Claim Missing Document
Check
Articles

Provision of Creative Teaching Materials in Improving Creative Disposition and Creative Thinking Skills of High School Students AA Sukarso; I Putu Artayasa; Syamsul Bahri; Afriana Azizah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 8 No. 6 (2022): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v8i6.2514

Abstract

This study examines the use of creative teaching materials in building students' creative thinking skills. The research sample was 53 students of class X one of the public high schools in Mataram. Instruments for learning activities include creative teaching materials modified by the Writing to Teach approach, student books, and data collection instruments. Creative dispositions were measured using closed questionnaires on curious, persistent, imaginative, collaborative, and disciplined aspects. Students' creative thinking skills were measured using a creative thinking skills test in the form of five essay questions on viruses. The results of the study show that the use of creative teaching materials triggers creative dispositions in the five aspects of inquisitive, persistent, imaginative, collaborative, and disciplined aspects, and also improves creative thinking skills where the average score of classes using creative teaching materials is higher than the average score in classes using books student package. Students' creative thinking skills improve in all aspects of creative thinking skills (flexibility, fluency, elaboration, and originality). This shows that the use of creative teaching materials provides better conditions for the development of student's creative thinking skills.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat terhadap Kreativitas Ilmiah Siswa Jihan Juliastari; I Putu Artayasa; I Wayan Merta
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2.444

Abstract

Kreativitas Ilmiah merupakan  kompetensi yang sangat penting pada abad XXI karena berkontribusi menghasilkan gagasan baru melalui kegiatan ilmiah, sehingga keterampilan ini perlu dikembangkan pada siswa dengan menerapkan model pembelajaran yang efektif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji  pengaruh model pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) terhadap kreativitas ilmiah siswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-equivalen control group disgn dan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling.Variabel bebas penelitian dalah penerapan model pembelajaran yang berbeda, sementara variabel terikat penelitian  adalah kreativitas ilmiah siswa. Data kreativitas ilmiah diperoleh dari hasil tes uraian.  Instrumen tes disusun atas modifikasi tes kreativitas ilmiah dari Hu dan Adey. Uji hipotesis data menggunakan  ANACOVA. Hasil penelitian menujukkan bahwa nilai sig. (p) = 0,000 lebih kecil dari alpha 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan sains teknologi masyarakat berpengaruh secara signifikan terhadap kreativitas ilmiah siswa SMP.
Persepsi Siswa terhadap Pembelajaran Tatap Muka dengan Sistem Bergilir Dibandingkan Pembelajaran Daring I Putu Artayasa; M. Yamin; Elga Amelinda Nathania; Feniysia Alfiana; Kasulasil Anwari
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2.527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap penerapan pembelajaran tatap muka dengan sistem pembelajaran bergilir pada masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa angket. Data penelitian berupa persentase jawaban siswa pada setiap indikator persepsi siswa terhadap penerapan sistem pembelajaran bergilir. Berdasarkan hasil analisis data bahwa dari 30 siswa yang menjawab kuesioner terdapat 80% siswa setuju dengan penerapan pembelajaran sistem bergilir dan 56,67 % siswa menyatakan pembelajaran sistem bergilir berjalan dengan cukup baik dan hanya 16,67% menyatakan berjalan kurang baik. Kesimpulan penelitian adalah persepsi siswa terhadap pembelajaran dengan sistem bergilir di masa pandemi cukup baik untuk diterapkan di sekolah. Keterbatasan sarana prasarana teknologi dan minimnya interaksi antara guru dan siswa selama pembelajaran daring merupakan alasan utama siswa menyatakan pembelajaran tatap muka dengan sistem bergilir lebih efektif bagi siswa dibandingkan dengan penerapan pembelajaran daring.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Next Generation Science Standard (NGSS) Terintegrasi Game Discovery untuk Melatih Literasi Sains dan Keterampilan Berargumentasi Ilmiah Lalu Hasan Nasirudin Zohri; Abdul Wahab Jufri; Prapti Sedijani; I Putu Artayasa; Abdul Syukur
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.784

