p-Index From 2021 - 2026
9.473
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Teknik dan Ilmu Komputer Tajdida Suhuf J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Ishraqi Profetika Al-Wijdan : Journal of Islamic Education Studies Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Jurnal Pendidikan Islam Educan : Jurnal Pendidikan Islam Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jurnal At-Tarbiyat (Jurnal Pendidikan Islam) Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Jurnal PAI Raden Fatah Jurnal Pendidikan Islam AL-ILMI Instructional Development Journal Dinasti International Journal of Education Management and Social Science RESEARCH AND DEVELOPMENT JOURNAL OF EDUCATION (RDJE) Hikmah JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) Jurnal Hukum Lex Generalis Didaktika: Jurnal Kependidikan Muttaqien; Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Res Justitia : Jurnal Ilmu Hukum TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Abdi Psikonomi Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Tadbiruna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia Prosiding University Research Colloquium Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Jurnal Lektur Keagamaan Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) LECTURES: Journal of Islamic and Education Studies AL ULYA: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Solo Universal Journal of Islamic Education and Multiculturalism Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Jurnal Akselerasi Merdeka Belajar dalam Pengabdian Orientasi Masyarakat (Jurnal AMPOEN) Jurnal Pendidikan Islam Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Journal of Society and Development Al Hikmah: Indonesian Journal of Early Childhood Islamic Education Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Profetika

MEMBEDAH TUJUAN PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH Ali, Mohamad
Profetika Vol. 17, No. 1, Juni 2016
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The presence of modern religious school “Muhammadiyah” (1911) be a trigger asthe establishment of modern organizations: Muhammadiyah (1912). Long time before Indonesia’sindependence, Muhammadiyah has formulated educational goals for schools which arebuilt.Since its establishment until today, the purpose of Muhammadiyah education amendedseveral times. These changes are a creative response of Muhammadiyah on current socialchange, a shift in the orientation of community life, as well as the progress of science andtechnology.from the political constellation of national education, Muhammadiyah was relativelyautonomous when formulating the educational goals.Meanwhile, from the perspectiveof modern educational theory, style of Muhammadiyah educational purposes closer to progressiveeducation theory that emphasizes the experience reconstruction continuously as a vehicleto promote social life.eKeywords: educational; Muhammadiyah education; progressive.Abstrak: Kehadiran sekolah agama modern “Muhammadiyah” (1911) menjadi trigger berdirinyaorganisasi modern: Muhammadiyah (1912). Jauh sebelum Indonesia merdeka, Muhammadiyahtelah merumuskan tujuan pendidikan bagi sekolah-sekolah yang diselenggarakannya.Sejak awal berdiri hingga saat ini, tujuan pendidikan Muhammadiyah mengalamibeberapa kali perubahan. Perubahan-perubahan itu merupakan respons kreatif Muhammadiyahatas arus perubahan sosial, pergeseran orientasi kehidupan masyarakat, maupun kemajuanilmu dan teknologi. Dilihat dari konstelasi politik pendidikan nasional, Muhammadiyahternyata relatif mandiri ketika merumuskan tujuan pendidikannya. Sedangkan dari perspektifteori pendididkan modern, corak tujuan pendidikan Muhammadiyah lebih mendekati teoripendidikan progresif yang menekankan pada rekonstruksi pengalaman secara terus-menerussebagai wahana memajukan kehidupan sosial.Kata Kunci: tujuan pendidikan; pendidikan Muhammadiyah; progresif.
PEMIKIRAN RADEN AJENG KARTINI TENTANG PENDIDIKAN PEREMPUAN DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM Muthoifin, Muthoifin; Ali, Mohamad; Wachidah, Nur
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 1 Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v18i1.6299

