Claim Missing Document
Check
Articles

Perubahan Pengetahuan, Pola Konsumsi, Asupan Gizi, dan Food acculturation Mahasiswa Baru Perantau dan Nonrantau: Penelitian Kohort 5 Bulan Anuz, Amany Ges; Mahmudiono, Trias
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i2.9003

Abstract

This study examines changes in nutritional knowledge, dietary patterns, nutrient intake, and food acculturation among first-year migrant and non-migrant students. A 5 months prospective cohort design was employed involving 32 students from the Faculty of Public Health, Universitas Airlangga. Students were randomly divided equally into migrant and non-migrant groups. Data were collected using questionnaires, food frequency questionnaires, 3×24-hour food recall, and analyzed using descriptive and inferential statistics. The findings indicated no significant differences or changes in nutritional knowledge between groups throughout the observation period (p > 0.05). However, dietary patterns varied, with migrant students showing increased consumption of practical and fast foods. Nutrient intake, particularly energy and protein, was initially lower among migrant students but improved significantly over time, reflecting adaptation to a new environment. Food acculturation was evident among migrant students, with a significant increase in scores during the study period (p = 0.007), indicating gradual adjustment to local eating habits. These results highlight the influence of environmental adaptation on students’ dietary behavior and emphasize the need for targeted nutrition interventions to promote healthy eating habits during the early university transition.
Hubungan Antara Pemberian ASI dan Pemberian Makanan Selain ASI denganKejadian Underweight Pada Bayidi JawaTimur Tahun 2018 Dinda Maulidya Putri Maharani; Sulvy Dwi Anggraini; Trias Mahmudiono
Media Gizi Kesmas Vol 8 No 1 (2019): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2019)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v8i1.2019.1-4

Abstract

Latar Belakang:Prevalensi padabayi yang mendapatkan ASI Eksklusif di Provinsi Jawa Timur tahun 2015sebesar 68,8% kemudian mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2014, dan terus meningkat hinggatahun 2017 yaitu 75,7%. Penyakit infeksi dapat menurunkan nafsu makan pada bayi danberakibatkan penurunanstatus gizi. Pemberian makanan penamping ASI dapat mempengaruhi status gizi bayi. Provinsi Jawa Timurmerupakan salah satu provinsi dengan capaian ASI eksklusif dibawah target. Berdasarkan dari kabupaten/kotadiketahui bahwa cakupanbayi yang mendapatkan ASI eksklusif di Jawa Timur tahun 2018 sebanyak 77,0%.Tujuan:Penelitianuntuk menganalisis hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dan pemberian makananselain ASI dengan kejadianunderweightpada bayi di Provinsi Jawa Timur tahun 2018Metode:Penelitian ini merupakan analisis data primer dan sekunder dngan survei laporan bulanan Gizi ASIEksklusif Provinsi Jawa Timur tahun 2018. Analisis data dilakukan dengan menggunakan ujiChi-squaredanRegresi Logistik.Hasil:Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pemberianmakanan selainASIEksklusif (<30hari,>30 hari) dengankejadianunderweight, (p=0,000010;OR=1,645;95%CI=1,319–2,052), ada hubunganpemberian ASI saja tanpa makanan selain ASI pada bayi dengan kejadianunderweight,(p = 0,000;OR=0,272;95%CI=0,217–0,341).Kesimpulan:Pemberian makanan selain ASI dan pemberian ASI Eksklusif pada bayi berhubungandengankejadianunderweight. Pemberian ASI Eksklusif sudah mencukupi kebutuhan nutrisi bayi usia 0-6 bulan. Pihakpelayanan kesehatan perlu meningkatkan program promosi kesehatan dengan sosialisasi tentang pentingnyapemberian ASI Eksklusif pada bayi baru lahir hingga usia 0-6 bulan dan pemberian makanan pendamping ASIpada usia sampai 2 tahun agar kebutuhannutrisinya terpenuhi.ABSTRACTBackground: The prevalence of the babies who received exclusive breastfeeding in the Province of East Java by2015 was 68.8% which is lower when it is compared to 2014, with 72.9%, and since then it continued toincrease until in 2017 it was 75.7%. Infectious diseases may reduce appetite in infants which resulted in lowernutritional status. Providing complementary foods for breast milk can affect the nutritional status of the infants.The East Java Province is one of the provinces with exclusive breastfeeding achievement below the target. Basedon the district/city the coverage of infants who received exclusive breastfeeding in East Java in 2018 was 77.0%.Objective:This research was conducted to analyze the relationship between exclusive breastfeeding and theconsumption of complementary food other than breast milk with the incidence of underweight found in infants ofEast Java Province in 2018Method:By analyzing the primary and secondary data with a survey of monthly reports on the East JavaProvince's ExclusiveNutrition of Breastfeeding in 2018. The analysis was performed through the Chi-squareand Logistic Regression test.Results:The results found that there is a relationship between the consumption of food other than breast milk(<30 days,>30 days) with theincidence of underweight, (p=0.000010; OR=1.645; 95% CI=1.319-2.052), as  well as between exclusive breastfeeding(breast milk only) in infants with the incidenceof underweight,(p=0.000; OR=0.272; 95% CI=0.217-0.341).Conclusion:The consumption of food other than breast milk and exclusive breastfeeding on infants associatedwith the incidence of underweight. Breast milk is sufficient for the nutritional needs of infants aged 0-6 monthsold. Health care officials need to improve health promotion programs bysocializing the importance of exclusivebreastfeeding for newborns up to ages of 0-6 months and providing complimentary food beside breast milk untilthe age of 2 years old to fulfill the nutritional needs of the child.
Hubungan antara Status Gizi, Risiko Anemia, dan Ketahanan Pangan dengan Produktivitas Pekerja Bangunan Mohammad Fahmi Rasyidi; Trias Mahmudiono; Qonita Rachmah
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 1 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i1.2021.40-46

