p-Index From 2021 - 2026
15.273
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Publikasi Pendidikan Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Teknik dan Ilmu Komputer Tajdida Suhuf J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Ishraqi Profetika JURNAL IQRA´ Al-Wijdan : Journal of Islamic Education Studies Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Jurnal Pendidikan Islam al-Afkar, Journal For Islamic Studies SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Educan : Jurnal Pendidikan Islam Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) PARAMUROBI Jurnal At-Tarbiyat (Jurnal Pendidikan Islam) Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Jurnal PAI Raden Fatah Jurnal Pendidikan Islam AL-ILMI Instructional Development Journal Dinasti International Journal of Education Management and Social Science Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) RESEARCH AND DEVELOPMENT JOURNAL OF EDUCATION (RDJE) Hikmah JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL HUMANIORA Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Didaktika: Jurnal Kependidikan Muttaqien; Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Res Justitia : Jurnal Ilmu Hukum TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Abdi Psikonomi Edusoshum: Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Humaniora Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Tadbiruna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia Prosiding University Research Colloquium Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Jurnal Lektur Keagamaan QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) LECTURES: Journal of Islamic and Education Studies Innovative: Journal Of Social Science Research AL ULYA: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Solo Universal Journal of Islamic Education and Multiculturalism Science and Education Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Jurnal Akselerasi Merdeka Belajar dalam Pengabdian Orientasi Masyarakat (Jurnal AMPOEN) QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Jurnal Pendidikan Islam Shahih : journal of islamicate multidisciplinary Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al Hikmah: Indonesian Journal of Early Childhood Islamic Education Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam Profetika: Jurnal Studi Islam Educan: Jurnal Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : tajdida

MENUJU TEORISASI PENDIDIKAN BERKEMAJUAN Ali, Mohamad
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah dinilai sebagai peletak dasar, sekaligus pelopor pendidikan modern religius di Indonesia. Secara kelembagaan, amal usaha pendidikan masing terus bertahan dan tumbuh di berbagai penjuru tanah air, mulai tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Corak kepeloporan satu abad lalu berupa eksperimentasi institusi pendidikan modern religius, sedangkan agenda mendesak pada abad ini ialah menyusun bangun teori pendidikan. Ada dua arah untuk menyusun bangun atau mengembangakan suatu teori, model teori aksiomatis/deduktif hipotetik dan model teori berpola yang bersifat jalin-menjalin. Penelitian/disertasi penulis bisa dipandang sebagai ikhtiar pengembangan teori dengan “model pola” atau “peta pemikiran”.
PERCIKAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN MOHAMMAD DJAZMAN: Kajian Konsep “Muslim Intelektual” dan “Ethos Kerja Islam” Ali, Mohamad; Rush, Dartim Ibnu
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mohammad Djazman (1938-2000) seorang aktivis dakwah, praktisi pendidikan, penggerak angkatan muda, dan seorang pemikir ulung yang melampaui disiplin-disiplin keilmuan konvensional. Jejak-jejak amalnya dapat diketahui dengan cepat, misal kepeloporannya dalam perintisan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Namun, ketika sesorang ingin mengetahui bagaimana buah pemikirannya, akan menemui sejumlah kendala. Oleh karena itu, dibutuhkan energi intelektual untuk menggali horizon pemikirannya, sehingga generasi yang lebih kemudian tidak mengalami kesulitan untuk membaca dan memahami pemikiran tokoh-tokoh inspiratif, termasuk Mohammad Djazman. Tulisan ini berupaya menggali percikan pemikiran pendidikan beliau dengan menelusuri konsep-konsep kunci yang dipakainya dalam berbagai tulisan. Konsep “Intelektual Muslim” atau “Muslim Intelektual” dan “ethos kerja Islam” dua konsep yang sering digunakan Mohammad Djazman. Secara filosofis, pemikiran pendidikannya dapat dikategorikan sebagai pendidikan bercorak progresif religius
KOMPARASI PENDIDIKAN ISLAM K.H. AHMAD DAHLAN DAN MUHAMMAD FETHULLAH GÜLEN Ali, Mohamad
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 14, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic education is considered only oriented to the hereafter alone, teach rituals and develop a defensive posture and formisme paradigm. On the other hand, Islamic education is faced with the phenomenon of discontinuity which marked the waning value of respect for the basic values and ethics, such as honesty, discipline, tolerance. This Problem is what ignited K.H. Ahmad Dahlan (1868-1923) and Muhammad Fethullah Gülen (1838 - ...) strengthening Islamic education. This study aims to understand the concepts, practices, and comparative Islamic education K.H. Ahmad Dahlan and Muhammad Fethullah Gülen. This type of research is the study of literature with historical and philosophical approach.The results show: first, the concept of Islamic education K.H. Ahmad Dahlan stressed intregration of religious sciences and the modern sciences, tolerance, open to modernity and perfection of mind (intellect); for Fethullah Gülen education is a manifestation of Allah, which emphasizes ethics, science, and theology. Secondly, the common the sharing concept between the two are at: ideas, foundation, educational goals and teaching methods. Third, while the point of difference lies in the educational materials, dormitory educational models (boarding school) and implementing a system of moving class.
