Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak transisi mata pelajaran IPA menjadi IPAS terhadap capaian literasi sains siswa kelas V sekolah dasar dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-korelasional melibatkan 22 siswa kelas V yang dipilih melalui purposive sampling, menggunakan instrumen tes kognitif berupa 10 soal pilihan ganda dan 10 soal uraian yang telah divalidasi, dengan analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene's Test, Independent Samples T-Test, dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan capaian sains siswa bervariasi dengan rentang skor 9-27 poin, tidak terdapat perbedaan signifikan antarkelompok (p=0,200), namun ditemukan korelasi positif signifikan antara penguasaan konsep dasar dengan kemampuan berpikir kritis (r=0,583; p=0,004), mengindikasikan bahwa pemahaman konseptual menjadi prasyarat bagi kemampuan analisis tingkat tinggi meskipun terjadi penyederhanaan materi dalam IPAS. Transisi kurikulum mempertahankan hubungan positif antara pemahaman konsep dengan berpikir kritis, namun variasi capaian menunjukkan perlunya penguatan pembelajaran konsep fundamental, pelatihan guru komprehensif, pengembangan media inovatif, dan pemerataan akses teknologi, serta penelitian lanjutan mengeksplorasi variabel moderasi dan studi longitudinal dampak jangka panjang.