Islamic Education, the film A Million of Loves for You.
Nilai Pendidikan Dari QS. Al-Hasyr Ayat 18-20 Tentang Kesadaran Eksistensial Muhammad Fajri Al Atsari; Fitroh Hayati; Nabilah Nuraini
Bandung Conference Series: Islamic Education 987-993
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26036

Abstract

Abstract. This study examines the educational values contained in QS. Al-Hasyr verses 18–20 concerning existential awareness. Current social realities indicate a decline in existential awareness among the younger generation, reflected in the increase of bullying cases in educational settings from 285 cases in 2023 to 573 cases in 2024, according to data from the Indonesian National Police Criminal Information Center (Pusiknas Polri). This phenomenon highlights the need to strengthen existential awareness within Islamic education. This study employs a qualitative approach using library research and the tahlili method of Qur’anic exegesis. The primary sources include Tafsir Al-Qur'an Al-‘Azhim by Ibn Kathir, Jami’ al-Bayan by Ath-Tabari, Aysar al-Tafasir by Abu Bakr Al-Jazairi, Tafsir Al-Maraghi by Al-Maraghi, and Ruh al-Ma’ani by Al-Alusi. The findings reveal that QS. Al-Hasyr verses 18–20 contain seven dimensions of existential awareness: muhasabah (self-reflection), life orientation toward the Hereafter, responsibility for the freedom to act, awareness of the transient nature of worldly life, awareness of Allah’s presence as the foundation of existence, moral awareness and integrity, and awareness of human limitations before Allah. These dimensions give rise to seven educational values: reflective character development, meaningful life orientation, moral responsibility, productive use of time, spiritual development, cultivation of noble character, and humility (tawadhu’) accompanied by dependence upon Allah. This study concludes that QS. Al-Hasyr verses 18–20 provides a comprehensive foundation for fostering existential awareness and nurturing individuals who are pious, morally upright, responsible, and oriented toward success in both this world and the Hereafter. Keywords: QS. Al-Hasyr verses 18–20, Islamic Educational Values, Existential Awareness. Abstrak. Penelitian ini mengkaji nilai pendidikan dari QS. Al-Hasyr ayat 18-20 tentang kesadaran eksistensial. Realitas sosial menunjukkan memudarnya kesadaran eksistensial di kalangan generasi muda, ditandai dengan peningkatan kasus perundungan di lingkungan pendidikan dari 285 kasus (2023) menjadi 573 kasus (2024) berdasarkan data Pusiknas Polri. Fenomena ini mendasari perlunya revitalisasi dalam membangun kesadaran eksistensial di ranah pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif dan metode tafsir tahlili. Sumber data primer adalah Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim karya Ibnu Katsir, Tafsir Jami’ul Bayan karya Ath-Thabari, Aysar At-Tafasir karya Abu Bakar Al-Jazairy, Tafsir Al-Maraghi karya Al-Maraghi, dan Tafsir Ruhul Ma’ani karya Al-Alusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Hasyr ayat 18–20 mengandung tujuh esensi kesadaran eksistensial, yaitu muhasabah sebagai kesadaran diri, orientasi hidup menuju akhirat, tanggung jawab atas kebebasan bertindak, kesadaran akan kefanaan dunia, kesadaran kehadiran Allah sebagai landasan eksistensi, kesadaran moral dan integritas, serta kesadaran akan keterbatasan manusia di hadapan Allah. Dari ketujuh esensi tersebut ditemukan tujuh nilai pendidikan yang meliputi pembentukan karakter reflektif, orientasi hidup yang bermakna, tanggung jawab moral, pemanfaatan waktu secara produktif, penguatan spiritualitas, pembinaan akhlak mulia, dan penanaman sikap tawadhu’ serta ketergantungan kepada Allah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa QS. Al-Hasyr ayat 18–20 merupakan fondasi pendidikan Islam yang komprehensif dalam membangun kesadaran eksistensial sehingga mampu membentuk pribadi yang bertakwa, berkarakter, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kebahagiaan dunia serta akhirat. Kata kunci: QS. Al-Hasyr ayat 18–20, Nilai pendidikan Islam, Kesadaran eksistensial.
Nilai-Nilai Pendidikan Interaksi dengan Orang Asing dalam Q.S. Al-Qashash Ayat 23-28 tentang Husnul Mu'amalah Iqlima Amarylis Noor Fatwa
Bandung Conference Series: Islamic Education 994-1003
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26058