JALAN TERJAL MERIT SYSTEM DI MUHAMMADIYAH: STUDI KASUS SD MUHAMMADIYAH 14 SURAKARTA Estetika, Rio; Ali, Mohamad
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 17, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merit system di lembaga pendidikan menjadi salah satu langkah menuntaskan problemkepastian karir bagi guru. Merit system diterjemahkan sebagai pembayaran imbalan(reward) yang dikaitkan dengan jasa atau kinerja seseorang atau manfaat yang telahdiberikan karyawan kepada organisasi. Dalam rangka memahami penerapan merit systemdi lembaga pendidikan, maka dilakukan penelitian di SD Muhammadiyah 14 Surakarta.Penelitian dilakukan dengan wawancara pemangku kepentingan dan observasi. Meritsystem di SD Muhammadiyah 14 Surakarta dalam menjamin karir guru adalah denganmemberikan apresiasi kinerja dan pengembangan kompetensi. Kemudian, hambatanterbesar implementasi merit syatem antara lain: (1) adanya perasaan tidak adil yangditerima oleh beberapa guru; (2) masih terdapat guru yang kerjanya belum maksimal: (3)nepotisme dalam jabatan; dan (4) ketidakseimbangan pendelegasian tugas kepada guru.
PENGARUH ZONASITERHADAP ARUS MASUK PESERTA DIDIK BARUDI SMP MUHAMMADIYAH KOTA SURAKARTA Hanifah, Rizky; Ali, Mohamad
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 17, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan zonasi merupakan suatu kegiatan dalam Penerimaan Peserta DidikBaru yang menjadikan wilayah sebagai tolok ukur diterimanya calon peserta didikbaru di sekolah negeri. Kebijakan ini menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pengaruh kebijakan zonasiterhadap arus masuk peserta didik baru di SMP Muhammadiyah Kota Surakarta; (2)Menganalisis tanggapan pengelola dan penyelenggara SMP Muhammadiyah diSurakarta terhadap kebijakan zonasi.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode mix method danpendekatan fenomenologis. Pengambilan data, peneliti menggunakan metodewawancara, dokumentasi dan observasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh zonasi terhadap arus masukpeserta didik baru di SMP Muhammadiyah Kota Surakarta bervariasi. SMPMuhammadiyah PK dan SMP Muhammadiyah 1 Surakarta tidak begitu berpengaruhterhadup arus masuk peserta didik baru. Tetapi, di SMP Muhammadiyah 4 dan SMPMuhammadiyah 5 berpengaruh negatif terhadap arus masuk peserta didik baru.Pengelola sekolah juga memberikan tanggapan yang beragam dalam mengadapikebijakan zonasi. Sebagai penyelenggara sekolah, Majelis Dikdasmen PDM KotaSurakarta menilai bahwa kebijakan zonasi dianggap kurang adil dan tidak memilikistrategi khusus dalam menghadapi zonasi.
PERCIKAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN MOHAMMAD DJAZMAN: Kajian Konsep “Muslim Intelektual” dan “Ethos Kerja Islam” Mohamad Ali; Dartim Ibnu Rush
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mohammad Djazman (1938-2000) seorang aktivis dakwah, praktisi pendidikan, penggerak angkatan muda, dan seorang pemikir ulung yang melampaui disiplin-disiplin keilmuan konvensional. Jejak-jejak amalnya dapat diketahui dengan cepat, misal kepeloporannya dalam perintisan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Namun, ketika sesorang ingin mengetahui bagaimana buah pemikirannya, akan menemui sejumlah kendala. Oleh karena itu, dibutuhkan energi intelektual untuk menggali horizon pemikirannya, sehingga generasi yang lebih kemudian tidak mengalami kesulitan untuk membaca dan memahami pemikiran tokoh-tokoh inspiratif, termasuk Mohammad Djazman. Tulisan ini berupaya menggali percikan pemikiran pendidikan beliau dengan menelusuri konsep-konsep kunci yang dipakainya dalam berbagai tulisan. Konsep “Intelektual Muslim” atau “Muslim Intelektual” dan “ethos kerja Islam” dua konsep yang sering digunakan Mohammad Djazman. Secara filosofis, pemikiran pendidikannya dapat dikategorikan sebagai pendidikan bercorak progresif religius
KOMPARASI PENDIDIKAN ISLAM K.H. AHMAD DAHLAN DAN MUHAMMAD FETHULLAH GÜLEN Mohamad Ali
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 14, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic education is considered only oriented to the hereafter alone, teach rituals and develop a defensive posture and formisme paradigm. On the other hand, Islamic education is faced with the phenomenon of discontinuity which marked the waning value of respect for the basic values and ethics, such as honesty, discipline, tolerance. This Problem is what ignited K.H. Ahmad Dahlan (1868-1923) and Muhammad Fethullah Gülen (1838 - ...) strengthening Islamic education. This study aims to understand the concepts, practices, and comparative Islamic education K.H. Ahmad Dahlan and Muhammad Fethullah Gülen. This type of research is the study of literature with historical and philosophical approach.The results show: first, the concept of Islamic education K.H. Ahmad Dahlan stressed intregration of religious sciences and the modern sciences, tolerance, open to modernity and perfection of mind (intellect); for Fethullah Gülen education is a manifestation of Allah, which emphasizes ethics, science, and theology. Secondly, the common the sharing concept between the two are at: ideas, foundation, educational goals and teaching methods. Third, while the point of difference lies in the educational materials, dormitory educational models (boarding school) and implementing a system of moving class.
JALAN TERJAL MERIT SYSTEM DI MUHAMMADIYAH: Studi Kasus SD Muhammadiyah 14 Surakarta Rio Estetika; Mohamad Ali
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 17, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merit system di lembaga pendidikan menjadi salah satu langkah menuntaskan problemkepastian karir bagi guru. Merit system diterjemahkan sebagai pembayaran imbalan(reward) yang dikaitkan dengan jasa atau kinerja seseorang atau manfaat yang telahdiberikan karyawan kepada organisasi. Dalam rangka memahami penerapan merit systemdi lembaga pendidikan, maka dilakukan penelitian di SD Muhammadiyah 14 Surakarta.Penelitian dilakukan dengan wawancara pemangku kepentingan dan observasi. Meritsystem di SD Muhammadiyah 14 Surakarta dalam menjamin karir guru adalah denganmemberikan apresiasi kinerja dan pengembangan kompetensi. Kemudian, hambatanterbesar implementasi merit syatem antara lain: (1) adanya perasaan tidak adil yangditerima oleh beberapa guru; (2) masih terdapat guru yang kerjanya belum maksimal: (3)nepotisme dalam jabatan; dan (4) ketidakseimbangan pendelegasian tugas kepada guru.
PENGARUH ZONASITERHADAP ARUS MASUK PESERTA DIDIK BARUDI SMP MUHAMMADIYAH KOTA SURAKARTA Rizky Hanifah; Mohamad Ali
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 17, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan zonasi merupakan suatu kegiatan dalam Penerimaan Peserta DidikBaru yang menjadikan wilayah sebagai tolok ukur diterimanya calon peserta didikbaru di sekolah negeri. Kebijakan ini menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pengaruh kebijakan zonasiterhadap arus masuk peserta didik baru di SMP Muhammadiyah Kota Surakarta; (2)Menganalisis tanggapan pengelola dan penyelenggara SMP Muhammadiyah diSurakarta terhadap kebijakan zonasi.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode mix method danpendekatan fenomenologis. Pengambilan data, peneliti menggunakan metodewawancara, dokumentasi dan observasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh zonasi terhadap arus masukpeserta didik baru di SMP Muhammadiyah Kota Surakarta bervariasi. SMPMuhammadiyah PK dan SMP Muhammadiyah 1 Surakarta tidak begitu berpengaruhterhadup arus masuk peserta didik baru. Tetapi, di SMP Muhammadiyah 4 dan SMPMuhammadiyah 5 berpengaruh negatif terhadap arus masuk peserta didik baru.Pengelola sekolah juga memberikan tanggapan yang beragam dalam mengadapikebijakan zonasi. Sebagai penyelenggara sekolah, Majelis Dikdasmen PDM KotaSurakarta menilai bahwa kebijakan zonasi dianggap kurang adil dan tidak memilikistrategi khusus dalam menghadapi zonasi.
