p-Index From 2021 - 2026
7.106
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Gizi dan Pangan Jurnal Kebidanan Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT MEDIA MEDIKA INDONESIANA Journal of Nutrition and Health Media Kesehatan Masyarakat Indonesia JURNAL GIZI INDONESIA JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Jurnal Kedokteran Brawijaya Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Nutrition College Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Kesehatan Masyarakat Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin agriTECH Jurnal Kebidanan Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia The Indonesian Journal of Public Health The Indonesian Biomedical Journal Management Analysis Journal Universa Medicina Health Notions Jurnal Gizi Klinik Indonesia Journal Of Nursing Practice Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Amerta Nutrition Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Public Health Perspective Journal Jurnal Kesehatan Indonesia Jurnal Kesehatan JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan) Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang Journal of Robotics and Control (JRC) PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Farmasi MAHESA : Malahayati Health Student Journal Devotion: Journal of Research and Community Service Narra J Interdisciplinary Social Studies Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU International Journal of Science and Society (IJSOC) Berita Kedokteran Masyarakat Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah International Journal of Integrative Sciences Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Management of High Risk Pregnancy Early Detection on Antenatal Care at Primary Health Care in Jepara District Triana Widiastuti; Martha Irene Kartasurya; Dharminto Dharminto
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 2, No 3 (2014): Desember 2014
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.692 KB) | DOI: 10.14710/jmki.2.3.2014.%p

Abstract

Angka Kematian Ibu di Jepara tahun 2012 menduduki peringkat ke 10 di Jawa Tengah sebesar 21 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab terbanyak preeklamsi berat 8 orang (30%). Data PWS KIA menunjukkan cakupan deteksi dini risiko tinggi oleh tenaga kesehatan tahun 2012 sebesar 19,01%, belum mencapai target nasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen deteksi dini ibu hamil risiko tinggi pada pelayanan antenatal di tingkat puskesmas Kabupaten Jepara. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Variabel pada penelitian ini adalah input (SDM, dana, sarana, SOP), Proses (perencanaan, pembinaan, supervisi dan monitoring) dan Output. Informan utama adalah kepala Puskesmas dan Bidan koordinator. Informan triangulasi adalah Kasi Kesga (kepala seksi kesehatan keluarga) dari DKK (Dinas Kesehatan Kabupaten) dan 16 bidan desa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion. Pengolahan data dilakukan dengan metode analsis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas dengan cakupan rendah mempunyai rasio bidan per penduduk yang rendah, SOP belum ditempel, perencanaa dilaksanakan per tahun, pembinaan dilakukan setiap 6 bulan dan umpan balik hasil supervisi disampaikan secara lisan. Puskesmas dengan cakupan tinggi juga mempunyai rasio bidan per penduduk masih rendah, perencanaan dilaksanakan per bulan melalui lokakarya mini, pembinaan dilakukan per bulan, umpan balik supervisi disampaikan secara tertulis serta ada sangsi apabila laporan terlambat. Disimpulkan bahwa manajemen deteksi dini ibu hamil risiko tinggi dipengaruhi oleh perencanaan, pembinaan, dan supervisi/ monitoring. Disarankan kepada puskesmas untuk melakukan perencanaan dan pembinaan per bulan serta supervisi dan monitoring secara lebih intensif. Maternal Mortality Rate in Jepara District in 2012 placed the 10 th rank in Central Java, namely 21 per 100.000 live births. Severe preeclampsia was the most common cause, namely 8 persons (30%). Data of Local Area Monitoring in 2012 showed that coverage of high risk early detection by health workers was only 19.01% and had not achieved the national target yet. This research aimed to identify early detection management of a high risk pregnant woman on Antenatal Care services at health center in District of Jepara. This was qualitative research. Research variables were Input (human resources, funds, means, and Standard Operating Procedure), Process (planning, actuating, supervising, and monitoring), and Output. Main informants were head of health center and midwife coordinator. In addition, informants for triangulation purpose were head of family health section at District Health Office and 16 village midwives. Data were collected by conducting indepth interview and Focus Group Discussion. Furthermore, data were analyzed using a method of content analysis. The result of this research revealed that at health centers with low coverage, ratio between midwife and population was low, Standard Operating Procedure had not been displayed, planning was arranged annually, actuating was done every six month, and feedback of supervision results was informed verbally. In contrast, health centers with high coverage indicated that ratio between midwife and population was low, planning was arranged monthly through mini workshop, actuating was done every month, feedback of supervision results was informed in writing, and there also was any punishment if a report was late to submit. As a conclusion, early detection management of a high risk pregnant woman was influenced by planning, actuating, and supervising/monitoring. As a suggestion, head of health center needs to make a plan and actuate every month, and also supervise and monitoring intensively.
Analysis on the Implementation of Delivery Assurance Programme by Village Midwives in Lumajang District Warih Respitowati; Martha Irene Kartasurya; Lucia Ratna Kartika Wulan
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 3, No 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.507 KB) | DOI: 10.14710/jmki.3.2.2015.%p

