p-Index From 2021 - 2026
13.646
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Tekno - Pedagogi : Jurnal Teknologi Pendidikan Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Publikasi Pendidikan Jurnal Ekonomi Modernisasi Penggunaan Media Sains Flipbook dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Abjadia, International Journal of Education Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Manajemen Pendidikan International Journal of Artificial Intelligence Research Metodik Didaktik Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal TAM (Technology Acceptance Model) Wahana Islamika: Jurnal Studi Keislaman Educatio Aqlam: Journal of Islam and Plurality Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) Jurnal Basicedu Journal of Educational Research and Evaluation International Journal of Elementary Education Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar) Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) utile: Jurnal Kependidikan Buletin KKN Pendidikan Jurnal Paedagogy Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Jurnal Scientia Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Al-Muaddib : Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Civics Education And Social Science Journal (CESSJ) ASANKA: Journal of Social Science And Education PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Didaktika: Jurnal Kependidikan Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Jubaedah) Bulletin of Science Education Journal of Education Research Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Jurnal Basicedu Jurnal Ilmu Multidisplin Media Bina Ilmiah Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Eduvest - Journal of Universal Studies Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Pendidikan Non formal JIMAD : Jurnal Ilmiah Mutiara Pendidikan Proceeding International Conference on Mathematics and Learning Research Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar Jurnal TAM (Technology Acceptance Model) At-Tadris: Journal of Islamic Education PAEDAGOGIE Jurnal Penelitian Sains Teknologi International Journal of Teaching and Learning (INJOTEL) Quality
Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Relevansi Kurikulum Merdeka: Studi Kasus Kesenjangan antara Kompetensi Lulusan SMK dengan Tuntutan Industri Susi Rahayu; Ahmad Muhibbin; Sumardi Sumardi
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Oktober - November 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i4.1405

Abstract

Tingkat pengangguran yang tinggi di antara lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menunjukkan adanya gap kompetensi yang terus-menerus antara dunia pendidikan dan dunia bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi relevansi Kurikulum Merdeka di pendidikan vokasi dengan menganalisis kesenjangan antara kompetensi lulusan dan tuntutan dunia industri. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya tingkat pengangguran lulusan SMK yang mengindikasikan adanya skill gap meskipun kurikulum baru telah diimplementasikan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMK Muhammadiyah 1 Baturetno, penelitian ini menggali secara mendalam makna relevansi, persepsi mengenai kesenjangan kompetensi, serta faktor pendukung dan penghambat implementasi Kurikulum Merdeka. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan mitra industri; observasi partisipatif; serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Relevansi kurikulum dimaknai secara berbeda oleh pemangku kepentingan, menciptakan diskoneksi antara tujuan administratif dan kebutuhan praktik industri; (2) Kesenjangan kompetensi masih signifikan, terutama pada aspek soft skills (inisiatif, komunikasi) dan penguasaan teknologi industri terkini; (3) Implementasi Kurikulum Merdeka didukung oleh komitmen pimpinan, namun terhambat oleh keterbatasan fasilitas, resistensi guru, dan kolaborasi industri yang masih bersifat permukaan. Kesimpulannya, Kurikulum Merdeka di level sekolah belum secara optimal menjembatani kesenjangan kompetensi karena implementasinya masih berfokus pada pemenuhan prosedur daripada substansi kemitraan industri yang mendalam.?
Manajemen Supervisi Akademik pada Bidang Produktif dan Normatif untuk Meningkatkan Manajemen SDM Susi Rahayu; Anam Sutopo; Ahmad Muhibbin; Sutama; Sri Katoningsih
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i1.6868

Abstract

Manajemen supervisi akademik merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guru, namun efektivitasnya seringkali diperiksa di lembaga-lembaga pendidikan yang kompleks seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memiliki bidang ajar produktif dan normatif dengan karakteristik berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas supervisi manajemen akademik pada guru bidang produktif dan normatif dalam upaya meningkatkan manajemen SDM di SMK Muhammadiyah 1 Baturetno. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dengan informan yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, serta guru dari kedua bidang. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Praktik supervisi secara substansial berbeda; pengawasan pada guru produktif fokus pada aspek teknis dan relevansi industri, sedangkan pada guru normatif lebih menekankan pada inovasi pedagogis dan pengelolaan kelas. (2) Terdapat perbedaan persepsi efektivitas yang signifikan; guru merasa pengawasan produktif kurang membantu dalam pembaruan pengetahuan teknis, sementara guru normatif merasa sangat terbantu dalam strategi pengembangan mengajar. (3) Model pengawasan “satu untuk semua” terbukti tidak efektif karena gagal menjawab kebutuhan pengembangan profesional yang spesifik pada masing-masing bidang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas pengawasan sebagai alat manajemen SDM di SMK menuntut adanya pendekatan yang terdiferensiasi, baik dalam instrumen, fokus pengawasan, maupun program tindak lanjutnya.
Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah: Sintesis Literatur Nasional dan Internasional 2021–2025 Supriyadi, M. Yusup; As Zahro, Masithoh Afifah Nuraini; Yozaga, Buana Tirta; Adianingsih, Putri; Muhibbin, Ahmad; Wibawa, Sutrisna
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5360

