Articles
Elementary School Student Response to Children's Storybooks with Emotional Literacy
Seni Apriliya;
Erwin Rahayu Saputra;
Cyntia C
Indonesian Journal of Primary Education Vol 6, No 2 (2022): Indonesian Journal of Primary Education: December 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/ijpe.v6i2.51948
This research is motivated by the urgency of emotional literacy teaching materials for elementary school students. One of the efforts that can be done is to cultivate emotional literacy through fictional texts or children's literature in the form of children's story books. There are a number of studies on children's stories containing emotional literacy. However, the response of students to children's story books containing emotional literacy is still limited. Therefore, this purpose study aims to describe the responses of elementary school students to children's story books containing emotional literacy. This research is part of the Educational Design Research (EDR) research model. Data collection techniques used, namely distributing questionnaires to 13 students and studying literature. The results showed that the students' responses to children's story books containing emotional literacy were included in the good category because they met five indicators of reading interest, namely meeting the reading needs of children's stories containing emotional literacy; according to the interests of students; feelings of pleasure that arise in students after reading story books containing emotional literacy; acknowledge interest in reading children's stories containing emotional literacy; and the spirit of reading and following up the values obtained from reading into life. Thus, it can be concluded that children's story books containing emotional literacy were responded well by students while providing a good emotional literacy experience. The implication is that it requires exploration of response-oriented strategies and techniques in learning or non-learning that empowers children's story books with emotional literacy
Electrical Tandem Roller (ETR) Media for 4C Capabilities Based Stem Learning Elementary Schools
Cahyana, Cahyana;
Hamdu, Ghullam;
Lidinillah, Dindin Abdul Muiz;
Apriliya, Seni
International Journal of Elementary Education Vol 4 No 2 (2020): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/ijee.v4i2.25205
Learning media is very useful to help students understand the concepts of learning material provided. The use of innovative learning media is still limited to the learning process, especially thematic learning. Thematic innovative learning media is more specifically developed with STEM-based learning based on 4C capabilities, namely the Media Electrical Tandem Roller (ETR). Media development is carried out using the Focus General Discussion (FGD) Method with a qualitative approach. The process of implementing this FGD stage involved the development team of STEM learning tools that aims to validate the media produced without going through field trials. ETR media based on the ability of 4C in elementary schools has been produced for STEM learning. This innovative learning media is expected to be used, especially for teachers in thematic learning in elementary schools.
Kondisi Sarana dan Prasarana Perpustakaan sebagai Fasilitas Gerakan Literasi di Sekolah Dasar
Amelia, Nisa;
Apriliya, Seni;
Alia, Dwi
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 2 No. 4 (2024): Januari - Februari
Publisher : CV. ITTC INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62379/jishs.v2i4.1610
Based on international research, Indonesia is a country whose population is relatively low in terms of literacy. The latest test results conducted by PISA in 2022 also showed that the score obtained decreased by 12 points. Some experts say that the condition of library facilities and infrastructure is an external factor in low student interest in reading. The purpose of this study is to present the results of an analysis of the condition of library facilities and infrastructure as a facility for the literacy movement in elementary schools. The research method used was a qualitative approach. Data collection was conducted using observation and interview techniques with 3 librarians, 3 principals, 18 teachers and 90 students from 3 elementary schools in one of the cities in West Java. The analysis of the condition of library facilities and infrastructure carried out refers to the National Standards for SD / MI Libraries precisely according to the Regulation of the Head of the National Library of the Republic of Indonesia No. 10 of 2017. The results showed that SDN A has many aspects that have met the national standards, SDN B has quite a lot of aspects that have met the national standards, there are only a few shortcomings in both SDNs, and SDN C requires a lot of development in order to meet national standards. With library facilities and infrastructure that meet national standards, it is hoped that they can support the literacy movement.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA FLASHCARD PADA PBSI BEMUATAN LITERASI EMOSI UNTUK PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR
Yuliandini, Tisya Annisa;
Apriliya, Seni;
Respati, Resa
ATTA`DIB Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Program Studi PGMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/at-tadib.v8i1.19475
Penelitian dilatarbelakangi oleh karena munculnya permasalahan yakni tidak tersediaannya media pembelajaran untuk memfasilitasi literasi emosi peserta didik Sekolah Dasar. Perlu adanya sarana yang dapat memfasilitasi literasi emosi peserta didik. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media flashcard pada pembelajaran Bahasa Indonesia bermuatan literasi emosi untuk memfasilitasi literasi emosi peserta didik Sekolah Dasar. Metode yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Data yang diperoleh, dianalisis secara kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian ialah di tiga Sekolah Dasar di Kota Tasikmalaya, dengan partisipan guru kelas IV dari ketiga sekolah tersebut. Waktu penelitian dilakukan selama tiga bulan, terhitung dari bulan Maret-Mei 2023. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan media flashcard ini diperlukan untuk memfasilitasi literasi emosi peserta didik, khususnya dalam pembelajaran sastra Bahasa Indonesia kelas IV Sekolah Dasar. Karakteristik media pembelajaran yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan media flashcard bermuatan literasi ini diantaranya yaitu media harus memuat contoh literasi emosi, media untuk penggunaan individual, konkret, mudah digunakan, memuat gambar, ukuran kartu serta huruf disesuaikan agar terlihat jelas oleh pengguna.
