Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KOMPOS KULIT BUAH KAKAO DENGAN DEKOMPOSER Phanerochaete chrysosporium DAN PUPUK ANORGANIK PADA PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) Wahyuni, Andi Nirma; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi kulit buah kakao yang tinggi, yaitu sekitar 60% dari total produksi buah, memberi peluang untuk dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik yang memiliki komposisi hara dan senyawa yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kulit buah kakao memiliki kandungan lignin yang tinggi yaitu mencapai 38,78%, sehingga mempengaruhi laju dekomposisi. Untuk mempercepat proses dekomposisi, maka dimanfaatkan Phanerochaete chrysosporium sebagai dekomposer. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga September 2016 di lahan percobaan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Malang. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 12 perlakuan yang diulang sebanyak empat kali sehingga didapatkan 48 unit percobaan. Analisis data menggunakan uji F (5%) untuk mengetahui pengaruh masing-masing perlakuan. Hasil uji F yang berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji BNJ (5%) untuk mengetahui perbedaan masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos kulit buah kakao dengan dekomposer P. chrysosporium memberikan hasil rerata lebih tinggi dibandingkan kompos kulit buah kakao tanpa dekomposer P. chrysosporium pada dosis penambahan pupuk anorganik yang sama. Dosis 100% kompos kulit buah kakao memberikan hasil rerata lebih tinggi dibandingkan dosis 50% kompos kulit buah kakao.
PENGARUH PUPUK NPK DAN PUPUK HIJAU PAITAN (Tithonia diversifolia) PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG (Zea mays L.) var. P-21 Wicaksono, Agung Tri; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung adalah salah satu komoditas yang banyak dikembangkan di Indonesia. Tingginya permintaan pada komoditas ini tidak selaras dengan rendahnya tingkat produksi. Intesifikasi pertanian dengan cara pemupukan adalah salah satu cara untuk meningkatkan produksi. Pemupukan dapat dilakukan dengan mengkombinasikan penggunaan pupuk anorganik dan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik merupakan upaya untuk menurunkan penggunaan pupuk anorganik, karena penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus dapat menurunkan kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hijau paitan dan berbagai dosis pupuk anorganik NPK pada pertumbuhan dan hasil jagung. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari 7 perlakuan yaitu kombinasi pupuk NPK dengan dosis 360 kg ha-1, 270 kg ha-1,180 kg ha-1,dan pupuk hijau paitan dengan dosis 15 ton ha-1, 10 ton ha-1, 5 ton ha-1. Penelitian dilaksanakan di Desa Sidodadi, Lawang  pada bulan Juli – Oktober 2016. Hasil penelitian menunjukkan hasil pipilan kering per hektar perlakuan kombinasi pupuk paitan 10 ton ha-1 dan NPK 270 kg ha-1 tidak berbeda nyata dengan  perlakuan NPK 360 kg ha-1. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk paitan sebanyak 10 ton ha-1 mampu mengurangi dosis pupuk NPK sebanyak 25%.
Kajian Berbagai Bahan dan Tingkat Susunan Modul Pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) dalam Pola Vertikultur Modul Bertingkat Akbar, Mohammad Fani; Sumarni, Titin; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit merupakan tanaman sayuran yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Berdasarkan data BPS (2015), produksi cabai rawit di Jawa Timur pada tahun 2015 ialah 227.49 ribu ton yang mengalami penurunan sebesar 16.55 ribu ton atau -6,78% dibandingkan produksi 2012 yang mencapai 244.04 ribu ton. Menurut Susilawati dkk. (2012) tanaman cabai dapat ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai ketinggian 1400 m di atas permukaan laut. Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya produksi cabai rawit adalah cara budidaya yang belum benar, kesuburan lahan maupun keterbatasan lahan pertanian. Semakin sempitnya lahan produktif khususnya didaerah perkotaan tentunya menuntut adanya suatu cara untuk memaksimalkan pemanfatan lahan terbatas tersebut agar tetap produktif, salah satunya budidaya tanaman dengan sistem vertikultur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari bahan dan tingkat susunan modul vertikultur yang efisien untuk mendapatkan produktivitas cabai rawit (Capsicum frutescens L.) optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang telah dilakukan pengamatan jumlah daun, luas daun, jumlah buah, dan bobot segar memiliki pengaruh berbeda nyata. Pengamatan tinggi tanaman dan bobot kering petak utama memiliki pengaruh tidak berbeda nyata.