Abstract

Latar Belakang: Produktivitas merupakan suatu upaya atau kemampuan yang diberikan oleh suatu individu dalam menghasilkan barang atau jasa. Pekerjaan konstruksi bangunan merupakan jenis pekerjaan yang secara kualitas memerlukan kondisi fisik dan stamina yang prima untuk lebih produktif dalam bekerja. Banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja salah satu diantaranya ialah melalui aspek gizi dan kesehatan seperti status gizi, anemia, dan kondisi ketahanan pangan. Beberapa faktor tersebut akan secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap perbedaan kondisi produktivitas dalam pekerja bangunan.   Tujuan: Menganalisis hubungan antara status gizi, risiko anemia, dan ketahanan pangan dengan produktivitas kerja pada pekerja bangunan di wilayah Perumahan Graha Natura, Surabaya.Metode: Penelitian cross sectional ini melibatkan 65 orang pekerja yang terpilih secara acak dengan teknik simple random sampling. Proses pengambilan data dilakukan melalui wawancara untuk variabel ketahanan pangan, pengukuran antropometri untuk variabel status gizi dan pemeriksaan tanda dan gejala klinis untuk variabel risiko anemia. Selain itu penilaian variabel produktivitas dilakukan dengan metode wawancara terkait hasil kerja berupa input maupun output. Analisis data yang digunakan yaitu dengan uji statistik chi-square. Penelitian ini fokus kepada variabel bebas yakni status gizi, risiko anemia, dan ketahanan pangan serta variabel tetap yaitu produktivitas kerja.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara risiko anemia pekerja (p < 0,001) (r=0,656) dengan produktivitas kerja, sedangkan status gizi dan ketahanan pangan tidak memiliki hubungan dengan produktivitas kerja {status gizi (p = 0,826), status ketahanan pangan (p = 0,282)}.Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa risiko anemia pada pekerja berhubungan dengan produktivitas dalam bekerja.  Peningkatan asupan tinggi kalori dan seimbang perlu untuk diterapkan oleh pekerja untuk meningkatkan stamina dalam menjaga produktivitas kerja.
Hubungan Pengetahuan dan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia Defisiensi Besi: Literature Review Destania Kinthan Larasati; Trias Mahmudiono; Dominikus Raditya Atmaka
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 2 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i2.2021.298-306

