Articles
PENERAPAN METODE BERCERITA BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK
., Ni Komang Anggrayeni;
., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS;
., Didith Pramunditya Ambara, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v3i1.5896
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berbicara pada anak kelompok B1 di TK Kartika VII-3 Singaraja melalui metode bercerita berbantuan media audio visual. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan dua siklus. Subjek pada penelitian ini berjumlah 14 orang anak yang terdiri dari 5 anak perempuan dan 9 anak laki-laki. Variabel pada penelitian ini adalah keterampilan berbicara dan untuk mengumpulkan data tentang variabel tersebut digunakan metode observasi dengan menggunakan instrumen lembar observasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan keterampilan berbicara melalui kegiatan bercerita pada anak kelompok B1 TK Kartika VII-3 Singaraja Tahun ajaran 2014/2015. Hal ini terlihat dari rata-rata persen keterampilan berbicara anak pada siklus I sebesar 65,48% yang berada pada kategori sedang. Rata-rata keterampilan berbicara pada siklus II meningkat menjadi 81,25% yang berada pada kategori tinggi, ini menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 15,77%. Kata Kunci : metode bercerita, media audio visual, keterampilan berbicara. This research aims to determine the improvement of speaking skil of the student in B1 group in VII-3 Kartika Kindergarten Singaraja through stprytelling method helped by audio visual media. The design of this research is classroom action research with two cyclus. The subject’s amount of this research is fourteen children which consists of 5 girl and 9 boys. The variable of this research is speaking skill and in collecting the data about the varisable uses observation method by using the observation sheet as the instrument. The collected data analyted by using descriptive stastistical method and descriptive qualitative method. The result shows that, there is an improvement in speaking skill through grouped storytelling activity in B1 group VII-3 Kartika Kindergarten in 2014/2015 period. It showed by the mean percentage of speaking skill in the first cycle in 65,48% that is categorited as average. The mean percentage of the second cycle increase to the highest that is 81,25%, it shows there is 15,77.keyword : story telling method, audio visual media, speaking skill
PENERAPAN METODE BERMAIN OUTDOOR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK
., I Gusti Ayu Dwi Gunayanti;
., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS;
., Luh Ayu Tirtayani,S.Psi.,M.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v3i1.5898
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif anak kelompok A semester II tahun pelajaran 2014/2015 di TK Aisyiyah Singaraja setelah di terapkannya metode bermain outdoor. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok A semester II tahun ajaran 2014/2015 di TK Aisyiyah Singaraja dengan jumlah subjek 20 orang. Penelitian di lakukan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi yaitu metode analisis data statistik deskriptif dan metode statistik deskriptif kuantitatif. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata persentase kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bentuk, ukuran dan warna pada anak setelah penerapan metode bermain outdoor. Pada siklus I rata-rata persentase kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bentuk, ukuran dan warna pada anak adalah 68,00% yang berada pada kriteria sedang dan pada siklus II rata-rata persentase kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bentuk, ukuran dan warna pada anak menjadi 84,6 % yang berada pada kriteria tinggi. Jadi peningkatan kemampuan kognitif dalam mengenal konsep bentuk, ukuran dan warna pada anak dari siklus I ke siklus II sebesar 16,00%.Kata Kunci : metode bermain outdoor, kemampuan kognitif This study aims to determine the cognitive abilities improvement of children "A" group in second semester of the academic year 2014/2015 which located in Aisyiya Kindergarten Singaraja.The method of outdoor play was applied in the kindergarten. Thiresearch was a classroom action research (PTK). The subjects in this study were childrenin group A the second semester of the academic year 2014/2015 in kindergarten Aisyiyah Singaraja with a number of subjects 20 people. The research was conducted in two cycles namely cycle I and cycle II. The data collection in this research was used observation method and data analysis methods were used descriptive statistics analysis and quantitative descpriptive statistic methods. From the data analysis was shows that the average percentage of cognitive abilities was increased in recognizing the concept of shapes, sizes and colors in children after method of outdoor play was applied to the subjects. In the first cycle the average percentage of cognitive abilities in recognizing the concept of shapes, sizes and colors in children is 68.00% which catagorized by middle criteria and the second cycle the average percentage of cognitive abilities in recognizing the concept of shape, size and color of the child to be 84.6% which categorized by high criteria. So an increase in cognitive abilities in recognizing the concept of shapes, sizes and colors in children from the first cycle to the second cycle of 16.00%. keyword : outdoor play method, cognitive ability
