p-Index From 2021 - 2026
13.118
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DIKSI Mimbar PGSD Undiksha Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Publikasi Pendidikan OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Metodik Didaktik Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Wacana Akademika : Majalah Ilmiah Kependidikan Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Elementary : Kajian Teori dan Hasil Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar Indonesian Journal of Primary Education JURNAL PAUD AGAPEDIA Jurnal Basicedu AT-TA`DIB International Journal of Elementary Education Jurnal Pendidikan Edutama COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Attadib: Journal of Elementary Education Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang PAKAR Pendidikan Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan The Journal of English Language Teaching, Literature, and Applied Linguistics (JELA) Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya Jurnal Dunia Pendidikan Taroa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Cakrawala Pendas Jurnal Basicedu Journal of Innovation and Research in Primary Education PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar JS (Jurnal Sekolah) Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan Indonesian Journal of Primary Education International Journal of Management, Innovation, and Education Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir Sawerigading Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PADA PEMBELAJARAN APRESIASI DONGENG DI SEKOLAH DASAR Yulia, Raida; Apriliya, Seni; Mulyadiprana, Ahmad
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v17i1.81736

Abstract

Salah satu kegiatan dalam pembelajaran sastra yang perlu dikuasai oleh peserta didik sejak pendidikan dasar adalah kegiatan mengapresiasi sastra, seperti mengapresiasi dongeng. Untuk mengukur keberhasilan proses pembelajaran apresiasi dongeng dibutuhkan instrumen penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan instrumen penilaian pada pembelajaran apresiasi dongeng di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran apresiasi dongeng di sekolah dasar masih perlu ditingkatkan, terutama dalam hal metode pembelajaran dan proses penilaian. Di dalam proses pelaksanaan pembelajaran apresiasi dongeng, guru perlu menggunakan metode yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Instrumen penilaian yang digunakan saat ini masih lebih banyak ditekankan hanya pada aspek kognitif, yaitu pemahaman terhadap isi dongeng. Maka dari itu, guru perlu menggunakan instrumen penilaian yang dapat mengukur ketiga aspek apresiasi dongeng, yaitu kognitif, emotif, dan evaluatif. Hambatan dalam proses penilaian meliputi kemampuan siswa yang beragam, tantangan dalam mengevaluasi peserta didik ABK, dan kesulitan dalam mengintegrasikan penilaian formatif ke dalam rapor. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa instrumen penilaian apresiasi dongeng di sekolah dasar masih perlu dikembangkan dan memberikan gambaran bagaimana instrumen penilaian tersebut dapat dikembangkan.
Jenis dan Kuantitas Konjungsi dalam Cerita Anak Bhekti Wahyuningsih; hodidjah hodidjah; seni apriliya
Indonesian Journal of Primary Education Vol 1, No 1 (2017): Indonesian Journal of Primary Education: June 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v1i1.7498

Abstract

Konjungsi berperan penting dalam pembentukan kalimat. Setiap cerita tidak terlepas dari penggunaan konjungsi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana penggunaan jenis dan kuantitas penggunaan konjungsi yang terdapat dalam cerita anak. Cerita anak ini terdapat pada naskah terbaik LMCA tahun 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis konten dengan pemaparan deskriptif. Sumber data penelitian adalah cerita anak pada naskah terbaik LMCA tahun 2014. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat empat jenis konjungsi yang digunakan yaitu konjungsi antarkata/frase, antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf. Jenis konjungsi yang paling sering digunakan yaitu konjungsi antarklausa sebanyak 387 kali (60,50%) dari 639 penggunaan konjungsi, konjungsi antarkata/frase sebanyak 167 kali (26,13%), konjungsi antarkalimat sebanyak 81 kali (12,68%), dan konjungsi antarparagraf sebanyak 4 kali (0,63%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan ajar penggunaan konjungsi dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SD.
Perencanaan pembelajaran Berbasis Permainan Tradisional sebagai Afirmasi Literasi Budaya di SD Anis Nurjannah; Seni Apriliya; Aji Mustajin
Indonesian Journal of Primary Education Vol 4, No 1 (2020): Indonesian Journal of Primary Education: June 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v4i1.25398

