p-Index From 2021 - 2026
11.711
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DIKSI Mimbar PGSD Undiksha Jurnal Visi Ilmu Pendidikan BASASTRA Publikasi Pendidikan OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Metodik Didaktik Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Wacana Akademika : Majalah Ilmiah Kependidikan DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Elementary : Kajian Teori dan Hasil Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar Indonesian Journal of Primary Education JURNAL PAUD AGAPEDIA Jurnal Basicedu AT-TA`DIB International Journal of Elementary Education Jurnal Pendidikan Edutama COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Attadib: Journal of Elementary Education Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) PAKAR Pendidikan Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan The Journal of English Language Teaching, Literature, and Applied Linguistics (JELA) Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Jurnal Dunia Pendidikan Taroa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Basicedu Journal of Innovation and Research in Primary Education PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar JS (Jurnal Sekolah) Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan Indonesian Journal of Primary Education International Journal of Management, Innovation, and Education Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir Sawerigading
Claim Missing Document
Check
Articles

Jenis dan Kuantitas Konjungsi dalam Cerita Anak Bhekti Wahyuningsih; hodidjah hodidjah; seni apriliya
Indonesian Journal of Primary Education Vol 1, No 1 (2017): Indonesian Journal of Primary Education: June 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v1i1.7498

Abstract

Konjungsi berperan penting dalam pembentukan kalimat. Setiap cerita tidak terlepas dari penggunaan konjungsi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana penggunaan jenis dan kuantitas penggunaan konjungsi yang terdapat dalam cerita anak. Cerita anak ini terdapat pada naskah terbaik LMCA tahun 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis konten dengan pemaparan deskriptif. Sumber data penelitian adalah cerita anak pada naskah terbaik LMCA tahun 2014. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat empat jenis konjungsi yang digunakan yaitu konjungsi antarkata/frase, antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf. Jenis konjungsi yang paling sering digunakan yaitu konjungsi antarklausa sebanyak 387 kali (60,50%) dari 639 penggunaan konjungsi, konjungsi antarkata/frase sebanyak 167 kali (26,13%), konjungsi antarkalimat sebanyak 81 kali (12,68%), dan konjungsi antarparagraf sebanyak 4 kali (0,63%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan ajar penggunaan konjungsi dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SD.
Perencanaan pembelajaran Berbasis Permainan Tradisional sebagai Afirmasi Literasi Budaya di SD Anis Nurjannah; Seni Apriliya; Aji Mustajin
Indonesian Journal of Primary Education Vol 4, No 1 (2020): Indonesian Journal of Primary Education: June 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v4i1.25398

