p-Index From 2021 - 2026
8.598
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) Alignment: Journal of Administration and Educational Management JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Journal on Education Gema Kampus IISIP YAPIS Biak Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Abdi Masyarakat Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Journal of Elementary School (JOES) Journal of Classroom Action Research Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Tolis Ilmiah: Jurnal Penelitian Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Journal of Educational Review and Research Journal La Edusci Empiricism Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Mamangan Social Science Journal Jurnal Pepadu Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, Dan Sosial Humaniora West Science Social and Humanities Studies PARADUTA : Jurnal Ekonomi dan Ilmu-Ilmu Sosial E-CLUE Journal of English Culture, Language, Literature and Education Journal of Authentic Research JER Journal of Development Economics and Digitalization, Tourism Economics (JDEDTE) Wissen: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora SOCED SASAMBO : Journal of Social Education Sasambo JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN MADAKO Jurnal Pendidikan dan Keguruan 12 Waiheru
Claim Missing Document
Check
Articles

TRADISI NYELAMAK DI LAOK SEBAGAI REFLEKSI RASA SYUKUR DAN DOA KESELAMATAN NELAYAN DI DESA TANJUNG LUAR LOMBOK TIMUR Sri Wahyuni Sri; Febi Yanti; Ilmi Ainushofa; Grita Inggrid L; Alabani Adam Kamal; Hamidsyukrie ZM; Jepri Utomo
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 1 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i1.9793

Abstract

ABSTRAK Artikel ini membahas tradisi Nyelamak Dilaok yang dilaksanakan oleh masyarakat pesisir di Desa Tanjung Luar, Kabupaten Lombok Timur, sebagai refleksi rasa syukur dan doa keselamatan bagi nelayan. Tradisi ini tidak hanya menjadi warisan budaya turun-temurun, tetapi juga memperlihatkan hubungan erat antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Nyelamak Dilaok memiliki makna religius, sosial, dan ekologis yang kuat. Nilai rasa syukur tercermin dalam persembahan sesajen dan pelarungan kepala kerbau ke laut, sementara doa keselamatan diwujudkan melalui ritual yang melibatkan seluruh komunitas. Tradisi ini juga memperkuat solidaritas sosial, gotong royong, serta pelestarian lingkungan laut. Di tengah arus modernisasi dan heterogenitas budaya di Tanjung Luar, Nyelamak Dilaok tetap dipertahankan sebagai identitas budaya lokal yang mencerminkan keharmonisan hidup manusia dengan alam.
NILAI SOSIAL DAN RELIGI PROSESI BISOQ MENIK (CUCI BERAS) DALAM TRADISI MAULID ADAT BAYAN Hana Maulida Safitri hana; Sukma Maulida Afriani; Ulfi Kamalia; Wardhatul Sa’adah; Alfi Nur Hafiz; Hamidsyukrie ZM; Jepri Utomo
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 1 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i1.9796

Abstract

ABSTRAK Tradisi Bisoq Menik merupakan salah satu rangkaian dalam perayaan Maulid Adat Bayan di Desa Karang Bajo, Kabupaten Lombok Utara, yang mengandung nilai sosial dan religius yang tinggi. Prosesi mencuci beras oleh perempuan adat ini bukan sekadar ritual fisik, tetapi simbol kebersihan lahir dan batin serta bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur dan ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengungkap makna di balik ritual tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bisoq Menik mencerminkan integrasi antara nilai spiritual, nilai sosial, dan kearifan lokal masyarakat Sasak. Tradisi ini memperkuat solidaritas, menjaga stabilitas sosial, serta menjadi sarana pewarisan nilai budaya melalui mekanisme kontrol sosial yang ketat. Didasarkan pada teori fungsionalisme struktural Emile Durkheim, prosesi ini berfungsi menjaga keteraturan sosial dan identitas kolektif masyarakat di tengah arus modernisasi.
Dampak Pernikahan Usia Anak Dan Kehidupan Sosial Ekonomi Keluarga Di Desa Sekongkang Bawah, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat Sania; Suryanti, Novi; Utomo, Jepri
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/45cp3d87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya pernikahan usia anak serta dampak terhadap kehidupan sosial ekonomi keluarga di Desa Sekongkang Bawah, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah pasangan yang menikah di usia anak, sedangkan informan penelitian meliputi orang tua, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak terkait yang mengetahui secara langsung praktik pernikahan usia anak di wilayah penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya pernikahan usia anak di Desa Sekongkang Bawah yaitu faktor pergaulan bebas, faktor orang tua, dan faktor teman sebaya. Sedangkan dampak pernikahan usia anak terhadap kehidupan sosial ekonomi keluarga yaitu; putus sekolah, kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan, dan pendapatan yang diperoleh rendah dan tidak stabil. Hal tersebut menyebabkan ketergantungan ekonomi terhadap orang tua, dan menimbulkan beban ekonomi baru dalam keluarga
Pernikahan Usia Anak Dan Kehidupan Sosial Ekonomi Keluarga Di Desa Sekongkang Bawah, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat Oktaviani, Sania; Suryanti, Novi; Utomo, Jepri
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/w3jqjj41

