Claim Missing Document
Check
Articles

Validitas Bahan Ajar IPA Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Sikap Ilmiah Peserta Didik Erna Ajizah; Jamaluddin; I Putu Artayasa
Journal of Classroom Action Research Vol. 4 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v4i2.1855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar IPA berbasis masalah yang valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan sikap ilmiah peserta didik. Pengembangan bahan ajar IPA berbasis masalah menggunakan metode pengembangan dick & carey yang terdiri dari 10 tahap. Subjek uji coba pada penelitian adalah peserta didik kelas VIIIB SMP Islam Darussalam Bermi Kabupaten Lombok Barat. Pada uji coba terbatas, subjek terdiri dari satu kelas pada satu sekolah, sedangkan pada uji coba skala luas subjek terdiri dari dua kelas. Hasil uji validitas bahan ajar IPA berbasis masalah dilakukan oleh tiga dosen ahli Magister Pendidikan IPA memperoleh nilai rata-rata diatas 70% dengan kategori sangat layak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar IPA berbasis masalah layak digunakan di sekolah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan sikpa ilmiah peserta didik.
Pengembangan Tes Keterampilan Proses Sains Untuk Pembinaan Olimpiade Sains Di SMPN 20 Mataram I Putu Artayasa; Muhlis Muhlis; Gito Hadiprayitno; I Wayan Merta; Karnan Karnan
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.159 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.318

Abstract

Abstract: Keberhasilan siswa dalam lomba olimpiade sains memberikan informasi tentang keefektifan guru dalam pembinaan olimpiade sains di sekolahnya. Analisis situasi di SMPN 20 Mataram menunjukkan bahwa prestasi siswa dalam lomba olimpiade sains tersebut belum optimal. Proses pembinaan olimpiade sains oleh guru IPA lebih banyak melalui pembahasan tes yang lebih mengarahkan siswa menghapal jawaban tes, padahal tes olimpiade sains selama ini lebih menuntut siswa berpikir tingkat tinggi dan menerapkan keterampilan proses sains dalam menjawab tes. Dengan demikian, dilakukan pengabdian masyarakat dengan tujuan meningkatkan kemampuan guru IPA SMPN 20 Mataram dalam pembinaan olimpiade sains, terutama dalam melatih keterampilan proses sains siswanya. Peningkatan kemampuan guru tersebut dilakukan melalui pendampingan guru dalam mengembangkan tes keterampilan proses sains. Pendampingan ini dilakukan melalui kegiatan pelatihan penyusunan tes keterampilan proses sains dan kunjungan dari tim pengabdian ke sekolah untuk mendiskusikan kesulitan yang masih dihadapi guru dalam mengembangkan tes olimpiade sains. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa guru IPA di SMPN 20 Mataram menjadi lebih mengenal karakteristik tes olimpiade sains termasuk teknik mengembangkan tes keterampilan proses sains, serta memiliki peningkatan keterampilan dalam mengembangkan tes terutama yang berkaitan dengan penerapan keterampilan proses sains. Keywords: IPA; keterampilan proses sains; olimpiade sains nasional
Pelatihan Pemantapan Konsep Materi Fisika dan Pengukuran Bagi Guru IPA di SMPN 9 Mataram Aris Doyan; Susilawati Susilawati; Syamsul Bahri; Muhlis Muhlis; I Putu Artayasa
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.339 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.333

Abstract

Abstrak: Mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang materinya merupakan keterpaduan antara biologi, kimia dan fisika. Namun, masih banyak guru yang belum memiliki latar belakang pendidik IPA. Guru IPA di SMP kota Mataram kebanyakan berlatar belakang biologi, maupun fisika. Bagi guru yang memiliki latar belakang pendidikan biologi, mereka merasa kesulitan dalam membimbing siswanya untuk mengkaji materi fisika. Dengan terpaksa guru IPA yang tidak mempunyai latar belakang IPA secara utuh harus tetap mengajarkan IPA kepada siswanya, akibatnya siswa tidak dapat memahami materi IPA secara utuh. Berdasarkan analisis kompetensi dasar pada masing-masing jenjang kelas di SMP, terdapat 33% kompetensi dasar yang merupakan kajian fisika, dan sisanya 67% merupakan kajian biologi dan kimia. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, guru IPA yang tidak memiliki latar belakang IPA secara utuh merasa kurang percaya diri dalam menyampaikan materi IPA. Pelatihan yang dilaksanakan mendapatkan respon positif dari guru peserta dan pelaksanaan PKM berhasil diketahui dari tingkat kehadiran peserta mencapai 90%.. Keywords: Materi fisika dan Pengukuran.
Pendampingan Guru Biologi dalam Penyusunan Instrumen Penilaian Berorientasi HOTS di Kabupaten Lombok Barat Gito Hadiprayitno; Muhlis Muhlis; I Putu Artayasa
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 3 No 2 (2020): .
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.442 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v3i2.512