Abstract

AbstractThis paper describes the game-based learning as an affirmation of cultural literacy in elementary school. The low literacy rate of the Indonesian nation, demanding the solution of various lines. The role of academics, including the drafting of various literacy programs as well as product quality. Based on observations, learners (children) in elementary school tended to lack of concentration for long periods during the following study; on the other hand the children can follow and enjoy the game in a relatively long period of time. The game is an activity drives all the senses and sensory motor fun or exciting (Sutton-Smith, 1997 in scarlet, et. Al, 2005; Bergen, 2009; Hynoven, 2011); As for the traditional games refer to games with a certain cultural background. Affirmations literacy is a reinforcement of all forms of literacy from the conceptual level to procedural, by individuals, community groups, or governments to improve the literacy skills (Apriliya, 2016). Cultural literacy is the knowledge and understanding of how a country, a religion, an ethnic group or a tribe, religion, symbols, celebrations, and traditional communication means (Nasution, 2013). At the time following the game, children are required to understand and interact culturally in the context of the game, not just having fun, children are expected to have the cultural literacy of the game is done. Approach Educational Design Research (Eder) can be used to develop devices and game-based learning model as an affirmation of literacy in elementary school. Learning plan based on the approach Eder produce learning tools such as Learning Implementation Plan (RPP), teaching materials in the form of Student Worksheet, and instrument ratings.AbstrakTulisan ini memaparkan pembelajaran berbasis permainan sebagai afirmasi literasi budaya di SD. Rendahnya angka literasi bangsa Indonesia, menuntut solusi dari berbagai lini.Peran akademisi, di antaranya dengan melahirkan berbagai program maupun produk literasi yang bermutu.Berdasarkan hasil observasi, peserta didik (anak-anak) di SD cenderung kurang konsentrasi dalam jangka waktu lama pada saat mengikuti pembelajaran; di sisi lain anak-anak dapat mengikuti dan menikmati permainan dalam jangka waktu yang relatif lama. Permainan merupakan kegiatan menggerakkan seluruh pancaindera dan sensori motorik yang menyenangkan atau menggembirakan (Sutton-Smith, 1997 dalam scarlet, et. al, 2005; Bergen, 2009; Hynoven, 2011); adapun permainan tradisional merujuk pada permainan dengan latar budaya tertentu. Afirmasi literasi merupakan segala bentuk penguatan literasi mulai dari tataran konseptual sampai prosedural, yang dilakukan individu, kelompok masyarakat, atau pemerintah untuk meningkatkan kemampuan literasi (Apriliya, 2016). Literasi budaya merupakan pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana suatu negara, agama, sebuah kelompok etnis atau suatu suku, keyakinan, simbol, perayaan, dan cara komunikasi tradisional (Nasution, 2013). Pada saat mengikuti permainan, anak-anak dituntut untuk memahami dan berinteraksi sesuai budaya dalam konteks permainan tersebut, tidak hanya sekadar bersenang-senang, anak-anak diharapkan untuk memiliki literasi budaya dari permainan yang dilakukan.Pendekatan Educational Design Research (EdeR) dapat digunakan untuk mengembangkan perangkat dan model pembelajaran berbasis permainan sebagai afirmasi literasi di SD. Perencanaan pembelajaran berdasar pada pendekatan EdeR menghasilkan perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar berupa Lembar Kerja Siswa (LKS), dan instrumen penilaian.
Physical Design Analysis Learning Videos Titled “What Is That Form?” Rani Nuraeni; Seni Apriliya; Resa Respati
Indonesian Journal of Primary Education Vol 5, No 2 (2021): Indonesian Journal of Primary Education: December 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v5i2.35901

Abstract

The purpose of this study is to describe the physical design of elementary school form learning videos in the Ruangguru application. This study uses a qualitative approach with content analysis methods. The source of data in this study is a video learning Indonesian class VI, the form material in the Ruangguru application entitled “Formulir Itu Apa Ya” is supported by the results of interviews with the narrator in the learning video. The results show that there is accessibility, visibility and timing. The accessibility of this learning video in the ease of accessing the video is classified as good access because the stages in accessing the video are easy to understand by the user, the exposure of the information displayed helps the user to access it as desired. Visibility regarding the clarity of audio, images and text in the learning video is quite clear because the audio is always clear, display in the form of animated images made with digital engineering technology with a resolution on this video that can be selected according to the user's wishes, namely 480p / 234 kbps or 720p / 351 kbps, and the text in this learning video is both the size, type and color of the writing in the proportional program. The timing of the tempo setting in the introduction, content, and closing of this learning video is quite efficient. The tempo setting in the introduction is 44 seconds, the tempo setting on the content is or 6 minutes 34 seconds, and the closing tempo setting is 10 seconds. Judging from the physical design, the learning video entitled “Formula Itu Apa Ya” is recommended to be used by teachers for teaching because it meets good video standards.
Profil Pengarang Anak Indonesia sebagai Role Model Pendidikan Karakter Seni Apriliya; Hodidjah Hodidjah; Yajid Nur Salim; Rizki Siddiq Nugraha
Indonesian Journal of Primary Education Vol 1, No 2 (2017): Indonesian Journal of Primary Education: December 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v1i2.9478