Pengaruh Pupuk NPK Anorganik dan Pupuk Hijau Paitan (Tithonia diversifolia L.) pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max (L.) Merril var. grobogan) Utami, Arisani Putri; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kedelai di Indonesia sebagian besar dibudidayakan di lahan kering yang mempunyai kandungan bahan organik tanah rendah (<1%). Kondisi tersebut akibat dari penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan secara terus-menerus. Se-mentara itu, sistem pertanian berkelanjutan dapat terwujud jika kandungan bahan organik tanah lebih dari 2 %. Peningkatan kesuburan tanah dapat dilakukan dengan pupuk hijau. Paitan (Tithonia diversifolia L.) berpotensi sebagai pupuk hijau karena dapat menghasilkan biomassa dengan cepat, mengandung Nitrogen yang tinggi serta mempunyai perakaran yang dalam sehingga dapat memompa unsur hara ke lapisan permukaan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kombinasi pupuk NPK anorganik dan pupuk hijau paitan (Tithonia diversifolia L.) pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan di UPT Pengem-bangan Benih Palawija Kecamatan Singosari Malang pada bulan Juni sampai bulan September 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada perlakuan pupuk NPK 100% + pupuk hijau T.diversifolia 20 ton ha-1 menghasilkan 1,77 ton ha-1 nyata me-ningkatkan 25% dibandingkan tanpa tambahan pupuk hijau T.diversifolia yang menghasilkan 1,42 ton ha-1. Sedangkan pada kombinasi pupuk NPK 75% + pupuk hijau T.diversifolia 10 dan 20 ton ha-1 menghasilkan 1,71 dan 1,75  ton ha-1 nyata meningkatkan20% dan 23% dibandingkan tanpa tambahan pupuk hijau T.diversifolia yang menghasilkan 1,42 ton ha-1.
Pengaruh Pupuk Kandang dan Pupuk Paitan (Tithonia diversifolia L.) pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Br Meliala, Moseria; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan organik adalah sumber utama unsur hara di dalam tanah yang berperan penting dalam memperbiki kualitas tanah dan meningkatkan kondisi fisik, kimia dan biologi tanah.Bahan organik dapat berasal dari pupuk kandang dan pupuk paitan.Paitan mengandung kandungan hara nitrogen yang lebih tinggi, mudah terdekomposisi sehingga penyedia hara bagi tanaman lebih cepat. Penambahan paitan sebagai bahan organik sangat diperlukan untuk memper-tahankan kondisi tanah yang subur dalam waktu jangka panjang. Sedangkan pupuk kandang dapat berfungsi sebagai energi bagi mikroorganisme, penyedia sumber hara, penambah kemampuan tanah, me-nahan air dalam tanah dan memperbaiki struktur tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mendapatkan pengaruh pemberian pupuk kandang dan pupuk paitan pada pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian dilaksana-kan di Kelompok Tani Angkasa Landasan Udara Abdulrachman Saleh Malang, Jawa Timur pada bulan Mei sampai Juli 2017. Metode yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian me-nunjukkan bahwa, perlakuan kombinasi pupuk kandang dan pupuk paitan 5 dan 10 ton ha-1 mampu meningkatkan hasil tanaman kacang hijau. pada perlakuan pupuk kandang 10 ton ha-1 + paitan 10 ton ha-1 menghasilkan 1,94 ton ha-1 nyata meningkatkan 56,1% dibandingkan tanpa perlakuan pupuk kandang dan paitan yang hanya menghasilkan 0,85 ton ha-1. Sedangkan pada kombinasi pupuk kandang 5 ton ha-1 + paitan 10 ton ha-1 dan pupuk kandang 10 ton ha-1 + paitan 5 ton ha-1 menghasilkan 1,68 dan 1,55 ton ha-1 nyata meningkatkan 49,4% dan 45,1% dibanding-kan tanpa perlakuan pupuk kandang dan paitan yang hanya menghasilkan 0,85 ton ha-1.