Abstract

Telah dilakukan kegiatan pendampingan pada guru Biologi dalam penyusunan instrumen penilaian berorientasi HOTS di Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan pendampingan guru dalam penyusunan instrumen penilaian berorientasi HOTS ini dilaksanakan dalam bentuk (1) penyampaian materi secara klasikal, (2) pemberian contoh dalam membuat soal HOTS, dan (3) pendampingan guru dalam menyusun instrumen penilaian HOTS. Sebelum penyampaian materi dan latihan diberikan, terlebih dahulu dilakukan Survei dengan menggunakan angket. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar (55%) guru biologi yang ada di Kabupaten Lombok Barat belum pernah mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan instrumen penilaian yang berorientasi HOTS. Semua guru (100%) setuju dan bersedia diberikan pelatihan terkait dengan HOTS. Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara daring menggunakan zoom meeting. Peserta pelatihan terdiri dari 39 orang guru. Sebagian besar guru yang ikut pelatihan (52%) berasal dari Pulau Lombok. Sementara itu sisanya, 28% guru berasal dari Pulau Bali dan 20% guru berasal dari Pulau Sumbawa.  Hasil pelatihan dan pendampingan menunjukkan bahwa guru-guru biologi yang ada di Kabupaten Lombok Barat masih mengalami kesulitan dalam pembuatan stimulus. Faktor penyebab guru mengalami kesulitan diantaranya disebabkan oleh kemampuan literasi dasar sekitar 30 – 40% dan kesulitan dalam melakukan kegiatan pengembangan media sekitar 50%. Karena itu, kegiatan pendampingan lanjutan yang melibatkan forum MGMP masih diperlukan.
Pembuatan Spesimen Tumbuhan dan Hewan serta Manfaatnya Dalam Pembelajaran IPA SMP I Putu Artayasa; Muhlis Muhlis; Agus Ramdani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 3 No 2 (2020): .
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.119 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v3i2.519

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran IPA khususnya Biologi memerlukan ketersediaan spesimen tumbuhan dan hewan sebagai obyek utama pengamatannya. Pembuatan spesimen awetan tumbuhan dan hewan memerlukan pengetahuan dan keterampilan teknik pembuatannya. Dengan demikian dilakukan pengabdian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan membuat spesimen awetan makhluk hidup pada guru IPA SMPN 20 Mataram. Metode kegiatannya adalah mendemonstrasikan dan melatih guru membuat spesimen awetan tumbuhan dan hewan. Pelatihan dipandu oleh tim dosen, tenaga kependidikan (laboran), dan mahasiswa FKIP Universitas Mataram. Spesimen yang dibuat adalah insektarium, herbarium, awetan cangkang Molusca dan awetan basah hewan. Evaluasi efektivitas program pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan angket kepada peserta pelatihan. Hasil angket kemudian dianalisa secara deskriptif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta pengabdian tentang teknik pembuatan spesimen awetan tumbuhan dan hewan. Pembuatan awetan makhluk hidup ini bermanfaat sebagai alternatif  tugas proyek untuk mempelajari struktur dan fungsi organ tubuh tumbuhan dan hewan.
Penyuluhan Pembuatan Awetan Tumbuhan dan Hewan Sebagai Media Pembelajaran IPA I Putu Artayasa; Muhlis Muhlis; Agus Ramdani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.049 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i2.832