Abstract

ABSTRAKImplementasi jaminan persalinan di Kabupaten Lumajang masih belum sesuai petunjuk teknis seperti pelaksanaan KB pasca salin. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan implementasi program jaminan persalinan oleh bidan desa di Kabupaten Lumajang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatif. Informan utama yaitu 2 orang bidan desa dari puskesmas PONED dan non PONED dengan cakupan persalinan tertinggi dan 2 orang bidan desa dengan cakupan persalinan terendah dari masing-masing puskesmas. Informan triangulasi berjumlah 8 orang yang terdiri dari 1 orang pengelola jampersal Dinas Kesehatan, 1 orang verifikator jampersal, 2 orang kepala puskesmas dan 8 orang pasien jampersal. Data didapatkan melalui indepth interview serta menggunakan metode observasi terhadap sarana dan prasarana polindes. Analisis data penelitian ini menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program jaminan persalinan belum sesuai dengan petunjuk teknis dalam hal KB pasca salin. Namun demikian pelayanan KIA sudah sesuai standar pelayanan minimal. Dalam hal ukuran dasar dan tujuan kebijakan belum ada aturan tambahan di tingkat Kabupaten, hanya berupa himbauan. Dana masih dirasakan kurang memadai, fasilitas tidak dipenuhi dan kompetensi sumber daya manusia belum ditingkatkan. Ada dukungan bidan pelaksana terhadap program tetapi kompetensi pelaksana masih belum ditingkatkan. Sosialisasi dilaksanakan mendadak melalui perwakilan puskesmas. Kondisi ekonomi masyarakat membuat ibu bersalin lebih mudah dirujuk dengan adanya program jampersal akan tetapi semua bidan masih merasa program ini hanya sebuah kewajiban. Pelaksanaan jaminan persalinan belum dilaksanakan secara lengkap karena belum ada kebijakan pendukung, keterbatasan sumber daya, sosialisasi belum menyeluruh dan dirasakan sebagai kewajiban yang memberatkan.Kata kunci : Implementasi, Jaminan Persalinan, Bidan Desa.ABSTRACTImplementation of delivery assurance (Jampersal) program in Lumajang district was not doneaccording to the technical guideline; it was not done by way of the implementation of KB after delivery program was done. Objective of this study was to explain the implementation of delivery assurance program by village midwives in Lumajang district. This was an explanatory study. Main informants were two village midwives from PONED and non PONED primary healthcare centers (Puskesmas) with the highest delivery coverage, and two villagemidwives from each puskesmas with the lowest delivery coverage. Triangulation informants were 12 people. Those people were one Jampersal manager from district health office, one Jampersal verification person, two heads of Puskesmas, and 8 Jampersal patients. Data were collected through in-depth interview and observation to Polindes (village polyclinic) facility. Content analysis method was applied in the data analysis. Results of the study showed that activities of delivery assurance service were conducted using minimal standard service. Delivery assurance policy was a right policy to solve health cost problems. Executors of the policy were village midwives who had competency that suited with program purposes. Target and environment supported the program implementation. Basic indicator and purpose of the policy were clear and understandable for village midwives. However, funding was not maximal, and it caused many complaints from midwives. Communication and coordination were adequate; however social condition and community economy did not completely support the implementation of post-delivery KB (family planning). Funding for Jampersal was very small for both delivery assistance and consumable materials. This condition made the implementation of program was only for fulfilling the responsibility. Recommended suggestions for Lumajang district health office are to provide regulations related to post-delivery KB, to do proper planning regarding resources requirement to support serviceimplementation. Monitoring on the usage of KIA (Mother and Children) book should be done by Puskesmas to minimize technical problems such as double claim due to using double KIA book.Keywords : implementation, delivery assurance, village midwives
Analisis Pelaksanaan Program Stabilisasi Bayi Asfiksia Oleh Bidan di Puskesmas Kota Parepare Harima M; Martha Irene Kartasurya; Siti Fatimah
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 4, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.106 KB) | DOI: 10.14710/jmki.4.3.2016.196-205