Abstract

Tulisan ini mengajukan gagasan tentang pendidikan karakter yang didasarkan pada profil pengarang Indonesia. Telah diteliti sejumlah pengarang anak Indonesia yang terhimpun dalam buku Naskah Terbaik LMCA tahun 2011-2015 menggunakan metode analisis konten dengan teknik membaca berulang serta mencatat data melalui kegiatan kategorisasi, tabulasi, dan inferensi. Hasil penelitian menunjukkan gambaran/profil pengarang anak Indonesia relatif positif dan dapat dimanfaatkan untuk pendidikan karakter dengan pertimbangan (1). kebijakan dan orientasi pendidikan karakter kepada anak-anak akan efektif jika diberikan model atau contoh konkret; (2) secara umum karakteristik pengarang anak Indonesia (a). gemar membaca, (b). gemar menulis, (c) gemar olahraga, (d) gemar melukis dan (e) berprestasi di berbagai bidang;  sehingga (3) para pengarang anak dapat dijadikan sebagai alternatif model atau contoh konkret untuk pendidikan karakter bagi anak-anak Indonesia pada umumnya.
Pengembangan Buku Cerita Anak tentang Makanan Bakso Khas Tasikmalaya Engken Nurhalimah; Hodidjah Hodidjah; Seni Apriliya
Indonesian Journal of Primary Education Vol 3, No 1 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: June 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v3i1.18603

Abstract

Penelitian ini didasarkan karena tidak tersedianya buku cerita anak yang mengenalkan makanan bakso khas Tasikmalaya. Akibatnya siswa tidak memiliki pengetahuan tentang makanan bakso yang ada dilingkungan sekitarnya. Dalam kurikulum 2013 (revisi) terdapat materi tentang aspek kebudayaan salah satunya makanan. dalam materi tersebut siswa harus sampai mengetahui cara membuat dan cara menyajikannya. Namun hasil data yang diperoleh pada saat studi pendahuluan menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang belum mengetahui komposisi pada makanan bakso. Hal ini dikarenakan belum adanya buku cerita anak yang memuat tentang makanan bakso khas Tasikmalaya untuk anak. Oleh karena itu peneliti melakukan pengembangan produk buku cerita anak tentang makanan bakso khas Tasikmalaya. Dengan mendesain produk awal, menguji kelayakan dan menghasilkan produk akhir buku cerita anak.  Buku cerita yang dikembangkan memuat pengetahuan tentang alat yang digunakan, bahan dasar, cara membuat dan cara penyajian bakso khas Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode Educational Design Research model Reeves. Dengan melakukan identifikasi dan analisis masalah, mengembangkan solusi pada patokan teori, melakukan proses berulang dalam menguji dan memperbaiki produk, serta melakukan refleksi untuk menghasilkan design principle. Penelitian ini dilakukan di sekolah dasar kelas IV SDN 1 Nagarasari di Tasikmalaya. Buku cerita yang dibuat sudah diuji kelayakannya dan di validasi oleh ahli serta mendapatkan respons positif dari guru dan siswa sekolah dasar. Penelitian ini menghasilkan produk akhir yaitu buku cerita anak yang berjudul “Bakso Asik dan Kotak Ajaib”.
Digital Flipbook-Based Teaching Material for Writing Poetry in Elementary School Fauzi Gusman; Seni Apriliya; Ahmad Mulyadiprana
Indonesian Journal of Primary Education Vol 5, No 1 (2021): Indonesian Journal of Primary Education: June 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v5i1.35570

