p-Index From 2021 - 2026
6.634
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pupuk Kandang sebagai Komposisi Media Tanam dan Volume Air pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) Tyas, R.A. Putri Husadaning; Fajriani, Sisca; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman tomat termasuk dalam tanaman yang mudah memberikan respon kurang baik pada saat mengalami cekaman air. Kondisi cekaman air dapat mengakibatkan tanaman mengalami penurunan proses fisiologi dan fotosintesis. Penelitian ber-tujuan untuk mempelajari pengaruh pupuk kandang dan volume pemberian air pada tanaman tomat. Penelitian telah dilakukan bulan Juli hingga Oktober 2017 di Green House Kelompok Tani Angkasa Landasan Udara Abdulrachman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang. Penelitian meng-gunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu komposisi media tanam yang terdiri dari A1: Tanah, A2: Tanah + pupuk kandang 1:1, dan A3: Tanah + pupuk kandang 2:1. Faktor kedua yaitu volume pemberian air dari total kebutuhan air tanaman tomat yang terdiri dari K1: 100% (400 mm/musim tanam), K2: 75% (300 mm/musim tanam), dan K3: 50% (200 mm/musim tanam). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan komposisi media tanam tanah + pupuk kandang 1:1 dan 2:1 dapat mengurangi pemberian volume air hingga 75% pada parameter pengamatan jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman.
Pengaruh Komposisi Media Serbuk Kayu Sengon dengan Tepung Jagung dan Tepung Sorgum pada Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) Nisa, Diya Khoirun; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur tiram ialah makanan bergizi tinggi yang kaya protein dan dapat tumbuh di berbagai jenis media salah satunya serbuk kayu sengon. Serbuk kayu sengon memiliki sifat mudah lapuk dan memiliki kandungan lignin dan selulosa yang baik bagi pertumbuhan jamur tiram. Namun, jamur tiram juga mmembutuhkan nutrisi lain seperti protein, karbohidrat, lemak dan vitamin. Sehingga perlu ditambahkan tepung jagung dan tepung sorgum yang memiliki protein, karbohidrat, lemak dan vitamin. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari pengaruh perbedaan komposisi media pada pertumbuhan dan hasil jamur tiram dan untuk mendapatkan kombinasi media tanam yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil jamur tiram yang optimal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2018 hingga Juni 2018. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 12 perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan nyata pada beberapa parameter pengamatan kecuali panjang tangkai dan diameter badan buah jamur tiram. Total produksi tertinggi dimiliki perlakuan 70% serbuk kayu sengon + 25% tepung sorgum + 5% bekatul ialah 0,650 kg dengan persentase efisiensi biologis 73,44 %. Perlakuan 90% serbuk kayu sengon + 5% Tepung jagung + 5% bekatul memiliki total produksi terendah sebanyak 0,465 kg dengan persentase efisiensi biologis 38,42 %.
Pengaruh Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Pupuk Kandang pada Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oryza sativa L.) Fajariyani, Amalia Ika; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang menyebabkan produktivitas padi rendah ialah rendahnya kesuburan tanah. Kesuburan tanah dipengaruhi oleh kandungan bahan organik tanah. Pemberian pupuk kandang merupakan upaya untuk meningkatkan kandungan bahan organik di dalam tanah. Namun, ketersediaan pupuk kandang terbatas sehingga pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan pupuk kandang sebagai pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara jenis PGPR dan dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga September 2018 di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Petak utama adalah jenis PGPR (P) yang terdiri dari tanpa PGPR (Pt), PGPR jenis Bacillus subtillis + Pseudomonas flourescens (Pbp) dan PGPR jenis Azotobacter sp. + Azospirillum sp. (Paa). Anak petak ialah dosis pupuk kandang (K) yang terdiri dari pupuk kandang 5 ton ha-1 (K5), pupuk kandang 10 ton ha-1 (K10), pupuk kandang 15 ton ha-1 (K15) dan pupuk kandang 20 ton ha-1 (K20). Hasil penelitian menunjukkan pemberian PGPR dapat menurunkan dosis pupuk kandang. Hal ini dapat terlihat pada penggunaan pupuk kandang 20 ton ha-1 yang tidak diberi PGPR menghasilkan hasil gabah (3,46 ton ha-1) yang tidak berbeda nyata dengan pupuk kandang 10 ton ha-1 yang diberi PGPR jenis Bacillus subtillis + Pseudomonas flourescens (3,94 ton ha-1) dan pupuk kandang 15 ton ha-1 yang diberi PGPR jenis Azotobacter sp. + Azospirillum sp. (3,86 ton ha-1).
