Articles
Pelatihan Tiktok Bermuatan Materi Undak-Usuk Bahasa Sunda
Alia, Dwi;
Setiadi, Pidi Mohamad;
Respati, Resa;
Apriliya, Seni;
Nurussaadah, Thiani
Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Vol. 6 No. 1 (2023): JPDL (Jurnal Pengabdian Dharma Laksana)
Publisher : LPPM Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/j.pdl.v6i1.31747
Upaya penanaman nilai karakter terhadap anak-anak ini penting sebagai pegangan, pedoman serta acuan anak dalam bertindak, bertutur dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan norma budaya bangsa Indonesia. Bahasa merupakan salah satu unsur dari ketujuh unsur kebudayaan. Seluruh etnis, suku, dan daerah di dunia tentunya memiliki bahasanya masing-masing. Begitupun dengan suku Sunda yang berada di Provinsi Jawa Barat, memiliki bahasa tersendiri yaitu Bahasa Sunda. Dalam gramatikal Bahasa Sunda dikenal dengan adanya undak-usuk basa. Undak-usuk basa bertujuan untuk saling menghormati dan menghargai di antara sesama anggota masyarakat. Seiring perkembangan zaman yang telah memasuki era industri 4.0, pengenalan atau pembelajaran hendaknya diintegrasikan dengan kecanggihan teknologi digital. Saat ini media sosial telah mendarah daging, apalagi pada anak-anak usia sekolah. Salah satu media sosial yang sedang viral dan digandrungi adalah aplikasi tiktok. Pengabdian ini memiliki tujuan mengarahkan penggunaan aplikasi tiktok untuk konten pendidikan yang lebih bermanfaat, terutama bermuatan undak-usuk basa Sunda. Dari pelatihan yang diberikan didapatkan hasil yakni peningkatan kesenangan dan juga kemampuan anak dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Sunda yang disertai dengan undak-usuk bahasa.
Model P-IKADKA sebagai Solusi Mengembangkan Modul Ajar Apresiasi Dongeng di Sekolah Dasar
Anindya, Arini;
Apriliya, Seni;
Putri, Agnestasia Ramadhani
Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : UNIB Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/diksa.v10i1.34153
This research was motivated by the unavailability of teaching modules that lead to appreciation learning and not using a special learning model for fairy tale appreciation. The aim of this research is to analyze the need for a fairy tale appreciation teaching module for Indonesian language subjects in class IV elementary school. The approach used in this research is a qualitative approach with descriptive methods. This research was conducted in the period 26 February - 1 March 2024 in two public elementary schools in Tasikmalaya City with research subjects namely two class IV educators and teaching module documents. The data collection techniques used were observation, document study and interviews. The data analysis technique used is the data analysis technique using the Miles and Huberman model in three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that the fairy tale appreciation learning process is still not implemented optimally in an appreciative manner, because educators still have not planned learning optimally. Educators still use teaching modules provided by the government, so the learning model used does not use a learning model specifically for learning literary appreciation. Thus, there is no teaching module available that leads to learning to appreciate fairy tales in it. The implication is that it is necessary to develop an Indonesian language teaching module with fairy tale appreciation material that leads to appreciation learning using a learning model that is appropriate to literary appreciation learning, namely the P-IKADKA model with the syntax of introduction, introduction, connection, appreciation, discussion, comprehension and affirmation.