Abstract

This study was conducted to solve the problem of children's difficulties in writing poetry in fourth grade by using digital teaching materials to write poetry in a form of flipbook. The purpose of this research is to design a flipbook-based digital teaching material product to facilitate learning to write poetry in elementary schools, especially in Grade IV. The method used was Educational Design Research (EDR) starting from analyzing needs according to problem identification and exploring what was found in elementary schools, design and construction of developed tools, to evaluation and reflection of developed tools. The results of developing digital teaching materials for writing poetry were contents that can be taught to fourth grade elementary school students including: (1) The concept of poetry, (2) Basic poetry, (3) Elements of poetry, (4) Looking for ideas, (5) Pouring ideas in the form of poetry that is supported by multimedia provided by flipbook so that the digital teaching material for writing poetry based on flipbook developed by researchers are suitable to use. Thus, digital teaching material for writing poetry in the form of a flipbook can meet the needs of learning to write poetry in elementary schools because there are multimedia such as animation, images, videos, and audio so that learning can be supported and more interesting by utilizing the sophistication of existing technology. The position of this digital teaching material is as an additional reference in learning literature in elementary schools.  
Analisis literasi emosi guru sekolah dasar (penelitian survei terhadap guru-guru di gugus wilayah V Kecamatan Panumbangan, Jawa Barat) Sri Dewi Rahayu; Seni Apriliya; Dwi Alia
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.18792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur literasi emosi guru Sekolah Dasar. Penelitian dilakukan karena literasi emosi sangat penting bagi setiap individu dan guru merupakan salah satu yang menentukan perkembangan literasi emosi sehingga sebelum memberikan pemahaman terhadap murid, guru sendiri harus memahami literasi emosi pada dirinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan penyebaran angket kepada sejumlah guru di Kecamatan Panumbangan dengan total 62 orang guru. Data diolah secara kuantitatif dan dikategorikan untuk mengetahui kategori literasi emosi guru di wilayah tersebut. Aspek yang terdapat pada literasi emosi berdasar pada Teori Steiner yaitu aspek memahami perasaan diri, aspek berempati, asppek mengelola emosi, aspek mengatasi dan memperbaiki kerusakan emosi, dan aspek mengembangkan interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi emosi guru dalam aspek berempati, aspek mengelola emosi, aspek mengatasi dan memperbaiki kerusakan emosi dan aspek mengembangkan interaksi sosial berada dalam kategori sedang atau cukup baik. Sedangkan pada aspek mengetahui perasaan diri berada dalam kategori tinggi. Sehingga secara keseluruhan literasi emosi guru di Gugus Wilayah V Kecamatan Panumbangan masih berada dalam kategori sedang dan masih memerlukan peningkatan.Kata Kunci: Literasi, Literasi Emosi, Literasi Emosi Guru.
Analisis kebutuhan flashcard sebagai media pelatihan literasi emosi pada anak usia sekolah dasar Ana Anggi Anggraini; Seni Apriliya Apriliya; Erwin Rahayu Saputra
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i3.19298

Abstract

Dewasa ini, perundungan merupakan masalah yang marak dialami anak usia sekolah dasar. Rendahnya literasi emosi dianalisis menjadi salah satu penyebab masalah tersebut. Namun, media pelatihan literasi emosi (Emotional Literacy) belum banyak dikembangkan. Sehingga, tujuan penelitian untuk memaparsajikan spesifikasi produk yang diperlukan dalam pengembangan flashcard sebagai media pelatihan literasi emosi. Pendekatan dalam penelitian ini kualitatif deskriptif dengan metode analisis kebutuhan dengan teknik pengumpulan data diantaranya wawancara, observasi dan studi pustaka. Pada tahap ini dilakukan analisis meliputi analisis kebutuhan dan analisis konten media flashcard literasi emosi. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi langsung, kemampuan literasi emosi pada anak usia sekolah dasar masih dinilai rendah. Sedangkan upaya sementara guru untuk mengatasi masalah perilaku dan konflik emosi peserta didik berupa kesepakatan kelas dan nasihat. Sementara itu hasil studi literatur mengemukakan bahwa media flashcard literasi emosi untuk anak usia sekolah dasar belum banyak digunakan dan dikembangkan. Berdasarkan hasil wawancara, media flashcard literasi emosi dibutuhkan untuk  dikembangkan dengan syarat perlu menarik dari tampilan warna, ilustrasi dan isi. Media flashcard pelatihan literasi emosi yang dikembangkan akan memuat lima aspek literasi emosi dengan mengikuti langkah pelatihan literasi emosi Steiner diantaranya: 1) opening the heart; 2) surveying the emotional landscape; 3) taking responsibility.
Analisis kebutuhan media pada pembelajaran teks eksplanasi di SD Restu Nana Irawan; Seni Apriliya; Agnestasia Ramadhani Putri
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i3.19413