MENUJU TEORISASI PENDIDIKAN BERKEMAJUAN Mohamad Ali
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah dinilai sebagai peletak dasar, sekaligus pelopor pendidikan modern religius di Indonesia. Secara kelembagaan, amal usaha pendidikan masing terus bertahan dan tumbuh di berbagai penjuru tanah air, mulai tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Corak kepeloporan satu abad lalu berupa eksperimentasi institusi pendidikan modern religius, sedangkan agenda mendesak pada abad ini ialah menyusun bangun teori pendidikan. Ada dua arah untuk menyusun bangun atau mengembangakan suatu teori, model teori aksiomatis/deduktif hipotetik dan model teori berpola yang bersifat jalin-menjalin. Penelitian/disertasi penulis bisa dipandang sebagai ikhtiar pengembangan teori dengan “model pola” atau “peta pemikiran”.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Nizar Abdul Rohman Abil Fida Muhammad Qois Al Hadi Aboubacar Barry Abror Dikna Anugrah Abror Dikna Anugrah Agung Wahyu Utomo Ahmad Fauzi Ahmad Muzaki Ahmad Muzaki Aji Abdullah Akbar Waliyuddin Pakpahan Alfan Rifai Alhijri, Muhammad Rasyidil Fikri Alya Amellia Ayu Janati Amir Reza Kusuma Ana Retna Anas Fauzi Hakimudin Andri Nirwana AN Arfi Fatah Nur Fadillah Ari Anshori Ari Anshori, Ari Ari Endartiningsih ARI SUSANTO Ari Susanto Ari Susanto Arief Maulana Arif Nasiruddin Arif Nasiruddin Aris Munandar Arman Maulana Ridho Arnawati Arnawati Arribath, Dzakiy Arsyada, Aziz Rizqi Atiqoh, Sifa Lutfiyani Azani, Mohamad Zakki Azis Ilham Saputra Azka Musthofa Bambang Sumardjoko Bayu Tiansyah Putra Bella Misbahati Putri Bima Azisza Mahardika Chori Miftahul Kosidatul Natus Chusniatun Chusnul Fauziah Clara Duta Wahyu Dinata Dartim Denise Kautsar Desi Amaliyah Devi Oktavia Dewi Nurlita Kurniawati Dewi Rohmah Diana Romdhoningsih Dimas Wisnu Wardana Dini Zakia Zahra Dzakiy Arribath Een Nuraeni Eka Andy Ristianto Eko Nur Wahyudi Elias Ahmed Elly Ulfah Wardani Erham Budi Wiranto Erna Widiyastuti Ernita Chandra Choirunisa Estetika, Rio Fadeli Fadeli Fadhia Ananda Fadhilla Nangroe Anggraini Fadilah Fadilah Farida, Gina Fauzan Addinul Jihad Febri Bekti Febriyani Amelia Putri Fifi Nur Lynda Febriyani Fiftiyansyah, Mohamad Dzikri Fricticarani, Ade Hadi, Muhammad Wafi Hilman Luthfil Hafidz . Halima, Raden Ayu Hamzah Kamaludin Hana Ayu Safitri Handito, Rama Hanida Putri Utami Hanif Suni Hanifah, Rizky Hannah Ummu Atikah Hasniar Amanah Hera Damayanti Hidayat, Syamsul Hoga Saragih Husna Nashihin Ihsan Faizal Indah Setyaningrum Insani, Zulaiha Nurul Isa Ahlian Muttaqin Istanto Istanto Istanto Jafar Ihza Yuska Azzacky Janati, Alya Amellia Ayu Jannah, Khonsa? Izzatul Jobeda Khanom Jobeda khanom Juli Arianto Jumhana, Enjum