p-Index From 2021 - 2026
14.916
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Mizan (e-Journal) AL-Daulah Jurnal Diskursus Islam JTSL (Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan) Jurnal Adabiyah Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Englisia Journal UIR LAW REVIEW Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar TERRA : Journal of Land Restoration Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law Journal of Educational Research and Evaluation Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Unes Law Review BILANCIA Politea : Jurnal Politik Islam El-Faqih : Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Disiplin : Majalah Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Hukum sumpah Pemuda Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Qisthosia Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam International Journal of Progressive Mathematics Education Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Edukha : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Tasamuh: Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Aptekmas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat INDOGENIUS ISTIQRA: JURNAL HASIL PENELITIAN Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Sanjiwani: Jurnal Filsafat Kajian Sastra Nusantara Linggau ( KASTRAL) Padma: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat English Language Teaching Methodology (ELTM) SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak Tahqiqa: Jurnal Pemikiran Hukum Islam AHKAM : Jurnal Hukum Islam dan Humaniora DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Indonesia of Journal Business Law Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Jurnal Global Futuristik : Kajian Ilmu Sosial Multidisipliner Al-fiqh : Journal of Islamic Studies Cendekia Inovatif Dan Berbudaya : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora Jurnal Nirta: Studi Inovasi Sosiosaintika : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Jurnal Ilmiah Falsafah Bagimu Negeri : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archipelago Journal of Southeast Asia Islamic Studies Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum FAWAID: Sharia Economic Law Review JISH (Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum) Jurnal Sains Materi Indonesia IECON: International Economics and Business Conference Al-Qolamuna : Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam An Nafi’; Multidisciplinary Science AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Ulil Albab PESHUM Al-Qawānīn: Jurnal Ilmu Hukum, Syariah, dan Pengkajian Islam Issues in Mathematics Educations (IMED) Parewa Saraq: Journal of Islamic Law and Fatwa Review JAMP As-Sulthan Journal of Education Jurnal Ilmu Hukum Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam DIGITAL BUSINESS INSIGHTS JOURNAL
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Ganda Perempuan Di Era Media Sosial Tinjauan Hukum Islam Andi Marwah; Kurniati; Musyfikah Ilyas
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2626

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mengubah peran perempuan Muslim secara signifikan, baik dalam ranah domestik maupun publik. Fenomena ini menimbulkan isu baru mengenai keadilan gender dalam hukum Islam, terutama ketika perempuan memikul tanggung jawab ganda antara peran keluarga dan aktivitas sosial di ruang digital. Isu ini menjadi penting untuk dikaji karena pemaknaan tradisional terhadap hukum Islam sering kali menempatkan perempuan dalam batas domestik, sementara realitas modern menuntut partisipasi mereka dalam ruang publik secara lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep keadilan gender dalam hukum Islam dengan meninjau peran ganda perempuan di era media sosial. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana prinsip-prinsip hukum Islam merespons keterlibatan perempuan di ruang publik digital tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap keluarga dan nilai-nilai moral Islam. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Penelitian ini memanfaatkan teori Keadilan Gender Islam dari Amina Wadud dan Double Movement Theory dari Fazlur Rahman sebagai kerangka analisis utama, dengan sumber data berupa literatur klasik, teks keislaman kontemporer, dan kajian akademik yang relevan dengan aktivitas perempuan di media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam bersifat adaptif dan kontekstual terhadap perkembangan zaman. Prinsip al-‘adl (keadilan), al-musawah (persamaan), dan al-maslahah (kemaslahatan) menjadi dasar penerapan keadilan gender yang memungkinkan perempuan berperan aktif di ruang digital secara etis, produktif, dan tetap sejalan dengan nilai-nilai syariat.
Pertimbangan Hakim dalam Penyelesaian Sengketa Akad Mudharabah di Peradilan Agama Nur Adilah; Kurniati; Musyfikah Ilyas
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2641