Abstract

Literasi sains dan keterampilan berargumentasi ilmiah sangat krusial untuk diintegrasikan ke dalam pembelajaran di sekolah. Next Generation Science Standard dan game discovery dipandang kompatibel untuk melatih literasi sains dan keterampilan berargumentasi ilmiah dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis tingkat kebutuhan pengembangan bahan ajar berbasis NGSS terintegrasi game discovery (BANDI); 2) merumuskan kerangka dasar BANDI; 3) menganalisis kelayakan BANDI. Jenis penelitian ini adalah research and development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah kelas X IPA SMAN 01 Labuhan Haji. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan langsung dan kuesioner. Analisis data menggunakan Content validity index (CVI), Percentage of agreement (PA), Flesch Kincaid grade level (FKGL), dan persentase nilai tanggapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat kebutuhan bandi berada pada kategori sangat dibutuhkan baik melalui respon siswa maupun guru, 2) Kerangka dasar BANDI terdiri atas 4 item (umum, basis, kompetensi, dan teknologi); 3) BANDI terkonfirmasi layak dikarenakan memenuhi aspek validitas, reliabilitas, keterbacaan, dan ketercapaian. Pemenuhan aspek kelayakan terlihat melalui hasil analisis data validitas BANDI melalui CVI dengan nilai rata-rata sebesar 0,96 dengan kategori valid, reliabilitas dianalisis melalui PA dengan nilai rata-rata sebesar 89,80% dengan kategori reliabel, keterbacaan sesuai dengan usia pengguna yaitu 15-16 tahun dengan nilai FKGL 10,69, serta keterterapan terkonfirmasi melalui uji kelompok kecil dengan nilai respon 89,39% untuk aspek kemudahan dan 84,52% untuk keefektifan penggunaan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa BANDI layak untuk selanjutnya digunakan dalam pembelajaran untuk memfasilitasi literasi sains dan keterapilan berargumentasi ilmiah di sekolah.
Analisis Hambatan Pelaksanaan Blended Learning Pada Pembelajaran Biologi di SMAN 1 Lingsar Awang Rizqi Ubaidillah; Dadi Setiadi; M. Yamin; I Putu Artayasa
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.810

Abstract

Pemerintah menerapkan model blended learning sebagai salah satu solusi pembelajaran di tengah pandemi Covid-19. Dalam penerapannya dapat mengalami hambatan sehingga dibutuhkan identifikasi hambatan agar pembelajaran berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hambatan guru dalam pelaksanaan blended learning di SMAN 1 Lingsar. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Populasi penelitian adalah seluruh guru SMAN 1 Lingsar berjumlah 58 guru. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, jumlah sampel terpilih sebanyak dua guru mata pelajaran Biologi kelas XI. Analisis data menggunakan teknik analisis model Huberman dan Miles. Hasil penelitian menunjukkan ada hambatan pada perencanaan pembelajaran berupa penggunaan metode dan media yang kurang bervariasi. Hambatan pada pelaksanaan pembelajaran berupa dalam kegiatan pendahuluan guru tidak memberikan apersepsi dan penyampaian tujuan pembelajaran, dan dalam kegiatan inti tidak adanya tahap collaboration dan  creativity karena keterbatasan waktu. Hambatan pada evaluasi pembelajaran berupa kurangnya kemampuan guru menggunakan teknologi, tidak semua peserta didik hadir saat pembelajaran, dan keterbatasan waktu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hambatan yang dialami guru dalam pelaksanaan blended learning yaitu pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
PENERAPAN MODEL INKUIRI TERBIMBING DENGAN PENDEKATAN SELF REGULATED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN DISPOSISI KREATIF DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI Shabilla Ramadhita Algiani; I Putu Artayasa; AA Sukarso; Agus Ramdani
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2023): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i1.2836

Abstract

Given the importance of globalization and the need to train students' thinking skills and broad knowledge to prepare them to face the demands of the 21st century work, education from the start needs to look more critically at educational practices and learning methods that should be directed. This study seeks to examine the effect of applying the guided inquiry model with the Self Regulated Learning approach to students' creative dispositions and creative thinking skills in high school biology learning. To achieve this goal, a sample of 70 students at one of the State Senior High Schools in Mataram, NTB. Subjects were purposively grouped into the experimental class, namely learning using the Guided Inquiry Model with the Self Regulated Learning (IT-SRL) Approach and the control class using the Ordinary Guided Inquiry (IT) model. Data on students' creative dispositions were obtained from a creative disposition questionnaire while data on students' creative thinking skills were obtained from tests of creative thinking skills which were compiled based on indicators of creative thinking skills. Hypothesis testing in this study uses. The results of the ANCOVA test showed that students who were taught using the guided inquiry model using the self-regulated learning (IT-SRL) approach had better creative dispositions and creative thinking skills than students who were taught using the inquiry method (IT).
PENYULUHAN PEMANFAATAN VIDEO ANIMASI UNTUK PEMBELAJARAN SELAMA PANDEMI COVID-2019 DI SMPN 3 MATARAM Jurnal Pepadu; I Putu Artayasa; Muhlis Muhlis; Gito Hadiprayitno; Aa Sukarso
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2305