Pengaruh Dosis Pupuk Urea pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) dalam Sistem Tumpangsari dengan Sawi (Brassica juncea L.) Wulandari, Dinda Pangesti Afrida; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman tomat sangat memungkinkan untuk dibudidayakan secara tumpangsari. Permasalahan yang harus diperhatikan dalam sistem sistem tumpangsari adalah perebutan unsur hara terutama untuk unsur hara yang sangat mobile yaitu nitrogen. Oleh karena itu perlu penelitian kebutuhan unsur hara nitrogen terhadap tomat yang di tumpangasari maupun monokultur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pemberian beberapa dosis pupuk urea pada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada sistem tumpangsari dengan sawi. Penelitian dilaksanakaan pada bulan Juli hingga September di jalan Sasando Kepuharjo, Karangploso, kabupaten Malang, Jawa Timur, pada bulan Juni sampai September 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagidengan perlakuan diulang sebanyak 4 kali. A1B1= Tanaman tomat monokultur dengan tanpa pupuk urea, A1B2= Tanaman tomat monokultur dengan dosis pupuk urea 200kg , A1B3 = Tanaman tomat monokultur dengan dosis pupuk urea 400kg, A2B1 = Tanaman Tomat Tumpangsari dengan Sawi dengan tanpa pupuk urea, A2B2=Tanaman Tomat Tumpangsari dengan Sawi dengan dosis pupuk urea 200kg, A2B3=Tanaman Tomat Tumpangsari dengan Sawi dengan dosis pupuk urea 400kg. Hasil penelitian menunjukkan pemberian dosis pupuk urea 400 kg ha-1 mampu meningkatkan hasil tanaman tomat pada variabel bobot buah segar tomat per tanaman 41,73 % dibandingkan tanpa pupuk urea dan 16,09 % dibandingkan dengan dosis pupuk urea 200 kg ha-1 serta meningkatkan bobot buah segar per hektar 71,50 %  dibandingkan tanpa pupuk urea dan 16,87 % dibandingkan dengan dosis pupuk urea 200 kg ha-1.
Pengaruh Kombinasi Pupuk Vermikompos dan NPK Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) Varietas Servo Simamora, Harry Kurnia; Azizah, Nur; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) merupakan salah satu jenis sayuran yang dibutuhkan masyarakat dalam keadaan organik. Untuk menghasilkan sayur tomat yang murni organik membutuhkan waktu serta proses yang cukup lama. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menghasilkan tomat organik adalah dengan cara menurunkan kebutuhan pupuk anorganik pada tomat yaitu dengan mengkombinasikan pupuk organik dan anorganik pada lahan budidaya. Tujuan penelitian ini  adalah mengetahui kombinasi yang tepat antara pupuk vermikompos dan NPK dalam menurunkan kebutuhan pupuk anorganik serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil tomat. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Dadaprejo, Dusun Areng-areng, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, pada bulan April sampai Agustus 2018. Percobaan ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yaitu dengan 7 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang digunakan yaitu; P1=0% Pupuk Vermikompos+100% NPK (tanpa Vermikompos+1 ton ha-1 NPK), P2=20% Pupuk Vermikompos+80% NPK (2 ton ha-1 vermikompos+800 kg ha-1 NPK), P3=40% Pupuk Vermikompos+60% NPK (4 ton ha-1 vermikompos+600 kg ha-1 NPK), P4=50% Pupuk Vermikompos+50% NPK (5 ton ha-1 vermikompos+500 kg ha-1 NPK), P5=60% Pupuk Vermikompos+40% NPK (6 ton ha-1 vermikompos+400 kg ha-1 NPK), P6=80% Pupuk Vermikompos+20% NPK (8 ton ha-1 Vermikompos+200 kg ha-1 NPK), P7 =100% Pupuk Vermikompos+0% NPK (10 ton ha-1 Vermikompos+tanpa NPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk Vermikompos 50%+NPK 50% (Vermikompos 5 ton ha-1+NPK 500 kg ha-1) merupakan hasil kombinasi terbaik karena mampu meningkatkan pertumbuhan tomat dan menghasilkan bobot buah paling tinggi dibandingkan perlakuan lainnya yaitu sebesar 48,3 ton ha-1 atau lebih tinggi sebesar 73,7% dari perlakuan yang memakai pupuk NPK saja.