Abstract

Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia menyebabkan semakin banyaknya kasus sengketa akad mudharabah yang diajukan ke pengadilan agama. Sengketa ini umumnya terjadi antara para investor dan pengelola usaha akibat perbedaan dalam pengaturan pembagian keuntungan atau tanggung jawab atas kerugian. Dalam keadaan seperti ini, peran hakim sangat penting untuk memastikan keadilan dengan mengedepankan prinsip hukum Islam serta nilai-nilai moral. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai bagaimana para hakim menimbang aspek hukum, prinsip-prinsip syariah, dan nilai-nilai moral serta sosial dalam menyelesaikan sengketa akad mudharabah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yaitu menganalisis putusan pengadilan agama, peraturan, fatwa DSN-MUI, serta literatur yang berkaitan dengan ekonomi syariah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mayoritas hakim sudah mengikuti prinsip hukum Islam dalam hal pembagian keuntungan dan tanggung jawab risiko, serta menekankan pentingnya amanah dan kejujuran. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, penerapan nilai-nilai moral dan sosial belum sepenuhnya konsisten karena faktor sosial yang dipertimbangkan. Secara keseluruhan, pertimbangan para hakim memberikan kontribusi dalam membangun sistem hukum ekonomi syariah yang lebih adil, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
Internalisasi Puasa Ramadhan terhadap Karakter Generasi Muda Digital Nahruddin; Zahwa Aulia; Kurniati
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/r63xw282

Abstract

This study aims to examine how the process of internalizing Ramadan fasting in the digital era can shape the character of the younger generation living in a rapidly changing technological culture fraught with moral challenges. The focus of the study is on the weakening of spiritual sensitivity, lack of self-control, and the emergence of various unethical behaviors in the digital space. Using a qualitative-descriptive approach, this study describes how Ramadan worship practices, the use of religiously nuanced digital media, and the inculcation of spiritual values ​​are applied by the younger generation in their daily lives. The results show that the internalization of Ramadan fasting is evident in the younger generation's ability to limit excessive device use, increased self-awareness through worship-supporting applications, and improved attitudes when interacting online. Internalization strategies are implemented through the production of content that promotes goodness, the reinforcement of religious habits through technology, and involvement in digital social activities. The values ​​of discipline, empathy, patience, and responsibility have been shown to have a significant influence on the development of religious character and the adaptability of the younger generation. This study concludes that internalizing Ramadan fasting in the digital era helps maintain spiritual depth while shaping a more mature character in the face of technological developments. Abstrak Penelitian ini bertujuan menelaah bagaimana proses internalisasi puasa Ramadhan di era digital mampu membentuk karakter generasi muda yang hidup dalam budaya teknologi yang cepat berubah dan sarat tantangan moral. Fokus penelitian berangkat dari melemahnya sensitivitas spiritual, kurangnya pengendalian diri, serta munculnya berbagai perilaku tidak etis di ruang digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, penelitian ini menggambarkan bagaimana praktik ibadah Ramadhan, pemanfaatan media digital bernuansa religius, serta pembiasaan nilai-nilai spiritual diterapkan oleh generasi muda dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi puasa Ramadhan terlihat melalui kemampuan generasi muda membatasi penggunaan gawai secara berlebihan, meningkatnya kesadaran diri melalui aplikasi pendukung ibadah, serta semakin baiknya sikap saat berinteraksi di dunia maya. Strategi internalisasi dilakukan melalui produksi konten yang mendorong kebaikan, penguatan kebiasaan religius berbantuan teknologi, dan keterlibatan dalam aktivitas sosial digital. Nilai disiplin, empati, kesabaran, dan tanggung jawab terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan karakter religius dan kemampuan beradaptasi generasi muda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi puasa Ramadhan di era digital membantu menjaga kedalaman spiritual sekaligus membentuk karakter yang lebih matang dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Kepemimpinan Perempuan: Analisis Filsafat Tentang Kesetaraan Gender Dan Tantangan Patriarki Anniza Abdi; Khaerunnisa Sukri; Misbahul Khair; Kurniati
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/mf5y2d74