Kebijakan Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Sunda di SD Wilayah Perbatasan (Borderland) Jawa Tengah
Darisman, Tendi;
Apriliya, Seni;
Saputra, Erwin Rahayu
Metodik Didaktik Vol 18, No 2 (2023): Metodik Didaktik Januari 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/md.v18i2.41660
Kurikulum muatan lokal disusun berdasarkan kebutuhan daerahnya, tetapi di daerah perbatasan (borderland) merupakan suatu yang bertentangan dengan regulasi muatan lokal di daerah tersebut. Dayeuhluhur merupakan kecamatan yang ada di kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Hampir semua warga di kecamatan Dayeuhluhur menggunakan bahasa sunda dalam berbagai konteks kehidupan. Keberadaan bahasa Sunda di suatu wilayah perbatasan yang berbeda secara administrasi politik seperti di kecamatan Dayeuhluhur nyaris mati atau justru dimatikan. Pembelajaran mulok bahasa jawa juga tidak begitu efektif karena keterbatasan kemampuan peserta didik dan mayoritas pendidik yang menggunakan bahasa sunda. Muatan lokal bahasa sunda dijadikan mulok di jenjang sekolah dasar di wilayah kecamatan Dayeuhluhur pada tahun ajaran 2012/2013 tetapi mulai tahun pelajaran 2021/2022 muatan lokal di kecamatan Dayeuhluhur dihapus. Peneliti perlu menganalisis kebijakan ini, berkaitan pembelajaran mulok bahasa sunda yang bukan di wilayah jawa barat tetapi dari kebutuhan dan potensinya sangat mendukung untuk melakukan pembelajaran mulok bahasa sunda. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menganalisis data hasil intrumen serta wawancara berkaitan bentuk kebijakan mulok bahasa sunda yang akan diterapkan kedapannya. Berdasarkan studi analisis yang sudah dilakukan didapatkan hasil bahwa pembelajaran bahasa sunda di kecamatan Dayeuhluhur perlu diajarkan di sekolah serta harus memiliki kebijakan dan kurikulum yang jelas.
Implementasi GLS melalui Program Petualangan Literasi (PELITA) di Sekolah Dasar
Saadah, Endah;
Apriliya, Seni
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i6.6724
Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan Gerakan Literasi Sekolah sebelum dan sesudah program Petualangan Literasi (PELITA) dilaksanakan di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sekolah tersebut sudah melaksanakan kegiatan GLS melalui pembiasaan literasi selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai pada tahun 2018 dengan jumlah buku yang sangat terbatas. Peserta didik merasa bosan dikarenakan setiap pagi guru selalu menggunakan cara yang sama dan setelah pandemi kegiatan GLS tersebut mengalami mati suri. Namun setelah program PELITA dilaksanakan, minat membaca peserta didik meningkat secara signifikan dibandingkan dengan program GLS yang dilaksanakan sebelumnya. Program PELITA berhasil mengubah secara positif minat membaca melalui kegiatan guru membacakan nyaring, kegiatan membaca berkelompok, kegiatan virtual reality dan kegiatan kreatif serta memberikan pengalaman yang berbeda layaknya peserta didik sedang berpetualang
Indonesian Language Learning In Elementary School: Building Gender Awareness For 3rd Grade Students
Dinaryanti, Dina;
Apriliya, Seni;
Nursofa, Risma;
Rahmi, Hestika Asri;
Nugraha, Mia Uswa;
Purnamawati, Eva
Indonesian Journal of Primary Education Vol 8, No 1 (2024): Indonesian Journal of Primary Education : June 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/ijpe.v8i1.70194
This research was conducted to provide insight into gender awareness in education. Particularly in the context of Indonesian language learning in primary schools. Through investigating the perspectives of parents, teachers and students as well as the practice of learning Indonesian in the classroom using non-discriminatory materials and learning environments without gender boundaries, this research seeks to contribute to building a more inclusive gender awareness in the educational environment. Survey, interview and observation methods of parents, teachers and grade 3 students were used to provide a comprehensive view of the understanding of gender awareness. The results show that although there is support for the concept of gender equality, parents' and teachers' understanding is still limited. Teachers do not fully understand the importance of gender awareness in learning. This issue is seen as not affecting inclusive learning. In fact, gender awareness is one part of it and teachers have a major role in building this perspective. Synergy is needed to improve parents', teachers' and students' understanding of gender issues in education. Teacher training and professional development, integration of gender equality values in the curriculum, and inclusive education for students can be the next steps to strengthen gender equality in education. Thus, this research provides new insights and contributions to advance gender awareness as a form of creating an inclusive learning environment, especially in primary schools.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPA DENGAN ANIMAKER TEMA EKOSISTEM SAWAH DAN KOLAM DI KELAS 5 SEKOLAH DASAR
Sarah Fauziah;
Sofi Mutiara Insani;
Lutfi Nur;
Elan;
Seni Apriliya
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v9i2.15706
