p-Index From 2021 - 2026
6.634
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PERENDAMAN AIR PANAS PADA BATANG ATAS, TENGAH DAN BAWAH TERHADAP PERTUMBUHAN BUD CHIP TEBU (Saccharum officinarum L.) VARIETAS BULULAWANG Wijayanti, Mia Rajib; Sebayang, Husni Thamrin; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bud chip adalah sistem pembibitan tebu dengan menggunakan satu mata tunas. Bahan tanam yang akan dijadikan bud chip dibagi menjadi 3 yaitu batang atas, tengah dan bawah, tetapi yang umum digunakan adalah batang tengah, sedangkan batang atas dan bawah kurang dimanfaatkan. Hal ini disebabkan ketiga bagian batang tidak mampu tumbuh dengan seragam. Upaya yang dapat dilakukan agar pertumbuhan dapat menjadi seragam adalah dengan perendaman air panas. Perlakuan tersebut mampu mempercepat imbibisi air pada mata tunas sehingga dapat mempengaruhi perkecambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menentukan lama waktu perendaman yang tepat pada batang atas, tengah dan bawah agar pertumbuhan seragam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2015 di Pusat Penelitian Gula Jengkol, PTPN X, Kediri. Penelitian ini menggunakan metode RAK faktorial. Pengamatan dilakukan pada umur 1 hingga 15 HST untuk pengamatan fase perkecambahan serta 30, 45, 60, 75 dan 90 HST untuk fase pertunasan. Hasil penelitian menunjukkan perendaman air panas pada batang atas selama 15 menit, batang tengah 45 menit dan batang bawah 60 menit nyata mampu meningkatkan pada parameter persentase perkecambahan, saat berkecambah, jumlah daun, tinggi tanaman serta berat kering total tanaman dibanding dengan perlakuan kontrol (tanpa perendaman).
PENGARUH APLIKASI CAMPURAN HERBISIDA TOPRAMEZON DAN ATRAZIN SERTA PENYIANGAN GULMA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Alfulaila, Nur; Sumarni, Titin; Herlina, Ninuk
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting selain gandum dan padi. Penduduk beberapa daerah di Indonesia juga menggunakan jagung sebagai bahan pangan yang penting. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tanaman jagung,  pemerintah menempuh berbagai cara, antara lain dengan ekstensifikasi dan intensifikasi. Pendekatan ekstensifikasi hanya dapat dilakukan dengan perluasan areal tanam, sedangkan pendekatan intensifikasi dapat dilakukan antara lain dengan pemakaian varietas unggul, perbaikan teknik budidaya salah satunya adalah pengendalian gulma. Penelitian ini  dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan campuran herbisida Topramezon dan Atrazin serta penyiangan gulma pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 hingga Januari 2015 bertempat di kebun percobaan Universitas Brawijaya, yang terletak di desa Jatikerto, kecamatan Kromengan kabupaten Malang. Penelitian menggunakan rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu : dosis herbisida Topramezon dan Atrazin serta penyiangan gulma yang diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan penyiangan (14, 28 dan 42) hst dapat menekan pertumbuhan gulma sebesar 61.07 %. Produksi per ha menunjukkan perlakuan penyiangan gulma (14, 28 dan 42) hst sebesar 12.36 ton ha-1 dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan campuran herbisida (Topramezon 120 ml ha-1+ Atrazin 2250 ml ha-1 + adjuvant 1500 ml ha-1) dan penyiangan 28 hst yaitu sebesar 11.74 ton ha-1
RESPON DUA VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L.) Merr) TERHADAP PERBEDAAN INTENSITAS CAHAYA PADA SISTEM AGROFORESTRY BERBASIS SENGON Rahmanda, Riefna; Sumarni, Titin; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai ialah komoditi penting yang dibutuhkan masyarakat Indonesia. Produksi kedelai saat ini setiap tahunnya semakin menurun, penurunan produksi kedelai tersebut salah satunya dipengaruhi oleh faktor menurunnya luas lahan. Lahan yang tersedia di Indonesia lebih banyak digunakan petani untuk membudidayakan tanaman yang berpotensi untuk mencukupi kebutuhan ekonomi mereka, sehingga sedikit sekali petani yang menggunakan lahannya untuk tanaman kedelai. Saat ini lahan yang tersedia secara luas berada di areal perhutanan atau biasa disebut Agroforestry. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kedelai varietas Argomulyo dan Wilis terhadap intensitas cahaya yang berbeda pada agroforestry sengon. Penelitian dilaksanakan pada areal perkebunan Sengon dengan tiga intensitas cahaya yang berbeda di Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bahan yang digunakan pada penelitian ini ialah benih kedelai varietas Argomulyo dan Wilis, juga pupuk Anorganik yang digunakan sesuai rekomendasi. Metode penelitian menggunakan (Nested Design) Rancangan Petak Tersarang dengan empat ulangan. Faktor pertama ialah perlakuan intensitas cahaya pada lahan sengon, meliputi: (1) Penanaman pada naungan sengon umur 2 tahun, (2) Penanaman pada naungan sengon umur 4 tahun, dan (3) Penanaman pada naungan sengon umur 6 tahun. Faktor kedua ialah perlakuan dua varietas kedelai, meliputi: (1) Varietas Argomulyo dan (2) Varietas Wilis.Penelitian menunjukkan bahwa varietas Argomulyo lebih tahan naungan dibandingkan varietas Wilis, karena penurunan pertumbuhan dan hasil dalam naungan sengon umur 2 tahun sampai 6 tahun menunjukkan penurunan yang stabil.
PENGARUH GLIFOSAT SEBAGAI ZAT PEMACU KEMASAKAN PADA TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) Utama, Ari Pradipta; Tyasmoro, Setyono Yudo; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gula merupakan komoditas yang penting, sebagai bahan pokok yang dikonsumsi langsung dan diperlukan oleh berbagai industri pangan dan minuman. Konsumsi gula di Indonesia terus meningkat mengikuti pertambahan jumlah penduduk, peningkatan taraf hidup dan pertumbuhan jumlah indurtri yang memerlukan gula sebagai bahan bakunya. Penurunan produktivitas tebu disebabkan berbagai faktor mulai dari kondisi tanah, ketersediaan air, varietas, hingga pemupukan tanaman. Usaha peningkatan produktivitas rendemen tebu telah banyak dilakukan sejak tahun 1920. Salah satu usaha yang dilakukan adalah pemberian zat pemacu kemasakan (ZPK) pada tanaman tebu. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan September 2014 sampai bulan Januari 2015. Tempat pelaksanaan kegiatan penelitian ini dilakukan di Pabrik Gula Krebet, yang berlokasi di Kecamatan Bululawang, Malang, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ZPK glifosat dosis 0,8 l ha-1 berpengaruh nyata terhadap persentase kematian titik tumbuh, pertumbuhan siwilan, pol, harkat kemurnian, nilai nira dan rendemen pada 6 MSA sehingga digunakan sebagai perlakuan terbaik. Namun tidak berbeda nyata terhadap persentase brix. Perlakuan ZPK glifosat dosis 0,8 l ha-1 berpengaruh nyata terhadap rendemen namun tidak mampu meningkatkan nilai rendemen. Nilai KP dan KDT glifosat 0,4 l ha-1 dan fluazifop 0,6 l   ha-1 menunjukkan terjadinya percepatan kemasakan diikuti perlakuan glifosat 0,8 dan 0,6 l ha-1.
PENGARUH PUPUK HIJAU OROK-OROK (Crotalaria juncea) dan EM4 PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa) VARIETAS CIHERANG Hastanti, Rina Dwi; Widaryanto, Eko; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas padi di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 5,152 t ha-1 menjadi 5,128 t ha-1 pada tahun 2014 (BPS,2014).  Salah satu masalah yang menjadi penyebab produktivitas padi belum optimal adalah kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian pupuk hijau orok-orok (Crotalaria juncea) dan EM 4 pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi (Oryza sativa) Varietas Ciherang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai Agustus 2015 di Desa Pendem, Batu. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana yang terdiri 5 perlakuan dan diulang 4 kali, sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Perlakuan tersebut meliputi : (P1) 100% Anorganik,( P2) 10 t ha-1 Orok-orok, (P3)  20 t ha-1 Orok-orok, (P4) 10 t ha-1 Orok-orok + EM 4, (P5) 20 t ha-1 Orok-orok + EM 4. Hasil penelitian menunjukan bahwa orok-orok 10 t ha-1 dan 20 t ha-1 mampu meningkatkan  jumlah anakan, indeks luas daun, jumlah malai serta jumlah bulir tanaman dibandingkan dengan perlakuan pupuk anorganik.10 t ha-1 orok-orok + EM 4 dan 20 t ha-1 Orok-orok + EM 4 menghasilkan jumlah anakan masing-masing, indeks luas daun, jumlah malai serta jumlah bulir lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa menggunakan EM 4. Orok-orok 10 t ha-1 dan 20 t ha-1 + EM 4 mampu menghasilkan gabah masing-masing sebesar 5,14 t ha -1 dan  5,24 t ha -1 serta meningkatkan hasil gabah lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan tanpa EM4.