Abstract

Infant mortalities in Parepare City in South Sulawesi in 2014 were mostly caused by asphyxia (31%). The places of these mortalities with asphyxia occurred among infants aged less than or equal to 48 hours after birth were at health centres (46%) and at referral units (54%). This problem was due to unoptimal stabilisation program for asphyxia babies. The aim of this study was to analyse the implementation of the stabilisation program of asphyxia babies by midwives at health centres in Parepare City. This was a qualitative study. Main informants consisted of implementer midwives at health centres who had followed training of asphyxia management (10 persons). Informants for triangulation purpose consisted of coordinator midwives, heads of health centres, head of maternal and child health sections at Parepare City Health Office (CHO), and asphyxia babies’ families. Three health centres with the highest asphyxia baby mortality rate in Parepare City were selected. Data were collected by conducting indepth interview and analysed using a method of content analysis. The results of this research showed that the stabilisation program of asphyxia baby by midwives had not implemented two of six components namely components of blood sugar stabilisation and laboratory analysis. These condictions were due to communication aspects like lack of clarity and lack of information consistency about the program. Meanwhile, viewed from the aspect of disposition/attitude, there were lack of midwives’ commitments in implementing the program, lack of trained health officers, no specific budget, lack of facilities, and no mechanism of reporting and Standard Operating Procedure (SOP) for implementing the program. Parepare CHO needs to provide training for implementer midwives about stabilisation of asphyxia baby, to increase socialisation of the program to implementer midwives, and to arrange SOP and a report form.   
Analisis Pemanfaatan Bantuan Operasional Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Andini Aridewi; Martha Irene Kartasurya; Ayun Sriatmi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 1, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.407 KB) | DOI: 10.14710/jmki.1.1.2013.%p

Abstract

Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) telah dimanfaatkan untuk penyelenggaraan upayapromotif dan preventif termasuk peningkatan kesehatan ibu dan anak (KIA) di Puskesmaswilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, namun kasus kematian ibu dan anak diKabupaten Kudus cenderung meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskanpemanfaatan BOK dalam upaya peningkatan KIA di Puskesmas wilayah kerja DinasKesehatan Kabupaten Kudus tahun 2011. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifdengan membandingkan antara Puskesmas serapan tinggi yang berhasil menekan kasuskematian ibu dan bayi dengan Puskesmas serapan rendah dan kurang berhasil dalam menekankasus kematian ibu dan bayi. Pengambilan data dengan wawancara mendalam terhadapinforman utama Kepala Puskesmas serta informan triangulasi bidan koordinator KIA danDinas Kesehatan Kabupaten Kudus. Analisis data menggunakan metode analisis isi.Hasil penelitian menunjukkan pada Puskesmas dengan serapan tinggi dan berhasil menekankasus, pemahaman tentang juknis BOK jelas, pelaksanaan kegiatan sesuai dengan laporan dandilaksanakan secara tim, ada keterlibatan pelaksana dalam penyusunan Plan of Action (POA)serta ada evaluasi pelaksanaan kegiatan. Selain itu pada Puskesmas yang berhasil, pelaksanakegiatan juga menyusun kelengkapan data pendukung sehingga pembuatan laporan tidakhanya dibebankan kepada Tim Pengelola BOK Puskesmas. Demi keberhasilan implementasikebijakan pemanfaatan BOK untuk peningkatan kesehatan ibu dan anak, perlu penerapanfungsi manajemen yang benar di Puskesmas yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, danevaluasi.Health Operational Aid (BOK) had been utilized for the implementation of promotive andpreventive services. This included maternal and child health improvement in the primaryhealthcare centers of Kudus district health office work area. However, maternal and childmortality in Kudus district tended to increase. The study objective was to explain theutilization of Health Operational Aid in the maternal and child health improvement efforts inthe primary healthcare centers of Kudus health office. This was a qualitative study. This studycompared utilization of BOK in high absorbing primary healthcare centers that succeeded in32minimizing maternal and infant mortality cases and in low absorbing primary healthcarecenters that did not succeed in minimizing maternal and infant mortality cases. Data werecollected through in-depth interview to main informants namely the head of primaryhealthcare centers, and triangulation informants namely maternal and child healthcoordinator midwives and head of Kudus district health office. Content analysis was appliedin the data analysis.Results of the study showed that in the high absorbing primaryhealthcare centers that succeeded in minimizing cases: understanding about healthoperational aid technical guideline was clear; implementation of activities was according tothe reports; executors were involved in a plan of action formulation; and there was anevaluation on the activity implementation. In addition, in the success primary healthcarecenters, it was found that executors of the activities arranged the completeness of supportingdata; therefore, report making was not done only by the management team of primaryhealthcare center’ health operational aid. To be successful in the health operational aidutilization for maternal and child health, application of a right management function in theprimary healthcare center is needed. This management function includes planning,implementation and evaluation
Factors Related to the Work Performance of Private Midwives in Using the “Poedji Rochjati” Scores for Early Detection of High Risk Pregnancy in Gresik Regency Sri Rulihari; Martha Irene Kartasurya; Ayun Sriatmi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 2, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1232.158 KB) | DOI: 10.14710/jmki.2.1.2014.%p