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka sebagai kebijakan pemulihan pembelajaran pascapandemi COVID-19 merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas proses belajar melalui pendekatan yang fleksibel, kontekstual, berpihak pada peserta didik, serta menguatkan Profil Pelajar Pancasila dan kompetensi abad ke-21. Namun, di tingkat satuan pendidikan, pelaksanaannya belum optimal karena berbagai hambatan implementatif yang kompleks dan sistemik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hambatan utama implementasi Kurikulum Merdeka, mengkaji hambatan dominan pada aspek kompetensi guru, asesmen pembelajaran, serta sarana-prasarana dan dukungan sumber daya, serta menyusun rekomendasi strategis berdasarkan sintesis literatur nasional dan internasional periode 2021–2025. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode review literatur naratif, data dikumpulkan melalui studi dokumentasi artikel jurnal dan publikasi ilmiah yang tersedia penuh. Analisis dilakukan dengan teknik analisis isi tematik, meliputi pengkodean, pengelompokan kategori, dan sintesis temuan lintas studi. Hasil menunjukkan hambatan dominan meliputi keterbatasan pemahaman dan kompetensi guru dalam pembelajaran berdiferensiasi serta penyusunan modul ajar, kesulitan penerapan asesmen diagnostik dan formatif akibat pergeseran paradigma penilaian yang belum merata, serta ketimpangan sarana-prasarana, akses teknologi, dan sumber daya antar sekolah. Literatur menegaskan pentingnya pelatihan guru berkelanjutan dan praktis, pendampingan implementasi intensif, pemerataan fasilitas pembelajaran, serta penguatan manajemen kebijakan agar Kurikulum Merdeka tidak sekadar administratif, melainkan berdampak nyata pada peningkatan mutu dan pemerataan kualitas belajar di seluruh satuan pendidikan.
Humanisasi Sistem Penilaian: Menggeser Paradigma dari Ranking menuju Asesmen Autentik di Sekolah Dasar Ari, Lukit Adi Syam; Sulanjari, Wegang Sri; Yusuf, Muh Nur Azis; Muzakki, Ghufron Ahmad; Arjanti, Evylia Ratna; Muhibbin , Ahmad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5423

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut transformasi fundamental dari sekadar transfer pengetahuan menuju pengembangan karakter dan kompetensi holistik peserta didik. Namun, praktik pendidikan di sekolah dasar masih banyak didominasi oleh sistem penilaian berbasis pemeringkatan atau ranking yang cenderung bersifat dehumanis dan reduktif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi secara mendalam pergeseran paradigma penilaian di SDN Telukan 02, dari budaya testing menuju budaya asesmen autentik yang memanusiakan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, sistem ranking berdampak negatif terhadap kondisi psikologis siswa, berupa kecemasan akademik, penurunan harga diri, dan pelabelan negatif. Kedua, strategi humanisasi pendidikan diterapkan melalui asesmen diagnostik, diversifikasi instrumen penilaian seperti proyek dan portofolio, serta umpan balik konstruktif. Ketiga, transformasi penilaian menghadapi tantangan manajerial berupa resistensi guru terhadap beban administrasi dan ekspektasi orang tua yang masih berorientasi pada kompetisi angka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa asesmen autentik dalam kerangka Kurikulum Merdeka merupakan instrumen strategis untuk mengembalikan hakikat pendidikan sebagai proses humanisasi dan pengembangan potensi peserta didik secara utuh, berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan psikologis siswa sekolah dasar. Temuan ini memperkuat urgensi reformasi penilaian demi terciptanya iklim belajar yang inklusif, dialogis, dan berpusat pada anak
EVALUASI KOMPETENSI GURU DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21: ANALISIS PROSES MODEL CIPP DI SMPI-PK MUHAMMADIYAH DELANGGU Afifah, Khoiri Yahya; Zaenal Abidin; Ahmad Muhibbin; Agus Susilo
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.38478