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab dan dampak pernikahan usia anak terhadap kehidupan sosial ekonomi keluarga di Desa Sekongkang Bawah, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. Meskipun peraturan telah menetapkan batas usia minimal pernikahan, praktik pernikahan dini masih tinggi di wilayah pedesaan, sementara kajian yang menyoroti hubungan antara faktor budaya lokal dan kondisi sosial ekonomi masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek utama terdiri atas 10 pasangan yang menikah di bawah usia 19 tahun dan lima informan pendukung, yaitu kepala desa, ketua RT, remaja desa, dan remaji. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab pernikahan usia anak meliputi pergaulan bebas, faktor orang tua, faktor individu, faktor kebiasaan/budaya. Dampaknya bersifat negatif terhadap kehidupan sosial ekonomi keluarga, ditandai dengan rendahnya pendidikan, keterbatasan pekerjaan, serta ketidaksiapan psikologis pasangan muda. Penelitian terdahulu lebih banyak membahas penyebab pernikahan usia anak, sedangkan dampaknya terhadap kesejahteraan sosial ekonomi keluarga di daerah pedesaan belum banyak diungkap secara mendalam. This study aims to determine the causes and impacts of child marriage on the socio-economic life of families in Sekongkang Bawah Village, Sekongkang District, West Sumbawa Regency. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through interviews, observation, and documentation, while data analysis was carried out through the process of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the factors causing child marriage in Sekongkang Bawah village include: (a) promiscuity, (b) individual factors, (c) parental factors, and (d) cultural or habitual factors. Meanwhile, the impact of child marriage on the socio-economic life of families is generally negative, especially implications for low levels of education, limited employment and income, and impaired health and psychological conditions of young couples. However, some individuals also experience positive impacts from child marriage, such as avoiding adultery, learning to become more mature individuals, and fostering a sense of responsibility towards partners and families.  
Penerapan Kooperatif Tipe Index Card Match dalam Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XI IPS 1 SMA Nahdlatul Wathan Narmada Laeli, Inayatul; Masyhuri; Utomo, Jepri
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/njhaza72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi melalui penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Index Card Match. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas dua pertemuan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Kooperatif Tipe Index Card Match mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Persentase keterlaksanaan pembelajaran meningkat dari 58,43% pada siklus I menjadi 85% pada siklus II dan telah memenuhi indikator kinerja yang ditetapkan sebesar 85%. Tingkat keaktifan siswa meningkat dari 66,6% pada siklus I menjadi 77,7% pada siklus II, melampaui indikator kinerja 75%. Selain itu, ketuntasan hasil belajar siswa meningkat dari 61,1% pada siklus I menjadi 77,7% pada siklus II, serta telah mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 75. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Index Card Match efektif dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Nahdlatul Wathan Narmada pada mata pelajaran Sosiologi.
Analisis Dampak Media Sosial Facebook Terhadap Cybercrime  di Desa Pengadang Kabupaten Lombok Tengah Maharani, Anggelina Puspita; Syafruddin, Syafruddin; Utomo, Jepri
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ts51ta05

