Articles
Promoting Religious Moderation through English Language Teaching: Strategies and Challenges in Islamic Educational Settings
Umar;
Muhammad Aulia Taufiqi;
M Bambang Purwanto
ETERNAL (English Teaching Journal) Vol. 15 No. 2 (2024): August
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FPBS, Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/eternal.v15i2.443
Religious moderation aligns with the principles of sustainable development by fostering a culture of peace, justice, and inclusivity. Islamic educational settings often integrate religious values into the ELT curriculum, incorporating Islamic stories, teachings, and ethical principles into language learning materials and activities. By using this methodological approach, this research aims to provide valuable insights into effective strategies and key challenges in encouraging religious moderation through ELT in an Islamic education environment. The data used in this research were interview transcripts, focus group recordings, and documents which were then analyzed using thematic analysis to identify recurring themes, patterns, and insights related to strategies and challenges in encouraging religious moderation through ELT. This study adopted a qualitative research design to explore the various experiences, perspectives and practices of educators and stakeholders regarding the promotion of religious moderation through ELT. The study identified some strategies for promoting religious moderation: Incorporate Multicultural Content; Encourage Critical Thinking; Facilitate Open Dialogue; Promote Empathy and Respect; Address Misconceptions and Stereotypes; Highlight Common Values; Engage with Religious Leaders and Community Members and Empower Educators with Training. Some challenges as well were also found: Sensitivity and Cultural Context; Resistance to Change; Misinformation and Stereotypes; Balancing Academic Freedom and Sensitivity; Language Barriers; Lack of Resources and Training; Community and Parental Concerns; and Political and Social Context.
PERKULIAHAN CIVIK EDUCATION DALAM PENGUATAN IDENTITAS NASIONAL MAHASISWA
Umar
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 11 No. 1 (2025): INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55148/inovatif.v11i1.1516
Civik education memiliki peran penting dalam menguatkan identitas nasional di kalangan pelajar dan mahasiswa, terutama masa identitas nasional sedang mengalami dekradasi dan banyak pengaburan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana perkuliahan Civik Education membantu menguatkan dan mengokohkan identitas nasional melalui studi literatur. Metode penelitian menggunakan analisis literatur dari berbagai sumber terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Civik Education dapat berfungsi sebagai sarana untuk mengajarkan sejarah nasional, nilai-nilai dasar negara, dan simbol-simbol kebangsaan. Tetpi Civik Education juga memperkuat rasa kebangsaan dan kesatuan di tengah keberagaman budaya dan etnis, serta mengajarkan kepada mahasiswa sebagai kelompok terdidik tentang hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara. Civik Education juga berperan dalam menjadi filter liberalisme dan juga kutub yang berlawanan radikalisme, guna menanamkan nilai-nilai toleransi dan persatuan. Pendidikan ini membantu mahasiswa menghargai budaya lokal di tengah arus globalisasi, mengembangkan karakter dan moral yang baik, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dukungan dari kurikulum yang baik, guru yang kompeten, serta sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat sangat penting untuk efektivitas Perkuliahan Civik Education. Kesimpulannya, Perkuliahan Civik Education tidak hanya menguatkan identitas nasional yang kuat tetapi juga membuka cakrawala baik pengalaman internal maupun eksternal generasi muda untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa serta berkepribadian mantab sesuai jati diri bangsanya.