Abstract

AbstrakSkor “Poedji Rochjati” merupakan salah satu metode yang digunakan di provinsi Jawa Timur dalam mendeteksi resiko tinggi kehamilan. Bidan Praktek Swasta (BPS) ternyata tidak melakukan upaya deteksi resiko tinggi dengan skor “Poedji Rochjati” secara optimal dan hanya melakukannya bila ada indikasi tertentu saja. Tujuan penelitian mengetahui faktor yang mempengaruhi kinerja BPS dalam penggunaan skor “Poedji Rochjati” dalam deteksi resiko tinggi ibu hamil. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan belah lintang. Pengumpulan data dengan metode angket. Populasi adalah BPS di Kabupaten Gresik dengan subyek sejumlah 90 orang. Data dianalisis bivariat dengan chi-square dan multivariat dengan regresi logistik berganda.Hasil penelitian menunjukkan sebesar 56,67% BPS mempunyai kinerja baik dalam penggunaan skor “Poedji Rochjati”. Variabel yang berhubungan dengan kinerja adalah pengetahuan (p=0,04), sikap (p= 0,001), motivasi (p=0,000), persepsi supervisi Dinas Kesehatan (p=0,000) dan persepsi supervisi IBI (0,003). Variabel beban kerja terbukti tidak berhubungan dengan kinerja (p=0,443). Sikap dan motivasi secara bersama-sama berhubungan dengan kinerja.Dinas Kesehatan dan IBI perlu meningkatkan kualitas supervisi dan pembinaan bagi BPS dalam penggunaan skor “Poedji Rochjati” serta memberikan refreshing rutin sehingga meningkatkan pengetahuan, sikap dan motivasi BPS dalam deteksi resiko tinggi sebaik-baiknya. AbstractPoedji Rochjati score was a method used in East Java province to detect high risk pregnancy. Private practice midwives (BPS), surprisingly, did not optimally detect high risk pregnancy using ‘Poedji Rochjati’ score; they only used the score when there was a certain indication. Objective of this study was to identify factors affecting work performance of BPS in utilizing ‘Poedji Rochjati’ score to detect pregnancy risk. This was an observational analytical study with cross sectional approach. Data were collected using questionnaire. Study population was BPS in Gresik district, and 90 of them were selected as study subjects. Chi square was applied in the bivariate analysis, and multiple logistic regressions were applied in the multivariate analysis. Results of the study showed that 56.67% of BPS had good work performance in utilizing ‘Poedji Rochjati’ score. Variables related to work performance were knowledge (p= 0.04), attitude (p= 0.001), motivation (p < 0.001), perception on IBI supervision (p= 0.003). Workload was not significantly associated with work performance (p= 0.443). Attitude and motivation together were associated with work performance. District health office and IBI are suggested to improve the quality of supervision and guidance to BPS in utilizing ‘Poedji Rochjati’ score; to give routine refreshing to improve knowledge, attitude, and motivation of BPS in conducting proper detection of high risk pregnancy.
Analysis on the Implementation of Nutrition Services in Tugurejo General Hospital Semarang Emy Shinta Dewi; Martha Irene Kartasurya; Ayun Sriatmi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 3, No 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.563 KB) | DOI: 10.14710/jmki.3.2.2015.%p