Abstract

Spesimen awetan tumbuhan dan hewan merupakan media pembelajaran yang sangat dibutuhkan untuk mengkonkritkan materi pembelajaran IPA khususnya pada materi biologi. Tujuan pengabdian adalah memberikan penyuluhan kepada guru SMPN 20 Mataram tentang teknik pembuatan awetan tumbuhan dan hewan. Penyuluhan dilakukan melalui metode diskusi, demonstrasi dan praktek pembuatan spesimen awetan tumbuhan dan hewan. Tumbuhan dan hewan yang diawetkan adalah makhluk hidup yang seringkali dijumpai siswa dalam kehidupan sehari-harinya, seperti kupu-kupu, belalang, lebah, capung, kumbang, moluska, dan berbagai jenis tumbuhan berukuran kecil seperti tumbuhan paku rumputan. Spesimen awetan yang dibuat berupa awetan kering dan basah. Penyuluhan dilakukan oleh tim pengabdian yang terdiri dosen, laboran, dan mahasiswa FKIP Universitas Mataram, sementara peserta pengabdian terdiri 20 orang guru. Evaluasi terhadap efektivitas kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui pengamatan keterlaksanaan pengabdian dan penyebaran angket kepada peserta untuk mendapatkan data dampak yang mereka peroleh setelah pengabdian dilakukan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa guru antusias membuat spesimen awetan kering berupa insektarium, herbarium, dan awetan cangkang moluska, serta awetan basah cacing dan ikan. Peserta pengabdian mendapatkan peningkatan wawasan dan keterampilan dalam membuat spesimen tumbuhan dan hewan. Kesimpulan dari pengabdian adalah penyuluhan yang dilakukan melalui diskusi, demonstrasi, dan pendampingan pembuatan spesimen awetan tumbuhan dan hewan berdampak meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta membuat awetan tumbuhan dan hewan tersebut.
Penyuluhan Pembuatan Video Animasi Pembelajaran Di SMPN 3 Mataram I Putu Artayasa; Muhlis Muhlis; Aa Sukarso; Gito Hadiprayitno
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.669 KB)

Abstract

Selama pandemi Covid-19, siswa SMPN 13 Mataram melaksanakan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) dan sejak pertengahan tahun 2021 siswa telah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas disamping tetap melaksanakan pembelajaran daring dari rumah. Permasalahannya, partisipasi siswa dalam pembelajaran daring sangat minim dan siswa kurang termotivasi mengerjakan tugas-tugas pembelajaran, sehingga perlu diupayakan strategi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan penerapan video animasi yang menarik minat belajar siswa. Namun, banyak guru belum  mempunyai pengalaman membuat video animasi, sehingga dilaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan memberikan penyuluhan pembuatan video animasi kepada guru-guru di SMPN 13 Mataram. Metode  pelaksanaan pengabdian adalah ceramah, diskusi dan pendampingan pembuatan video animasi. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengamatan dan pengisian angket respons guru terhadap kegiatan pengabdian. Peserta pengabdian adalah sepuluh orang guru SMPN 3 Mataram.  Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukan bahwa peserta pengabdian memberikan respons positif terhadap pelaksanaan pengabdian. Pendapat peserta pengabdian adalah sebelum penyuluhan mereka mengalami banyak kesulitan membuat video animasi dan setelah pengabdian mereka merasakan cukup mudah membuat video animasi. Kesimpulan adalah kegiatan pengabdian ini memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi guru membuat video animasi pembelajaran.
Mitigasi Bencana Abrasi Pantai Melalui Penanaman Mangrove di Desa Seriwe, Jerowaru Lombok Timur Elya Kartika Rinjani; Nurhidayah; Septi Panbriani; Ummi Auliya' Amalina; I Putu Artayasa
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 1 (2022): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.421 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i1.1419

Abstract

Mangrove forest ecosystem is an important habitat for marine biota and as a coast guard from abrasion. One area that has mangrove forests and is quite vulnerable to abrasion is Seriwe Village, Jerowaru District, East Lombok, NTB. This service activity aims to increase public awareness about the importance of mangrove planting as a disaster mitigation effort in preventing abrasion, especially in Seriwe Village. The activity was carried out by providing counseling to the Seriwe community about the importance of mangrove plants for the life of marine biota, preventing abrasion, and assisting the community in planting mangroves on the coast around the village. This activity involved the University of Mataram Integrated Community Service Program students and villagers. The results of the service showed that this activity ran smoothly and was followed by quite high enthusiasm by all participants. It is hoped that with this activity, the Seriwe Village community can understand and take advantage of mangroves to prevent Seriwe Village from abrasion
Pengelolaan Sampah Dalam Upaya Mitigasi Bencana Alam Di Desa Seriwe Kecamatan Jerowaru Lombok Timur I Putu Artayasa; Pendi Rosadi; Wahyu; Nurhasanah; Via Franciska Yolanda Putri
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.884 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i2.1562

