Claim Missing Document
Check
Articles

Literature Review: Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Perawat sebagai Upaya Universal Precaution: Michelle Safna Andari, Fitria Saftarina, Muhammad Maulana, Winda Trijayanthi Utama Andari, Michelle Safna; Saftarina, Fitria; Maulana, Muhammad; Utama, Winda Trijayanthi
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp297-305

Abstract

Kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan elemen penting dalam universal precautions untuk mencegah paparan infeksi dan melindungi perawat di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepatuhan perawat terhadap penggunaan APD serta faktor-faktor yang memengaruhinya berdasarkan tinjauan literatur terbaru. Melalui penelusuran artikel menggunakan pendekatan PRISMA, lima studi yang memenuhi kriteria inklusi menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan perawat berada pada kisaran 56,1% hingga 91,7%. Faktor internal yang memengaruhi kepatuhan meliputi pengetahuan, sikap, dan kompetensi, sedangkan faktor eksternal mencakup ketersediaan APD, penerapan standar operasional prosedur, pengawasan, dan dukungan dari program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Ketersediaan sarana dan fasilitas tercatat sebagai determinan paling dominan dalam meningkatkan kepatuhan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kepatuhan penggunaan APD membutuhkan pendekatan multidimensional melalui penyediaan APD yang memadai, pelatihan berkelanjutan, dan penguatan budaya keselamatan demi meminimalkan risiko infeksi okupasional pada perawat.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Status Hidrasi Pekerja PT.X Lampung Putra, Ruchpy Cahya; Winda Trijayanthi Utama; Anisa Nuraisa Jausal; Sutarto
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.972

Abstract

Latar Belakang: Iklim kerja panas merupakan risiko kesehatan okupasional signifikan yang dapat mengganggu termoregulasi dan menyebabkan dehidrasi. Kegagalan dalam mengganti cairan yang hilang akibat keringat berlebih dapat meningkatkan suhu inti tubuh dan memicu penyakit akibat panas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan paparan iklim kerja panas, tingkat asupan cairan, dan status hidrasi di kalangan pekerja industri. Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan desain cross-sectional ini dilakukan pada Agustus–November 2025 di departemen cannery, PT. X, Lampung. Sebanyak 100 pekerja berpartisipasi melalui random sampling. Data iklim kerja diukur menggunakan Heat Stress Monitor (ISBB/WBGT), asupan cairan diukur dengan kuesioner, dan status hidrasi dinilai secara objektif melalui Berat Jenis Urin (BJU) menggunakan refraktometer. Hasil: Mayoritas pekerja (80%, n=80) teridentifikasi terpapar iklim kerja panas di atas Nilai Ambang Batas (NAB). Terkait perilaku hidrasi, 41% pekerja (n=41) memiliki asupan cairan yang tidak adekuat (<2.000 ml/hari). Meskipun demikian, sebagian besar pekerja (62%, n=62) ditemukan memiliki status hidrasi normal (BJU <1.026), sementara 38% (n=38) teridentifikasi mengalami dehidrasi. Kesimpulan: Terdapat prevalensi dehidrasi yang substansial (38%) di lokasi penelitian. Temuan bahwa mayoritas pekerja terpapar panas tinggi (80%) namun mayoritas tetap terhidrasi (62%) menunjukkan kemungkinan peran protektif dari asupan cairan yang adekuat (ditemukan pada 59% pekerja) dan proses aklimatisasi panas. Intervensi kesehatan kerja harus difokuskan pada edukasi untuk memperkuat kebiasaan minum (faktor individu) guna mengatasi 38% pekerja yang masih dehidrasi. 
Hubungan Paparan Panas Lingkungan Kerja terhadap Tingkat Konsentrasi Pekerja di PT. X Adinur, Bima; Utama, Winda Trijayanthi; Irawati, Nur Ayu Virginia; Sutarto
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1099