Abstract

ABSTRAKGizi merupakan faktor penting dalam upaya perawatan dan penyembuhan pasien. Hasil evaluasi Unit Litbang Gizi RSUD Tugurejo pada tahun 2011 menunjukkan bahwa sisa makan pasien masih di bawah Standar Pelayanan Minimal. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis terhadap implementasi pelayanan gizi di RSUD Tugurejo Semarang. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan informan utama 4 ahli gizi, 8 pramumasak dan 8 pramusaji. Informan triangulasi adalah Kabid Penunjang, Ka. Instalasi Gizi, Ka. Ruang Perawatan dan 6 orang pasien dari kelas 1, 2 dan 3 dengan diit biasa dan diit khusus. Pengumpulan data melalui indepth interview, focus group discussion dan observasi. Pengolahan data dengan metode content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pelayanan gizi belum optimal. Komunikasi kebijakan pelayanan gizi belum jelas dan konsisten. Sumberdaya belum mencukupi dengan latar belakang pengetahuan dan ketrampilan kurang mendukung. Usulan sarana terpenuhi namun tidak tersedia tepat waktu. Petugas menunjukkan sikap kurang mendukung kegiatan pengolahan dan distribusi diit. Tugas dan wewenang kurang dipahami oleh pramusaji, SOP kurang jelas dan kurang dipahami oleh petugas serta mekanisme pertanggungjawaban tugas distribusi diit belum berjalan. Pasien menyatakan bahwa makanan sudah baik, alat makan lengkap dan bersih namun belum mendapatkan penjelasan tentang diit yang diberikan. Hasil observasi menunjukkan bahwa sisa nasi, lauk nabati dan sayur pasien masih cukup banyak. Disimpulkan bahwa implementasi pelayanan gizi belum optimal berkaitan dengan komunikasi kebijakan tidak jelas/tidak konsisten, tugas, wewenang, SOP dan mekanisme pertanggungjawaban tugas tidak jelas/tidak dipahami oleh petugas. Disarankan kepada rumah sakit untuk mengevaluasi kebijakan, memperbaiki hubungan antar petugas dengan family gathering/outbond dan koordinasi serta menata ulang tupoksi SDM.Kata kunci : Implementasi, Pelayanan Gizi, Rumah SakitABSTRACTNutrition was an important factor for patient care and cure. Results of an evaluation by nutritional research and development unit of Tugurejo district general hospital (RSUD) in 2011 indicated that food remains of patient were still below the minimal standard of service. Objective of this study was to analyze the implementation of nutritional service in the RSUD Tugurejo Semarang. This was a qualitative study with 4 nutritionists, 8 cook assistants, and 8 waitresses as main informants. Triangulation informants were a head of supporting unit, a head of nutritional installation, a chief of nursing room, and 6 patients from 1,2,3 classes with ordinary and special diet. Data were collected through in-depth interview, focus group discussion, and observation. Content analysis was applied in the data management. Results of the study showed that nutritional service implementation was not optimal. Nutritional service policy communication was not clear and consistent. Human resources were insufficient, and they had inadequate educational and skill backgrounds. Facilities were sufficient, but it was not provided on time. Workers did not fully support processing and diet activities. Tasks and responsibilities were not understood by waitresses. Standard operating procedure (SOP) was not clear, and it was not understood by the workers. Job responsibility mechanism of diet distribution was inadequate. Patients stated that the food was good, utensils were complete and clean. They did not get explanation regarding diet that they had received. Results of the observation showed that rice remains and vegetable site dish of the patients were sufficient. In conclusion, the implementation of nutritional service was not optimal. It was related to unclear or inconsistence of policy communication, task, authority, and SOP. The workers did not understand the job responsibility mechanism. Hospital workers are suggested to evaluate the policies, to improve relationship among workers by conducting family gathering or outbound, to coordinate and re-arrange functional main tasks (tupoksi) of human resource.Keywords : Implementation, nutritional service, hospital
Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Bidan dalam Asuhan Perawatan Metode Kanguru pada Ibu BBLR Naluri Widyaningsih Syamsiedi; Martha Irene Kartasurya; Sri Achadi Nugraheni
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.3.2018.165-170

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah merupakan salah satu penyebab tingginya AKB di Indonesia. Salah satu upaya untuk menyelamatkan bayi BBLR dari kematian adalah PerawatanMetodeKanguru (PMK). Pelaksanaan PMK di Kabupaten Banyumas belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungandengankinerjabidandalammemberikanasuhan kepada ibu bayi BBLR tentangPMK.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan responden 80 bidan yang dipilih secara clustered random sampling.Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur dan analisis data dengan menggunakan korelasi rank spearman dan regresi logistik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja bidan dalam asuhan PMK masih kurang pada 41,2% responden, pengetahuan kurang 36,2%, persepsi kurang 45,0%, motivasi kurang 50,0%, sikap kurang 45,0%, supervisi kurang 47,5% dan kepemimpinan kurang 46,3%. Terdapat hubungan positif antara pengetahuan dengan kinerja bidan dalam asuhan PMK (r=0,37; p=0,001). Bidan dengan pengetahuan baik mempunyai kinerja asuhan PMK 5 kali lebihbaikdaripadabidandenganpengetahuankurang (Exp (B)=5,021). Persepsi, motivasi, sikap, supervisi dan kepemimpinan tidak memiliki hubungan dengan kinerja bidan dalam asuhan PMK.Direkomendasikan kepada Dinas Kesehatan  untuk meningkatkan pengetahuan dan kinerja bidan serta penggunaanreward dan punishment terkait kinerja bidan.
Analisis Implementasi Sosialisasi Pemberian Asi Eksklusif Oleh Bidan Praktek Swasta (BPS) Di Kabupaten Bengkulu Selatan Lela Hartini; Martha Irene Kartasurya; Susi Herawati
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 4, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.197 KB) | DOI: 10.14710/jmki.4.2.2016.156-161