Abstract

Raden Ajeng Kartini is one of first feminist in Indonesia who is installed as national heroine and her birthday is celebrated by Indonesia nation. The hardest Kartini’s struggle was for education, because she was sure that one of the instruments of respecting woman role in improving civilization. Based on the explanation, this study aim is to (1) describe Raden Ajeng Kartini’s idea of woman education, and (2) analyze the Raden Ajeng Kartini’s idea relevance of woman education for developing Islamic education. This research is library research by using historical and biography approaches by retelling and reexpressing the important history and event in the Kartinis’s life. This research is analyzed by describing the Kartini’s consideration of education which manifested and had the relevance of the theory. Kartini’s idea of education is critics reaction based on every problem which faced by her thought education experiences which were gotten, so that it appears practical concept of woman education. Kartini’s struggle was not just and idea, because Kartini was brave to stride in opening woman school even it had contradiction with culture. The effect on next development, Kartini’s struggle became stimulation in developing education, especially Islamic education which develops very quickly by appearing woman school (Islamic boarding school) and the progress of Islamic ideas by appearing many religious organizations after Kartini’s deathRaden Ajeng Kartini adalah seorang tokoh feminis pertama Indonesia yang dikukuhkan sebagai pahlawan nasional dan hari lahirnya diperingati oleh seluruh rakyat Indonesia.Kartini seorang pejuang kemerdekaan perempuan.Perjuangan Kartini yang paling keras adalah pendidikan, karena Kartini yakin hanya pendidikan alat satu-satunya untuk mengangkat derajat peremuan dan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya peran perempuan dalam membangun peradaban. Berdasar hal itu, maka penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pemikiran Raden Ajeng Kartini tentang pendidikan perempuan, dan (2) menganalisis relevansi pemikiran pendidikan perempuan Raden Ajeng Kartini bagi pengembangan pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan yang menggunakan pendekatan historis dan biografi dengan menceritakan dan mengungkap kembali sejarah dan peristiwa penting dalam kehidupan Kartini.Penelitian ini menggunakan analisis isi dalam menganalisis data penelitian, yakni mendeskripsikan pemikiran pendidikan Kartini yang termanifestasikan dan memiliki relevansi teori yang jelas. Pemikiran Kartini tentang pendidikan merupakan reaksi kritis atas setiap permasalahan yang dihadapinya berdasar pengalaman-pengalaman edukatif yang diperoleh sehingga melahirkan konsep praktis tentang pendidikan perempuan.Perjuangan Kartini bukan sebatas ide, karena Kartini telah berani melangkah, membuka sekolah perempuan meski bertentangan dengan adat.Akibat pada perkembangan selanjutnya, perjuangan Kartini menjadi stimulan pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan Islam yang mengalami perkembangan sangat cepat dengan tumbuhnya sekolah-sekolah perempuan (pesantren) dan kemajuan pemikiran-pemikiran Islam dengan tumbuhnya berbagai organisasi keagamaan setelah wafatnya Kartini
MEMBEDAH TUJUAN PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH Ali, Mohamad
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 17, No. 1, Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v17i01.2099

Abstract

The presence of modern religious school “Muhammadiyah” (1911) be a trigger asthe establishment of modern organizations: Muhammadiyah (1912). Long time before Indonesia’sindependence, Muhammadiyah has formulated educational goals for schools which arebuilt.Since its establishment until today, the purpose of Muhammadiyah education amendedseveral times. These changes are a creative response of Muhammadiyah on current socialchange, a shift in the orientation of community life, as well as the progress of science andtechnology.from the political constellation of national education, Muhammadiyah was relativelyautonomous when formulating the educational goals.Meanwhile, from the perspectiveof modern educational theory, style of Muhammadiyah educational purposes closer to progressiveeducation theory that emphasizes the experience reconstruction continuously as a vehicleto promote social life.eKeywords: educational; Muhammadiyah education; progressive.Abstrak: Kehadiran sekolah agama modern “Muhammadiyah” (1911) menjadi trigger berdirinyaorganisasi modern: Muhammadiyah (1912). Jauh sebelum Indonesia merdeka, Muhammadiyahtelah merumuskan tujuan pendidikan bagi sekolah-sekolah yang diselenggarakannya.Sejak awal berdiri hingga saat ini, tujuan pendidikan Muhammadiyah mengalamibeberapa kali perubahan. Perubahan-perubahan itu merupakan respons kreatif Muhammadiyahatas arus perubahan sosial, pergeseran orientasi kehidupan masyarakat, maupun kemajuanilmu dan teknologi. Dilihat dari konstelasi politik pendidikan nasional, Muhammadiyahternyata relatif mandiri ketika merumuskan tujuan pendidikannya. Sedangkan dari perspektifteori pendididkan modern, corak tujuan pendidikan Muhammadiyah lebih mendekati teoripendidikan progresif yang menekankan pada rekonstruksi pengalaman secara terus-menerussebagai wahana memajukan kehidupan sosial.Kata Kunci: tujuan pendidikan; pendidikan Muhammadiyah; progresif.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM AHMAD SYAFII MAARIF Ali, Mohamad
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 17, No. 2, Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v17i02.5293