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak penggunaan media sosial Facebook terhadap cybercrime di Desa Pengadang, Kabupaten Lombok Tengah, dengan menekankan bentuk kejahatan, dampak sosial-psikologis, serta perubahan perilaku digital masyarakat. Kajian sebelumnya cenderung menempatkan cybercrime sebagai persoalan teknis atau fenomena perkotaan, sehingga masih terbatas menjelaskan bagaimana karakter sosial masyarakat pedesaan, relasi kepercayaan antarwarga, serta penggunaan Facebook untuk aktivitas ekonomi lokal membentuk kerentanan terhadap kejahatan siber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur terhadap sembilan subjek dan empat informan kunci, serta dokumentasi lapangan. Analisis dilakukan melalui coding tematik yang mencakup reduksi data, pembentukan kategori, interpretasi berbasis teori, dan triangulasi sumber, teknik, serta waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cybercrime melalui Facebook di Desa Pengadang muncul dalam empat pola utama, yaitu penipuan online melalui undian dan giveaway palsu, penyebaran informasi palsu dalam transaksi jual beli, peretasan akun dan penyalahgunaan identitas digital, serta konflik sosial yang berawal dari interaksi di Facebook. Dampaknya tidak hanya berupa kerugian finansial, tetapi juga kecemasan, rasa malu, penurunan kepercayaan terhadap transaksi daring, terganggunya usaha kecil, dan merenggangnya hubungan sosial antarwarga. Temuan ini menunjukkan bahwa pesan manipulatif di Facebook bekerja efektif ketika bertemu dengan literasi digital yang rendah, kedekatan sosial desa, dan kepercayaan terhadap simbol otoritas seperti figur publik atau akun yang tampak meyakinkan. Dengan demikian, kontribusi penelitian ini terletak pada penjelasan bahwa cybercrime di pedesaan bukan sekadar akibat penggunaan teknologi, melainkan hasil pertemuan antara fitur media sosial, struktur sosial lokal, dan kemampuan verifikasi informasi masyarakat. This study analyzes the impact of Facebook use on cybercrime in Pengadang Village, Central Lombok Regency, focusing on forms of crime, socio-psychological consequences, and changes in community digital behavior. Previous studies have tended to frame cybercrime as a technical issue or an urban phenomenon, leaving limited explanation of how rural social relations, interpersonal trust, and Facebook-based local economic activities shape vulnerability to digital crime. This research employed a qualitative case study design. Data were collected through non-participant observation, semi-structured interviews with nine subjects and four key informants, and field documentation. The data were analyzed through thematic coding involving data reduction, category development, theory-based interpretation, and triangulation of sources, techniques, and time. The findings reveal four main patterns of Facebook-related cybercrime in Pengadang Village: online fraud through fake lotteries and giveaways, misinformation in online buying and selling, account hacking and misuse of digital identities, and social conflict emerging from Facebook interactions. These forms of cybercrime produced not only financial losses but also anxiety, shame, declining trust in online transactions, disruption of small businesses, and strained social relations among residents. The study shows that manipulative messages on Facebook become effective when they intersect with limited digital literacy, close-knit rural relations, and trust in perceived authority symbols such as public figures or convincing accounts. The contribution of this study lies in demonstrating that rural cybercrime is not merely a technological consequence but the outcome of interactions between social media affordances, local social structures, and community information-verification practices.  
Symbolic Capital of Kajang Tribe Black Clothing Jepri Utomo; Syamsu Andi Kamaruddin; Arlin Adam; Andi Ihsan; Iwan Ramadhan
Jurnal Mamangan Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Accredited 2 (SK Dirjen Ristek Dikti No. 0173/C3/DT
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Kajang tribal culture's usage of black attire shows a very symbolic depth. Wearing black attire enhances their sense of belonging and sets them apart from other groups as a symbol of strong cultural identity. Black attire honors humanity's bond with the universe and is a sign of cosmological views. Black clothes indicates the authority of traditional leaders and moral stature in daily life through ancestor traditions and adherence to customary law. Black clothing promotes community togetherness as a sign of equality. With a thorough comprehension of its significance, the Kajang tribal community promotes broad conservation efforts by raising awareness of the value of protecting the area's cultural history. To investigate the Kajang tribe's use of black traditional apparel, a qualitative ethnographic technique with a constructivist perspective was employed as the research method. The study's findings demonstrate that black apparel serves as more than just a piece of apparel it is a symbol of cultural identity, cosmological beliefs, ancestors' customs, adherence to customary law, and equality within the Kajang tribal society. According to the study's findings, the Kajang tribal community's social and cultural dynamics can be influenced by black clothing, which also has symbolic significance.
Enkulturasi Budaya: Pola Pewarisan Tradisi Menenun pada Generasi Muda di Desa Pringgasela Lombok Timur Sukria Novianti; Muhammad Ruslan; Muhammad Khaerul Rizal; Muhammad Taupik Alfarizi; Jepri Utomo; Milla Noviana
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v4i3.1823