Abstract

AbstractThis paper describes the game-based learning as an affirmation of cultural literacy in elementary school. The low literacy rate of the Indonesian nation, demanding the solution of various lines. The role of academics, including the drafting of various literacy programs as well as product quality. Based on observations, learners (children) in elementary school tended to lack of concentration for long periods during the following study; on the other hand the children can follow and enjoy the game in a relatively long period of time. The game is an activity drives all the senses and sensory motor fun or exciting (Sutton-Smith, 1997 in scarlet, et. Al, 2005; Bergen, 2009; Hynoven, 2011); As for the traditional games refer to games with a certain cultural background. Affirmations literacy is a reinforcement of all forms of literacy from the conceptual level to procedural, by individuals, community groups, or governments to improve the literacy skills (Apriliya, 2016). Cultural literacy is the knowledge and understanding of how a country, a religion, an ethnic group or a tribe, religion, symbols, celebrations, and traditional communication means (Nasution, 2013). At the time following the game, children are required to understand and interact culturally in the context of the game, not just having fun, children are expected to have the cultural literacy of the game is done. Approach Educational Design Research (Eder) can be used to develop devices and game-based learning model as an affirmation of literacy in elementary school. Learning plan based on the approach Eder produce learning tools such as Learning Implementation Plan (RPP), teaching materials in the form of Student Worksheet, and instrument ratings.AbstrakTulisan ini memaparkan pembelajaran berbasis permainan sebagai afirmasi literasi budaya di SD. Rendahnya angka literasi bangsa Indonesia, menuntut solusi dari berbagai lini.Peran akademisi, di antaranya dengan melahirkan berbagai program maupun produk literasi yang bermutu.Berdasarkan hasil observasi, peserta didik (anak-anak) di SD cenderung kurang konsentrasi dalam jangka waktu lama pada saat mengikuti pembelajaran; di sisi lain anak-anak dapat mengikuti dan menikmati permainan dalam jangka waktu yang relatif lama. Permainan merupakan kegiatan menggerakkan seluruh pancaindera dan sensori motorik yang menyenangkan atau menggembirakan (Sutton-Smith, 1997 dalam scarlet, et. al, 2005; Bergen, 2009; Hynoven, 2011); adapun permainan tradisional merujuk pada permainan dengan latar budaya tertentu. Afirmasi literasi merupakan segala bentuk penguatan literasi mulai dari tataran konseptual sampai prosedural, yang dilakukan individu, kelompok masyarakat, atau pemerintah untuk meningkatkan kemampuan literasi (Apriliya, 2016). Literasi budaya merupakan pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana suatu negara, agama, sebuah kelompok etnis atau suatu suku, keyakinan, simbol, perayaan, dan cara komunikasi tradisional (Nasution, 2013). Pada saat mengikuti permainan, anak-anak dituntut untuk memahami dan berinteraksi sesuai budaya dalam konteks permainan tersebut, tidak hanya sekadar bersenang-senang, anak-anak diharapkan untuk memiliki literasi budaya dari permainan yang dilakukan.Pendekatan Educational Design Research (EdeR) dapat digunakan untuk mengembangkan perangkat dan model pembelajaran berbasis permainan sebagai afirmasi literasi di SD. Perencanaan pembelajaran berdasar pada pendekatan EdeR menghasilkan perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar berupa Lembar Kerja Siswa (LKS), dan instrumen penilaian.
Physical Design Analysis Learning Videos Titled “What Is That Form?” Rani Nuraeni; Seni Apriliya; Resa Respati
Indonesian Journal of Primary Education Vol 5, No 2 (2021): Indonesian Journal of Primary Education: December 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v5i2.35901