Abstract

Kepemimpinan perempuan dalam perspektif filsafat dikaji melalui dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis untuk memahami hakikat, mekanisme, serta peranannya dalam menghadapi budaya patriarki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menelaah gagasan-gagasan filosofis tentang kesetaraan dan keadilan gender. Hasil kajian menunjukkan bahwa kapasitas, integritas, dan tanggung jawab moral merupakan dasar utama dalam menilai kepemimpinan, bukan jenis kelamin. Hambatan terhadap kepemimpinan perempuan sering kali muncul dari penafsiran patriarkis, diskriminasi sosial, dan stereotip gender yang mengakar dalam struktur masyarakat. Melalui filsafat, bias-bias tersebut dapat dikritisi dan diurai untuk membangun paradigma kepemimpinan yang menegakkan nilai kesetaraan, keadilan, dan kemanusiaan. Kajian ini menegaskan pentingnya model kepemimpinan perempuan yang inklusif dan transformatif, berorientasi pada kemaslahatan bersama, serta mampu menegaskan peran perempuan sebagai subjek aktif dalam ruang publik dan pengambil kebijakan. Abstract: Women's leadership in philosophical perspective is examined through ontological, epistemological, and axiological dimensions to understand its essence, mechanisms, and role in confronting patriarchal culture. This study employs a qualitative approach based on library research by analyzing philosophical concepts of equality and gender justice. The findings reveal that leadership is not determined by gender, but by individual capacity, integrity, and moral responsibility. The main obstacles to women’s leadership arise from patriarchal interpretations, social discrimination, and gender stereotypes embedded in society. Philosophy provides a critical framework to deconstruct these biases and to build a paradigm of leadership grounded in equality, justice, and humanity. This study emphasizes the importance of an inclusive and transformative model of women’s leadership that is oriented toward the common good and strengthens the position of women as active subjects in public spaces and decision-making processes.
Etika Jual Beli Dalam Perlindungan Konsumen Pada Produk Palsu Di E-Commerce Muhammad fachri; Dini khaerani; Kurniati
Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growth of e-commerce platforms in Indonesia has indeed created significant space for trade activities, but at the same time, it has also given rise to new problems, particularly the widespread circulation of counterfeit products that can harm buyers. This study seeks to examine how the principles of Islamic transaction ethics can serve as a basis for strengthening consumer protection in digital transactions. This research was conducted through a literature review, examining primary sources such as the Quran, hadith, and the thoughts of Islamic scholars. This research was supplemented by supporting materials in the form of books, scientific articles, and national laws and regulations, including Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. This study found that Islam teaches the values ​​of honesty, clarity of information, mutual consent, and prohibits practices that involve elements of uncertainty, fraud, and usury. These principles align with positive legal regulations aimed at protecting consumer rights and security. Therefore, the application of Islamic transaction ethics in the digital trading environment is considered capable of strengthening consumer protection while building an e-commerce ecosystem that is safer, fairer, and in accordance with Islamic guidance. Abstrak Pertumbuhan platform jual beli e-commerce di Indonesia memang telah memberikan ruang yang signifikan bagi aktivitas perdagangan, tetapi di saat yang sama, hal ini juga menimbulkan permasalahan baru, terutama maraknya peredaran produk palsu yang dapat merugikan pembeli. Penelitian ini berupaya mengkaji bagaimana prinsip-prinsip etika muamalah Islam dapat menjadi dasar penguatan perlindungan konsumen dalam transaksi digital. Penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka, dengan mengkaji sumber-sumber primer seperti Al-Qur'an, hadis, dan pemikiran para ulama. Penelitian ini dilengkapi dengan bahan-bahan pendukung berupa buku, artikel ilmiah, dan peraturan perundang-undangan nasional, termasuk Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Penelitian ini menemukan bahwa Islam mengajarkan nilai-nilai kejujuran, kejelasan informasi, kerelaan bersama, dan larangan praktik-praktik yang mengandung unsur ketidakpastian, penipuan, dan riba. Prinsip-prinsip ini selaras dengan peraturan hukum positif yang bertujuan untuk melindungi hak dan keamanan konsumen. Oleh karena itu, penerapan etika transaksi Islam dalam lingkungan perdagangan digital dinilai mampu memperkuat perlindungan konsumen sekaligus membangun ekosistem e-commerce yang lebih aman, adil, dan sesuai dengan tuntunan Islam.
Pandangan Hukum Islam Tentang Hak-Hak Dan Kedudukan Perempuan Dalam Wakaf Mattalioe, Andi Syahrani Afdhal; Wardayani; Nur Azzahra; Kurniati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.11964