Abstract

The presence of garbage in the coastal area of ​​Seriwe Village is a problem that needs to be solved immediately. Management and utilization of organic and inorganic waste is important to minimize the amount of waste and mitigate natural disasters. This community service aims to provide education to the community about the negative impact of garbage accumulation in Seriwe Village, especially in the coastal area. The second goal is to provide education on how to handle waste and explain the types of waste that can be used as goods that are useful and have economic value. This community service is carried out by applying the methods of interview, observation, and counseling. Interview and observation methods were carried out to find out how the community handled waste, while counseling was carried out to explain how to manage and utilize organic and inorganic waste. This community service was carried out by Mataram University students who programmed the Integrated Real Work Lecture in Seriwe Village, while the participants were 50 people from Seriwe Village. The results of community service show that of the 50 people interviewed, only 8% of respondents have temporary garbage collectors and do waste sorting, while 92% of respondents do not have one and do not sort their waste. The results of the interview also show that 20% of the Seriwe Village community have used waste into materials of economic value. The conclusion of this activity is that this community service provides the benefit of increasing public awareness about the negative impacts and how to handle waste so as to provide benefits to the Seriwe Village community.
The Correlation Between Concept Mastery and Students Moral Reasoning Stage Through Socio Scientific Issue Approach on Human Reproduction System Material Eva Sujiati; Baiq Sri Handayani; I Wayan Merta; Tri Ayu Lestari; I Putu Artayasa
Journal of Science and Science Education Vol. 2 No. 2 (2021): October
Publisher : Pascasarjana, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.78 KB) | DOI: 10.29303/jossed.v2i2.959