Abstract

Pendahuluan: Aktivitas industri di wilayah tropis memiliki risiko paparan panas tinggi yang berpotensi meningkatkan suhu inti tubuh dan menurunkan kemampuan kognitif pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan panas lingkungan kerja dengan gangguan konsentrasi pada pekerja di PT X. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 70 pekerja yang dipilih melalui teknik total sampling. Variabel bebas berupa paparan panas diukur menggunakan indeks Wet Bulb Globe Temperature (WBGT), sedangkan gangguan konsentrasi diukur menggunakan Grid Concentration Test (GCT). Studi ini memberikan kontribusi signifikan dalam evaluasi risiko K3 pada lingkungan kerja panas. Hasil: Mayoritas pekerja (65,7%) terpapar panas melebihi Nilai Ambang Batas (>NAB) dan 42,8% mengalami gangguan konsentrasi kategori kurang hingga sangat kurang. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara paparan panas dengan gangguan konsentrasi (p=0,001), di mana paparan >NAB berkorelasi dengan konsentrasi yang lebih rendah. Pembahasan: Temuan ini sejalan dengan pustaka yang ada bahwa beban panas berlebih mengganggu mekanisme termoregulasi tubuh yang berdampak pada penurunan fokus dan fungsi kognitif tanpa memerlukan sitasi spesifik. Simpulan: Tekanan panas lingkungan merupakan faktor determinan yang berkorelasi signifikan dengan penurunan performa konsentrasi pekerja, sehingga diperlukan intervensi pengendalian iklim kerja dan manajemen waktu istirahat.
Physiological Response of the Body to Heat Exposure in Workers Desta Bulan Cahyarani; Winda Trijayanthi Utama; Maya Ganda Ratna; Sutarto Sutarto
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 3 (2025): November : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i3.6240

Abstract

Heat is a prevalent and serious physical health risk for employees in a range of indoor and outdoor work settings. Heat stress at work alters physiological processes and has a variety of detrimental consequences on people's health and wellbeing. This study aimed to explore the physiological responses and impacts of heat exposure in outdoor workers. This study employed a literature review approach using Google Scholar, Wiley, and Pubmed databases. The results will be described through descriptive narratives and tables. Workers exposed to heat experience increased physiological reactions, including increased body temperature, heart rate, and blood pressure, especially those engaging in intense physical activity outdoors. Heat-related symptoms such as fatigue, excessive sweating, headaches, and muscle cramps can also occur in heat-exposed workers. These increased and altered physiological responses emphasize the importance of implementing preventative measures, such as managing work hours, maintaining hydration, and maintaining good health, to avoid heat-related illnesses and maintain workplace productivity.
Efektivitas Metode Focus Group Discussion (FGD) dalam Meningkatkan Pengetahuan Santri tentang Pencegahan Tinea versicolor Mutiara Vira Antonia; Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani; Nur Ayu Virginia Irawati; Winda Trijayanthi Utama
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1023

Abstract

Pendahuluan:Tinea versicolor (panu) memiliki prevalensi tinggi di pondok pesantren (51,6%-71,1%), yang erat kaitannya dengan higenitas perorangan dan rendahnya pengetahuan. Dibutuhkan metode promosi kesehatan yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode Focus Group Discussion (FGD) dalam meningkatkan pengetahuan santri tentang pencegahan tinea versicolor. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental (satu kelompok pre-test post-test). Sampel adalah 26 santri jenjang SMA di Pondok Pesantren X, Bandar Lampung, yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Instrumen kuesioner teruji validitas (Pearson 0,382-0,767) dan reliabilitasnya (Cronbach's Alpha 0,817). Data dianalisis univariat dan bivariat menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan. Sebelum intervensi, 80% (n=21) santri memiliki pengetahuan 'Cukup Baik'. Setelah intervensi FGD, 100% (n=26) santri mencapai kategori pengetahuan 'Baik'. Hasil Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan secara statistik (p < 0,001). Pembahasan: Efektivitas ini menunjukkan FGD adalah metode yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan santri terkait Tinea versicolor . Sifat interaktif dan partisipatif dari metode ini memungkinkan peserta untuk bertukar pengalaman dan menganalisis informasi secara kritis, yang berkontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif. Simpulan: Metode Focus group discussion (FGD) secara signifikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan santri tentang pencegahan tinea versicolor.
Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Kapasitas Fungsi Paru Mersiana, Putri Febi; Winda Trijayanthi Utama; Ayu Tiara Fitri; Syazili Mustofa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1072