Abstract

Ajaran Islam menegaskan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan berumah tangga maupun bermasyarakat. Namun dalam praktiknya, perempuan masih sering mengalami diskriminasi yang berakar pada penafsiran ajaran agama yang terdistorsi oleh budaya. Dalam konteks ini, wakaf sebagai bentuk amal jariyah dalam Islam menjadi salah satu praktik yang sangat dianjurkan dalam Al-Qur’an dan Hadis, serta berpotensi menjadi sarana pemberdayaan perempuan dan masyarakat secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan hukum Islam mengenai hak dan kedudukan perempuan dalam wakaf. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, dengan menganalisis berbagai literatur yang membahas kedudukan dan tantangan yang dihadapi perempuan dalam perwakafan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam pandangan hukum Islam, perempuan memiliki hak yang setara dengan laki-laki dalam berwakaf, baik sebagai wakif (pemberi wakaf) maupun sebagai nazhir (pengelola wakaf). Ajaran Islam sejak awal mengakui peran aktif perempuan dalam pengelolaan harta, sebagaimana tercermin dalam praktik para sahabat Nabi. Namun dalam pelaksanaannya, perempuan masih menghadapi tantangan berupa bias budaya, kurangnya literasi wakaf, serta terbatasnya kesempatan dalam kepemimpinan lembaga wakaf.
PENGARUH PENGALAMAN MAGANG TERHADAP KESIAPAN BERWIRUSAHA MAHASISWA Kurniati; Bayu Fajar Susanto; Sri Astuti; Zulrahmadi
Digital Business Insights Journal Vol 1 No 1 (2025): DIGITAL BUSINESS INSIGHTS JOURNAL
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/bidi.v1i1.4010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman magang terhadap kesiapan berwirausaha di kalangan mahasiswa. Masalah penelitian ini adalah rendahnya kesiapan berwirausaha di kalangan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 200 mahasiswa dari berbagai jurusan yang telah mengikuti program magang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman magang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan berwirausaha mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki pengalaman magang cenderung lebih siap untuk memulai usaha dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki pengalaman magang. Saran dari penelitian ini adalah agar universitas dan perusahaan meningkatkan program magang yang lebih berkualitas dan relevan untuk mendukung kesiapan berwirausaha mahasiswa.
Ketidaksetaraan Gender dalam Konsep Nusyuz pada Hukum Keluarga Islam Nurainun Maharani; Nabila Khairunnisa; Aviva Riani Puteri Irma; Kurniati
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/ad2x8192

Abstract

This article aims to re-examine the concept of nusyuz by placing it within a more egalitarian framework of marital relations through a critical reading of classical fiqh literature, modern fiqh discourse, and the practice of Islamic family law in Indonesia. This study employs a library research method by collecting data from classical fiqh manuals, exegetical works, academic journals, religious court decisions, and positive legal regulations. All materials were analyzed qualitatively using a comparative–interpretive approach to identify how gender bias is constructed within the discourse of nusyuz and how it influences legal reasoning. The findings indicate that classical literature frequently positions nusyuz as a violation attributed primarily to wives, whereas contemporary discourse increasingly asserts that such actions may be committed by either spouse, thereby challenging hierarchical understandings of the marital relationship. An examination of religious court rulings reveals that many judges still rely on textual frameworks that offer limited space for more egalitarian interpretations, although there is an emerging tendency toward approaches more responsive to dynamics of violence and relational inequality. This analysis recommends the development of interpretive models attentive to social context and to principles of reciprocal justice in order to enhance the gender sensitivity of family law practice and reduce inequities arising from rigid normative interpretations. Abstrak. Tulisan ini bertujuan menelusuri kembali konsep nusyuz dengan menempatkannya dalam kerangka relasi suami–istri yang lebih setara, melalui pembacaan kritis terhadap literatur fiqh klasik, fiqh modern, serta praktik hukum keluarga Islam di Indonesia. Penelitian menggunakan metode library research dengan menghimpun data dari kitab-kitab fiqh, karya tafsir, jurnal akademik, putusan pengadilan agama, serta regulasi hukum positif. Seluruh bahan dianalisis secara kualitatif melalui pendekatan komparatif-interpretatif untuk melihat bagaimana bias gender terbentuk dalam wacana nusyuz dan bagaimana ia memengaruhi pertimbangan hukum. Temuan menunjukkan bahwa konsep nusyuz dalam banyak literatur klasik lebih sering diposisikan sebagai pelanggaran yang ditujukan kepada istri, sementara wacana kontemporer mulai menegaskan bahwa tindakan serupa dapat dilakukan kedua belah pihak sehingga relasi rumah tangga tidak lagi dipahami secara hierarkis. Kajian terhadap putusan pengadilan agama mengungkap bahwa sebagian hakim masih mengandalkan kerangka tekstual yang kurang memberi ruang pada pendekatan yang lebih setara, meskipun ada kecenderungan baru yang lebih responsif terhadap dinamika kekerasan dan ketimpangan relasi. Analisis ini merekomendasikan perlunya model pembacaan yang memperhatikan konteks sosial dan prinsip keadilan hubungan timbal balik agar praktik hukum keluarga lebih sensitif terhadap ketidaksetaraan gender yang muncul dari interpretasi normatif yang kaku
Hikmah Siyasah Dan Rekontruksi Islamic Governance Di Indonesia Nurul Hikmah; Fadillah Eka Putri; Moh Alamsyah Noor; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/xfhxby23