Kamaludin, Hamzah Katla Novriyani Kautsar, Denise Khoiril Al Amin, Rizky Khonsa’ Izzatul Jannah Kurnia Dwi Ramadhani* Kusuma, Amir Reza Kusuma, Ria Nata Lail Septia Aidah Larasati, Indah Linda Ayu Sholekhah Lintang Faza Muqoddas Lumiati, Sri Luqman Hakim Lutfi Hafid Ramadana Lutfiah, Jihan Luthfi Syifa' Fauziyah M. Archie Hardinagoro Maghfiroh, Rofi Atina Mahardika, Bima Azisza Mahasri Shobahiya Malini Ganapathy Maradon, Permai Dwiki Mari Wulandari Maryam Hanifah Mashudi Al furqon Maulana, Abdul Khafid Rayhan Ma’arif Jamuin Moh Zakki Azanin Moh. Danil Warisi Mohamad Nur Rochim Maksum Mohamed Iyas Valarthodi Mohammad Archie Hardinagoro Mohammad Zakki Azani Moordiningsih Moordiningsih Mu'minah Mualim, Rojif Muchlis Nurseha Muchtar, Zulfa Iftinani Mufidatul Azizah Muh Nur Rochim Maksum Muhamad Subhi Apriantoro Muhammad Badat Alauddin Muhammad Badat Alauddin Muhammad Badat Alauddin Muhammad Farhan Muhammad Iqbal Al Fatih Muhammad Natsir Tarani Muhammad Ramadhansyah Muhammad Rasyidil Fikri Alhijri Muhammad Wafi Hilman Luthfil Hadi Muhammad Wildan Shohib Muk Andhim Mukhlis Royyani NS Munir, Ahmad Nubail Mursiti, Tutik Musa Asy'arie Muthoifin Mutohharun Jinan Na'imah, Ridha Naufal Aden Maheraka Niyom, Wanchai Nur Ayu Safitri Nur Wachidah Nurfitriana Nurfitriana Nurli Nurlinda Nurli Nurlinda Nursaidah Ahmad Nurseha, Muchlis Nurul Asma Khoiriyah Nurul Latifatul Inayati Oktaviyani, Rissa Oscharil Aji Mukti Pathurahman, Irfan Permata Ashfi Raihana Permatasari, Eka Wahyu Dian Pratiwi, Woro Yustia Punarsih Punarsih Punarsih, Punarsih Puput Anggreani Putri Komala Sari R. Bilqis Bunga Nirwana Ramadhani*, Kurnia Dwi Ramadhansyah, Muhammad Refi Mulyadi Retna, Ana Ria Nata Kusuma Riana Sari Ridlo Nur Aziz Rio Estetika Ristianto, Eka Andy Rizky Hanifah Rizky Khoiril Al Amin Rizqianto Hermawan Rohenah Rojif Mualim Royyani NS, Mukhlis Sabar Narimo Saif Uddin Ahmed Khondoker Salim, Hakimuddin Samsirin Saniati Saniati Saputra, Azis Ilham Sekar Ayu Aryani Setyarini, Tri Shohabia, Mahasri Sholahudin Muhammad Iqbal Sholihah, Munaya Maratus Sifa Lutfiyani Atiqoh Sinta Diah Ayu Wandani Siswanto Masruri Siti Hadiyati Nur Hafida Siti Mahfudoh Sodiq Azis Kuntoro SRI LESTARI Sri Sumarti Sri Wahyu Basuki Sudarno Shobron, Sudarno Sudarno Sudarno Surya, Jaka Sutrisno Sutrisno Syahrur Rohman Wahid Syamsudin Nawwar Hibatulloh SYAMSUL HIDAYAT Tika Retnowati Toni Ardi Rafsanjani Tri Era Khoiriyah Tri Setiyarini Tri Setyarini Triono Ali Mustofa Tsani, Bilal Ahmad Tutik Mursiti Viky Nur Vambudi Viky Nur Vambudi Wachidah, Nur Wachidi Wachidi Wahid Ahmad Al-Qodri Wahyono, Sigit Wanchai Niyom Waston Widiyarto, Angga Woro Yustia Pratiwi Zendi Ahmad Maghrobi Zidny Akrima Melati Zikroatul Nurul Uula