Abstract

Pendahuluan: Merokok merupakan faktor risiko utama gangguan pernapasan dan berkontribusi terhadap penurunan kapasitas vital paru melalui proses inflamasi kronis serta kerusakan jaringan paru. Indonesia memiliki prevalensi merokok yang tinggi sehingga dampaknya terhadap fungsi paru menjadi isu kesehatan penting. Tinjauan ini dilakukan untuk merangkum bukti ilmiah mengenai hubungan kebiasaan merokok dan kapasitas vital paru berdasarkan penelitian terkini. Metode: Penelitian ini merupakan systematic literature review yang disusun berdasarkan prinsip PRISMA. Penelusuran dilakukan melalui PubMed, Google Scholar, dan ResearchGate menggunakan kata kunci terkait perilaku merokok dan fungsi paru, dengan batasan publikasi tahun 2020–2025. Seleksi dilakukan melalui penyaringan judul, abstrak, dan evaluasi teks lengkap berdasarkan kriteria inklusi. Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria untuk dianalisis. Pembahasan: Kajian literatur menunjukkan bahwa perilaku merokok berhubungan negatif dengan kapasitas fungsi paru. Intensitas dan durasi merokok yang meningkat berkontribusi terhadap penurunan nilai FVC, FEV?, dan rasio FEV?/FVC. Paparan asap rokok yang bersifat kronis menyebabkan inflamasi saluran napas, kerusakan jaringan elastis paru, serta gangguan pembersihan mukosilier sehingga menurunkan elastisitas dan kapasitas vital paru. Dampak penurunan fungsi paru dapat terjadi sejak usia muda dan bersifat progresif apabila kebiasaan merokok terus berlanjut. Simpulan: Merokok memiliki hubungan yang signifikan dengan penurunan kapasitas vital paru. Semakin tinggi paparan asap rokok, semakin besar penurunan fungsi paru yang terjadi. Upaya pencegahan dan edukasi kesehatan mengenai bahaya merokok diperlukan sebagai langkah penting untuk menekan risiko gangguan respirasi pada masyarakat Kata Kunci: fungsi paru, kapasitas vital paru, merokok, respirasi, spirometri
Efektivitas Amoxicillin dan Piperacillin Terhadap Klebsiella pneumoniae pada Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Periode 2019 – 2023 Azalia, Nadhira; Soleha, Tri Umiana; Larasati, Ratri Mauluti; Utama, Winda Trijayanthi
Medula Vol 16 No 4 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i4.1846

Abstract

Acute respiratory tract infection (ARI) is one of the leading causes of morbidity that often requires antibiotic therapy, with Klebsiella pneumoniae being one of the most commonly found bacterial pathogens and known to have a high level of antibiotic resistance. Irrational use of antibiotics can accelerate the development of resistance, so the effectiveness of antibiotics needs to be evaluated periodically. Amoxicillin and piperacillin are commonly used antibiotics in the management of ARTI. This study aimed to evaluate the effectiveness of amoxicillin and piperacillin against Klebsiella pneumoniae in cases of ARTI at Dr. H. Abdul Moeloek General Hospital from 2019 to 2023. This study is an observational analytical study with a cross-sectional design using secondary data in the form of culture results and antibiotic sensitivity tests from patient medical records. The sampling technique used total sampling with a total of 106 Klebsiella pneumoniae isolates. Data analysis was performed using the Chi-Square test. The results showed that the resistance rate of Klebsiella pneumoniae to amoxicillin was 92.5% with a sensitivity of 7.5%. In contrast, piperacillin showed a higher sensitivity of 58.5% although resistance was still found at 41.5%. Statistical tests showed a significant relationship between the type of antibiotic and the level of bacterial sensitivity (p-value < 0.001). The conclusion of this study indicates that piperacillin is more effective than amoxicillin in the management of ARI caused by Klebsiella pneumoniae and can be considered in the selection of empirical antibiotic therapy.
Literature Review: Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Miopia Muhammad Nadhif Rafii; Rani Himayani; Rekha Nova Iyos; Winda Trijayanthi Utama
Jurnal Studi Multidisiplin Ilmu Vol 2 No 2 (2024): Mei
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jasmi.v2i2.4262