Abstract

The development of modern governance demands the reconstruction of siyasa thinking to make it relevant to the context of a democratic and pluralistic nation-state. This study analyzes the understanding of siyasa wisdom in classical and modern literature, its application in Indonesian public policy, and its effectiveness in addressing contemporary governance challenges. The research method uses a qualitative descriptive-analytical approach through a literature review of Islamic political thought, contemporary scientific studies, and national policy documents. The results show that the principles of siyasa wisdom justice (‘adl), trustworthiness, deliberation (shura), and maslahah have universal relevance and can be integrated into modern governance through the digitalization of public services, apparatus integrity mechanisms, community participation, and social protection programs. However, its effectiveness is still hampered by digital infrastructure gaps, administrative formalization, limited public influence, and inaccurate targeting of social assistance. This study concludes that the reconstruction of siyasa wisdom has the potential to become the basis for an Islamic ethical governance paradigm that can strengthen transparency, accountability, and public welfare in Indonesian governance.  Abstrak Perkembangan tata kelola modern menuntut rekonstruksi pemikiran siyasah agar relevan dengan konteks negara bangsa yang demokratis dan plural. Penelitian ini menganalisis pemahaman hikmah siyasah dalam literatur klasik dan modern, penerapannya dalam kebijakan publik Indonesia, serta efektivitasnya dalam menghadapi tantangan pemerintahan kontemporer. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui studi literatur terhadap pemikiran politik Islam, kajian ilmiah kontemporer, dan dokumen kebijakan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip hikmah siyasah keadilan (‘adl), amanah, musyawarah (syura), dan maslahah memiliki relevansi universal dan dapat diintegrasikan ke dalam tata kelola modern melalui digitalisasi layanan publik, mekanisme integritas aparatur, partisipasi masyarakat, dan program perlindungan sosial. Namun, efektivitasnya masih terhambat oleh kesenjangan infrastruktur digital, formalisasi administratif, keterbatasan pengaruh publik, serta ketidaktepatan sasaran bantuan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi hikmah siyasah berpotensi menjadi dasar paradigma Islamic ethical governance yang mampu memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kemaslahatan publik dalam tata kelola pemerintahan Indonesia.
Adaptasi Hukum Pidana Islam Terhadap Fenomena Bullying Dalam Perspektif Maqasid Syariah Muh Farhan Bausat; Ainil Wahdaniyah; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/7zy05819