KONSEP MENDIDIK ANAK DALAM KITAB TA’DI>B ALBANI>N WALBANA>T KARYASYEIHKAS’ADMUHAMMAD SA’ID ASSHOGIRJY DAN RELEVANSINYA DENGAN POLA ASUH ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Umar;
Fatahuddin
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 11 No. 2 (2025): Inovatif, September 2025
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55148/inovatif.v11i2.1861
Pendidikan anak merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan kepribadian sejak dini. Penelitian ini didasarkan masalah moral yang sangat serius, berbagai bentuk kenakalan remaja seperti tawuran, narkotika, dan berhubungan asusila di luar nikah. Pentingnya menggali kembali konsep pendidikan anak dalam literatur klasik Islam serta mengkaji relevansinya dengan pola asuh orang tua muslim masa kini, khususnya dalam aspek pendidikan agama Islam. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana konsep pendidikan anak dalam kitab Ta’dīb al-Banīn wa al-Banāt karya Syekh As’ad Muhammad Sa’id, mengetahui apa relevansi konsep tersebut dengan pola asuh orang tua dalam pendidikan agama Islam saat ini. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode kajian pustaka (library research) terhadap kitab tersebut dengan menganalisis data dari kitab primer pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syeikh As‘ad menggarisbawahi pentingnya peran orang tua sebagai pendidik utama, dengan menanamkan nilai-nilai Islam melalui keteladanan, pembiasaan, dan pendekatan yang penuh kasih sayang. Di antara prinsip yang ditekankan adalah: “Fa innahum ʿalā mā ʿawwadahum ʿalayh abā’uhum yanša’ūna” (Sesungguhnya anak-anak akan tumbuh sesuai dengan kebiasaan yang diajarkan oleh orang tuanya). Konsep ini selaras dengan nilai-nilai pola asuh Islami yang berorientasi pada pendidikan akidah, ibadah, akhlak, erta pengawasan perilaku anak secara berkelanjutan. Dengan demikian, kitab ini relevan untuk dijadikan sebagai landasan konseptual dalam membangun pola asuh Islami di era modern
Penanaman Nilai Karakter Kolaborasi Melalui Kegiatan Literasi di MIS Nurul Ilmi Kota Bima
Jianingsih, Paratania;
Abdussahid;
Umar
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71301/jp3m.v1i1.17
Kegiatan Penelitian ini bertujuan untuk penanaman nilai karakter kolaborasi melalui literasi membaca pada siswa MIS Nurul Ilmi Kota Bima. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah dimana peneliti merupakan instrumen kunci. Yang menjadi sumber data primer guru dan siswa MIS Nurul Ilmi Kota Bima. Sumber data sekunder yang berupa data berkaitan dengan penanaman nilai karakter kolaborasi melalui literasi membaca. Adapun yang menjadi hasil penelitian ini menunjukan: 1) bentuk penanaman nilai karakter kolaborasi melalui literasi membaca melewati dua tahap yaitu membuat kelompok belajar siswa, membaca cerita yang sesuai dengan materi ajar. 2) kendala yang dihadapi dalam penanaman nilai karakter kolaborasi melalui literasi membaca datang dari berbagai pihak yaitu yang pertama pihak keluarga, lingkungan tempat bermain/lingkungan tempat tinggal, da dari peserta didik itu sendiri. 3) solusi yang digunakan untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam pembentukkan karakter kolaborasi melalui literasi membaca dalam proses belajar mengajar guru memberi semangat kepada siswa agar lebih gemar membaca, guru memberikan bimbingan kepada siswa, memberikan contoh, memberikan reward (penghargaan/pujian) dengan harapan dapat memotivasi siswa, serta guru menggunakan strategi belajar kelompok.