Abstract

The Indonesian Islamic intellectualism is increasingly dynamic and accounted in the global arena. This perception occurs because on the one hand, Indonesia is the largest concentration of Muslim population in the world, and on the other side there is an ontentic, dynamic and inclusive process of Islamic intellectualism. The 1980s Indonesian Islam gave birth to a series of "new intellectuals" whose ideas contributed significantly to embroidering the Indonesian pillars of social progress and justice: the Islamization, nationalism, humanity and modernity. One of the pioneers of new intellectualism worth taking into account is Ahmad Syafii Maarif. He is widely known as an Islamic thinker as well as a social activist involved in solving national and humanitarian issues. So far, the public recognizes Buya Syafii as a Muslim historian and intellectual who devotes his enormous intellectual energy to builds an inclusive Islamic culture. Beyond, there is one dimension of Buya Syafii's idea that is almost oblivious to the public's attention, namely the spark of his thoughts on Islamic education which is driven concern over the social reality of Islamic education which is dichotomous, backward, and poor in thought.The thought of Buya Syafii is intended to find a way out of the crisis of Islamic education from the "trap" of history, namely by redialog with the Qur'an. Hypothetically, Islamic education thought he borrowed, patterned religious-critical.Geliat intelektualisme Islam Indonesia semakin dinamis dan diperhitungkan di kancah global. Persepsi ini terjadi karena di satu sisi, Indonesia merupakan tempat konsentrasi penduduk Muslim terbesar di dunia, dan di sisi lain ada proses pertumbuhan intelektualisme Islam yang ontentik, dinamis dan inklusif. Dekade 1980-an Islam Indonesia melahirkan sederet “intelektual baru” yang ide-idenya berkontribusi signifikan dalam menyulam pilar-pilar Indonesia berkemajuan dan berkeadilan sosial, yaitu: ke-Islaman, kebangsaan, kemanusiaan, dan kemodernan. Salah satu pelopor intelektualisme baru yang layak diperhitungkan adalah Ahmad Syafii Maarif. Dia dikenal luas sebagai pemikir Islam sekaligus aktivis sosial yang terlibat dalam upaya pemecahan persoalan kebangsaan dan kemanusiaan. Sejauh ini, publik mengenal sosok Buya Syafii sebagai seorang sejarawan dan cendekiawan Muslim yang mencurahkan energi intelektualnya yang begitu besar untuk membangun kultur Islam inklusif. Di luar itu, ada satu dimensi pemikiran Buya Syafii yang hampir luput dari perhatian publik, yaitu percikan pemikirannya tentang pendidikan Islam yang digerakkan keprihatinan atas realitas sosial pendidikan Islam yang dikotomik, terbelakang, dan miskin pemikiran. Pemikiran Buya Syafii ditujukan untuk mencari jalan keluar atas kemelut pendidikan Islam dari “jebakan” sejarah, yakni dengan mendialogkannya kembali dengan Al-Qur’an. Secara hipotetik, pemikiran pendidikan Islam yang diusungnya bercorak kritis-religius.
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 1 WONOGIRI DAN SMP NEGERI 1 SURAKARTA TAHUN 2019 Mualim, Rojif; Anshori, Ari; Ali, Mohamad
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9956