Abstract

Adanya pandemi Covid-2019 menyebabkan adaptasi baru dalam pendidikan dengan menerapkan Belajar Dari Rumah (BDR) secara daring. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) diterapkan pada pertengahan tahun 2021 untuk melengkapi BDR. Pelaksanaan BDR di SMPN 3 Mataram utamanya dilakukan dengan menugaskan siswa membaca buku ajar dan mengerjakan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD). Permasalahannya, pelaksanaan BDR yang didominasi pemberian tugas menyebabkan partisipasi siswa dalam pembelajaran sangat minim, banyak siswa mengalami kebosanan dan memiliki motivasi kecil mengerjakan tugas. Dengan demikian perlu diupayakan strategi untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran dengan memvariasikan cara penyampaian materi pelajaran yang tidak hanya berupa tulisan tetapi juga dilengkapi video animasi yang menarik minat belajar siswa. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan tentang manfaat dan teknik pembuatan video animasi pembelajaran kepada guru-guru di SMPN 3 Mataram. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah tim pengabdian memberikan penyuluhan tentang manfaat dan teknik pembuatan video animasi. Evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui pemberian angket dan pengamatan terhadap respons guru ketika kegiatan penyuluhan dilakukan. Hasil pengabdian menunjukan bahwa peserta penyuluhan memberikan respons yang positif terhadap manfaat penerapan video animasi dalam pembelajaran dan peserta terlibat aktif dalam praktek pembuatan video animasi. Hasil angket menunjukkan bahwa sebelumnya peserta tidak memberikan perhatian besar tentang manfaat video animasi serta belum memahami banyak tentang pembuatan video animasi. Setelah pengabdian, peserta merasakan cukup mudah membuat video animasi serta termotivasi memanfaatkannya dalam pembelajaran. Kesimpulan adalah kegiatan pengabdian ini memberikan dampak yang berarti terhadap peningkatan motivasi guru memanfaatkan video animasi untuk pembelajaran serta peningkatan pengetahuan dan keterampilannya dalam pembuatan video animasi pembelajaran.
Penyuluhan Pola Hidup Sehat Melalui Praktek Pengamatan Mikroskop Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 10 Mataram I Wayan Merta; AA. Sukarso; Dewa Ayu Citra Rasmi; I Putu Artayasa; Ahmad Raksun
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 2 (2023): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i2.3764

Abstract

Pola hidup sehat sangat berpengaruh terhadap kesehatan diri seseorang. Berprilaku hidup sehat dapat mencegah kemungkinan terjadinya penyakit pada diri seseorang. Menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan merupakan salah satu cara dalam mencegah timbulnya penyakit. Lingkungan yang bersih akan menjauhkan seseorang terhadap kemungkinan terjangkiti penyakit tertentu. Untuk itulah kita senantiasa menjaga dan memelihara lingkungan agar tetap bersih. Kesadaran terhadap pentingnya menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan perlu ditanaman pada setiap diri manusia sejak dini. Kesadaran yang telah tertanam akan menjadi kebiasaan baik dan pada akhirnya akan menjadi kebutuhan diri. Dengan demikian orang selalu berupaya melakukannya tanpa harus diperintah oleh orang lain. Untuk menanamkan sikap tersebut telah dilakukan kegiatan penyuluhan dengan tujuan memberi informasi tentang cara-cara pengelolaan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sumber masalah yang merugikan kesehatan diri dan lingkungan, menginformasikan penyakit-penyakit yang muncul akibat kondisi lingkungan hidup yang buruk dan kotor, dan menginformasikan tentang hal-hal yang harus dilakukan untuk menghindari timbulnya penyakit kondisi lingkungan buruk. Kegiatan ini dilakukan terhadap anak-anak siswa kelas 4 SDN 10 Mataram dengan menggunakan metode diskusi, tanya jawab dan praktek pengamatan air kotor sumber penyakit dengan menggunakan mikroskop. Dari hasil kegiatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa peserta telah menunjukkan keyakinannya bahwa pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkunagan adalah penting untuk kesehatan. Keyakinan dan kesadaran akan membawa imbas bagi kehidupan sehat mereka di lingkungan keluarga dan masyarakatnya. Dari kesimpulan tersebut disarankan bahwa untuk mengajarkan sesuatu bagi anak perlu kiranya dilakukan dengan cara-cara yang menunjukkan sesuatu yang nyata dapat dilihat dan dirasakan anak sehingga mereka menjadi cepat paham dan sadar terhadap apa yang mereka hadapi dalam kehidupannya sehari-hari.
Hubungan Kesadaran Metakognitif dengan Hasil Belajar IPA Biologi Gita Ismarani; Jamaluddin; I Putu Artayasa; Kusmiyati
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. SpecialIssue (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5iSpecialIssue.4081