Abstract

The purpose of this study is to describe the physical design of elementary school form learning videos in the Ruangguru application. This study uses a qualitative approach with content analysis methods. The source of data in this study is a video learning Indonesian class VI, the form material in the Ruangguru application entitled “Formulir Itu Apa Ya” is supported by the results of interviews with the narrator in the learning video. The results show that there is accessibility, visibility and timing. The accessibility of this learning video in the ease of accessing the video is classified as good access because the stages in accessing the video are easy to understand by the user, the exposure of the information displayed helps the user to access it as desired. Visibility regarding the clarity of audio, images and text in the learning video is quite clear because the audio is always clear, display in the form of animated images made with digital engineering technology with a resolution on this video that can be selected according to the user's wishes, namely 480p / 234 kbps or 720p / 351 kbps, and the text in this learning video is both the size, type and color of the writing in the proportional program. The timing of the tempo setting in the introduction, content, and closing of this learning video is quite efficient. The tempo setting in the introduction is 44 seconds, the tempo setting on the content is or 6 minutes 34 seconds, and the closing tempo setting is 10 seconds. Judging from the physical design, the learning video entitled “Formula Itu Apa Ya” is recommended to be used by teachers for teaching because it meets good video standards.
Profil Pengarang Anak Indonesia sebagai Role Model Pendidikan Karakter Seni Apriliya; Hodidjah Hodidjah; Yajid Nur Salim; Rizki Siddiq Nugraha
Indonesian Journal of Primary Education Vol 1, No 2 (2017): Indonesian Journal of Primary Education: December 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v1i2.9478

Abstract

Tulisan ini mengajukan gagasan tentang pendidikan karakter yang didasarkan pada profil pengarang Indonesia. Telah diteliti sejumlah pengarang anak Indonesia yang terhimpun dalam buku Naskah Terbaik LMCA tahun 2011-2015 menggunakan metode analisis konten dengan teknik membaca berulang serta mencatat data melalui kegiatan kategorisasi, tabulasi, dan inferensi. Hasil penelitian menunjukkan gambaran/profil pengarang anak Indonesia relatif positif dan dapat dimanfaatkan untuk pendidikan karakter dengan pertimbangan (1). kebijakan dan orientasi pendidikan karakter kepada anak-anak akan efektif jika diberikan model atau contoh konkret; (2) secara umum karakteristik pengarang anak Indonesia (a). gemar membaca, (b). gemar menulis, (c) gemar olahraga, (d) gemar melukis dan (e) berprestasi di berbagai bidang;  sehingga (3) para pengarang anak dapat dijadikan sebagai alternatif model atau contoh konkret untuk pendidikan karakter bagi anak-anak Indonesia pada umumnya.
Indonesian Language Learning In Elementary School: Building Gender Awareness For 3rd Grade Students Dina Dinaryanti; Seni Apriliya; Risma Nursofa; Hestika Asri Rahmi; Mia Uswa Nugraha; Eva Purnamawati
Indonesian Journal of Primary Education Vol 8, No 1 (2024): Indonesian Journal of Primary Education : June 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v8i1.70194

Abstract

This research was conducted to provide insight into gender awareness in education. Particularly in the context of Indonesian language learning in primary schools. Through investigating the perspectives of parents, teachers and students as well as the practice of learning Indonesian in the classroom using non-discriminatory materials and learning environments without gender boundaries, this research seeks to contribute to building a more inclusive gender awareness in the educational environment. Survey, interview and observation methods of parents, teachers and grade 3 students were used to provide a comprehensive view of the understanding of gender awareness. The results show that although there is support for the concept of gender equality, parents' and teachers' understanding is still limited. Teachers do not fully understand the importance of gender awareness in learning. This issue is seen as not affecting inclusive learning. In fact, gender awareness is one part of it and teachers have a major role in building this perspective. Synergy is needed to improve parents', teachers' and students' understanding of gender issues in education. Teacher training and professional development, integration of gender equality values in the curriculum, and inclusive education for students can be the next steps to strengthen gender equality in education. Thus, this research provides new insights and contributions to advance gender awareness as a form of creating an inclusive learning environment, especially in primary schools.
Digital Flipbook-Based Teaching Material for Writing Poetry in Elementary School Fauzi Gusman; Seni Apriliya; Ahmad Mulyadiprana
Indonesian Journal of Primary Education Vol 5, No 1 (2021): Indonesian Journal of Primary Education: June 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v5i1.35570