Uji Efektivitas Herbisida Campuran Glifosat dan Triklopir pada Pengendalian Gulma Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Fitra, Ahmad; Sumarni, Titin; Nugroho, Agung
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan tanaman budidaya yang tepat adalah upaya untuk mencapai dan mem-pertahankan produksi tanaman yang tinggi. Pengendalian gulma adalah suatu usaha pada pengelolaan tanaman budidaya dengan menghentikan persaingan antara tanaman budidaya dan gulma dalam men-dapatkan unsur hara, air, dan cahaya matahari agar tidak mengganggu per-tumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya. Penelitian ini dilakukan di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Kebun Rambutan, Serdang Bedagai, Sumatera Utara pada kelapa sawit tanaman menghasilkan (TM) tahun tanam 2012 dengan jarak tanam 8,333 m x 9,09 m yang berada pada ketinggian ± 28 m diatas permukaan laut dari bulan September sampai dengan Desember 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) bukan faktorial  dengan 4 ulangan yaitu P1: 2 l/ha Glifosat, P2: 0,75 l/ha Triklopir, P3: Glifosat + Triklopir 2 l/ha + 0,75 l/ha, P4: Glifosat + Triklopir 3 l/ha + 0,75 l/ha, P5: Glifosat + Triklopir 3 l/ha + 1 l/ha, P6: Glifosat + Triklopir 4 l/ha + 1,25 l/ha, P7: Kontrol. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan herbisida campuran glifosat dan triklopir dengan berbagai dosis dapat mengendalikan dan menekan pertumbuhan gulma Ottochloa nodosa dan Asystasia intrusa dan berpengaruh nyata terhadap mortalitas dan bobot kering sampai 84 HSA. Dosis Herbisida yang efektif mengendalikan dan menekan pertumbuhan gulma Ottochloa nodosa dan Asystasia intrusa adalah dosis Glifosat + Triklopir 2 l/ha + 0,75 l/ha.
Pengaruh Kombinasi Jarak Tanam dan Pemangkasan pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Semangka (Citrullus vulgaris Var. Classic) Cindy, Cindy; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semangka (Citrullus vulgaris var. Classic) merupakan tanaman indeterminate yang pertumbuhan vegetatif berjalan bersamaan fase generatif tanaman. Produksi semangka yang belum optimal dikarenakan teknik budidaya yang dilakukan belum maksimal. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kuantitas namun tidak menurunkan kualitas buah semangka yaitu pengaturan jarak tanam dan pemeliharaan tanaman seperti pemangkasan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta mencari kombinasi antara perlakuan jarak tanam dan pemangkasan yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman semangka. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus - Oktober 2017 di Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten, Kediri. Penelitian ini merupakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 perlakuan yaitu P1: Kombinasi jarak tanam 250 x 40 cm + tanpa pemangkasan, P2: Jarak tanam 250 x 40 cm + pemangkasan ruas ke-4, P3: Jarak tanam 250 x 40 cm + pemangkasan ruas ke-5, P4: Jarak tanam 250 x 50 cm + tanpa pemangkasan, P5: Jarak tanam 250 x 50 cm + pemangkasan ruas ke-4, P6: Jarak tanam 250 x 50 cm + pemangkasan ruas ke-5, P7: Jarak tanam 250 x 60 cm + tanpa pemangkasan, P8: Jarak tanam 250 x 60 cm + pemangkasan ruas ke-4, dan P9: Jarak tanam 250 x 60 cm + pemangkasan ruas ke-5. Hasil penelitian menunjukkan jarak tanam lebar (250 x 60 cm) dan sedang (250 x 50 cm) diikuti pemangkasan ruas ke-5 menghasilkan produksi semangka tidak nyata paling tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Perlakuan jarak tanam 250 x 60 cm + pemangkasan ruas ke-5 rerata bobot buah/ha tertinggi.