EKSPRESI SISWA KELAS IV SD NEGERI PADAWENING YANG BELUM MAMPU MEMBACA PEMAHAMAN KETIKA BELAJAR MEMBACA PEMAHAMAN
Nurmala, Mela;
Apriliya, Seni;
Mulyadiprana, Ahmad
ATTA`DIB Vol. 7 No. 2 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi PGMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/at-tadib.v7i2.19516
Penelitian ini dilatar belakangi oleh lambatnya siswa kelas IV sekolah dasar dalam menguasai keterampilan membaca pemahaman. tentu saja kejadian ini sangat memprihatinkan karena akan sangat berpengaruh pada hasil belajar yang diharapkan. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan lambatnya siswa dalam membaca pemahaman diantaranya, dari sisi literasi emosi siswa itu sendiri, kondisi emosional siswa yang cenderung tidak stabil sangat berpengaruh pada pembelajaran siswa. Setiap emosi yang dialami oleh siswa tentu akan diek-spresikan, baik itu melalui gerak tubuh maupun ekspresi muka. Ekpresi dari emosi yang dirasakan siswa ketika mengikuti belajar membaca pemahaman penting untuk diketahui karena sangat terkait dengan keadaan emo-sional siswa dan akan berpengaruh pada hasil belajarnya. Maka dari itu perlu upaya dari semua pihak untuk mengatasi permasalahan ini. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui ekspresi yang dit-ampilkan siswa kelas IV sekolah dasar yang belum mampu membaca pemahaman saat mengikuti pembelaja-ran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan teknik pengum-pulan data dengan wawancara, observasi dan penelaahan hasil dokumentasi. Wawancara dilakukan pada siswa, guru kelas dan kepala sekolah, sedangkan observasi dilakukan kepada siswa. Hasil penelitian ini menun-jukan bahwa siswa dapat menekspresikan perasaanya ketika mengikuti pembelajaran membaca pemahman. Penelitian ini diharapkan bisa menjadi referensi untuk guru dalam membimbing dan mengarahkan siswa da-lam mengelola emosinya secara tepat dan benar sebagai upaya dalam peningkatan kemampuan siswa dalam membaca pemahaman.
ANALISIS SELF-LOVE DALAM KUMPULAN CERITA ANAK MAJALAH BOBO
Srimaryanti, Annisa;
Apriliya, Seni;
Respati, Resa
ATTA`DIB Vol. 6 No. 1 (2022): JUNI
Publisher : Program Studi PGMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/at-tadib.v6i1.19562
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek self-love dalam cerita anak majalah bobo. Hal ini dilakukan karena ditemukan kurangnya aspek self-love yang tertanam dalam diri anak. Penelitian ini penting dilakukan karena banyak sekali peran self-love sehingga harus ditanamkan pada diri anak. Penelitian ini menggunakan desain penelitan dengan metode analisis konten dan pendekatan kualitatif deskriptif. Self-love merupakan istilah yang digunanak dalam mencintai diri. Self-love memiliki 4 aspek diantaranya self-awareness, self-worth, self- es-teem, dan self-care. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa cerita anak dalam majalah bobo sudah mengklasifikasikan aspek self-love. Self-awareness digam-barkan melalui tokoh yang memiliki sikap mampu membedakan dirinya dari ling-kungan fisik dan sosialnya, sadar akan tugas dan tanggung jawabnya, dan mem-bangun sikap yang berhubungan dengan diri. Self-worth digambarkan melalui tokoh yang sadar bahwa dirinya berharga. Self-esteem ditunjukkan melalui sikap tokoh untuk menilai dan menghormati dirinya dengan baik. Self-care ditunjukkan melalui sikap tokoh dengan menjaga kesehatan jiwa dan raganya melalui hal yang membuatnya senang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa cerita anak da-lam majalah bobo sudah memasukkan aspek self-love baik secara tersirat maupun secara tersurat.