Abstract

Abstract: A curriculum is a container to determine the direction of education. Success and failure of education, are highly depended on the curriculum. The curriculum is the spearhead for the implementation of education. The curriculum is a container to determine the direction of education. Success and failure of education, are highly depended on the curriculum. The curriculum is the spearhead for the implementation of educational activities. The  curriculum 2013 divides attitude competencies into two, namely spiritual attitudes and social attitudes. The purpose of this study is to describe the natural findings regarding the implementation of the curriculum 2013 toward PAI subjects at SMP Negeri 1 Wonogiri and SMP Negeri 1 Surakarta, as well as the constraints and their carrying capacity. This study used qualitative research methods or field type research (field research), which is a research procedure that produces descriptive data sourced from written or oral words from people and observable behavior directed at the background and individuals as a whole. The subjects of this study were students and teachers of Islamic Religious Education, data collection techniques used observation, interviews and documentation. The results of this study indicated that the process of implementing the Curriculum 2013 in SMP Negeri 1 Wonogiri and SMP Negeri 1 Surakarta has been implemented by applying patterns or types determined by the government. However, from the implementation process there are obstacles, including: the distribution of the teacher and student handbooks, both textbooks from subject teacher deliberations (MGMP) and directly from the government, the assessment system were very complicated so that some teachers did not understand the assessment of the Curriculum 2013, some students did not have complete facilities such as laptops. In carrying capacity, students were always given direction on the tasks they have to complete, teachers were enthusiastic in implementing the Curriculum 2013, school programs namely school missions, determining the value of students was not only obtained from test scores but also from values of politeness, religion, practices, attitudes and others, the other teachers?s support excepting PAI subject, complete school facilities such as a comfortable class, LCD, white board, etc. Abstrak: Kurikulum merupakan sebuah wadah yang akan menentukan arah pendidikan. Berhasil dan tidaknya pendidikan, sangat bergantung dengan kurikulum. Kurikulum adalah ujung tombak bagi terlaksanya kegiatan pendidikan. Kurikulum 2013 membagi kompetensi sikap menjadi dua, yaitu sikap spiritual dan sikap sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan temuan-temuan alamiah perihal implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran PAI di SMP Negeri 1 Wonogiri dan di SMP Negeri 1 Surakarta, serta kendala dan daya dukungnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif atau berjenis field reseach (penelitian lapangan) yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang bersumber dari kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati yang diarahkan pada latar dan individu secara utuh. Adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa dan guru Pendidikan Agama Islam, teknik pengumpulan data menggunakan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses implementasi Kurikulum 2013 di SMP Negeri 1 Wonogiri dan SMP Negeri 1 Surakarta sudah dilaksanakan dengan menerapkan pola atau tipe yang ditentukan oleh pemerintah, Akan tetapi dari proses implementasi itu ada kendalanya, antara lain: belum terdistribusinya buku pegangan guru dan siswa dengan baik, baik buku paket dari musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) maupun langsung dari pemerintah, sistem penilaian sangat rumit sehingga tidak semua guru mengerti dan faham penilaian pada kurikulum 2013, tidak semua siswa memiliki fasilitas yang lengkap seperti laptop. Daya dukung, peserta didik selalu diberi pengarahan terhadap tugas-tugas yang harus mereka selesaikan, guru semangat dalam mengimplementasikan kurikulum 2013, program sekolah yaitu misi sekolah, penentuan nilai bagi siswa bukan hanya didapat dari nilai ujian saja tetapi juga didapat dari nilai kesopanan, religi, praktik, sikap dan lain-lain, Dukungan dari semua guru selain guru mapel PAI. Fasilitas Sekolah yang lengkap seperti misalnya kelas yang nyaman, LCD, White Board, dll.
NILAI–NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KITAB AL-ADAB AL-MUFRAD KARYA AL-IMAM ABU ABDILLAH MUHAMMAD IBN ISMAIL AL-BUKHARI Nurseha, Muchlis; Shobron, Sudarno; Ali, Mohamad
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9952