Pengaruh Blotong Tebu dan Rhizobium pada Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Kamila, Aisyatin; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) memiliki produktivitas rendah yang disebabkan oleh menurunnya kesuburan tanah. Salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya kesuburan tanah adalah penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan. Upaya untuk meningkatkan produktivitas kacang tanah adalah dengan penggunaan pupuk organik seperti blotong tebu dan rhizobium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh blotong tebu dan rhizobium pada pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Penelitian dilaksanakan di Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada bulan Mei sampai Agustus 2018. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 12 perlakuan. Perlakuan yang digunakan pada faktor satu terdiri dari B0= tanpa blotong tebu, B1= blotong tebu 20 ton ha-1, dan B2= blotong tebu 30 ton ha-1. Faktor dua terdiri dari L0= tanpa rhizobium, L1= rhizobium 5 g kg-1, L2= rhizobium 10 g kg-1, dan L3= rhizobium 15 g kg-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk blotong 30 ton ha-1 dan dosis rhizobium 10 g kg-1 menghasilkan bobot polong 2,47 ton ha-1 (memberikan peningkatan hasil panen sebesar 27,98% jika dibandingkan dengan perlakuan dosis pupuk blotong 30 ton ha-1 dan dosis rhizobium 5 g kg-1).
Pengaruh Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Pupuk Anorganik pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Pulut (Zea mays ceratina) Hutapea, Matthew Nicholas Fransiskus; Baskara, Medha; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan hasil tanaman jagung umumnya dilakukan dengan metode intensifikasi salah satu cara dengan pemberian pupuk anorganik. Penambahan pupuk anorganik secara berkala dalam jumlah besar menyebabkan penurunan kesuburan tanah. Pemberian pupuk organik merupakan salah satu cara meningkatkan kesuburan tanah. Salah satu bahan pupuk organik didapat dari limbah produksi kelapa sawit yang dikomposkan yaitu Tandan Kosong Kelapa Sawit. Pemberian kompos yang sifatnya slow release tidak mampu memenuhi kebutuhan jagung sehingga dikombinasikan dengan pupuk anorganik tunggal sehingga mampu memenuhi kebutuhan tanaman. Tujuan penelitian untuk memperoleh kombinasi kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit dan pupuk anorganik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut. Penelitian dilaksanakan Februari hingga April 2019 di ATP Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. dan 9 perlakuan terdiri dari Kompos TKKS 0 ton ha-1 + 1 bagian pupuk anorganik, Kompos TKKS 5 ton ha-1 + 1/3 pupuk anorganik (F1), Kompos TKKS 5 ton ha-1+ 2/3 pupuk anorganik, Kompos TKKS 10 ton ha-1 + 1/3 pupuk anorganik, Kompos TKKS 10 ton ha-1 + 2/3 pupuk anorganik, Kompos TKKS 15 ton ha-1+ 1/3 pupuk anorganik, Kompos TKKS 15 ton ha-1+ 2/3 pupuk anorganik, Kompos TKKS 20 ton ha-1+ 1/3 pupuk anorganik, Kompos TKKS 20 ton ha-1+ 2/3 pupuk anorganik. Hasil penelitian menunjukkan pemberian Kompos TKKS 20 ton ha-1+ 2/3 pupuk anorganik mampu memberikan hasil jagung pulut  tertinggi (10,34 ton ha-1) yang tidak berbeda nyata dengan Kompos TKKS 0 ton ha-1 + pupuk anorganik 100% (9,19 ton ha-1) dan meningkatkan hasil 11,12%.