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Prevalensi remaja putri yang mengalami anemia defisiensi besi di Indonesia masih tinggi. Di Indonesia angka kejadian anemia pada remaja putri mencapai 21.7%. Anemia pada remaja dapat mempengaruhi konsentrasi dalam belajar, rendahnya produktifitas, dan mudah terkena infeksi. Pemerintah menjalankan program pemberian tablet tambah darah untuk menanggulangi anemia defisiensi besi pada remaja,. Tablet tambah darah diberikan pada remaja putri Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA, dilakukan satu minggu sekali. Namun, program ini dirasa kurang efektif karena kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri masih rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah rendahnya pengetahuan remaja tentang anemia. Rendahnya pengetahuan tentang anemia berhubungan erat dengan konsumsi dan kesadaran dalam mengkonsumsi tablet tambah darah Tujuan: Untuk mendiskusikan hubungan pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri.Metode: Penulisan artikel ini adalah literature review dengan bersumber dari artikel yang diterbitkan dalam kurun waktu 10 tahun dan berhubungan dengan topik yang akan dibahas. Pencarian artikel melalui database Google Scholar dan Pubmed. Terdapat 25 artikel yang diperoleh, tetapi hanya 12 artikel yang dipilih untuk diulas karena sesuai dengan topik yang akan dibahas, tujuan, sasaran, dan hasil penelitianHasil: Dari beberapa artikel yang telah diulas menunjukkan bahwa pengetahuan remaja terkait anemia dan kepatuhan remaja dalam mengkonsumsi tablet tambah darah berhubungan dengan kejadian anemia yang dialami oleh remaja. Pengetahuan yang baik tentang anemia dan gizi akan mempengaruhi pola makan pada remaja sehingga dapat mencegah anemia. Selain itu, patuh mengkonsumsi tablet tambah darah juga akan mempengaruhi kadar hemoglobin pada remajaKesimpulan: Pengetahuan remaja terkait anemia dan patuh mengkonsumsi tablet tambah darah akan mempengaruhi kadar hemoglobin pada remaja. Kata kunci: anemia, pengetahuan, kepatuhan, tablet tambah darah, remaja putri
Frekuensi Pemberian MP-ASI pada Baduta Stunting dan Non-Stunting Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sidotopo Kota Surabaya Aisya Cici Putri Haryati; Trias Mahmudiono
Media Gizi Kesmas Vol 10 No 2 (2021): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2021)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v10i2.2021.180-186

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Masalah gizi rentan terjadi pada anak berusia dibawah dua tahun (baduta) yang diantaranya adalah stunting. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh proses akumulatif dari rendahnya asupan gizi dan penyakit infeksi. Penyebab lain adalah kondisi social ekonomi yang dapat mempengaruhi praktik pemberian MP-ASI. Kualitas gizi pada makanan dipengaruhi oleh keragaman pangan yang ditentukan oleh pendapatan keluarga, status pekerjaan, dan tingkat pendidikan.Tujuan: Menganalisis hubungan praktik pemberian makan pendamping ASI dengan kejadian stunting dan non-stunting pada baduta usia 6-24 bulan di Kelurahan Sidotopo, Kota SurabayaMetode: Jenis penelitian yaitu observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian sebesar 54 baduta dipilih menggunakan metode simple random sampling. Kuesioner Dietary Diversity Score digunakan untuk menilai keragaman pangan baduta dan food recall 24-hours untuk mengetahui frekuensi pemberian makanan. Uji statistik menggunakan chi-square.Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan tidak adanya korelasi antara Karakteristik keluarga, baduta dan keberagaman pangan dengan kejadian stunting, akan tetapi ada korelasi antara pendapatan orang tua (p=0,006) dan frekuensi pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting (p=0,028).Kesimpulan: Pendapatan orang tua dan frekuensi pemberian MP-ASI berhubungan dengan stunting, sedangkan karakteristik keluarga, baduta dan keragaman pangan tidak berhubungan dengan kejadian stuntingKata kunci: stunting, makanan pendamping, karakteristik keluarga, keragaman pangan 
Relationship of Nutritional Adequacy Figures to Nutritional Status of Students of SMA Negeri 10 Surabaya During The Pandemic Aida Verdy Kumala Yuniar; Trias Mahmudiono
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.1-7