Abstract

The low interest of the younger generation in traditional crafts threatens the preservation of Nusantara textiles. A study entitled "Analysis of the Pattern of Traditional Weaving Heritage Transmission Among the Young Generation in Tenun Village, Pringgasela, East Lombok" aims to map the patterns of weaving skill transfer while identifying structural obstacles in the field. Through a descriptive qualitative method with a case study scheme, data were collected through participatory observation, documentation, and in-depth interviews with craftsmen across generations. The study results reveal that the transmission of cognitive knowledge is effective through the integration of passive enculturation in domestic spaces and non-formal community training. Nonetheless, the sustainability of this tradition is threatened by economic disincentives due to the low wages of Sesek cloth, which are uncompetitive with the modern sector, triggering young weavers to migrate as laborers after marriage. The implications of this research urge a total reform of the traditional craftsmen development pattern through strengthening the creative economy ecosystem and accelerating digital marketing literacy. This strategy is crucial to reduce the dominance of middlemen, increase partners' income, and foster the organic motivation of Gen Z in preserving Sasak cultural heritage.
Sinergi Adat dan Agama: Studi Sosiologis Nilai Kebudayaan di Masjid Kuno Bayan Beleq Safitri, Ida; Tri Popi Astuti , Diana; Nizamuddin Aulia, M.Dyqi; Utomo, Jepri; Noviana, Mila
WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/wissen.v4i3.1822

Abstract

This study examines the social and religious values of the Bayan Ancient Mosque as a cultural heritage of the indigenous Bayan community in Lombok. The aim of this research is to analyze the role of the mosque in maintaining social integration and the cultural identity of the community. This study is motivated by the importance of preserving cultural and religious values amid modernization, which has the potential to influence indigenous community life. The method used is a descriptive qualitative approach through observation and interviews with traditional leaders and local community members. The findings show that the mosque functions not only as a place of worship but also as a center of social, cultural, and traditional activities for the Bayan community. Social values such as mutual cooperation, solidarity, togetherness, and respect for tradition are maintained through various activities centered around the mosque. Meanwhile, religious values are expressed through religious rituals and traditional practices integrated with Islamic teachings. In addition to being a symbol of the cultural identity of the Sasak community, the Bayan Ancient Mosque also serves as a medium for transmitting values to the younger generation. This study indicates that the participation of the indigenous community and the development of cultural-based tourism play an important role in preserving the transmission of social and religious values so that they remain sustainable amid ongoing social change.
Social Deconstruction of Digital Literacy in the Information Technology Era among Urban Families in Mataram City Utomo, Jepri; Jayadi, Karta; Irwansyah Idrus, Idham; Torro, Supriadi; Najamuddin, Najamuddin
El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Vol. 9 No. 2 (2026): EL-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ujhk.v9i2.34014