This research is motivated by the inability of students to think critically due to the use of learning media that is still simple. The solution to this problem is to develop learning media that is more interesting and easy to understand. The use of Animaker learning media aims to improve students' critical thinking and communication skills. The media to be used is Animaker software, an animation video creation platform designed to develop learning materials that are more interesting and easily understood by students. In addition, Animaker can be an alternative for educators in delivering material and facilitating the learning process. The learning media designed raised the theme of Rice Field and Pond Ecosystems for science subjects in grade 5 SDN 2 Sukamenak. The research method used is Educational Design Research (EDR), or educational design research that involves a cycle of analysis, design, development, evaluation, and revision. The results showed that the use of Animaker media helped students to develop themselves, become more active and creative, and more focused in understanding learning materials, so that learning became more effective and fun.
How are Critical Thinking Skills on Indonesian Language Learning on AKM Literacy Based?
Nugraha, Mia Uswa;
Apriliya, Seni;
Nursofa, Risma;
Dinaryanti, Dina;
Purnamawati, Eva;
Rahmi, Hestika Asri
Indonesian Journal of Primary Education Vol 8, No 2 (2024): Indonesian Journal of Primary Education : December 2024 (In Press)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/ijpe.v8i2.70258
Critical thinking skills are needed by students in Indonesian language learning in elementary schools as a provision in solving problems in their lives later. This study aims to provide knowledge to educators and other researchers about the current conditions related to critical thinking skills possessed by grade VI students in elementary schools in Indonesian language learning in terms of assessment instruments adapted from AKM literacy questions. This study uses a quantitative design used to measure the extent of critical thinking skills in the form of literacy test questions adapted from AKM questions and then modified so that they contain indicators of critical thinking skills and indicators of AKM literacy questions. And qualitative design to process data from ethnographic studies through analysis of interviews and observations used to explore the causes of low critical thinking skills. The results showed that critical thinking skills in grade VI students were still in sufficient criteria. Of the six FRISCO critical thinking skills indicators, only the focus, inference, and sittuation indicators are included in the good criteria and the reason, clarity, and overview indicators are still included in the sufficient criteria, so that the final average of the six critical thinking skills indicators is included in the sufficient criteria. This is due to students reading the question no matter what. This is because students read the questions incompletely so that they do not understand the questions asked. The length of the reading contained in the story causes learners to find it difficult to find information that is really important. Learners only focus on the first sentence in each paragraph with the aim that the question can be done quickly. Therefore, it is necessary to familiarize Indonesian language learning using assessment instruments based on AKM literacy questions so that students are accustomed to thinking critically.
Needs Analysis for the Development of a Children's Story Flipbook on Tugu's Traditional Pindang Serani for Elementary School Students
Manalu, Masrina Adelia;
Apriliya, Seni;
Lidinillah, Dindin Abdul Muiz
Indonesian Journal of Primary Education Vol 8, No 2 (2024): Indonesian Journal of Primary Education : December 2024 (In Press)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/ijpe.v8i2.66854
This study is driven by the importance of reading materials as an effort to improve students' literacy. The reading content can include knowledge of local wisdom, one example being the traditional food pindang serani from Tugu. This research aims to analyze the development needs of a children’s story flipbook, based on local wisdom, specifically focusing on pindang serani from Kampung Tugu, intended for elementary school students. The research employs a qualitative approach, with data collection techniques including interviews with a librarian representative and a class IV teacher, document excavation through the recording and analysis of available children’s storybooks containing local wisdom, and a literature review related to flipbooks about pindang serani from Tugu. The findings indicate that it is important to introduce pindang serani from Tugu to students, and that the criteria for creating the children's story flipbook include local wisdom, children’s stories, and the format of the flipbook presentation. These results serve as a foundation and reference for the development of a children’s story flipbook on pindang serani from Tugu for fourth-grade elementary students.