PENGARUH PENAMBAHAN LUMPUR LAPINDO SEBAGAI PEMBENAH TANAH TERHADAP PETUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI ( Glicyne max L. Merrill) Meganada, Ika Kartika; Sumarni, Titin; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai (Glycine max L. Merrill) merupakan komoditas tanaman pangan terpenting ketiga setelah padi dan jagung. Dalam kurun waktu 2010-2014, produksi kedelai nasional cenderung tidak stabil. Untuk meningkatkan produksi kedelai di Indonesia, perlu adanya perbaikan lahan, yaitu salah satunya dengan pembenah tanah. Lumpur lapindo dengan tekstur liat dapat membantu menambah kelembaban tanah pada tanah yang cenderung bertestur pasir. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh lumpur lapindo sebagai pembenah tanah terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai serta mendapatkan dosis lumpur lapindo yang baik untuk pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-September 2015 di desa Sumberjo, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari 2 faktor yaitu faktor pertama adalah varietas terdiri dari varietas Grobogan dan Anjasmoro, sedangkan faktor kedua adalah dosis lumpur terdiri dari lumpur 0 t ha-1, lumpur 10 t ha-1, lumpur 15 t ha-1,dan 20 t ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas Grobogan lebih respon terhadap lumpur lapindo dibandingkan dengan varietas Anjasmoro, hal ini didapatkan lumpur lapindo 15 t ha-1 pada varietas Grobogan mengalami peningkatan jumlah buku subur sebesar 9,61%. Sedangkan lumpur lapindo 15 t ha-1 pada varietas Anjasmoro hanya mengalami peningkatan jumlah buku subur sebesar 8,51%. Hasil tanaman kedelai dipengaruhi oleh dosis lumpur lapindo 15 t ha-1 yang mampu meningkatkan tinggi tanaman sebesar 9,10%, jumlah daun sebesar 2,68%, jumlah cabang sebesar 3,90%, luas daun sebesar 9,88%, jumlah polong sebesar 9,07%, jumlah biji sebesar 16,57%, dan berat kering sebesar 7,82% serta hasil biji sebesar 15,88%.
PENGARUH PUPUK HIJAU (Crotalaria juncea L. DAN Tithonia diversifolia) DAN Trichoderma sp. PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) Nafi’, Rifqi; Widaryanto, Eko; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas jagung manis di Indonesia per hektarnya masih tergolong rendah. Hal ini dikarenakan semakin sempitnya lahan subur yang diakibatkan oleh penggunaan pupuk sintetik berlebihan. Penelitian ini dimulai pada bulan Mei hingga Juli 2015 di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Batu. Alat yang digunakan dalam penelitian antara lain cangkul, gembor, arit, tali rafia, rol meter, kamera digital, gunting, ember, sprayer, penggaris dan alat tulis. Bahan yang digunakan dalam penelitian antara lain jagung manis varietas Talenta, benih C. juncea L. dan biomassa tanaman T. diversifolia, Trichoderma sp. Adapun pupuk yang digunakan ialah Urea sebanyak 418 kg ha-1, SP-36 100 kg ha-1, dan KCl 100 kg ha-1. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan sembilan perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Analisis data menggunakan uji F taraf 5%. Hasil uji F yang berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji BNT untuk mengetahui perbedaan masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk hijau dosis 10 t ha-1 memberikan pengaruh yang lebih baik pada tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, indeks luas daun serta pada hasil tanaman. Penambahan Trichoderma sp. tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata dibandingkan tanpa Trichoderma sp.