Abstract

The rapid expansion of digital technology has transformed social relations and reshaped family roles, particularly in digitally integrated urban societies. This study examines digital literacy not merely as a technical competence but as a social arena that deconstructs and reconstructs meanings, power relations, and educational functions within urban families. It focuses on the social conditions driving the widespread adoption of digital literacy among families in Mataram City. Using a qualitative approach within a constructivist-interpretive paradigm, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and institutional triangulation. Analysis draws on social construction theory, symbolic interactionism, structuration theory, network society, and social deconstruction. The findings show that digital literacy is socially constructed through urban lifestyles, educational digitalization, and the normalization of digital devices in domestic spaces. Digital practices transform parental supervision, emotional interaction, and educational authority by redefining control, communication, and knowledge production. However, some families reconstruct these roles through dialogue, ethical regulation, and negotiated relationships between parental agency and technology. The study highlights critical family-based digital literacy as a strategic foundation for sustaining social cohesion and educational functions in digitally mediated urban societies
Co-Authors Abd Halim Abdul Hafid Abdullah, Subhan Adhi, Rakhmat Nur Agung Firmansyah Agustang, Andi Akbar, Ahmad Naufal Alabani Adam Kamal Alfi Nur Hafiz Amrul Amrul Andi Ihsan Andi Muh Akbar Saputra Andi Zulitsnayarti Mardhani Syam Andriya Risdwiyanto Anggoro Dwi Cahyo Aniati Arief Yanto Rukmana Arif Hidayat Arif Saefudin Arlin Adam, Arlin Arlini , Lidya Arsyad, Nursyam Aryo De Wibowo Ayi Abdurahman Burhan Burhan Dian Astuti Dito Anurogo Duwiq Wahyu Febrianti Farhan Ferian Farhan Ferian Farwita, Syurwana Febi Yanti Febriani, Haniza Grita Inggrid L Hadi, Mr. Samsul Hafiza, Nuril Hairil Wadi Hamidsyukrie ZM Hamran , Hamran Hana Maulida Safitri hana Hegar Harini HENDRA GUNAWAN B11211055 Hestie Ariestina Hikmah, Nurul Hikmah Himaya Praptani Adys I Putu Agus Dharma Hita Ibadurrahman , Ibadurrahman Ibadurrahman Ibadurrahman Idrus, Idham Irwansyah Iklima Ilmi Ainushofa Inayatul Mutmainnah Iriani, Nisma Ismail Ismail Iwan Ramadhan Izhar Salim Jayadi, Karta Johana Nahuway Jusniati Kamaruddin, Syamsu Kamaruddin, Syamsu Andi Kamisa, Feni Aprilia Kurnia, Ady Laeli, Inayatul Laili Savitri Noor Loso Judijanto Loso Judijanto Lukis Alam Maharani, Anggelina Puspita Maria Ulfa Marlina Marlina Marzuki Marzuki Marzuki Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri, Zilly Arsyika Maulana, Muhammad Rizky Mayasari Mayasari, Mayasari Mila Noviana, Mila Milla Noviana Misbahul Munir MS Viktor Purhanudin Muhammad Ilyas Muhammad Khaerul Rizal Muhammad Ruslan Muhammad Syukur Muhammad Taupik Alfarizi Mukhtar, Afiah Mutmainnah, Inayatul Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Ni Made Novi Suryanti Nizamuddin Aulia, M.Dyqi Novi Suryanti Nur Adhi, Rakhmat Nur Syariatin Nursida, Andi Oktaviani, Sania Purwaningsih - Purwaningsih Purwaningsih Rismar Julia Rohman, Prabu Rosyidah, Feryna Nur Rustiyarso . Safitri, Ida Salehuddin, Salehuddin Sania Sanikurniati, Baiq Sarilah Sarilah Sembiring, Rinawati Shermina Oruh Siti Chadijah Siti Chadijah Siti Saniah Sri Sudaryati Sri Wahyuni Sri Suaebah Suhaeb, Firdaus W Sukardi Sukardi Sukma Maulida Afriani Sukria Novianti Sulistyo Andarmoyo Sumitro Sumitro , Sumitro Suprapto Suprapto Suroso Suroso Suud Suud, Suud Syafruddin Syafruddin Syamsu Andi Kamaruddin Syariatin, Nur Tamher, Fatmah W. TEGUH ARIFIANTO, TEGUH Torro, Supriadi Tri Popi Astuti , Diana Tri Velyna Ulfi Kamalia Wadi, Hairil Wardhatul Sa’adah Widiyanti widi Wira Parawangsa wira Yuli Rohmiyati Yuli Rohmiyati Yuliana Zahraini Zulvia, Ridho