PENERAPAN METODE BERCERITA BERBANTUAN MEDIA BONEKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK
., I Gusti Ayu Ketut Divtahari;
., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS;
., Didith Pramunditya Ambara, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v3i1.5912
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan menyimak anak kelompok A semester II Tahun Pelajaran 2014/2015 di TK Kartika VII-3 Singaraja. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah 16 anak kelompok A Semester II. Tahun Pelajaran 2014/2015 di TK Kartika VII-3 Singaraja. Data penelitian tentang kemampuan menyimak dikumpulkan melalui metode observasi dengan instrument berupa lembar observasi. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan presentase rata-rata pengembangan kemampuan menyimak anak pada siklus I sebesar 65,08% dengan kriteria sedang, menjadi 80,20% dengan kriteria tinggi pada siklus II, terjadi peningkatan sebesar 15,12%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa metode bercerita berbantuan boneka dapat meningkatkan kemampuan menyimak pada anak kelompok A Semester II. Tahun Pelajaran 2014/2015 di TK Kartika VII-3 Singaraja.Kata Kunci : kemampuan menyimak anak usia dini, media boneka, metode bercerita This study aimed to develop listening skill of children group A on second semester in academic year 2014/2015 at TK Kartika VII-3 Singaraja. This research is a classroom action research (PTK). Subjects of this research were 16 children group A in second semester. Academic year 2014/2015 at TK Kartika VII-3 Singaraja. The data about listening skill were collected through observation with the instrument such as observation sheet. The data were analyzed using descriptive statistical method and quantitatively. The result in this research showed an increase in the average percentage of the development of listening skills of children in the first cycle of 65.08% with moderate criteria, be 80.20% with the high criteria in the second cycle, an increase of 15.12%. Based on the research that has been done can be concluded that the method of storytelling aided puppet can improve listening skills in children in group A Semester II. 2014/2015 academic year in TK Kartika VII-3 Singaraja.keyword : listening capabilities early childhood, media puppet, storytelling method
PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING BERBANTUAN MEDIA MAZE UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK
., Putu Ayu Vediasmari;
., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS;
., Mutiara Magta, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v3i1.5919
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif setelah diterapkan metode problem solving berbantuan media maze pada anak kelompok B semester II tahun Pelajaran 2014/2015 di TK Çudha Çrama Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 24 anak TK pada kelompok B Semester II tahun pelajaran 2014/2015. Data tentang kemampuan kognitif anak kelompok B diperoleh dengan menggunakan metode problem solving. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil analisis data menunjukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan kognitif pada siklus I sebesar 78,1% yang berada pada kategori sedang dan pada siklus II meningkat menjadi sebesar 83,01% berada pada kategori tinggi. Kata Kunci : metode Problem Solving, peningkatan kemampuan kognitif, media maze This study aims to determine the increase in cognitive ability after application of media -assisted method of problem solving maze for children Group B 2014/2015 second semester of lessons in kindergarten Çudha Crama Singaraja . This research is a classroom action research conducted in two cycles . The subjects were 24 kindergarten children in group B the second semester of the school year 2014/2015 . Data about the cognitive abilities of children in group B was obtained by using the method of problem solving . Data were analyzed using descriptive statistics . Results of the data analysis showed that an increase in cognitive ability in the first cycle of 78.1 %, which is the medium category and the second cycle increased to 83.01 % at the high category .keyword : Problem Solving method, an increase in cognitive ability, media maze
PENERAPAN METODE PROYEK MELALUI KEGIATAN 3M UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK KELOMPOK A
., Putu Ida Arsani Dewi;
., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS;