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between metacognitive awareness and Biology Science learning outcomes at MTs Negeri 2 Jonggat and how much the ability of metacognitive skills contributes to Biology Science learning outcomes for high school students. This research is a correlational research. Measuring students' metacognitive awareness was carried out using the Metacognitive Awareness Inventory questionnaire. Student learning outcomes seen from the results of multiple choice test questions. Data analysis in this study used descriptive analysis and statistical analysis through product moment correlation tests and simple regression tests. The results of the data analysis showed that 47 students (47.4%) had metacognitive awareness in the very good category, 44 students (44.4%) had metacognitive awareness in the good category and 8 students (8.0%) had metacognitive awareness in the medium category. Analysis of learning outcomes data showed that 84 students (84.8%) were in the very low category, 13 students (13.1%) were in the less category and 2 students (2.0%) were in the very high category. Product moment correlation test results obtained a correlation coefficient (r) of 0.146 and a coefficient of determination (r2) of 2.1%. These results indicate that there is a correlation between metacognitive awareness and Biology science learning outcomes.
Comparison of Bactrocera Fruit Fly Captures Using Basil and Celery Leaf Extracts in Karang Bayan Plantation Ratna Trimilia Kurnia; I Putu Artayasa; Mohammad Liwa Ilhamdi; M. Yamin
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i2.5266