Abstract

The phenomenon of bullying in the modern era has become increasingly alarming because it has serious implications for mental, physical, and social health, especially among children and adolescents. Although bullying is not explicitly mentioned in religious texts, from an Islamic criminal law perspective, this act falls under the category of jarīmah ta‘zīr, due to the element of injustice that undermines maqāṣid al-syarī‘ah, with an emphasis on the protection of life (ḥifẓ al-nafs), reason (ḥifẓ al-‘aql), and dignity (ḥifẓ al-‘ird). This study aims to analyze the philosophy and wisdom behind the establishment of jinayah law and its relevance in handling bullying cases by applying the maqāṣid syariah approach. The research methods used are normative legal research and a philosophical-juridical approach, which examine primary and secondary sources of law in fiqh jinayah as well as modern literature related to bullying. The results of the study show that Islamic criminal law has the adaptive capacity to respond to contemporary crimes through the flexible and contextual ta‘zīr mechanism. The sanctions that can be imposed include qisas for severe physical violence, diyat as compensation for losses, and ta'zir in the form of reprimands, fines, moral guidance, counseling, and restrictions on social or digital activities. The ta'zir approach is not only repressive but also preventive and restorative, providing opportunities for the Islamic process. rehabilitation of perpetrators, and recovery of victims. The findings of this study confirm that Islamic criminal law offers a comprehensive solution to the problem of bullying, covering legal, moral, and social dimensions, and is highly relevant in efforts to create a safe, fair, and substantively just society.  Abstrak Fenomena bullying pada era modern menjadi semakin memprihatinkan karena berimplikasi serius terhadap kesehatan mental, fisik, dan sosial, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja. Meskipun tindakan bullying tidak diungkapkan secara eksplisit dalam teks-teks keagamaan, dalam perspektif hukum pidana Islam, perbuatan ini termasuk dalam kategori jarīmah ta‘zīr, dikarenakan adanya elemen kezaliman yang merusak maqāṣid al-syarī‘ah, dengan penekanan pada perlindungan terhadap jiwa (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-‘aql), dan martabat (ḥifẓ al-‘ird). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis filosofi dan hikmah penetapan hukum jinayah serta relevansinya dalam penanganan kasus bullying dengan menerapkan pendekatan maqāṣid syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dan pendekatan filosofis-yuridis, yang mengkaji sumber hukum primer dan sekunder dalam fiqh jinayah serta literatur modern terkait perundungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum pidana Islam memiliki kapasitas adaptif untuk merespons kejahatan kontemporer melalui mekanisme ta‘zīr yang bersifat fleksibel dan kontekstual. Sanksi yang dapat dijatuhkan meliputi qisas untuk tindak kekerasan fisik yang berat, diyat sebagai kompensasi atas kerugian, serta ta‘zīr yang berupa teguran, denda, pembinaan moral, konseling, hingga pembatasan aktivitas sosial atau digital. Pendekatan ta‘zīr bukan hanya berfungsi represif, tetapi juga preventif dan restoratif, yang memberikan kesempatan bagi proses islah, rehabilitasi pelaku, serta pemulihan korban. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa hukum pidana Islam menawarkan solusi yang komprehensif terhadap masalah bullying, mencakup dimensi hukum, moral, dan sosial, serta memiliki relevansi yang signifikan dalam upaya menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, adil, dan berkeadilan substantif.