Abstract

This study was conducted to solve the problem of children's difficulties in writing poetry in fourth grade by using digital teaching materials to write poetry in a form of flipbook. The purpose of this research is to design a flipbook-based digital teaching material product to facilitate learning to write poetry in elementary schools, especially in Grade IV. The method used was Educational Design Research (EDR) starting from analyzing needs according to problem identification and exploring what was found in elementary schools, design and construction of developed tools, to evaluation and reflection of developed tools. The results of developing digital teaching materials for writing poetry were contents that can be taught to fourth grade elementary school students including: (1) The concept of poetry, (2) Basic poetry, (3) Elements of poetry, (4) Looking for ideas, (5) Pouring ideas in the form of poetry that is supported by multimedia provided by flipbook so that the digital teaching material for writing poetry based on flipbook developed by researchers are suitable to use. Thus, digital teaching material for writing poetry in the form of a flipbook can meet the needs of learning to write poetry in elementary schools because there are multimedia such as animation, images, videos, and audio so that learning can be supported and more interesting by utilizing the sophistication of existing technology. The position of this digital teaching material is as an additional reference in learning literature in elementary schools.  
Pengembangan Buku Cerita Anak tentang Makanan Bakso Khas Tasikmalaya Engken Nurhalimah; Hodidjah Hodidjah; Seni Apriliya
Indonesian Journal of Primary Education Vol 3, No 1 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: June 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v3i1.18603

Abstract

Penelitian ini didasarkan karena tidak tersedianya buku cerita anak yang mengenalkan makanan bakso khas Tasikmalaya. Akibatnya siswa tidak memiliki pengetahuan tentang makanan bakso yang ada dilingkungan sekitarnya. Dalam kurikulum 2013 (revisi) terdapat materi tentang aspek kebudayaan salah satunya makanan. dalam materi tersebut siswa harus sampai mengetahui cara membuat dan cara menyajikannya. Namun hasil data yang diperoleh pada saat studi pendahuluan menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang belum mengetahui komposisi pada makanan bakso. Hal ini dikarenakan belum adanya buku cerita anak yang memuat tentang makanan bakso khas Tasikmalaya untuk anak. Oleh karena itu peneliti melakukan pengembangan produk buku cerita anak tentang makanan bakso khas Tasikmalaya. Dengan mendesain produk awal, menguji kelayakan dan menghasilkan produk akhir buku cerita anak.  Buku cerita yang dikembangkan memuat pengetahuan tentang alat yang digunakan, bahan dasar, cara membuat dan cara penyajian bakso khas Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode Educational Design Research model Reeves. Dengan melakukan identifikasi dan analisis masalah, mengembangkan solusi pada patokan teori, melakukan proses berulang dalam menguji dan memperbaiki produk, serta melakukan refleksi untuk menghasilkan design principle. Penelitian ini dilakukan di sekolah dasar kelas IV SDN 1 Nagarasari di Tasikmalaya. Buku cerita yang dibuat sudah diuji kelayakannya dan di validasi oleh ahli serta mendapatkan respons positif dari guru dan siswa sekolah dasar. Penelitian ini menghasilkan produk akhir yaitu buku cerita anak yang berjudul “Bakso Asik dan Kotak Ajaib”.
Implementation of Limited Face-to-face Learning Policy in the New Normal Era of the Covid-19 Pandemic Atie Mujiarti; Seni Apriliya; Erwin Rahayu Saputra
Indonesian Journal of Primary Education Vol 6, No 1 (2022): Indonesian Journal of Primary Education: June 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v6i1.42408