Abstract

Background. Nutritional adequacy figures are the amount of nutrients obtained by the body to maintain a person's nutritional status adequately. During the pandemic, the fulfillment of nutritional needs becomes more difficult. Due to the movement restrictions imposed. Consequently, teenagers also prefer to meet their needs online, such as oerdering foods and beverages daily. Objective. This study analyzed  the relationship between nutritional adequacy figures and the nutritional status of high school students during the pandemic. Method. This was an analytical observational study conducted at SMA Negeri 10 Surabaya, with a total of 202 students aged between 15 and 17 years. Measurements of respondents' nutritional status, anthropometry, physical activity, nutritional intake, and nutritional adequacy figures obtained through the Harris Benedict formula adjusted to the physical activity and gender of each respondent. The hypothesis was analized statistically using the chi-square test. Results. The results of the nutritioal status revealed that 51 students had mild deficits, 43 students had moderate deficits, 26 had severe deficits, and 24 students did not experience any deficit in nutritional adequacy. Among obese students, 33 students had no deficit, 15 students had mild deficits, 9 students had moderate deficits, and one student had a severe deficit. Based There was a significant relationship between the nutritional status and nutritional adequacy figures of students with p-value=<0.001. Conclusion. There is a significant relationship between nutritional adequacy and the nutritional status of respondents during the pandemic.
How and Where the Birth Delivery Taking Place Matter towards the Success of Exclusive Breastfeeding Adamina Dinda Roseprilla; Trias Mahmudiono; Qonita Rachmah
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.327-334

Abstract

Background: Breast milk is the best nutrition for babies. The coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia in 2017 was still low. However, there are many factors that contribute to low rates of exclusive breastfeeding including socio-cultural factors, factors related to the health system, market, environment, and knowledge. Recent studies have shown that there was a relationship between the place and type of delivery with exclusive breastfeeding.  Objectives: This study aimed to analyze the correlation between the place and type of delivery with the success of exclusive breastfeeding practice in Indonesia among mothers of infants 0-6 months.Methods: This study was a secondary data analysis using data from the results of the 2017 Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS), conducted in 34 provinces in Indonesia with a total sample of 1810 infants aged 0-6 months. The dependent variable was the exclusive breastfeeding. Independent variables were mother's age, mother's level of education, parity, place of delivery, and type of delivery. Data collection was carried out for all variables by interviewing using a reproductive woman questionnaire. Data were analyzed using chi square test.Results: The results showed that 48.2% of mothers gave exclusive breastfeeding. The results of the bivariate analysis showed that the variables of place of delivery (p-value=0.045), type of delivery (p-value<0.001), and mother's age (p-value=0.048) were related to the practice of exclusive breastfeeding.Conclusions: The conclusion of this study was the factors that affecting exclusive breastfeeding in were place of delivery, type of delivery, and mother's age.Keywords: exclusive breastfeeding, place of delivery, type of delivery, early life nutrition
Pemberian Diet Tinggi Kalori Dan Rendah Protein Pada Pasien Covid-19 Dengan Gagal Ginjal Kronis Dan Penyakit Jantung: Sebuah Laporan Kasus Greena Pristyna; Trias Mahmudiono; Yuyun Eka Sari
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.407-415