Abstract

Profile of South Bengkulu district health office 2008 – 2009 did not include data on exclusive breastfeeding coverage. Private practice midwives (BPS) did not have standard operating procedure (SOP) in providing obstetric service. One of midwives duties was to provide exclusive breastfeeding socialization to pregnant women, childbearing mothers and community. The objective of this study was to analyze the implementation of exclusive breastfeeding socialization by BPS in South Bengkulu district. This study applied qualitative method and using in-depth interview as data collection technique. The main informant was 3 private practice midwives in the city area and 2 private practice midwives in the rural area. Triangulation was done to 5 head of puskesmas, chief of nutritional unit and head of Indonesian Midwifery Association (IBI). Focus group discussion was conducted to 3 mothers and 3 people in the community (family member of the patient) in each selected BPS. Results of the study showed that implementation of exclusive breastfeeding socialization variable was still limited to individual education and no education materials were provided. There was no communication among head of puskesmas, head of district health office and head of IBI towards BPS. BPS facilities were still insufficient to support the success of exclusive breastfeeding. Disposition had not supported exclusive breastfeeding coverage improvement. In the bureaucracy structure variable, there was no reporting format from BPS to puskesmas on exclusive breastfeeding socialization implementation in South Bengkulu district. It was suggested to district health office to formulate regulation policy in the form of decree regarding exclusive breastfeeding and to forbid collaboration between BPS and infant formula companies. Head of puskesmas had to do supervision and monitoring to BPS. Private practice midwives were expected to improve the frequency of exclusive breastfeeding socialization and to avoid collaboration with infant formula companies.
Analysis on the Implementation of Integrated Antenatal Care Program to Pregnant Women with Malaria in Tobelo Primary Healthcare Center of North Halmahera District, North Maluku Province Anna Mieke; Martha Irene Kartasurya; Sutopo Patria Jati
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 1, No 2 (2013): Agustus 2013
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.641 KB) | DOI: 10.14710/jmki.1.2.2013.123-129

Abstract

Pelayanan  antenatal  pada  ibu  hamil  dengan  malaria merupakan bagian dari pelayanan  antenatal terpadu  yang  difokuskan    pada  penanganan  malaria  ibu  hamil  melalui  deteksi  dini,  pengobatan  dan  pencegahan  malaria  serta  komplikasinya.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  menganalisis implementasi  pelayanan  antenatal  terpadu  malaria  pada  ibu  hamil dari  aspek  komunikasi,disposisi,  ketersediaan  sumberdaya  dan  struktur  birokrasi  di  Puskesmas  Tobelo  Kecamatan Tobelo   Kabupaten   Halmahera   Utara   Provinsi   Maluku   Utara.   Jenis   penelitian   adalah observasional  dengan  pendekatan  kualitatif.  Pemilihan  informan dengan cara  purposif,    data dikumpulkan  melalui    wawancara    mendalam  (indepth  interview).  Analisis  data  menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan antenatal terpadu  malaria  pada  ibu  hamil  belum  dilaksanakan  oleh  bidan  sesuai  dengan  pedoman penanganan dan pencegahan malaria pada ibu hamil. Hal ini dipengaruhi kurangnya tenaga bidan dan  belum  adanya  SOP  yang  jelas  dan  banyak  bidan  yang  belum  mengikuti  pelatihan  tentang pencegahan  dan  penanganan  malaria  pada  ibu  hamil.  Komunikasi  pemberi  informasi  tentang pelayanan  antenatal  terpadu  pada  ibu  hamil  dengan  malaria  melalui  pimpinan,  tenaga  bidan untuk  melaksanakan  pelayanan antenatal  terpadu  malaria masih kurang.  Disposisi  sikap  bidan  ditunjukkan  dengan  keinginan dan kemauan dalam mensosialisasikan    pelayanan  antenatal  terpadu  malaria.  Namun  dalam  pemberian  OAM, bidan  masih  ragu  karena pernah  mengalami kematian ibu hamil dengan malaria yang diberi OAM.  Belum  adanya  SOP  dan  pelatihan  sudah diberikan tetapi belum semua bidan mengikutinya.  Antenatal care to pregnant women with malaria was a part of an integrated antenatal care; this antenatal care was focused on managing pregnant women with malaria through early detection, treatment and prevention of malaria and its complication. Objective of the study was to analyze the implementation of an integrated antenatal care and malaria service to pregnant women, and the  analysis  included  communication,  disposition, availability  of    resources  and  bureaucracy structure  aspects  in  Tobelo  primary  healthcare  center  (puskesmas),  Tobelo  district,  North Halmahera  district,  North  Maluku  province.  This  was  an  observational  study  with  qualitative approach. Selection of informants was conducted using purposive sampling. Data were collected through  in-depth  interview.  Content  analysis  was  applied  in  the data  analysis.  Results  of  the study  showed  that  integrated  antenatal  care  and  malaria  service  to  pregnant  women  were  not  performed properly by midwives.They did not perform the service according to the guideline on the management and prevention of malaria on pregnant women. This was caused by insufficient number  of  midwives,  no  clear standard  operating  procedure  (SOP),  and  a  number  of  midwives who  had  not  attended  in  the  training  on  prevention  and  management  ofpregnant  women  with  malaria.  Communication  among  people  who  provided  information  on  the  integrated  antenatal  care  to  pregnant  women  with  malaria  was  conducted  throughthe  leader.  The  number  of  midwives  who  implemented  integrated  antenatal  care and malaria service was still insufficient. Disposition  of  midwives’  attitude  was  shown  by  willingness  and  eagerness  in  socializing  integrated antenatal care and malaria service. However, midwives were still reluctant in giving OAM  due  to  past  experiences  about  the  dead of  pregnant  women  with  malaria  and  OAM  treatment.  Standard  operating  procedure  was  not  formulated.  Training  had  been  performed;  however, not all midwives had been trained.
Perilaku Berpantang Makan pada Ibu Hamil Suku Dayak di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat Siti Nurul Huda; Martha Irene Kartasurya; Sulistiyani Sulistiyani
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 7, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.7.3.2019.191-197