Pengaruh Populasi Tanaman dan Pemupukan N, K pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Laili, Alfinik Matil; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 4 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang hijau memiliki rata-rata hasil 0,90-1,98 ton/ha sedangkan potensi hasil yang dicapai 2,4 ton/ha berarti hasil masih jauh dari potensi (Balitkabi, 2017). Penyebabnya adalah pengaturan populasi tanaman dan pemupukan yang kurang tepat. Oleh karena itu perlu upaya mengatur populasi tanaman yang tinggi dan membutuhkan peningkatan dosis pupuk N, K. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengaruh pengaturan populasi tanaman dan pemupukan N, K pada pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di Lahan Desa Dadaprejo Kecamatan Junrejo Kota Batu pada bulan September sampai November  2018. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT), faktor pertama adalah populasi tanaman (J) yaitu: J1 = 200.000 tanaman/ha, J2 = 250.000 tanaman/ha, J3 = 300.000 tanaman/ha. Faktor kedua adalah dosis pupuk (K) yaitu: K1 = N 25 kg/ha, K2O 25 kg/ha, K2 = N 50 kg/ha, K2O 50 kg/ha, K3 = N 75 kg/ha, K2O 75 kg/ha, K4 = N 100 kg/ha, K2O 100 kg/ha. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan dosis pupuk N, K 100 kg/ha menghasilkan bobot kering/tanaman 5,34 g/tanaman lebih tinggi 22,48% dari dosis pupuk N, K 25 kg/ha. Sedangkan perlakuan populasi 300.000 tanaman/ha dan pemupukan 100 kg/ha menghasilkan bobot kering ton/ha sebesar 1,76 ton/ha tidak berbeda nyata jika dibandingkan populasi 200.000 tanaman/ha dan pemupukan N, K 75 kg/ha yang menghasilkan bobot kering ton/ha sebesar 1,58 ton/ha.
Pengaruh Sistem Tanam dan Waktu Penyiangan Gulma Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merill) Edamame var. Ryoko Dewanti, Oka Pramestia; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 6 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai (Glycine max L. Merill) khusunya edamame memiliki rata-rata hasil panen yang rendah jika dibandingkan dengan potensi hasil. Salah satu penyebabnya adalah keberadaan gulma yang mengganggu pertumbuhan edamame. Keberadaan gulma pada lahan edamame menyebabkan penurunan hasil hingga 80%. Oleh sebab itu upaya penyiangan perlu dilakukan. Selain penyiangan, sistem tanam jajar legowo perlu diterapkan karena memiliki efek tanaman pinggir yang baik untuk pertumbuhan edamame. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu penyiangan gulma pada sistem tanam yang berbeda pada pertumbuhan dan hasil edamame. Penelitian dilaksanakan di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kabupaten Malang pada bulan September sampai November 2018. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dalam pola RAK. Perlakuan yang digunakan pada petak utama terdiri dari J1= tandur jajar, J2= jajar legowo. Anak petak terdiri dari P1= tanpa penyiangan, P2= penyiangan 1 kali, P3= penyiangan 2 kali, dan P4= penyiangan 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sistem tanam jajar legowo dan waktu penyiangan 3 kali menghasilkan bobot polong 7,49 ton ha-1 (meningkat 22,29% dibandingkan dengan perlakuan sistem tanam tandur jajar dan waktu penyiangan 3 kali).