LITERASI DIGITAL SAFETY GURU SEKOLAH DASAR KECAMATAN RAJAPOLAH
Azzahra, Syifa;
Apriliya, Seni;
Mulyadiprana, Ahmad
ATTA`DIB Vol. 6 No. 1 (2022): JUNI
Publisher : Program Studi PGMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/at-tadib.v6i1.19576
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesadaran guru Sekolah Dasar terkait literasi digital safety. Digital safety dalam penelitian ini merujuk pada empat kompetensi sebagai in-dikator, diantaranya 1) fitur perangkat digital; 2) perlindungan identitas dan data pribadi; 3) rekam jejak digital; serta 4) penipuan digital. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menganalisis guru kelas. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Rajapolah yaitu SD Negeri 1 Manggungjaya dan SD Negeri 3 Manggungjaya subjek penelitian sebayak 5 guru.. Pengumpulan data kualitatif digunakan untuk menganalisis kesadaran guru mengenai literasi digital safety dengan menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa guru sudah mem-iliki kesadaran mengenai digital safety yang terdapat pada empat indikator. Namun, perlu adanya bimbingan terkait digital safety mengenai penipuan digital dan rekam jejak digital. Temuan ini menambah wawasan upaya kebutuan peningkatan berkelanjutan terkait literasi digital safety guru Sekolah Dasar untuk mengatasi ancaman digital.
Needs Analysis for the Development of an Assessment Rubric for Writing Explanatory Texts Among Grade 5 Primary School Students
Rosmawati , Erma;
Apriliya, Seni;
Yusuf Muslihin, Heri
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56916/jirpe.v4i3.1371
This research is motivated by the unoptimal practice of writing assessments of explanatory text in grade V elementary school, which tends to be subjective and lacks specific feedback. This study aims to analyze the need to develop an assessment rubric for writing explanatory texts based on the characteristics of grade V students. The research method used is qualitative, with data collection through observation of assessment practices in the classroom, in-depth interviews with grade V teachers, and review of documentation related to writing assessment. The results showed that current assessment practices vary, use implicit criteria, and provide general feedback. Teachers acknowledge difficulties in assessing specific aspects of writing explanatory texts and need more objective instruments, such as rubrics. Analysis of curriculum documents and existing assessment instruments showed a lack of criteria specification for explanatory texts. The literature study supports the urgency of developing specific, clear, measurable, holistic, and practical rubrics and their potential as assessment and learning tools. This study concludes that there is a significant need to develop a writing assessment rubric for explanatory texts suitable for grade V to improve the objectivity of assessment, feedback effectiveness, and writing learning quality.
Pemetaan Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Pada Tahap Pembiasaan Di Sekolah Dasar
Permana, Ai Triyaningsih Lina;
Apriliya, Seni;
Respati, Resa
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 17 No 1 (2025): Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47435/al-qalam.v17i1.3701
The implementation of the habituation stage of the School Literacy Movement (GLS) in elementary schools includes several aspects, including reading activities before the learning process begins which are carried out for 15 minutes, the availability of text-rich facilities and environments, the creation of a literacy environment, the selection of reading books, and active participation from the public. The purpose of this study is to summarize various findings related to the implementation, strategies, and impacts of the GLS habituation stage, especially at the elementary school level. This type of research is qualitative research with the Systematic Literature Review (SLR) method to examine the implementation of the habituation stage of the School Literacy Movement in elementary schools. The results of the study based on the Systematic Literature Review (SLR) have generally achieved all indicators of the habituation stage of the School Literacy Movement in elementary schools. However, there are still schools that are not optimal in their implementation. This is due to limitations in facilities that support literacy such as limitations in reading materials
Analisis Kebutuhan Membaca Pemahaman Berbasis Google Sites untuk Peserta Didik Sekolah Dasar
Gustini, Wantu;
Apriliya, Seni;
Muslihin, Heri Yusuf
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 5 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v9i5.7045
Rendahnya kemampuan membaca pemahaman peserta didik kelas V Sekolah Dasar menjadi perhatian dalam konteks tuntutan literasi abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan peserta didik kelas V terhadap sumber belajar membaca pemahaman berbasis platform digital Google Sites. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Novelty dari penelitian ini terletak pada identifikasi mendalam kebutuhan spesifik peserta didik kelas V terhadap fitur dan desain sumber belajar membaca pemahaman berbasis Google Sites, yang belum dieksplorasi secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap sumber belajar yang kaya visual dan interaktif. Mereka juga mengharapkan topik bacaan yang relevan, penjelasan yang sederhana, serta fitur-fitur interaktif seperti kuis dan galeri media dalam platform Google Sites. Observasi mengindikasikan kurangnya keterlibatan aktif peserta didik dengan sumber belajar konvensional. Studi dokumentasi menyoroti variasi tingkat pemahaman peserta didik dan keterbatasan visual serta interaktivitas terhadap materi. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada penyediaan data empiris yang spesifik dan mendalam mengenai kebutuhan peserta didik kelas V terhadap sumber belajar membaca pemahaman berbasis Google Sites.