Abstract

Purpose: This study aims to review various risk factors associated with the occurrence of myopia based on existing literature. The factors contributing to the development of myopia include genetic, environmental, and individual habits. Limitations: Although this article provides a broad overview of the risk factors associated with the occurrence of myopia, there are several limitations that need to be considered. The studies reviewed in this review come from various geographical contexts and populations, which may limit the generalization of findings to specific groups or locations. Contribution: This article makes a significant contribution to the understanding of risk factors affecting the occurrence of myopia. By analyzing various existing studies, this article presents a comprehensive picture of the relationship between genetic, environmental, and lifestyle factors and the occurrence of myopia. Keywords: Myopia, Myopia Risk Factors, Refractive Errors How to Cite: Rafii ,M.N., Himayani, R., Iyos, R.K., Utama, W.T. (2024). Literature Review: Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Miopia.Jurnal Studi Multidisiplin Ilmu, 2(2), 65-69.  
Co-Authors Adinur, Bima Aditia, Arianda Alghani, Sulthan Rafi Amanah, Nur Suci Amelia, Maya Rizky Amir, Anzela Ananda, Amallia Andari, Michelle Safna Andini Pramesti Ningrum Andriani, Silvia Anggraini, Dian Isti Anisa Adelia Anisa Nuraisa Jausal Annisa Auliya Dien Safitrie Arifah Putri Desenia Asep Sukohar Asyifa, Takhfa Nur Ayu Tiara FItri Azalia, Nadhira Azelia Nusadewiarti Azhar, Hafidz Sirojudhin Azmi, Aulia Salma Azzahra, Herina Balqis, Gasela Zalianti Bawono, Aloysius Krishartadi Damar Bayu Anggileo Pramesona Daulay, Suryani Agustina Desta Bulan Cahyarani Dharmesti, Rizky Aleyda Dian Pratiwi Dian Puspita Larasati Dita Ayu Permata Dewi Dwita Oktaria Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Eltidar, Tyaradhia Ranita Eniwati Eniwati Evi Kurniawaty Fadhilah, Retno Suci Fadhillah, Paisal Fatharanni, Mentari Olivia Fathia, Nauriel Febriyan, Heironimus Billy Ferdian, Ruben Fitri Maharani Fitria Saftarina Hafizh, Ahmad Fauzan Haq, Rais Amaral Helmi Ismunandar Indika Poloriani Tunang Indriyani, Reni Intan Kusumaningtyas Intanri Kurniati Intanri Kurniati Iqbal Lambara Putra Irawati, Nur Ayu Virginia Istiqomah, Dinni Jovita, Hasna Laili Khairun Nisa Kurniawan, Denny Andika Kurniawaty, Evi Kusuma, Febriyani Dyah Larasati, Ratri Mauluti Lariza Serafina Tobroni M. Yogie Fadli Maharani, Ardila Putri Maharani, Calista Putri Maharani, Raihan Syifa Maharani, Shella Marcellia, Selvi Maya Ganda Ratna Mersiana, Putri Febi Muhammad Aditya, Muhammad Muhammad Maulana Muhammad Nadhif Rafii Muhartono Muhartono Mutiara Vira Antonia Nasser, Ghalib Abdul Ni Putu Swastini Novita Carolia Novita Carolia Nur Ayu Virginia Irawati Nurhardita, Fika Nuriah Nuriah Nurladira, Salsanisa Tisno Nurliwayka Qodri, Amari Oktadoni Saputra Oktafany, Oktafany Pamarta, Rachel Dwyana Poppy Monika Sari Pratama, Redi Bintang Pratiwi, Naisya Midary Mutia Prayogi, Norbertus Marcell Puspitasari, Ratna Dewi Putra, Ruchpy Cahya Putri Puspa Devi Putri, Asyifa Dinda Raehana, Nabila Salwa Raharjo, Shafana Azzahra Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi PS Ratna Dewi Puspita Sari Ratu Nirmala Wahyunindita Rekha Nova Iyos Reni Indriyani Reni Indriyani Reni Indriyani Reynhard Theodorus Xaverius Saragih Riandini, Sabrina Risti Graharti Rizal Effendi, R E Sahputra, Rahmat Tridhandy Salma Alya Ihsan Salsabila Alifiyah Setiawan Salsabila Dzakiyyah Zahra Salsabila Nurislami Sany Setiawan Saribu, Samintola Dolok Satria Adi Nugraha Septia Eva Lusina Septiani, Linda Setiorini, Anggi Shinta Nareswari, Shinta Silvia Andriani Sirait, Naomi Elfriede Situmorang, Cindy Miranda Sofyan Musabiq Wijaya Sofyan Musyabiq Wijaya Stevani Febeline Steven, Nixon Suarto, Sutarto Suharmanto Suharyani Suharyani Suryawinata, Arli Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutyarso Sutyarso Syazili Mustofa Syifa Rahmi Fadhila TA Larasati Tasya Nadia Putri Tri Umiana Soleha Tri Umiana Soleha Utomo, Muhammad Aditya W, Sofyan Musyabiq Waluyo Rudiyanto Wardani, Nanda Fitri Widjaja, Jovan Zahra, Tsurayya Fathma