Co-Authors , A A Istri Adeka Saputri -, Sutra A. Firda Abd Rahman R Abd. Qadir Gassing Abd. Rahman Abd. Rahman Abd. Rahman R Abd. Rauf M. Amin Abdul Hafid Abdul Rahman Abubakar, Achmad Achmad Musyahid Idrus Adiyatza Masdar Afriani Ahmad Fauzan Fatahillah Ahmad Jailani, Ahmad Ahmad Pitoni Ainil Wahdaniyah Aliahardi Winata Alimuddin, Hardiyanti Amal Ashraf Amatullah Amin, Putri Aprilyana Idi Amirah Zahra Maulidyah Andi Akmal Andi Marwah Andi Muhammad Akmal Andi Muhammad Syukur Andi Sani Silwana Andi Syahru Ramadhan Andi Tabrani Rasyid andi, fadhil Andika Dwi Putra Anisa, Nur Ainun Anniza Abdi Arafah arham, ihsan Arif Rahman Aris, Aryan Arisyanti Arya Hidayat as-Siddiq, Hasbi Asdar Asgar Ashar ASNI Astriani Aswar Aulia Shaafirah Aulia, Astri Aviva Riani Puteri Irma Bagus Satrialdy Azhar Baiq Farista Baso Intang Sappaile Bayu Fajar Susanto Belinda Putri Faradhiva Burhan, Abd Rukman Chitra Dedi Supriadi Diah Novita Sari Didik Pramono, Didik Dini khaerani Eka Puji Lestari Elfarisna Erlina Rahmayuni, Erlina Erna Hastuti Fadhil, Andi Fadia Indah Sari Fadillah Eka Putri Faidati, Wind Fattah, Salman Fini Rinayani Firda Firman Firmansyah Fitri Wulandari Gerry Sangra Gunawan Gunawan Gunawan, Syahrul Hamzah Hardianto S Haris Kulle, Haris Herman, Welly Hermawan, Adithia hidayat, Khair Tasnim Razak Naba Hikmah Hilda Hinaya Hindun Umiyati Hisbullah Hisbullah Hisbullah Ian Vanath Alhakim Idris Alfarizi Ifiasr ILHAM Imam Makmun Imran, Muh. Fadhil Abdillah Indra Yanto indra, A.Indraerawati Indriyani MS, Eka Irlan Irlan Irwan Hidayat Irwan Wirajaya Jenita Berliana Juhari, Andi Rezal Jumarni Juwita, Marisa Kamaliasari, Sri Kanayya, Yumna Kaprawi Khaerunnisa Sukri Khalid Rijaluddin Kiljamilawati Kinanti, Hapsari Kusuma, Anggi Lestari, Tari Lidya Saraswati Dellaneyra Lilis Lomba Sultan Luthfiah M. Hairul M. Yusran S Majid, Ahmad Farham Marciafeli Marilang Mattalioe, Andi Syahrani Afdhal Maulidah, Tahani Asri MIFTAHUL JANNAH Misbahuddin Misbahuddin Misbahul Khair Moh Alamsyah Noor Muammar Bakry Muawan, Muhammad Habib Muh Alghifari Muh Farhan Bausat Muh Tabran Muh.Adzan Muhammad Afdal Amirullah Muhammad Arsyam Muhammad Fachri Muhammad Nur Hidayat Muhammad Rusli Mulham Jaki Asti Mustafa, Adriana Mustafa, Zulhas' ari Mustika Nur Srikandi Musyfikah Ilyas Musykifah Ilyas Mutiara Mutmainnah Nabila Farhana Sabir Nabila Khairunnisa Nahruddin Ni Putu Ayu Aprila Andra Kumara Nida Nurhasanah Nita Novita Nur Adilah Nur Amanda Jaya Nur Azzahra Nur Khaera Nur, Awaluddin Nuraini Nurainun Maharani Nurbaeti Nurfadila Nurfadillah Wilmayanti Nurfaika Ishak Nurhidayat Nurhikma Nursalam Nurul Aziza, Nurul NURUL AZIZAH NURUL HIKMAH Nurul Mujahidah Nurul Safitri Nurzaelani, Mohammad Muhyidin Othman, Muhammad Remy Patahuddin Patongai, Alny Avasyah R Patongai, Alny Avasyah R.A Pikahulan, Rustam Magun Putra, Andika Dwi Putri, Elsa Lolita Qadir Gassing R, Abdul Rahman Rahantan, Ahmad Rahim, Yusuf Rahma Yuni Saputri Rahmadani, Mutiara Ivonni Rahmat Hermawan Rahmatika Kayyis Rahmiati Ramadhani, Mutiara Ivonne Rasdiyanah, Rasdiyanah Rasyid, St. Cheriah Razak, Syaiful Akbar Rian Hidayat Rian Setiawan Ridwan Rifyan Zahir Rismania Tiara Milenia Robia Astuti Robinsyah Rosmiati, Meiti Rusdi Tahir Rusniati Rusniati S, M. Yusran. Sabaruddin Sabri Samin Sakhi, Dwi Fa’yi Arya Sakina Salpiyah Sangkala , Ismail Sanjaya, Muhammad Fahyu Sarsil MR Satriani Saudi Septiana Dewi Putri Shadiq, Muh Ibnu Shafar, Ahmad Ginannafsih Siti Mardiyati Siti Rahayu Sitti Aisyah Kara Sofyan Sri Astuti Sri Rejeki Sri Sukmawati suci, Nandita Fahira Sunuwati, Sunuwati Supardin Supriadi Supriadi Susilawati Syamsuddin, Darussalam Syarif, Muh Isra Syarifuddin syauqi Tabran, Muhammad Tahir, Juraeri Talia Wandiyani Tari Lestari Titi Andriani Umar B Umar Laila Umirahayusari Ummi Khaerati Syam, Ummi Khaerati Veny Usviany Vidia Putri, Evrilianti Wahyudi, Feri Eko Wardayani Widya wati Wiwik Handayani Wiwik, Wiwik Triulan Yoga, Yoga Saputra Yusnadia Achda Saputri Yuyun Alwania Walude Zahir, Rifyan Zahwa Aulia Zainuddin Zakirah, Zakirah Zulhas’ari Mustafa Zulkifli Zulkifly Zulrahmadi