Abstract

Latar Belakang: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yangmana merupakan jenis coronavirus baru dan belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Adanya riwayat penyakit seperti tekanan darah tinggi, gangguan fungsi jantung, dan ginjal dapat meningkatkan risiko yang lebih besar untuk mengalami keparahan. Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) dilakukan dengan pemberian diet tinggi kalori dan rendah protein.Tujuan: untuk mengetahui tata laksana asuhan gizi terstandar pada pasien dengan pemberian diet tinggi kalori dan rendah protein pada pasien COVID-19 dengan riwayat penyakit gagal ginjal kronis dan jantung.Metode: Studi kasus dilakukan pada bulan Maret 2021 pada pasien RSI Jemursari Surabaya.Hasil: Setelah dilakukan monitoring dan evaluasi didapatkan hasil bahwa hasil laboratorium memiliki perubahan yang fluktuatif, terjadi perubahan jenis makanan dan cara pemberian yang diberikan sejalan dengan dilakukan hemodialysis pada pasien, fisik/klinis belum mulai membaik, serta asupan pasien meningkat dari hari ke hari namun terdapat beberapa pemenuhan zat gizi makro belum dapat mencapai target (<80%).Kesimpulan: pemulihan kondisi pasien tidak terbilang cukup baik, hasil pemantauan biokimia dan fisik/klinis secara masih menunjukkan perubahan yang fluktuatif, namun pada asupan makanan terjadi peningkatan meskipun target asupan beberapa zat gizi makro belum tercapai.
Are Eating Habits Associated with Overweight/Obesity among Indonesian Women Adults? Based on The Indonesian Family Life Survey (IFLS) 5 in 2014 Sabitha Wina octarine; Trias Mahmudiono
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 1 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i1.2022.174-181

Abstract

Background: Eating habits were often linked with overweight or obesity. Several types of food that are often consumed by the public were known to be associated with the occurrence of being overweight/obesity. But information about the association of each type of food is lacking especially in young adults.   Objectives: This study aimed to analyze the association between eating habits with overweight status among women young adults in Indonesia.   Methods: This study analyzed 4966 adults from the fifth waves of the Indonesian Family Life Survey (IFLS5) in 2014. Eating habits are measured by the frequency of consumption of each type of food. A chi square test and logistic regression were used to explore the association between the variables with the overweight status among women young adults. Results: The prevalence of overweight and non-overweight were known to be 41.1% and 59.9%. Milk; cheese; and others consumption (p=0.006) and rice consumption (p=0.017) had negative correlation with overweight/obesity meanwhile sweet foods consumption was associated with overweigh/obesity (p=0,034). On the other hand, it is shown that there is no association between egg consumption, meat consumption, soft drink consumption, and fast food consumption with overweight status among women young adult (p>0,05). Conclusions: It was concluded that the consumption of sweet foods was associated with a higher likelihood of being overweight or obese. In addition, the consumption of rice and milk; cheese; butter; and others that were less frequent associated with a lower likelihood of being overweight or obese. Therefore, the consumption of sweet foods among adult needs to be limited in order to reduce and prevent the problem of being overweight.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Indonesia Berdasarkan Analisa Data Sekunder SDKI Tahun 2017 Noki Rieke Diah Ayu Yuwana; Trias Mahmudiono; Mahmud Aditya Rifqi
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.451-457