Abstract

The purpose of this study Implementation of Limited Face-to-face Learning Policy in the New Normal Era of the Covid-19 Pandemic all countries affected by the Covid-19 pandemic are currently adapting so that the pandemic does not have a much worse impact on all aspects of life. People definitely have to adapt to new habits in the order of their activities, not least in the world of education. The Minister of Education through Joint Decision of 4 Ministers lowered the policy on Limited Face-to-face Learning in the New Normal Era. Each education unit has its own challenges in implementing policies regarding education in the era of adapting new habits. This study aims to analyze the policy of Limited Face-to-face Learning Implementation in the New Normal Era at the Ciamis District Elementary School and its implementation. The method used for this research is descriptive qualitative. The research was conducted at the State Elementary School in Ciamis District. The key informant at each school was the Class Teacher who carried out Limited Face-to-face Learning Activities during the New Normal. The research in instruments used were field observations, interviews and documentation. The results showed that the Limited Face-to-face Learning policy in the New Normal era at the State Elementary School in Ciamis District had been successfully implemented, although there were several factors that needed to be improved and re-evaluated. The implementation of the Limited Face-to-face Learning process at public elementary schools in Ciamis District can be carried out through various school policies that are carried out explicitly through the preparation of facilities and infrastructure that must be prepared for limited face-to-face learning and preparing a curriculum for special conditions to facilitate teachers in conducting effective learning. 
Needs Analysis for the Development of a Children's Story Flipbook on Tugu's Traditional Pindang Serani for Elementary School Students Masrina Adelia Manalu; Seni Apriliya; Dindin Abdul Muiz Lidinillah
Indonesian Journal of Primary Education Vol 8, No 2 (2024): Indonesian Journal of Primary Education : December 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v8i2.66854