PENGARUH PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK HIJAU (Crotalaria juncea) PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum MILL) Hasifah, Alifah Dita; Sumarni, Titin; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi tanaman secara organik dikembangkan di Indonesia, salah satu cara untuk meningkatkan hasil tomat dengan pemberian pupuk organik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang dan pupuk hijau pada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan bulan Juli sampai Desember 2014 di Ds. Cemorokandang, Kec. Kedung Kandang, Kab. Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 7 perlakuan dan diulang 4 kali. Perlakuan yang diuji: P0 : Tanpa pupuk kandang + tanpa pupuk hijau P1 : Pupuk kandang 5 t ha-1; P2 : Pupuk hijau 5 t ha-1; P3 : Pupuk kandang 10 t ha-1; P4 : Pupuk hijau  10 t ha-1; P5 : Pupuk kandang 5 t ha-1 + pupuk hijau 5 t ha-1; P6 : Pupuk kandang 10 t ha-1 + pupuk hijau 10 t ha-1. Hasil penelitian menunjukkan Pupuk kandang 5 t ha-1, pupuk kandang 10 t ha-1, pupuk hijau 5 t ha-1 dan pupuk hijau 10 t ha-1 belum meningkatkan hasil tomat. Hasil panen meningkat pada kombinasi pupuk kandang 5 t ha-1 dan pupuk hijau 5 t ha-1 sebesar 17,50 t ha-1 (meningkatkan 40% dibandingkan tanpa pupuk kandang dan pupuk hijau) serta kombinasi pupuk kandang 10 t ha-1 dan pupuk hijau 10 t ha-1 sebesar 19,06 t ha-1 (meningkat  53% dibandingkan tanpa pupuk kandang dan pupuk hijau). Hasil panen tomat sebesar 19,06 t ha-1 tidak sebanding dengan hasil produksi umum petani sebesar 30-40 t ha-1. Hal ini dikarenakan penelitian ini dilakukan secara organik, sedangkan yang dilakukan petani secara konvensional.
PENGARUH TANAMAN SELA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN TIGA TARAF DOSIS NITROGEN Yuliani, Nur; Sumarni, Titin; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumpangsari jagung (Zea mays L), kedelai (Glycine max (L) Merill) dan kacang hijau (Vigna radiate L) merupakan model yang potensial untuk dikembangkan. Karena jagung, kedelai dan kacang hijau memiliki nilai ekonomis yang tinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tanaman sela pada pertumbuhan serta hasil tanaman jagung dan menentukan dosis nitrogen yang sesuai bagi jagung dengan sistem tumpangsari. Percobaan dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 sampai Januari 2015  di kebun percobaan Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 7 perlakuan dengan 4 kali ulangan : T0 = Monokultur tanaman jagung + Nitrogen 150 kg ha-1, T1 = Jagung + Kedelai + Nitrogen 150 kg ha-1, T2 = Jagung + Kedelai + Nitrogen 200 kg ha-1, T3 = Jagung + Kedelai + Nitrogen 250 kg ha-1, T4 = Jagung+ Kacang Hijau + Nitrogen 150 kg ha-1, T5 = Jagung + Kacang Hijau + Nitrogen 200 kg ha-1, T6 = Jagung + Kacang Hijau + Nitrogen 250 kg ha-1.  Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan dan hasil monokultur  jagung tidak berbeda nyata dibandingkan dengan tumpangsari jagung dan kedelai atau kacang hijau dengan dosis nitrogen yang sama. Hal ini membuktikan penyisipan tanaman sela tidak mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Tumpangsari jagung dan kedelai atau kacang hijau dengan dosis nitrogen 250 kg ha-1 meningkatkan hasil sebesar 28,29% (6,689 t ha-1) dan 28,50% (6,700 t ha-1) dibandingkan perlakuan monokultur jagung. Hal ini menunjukkan penambahan dosis nitrogen meningkatkan hasil jagung tumpangsari kedelai dan kacang hijau.