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengkaji nilai-nilai pendidikan interaksi dengan orang asing yang terkandung dalam Q.S. Al-Qashash ayat 23-28 tentang husnul mu'amalah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh gejala pergeseran nilai dalam interaksi sosial di era globalisasi, seperti kecurigaan, intoleransi, xenofobia, dan eksploitasi terhadap pihak yang lemah ketika berhadapan dengan orang yang belum dikenal, sementara pendidikan Islam formal masih jarang mengajarkan etika sosial kontekstual secara eksplisit. Permasalahan yang dirumuskan: (1) bagaimana pendapat para mufasir mengenai Q.S. Al-Qashash ayat 23-28; (2) apa esensi yang terkandung dalam ayat tersebut; (3) bagaimana teori husnul mu'amalah dan teori sosial yang relevan menjelaskan esensi itu; dan (4) nilai-nilai pendidikan apa yang dapat diambil darinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa Q.S. Al-Qashash ayat 23-28 beserta kitab tafsir At-Thabari, Ar-Razi, Ibnu Katsir, Sayyid Quthb, dan Ibnu 'Asyur, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku dan jurnal ilmiah relevan, termasuk teori sosial Simmel, Soekanto, Dewey, Buber, Habermas, dan Maslow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan ayat berfokus pada husnul mu'amalah, batasan moral antargender, dan profesionalisme dalam bekerja. Empat esensi utama yang ditemukan: membantu orang yang kesulitan, memberikan rasa aman, tidak mengharapkan imbalan, dan tidak memanfaatkan kebaikan orang lain, yang melahirkan tujuh nilai pendidikan: kepekaan sosial, kesegeraan bertindak, keamanan emosional, husnuzan, keikhlasan, interaksi dialogis, dan pemberdayaan yang bermartabat terhadap orang asing. Abstract. This study examines the educational values of interaction with strangers contained in Surah Al-Qashash verses 23-28 concerning husnul mu'amalah (excellent conduct in social interaction). It is motivated by a shift in social values in the era of globalization, such as suspicion, intolerance, xenophobia, and exploitation of vulnerable people when dealing with strangers, while formal Islamic education still rarely teaches contextual social ethics explicitly. The problems formulated are: (1) how do commentators interpret Surah Al-Qashash 23-28; (2) what essence is contained in the verses; (3) how does the theory of husnul mu'amalah and relevant social theory explain that essence; and (4) what educational values can be drawn from it. This research uses a qualitative approach with a descriptive method and library research design. Primary data are Surah Al-Qashash 23-28 and the exegetical works of At-Thabari, Ar-Razi, Ibn Kathir, Sayyid Quthb, and Ibn 'Ashur, while secondary data are drawn from relevant books and journals, including the social theories of Simmel, Soekanto, Dewey, Buber, Habermas, and Maslow. The results show that the verses center on husnul mu'amalah, moral boundaries between genders, and professionalism at work. Four essential teachings emerge: helping people in difficulty, providing a sense of security, expecting nothing in return, and not exploiting others' kindness, which in turn give rise to seven educational values: social sensitivity, promptness in action, emotional security, husn al-zann, sincerity, dialogical interaction, and dignified empowerment of strangers.
Pembiasaan Shalat Dzuhur Berjamaah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa SMK Karya Pembaharuan Di Bekasi Hani Attur Ropikoh; Nan Rahminawati
Bandung Conference Series: Islamic Education 1004-1011
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26062