Abstract

The aim of this study was to obtain empirical data regarding the relationship between the mastery of concept, and the stage of students’ moral reasoning. The research method used was correlational research with cluster random sampling technique. The population in this study were all senior high schools in the city of Mataram and the sample consisted of 171 class XII students from three public senior high schools in the city of Mataram. Data collection was carried out using a concept mastery test instrument in the form of multiple choice questions and a moral reasoning stage test using a questionnaire on socio-scientific issues. The results of the research as a whole, it consisted of (1) Test of mastery of the material concept of the reproductive system of students in the less category with a percentage of 45%. (2) The moral reasoning test of students was categorized into the category of beginner reasoning stage with a percentage of 56% (3) The correlation test on concept mastery and moral reasoning stage used Spearman correlation and it showed that there was a significant relationship (r = 0835, = 0.000) with positive direction. This positive and significant relationship can be interpreted that the higher the mastery of the material concepts of the reproductive system of students, the better the stage of students’ moral reasoning.
Co-Authors A Wahab Jufri A Wahab Jufri A. Wahab Jufri A. Wahab Jufri AA Sukarso AA Sukarso AA Sukarso Aa Sukarso AA. Sukarso Abdul Gapur Abdul Syukur Abdul Wahab Jufri Ade Chandra Kusuma Afriana Azizah Agil Al Idrus Agil Al Idrus Agus Ramdani Agus Ramdani Agus Ramdani Agus Ramdani Ahmad Raksun Ahmad Raksun Ahmad Raksun Ahmad Raksun, Ahmad Aini, Jannatul Akbar, Julhiju Hadiatil Al Hadi, Kasnawi Almaheran, Sundus Sepia Amalia Isnaini, Amalia Angelina Putri Ayu Lestari Aniza Muaffiani Anjani, Aprilia Ika Dewi Antini, Indri Apriana, Mila Aprilia Ika Dewi Anjani Aris Doyan Aris Doyan Arsi, Maftah Al Aulya Rahmadayanti Rabbani Awang Rizqi Ubaidillah Ayudya Lestari Azizah, Baiq Nurul Azzahra, Marwa Baiq Fitri Raudatul Hikmah Baiq Sri Handayani Baiq Sri Handayani Dadi Setiadi Dadi Setiadi Darmansyah Dea Marlina Deayantika, Ni Nengah Cindy Sri Desak Made Oka Purnawati Dewa Ayu Citra Rasmi Dewa Ayu Citra Rasmi Dewi Maya Rinjani Didik Santoso Didik Santoso Didith Pramunditya Ambara Dita Anggraini Safitri Sipayung Echa Noviani Elga Amelinda Nathania Elya Kartika Rinjani Erna Ajizah Eva Sujiati Fadhillah, Falya Aura Feniysia Alfiana Fitria, Lia Fitriani, Husniati Fitriatunisyah Fitriatunisyah Gita Ismarani Gito Hadiprayitno Gito Hadiprayitno Gito Hadiprayitno Gito Hadiprayitno Gito Hadiprayitno Gito Hadiprayitno Gito Hadiprayitno Hadi, Kasnawi Al Handayani, Fathia Hartini, Yuli Hendriani, Hendriani Heru Setiawan Hidayat, X Zardht Alex I Gde Mertha I Gusti Bagus Wirawan I Ketut Suda I Nyoman Sudiarta I Wayan Merta I Wayan Merta I Wayan Merta I Wayan Merta I Wayan Merta I Wayan Merta I Wayan Merta I Wayan Mertha Ilham, M. Safari Ilhamdi, M Liwa Ilhamdi, Mohammad Liwa Imam Bachtiar Inda Wahyuni Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jami’atul Aulia Jihan Juliastari Jihan Juliastari Joko Poerwanto Joni Rokhmat Juhaeri'ah Juhaeri'ah Jurnal Pepadu Karnan Karnan Kasulasil Anwari Khairuddin Khairuddin Khairuddin - Khairunnufus, Nastri Kurnia Widaswara Kurniadin, Muh. Zikron Kusmiyati Kusmiyati Kusmiyati Kusuma, Anindita SHM Kusuma, Anindita Suliya Hangesti Mandra L. Japa Lale Rahma Syafira Lalu Hasan Nasirudin Zohri Lalu Japa, Lalu LALU ZULKIFLI Lestari, Tri Ayu Lia Fitria M Januardi Rahmatullah M. Akhyar Rosyidi M. Liwa Ilhamdi M. Liwa Ilhamdi1 M. M. Awang Kechik M. Yamin M. Yamin M. Yamin M. Yamin M.Si Drs. Gede Raga . Manzulina, Manzulina Maryam Maryam Maryam Maryam Masayu Diska Prilliza Mery Rosinta Mohammad Liwa Ilhamdi Mohammad Liwa Ilhamdi Mohammad Liwa Ilhamdi Muh. Makhrus Muhamad Yamin Muhammad Hanafi Muhammad Syazali Muhammad Yustiqvar Muhlis Muhlis Muhlis Muhlis Muhlis Muhlis Muhlis Ni Nengah Sri Swathi Nina Nisrina Nur Lestari Nurafianah Nurhidayah Nurul Hidayah Pendi Rosadi Prapti Sedijani PRAPTI SEDIJANI, PRAPTI Rasmi, Dewa Ayu Citra Ratna Trimilia Kurnia Ratu Mas Tara Indriani Rini, Monaliza Sekar Risnawati Rosyidi, M. Akhyar Rusmia Dewi Rusmiyati, Baiq S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sabrina, Yolanda Safitri, Maharani Ayu Safitri Sakaroni, Rubiyatna Sarnia, Saza Satutik Rahayu Septi Panbriani Shabilla Ramadhita Algiani Sri Sukma Wati Sukarso, Aa Sukarso, AA. Sulis Rahmatia Sulistianawati, Nadia Evi Susilawati Susilawati Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Tia Fitriani Tri Ayu Lestari Tuti Handayeni Ummi Auliya' Amalina Utami, Ni Wayan Anggun Diah Utami, Wayan Anggun Dyah Via Franciska Yolanda Putri Wahyu Widiantari, Citra Aluh X. Zardht Alex Hidayat Yasa, I Komang Mudika Yudia Pratiwi Yuli Novita Sari, Yuli Novita Yunisa Sucitra Yustiqvar, Muhammad Zulkarnaen Zulkarnaen Zulkarnaen Zulkifli Adji Busdayu