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Ketan (Zea mays ceratina L.) pada Berbagai Jenis Pupuk Organik dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Aulia, Purnama Mahbub; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 9 No. 4 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan hasil budidaya tanaman jagung pada umumnya dilakukan dengan penggunaan pupuk anorganik. Penambahan pupuk anorganik secara intensif dalam jumlah besar akan menyebabkan kerusakan biologi, fisika dan kimia tanah sehingga menurunkan tingkat kesuburan tanah. Pemberian pupuk organik merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki kesuburan tanah. Salah satu penggunaan pupuk organik yaitu dikombinasikan dengan menggunakan pupuk hayati (PGPR), karena pupuk hayati mengandung mikroorganisme yang dapat mempercepat dekomposisi bahan organik, sehingga kombinasi pupuk organik dan PGPR mampu menyediakan kondisi terbaik bagi pertumbuhan tanaman jagung. tujuan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil terbaik tanaman jagung ketan pada berbagai macam kombinasi pemupukan organik dan PGPR. Penelitian dilaksanakan Februari hingga Mei 2020 di ATP Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan dan 10 perlakuan terdiri dari pupuk anorganik, pupuk anorganik + PGPR, pupuk anorganik + pupuk kandang, pupuk anorganik + pupuk kandang + PGPR, pupuk kandang, pupuk kandang + PGPR, Tithonia Diversifolia, Tithonia Diversifolia + PGPR, kompos, kompos + PGPR. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kompos + PGPR mampu memberikan hasil yang meningkat 11,15% - 27,74% dibandingkan dengan perlakuan pupuk organik lainnya. Pemberian pupuk anorganik + Pupuk kandang + PGPR memberikan hasil jagung ketan yang sama dengan perlakuan pupuk anorganik sesuai dosis rekomendasi, meskipun cenderung meningkat 0,18% - 3,13%.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Latip, Abdul Agung Mustika Rizki, Agung Mustika Agus Suryanto Agus Suryanto Ahmad syahirul Alim Aini Nurul Aini, Nurul Aisyah, Nur Ulfa Aisyah, Nur Ulfa Aji Mandiri, Muhammad Ilham Akbar, Mohammad Fani Akbar, Mohammad Fani Alfian, Candra Alfulaila, Nur Alfulaila, Nur Alim, Ahmad Syahirul Almaini, Almaini Alyadin, Faadhilah Fairuz Amani, Risca Amien, Muhammad Andriyansyah, Andriyansyah Anggarsari, Dias Anggarsari, Dias Anggi Indah Yuliana Anggoro, Ariek Dwi Anton Muhibuddin Aprizanti, Dea Ardiany, Yuli Arini, Siti Asmayani Salimi Asnawati Asnawati Aulia, Purnama Mahbub ayuningsih, asti riska ayuningsih Azhari, Diah Azis Azis, Azis Azizah, Nur Bambang Guritno Bancin, John Pradana Bancin, John Pradana Br Meliala, Moseria Br Meliala, Moseria cahyaty, Rikza Alfya CINDY CINDY Cindy, Cindy Damri Devie Ayu Paramitha Dewani, Didha Dewanti, Oka Pramestia Dewi Yuliana Fitri Dhona Puspita Ningrum Diah Azhari Didha Dewani Didik Hariyono Djajadi Djajadi Djajadi, Djajadi Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Eko Widaryanto Elend Arinta Sances Elmefi, Sacia Fadilla, Rohayu Fajariyani, Amalia Ika Fajariyani, Amalia Ika Fajarwati, Santi Kusuma Farisa Magdalena Febry Mitra Pradana, Febry Mitra Fetty Tri Anggraeny Fiolita Prameswari Putri Fitra, Ahmad Fitra, Ahmad Fitrah, Rafly Ibrahim Gloria Ika Satriani Hasifah, Alifah Dita Hasifah, Alifah Dita Hastanti, Rina Dwi Hastanti, Rina Dwi Heddy, Y. B. Suwasono Hermawan