Abstract

Abstract Indonesian language subjects, especially explanatory text material, are compulsory lessons for elementary school students listed in the 2013 curriculum. Explanation text learning activities require careful planning of learning activities in order to achieve the desired learning objectives. Achieving learning objectives can be achieved if the teacher is able to choose the right learning methods and media. This study aims to reveal the need for media in learning explanatory text in grade V elementary school. This research was conducted through a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques were carried out through interviews and observations at one of the elementary schools in Ciamis Regency. The results of the research based on the results of interviews and observations show data that there are limitations to learning media such as only using teacher and student thematic books in the learning process and using newspaper media. In addition, students prefer visual learning with play learning methods. Therefore, it is necessary to develop learning media on explanatory text material in accordance with these characteristics. Keywords: Explanation text, Learning media, Grade V students. Abstrak Mata pelajaran bahasa Indonesia terkhusus materi teks eksplanasi menjadi pelajaran wajib bagi peserta didik sekolah dasar yang tercantum dalam kurikulum 2013. Kegiatan pembelajaran teks eksplanasi diperlukan perencanaan kegiatan belajar yang matang agar dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Pencapaian tujuan pembelajaran dapat tercapai apabila guru mampu memilih metode dan media pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kebutuhan media dalam pembelajaran teks eksplanasi di kelas V SD. Penelitian ini dilaksanakan melalui penekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara dan observasi di salah satu SD di Kabupaten Ciamis. Adapun hasil penelitian yang didasarkan pada hasil wawancara dan observasi menunjukkan data bahwasannya terdapat keterbatasan media pembelajaran seperti hanya menggunakan buku tematik guru dan siswa dalam proses belajar serta menggunakan media koran. Selain itu, siswa lebih menyukai pembelajaran secara visual dengan metode belajar bermain. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan media pembelajaran pada materi teks eksplanasi yang sesuai dengan karakteristik tersebut. Kata Kunci: Teks eksplanasi, Media pembelajaran, Peserta didik kelas V SD.
Analisis kebutuhan modul ajar berbasis pjbl terhadap ecoliteracy siswa kelas IV materi SDA Eva Andriyani; Seni Apriliya; Pidi Mohamad Setiadi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i4.19727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan dan masalah terkait ketersediaan modul ajar IPS berbasis PjBL materi SDA dengan muatan ecoliteracy. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis deskriptif. Penelitian bertempat di dua SD berbeda yakni SDN 1 dan 2 Sukasenang. Partisipan dalam penelitian ini yakni 2 guru kelas IV masing-masing dari SD yang berbeda dan 2 siswa kelas IV. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pedoman observasi dan wawancara. Fakta yang diperoleh dari wawancara adalah belum ada modul yang memuat materi SDA secara khusus dan belum tersedia modul yang memfasilitasi pengembangan berbagai kompetensi siswa. Adapun kebutuhan modul yang harus dikembangkan, yakni: 1) Sesuai dengan kurikulum 2) sesuai karakteristik siswa 3) sesuai kondisi 4) memuat gambar yang kontekstual 5) kegiatan latihan yang menarik 6) memfasilitasi ecoliteracy 7) cetak dan 8) ilustrasi dan warna yang menarik. Secara garis besar disimpulkan bahwa pengembangan modul memang dibutuhkan untuk pembelajaran IPS di sekolah.