Abstract

Setiap daerah mempunyai pola makan tertentu khususnya pada ibu hamil yang disertai dengan kepercayaan akan pantangan, tabu, dan larangan terhadap beberapa makanan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa perilaku berpantang makan pada ibu hamil Suku Dayak di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat. Penelitian kualitatif dilakukan pada 5 ibu hamil sebagai informan utama. Informan triangulasi terdiri dari 2 orang tua yang tinggal satu rumah dengan ibu hamil dan satu dukun bersalin. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dan pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan content analysis. Jenis makanan yang dipantang terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayur dan buah. Alasan berpantang karena akan berdampak pada kesehatan ibu dan bayi. Penganjur untuk berpantang adalah orang tua / mertua, suami, dan keluarga terdekat / kerabat. Pantang makan masih dilakukan oleh ibu hamil dan makanan yang paling banyak dipantang adalah ikan. Diharapkan dapat meningkatkan KIE (Konseling, Informasi, dan Edukasi) kepada keluarga terdekat ibu hamil tentang pentingnya gizi seimbang dan pola makan yang baik bagi ibu hamil untuk mengubah persepsi yang salah tentang perilaku berpantang makan pada saat hamil.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achadi Nugraheni, Sri Adi, Matheus Sakundarno Adiba, Cholida Adriana Egam Adzika, Alda Alfi Fairuz Asna Ali Rosidi Ana Puji Astuti Andika Rikarno Putra Andini Aridewi Angela Astrid Pramesti, Angela Astrid ANGELINE DEWI SUHENDRO Anggriani Septiana Ani Margawati Ani Margawati Anies Anies Anies Anies Anisatul Khofidzoh Anna Mieke Anneke Suparwati Anneke Suparwati Antono Surjoputro Apoina Kartini Apoina Kartini Kartini Ardiati Setianingsih Ari Suwondo Ariawan Soejoenoes Arie Nugroho, Arie Ariyanti, Lilik Arulita Ika Fibriana Asif Yuliati Astri Praba Shinta Atik Mawarni Awanis Farisa Setyarahma Ayesha, Rebecca Ayun Sriatmi Bagoes Widjanarko Banundari Rahmawati Bintari Fajar Kurnianingtyas Budhi Setianto Cahya Tri Purnami Cahya Tri Purnami Choirun Nissa Choirun Nissa Cholida Adiba Daniati Ristia Ayu, Daniati Ristia Desy Kustiyanti Dewi Susilowati Dewi, Aulia Ulfah Mutiara Dewi, Ria Risti Komala Dharmawan, Ligar Tresna Dharminto Dharminto Diah Krisnansari Diah Retno Wahyuningrum Dian Fajriyah Pangestika Dian Isti Cahyani Dian Ratna Sawitri Dina Mila Aulia Dina Rahayuning Pangestuti, Dina Djauharoh A. Hadie Djoko Tri Hadi Lukmono Dodik Pramukarso Dwi Indah Iswanti Dwi Pudjonarko Dwi Sutiningsih Dyah Umiyarni Purnamasari Eko Wigiantoro Emy Shinta Dewi Endah Purwaningsih Endang Mahati Endang Purwaningsih Erni Yuliastuti Etika Ratna Noer Farid Farid Agushybana Faridah Faridah Farinisa, Aliva Nabila FILLAH FITHRA DIENNY Fillah Fithra Dieny Firman Firman Hagnyonowati Hagnyonowati Hana Sofia Anugraheni Hanifa Maher Denny, Hanifa Maher Hanik Machfudloh Hanin Imtinan Alwina Hapsari, Rani Ayu Hardhono Susanto Hardhono Susanto Hardhono Susanto Harima M Hayuningsih, Akmaliya Henry Setyawan Henry Setyawan Susanto Henry Setyawan Susanto Hernayanti, Munica Rita Hertanto Wahyu Subagio Hijra Hijra, Hijra Hikma Hikma Hilaria Dita Regi Indarwati, Novi Indarwati, Novi Indra Gunawan Intan Pratama Ismisari, Melly Adya Janet Pandora Jauhanita, Denisa Jauharany, Firdananda Fikri Jayawarsa, A.A. Ketut