Analisis problematika pelaksanaan gerakan literasi sekolah pada tahap pembiasaan di sekolah dasar
Tita Kusmaya;
Seni Apriliya;
Dwi Alia
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/collase.v7i6.22866
Pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah sudah mulai meredup semenjak adanya Covid-19. Dari 14 Sekolah Dasar di Kota Tasikmalaya yang telah di observasi, terdapat 3 Sekolah Dasar yang masih menerapkan kembali program Gerakan Literasi Sekolah, walaupun dalam pelaksanaannya belum sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kendala yang dirasakan 3 Sekolah Dasar di Kota Tasikmalaya dalam melaksanakan kembali program Gerakan Literasi Sekolah pada tahap pembiasaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengambilan data wawancara dilakukan ke beberapa narasumber diantaranya yaitu 3 kepala sekolah, 18 guru kelas, dan 90 peserta didik dari 3 Sekolah Dasar di Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kendala yang sama-sama dirasakan oleh ketiga Sekolah Dasar tersebut dalam melaksanakan kembali program Gerakan Literasi Sekolah pada tahap pembiasaan diantaranya yakni keterbatasan dana sekolah, terkendala waktu, buku bacaan cerita kurang up to date, pelaksanaan pembiasaan Gerakan Literasi Sekolah belum konsisten, dan guru kesulitan memotivasi peserta didik untuk membaca. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pemerintah untuk menggalakkan maupun mendukung kembali program Gerakan Literasi Sekolah. Kata Kunci: Kendala, Sekolah Dasar, Tahap Pembiasaan.
Ekspresi Siswa Kelas IV SD Negeri Padawening yang Belum Mampu Membaca Pemahaman Ketika Belajar Membaca Pemahaman
Nurmala, Mela;
Apriliya, Seni;
Mulyadiprana, Ahmad
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 7, No 2 (2023): Attadib: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32507/attadib.v7i2.1386
Penelitian ini dilatar belakangi oleh lambatnya siswa kelas IV sekolah dasar dalam menguasai keterampilan membaca pemahaman. tentu saja kejadian ini sangat memprihatinkan karena akan sangat berpengaruh pada hasil belajar yang diharapkan. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan lambatnya siswa dalam membaca pemahaman diantaranya, dari sisi literasi emosi siswa itu sendiri, kondisi emosional siswa yang cenderung tidak stabil sangat berpengaruh pada pembelajaran siswa. Setiap emosi yang dialami oleh siswa tentu akan diekspresikan, baik itu melalui gerak tubuh maupun ekspresi muka. Ekpresi dari emosi yang dirasakan siswa ketika mengikuti belajar membaca pemahaman penting untuk diketahui karena sangat terkait dengan keadaan emosional siswa dan akan berpengaruh pada hasil belajarnya. Maka dari itu perlu upaya dari semua pihak untuk mengatasi permasalahan ini. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui ekspresi yang ditampilkan siswa kelas IV sekolah dasar yang belum mampu membaca pemahaman saat mengikuti pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan penelaahan hasil dokumentasi. Wawancara dilakukan pada siswa, guru kelas dan kepala sekolah, sedangkan observasi dilakukan kepada siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa dapat menekspresikan perasaanya ketika mengikuti pembelajaran membaca pemahman. Penelitian ini diharapkan bisa menjadi referensi untuk guru dalam membimbing dan mengarahkan siswa dalam mengelola emosinya secara tepat dan benar sebagai upaya dalam peningkatan kemampuan siswa dalam membaca pemahaman.