Abstract

Abstract: Character education has become a hot topic discussed by the community and the world of education lately, phenomena that have arisen in the community are the cause of such discussions, including; the spread of liquor and narcotics among adolescents, pornographic photos and videos that can be accessed by anyone without limits so that it has an impact on free sex, corruption cases of some unscrupulous state officials, from the lower levels to the state elite and other criminal cases. This kind of situation causes the Indonesian nation to experience moral degradation and a crisis of character, so it is necessary to look for solutions and solutions. Considering that the majority of Indonesian people are Muslim, al-Adab al-Mufrad is a book written by the expert of al-Imam al-Bukhari's hadith which specifically discusses adab, morals and character, is expected to provide a solution to the character crisis that is in the midst of society. The purpose of this study was to determine the values of character education contained in the book of al-Adab al-Mufrad and analyze the relevance of the values of character education contained in the book of al-Adab al-Mufrad with the values of the Ministry of National Education character. This type of research is a library research study that uses a qualitative paradigm with a philological or semantic approach. Research data were analyzed using content analysis methods. The results showed that the Book of al-Adab al-Mufrad by al-Imam al-Bukhari had mentioned all the values of character education contained in the Ministry of National Education, but the values of character education in the book of al-Adab al-Mufrad were more specific in the mention of these values, so they need to be grouped in order to be compatible with the values of the Ministry of National Education character. The character education values in the al-Adab al-Mufrad book are still relevant to the character education values developed by the Ministry of National Education, this is because the character education values developed by the Ministry of National Education have all been mentioned in the al-Adab al-Mufrad book.Abstrak: Pendidikan karakter menjadi tema yang hangat diperbincangkan oleh masyarakat dan dunia pendidikan akhir-akhir ini, fenomena yang muncul di tengah masyarakat menjadi sebab perbincangan tersebut, di antaranya; tersebarnya minuman keras dan narkotika di kalangan remaja, foto dan video porno yang dapat di akses siapa saja tanpa batas sehingga berdampak pada seks bebas, kasus korupsi beberapa oknum pejabat negara, mulai tingkat bawah sampai elit negara dan kasus-kasus kriminal lainnya. Keadaan semacam ini menyebabkan bangsa Indonesia mengalami degradasi moral dan krisis karakter, sehingga perlu dicarikan solusi dan jalan keluar. Mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia memeluk agama islam, kitab al-Adab al-Mufrad merupakan kitab karangan pakar hadis al-Imam al-Bukhari yang khusus membahas seputar adab, akhlak dan karakter, diharapkan memberikan salah satu solusi krisis karakter yang ada di tengah masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kitab al-Adab al-Mufrad dan menganalisis relevansi nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kitab al-Adab al-Mufrad dengan nilai-nilai pendidikan karakter Kemendiknas. Jenis penelitian ini merupakan penelitian library research yang menggunakan paradigma kualitatif dengan pendekatan philologis atau semantik. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode content analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan; pertama, Kitab al-Adab al-Mufrad karya al-Imam al-Bukhari telah menyebutkan semua nilai-nilai pendidikan karakter yang tertuang dalam Kemendiknas, akan tetapi nilai-nilai pendidikan karakter dalam kitab al-Adab al-Mufrad lebih spesifik dalam penyebutan nilai-nilai tersebut, sehingga perlu dikelompokkan agar dapat sesuai dengan nilai-nilai pendidikan karakter Kemendiknas. Kedua, nilai-nilai pendidikan karakter dalam kitab al-Adab al-Mufrad masih relevan dengan nilai-nilai pendidikan karakter  kemendiknas, karena nilai-nilai pendidikan karakter Kemendiknas yang berjumlah delapan belas butir sudah disebutkan semua oleh  al-Imam al-Bukhari  dalam kitab al-Adab al-Mufrad.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN TAHFIZH AL-QUR’AN DI PESANTREN AL-KAHFI SURAKARTA DAN PESANTREN NURUL IMAN KARANGANYAR Kamaludin, Hamzah; Hidayat, Syamsul; Ali, Mohamad
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11061