Co-Authors Aan Kusdiana Agnestasia Ramadhani Putri Ahmad Mulyadiprana Ahmad Yuniar Aji Mustajin Akhmad Nugraha Alwini, Selin Nadia Amelia, Nisa Aminah, Afiqa Aulia Ana Anggi Anggraini Anggie Lestari Ani Agustini Ani Hanipah Ani Robiatul Alawiyah Anindya, Arini Anis Nurjannah Annisa Srimaryanti Asep Nuryadin Atie Mujiarti Ayi Badruzaman Azzahra, Syifa Azzahra, Yesi Babu M, Shameer Berliana Frysca Amelia Bhekti Wahyuningsih Cahyana, Cahyana Cyntia C Cyntia Cyntia Dadang S Anshori Darisman, Tendi Dea Sukmawati Dede Iskandar, Dede Denovi Luthfiyani Dewi Febrianita Br Ginting Dewi, Annisa Anita Dian Indihadi Dina Dinaryanti Dina Dinaryanti Dinaryanti, Dina Dindin Abdul Muiz Lidinillah Dini Nur'andini Diniar Martiana Diniar Diyan Suprapti Dwi Alia Dwi Alia DWI ALIA, DWI E Kosasih E Kosasih Eis Masfiroh Eka Nurjamilah Elan Elan Elin Marlina Elis Mulyati Ema Astri Muliasari Engken Nurhalimah Enung Siti Nurjanah Epon Nur'aeni Epon Nur’aeni Erwin Saputra Eva Andriyani Eva Purnamawati Eva Purnamawati Fauzi Gusman Fitri Nur Yanti Ghullam Hamdu Gustini, Wantu Hani Hanifah Hanum, Iklima Lutfiah Hartini, Yanti Hestika Asri Rahmi Hidayat, Syarip Hilda Luthfiyah Hodidjah Hodidjah Hodidjah Hodidjah Hodidjah Hodidjah Hodidjah, Hodidjah Ilmi Azhar Purnama Inna Meilinda Intan Famela Jihan Sarah Irianti Karinta Utami Karlimah Karlimah Khairunnisa, Pathin Haifa Kholifah, Umul kulsum sumiarsih Latifa, Tiar Rizqi Lela Santikasari Luky Adrianto Lutfi Nur Manalu, Masrina Adelia Masrina Adelia Manalu Maulidhia, Qikha Ma’arif, Robi Syamsul Mia Uswa Nugraha Mia Uswa Nugraha Mimin Rasmiati Muhammad Farhan Giadisa Muhammad Feri Muhammad Rijal Wahid Muharram Mulkan Azijul Haq Mulyana, Edi Hendri Muslihin, Heri Yusuf Nailiah, Indah Mafazatin Nani Susilawati Niken Puji Astuti Nova Yunita Nugraha, Mia Uswa Nur'aini Nur'aini Nur, Lutfi nurmala, Mela Nursofa, Risma Nurul Fajriyah, Herviani Nurussaadah, Thiani Nurzaman, Istikhoroh Oyon Haki Pranata Permana, Ai Triyaningsih Lina Pidi Mohamad Setiadi Purnamawati, Eva Raden Mohamad Herdian Bhakti Radliya, Nizar Rabbi Rahmad Nuthihar Rahmawati, Elfa Rahmi, Hestika Asri Rani Nuraeni Rani Nuraeni Respati, Resa Resti Amelia Restu Nana Irawan Rezaningrum Rezaningrum Ricca Pandu Kusuma Dewi Rina Suprihatin Risma Nursofa Rizki Siddiq Nugraha Rizky Pramudyas Ratri K Rizqi Abdul Majid Rizqi Latifa, Tiar Robi Kuswara Rosa Rahmawati Rosmawati , Erma Saadah, Endah Sadjaruddin Nurdin Saeful, Rachmawati Santo Santoso Saputra, Erwin Rahayu Sarah Fauziah Septarina, Osanita Sima Mulyadi, Sima Sipa, Padilatul Sisi Rahmatilah Siti Putri Indriani Siti Yuhanida Kurnia Sofi Mutiara Insani Sri Dewi Rahayu Sri Noviyanti Lestari Srimaryanti, Annisa Suryati, Elis Susy Febriya Syarifatunnisa, Ayu Syarip Hidayat Syarip Hidayat Temmy Renaldi Setia Bakti Tesa Esti Rahayu Tita Kusmaya Vera Dewi, Agustin Veronicha, Riza Kharisma Vismania S. Damaianti, Vismania S. Weni Nuraeni Wili Karlina Ruhyati Wita Siti Mahmudah Yajid Nur Salim Yeyen Nurjanah Yulia, Raida Yuliandini, Tisya Annisa Yulianeta Yusuf Muslihin, Heri Yusuf Suryana Zahra, Fia Shofia Zakiyyah, Tria Ramdhaniyah