., Mutiara Magta, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v3i1.5920
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kreativitas melalui penerapan metode proyek melalui kegiatan 3M pada anak kelompok A semester II tahun pelajaran 2014/2015 TK Negeri Pembina Singaraja. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi / evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak TK kelompok A yang berjumlah 16 orang anak. Data penelitian diperoleh melalui metode observasi dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode proyek melalui kegiatan 3M dapat meningkatkan kreativitas anak TK kelompok A. Hal ini dapat dilihat adanya peningkatan rata-rata persentase kreativitas kegiatan 3M pada siklus I sebesar 75,50% yang berada pada kategori sedang dan mengalami peningkatan sebesar 13,14% pada siklus II menjadi 85,42% yang berada pada kategori tinggi. Kata Kunci : metode proyek, kegiatan 3M, kreativitas. This study aims to determine the increase in creativity through the implementation of the project through the 3M method on children in group A the second semester of the academic year 2014/2015 Pembina State TK Singaraja. This study uses a Class Action Research (PTK) carried out two cycles. Each cycle consists of planning, action, observation / evaluation and reflection. The subjects were a group of kindergarten children numbering 16 children. The research data obtained through observation methods and analyzed using quantitative descriptive analysis. The results showed that the implementation of the project through the 3M method can enhance the creativity of children kindergarten group A. It can be seen an increase in the average percentage of creativity 3M activity in the first cycle of 75.50%, which is in the moderate category and increased by 13, 14% in the second cycle be 85.42% which is at the high category.keyword : project method, 3M activity, creativity
PENERAPAN METODE BERCERITA DENGAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA ANAK
., Ida Ayu Komang Sri Widianti;
., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS;
., Nice Maylani Asril, S.Psi.,M.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v3i1.6010
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berbicara setelah penerapan metode bercerita dengan media gambar pada anak Kelompok B Semester II Tahun Pelajaran 2014/2015 Di TK Tunas Mekar Dusun Tetelan. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah anak kelompok B semeseter II tahun Pelajaran 2014/2015 TK Tunas Mekar Dusun Tetelan, sebanyak 20 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan instrument pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan berbicara setelah penerapan metode bercerita dengan media gamabar pada anak Kelompok B Semester II Tahun Pelajaran 2014/2015 Di TK Tunas Mekar Dusun Tetelan sebesar 28,74%. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan rata-rata persentase keterampilan berbicara anak pada siklus I sebesar 56,56% dengan kriteria rendah menjadi sebesar 85,3% pada siklus II yang ada pada kriteria tinggi. Dengan demikian penerapan metode bercerita dengan media gambar untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak kelompok B semester II tahun pelajaran 2014/2015 Di TK Tunas Mekar.Kata Kunci : metode bercerita, media gambar, keterampilan berbicara, anak usia dini This research was aimed to know the increase speaking skill by integrating storytelling and picture series method for students in B group 2nd Semester in TK Tunas Mekar Tetelan academic year 2014/2015. This research was a classroom action research (CAR) which was held into two cycles. The subject of this research were all students in B group 2nd Semester in TK Tunas Mekar Tetelan academic year 2014/2015 which were contained 20 students. In this research, the data collection was obtained by using observation method and instrument of data collection used observation sheet. In this research used descriptive statistical analysis and quantitative descriptive statistical analysis method.The result of this research showed that there is a significant increase in speaking skill by integrating storytelling and picture series method for students in B group 2nd Semester in TK Tunas Mekar Tetelan academic year 2014/2015 with percentage 28.74%. This result can be seen in the first cycle, there was an increase of percentage in students’ average speaking skill with percentage about 56.56%. The second cycle obtained percentage about 85.3% which was categorized as high score. In conclusion, the integration of storytelling and picture series method can increase students’ speaking skill in B group 2nd Semester in TK Tunas Mekar Tetelan academic year 2014/2015.keyword : storytelling method, picture series, speaking skill,early childhood
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN KERJASAMA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK SAIWA DHARMA BANYUNING TAHUN AJARAN 2015/2016.