Abstract

A good case needs to be managed well too if you want to get good results. Likewise with the study of tahfizh of the Qur'an, of course it must be managed properly. Then there must be a management role to manage. If management runs well, the results obtained will be optimal. The purpose of this research is to study the management of Al-Qur'an tahfizh learning in the Al-Kahfi Islamic Boarding School in Surakarta and the Nurul Iman Karanganyar Islamic Boarding School, and to study the learning and management planning of Al-Qur'an tahfizh learning related to relationships. This type of research is a qualitative study using descriptive. This research uses the type of field research. Data collection techniques in this study were carried out by observation, interview and documentation. Instead of the Al-Kahfi Islamic Boarding School in Surakarta and Islamic Boarding School Nurul Iman Karanganyar added planning, organizing, implementing, protecting, and evaluating. Here are some differences, namely: (1) Planning. In the Al-Kahfi Islamic Boarding School in Surakarta target students memorization 5 juz, 3 juz, and 2 juz per year. The strategy taken to achieve the target is halaqoh while the Nurul Iman Karanganyar Pesantren has a target of memorizing 30 juz and 20 juz for 3 years. There are five strategies implemented, standardization, recitation, ziyadah, juziyah, tasmi ?and muroja'ah. (2) Organizing. In the Al-Kahfi Islamic Boarding School Surakarta there is no marhala musyrif while in the Nurul Iman Islamic Boarding School Karanganyar including the marhala musyrifah which is responsible for listening to students one sitting one-time juz as a substitute for juz. (3) Implementation. In the Al-Kahf Islamic Boarding School the stages in learning have not been activated and also in encouraging rote learning the students deposit memorization according to the target without any standard conversion to the next juz, in the Islamic Boarding School Nurul Iman Karanganyar the ways in which learning has been helped also when driving rote learning the students deposit their rote according to the target with the standard juziyah as a condition for moving to the next juz. (4) Evaluation. In the case of the evaluation of learning in the Al-Kahfi Islamic Boarding School Surakarta, it was discussed at the request of each musyrif because there was no support, whereas in the Islamic Boarding School Nurul Iman Karanganyar in the implementation of learning, assistance, and evaluation, according to the standards set forth in the SOP of learning Tahfiz Al- The Qur'an.Suatu perkara yang baik perlu untuk dikelola dengan baik pula jika ingin mendapatkan hasil yang baik. Begitupun dengan pembelajaran tahfizh Al-Qur?an, tentu harus dikelola dengan baik. Maka harus ada peran manajemen untuk mengaturnya. Jika manajemen berjalan dengan baik, maka hasil yang diperoleh akan optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pembelajaran tahfizh Al-Qur?an di Pesantren Al-Kahfi Surakarta dan Pesantren Nurul Iman Karanganyar, serta mengetahui perbedaan dan persamaan manajemen pembelajaran tahfizh Al-Qur?an antara keduanya. Jenis penelitian ini berupa penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriftif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran tahfizh Al-Qur?an di Pesantren Al-Kahfi Surakarta dan Pesantren Nurul Iman Karanganyar meliputi perencanaan, pengorganisian, pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi. Namun dalam penerapan manajemen tersebut terdapat beberapa perbedaan yaitu:  (1) Perencanaan. Di Pesantren Al-Kahfi Surakarta target hafalan santri 5 juz, 3 juz, dan 2 juz per tahun. Strategi yang ditempuh untuk mencapai target tersebut berupa halaqoh sedangkan Pesantren Nurul Iman Karanganyar memiliki target hafalan 30 juz dan 20 juz selama 3 tahun. Strategi yang dilkukan ada lima tahap, standarisasi, tilawah, ziyadah, juziyah, tasmi? dan muroja?ah. (2) Pengorganisasian. Di Pesantren Al-Kahfi Surakarta tidak ada musyrif marhala sedangkan di Pesantren Nurul Iman Karanganyar