Joni Periade Judiono Judiono Julia Pertiwi Julia Pertiwi, Julia Jumianti Lestari Thamrin Karina Marcelia, Karina Kartika Nuraini Kasriatun Kasriatun Kis Djamiatun Kudarti Kudarti Kurnia Purwandini Kusmiyati Kusmiyati Kusmiyati kusmiyati Kusmiyati Tjahjono Kusmiyati Tjahjono Kusumastuti, K Lailil Masruron Laksmi Widajanti Laksmi Widajanti Layli, Alvia Nur Lazendra, Arien Delfi Lela Hartini Lia Gustri Maulisazen Basuki Lucia Ratna Kartika Wulan Lucia Ratna Kartika Wulan Lucia Ratna Kartika Wulan, Lucia Ratna Kartika Lukmono, Djoko Tri Hadi M. Zen Rahfiluddin Mahalul Azam Majida, Lia Awwalia Manurung, Togar Hasudungan Marantina Diska Widayani, Marantina Diska Maria Mexitalia Maria Yensiska Siahaan Martini Martini Mateus Sakundarno Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Matheus Sakundarno Adi Mohammad Z. Rahfiludin Mohammad Zen Rahfiludin Morse, Avery Muchlis Achsan Udji Sofro mufakhhir, Abdulaziez Muhamad Nur Aini Munica Rita Hernayanti Mutiara Dewi, Aulia Ulfah Nadia Hapsari Oktarina Naluri Widyaningsih Syamsiedi Nani Purwati Nico L. Kana Niken Puruhita Ninik Dwi Ambarwati Noer, Etika Noor Pramono Noor Pramono Novi Kardyanti Nugroho P, Priyadi Nunuk Sri Lestari Nurhidayanti, Sitti Nuridzin, Dion Zein Nurjazuli Nurjazuli Nyoman Suci Widyastiti Pamungkas, Motris Paramesti, Hayu Retno Patemah Patemah, Patemah Pujo Semedi Pusaka, Semerdanta Putri Lili Heldawati Putri Sriwulandari Pangestika Putri, Ligar Tresna Darmawan Qusna Nur Anisa R. Rizal Isnanto RA Kisdjamiatun RMD, RA Kisdjamiatun Rahayu Widaryanti Rahfiludin , Mohammad Zen Rahmah, Farida Noor Rani Ayu Hapsari Ratmawati Ratmawati Ratnawati Ratnawati Reni Yuli Astutik Retnaningsih Retnaningsih Retnaningsih Retnaningsih Retno Murwani Retno Widyaningsih, Retno Retno Wulandari Revi Rosavika Kinansi Revi Rosavika Kinansi Rhisma Nasita Sianti Riezky Aulia Yulandani Rifatul Masrikhiyah Rika Andriani Rimbun Situmorang Riny Henderawaty Riski, Finia Rismayanti Rismayanti Rita Sariani Saragih Riva Mustika Anugrah Rizka Dwiyovita Rohani Retnauli Simanjuntak Rohma Yuanita Roifatun Nisa Ronny Aruben Rr. Sri Ratna Rahayu Selamat Budijitno Sentha Kusuma PJ Septo Pawelas Arso Sianti, Rhisma Nasita Silitonga, Steward Febrianto Silvia Etika Sari Simamora, Deborah Siti Fatimah Siti Fatimah Siti Fatimah Muis Siti Fatimah Pradigdo Siti Fatimah-Muis, Siti Siti Nurul Huda Siti Syofiatul Rohmah Siva Candra Rukmana Sri Achadi Nugraheni SRI RAHAYU Sri Rulihari Sri Winarni Stephani Nesya Renamastika Sugeng Maryanto Suhartono Suhartono, Suhartono Sulistiyani Sulistiyani SULISTIYANI SULISTIYANI Susanti Lestari Susi Herawati Susilani, Amalina Tri Sutopo Patria Jati Suyatno Suyatno Suyatno Suyatno Suyatno Suyatno Syamsulhuda BM Teguh Ady Nur Cahyo, Teguh Ady Teguh Akbar Budiana Teungku Nih Farisni Thamrin, Jumianti Lestari Thijs Eijsvogels Tjahjono Kuntjoro Togar Hasudungan Manurung Togar Hasudungan Manurung Tresna Darmawan Putri, Ligar Tri Wardhani, Ria Triana Widiastuti Udin Bahrudin Udin Bahrudin, Udin Umaroh Umaroh, Umaroh Ustriyaningsih, Ustriyaningsih Vinna Audinni Putri Warih Respitowati Wati, Erna K. Wellina, Wiwien Fitrie Wening Widjajanti Wening Widjajanti Winda Meirina Yade Kurnia Yasin, Yade Kurnia Yasi Anggasari Yohanes Mario Vianney Yudhy Dharmawan Yuni Atika Sari Yurizka, Berta Zaenab Ismail Zaenal Amirudin Zahroh Shaluhiyah