Pengaruh Pupuk Kandang sebagai Komposisi Media Tanam dan Volume Air pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) Tyas, R.A. Putri Husadaning; Fajriani, Sisca; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman tomat termasuk dalam tanaman yang mudah memberikan respon kurang baik pada saat mengalami cekaman air. Kondisi cekaman air dapat mengakibatkan tanaman mengalami penurunan proses fisiologi dan fotosintesis. Penelitian ber-tujuan untuk mempelajari pengaruh pupuk kandang dan volume pemberian air pada tanaman tomat. Penelitian telah dilakukan bulan Juli hingga Oktober 2017 di Green House Kelompok Tani Angkasa Landasan Udara Abdulrachman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang. Penelitian meng-gunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu komposisi media tanam yang terdiri dari A1: Tanah, A2: Tanah + pupuk kandang 1:1, dan A3: Tanah + pupuk kandang 2:1. Faktor kedua yaitu volume pemberian air dari total kebutuhan air tanaman tomat yang terdiri dari K1: 100% (400 mm/musim tanam), K2: 75% (300 mm/musim tanam), dan K3: 50% (200 mm/musim tanam). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan komposisi media tanam tanah + pupuk kandang 1:1 dan 2:1 dapat mengurangi pemberian volume air hingga 75% pada parameter pengamatan jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman.
Pengaruh Komposisi Media Serbuk Kayu Sengon dengan Tepung Jagung dan Tepung Sorgum pada Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) Nisa, Diya Khoirun; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur tiram ialah makanan bergizi tinggi yang kaya protein dan dapat tumbuh di berbagai jenis media salah satunya serbuk kayu sengon. Serbuk kayu sengon memiliki sifat mudah lapuk dan memiliki kandungan lignin dan selulosa yang baik bagi pertumbuhan jamur tiram. Namun, jamur tiram juga mmembutuhkan nutrisi lain seperti protein, karbohidrat, lemak dan vitamin. Sehingga perlu ditambahkan tepung jagung dan tepung sorgum yang memiliki protein, karbohidrat, lemak dan vitamin. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari pengaruh perbedaan komposisi media pada pertumbuhan dan hasil jamur tiram dan untuk mendapatkan kombinasi media tanam yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil jamur tiram yang optimal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2018 hingga Juni 2018. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 12 perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan nyata pada beberapa parameter pengamatan kecuali panjang tangkai dan diameter badan buah jamur tiram. Total produksi tertinggi dimiliki perlakuan 70% serbuk kayu sengon + 25% tepung sorgum + 5% bekatul ialah 0,650 kg dengan persentase efisiensi biologis 73,44 %. Perlakuan 90% serbuk kayu sengon + 5% Tepung jagung + 5% bekatul memiliki total produksi terendah sebanyak 0,465 kg dengan persentase efisiensi biologis 38,42 %.
Pengaruh Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Pupuk Kandang pada Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oryza sativa L.) Fajariyani, Amalia Ika; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang menyebabkan produktivitas padi rendah ialah rendahnya kesuburan tanah. Kesuburan tanah dipengaruhi oleh kandungan bahan organik tanah. Pemberian pupuk kandang merupakan upaya untuk meningkatkan kandungan bahan organik di dalam tanah. Namun, ketersediaan pupuk kandang terbatas sehingga pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan pupuk kandang sebagai pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara jenis PGPR dan dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga September 2018 di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Petak utama adalah jenis PGPR (P) yang terdiri dari tanpa PGPR (Pt), PGPR jenis Bacillus subtillis + Pseudomonas flourescens (Pbp) dan PGPR jenis Azotobacter sp. + Azospirillum sp. (Paa). Anak petak ialah dosis pupuk kandang (K) yang terdiri dari pupuk kandang 5 ton ha-1 (K5), pupuk kandang 10 ton ha-1 (K10), pupuk kandang 15 ton ha-1 (K15) dan pupuk kandang 20 ton ha-1 (K20). Hasil penelitian menunjukkan pemberian PGPR dapat menurunkan dosis pupuk kandang. Hal ini dapat terlihat pada penggunaan pupuk kandang 20 ton ha-1 yang tidak diberi PGPR menghasilkan hasil gabah (3,46 ton ha-1) yang tidak berbeda nyata dengan pupuk kandang 10 ton ha-1 yang diberi PGPR jenis Bacillus subtillis + Pseudomonas flourescens (3,94 ton ha-1) dan pupuk kandang 15 ton ha-1 yang diberi PGPR jenis Azotobacter sp. + Azospirillum sp. (3,86 ton ha-1).