Abstract

The objective of this study was to assess the ratio of fruit fly captures using attractants derived from basil and celery extracts, as well as to examine the impact of attractant concentrations in basil and celery leaf extracts on fruit fly catches. Traps made from recycled mineral water bottles were baited with basil and celery extracts containing essential oils known for their attractiveness to fruit flies. The findings indicated that traps using basil extract captured a greater number of fruit flies compared to those with celery extract. Furthermore, varying concentrations of the attractants significantly influenced fruit fly captures. The highest yield of fruit fly captures was observed at a 20% concentration of basil extract. The 20% concentration of basil extract had a higher number of fruit fly captures compared to the 10% and 30% basil extract concentrations, as well as the 10%, 20%, and 30% celery extract concentrations. The study results demonstrated a significant difference in the number of fruit fly captures between basil and celery extracts, with the highest number of captures observed with a 20% concentration of basil extract.
Co-Authors A Wahab Jufri A Wahab Jufri A. Wahab Jufri A. Wahab Jufri AA Sukarso Aa Sukarso AA Sukarso AA Sukarso AA. Sukarso Abdul Gapur Abdul Syukur Abdul Wahab Jufri Ade Chandra Kusuma Afriana Azizah Agil Al Idrus Agil Al Idrus Agus Ramdani Agus Ramdani Agus Ramdani Agus Ramdani Ahmad Raksun Ahmad Raksun Ahmad Raksun Ahmad Raksun, Ahmad Aini, Jannatul Akbar, Julhiju Hadiatil Al Hadi, Kasnawi Almaheran, Sundus Sepia Amalia Isnaini, Amalia Angelina Putri Ayu Lestari Aniza Muaffiani Anjani, Aprilia Ika Dewi Antini, Indri Apriana, Mila Aprilia Ika Dewi Anjani Aris Doyan Aris Doyan Arsi, Maftah Al Aulya Rahmadayanti Rabbani Awang Rizqi Ubaidillah Ayudya Lestari Azizah, Baiq Nurul Azzahra, Marwa Baiq Fitri Raudatul Hikmah Baiq Sri Handayani Baiq Sri Handayani Dadi Setiadi Dadi Setiadi Darmansyah Dea Marlina Deayantika, Ni Nengah Cindy Sri Desak Made Oka Purnawati Dewa Ayu Citra Rasmi Dewa Ayu Citra Rasmi Dewi Maya Rinjani Didik Santoso Didik Santoso Didith Pramunditya Ambara Dita Anggraini Safitri Sipayung Echa Noviani Elga Amelinda Nathania Elya Kartika Rinjani Erna Ajizah Eva Sujiati Fadhillah, Falya Aura Feniysia Alfiana Fitria, Lia Fitriani, Husniati Fitriatunisyah Fitriatunisyah Gita Ismarani Gito Hadiprayitno Gito Hadiprayitno Gito Hadiprayitno Gito Hadiprayitno Gito Hadiprayitno Gito Hadiprayitno Gito Hadiprayitno Hadi, Kasnawi Al Handayani, Fathia Hartini, Yuli Hendriani, Hendriani Heru Setiawan Hidayat, X Zardht Alex I Gde Mertha I Gusti Bagus Wirawan I Ketut Suda I Nyoman Sudiarta I Wayan Merta I Wayan Merta I Wayan Merta I Wayan Merta I Wayan Merta I Wayan Merta I Wayan Merta I Wayan Mertha Ilham, M. Safari Ilhamdi, M Liwa Ilhamdi, Mohammad Liwa Imam Bachtiar Inda Wahyuni Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jami’atul Aulia Jihan Juliastari Jihan Juliastari Joko Poerwanto Joni Rokhmat Juhaeri'ah Juhaeri'ah Jurnal Pepadu Karnan Karnan Kasulasil Anwari Khairuddin Khairuddin Khairuddin - Khairunnufus, Nastri Kurnia Widaswara Kurniadin, Muh. Zikron Kusmiyati Kusmiyati Kusmiyati Kusuma, Anindita SHM Kusuma, Anindita Suliya Hangesti Mandra L. Japa Lale Rahma Syafira Lalu Hasan Nasirudin Zohri Lalu Japa, Lalu LALU ZULKIFLI Lestari, Tri Ayu Lia Fitria M Januardi Rahmatullah M. Akhyar Rosyidi M. Liwa Ilhamdi M. Liwa Ilhamdi1 M. M. Awang Kechik M. Yamin M. Yamin M. Yamin M. Yamin M.Si Drs. Gede Raga . Manzulina, Manzulina Maryam Maryam Maryam Maryam Masayu Diska Prilliza Mery Rosinta Mohammad Liwa Ilhamdi Mohammad Liwa Ilhamdi Mohammad Liwa Ilhamdi Muh. Makhrus Muhamad Yamin Muhammad Hanafi Muhammad Syazali Muhammad Yustiqvar Muhlis Muhlis Muhlis Muhlis Muhlis Muhlis Muhlis Ni Nengah Sri Swathi Nina Nisrina Nur Lestari Nurafianah Nurhidayah Nurul Hidayah Pendi Rosadi Prapti Sedijani PRAPTI SEDIJANI, PRAPTI Rasmi, Dewa Ayu Citra Ratna Trimilia Kurnia Ratu Mas Tara Indriani Rini, Monaliza Sekar Risnawati Rosyidi, M. Akhyar Rusmia Dewi Rusmiyati, Baiq S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sabrina, Yolanda Safitri, Maharani Ayu Safitri Sakaroni, Rubiyatna Sarnia, Saza Satutik Rahayu Septi Panbriani Shabilla Ramadhita Algiani Sri Sukma Wati Sukarso, Aa Sukarso, AA. Sulis Rahmatia Sulistianawati, Nadia Evi Susilawati Susilawati Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Tia Fitriani Tri Ayu Lestari Tuti Handayeni Ummi Auliya' Amalina Utami, Ni Wayan Anggun Diah Utami, Wayan Anggun Dyah Via Franciska Yolanda Putri Wahyu Widiantari, Citra Aluh X. Zardht Alex Hidayat Yasa, I Komang Mudika Yudia Pratiwi Yuli Novita Sari, Yuli Novita Yunisa Sucitra Yustiqvar, Muhammad Zulkarnaen Zulkarnaen Zulkarnaen Zulkifli Adji Busdayu