PENGARUH JARAK TANAM CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DAN POPULASI OYONG (Luffa acutangula) DALAM TUMPANGSARI TERHADAP HASIL TANAMAN CABAI RAWIT Pradita, Tiara Pasa; Dwi Yamika, Wiwin Sumiya; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pada penanaman secara tumpangsari adalah adanya kompetisi untuk mendapatkan nutrisi yang ada di dalam tanah yaitu unsur hara, air, mineral, dan di luar tanah yaitu cahaya. Sehingga dalam penanaman secara tumpangsari perlu dilakukan pengaturan jarak tanam dan populasi dari tanaman yang akan ditumpangsarikan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui jarak tanam cabai rawit dan populasi oyong yang tepat dalam tumpangsari cabai rawit dengan oyong. Penelitian dilaksanakan di Desa Darungan, Pare, Kabupaten Kediri dengan ketinggian ±125 m dpl. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan pada penelitian terdiri dari monokultur cabai rawit (100 cm x 60 cm), cabai rawit (100 cm x 70 cm) + oyong populasi 5.500 tanaman/ha, cabai rawit (100 cm x 80 cm) + oyong populasi 7.700 tanaman/ha, cabai rawit (100 cm x 90 cm) + oyong populasi 8.800 tanaman/ha, cabai rawit (100 cm x 100 cm) + oyong populasi 10.000 tanaman/ha, cabai rawit (100 cm x 110 cm) + oyong populasi 11.100 tanaman/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam cabai rawit yang optimum pada tumpangsari cabai rawit dan oyong yaitu pada cabai rawit jarak tanam (100 cm x 70 cm) + oyong  populasi 5.500 tanaman ha-1.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Latip, Abdul Agung Mustika Rizki, Agung Mustika Agus Suryanto Agus Suryanto Ahmad syahirul Alim Aini Nurul Aini, Nurul Aisyah, Nur Ulfa Aisyah, Nur Ulfa Aji Mandiri, Muhammad Ilham Akbar, Mohammad Fani Akbar, Mohammad Fani Alfian, Candra Alfulaila, Nur Alfulaila, Nur Alim, Ahmad Syahirul Almaini, Almaini Alyadin, Faadhilah Fairuz Amani, Risca Amien, Muhammad Andriyansyah, Andriyansyah Anggarsari, Dias Anggarsari, Dias Anggi Indah Yuliana Anggoro, Ariek Dwi Anton Muhibuddin Aprizanti, Dea Ardiany, Yuli Arini, Siti Asmayani Salimi Asnawati Asnawati Aulia, Purnama Mahbub ayuningsih, asti riska ayuningsih Azhari, Diah Azis Azis, Azis Azizah, Nur Bambang Guritno Bancin, John Pradana Bancin, John Pradana Br Meliala, Moseria Br Meliala, Moseria cahyaty, Rikza Alfya CINDY CINDY Cindy, Cindy Damri Devie Ayu Paramitha Dewani, Didha Dewanti, Oka Pramestia Dewi Yuliana Fitri Dhona Puspita Ningrum Diah Azhari Didha Dewani Didik Hariyono Djajadi Djajadi Djajadi, Djajadi Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Eko Widaryanto Elend Arinta Sances Elmefi, Sacia Fadilla, Rohayu Fajariyani, Amalia Ika Fajariyani, Amalia Ika Fajarwati, Santi Kusuma Farisa Magdalena Febry Mitra Pradana, Febry Mitra Fetty Tri Anggraeny Fiolita Prameswari Putri Fitra, Ahmad Fitra, Ahmad Fitrah, Rafly Ibrahim Gloria Ika Satriani Hasifah, Alifah Dita Hasifah, Alifah Dita Hastanti, Rina Dwi Hastanti, Rina Dwi Heddy, Y. B. Suwasono Hermawan Nugraha Utama Hidayat, Hakiim Kurniawan Hidayat, Hakiim Kurniawan Husni Thamrin Sebayang Husni Thamrin Sebayang Hutapea, Matthew Nicholas Fransiskus Hutapea, Matthew Nicholas Fransiskus