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Latip, Abdul Agung Mustika Rizki, Agung Mustika Agus Suryanto Agus Suryanto Ahmad syahirul Alim Aini Nurul Aini, Nurul Aisyah, Nur Ulfa Aisyah, Nur Ulfa Aji Mandiri, Muhammad Ilham Akbar, Mohammad Fani Akbar, Mohammad Fani Alfian, Candra Alfulaila, Nur Alfulaila, Nur Alim, Ahmad Syahirul Alyadin, Faadhilah Fairuz Amani, Risca Amien, Muhammad Andriyansyah, Andriyansyah Anggarsari, Dias Anggarsari, Dias Anggi Indah Yuliana Anggoro, Ariek Dwi anhar, Aus Anton Muhibuddin Aprizanti, Dea Ardiany, Yuli Arini, Siti Asmayani Salimi Asnawati Asnawati Aulia, Purnama Mahbub ayuningsih, asti riska ayuningsih Azis Azis, Azis Azizah, Nur Bambang Guritno Bancin, John Pradana Bancin, John Pradana Br Meliala, Moseria Br Meliala, Moseria cahyaty, Rikza Alfya CINDY CINDY Cindy, Cindy Daffa, Mohammad Rakan Ahsana Darmawan, Randy Devie Ayu Paramitha Dewani, Didha Dewanti, Oka Pramestia Dewi Yuliana Fitri Dhona Puspita Ningrum Diah Azhari Didha Dewani Didik Hariyono Djajadi Djajadi Djajadi, Djajadi Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Eko Widaryanto Elend Arinta Sances Elmefi, Sacia Fadilla, Rohayu Fajariyani, Amalia Ika Fajariyani, Amalia Ika Fajarwati, Santi Kusuma Farisa Magdalena Febry Mitra Pradana, Febry Mitra Fetty Tri Anggraeny Fiolita Prameswari Putri Fitra, Ahmad Fitra, Ahmad Fitrah, Rafly Ibrahim Gloria Ika Satriani Hasifah, Alifah Dita Hasifah, Alifah Dita Hastanti, Rina Dwi Hastanti, Rina Dwi Heddy, Y. B. Suwasono Hendrizal Hendrizal Hermawan Nugraha Utama Hidayat, Hakiim Kurniawan Hidayat, Hakiim Kurniawan Husni Thamrin Sebayang Husni Thamrin Sebayang Hutapea, Matthew Nicholas Fransiskus Hutapea, Matthew Nicholas Fransiskus Ika Kurnia Sofiani iromo, heppi ismail, mufaro'ah Kamaruddin Kamaruddin Kamila, Aisyatin Kamila, Aisyatin Kartika Yurlisa, Kartika Karuniawan Puji Wicaksono Kurnia, Eni Laili, Alfinik Matil Lathifa, Santana Magdalena, Farisa Mardalena Mardalena Marsha, Nikita Dwi Medha Baskara Meganada, Ika Kartika Meganada, Ika Kartika mentari, chintia indah Miftakhul Mita Kartika Ningrum Mochammad Wildan Nugraha Muchamad Yusron Mudji Santoso Mufaro’ah Muhammad Husni Muhibuddin, Anton Muliandari, Nadya Nabilah, Sri Nafi’, Rifqi Nafi’, Rifqi Nikita Dwi Marsha Ningrum, Dhona Puspita Ningrum, Mita Kartika Ninuk Herlina Nisa, Diya Khoirun Nisa, Diya Khoirun Nisaa, Annita Khoirun Nisaa, Annita Khoirun Nofalia, Pina Nopriadi Nopriadi Norbaida, Norbaida