Abstract

The study aims to evaluate the implementation of teacher competency in 21st- century learning at SMP IPK Muhammadiyah Delanggu, specifically highlighting the quality of the teaching and learning process execution. This evaluation research utilizes the CIPP Model (Context, Input, Process, Product) approach, with the main focus on the Process dimension to analyze how teacher competencies are translated into classroom instruction. Data were collected through structured observation of core subject teachers, in-depth interviews with teachers and school management, and analysis of Lesson Implementation Plans (RPP/Lesson Plans). The results of the process analysis indicate that the implementation of Collaboration, Communication, and Innovation competencies falls into the Fairly Good category, supported by ICT integration and the commitment of the school management. Teachers consistently facilitate group assignments and utilize simple digital media. Furthermore, the integration of Islamic values in general subjects was also well-executed, aligning with the institution's vision. However, key findings identify a significant gap in Critical Thinking competency. The average proficiency of teachers in triggering Higher Order Thinking Skills (HOTS) questions remains relatively low, indicating insufficient transfer from training to classroom practice. The main obstacle identified was the lack of duration and intensity of practical mentorship following training (clinical supervision). This study recommends the need for continuous professional development more focused on strengthening critical pedagogy, particularly in designing stimuli to enhance students' analytical thinking skills.
PENGUATAN BUDAYA MUTU MELALUI SUPERVISI PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BERBASIS NILAI ISLAM Joko Setiono; Erwin Ardianzah; Ahmad Muhibbin; Anam Sutopo
AL-MUADDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to understand the role of educational supervision in strengthening an Islamic values-based quality culture at MI Muhammadiyah Kasihan IV Tegalombo. In the Society 5.0 era, Islamic schools are expected to produce not only intelligent but also moral and civilized students. The study uses a qualitative case study approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the principal, teachers, staff, and students. Analysis followed the Miles, Huberman, and Saldana model with source triangulation for validity. The findings reveal that educational supervision is conducted in a humanistic and reflective manner. The principal acts as a murabbi, guiding teachers’ professional and spiritual growth. Quality culture develops from faith-based awareness rather than systemic pressure. The values of sincerity, trustworthiness, excellence (ihsan), and responsibility underpin all educational activities. Supervision is carried out through dialogue and consultation, fostering a spirit of togetherness. Islamic values-based supervision effectively strengthens quality culture, creating a learning ecosystem that is high-quality, character-driven, and spiritually grounded reviving education’s essence as a process of humanization.
Peer Supervision as a Collaborative Approach to Improving Teacher Professionalism: A Case Study in a Public Junior High School Widodo, Sapto; Sumardjoko, Bambang; Muhibbin, Ahmad
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2025: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe peer supervision practices, teacher responses, and its contribution to enhancing teacher professionalism at SMP Negeri 1 Kebakkramat. A qualitative approach was employed, collecting data through questionnaires, interviews, and observations with 18 teachers. The findings show that peer supervision is conducted systematically through pre-supervision, implementation, and reflection stages. Teachers responded positively, felt free to share teaching practices, and experienced enhanced collaboration. The collaboration includes joint preparation of teaching materials, development of instructional media, and discussions on classroom management. Peer supervision significantly contributes to improving teacher professionalism, particularly in lesson planning, teaching methods, classroom management, and self-reflection. Challenges include limited time, administrative workload, and varying levels of commitment. Overall, peer supervision is an effective strategy for fostering a culture of professionalism in schools.
Reconstruction of the Ethics of Artificial Intelligence Development in Islamic Philosophy and Muhammadiyah Thought Ismiyanto, Mazwar; Anif, Sofyan; Prayitno, Harun Joko; Muhibbin, Ahmad; Kusumaningtyas, Dian Artha; Handayani, Trisakti
Jurnal Penelitian Sains Teknologi Vol. 2, No. 1, March 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/saintek.v2i1.16201