DESAIN MOTIF DAN WARNA ANYAMAN BERBASIS BAHAN LOKAL BAGI PELAJAR SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KECAMATAN WAWONI BARAT
Ashmarita;
Jalil, Abdul;
La Ode Topo Jers;
Umar;
Nurtikawati
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 2 (2023): JULI 2023
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Banyaknya produk kerajinan atau anyaman di Konawe Kepulauan yang bahan dasarnya tersedia dan berpotensi untuk dikembangkan lebih agar memiliki nilai jual, paling tidak untuk variasi dan mendorong pengunjung diluar Konawe Kepulauan lebih tertarik, lebih dari itu bisa ditingkatkan pemasarannya lewat pihak pihak terkait untuk meningkatkan kesejahteraan para pengrajin. Bentuk anyaman yang sudah terpola selama ini adalah polos, seperti bentuk tikar, topi, caping dan sejenis tas atau yang lain, seiring waktu dan untuk menarik pasar, maka diperlukan pola dan motif yang tidak sekedar polos, tetapi perlu desain dan motif dan berpola agar produk anyaman tersebut lebih menarik dan bernilai lebih terutama bagi pengunjung atau pihak lain di dunia industri dan kerajinan tangan. Artinya para pengrajin dapat didorong agar motif yang tersedia dapat didesain dan dimotif dengan warna warna tertentu agar tampilan produk dari anyaman tersebut dapat bernilai indah dan menarik sehingga secara otomatis akan bertambah nilai jualnya. Adapun penerima sasaran pertama dalam kegiatan ini adalah siswa siswi SMAN 1 Wawonii Barat dengan harapan mereka bisa memberikan edukasi dan informasi serta pengetahuan pentingnya motif yang dimiliki para pengrajin dapat dikembangkan atau memberikan inovasi pada motif atau pola dasar produk anyaman tersebut. Penelitian ini secara kualitatif menilai potensi anyaman daun purun atau bahan lokal di Konawe Kepulauan untuk didorong menjadi produk unggulan, utamanya mengedukasi dan memberikan ketrampilan agar produk yang ada didesain dan dimotif. Dengan bekerjasama pada dunia industri dan akademik, produk anyaman bisa ditingkatkan pemasarannya pasca dimotif, utamanya produk produk topi atau tikar yang menjadi basis pola atau bentuk selama ini. Hasil yang ingin diharapkan dari kegiatan ini tersedianya produk anyaman dengan berbagai pola dan motif melalui dunia pendidikan dimulai tingkat SMA, selain di tingkat sekolah juga tersedia guru bidang prakarya, perlunya dukungan dari berbagai stakeholders untuk meningkatkan nilai jual produk anyaman ini, baik dengan pemerintah maupun swasta.
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA BOS DALAM MENINGKATKAN KINERJA SEKOLAH
Maulida, Rizki;
Andriyani;
Umar;
G Mulawarman, Widyatmike
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i02.26403
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam meningkatkan kinerja sekolah di tingkat pendidikan dasar. Dana BOS merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung operasional sekolah dan peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap kepala sekolah dan bendahara di beberapa sekolah dasar negeri. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif dan inferensial untuk menilai hubungan antara efektivitas pengelolaan dana dan indikator kinerja sekolah, seperti kualitas pembelajaran, ketersediaan sarana-prasarana, dan kesejahteraan tenaga pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana BOS yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kinerja sekolah. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan kapasitas manajerial sekolah dalam pengelolaan keuangan guna mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Improvement of Basic Volleyball Techniques through Motion Coordination Learning Model: A Literature Review
Nova Risma;
Syahrial Bakhtiar;
Umar
Journal of Physical Education Health and Sport Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jpehs.v11i2.22116
The learning model based on movement coordination is believed to improve the basic skills of volleyball more optimally. Therefore, a literature review is needed to analyze the effectiveness of the movement coordination learning model in improving the basic technique of volleyball. This study aims to examine and analyze various models of movement coordination learning that have been applied in volleyball training and their impact on improving players' basic techniques. This study uses a literature review method by analyzing various journals, books, and scientific articles that discuss the learning model of movement coordination in sports, especially volleyball. The sources of literature used come from relevant research in the last 10 years. The analysis was carried out by reviewing the effectiveness of the movement coordination learning model on the development of basic techniques of volleyball players. Based on the literature review conducted, it was found that the learning model based on movement coordination had a positive impact on improving the basic techniques of volleyball. This model is able to improve motor skills, balance, and player response speed in match situations. In addition, this learning approach also supports the improvement of tactical understanding and game strategy through more varied and dynamic exercises. The movement coordination learning model has proven to be effective in improving the basic technique of volleyball. With the right application, this model can help players in developing technical and motor skills more optimally. Therefore, sports coaches and educators are advised to integrate this model in training programs to improve the quality of volleyball learning.