terdapat musyrifah marhala yang bertanggungjawab menyimak santri satu juz satu kali duduk sebagai syarat pindah juz. (3) Pelaksaanaan. Di Pesantren Al-Kahfi tahapan-tahapan dalam pembelajaran belum dijalankan dan juga dalam menyetorkan hafalan para santri menyetorkan hafalan sesuai target tanpa ada standar perpindahan ke juz berikutnya, sedangkan di Pesantren Nurul Iman Karanganyar tahapan-tahapan dalam pelaksanaan pembelajaran sudah dijalankan serta dalam menyetorkan haafalan para santri menyetorkan hafalannya sesuai dengan target dengan ada standar juziyah sebagai syarat untuk pindah ke juz berikutnya. (4) Evaluasi. Dalam hal pelaksanaan evaluasi pembelajaran tahfizh di Pesantren Al-Kahfi Surakarta, penilaian diserahkan kepada masing-masing musyrif karena belum ada strandar penilaian yang jadi pedoman, sedangkan di Pesantren Nurul Iman Karanganyar dalam pelaksaan evaluasi pembelajaran, pemberian nilai didasarkan pada standar penilaian yang sudah ditentukan sebelumnya yang tertuang dalam SOP pembelajaran tahfizh Al-Quran.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA Sudharmawan, AA Abdul Nizar Abdul Rohman Aboubacar Barry Abror Dikna Anugrah Abror Dikna Anugrah Agung Wahyu Utomo Ahmad Muzaki Alhijri, Muhammad Rasyidil Fikri Amir Reza Kusuma Ana Retna Andhim, Muk Anugrah, Abror Dikna Ari Anshori, Ari ARI SUSANTO Ari Susanto Aris Munandar Arnawati Arnawati Arribath, Dzakiy Atiqoh, Sifa Lutfiyani Azani, Mohamad Zakki Azis Ilham Saputra Azka Musthofa Bambang Sumardjoko Bambang Sumarjoko Bayu Tiansyah Putra Bima Azisza Mahardika Chusniatun Chusniatun Chusnul Fauziah Clara Duta Wahyu Dinata Dartim Dartim Desi Amaliyah Dewi Rohmah Diana Romdhoningsih Een Nuraeni Eka Andy Ristianto Eko Nur Wahyudi Elias Ahmed Erna Widiyastuti Estetika, Rio Fadeli Fadilah Fadilah Faizal, Ihsan Farida, Gina Fiftiyansyah, Mohamad Dzikri Fricticarani, Ade Hadi, Muhammad Wafi Hilman Luthfil Halima, Raden Ayu Handito, Rama Hanifah, Rizky Hasniar Amanah Hera Damayanti Hifni, Mohammad Hoga Saragih Husna Nashihin Insani, Zulaiha Nurul Isa Ahlian Muttaqin Istanto Istanto Istanto Istanto Istanto Jafar Ihza Yuska Azzacky Jannah, Khonsa? Izzatul Juli Arianto Jumhana, Enjum Kamaludin, Hamzah Katla Novriyani Kautsar, Denise Khanom, Jobeda Khoiril Al Amin, Rizky Khonsa’ Izzatul Jannah Komala Sari, Putri Kusuma, Amir Reza Kusuma, Ria Nata Lail Septia Aidah Larasati, Indah Lumiati, Sri Lutfi Hafid Ramadana Lutfiah, Jihan M. Archie Hardinagoro Maghfiroh, Rofi Atina Mahardika, Bima Azisza Mahasri Shobahiya, Mahasri Maradon, Permai Dwiki Mari Wulandari Maryam Hanifah Mashudi Al furqon Maulana, Abdul Khafid Rayhan Ma’arif Jamuin Moh Zakki Azanin Moh. Danil Warisi Mohamed Iyas Valarthodi Mohammad Zakki Azani Mohammad Zakki Azani Moordiningsih Moordiningsih Mu'minah Mualim, Rojif Muchtar, Zulfa Iftinani Muh Nur Rochim Maksum Muhamad Subhi Apriantoro Muhammad Ramadhansyah Muhammad Rasyidil Fikri Alhijri Muhammad Wildan Shohib Muk Andhim Mukhlis Royyani NS Mursiti, Tutik Muthoifin Na'imah, Ridha Niyom, Wanchai Nur Ayu Safitri Nur Lynda Febriyani, Fifi Nurfitriana Nurfitriana Nurli Nurlinda Nursaidah Ahmad Nurseha, Muchlis Nurul Latifatul Inayati Nurul Latifatul Inayati Oktaviyani, Rissa Pakpahan, Akbar Waliyuddin Pathurahman, Irfan Permata Ashfi Raihana Permatasari, Eka Wahyu Dian Pratiwi, Woro Yustia Punarsih Punarsih Punarsih, Punarsih Puput Anggreani R. Bilqis Bunga Nirwana Ramadhani*, Kurnia Dwi Ramadhansyah, Muhammad Refi Mulyadi Retna, Ana Ristianto, Eka Andy Rizqianto Hermawan Rohenah Royyani NS, Mukhlis Sabar Narimo Saniati Saniati Saputra, Azis Ilham Setyarini, Tri Shohabia, Mahasri Sifa Lutfiyani Atiqoh Siti Mahfudoh Sri Lestari Sri Lestari Sri Lestari, Sri Lestari Sri Sumarti Sudarno Shobron, Sudarno Sulkiah Hendrawati Surya, Jaka Syamsudin Nawwar Hibatulloh SYAMSUL HIDAYAT Syifa' Fauziyah, Luthfi Tika Retnowati Toni Ardi Rafsanjani Tri Setyarini Tsani, Bilal Ahmad Utomo, Agung Wahyu Wachidah, Nur Wachidi Wachidi, Wachidi Wahyono, Sigit Wahyudi Wahyudi Wanchai Niyom Widiyarto, Angga Zendi Ahmad Maghrobi