Abstract

This study aims to analyze the perspectives of al-Islam and Muhammadiyah on the development of Artificial Intelligence (AI) within the framework of ethics, epistemology, and the concept of blessing (barakah). The research employs a qualitative approach using a library research method, through the analysis of literature on Islamic philosophy, Muhammadiyah thought, and studies on technology ethics and AI. The data were analyzed using content analysis and hermeneutic techniques to identify normative principles relevant to responding to AI development. The findings indicate that Islam views technology as an instrument of the human mandate of khalifah (vicegerency), which must be directed toward public welfare (maslahah), justice, and balance between worldly life and the hereafter. The concept of Islamic ethics including tawhid, adl, moral character (akhlaq), and social responsibility serves as the normative foundation for evaluating and utilizing AI. Knowledge (ilm) is understood as a religious obligation that is not morally neutral; therefore, AI development must be oriented toward truth and benefit. Meanwhile, the concept of blessing (barakah) emphasizes sustainability and the spiritual dimension in the use of technology. From the Muhammadiyah perspective, the integration of religion and science, the strengthening of education, and community empowerment constitute the primary principles in AI development. AI is positioned as a means of civilizational renewal that must be guided by ethical values to prevent injustice or dehumanization. Thus, al-Islam and Muhammadiyah offer an integrative and normative philosophical framework for directing AI development in a responsible, just, and spiritually meaningful manner.
A Formative–Summative Evaluation of Qur’anic Memorization Learning in Primary Education Using Scriven’s Model Kurnia, Eni; Muhibbin, Ahmad; Sumardi, Sumardi
Tekno - Pedagogi : Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2026): Tekno-Pedagogi
Publisher : Program Magister Teknologi Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the implementation of the Tahfidz Al-Qur’an program as a core curricular component in Islamic elementary schools, focusing on its learning processes and contributions to character and religious education. Using a qualitative descriptive approach, the study seeks to understand how Tahfidz learning is structured, implemented, and experienced within everyday instructional practices at the primary education level. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews with Tahfidz teachers and school leaders, and analysis of curriculum documents and learning records. The findings indicate that the Tahfidz program is institutionally embedded within the school curriculum and consistently implemented across grade levels with learning targets adjusted to students’ developmental stages. The learning process is characterized by structured routines, repetitive memorization practices, intensive teacher–student interaction, and the integration of adab and discipline into daily learning activities. In addition to memorization outcomes, the program contributes to the development of positive learning habits, self-discipline, and sustained spiritual engagement among students. However, the evaluation of Tahfidz learning remains largely outcome-oriented, with limited emphasis on systematically documenting learning processes. Overall, the study highlights the Tahfidz Al-Qur’an program as a holistic educational approach that integrates cognitive, affective, and behavioral dimensions of learning from an early age, while emphasizing the importance of strengthening formative and process-oriented evaluation practices to enhance its effectiveness.
Implementasi Pembelajaran Kolaboratif Untuk Mengoptimalkan Critical Thinking Siswa Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan di Sekolah Menengah Kejuruan Regina; Sabar Narimo; Achmad Fathoni; Ahmad Muhibbin
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2084