ANALISIS KINERJA PEGAWAI DALAM PELAYANAN MASYARAKAT PADA KANTOR CAMAT PADALARANG KABUPATEN BANDUNG BARAT
Umar
JISIPOL | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL JISIPOL VOL. 4. NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UNIBBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemberian pelayanan publik oleh pegawai pemerintah kepada masyarakat (publik) merupakan perwujudan dan fungsi pegawai negara sebagai pelayan masyarakat (abdi), disamping sebagai abdi Negara. Masyarakat sebagai aktor utama (pelaku) pembangunan, sedangkan Pemerintah berkewajiban untuk mengarahkan, membimbing, serta menciptakan suasana yang menunjang kegiatan-kegiatan dari masyarakat dalam rangka percepatan terwujudnya masyarakat yang mandiri dan sejahtera. Berdasarkan observasi penelitian, Peneliti dapat mengidentifikasi masalah penelitian yang terjadi dalam pelaksanaan pelayanan di Kantor Camat Padalarang sebagai berikut: 1) Pegawai cenderung tidak disiplin terhadap jam kerja, 2) Pemberian layanan tidak sesuai dengan SOP Pelayanan. 3) Kesejahteraan pegawai yang tidak mencukupi kebutuhan pegawai. 4) Terdapat pegawai pelayanan yang memiliki pekerjaan sampingan. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Camat Padalarang, dengan tujuan untuk mengetahui kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan masyarakat pada kantor Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan induktif, Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Produktivitas kerja pegawai pelayanan cukup baik dimana dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat cukup cepat dan tepat sesuai dengan prosedur yang berlaku, Daya tanggap pegawai pelayanan di Kecamatan Padalarang berdasarkan hasil penelitian adalah cukup baik. Pelayanan publik di Kecamatan Padalarang telah berjalan dengan baik mengacu pada Surat Keputusan Camat Padalarang Nomor 13 Tahun 2014 tentang PATEN di Lingkungan Kecamatan Padalarang, dan Pemberian layanan publik menekankan pada peran partisipatif masyarakat dan peran aspiratif sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem penyelenggaran pelayanan.
LINGUISTIK TERAPAN DAN KETERAMPILAN BAHASA ARAB (ISTIMA’, KALAM, QIRA’AH, DAN KITABAH)
Umar;
Sugondo;
Darmadhi, Endhi;
Susiawati, Iis
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i04.35438
This study is a library research employing a qualitative-descriptive approach to examine the role of applied linguistics in the development of Arabic language skills, which include listening (istima’), speaking (kalam), reading (qira’ah), and writing (kitabah). Applied linguistics serves as a bridge between linguistic theory and language teaching practice, providing methodological guidance for educators in designing effective and contextual learning strategies. The findings indicate that the integration of applied linguistics contributes to improving phonological awareness, structural accuracy, semantic comprehension, and pragmatic appropriateness in Arabic language learning. Specifically, phonetic and phonological insights enhance listening skills; syntactic and pragmatic understanding support speaking fluency; semantic and discourse analysis strengthen reading comprehension; and cohesion and coherence theory improve writing ability. Thus, applied linguistics plays a fundamental role in promoting both linguistic accuracy and communicative competence in Arabic language education.
Analysis of Readiness for Merdeka Curriculum Implementation: Case Study at SD/MI Lombok Tengah
Hikmah Ramdhani Putri;
Arif Widodo;
Fitri Puji Astria;
Umar;
Hasnawati
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 12 No. 6 (2023): December
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33578//jpfkip.v12i6.10188
Merdeka Curriculum has been implemented nationally starting in the academic year 2021/2022 in the schools that participated in the program. Gradually, in the following years, each educational unit can choose to implement Merdeka Curriculum based on their respective readiness. The government has prepared standard levels of readiness to implement Merdeka Curriculum, which consists of four levels. The first level is called the initial stage, the second level is the developing stage, the third level is called the ready stage, and the fourth level is the advanced stage. This research aims to determine the level of readiness of SD/MI in implementing the Merdeka curriculum. The research uses a qualitative research method with a case study approach. Data collection uses observation, questionnaires, and interviews. The research subjects were 18 SD/MI in Lombok Tengah regency. The sources of information were school principals and teachers. The research results show that most of SD/MI are still at the second level of readiness, namely at the developing level. Few schools are only at the ready and advanced stage levels. Based on the research results, it is recommended that policymakers are able to evaluate so that the level of school readiness in implementing the Merdeka Curriculum can increase.