., Ketut Seni Lestari;
., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS;
., Putu Aditya Antara, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Agutus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v4i2.7788
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan kerjasama anak usia 5-6 tahun di TK Saiwa Dharma Banyuning tahun pelajaran 2015/2016 melalui penerapan kegiatan model pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian post-test control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelompok B TK Saiwa Dharma Banyuning tahun pelajaran 2015/2016. Sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 2 kelompok yaitu kelompok B1 dan kelompok B2. Data hasil penelitian dikumpulkan dengan metode observasi. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif. Berdasarkan analisis data dapat digambarkan bahwa, hasil kemampuan kerjasama anak kelompok eksperimen mencapai M% = 93,6% dan tergolong pada kriteria sangat tinggi sedangkan hasil kemampuan kerjasama anak kelompok kontrol mencapai M% = 88,0% dan tergolong pada kriteria tinggi. Kemudian dari perhitungan uji hipotesis melalui uji-t ditemukan nilai t sebesar 2,317 dengan sig.α 0,02. Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa penerapan kegiatan model pembelajaran berbasis proyek di TK Saiwa Dharma Banyuning tahun pelajaran 2015/2016 berpengaruh positif terhadap hasil kemampuan kerjasama anak. Kata Kunci : model pembelajaran berbasis proyek, kemampuan kerjasama, eksperimen This study aims to determine differences in the ability of cooperation of children aged 5-6 years in kindergarten Saiwa Dharma Banyuning 2015/2016 school year through the implementation of project-based learning model activities. This study is a quasi-experimental research (quasi experiment) with the study design of post-test control group design. The population in this study is the whole group B TK Saiwa Dharma Banyuning the school year 2015/2016. Samples were taken by purposive sampling technique that involves 2 groups: group B1 and B2. Data were collected by observation. Collected data were analyzed with descriptive statistical analysis methods. Based on data analysis can be drawn that, the results of our joint capabilities child reaches the experimental group M% = 93.6% and classified at very high criteria while the result of joint capabilities child reaches the control group M% = 88.0% and classified at high criteria. Then from the calculation of hypothesis testing via t-test was found t value of 2.317 to 0.02 sig.α. Any significant differences indicate that the implementation of activity-based learning model kindergarten project in Saiwa Dharma Banyuning 2015/2016 school year a positive influence on the results of our joint capabilities of children. keyword : project-based learning model, the ability of co-operation, experiment
PENGARUH KEGIATAN FINGER PAINTING BERBASIS TEORI LOKOMOSI TERHADAP KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK
., Dewa Ayu Ketut Gayatri Suciati;
., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS;
., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Agutus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v4i2.7791
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan motorik halus antara anak yang mengikuti pembelajaran dengan melalui kegiatan finger painting berbasis teori lokomosi dan kelompok anak yang tidak diberikan kegitan finger painting berbasis teori lokomosi anak kelompok B pada tahun pelajaran 2015/2016 di TK Widya Kumarasthana Banyuning. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan post-tes only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B di TK Widya Kumarasthana Banyuning yang berjumlah 32 anak. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Instrument penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah rubrik.. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistic deskriptif. Uji hipotesis menggunakan analisis uji-t. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan analisis uji-t terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan motorik halus antara kelompok anak yang diberikan kegiatan finger painting berbasis teori lokomosi dengan kelompok anak yang tidak diberikan kegiatan finger painting berbasis teori lokomosi. Dimana thit > ttabel (20. 69>2.042). dengan demikian berarti kegiatan finger painting berbasis teori lokomosi berpengaruh positif terhadap keterampilan motorik halus anak. Kata Kunci : finger painting, teori lokomosi, keterampilan motorik halus This study aims to find a significant difference between the fine motor skills of children who attend learning through finger painting activity-based theory of locomotion and the group of children who were not given the activity-based theory of locomotion finger painting children in group B in the academic year 2015/2016 in kindergarten Widya Kumarasthana Banyuning , This study is a quasi-experimental research design using post-test only control group design. The study population was all children in kindergarten group B Widya Kumarasthana Banyuning totaling 32 children. Samples were taken using total sampling technique. Research instrument used to collect data was rubric. Data were analyzed using descriptive statistics. Hypothesis testing using t-test analysis. Based on the results of data analysis using t-test analysis there are significant differences between the groups of fine motor skills of children given finger painting activity-based theory of locomotion with groups of children who are not given the finger painting activity-based theory of locomotion. Where thit> ttabel (20. 69> 2,042). thus meaning finger painting activity-based theory of locomotion positive effect on fine motor skills of childrenkeyword : finger painting, the theory of locomotion, fine motor skills