Abstract

This study is driven by the importance of reading materials as an effort to improve students' literacy. The reading content can include knowledge of local wisdom, one example being the traditional food pindang serani from Tugu. This research aims to analyze the development needs of a children’s story flipbook, based on local wisdom, specifically focusing on pindang serani from Kampung Tugu, intended for elementary school students. The research employs a qualitative approach, with data collection techniques including interviews with a librarian representative and a class IV teacher, document excavation through the recording and analysis of available children’s storybooks containing local wisdom, and a literature review related to flipbooks about pindang serani from Tugu. The findings indicate that it is important to introduce pindang serani from Tugu to students, and that the criteria for creating the children's story flipbook include local wisdom, children’s stories, and the format of the flipbook presentation. These results serve as a foundation and reference for the development of a children’s story flipbook on pindang serani from Tugu for fourth-grade elementary students.
Co-Authors Aan Kusdiana Agnestasia Ramadhani Putri Agustin Vera Dewi Ahmad Mulyadiprana Ahmad Yuniar Aji Mustajin Akhmad Nugraha Akmal Rizki Wiguna Alwini, Selin Nadia Amelia Fitri Amelia, Nisa Aminah, Afiqa Aulia Ana Anggi Anggraini Anggie Lestari Ani Agustini Ani Hanipah Ani Robiatul Alawiyah Anindya, Arini Anis Nurjannah Annisa Srimaryanti Asep Nuryadin Atie Mujiarti Ayi Badruzaman Azzahra, Syifa Azzahra, Yesi Babu M, Shameer Berliana Frysca Amelia Bhekti Wahyuningsih Cahyana, Cahyana Cyntia C Cyntia Cyntia Dadang S Anshori Darisman, Tendi Dea Sukmawati Dede Iskandar, Dede Denovi Luthfiyani Dewi Febrianita Br Ginting Dewi, Annisa Anita Dian Indihadi Dina Dinaryanti Dinaryanti, Dina Dindin Abdul Muiz Lidinillah Dini Nur'andini Diniar Martiana Diniar Diyan Suprapti Dwi Alia Dwi Alia DWI ALIA, DWI E Kosasih E Kosasih Eis Masfiroh Eka Nurjamilah Elan Elin Marlina Elis Mulyati Ema Astri Muliasari Engken Nurhalimah Enung Siti Nurjanah Epon Nur'aeni Epon Nur’aeni Erwin Saputra Eva Andriyani Eva Purnamawati Fauzi Gusman Fitri Nur Yanti Ghullam Hamdu Gustini, Wantu Hani Hanifah Hanum, Iklima Lutfiah Hartini, Yanti Hestika Asri Rahmi Hidayat, Syarip Hilda Luthfiyah Hodidjah Hodidjah Hodidjah Hodidjah Hodidjah Hodidjah Hodidjah, Hodidjah Iklima Lutfiah Hanum Ilmi Azhar Purnama Inna Meilinda Intan Famela Intan Ristanti Jihan Sarah Irianti Karinta Utami Karlimah Karlimah Khairunnisa, Pathin Haifa Kholifah, Umul kulsum sumiarsih Latifa, Tiar Rizqi Lela Santikasari Liska Auliyani Daswati Luky Adrianto Lutfi Nur Manalu, Masrina Adelia Masrina Adelia Manalu Maulidhia, Qikha Ma’arif, Robi Syamsul Mia Uswa Nugraha Mimin Rasmiati Muhammad Farhan Giadisa Muhammad Feri Muhammad Rijal Wahid Muharram Mulkan Azijul Haq Mulyana, Edi Hendri Mulyanti, Wina Muslihin, Heri Yusuf Nailiah, Indah Mafazatin Nani Susilawati Nasrulloh, Andini Amalia Putri Niken Puji Astuti Nova Yunita Nugraha, Mia Uswa Nur'aini Nur'aini Nur, Lutfi Nuraeni, Weni Nurjanah, Yeyen nurmala, Mela Nursofa, Risma Nurul Fajriyah, Herviani Nurussaadah, Thiani Nurzaman, Istikhoroh Oyon Haki Pranata Permana, Ai Triyaningsih Lina Pidi Mohamad Setiadi Purnamawati, Eva Raden Mohamad Herdian Bhakti Radliya, Nizar Rabbi Rahmad Nuthihar Rahmawati, Elfa Rahmi, Hestika Asri Rani Nuraeni Rani Nuraeni Respati, Resa Resti Amelia Restu Nana Irawan Rezaningrum Rezaningrum Ricca Pandu Kusuma Dewi Rina Suprihatin Risma Nursofa Rizki Siddiq Nugraha Rizky Pramudyas Ratri K Rizqi Abdul Majid Rizqi Latifa, Tiar Robi Kuswara Rosa Rahmawati Rosmawati , Erma Saadah, Endah Sadjaruddin Nurdin Saeful, Rachmawati Santo Santoso Saputra, Erwin Rahayu Sarah Fauziah Septarina, Osanita Sima Mulyadi, Sima Sipa, Padilatul Sisi Rahmatilah Siti Putri Indriani Siti Yuhanida Kurnia Sofi Mutiara Insani Sri Dewi Rahayu Sri Noviyanti Lestari Srimaryanti, Annisa Suryati, Elis Susy Febriya Syarif Hidayat Syarifatunnisa, Ayu Syarip Hidayat Syarip Hidayat Syifa, Shabrina Fadila Temmy Renaldi Setia Bakti Tesa Esti Rahayu Tita Kusmaya Vera Dewi, Agustin Veronicha, Riza Kharisma Vismania S. Damaianti, Vismania S. Weni Nuraeni Wili Karlina Ruhyati Wita Siti Mahmudah Yajid Nur Salim Yeyen Nurjanah Yulia, Raida Yuliandini, Tisya Annisa Yulianeta Yusuf Muslihin, Heri Yusuf Suryana Zahra, Fia Shofia Zakiyyah, Tria Ramdhaniyah