Nugraha Utama Hidayat, Hakiim Kurniawan Hidayat, Hakiim Kurniawan Husni Thamrin Sebayang Husni Thamrin Sebayang Hutapea, Matthew Nicholas Fransiskus Hutapea, Matthew Nicholas Fransiskus Ika Kurnia Sofiani iromo, heppi ismail, mufaro'ah Kamaruddin Kamaruddin Kamila, Aisyatin Kamila, Aisyatin Kartika Yurlisa, Kartika Karuniawan Puji Wicaksono Khoirini, Fatimah Kurnia, Eni Laili, Alfinik Matil Lathifa, Santana Magdalena, Farisa Mardalena Mardalena Marsha, Nikita Dwi Medha Baskara Meganada, Ika Kartika Meganada, Ika Kartika mentari, chintia indah Miftakhul Mita Kartika Ningrum Mochammad Wildan Nugraha Muchamad Yusron Mudji Santoso Mufaro’ah Mugi Hartoyo Muhammad Husni Muhibuddin, Anton Muliandari, Nadya Nabil, Naufal Ammar Nabilah, Sri Nafi’, Rifqi Nafi’, Rifqi Nikita Dwi Marsha Ningrum, Dhona Puspita Ningrum, Mita Kartika Ninuk Herlina Nisa, Diya Khoirun Nisa, Diya Khoirun Nisaa, Annita Khoirun Nisaa, Annita Khoirun Nofalia, Pina Norbaida, Norbaida novryan, Muhammad razwin Nugraha, Mochammad Wildan Nugraha, Yoga Sasmita Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nur Azizah Nur Ramadhan, Anjari Fadilla Nur Ramadhan, Anjari Fadilla Nur Yuliani Nurhadi . Nurhasanah Nurhasanah Nurhastuti Nurhastuti, Nurhastuti Okta Rahma Dani, Gina Paramitha, Devie Ayu Permatasari, Tessa Andini Pradana, Febry Mitra Pradita, Tiara Pasa Pradita, Tiara Pasa Pradoto, Rendy Wahyu Pradoto, Rendy Wahyu Prakoso, Jaka Dwiputra Pratama, Muhammad Lutfi Purnamasari, Chici Dwi Purnamasari, Chici Dwi Putra, Herry Pratama Putra, Herry Pratama Putri Rahmadani, Putri Putri, Fiolita Prameswari Putri, Gina Sukma Rafli, DzakyMuamar Rahayu, Karmilawati Dwi Rahma Pramita Sari rahmadani, gina okta Rahmadani, Tiara Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia Rahmanda, Riefna Rahmanda, Riefna Ramadhan, Muhammad Riski Ramasandy, Mohammad Rangga Refilina, Yenni Resti Amelia Susanti Ridwan Melay, Ridwan Risantosa, Choirifia Riyani, Norma Winda Riyani, Norma Winda Rizqiasari, Ferina Roedy Soelistyono Roha, Muf Rohma, Ervina Wahidiya Sahana, Nilam Saifunnajar, Saifunnajar Santi, Selvia Santoso, Mudji Saputra, Rio Febrian Saven Sari, Alusia Destia Sari, Alusia Destia Sari, Rahma Pramita Sebayang, Husni Thamrin Septiana, Riani Setianto, Christian Wahyu Setyaji, Kurniawan Setyono Yudo Tyasmoro Sheny Kaihatu Simamora, Harry Kurnia Simamora, Harry Kurnia Simanjuntak, Debora Siratul Fikri, Fatoni Sisca Fajriani Siti Nurbaiti Sopiani, Ika Kurnia Sudiarso Sudiarso Sudiarso, Sudiarso Susanti, Resti Amelia susilo, dhyma erlian Sutrisno, Muhammad Syahri, Rifauldin Syahri, Rifauldin Taufik, Anton Taufiqqurrahman, Husain Tini, Jumi Alia Titiek Islami Tyas, R.A. Putri Husadaning Tyas, R.A. Putri Husadaning Utama, Ari Pradipta Utama, Ari Pradipta Utama, Hermawan Nugraha Utami, Arisani Putri Utami, Arisani Putri Verdiana, Miranti Ayu Verdiana, Miranti Ayu Wahid Wahid Wahyuni, Andi Nirma Wahyuni, Andi Nirma Wambrauw, Sopia Fransina Wicaksono, Agung Tri Wicaksono, Agung Tri Wijayanti, Mia Rajib Wijayanti, Mia Rajib Wiwin Sumiya Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Wulandari, Dinda Pangesti Afrida Wulandari, Dinda Pangesti Afrida Wulandari, Irene Caya Y, Welly Setyawan Y, Welly Setyawan Y. B. Suwasono Heddy Yoga Sasmita Nugraha Yulia Syafitri Yuliani, Nur Yuliar Yuliar Yusrawati Yusrawati Z, Martias Zulfitri Aima