IMPLEMENTASI TEKNIK MODELING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA ANAK KELOMPOK B1
., Ni Putu Vivin Indrawati;
., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS;
., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Agutus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v4i2.7793
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya anak yang mengalami kesulitan dalam kemampuan berbicara berdasarkan hasil pencapaian kemampuan berbicara yang berada pada kategori sangat rendah. Sehingga ditawarkan teknik modeling untuk meningkatkan kemampuan berbicara pada anak kelompok B1 di TK Ganesha Singaraja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi teknik modeling dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada anak kelompok B1 di TK Ganesha Singaraja Semester II Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Adapun subjek penelitian ini adalah sebanyak 16 anak (12 orang anak laki-laki dan 4 orang anak perempuan). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan berbicara setelah diterapkan teknik modeling pada siklus I sebesar 63,33% yang tergolong pada kriteria rendah dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 82,53% yang tergolong pada kriteria tinggi. Jadi, terjadi peningkatan kemampuan berbicara dari siklus I ke siklus II sebesar 19,20%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa teknik modeling dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada anak kelompok B1 di TK Ganesa Singaraja.Kata Kunci : teknik modeling, kemampuan berbicara, anak usia dini This research is motivated by still many children who have difficulty in speaking based on the achievement of the speaking that was at the very low category. Thus offered modeling techniques to improve the speaking ability to children in kindergarten Ganesha B1 group Singaraja. This study aims to determine the implementation of modeling techniques can improve the speaking ability to children in kindergarten Ganesha B1 group Singaraja Semester II Academic Year 2015/2016. This research is classified as a class action research (CAR) conducted in two cycles. The subject of this research were 16 children (12 boys and 4 girls). Collecting data in this study using the method of observation. Data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and quantitative descriptive statistical analysis methods. The analysis shows that there is an increased speaking ability after application of modeling techniques in the first cycle of 63.33% belonging to the low criteria and increased in the second cycle into 82.53% belonging to the high criteria. So, there is increased speaking ability from the first cycle to the second cycle of 19.20%. Based on the results of that study concluded that the modeling techniques can improve the speaking ability to children in kindergarten Ganesha B1 group Singaraja.keyword : modeling techniques, speaking ability, early childhood
PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL DENGKLENG DENGAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KESEIMBANGAN TUBUH PADA ANAK KELOMPOK A SEMESTER II TAHUN AJARAN 2015/2016 DI TK KARTIKA VIII-3 SINGARAJA
., Luh Ayuning Sundari;
., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS;
., Putu Aditya Antara, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): Agutus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v4i2.7977
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keseimbangan tubuh pada anak kelompok A semester II di TK Kartika VII-3 Singaraja dengan menerapkan permainan tradisional dengkleng dengan metode demonstrasi . Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang mana penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah anak kelompok A TK Kartika VII-3 Singaraja semester II tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 25 orang. Data penelitian tentang keseimbangan tubuh anak diperoleh dengan menggunakan metode observasi. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis statistik deskriptif kualitatif dan metode analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukan bahwa terjadi peningkatan keseimbangn tubuh pada anak kelompok A pada siklus I sebesar 58% yang berada pada kategori rendah ternyata mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 89% yang tergolong pada kategori tinggi. Jadi terjadi peningkatan keseimbangan tubuh anak dengan menerapkan permainan tradisional dengkleng dengan metode demonstrasi pada anak sebesar 31%. Kata Kunci : Permainan tradisional dengkleng, metode demonstrasi, keseimbangan tubuh. This study aims to know the balance improvement in child’s body made by group A studenst of second semester in TK Kartika VII-3 Singaraja with traditional game, namely “Dengkleng” by using demonstration method. This study was designed in form of classroom action reseacrh wich was done in two cycles. The subject of this study was 25 students of group A of second semester in TK Kartika VII-3 Singaraja in academic year 2015-2016. The datas were gotten by using observations wich was analyzed using descriptive statistically and quantitative descriptive statistically. The result of the analysis shown the balance improvement in child’s body of group A in first cycle was 58% that meant was at low level. Mean while in second cycle shown the improvement was 89% that was categorized at high level. Therefore, it shown there was an improvement of the child’s body by applying the traditional game “Dengkleng” with demonstration method was 31%.keyword : Traditional game “Dengkleng”, demonstration method, body balance.