Abstract

Abstract. This study discusses the habituation of congregational midday prayers (shalat dzuhur) to improve student discipline at SMK Karya Pembaharuan, Bekasi. Education is an essential pillar in developing individual character and national civilization. SMK Karya Pembaharuan is a vocational educational institution that emphasizes religious values, discipline, morals, and ethics as the core foundation of student personality development. This study aims to determine: (1) the philosophical foundation regarding the congregational midday prayer habituation program, (2) the implementation steps taken by teachers and students, and (3) the results and effectiveness of this habituation in enhancing student discipline at SMK Karya Pembaharuan. This study used a qualitative approach with a descriptive research method. Data were collected through non-participant observation, semi-structured interviews with the deputy principal of student affairs, PAI teachers, and students, as well as documentation analysis. Data were analyzed using qualitative data analysis techniques consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of this study indicate that the habituation of congregational midday prayers effectively improves student discipline in terms of punctuality, adherence to school regulations, and spiritual self-awareness. Abstrak. Penelitian ini membahas mengenai pembiasaan shalat dzuhur berjamaah dalam peningkatan kedisiplinan siswa di SMK Karya Pembaharuan Bekasi. Pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun karakter individu dan peradaban bangsa. SMK Karya Pembaharuan merupakan lembaga pendidikan kejuruan yang memperhatikan nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, akhlak, moral, dan etika sebagai pangkal pendidikan kepribadian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) landasan filosofi terkait program pembiasaan shalat dzuhur berjamaah, (2) langkah-langkah yang dilakukan oleh guru dan siswa terhadap pembiasaan shalat dzuhur berjamaah, serta (3) hasil dari pembiasaan shalat dzuhur berjamaah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMK Karya Pembaharuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru PAI, dan siswa, serta studi dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan shalat dzuhur berjamaah memberikan dampak positif dalam meningkatkan kedisiplinan siswa, baik kedisiplinan waktu, ketaatan terhadap tata tertib sekolah, maupun kesadaran beribadah secara mandiri.
Pengaruh Media Pembelajaran Video Animasi Islami Terhadap Materi Praktik Shalat Siswa Kelas II SD Asy-Syifa 1 Bandung Monika Oktaviana Putri; Asep Dudi Suhardini
Bandung Conference Series: Islamic Education 1012-1019
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26064

Abstract

Abstract. This study aimed to analyze the effect of Islamic animated video learning media on the mastery of prayer practice material among second-grade students at SD Asy-Syifa 1 Bandung. This quantitative study employed an experimental design, involving 56 second-grade students, consisting of 30 males and 26 females. Data analysis was performed using descriptive statistics and instrument validity-reliability tests. Pretest results indicated that students' prayer practice abilities before the Islamic animated video media intervention were at a low level, with a mean score of 39.25 (standard deviation 6.05), suggesting that most students still struggled with understanding and performing prayer practices. Instrument validity tests showed that both pretest (r-count = 0.942) and posttest (r-count = 0.964) items were declared valid, as their r-counts were significantly greater than r-table (0.263). Furthermore, a reliability test with a Cronbach's Alpha of 0.887 confirmed that the instrument was highly reliable and consistent in measuring students' prayer practices. This study strengthens the cognitive theory of visual learning by positioning Islamic animated videos as an effective mechanism for enhancing fine motor skills and conceptual understanding of religious practices. These findings highlight the potential of digital media in improving the quality of Islamic religious education, suggesting schools further integrate technology into the prayer learning process. Keywords:Learning Media, Islamic Animated Video, Prayer Practice, Elementary Students, Islamic Religious Education. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media pembelajaran video animasi Islami terhadap penguasaan materi praktik shalat pada siswa kelas II SD Asy-Syifa 1 Bandung. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen, melibatkan 56 siswa kelas II yang terdiri dari 30 laki-laki dan 26 perempuan. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji validitas-reliabilitas instrumen. Hasil pretest menunjukkan bahwa kemampuan praktik shalat siswa sebelum intervensi media video animasi Islami berada pada tingkat rendah, dengan nilai rata-rata 39,25 (standar deviasi 6,05), mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami dan melaksanakan praktik shalat. Uji validitas instrumen menunjukkan bahwa item pretest (r-hitung = 0,942) dan posttest (r-hitung = 0,964) dinyatakan valid karena r-hitung keduanya jauh lebih besar dari r-tabel (0,263). Selain itu, uji reliabilitas dengan Cronbach's Alpha sebesar 0,887 menegaskan bahwa instrumen ini sangat reliabel dan konsisten dalam mengukur praktik shalat siswa. Studi ini memperkuat teori kognitif pembelajaran visual dengan menempatkan video animasi Islami sebagai mekanisme efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus dan pemahaman konseptual praktik ibadah. Temuan ini menggarisbawahi potensi media digital dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam, menyarankan sekolah untuk lebih mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran shalat. (maks. 250 kata). Kata Kunci: Media Pembelajaran, Video Animasi Islami, Praktik Shalat, Siswa SD, Pendidikan Agama Islam.