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi esensial abad ke-21 yang penting dimiliki siswa, terutama dalam pendidikan vokasi yang menekankan keterampilan praktis dan analitis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas implementasi pembelajaran kolaboratif dalam mengoptimalkan keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKWU) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Partisipan terdiri atas guru dan siswa kelas XI SMK yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kolaboratif melalui diskusi kelompok, pemecahan masalah, dan proyek berbasis praktik mendorong peningkatan signifikan dalam lima indikator critical thinking, yaitu mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, mengevaluasi alternatif, mengambil keputusan logis, dan merefleksi hasil kerja. Proses pembelajaran juga membentuk interaksi sosial yang positif, meningkatkan keterampilan komunikasi dan kerja sama tim siswa. Strategi ini sejalan dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan prinsip Kurikulum Merdeka yang berpusat pada siswa. Meski demikian, kendala seperti partisipasi tidak merata dan keterbatasan waktu perlu mendapat perhatian serius. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan guru serta pengembangan model pembelajaran kolaboratif yang lebih sistematis dan kontekstual guna meningkatkan efektivitas proses pembelajaran di SMK. Temuan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam mengembangkan strategi pedagogis yang mampu membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan kewirausahaan.
Co-Authors Aan Yunianto Abd. Syakur Abd. Syakur Achmad Fathoni Achmad Fathoni, Achmad Achmad Muthali'in Adianingsih, Putri Afifah, Khoiri Yahya Agus Maryanto Agus Susilo Agus Susilo Ahmad Fathoni Ahsin Takiyudin Haniah Albi Arangga Alqudsi, Zainab Anam Sutopo Anggi Arum Dini Ani Syafriati Anton Adi Suryo Kusuma Arangga, Albi Ari, Lukit Adi Syam Arif Mustofa Helmi Aris Abadi Arjanti, Evylia Ratna Arsyadana Ilma As Zahro, Masithoh Afifah Nuraini Asriningrum, Novita Asriyanto, Amrih Mulat Arif Bambang Sumardjoko Bayu Kurniawan Budi Murtiyasa Choiriyah Widyasari Desi Yulihapsari Desilva Sindra Javanis Dewi, Intan Kumala Dian Artha Kusumaningtyas Dini Laili Tanika Djalal Fuadi Dwi Purwati Dwi Setyo Astuti Dyah Arti Mumpuni Dzulqornain, khilmi Efi Miftah Faridli Eko Wijiyono Elly Elliyun Endang Fauziati Erda Farid Hidayani Erna Sulistianingrum ERNA WIDYASARI Erna Widyasari Erwin Ardianzah Eti Endang Kusmiati Fatimah, Hana Fatmawati, Yuliana Indah Febrianti T. Lestari Ginda Tia Monica Hariyanti Hariyanti Harsono Harsono Harsono Harun Joko Prayitno Heri Susanto Hermawan Raharjo Putro Hernawan Tri Prasetyo Hesti iin wahyuni Indra Nur Rahman Indri Irwan Saputra Ismiyanto, Mazwar Isnaini Maratus Sholihah Isnaini Maratus Sholihah Iswantuti Iswantuti Itang Enrico Pradana Mahardhika Iyad Abdallah Al- Shreifeen Iyad Abdallah Al- Shreifeen Joko Setiono Joko Sutarso Kristiana, Dini Kurnia, Eni Kusno Hariyoko Laili Etika Rahmawati Lutfi Muzayya Natul Ishmah Markhamah Maulina, Eva Mazwar, Mazwar Ismiyanto Ma’rifah Ma’rifah Mohammad Nur Huda Muhammad Adam Ilham Mizani Muhammad Luthfi Hidayat Mukhamad Murdiono Murwanto Setyo Nugroho Mustofiyah, Lilik Muzakki, Ghufron Ahmad Nashiroh, Annisa Laylatun Nasution, Vita Mandalina Noor Banu Mahadir Naidu Nurdhiyanto Nurrochman, Taufik Nurul Qomariah Nuryati Nuryati Nuryati Nuryati Patmisari Permatasari, Widanti Popi Suranti Pramudika, Risang Galih Purnaningtyas, Afiani Purnawanto, Ahmad Teguh Putri Oviana Rahayu, Anny Regina Rezalfa Isro Khoirunisa Rita Dwi Nawanti Rizwatul Hasanah rohmah, rohmah Roni Agus Subagyo Rosit Mustofa ryanjani lila anggraita S Suansah Sabar Narimo Saefudin, Ady Safitri, Nurul Annisa Samiyanto Samiyanto Samiyanto, Samiyanto Sapto Widodo Saputra, Ridwan Cahya Saputri, Aulia Indah Sari, Wiwin Novita Sawitri, Nonik Wulan Septana Nur Hidayat Sholihah, Husna Imro’atush Sigit Haryanto Siti Malikah Slamet Sofyan Anif Sri Katoningsih Sri Wahyuni Suci Juniarto SUGIYANTO Sulanjari, Wegang Sri Sumardi Sumardi Sumardi Sumardi . Sumardi Sumardi Sumarni, Yayuk Sunariati, Rintik Sundari Sundari Sundari Sundari Supriyadi, M. Yusup Susanti, Irin Dwi Susi Rahayu Susi Rahayu Susi Rahayu Sutama Sutrisna Wibawa Teguh Waluyo Tjipto Subadi Tri Rohmadi Trisakti Handayani Triyatno Tulus Khairunisa Utami, Fajar Sri Wafa Taqiyya Wafrotur Rohmah Wafroturrohmah , Wafroturrohmah Wahyudi Taufan Santoso Wariso Wariso Wariso Wariso, Wariso Wibowo Heru Prasetiyo Widanti Permatasari Widartiningsih Widartiningsih Widodo, Sapto Wisnu Cahyo Laksono Wulandari, Herlina Tri Yenny Prastiwi Yozaga, Buana Tirta Yulia Maftuhah Hidayati Yunarta, Farizki Yunita Azmil Arofaturrohman Yusuf, Muh Nur Azis Zaenal Abidin Zainab Alqudsi Zukhrofa Rizkiana Ramadhani