Abstract

Latar Belakang: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan penyebab utama angka kematian neonatal di Indonesia yang tergolong tinggi yaitu 15/1000 kelahiran hidup. Beberapa provinsi di Indonesia belum memenuhi target nasional untuk BBLR yang didominasi oleh provinsi dengan mayoritas wilayah perdesaan. Kejadian BBLR berhubungan dengan banyak faktor risiko baik dari karakteristik ibu, bayi dan sosio-demografi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan BBLR di Indonesia.Metode: Penelitian menggunakan desain studi cross-sectional dengan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2017. Jumlah responden yaitu 13.473 wanita berusia 15-49 tahun yang melahirkan dalam 5 tahun sebelum survei dan memenuhi semua variabel penelitian. Analisis yang dilakukan meliputi analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden serta uji regresi logistik dan chi-square  untuk menentukan faktor yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian BBLR.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR yaitu pendidikan ibu (OR=1,3; 95%CI=1,16-1,53; p<0,01), frekuensi kunjungan antenatal/K4 (OR=1,59; 95%CI=1,25-2,02;p<0,01) dan tempat tinggal (OR=0,86; 95%CI=0,75-0,99;p=0,03). Akan tetapi hasil tidak menunjukkan hubungan yang signifikan antara usia ibu, paritas, jarak kehamilan, jenis kelamin bayi, pekerjaan ibu dan kunjungan antenatal pertama/K1.Kesimpulan: Pendidikan ibu, K4 dan tempat tinggal berhubungan dengan kejadian BBLR di Indonesia sehingga diperlukan program untuk memperbaiki pelayanan antenatal terutama pada ibu yang tergolong pendidikan rendah pada wilayah pedesaan.
Co-Authors Abd Rahim, Nurul Ain binti Abdul Rohim Tualeka Abdullah Al Mamun Abdullah Al Mamun Adamina Dinda Roseprilla Adriana Krispul Afifah Desi Natasya Agus Sri Wardoyo Agus Sri Wardoyo Agus Sri Wardoyo Agustin, Asri Meidyah Aida Verdy Kumala Yuniar Aisya Cici Putri Haryati Alfadhila Khairil Sinatrya Alinda Rahmani Allyra Himawati Amanda Fharadita Olivia Rakhmad Amanda Fharadita Olivia Rakhmad Amiini, Annisa Nur Amirah Maulida Rohmah Andamarai, Natasya Ayu Andi Nugroho Andriani, Merryana Andriyanto Andriyanto Anggiat Manahan Anisa Nindyasari Annas Buanasita Annis Catur Adi Annisa Salsabila Setya Budi Annisa Yumna Fauzi Antonius Yansen Suryadarma Anuz, Amany Ges Aqmarina Abidah Ardian Nurdianto Firman Ardyanisa Raihan Kusuma Ariza, Nahya Rahmatul Arum Sekar Rahayuning Putri Ashlikhatul Khanif Asri Meidyah Agustin Atika Anif Prameswari Atin Nurmayasanti Aulia Jauharun Nisak Aulidina Dwi Mustafyani Azizah Ajeng Pratiwi Azizah Ajeng Pratiwi Azmy, Ulul Azzahra, Callista Naurah Bagong Suyanto Bambang Wirjatmadi Bekti Krisdyana Bella Kartini Rochmania Budi Utomo Callista Naurah Azzahra Callista Naurah Azzahra Charles Frans Chatarina Anugrah Ambar Purwandari Christy, Aprillia Betany Chrysoprase Thasya Abihail Chrysoprase Thasya Abihail Cita Rosita Sigit Prakoeswa Damai Arum Pratiwi Daniel Andi Kristanto Danik Iga Prasiska Dayinta Annisa Syaiful Deandra Ardya Regitasari Sutoyo Destania