novryan, Muhammad razwin Nugraha, Mochammad Wildan Nugraha, Yoga Sasmita Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nur Azizah Nur Ramadhan, Anjari Fadilla Nur Ramadhan, Anjari Fadilla Nur Yuliani Nurhadi . Nurhasanah Nurhasanah Nurhastuti, Nurhastuti Okta Rahma Dani, Gina Paramitha, Devie Ayu Permatasari, Tessa Andini Pradana, Febry Mitra Pradita, Tiara Pasa Pradita, Tiara Pasa Pradoto, Rendy Wahyu Pradoto, Rendy Wahyu Prakoso, Jaka Dwiputra Pratama, Muhammad Lutfi Purnamasari, Chici Dwi Purnamasari, Chici Dwi Putra, Herry Pratama Putra, Herry Pratama Putri Rahmadani, Putri Putri, Fiolita Prameswari Putri, Gina Sukma Rafli, DzakyMuamar Rahardian, Tantra Septa Rahayu, Karmilawati Dwi Rahma Pramita Sari rahmadani, gina okta Rahmadani, Tiara Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia Rahmanda, Riefna Rahmanda, Riefna Ramadhan, Muhammad Riski Ramasandy, Mohammad Rangga Refilina, Yenni Resti Amelia Susanti Ridwan Melay, Ridwan Risantosa, Choirifia Riyani, Norma Winda Riyani, Norma Winda Rizqiasari, Ferina Roedy Soelistyono Roha, Muf Rohma, Ervina Wahidiya Sahana, Nilam Saifunnajar, Saifunnajar Sances, Elend Arinta Santi, Selvia Santoso, Mudji Saputra, Rio Febrian Saven Sari, Alusia Destia Sari, Alusia Destia Sari, Rahma Pramita Sebayang, Husni Thamrin Septiana, Riani Setianto, Christian Wahyu Setyaji, Kurniawan Setyono Yudo Tyasmoro Sheny Kaihatu Simamora, Harry Kurnia Simamora, Harry Kurnia Simanjuntak, Debora Siratul Fikri, Fatoni Sisca Fajriani Siti Nurbaiti Sopiani, Ika Kurnia Sudiarso Sudiarso Sudiarso, Sudiarso Sumiati, Cici Susanti, Resti Amelia susilo, dhyma erlian Sutrisno, Muhammad Syahri, Rifauldin Syahri, Rifauldin Taufik, Anton Taufiqqurrahman, Husain Tini, Jumi Alia Titiek Islami Tyas, R.A. Putri Husadaning Tyas, R.A. Putri Husadaning Utama, Ari Pradipta Utama, Ari Pradipta Utama, Hermawan Nugraha Utami, Arisani Putri Utami, Arisani Putri Verdiana, Miranti Ayu Verdiana, Miranti Ayu Wahid Wahid Wahyuni, Andi Nirma Wahyuni, Andi Nirma Wambrauw, Sopia Fransina Wicaksono, Agung Tri Wicaksono, Agung Tri Widyatri, Tia Ayu Wijayanti, Mia Rajib Wijayanti, Mia Rajib Wiwin Sumiya Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Wulandari, Dinda Pangesti Afrida Wulandari, Dinda Pangesti Afrida Wulandari, Irene Caya Y, Welly Setyawan Y, Welly Setyawan Y. B. Suwasono Heddy Yoga Sasmita Nugraha Yulia Syafitri Yuliandi, Tomi Desra Yuliani, Nur Yuliar Yuliar Yusrawati Yusrawati Z, Martias Zulfitri Aima