Ika Kurnia Sofiani iromo, heppi ismail, mufaro'ah Kamaruddin Kamaruddin Kamila, Aisyatin Kamila, Aisyatin Kartika Yurlisa, Kartika Karuniawan Puji Wicaksono Khoirini, Fatimah Kurnia, Eni Laili, Alfinik Matil Lathifa, Santana Magdalena, Farisa Mardalena Mardalena Marsha, Nikita Dwi Medha Baskara Meganada, Ika Kartika Meganada, Ika Kartika mentari, chintia indah Miftakhul Mita Kartika Ningrum Mochammad Wildan Nugraha Muchamad Yusron Mudji Santoso Mufaro’ah Mugi Hartoyo Muhammad Husni Muhibuddin, Anton Muliandari, Nadya Nabil, Naufal Ammar Nabilah, Sri Nafi’, Rifqi Nafi’, Rifqi Nikita Dwi Marsha Ningrum, Dhona Puspita Ningrum, Mita Kartika Ninuk Herlina Nisa, Diya Khoirun Nisa, Diya Khoirun Nisaa, Annita Khoirun Nisaa, Annita Khoirun Nofalia, Pina Norbaida, Norbaida novryan, Muhammad razwin Nugraha, Mochammad Wildan Nugraha, Yoga Sasmita Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nur Azizah Nur Ramadhan, Anjari Fadilla Nur Ramadhan, Anjari Fadilla Nur Yuliani Nurhadi . Nurhasanah Nurhasanah Nurhastuti Nurhastuti, Nurhastuti Okta Rahma Dani, Gina Paramitha, Devie Ayu Permatasari, Tessa Andini Pradana, Febry Mitra Pradita, Tiara Pasa Pradita, Tiara Pasa Pradoto, Rendy Wahyu Pradoto, Rendy Wahyu Prakoso, Jaka Dwiputra Pratama, Muhammad Lutfi Purnamasari, Chici Dwi Purnamasari, Chici Dwi Putra, Herry Pratama Putra, Herry Pratama Putri Rahmadani, Putri Putri, Fiolita Prameswari Putri, Gina Sukma Rafli, DzakyMuamar Rahayu, Karmilawati Dwi Rahma Pramita Sari rahmadani, gina okta Rahmadani, Tiara Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia Rahmanda, Riefna Rahmanda, Riefna Ramadhan, Muhammad Riski Ramasandy, Mohammad Rangga Refilina, Yenni Resti Amelia Susanti Ridwan Melay, Ridwan Risantosa, Choirifia Riyani, Norma Winda Riyani, Norma Winda Rizqiasari, Ferina Roedy Soelistyono Roha, Muf Rohma, Ervina Wahidiya Sahana, Nilam Saifunnajar, Saifunnajar Santi, Selvia Santoso, Mudji Saputra, Rio Febrian Saven Sari, Alusia Destia Sari, Alusia Destia Sari, Rahma Pramita Sebayang, Husni Thamrin Septiana, Riani Setianto, Christian Wahyu Setyaji, Kurniawan Setyono Yudo Tyasmoro Sheny Kaihatu Simamora, Harry Kurnia Simamora, Harry Kurnia Simanjuntak, Debora Siratul Fikri, Fatoni Sisca Fajriani Siti Nurbaiti Sopiani, Ika Kurnia Sudiarso Sudiarso Sudiarso, Sudiarso Susanti, Resti Amelia susilo, dhyma erlian Sutrisno, Muhammad Syahri, Rifauldin Syahri, Rifauldin Taufik, Anton Taufiqqurrahman, Husain Tini, Jumi Alia Titiek Islami Tyas, R.A. Putri Husadaning Tyas, R.A. Putri Husadaning Utama, Ari Pradipta Utama, Ari Pradipta Utama, Hermawan Nugraha Utami, Arisani Putri Utami, Arisani Putri Verdiana, Miranti Ayu Verdiana, Miranti Ayu Wahid Wahid Wahyuni, Andi Nirma Wahyuni, Andi Nirma Wambrauw, Sopia Fransina Wicaksono, Agung Tri Wicaksono, Agung Tri Wijayanti, Mia Rajib Wijayanti, Mia Rajib Wiwin Sumiya Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Wulandari, Dinda Pangesti Afrida Wulandari, Dinda Pangesti Afrida Wulandari, Irene Caya Y, Welly Setyawan Y, Welly Setyawan Y. B. Suwasono Heddy Yoga Sasmita Nugraha Yulia Syafitri Yuliani, Nur Yuliar Yuliar Yusrawati Yusrawati Z, Martias Zulfitri Aima