Kinthan Larasati Dhiflatul Frista Anani Diah Indriani Diah Indriani Dian Utama Pratiwi Putri Dicky Andhyka Priambudi Dinda Maulidya Putri Maharani Dominikus Raditya Atmaka Dwi Putri Pangesti Suryo Andadari Dzakiyyatul Fikrah 'Arifah Dzulkifli, Achmad Edna Elkarima Edy Purwanto Tertius Eka Anisah Yusryana Eka Anisah Yusryana Eka Anisah Yusryana Eka Anisah Yusryana Eka Cahya Febrianto Elma Mutiara Oktaviani Elya Sugianti Elya Sugiyanti Erfiana Eriza Wahyuhandani Ernadila Diasmarani Hargiyanto Ernadila Diasmarani Hargiyanto Erwanda Anugrah Permatasari Estuningsih, Yayuk Farah Mumtaz Suwandiman Farah Mumtaz Suwandiman Farapti Farapti Farida, Bunga Fathrizqita Aghnia Raudhany Fatqiatul Wulandari Fatqiatul Wulandari Febrianto, Eka Cahya Felicia Anggono Fera Feheliani Cristanti Fitria Nurus Sakinah Flora Ramona Sigit Prakoeswa Fransiska Sabatini Setiawati Fransiska Sabatini Setiawati Fuad Zulkarnain Rozaq Sugeha Fuad Zulkarnain Rozaq Sugeha Furoidah, Nida Asni Greena Pristyna Gunawan Yoga Pratama Hargiyanto, Ernadila Diasmarani Hario Megatsari Hasanah Ayuningtyas Helen Alvia Clarita Hibatullah, Faiz Nur Iin Zulaiha Tuasikal Ikeu Ekayanti Ilyu Ainun Najie Imaniar Mahdiya Izati Indah Dwi Utami Isaura, Emyr Reisha Isma Nur Amalia Ismail, Wan Ismahanisa Isnaniyanti Fajrin Arifin Jaminah Jaminah Jaminah, Jaminah Kamila Dwi Febrianti Keah, Lee Siew Khairina Fadiah Hidayati Khairina Fadiah Hidayati Khoiriyah, Riza Lilik Kustiyah Lina Ali Baraja loriza, sufi jihaan Loriza, Sufi Jihan Luki Mundiastuti Maharani, Faizah Putri Mahmud Aditya Rifqi Mahmud Aditya Rifqi Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Wati Sugito Marcellina Tania Ratanika Martina Puspa Wangi Martina Puspa Wangi Martina Puspa Wangi Mat Yasin, Azwa binti Mauline Afifah Putri Sutrisno Maya Fernandya Siahaan Melaniani, RR Soenarnatalina Mengistu, Assaye Girma Merryana Andriani Mira Dewi Miranda Zannuba Qotrunnada Mohamad Azhar Mohamad Halim Mohamad Shariff, Mohamad Halim bin Mohammad Fahmi Rasyidi Mohd Fitri, Muhammad Firdaus bin Mohd Noor, Mohamad Azhar bin Muh Guntur Sunarjono Putra Muhammad Nabil Fikri Nabila Nuraisyah Rizkianti Nadia Ramadhani Nadia Ramadhani Nafijah Muliah Nahya Rahmatul Ariza Natasya Ayu Andamari Ni Made Ayu Rachel Rasheeta Nuka Niken Andini Niken Yunia Rifqi Ninda, Gina Fitri Nining Tyas Triatmaja Noki Rieke Diah Ayu Yuwana Nur Alifia Hera Nur Hasanah Nur Mufida Wulan Sari Nur Mufida Wulan Sari Nur Mufidah Wulan Sari Nur Sahila Nur Sahila Nur Sahila Nur, Zilvi Fuadiyah Nurdini, Erike Duwi Padella Dian Julia Armadita Pangestuti, Ayu Permatasari, Fitiara Indah Pratiwi, Azizah Ajeng Putri Ramadhani Qurrota A’yun Febrina Triwindiyanti Rachmah, Qonita Rachmahnia Pratiwi Ragil, Meisya Risky Puspitasari Rahmani, Alinda Rahmatika, Auni Rakhmad, Amanda Fharadita Olivia Ramadhan, Sasha Anggita Rao, Rishan Rao al Morgan Ratna Dwi Puji Astuti Ravi, Bagas Alifiyan Relawantria Harlianti Renata Saskia Rifa Juliana Kartika Rifka Annisa Rahmah Ririn Kristiani Riska Amelia Nirina Ilham Rizaldy Fathur Rachman Rizkianti, Nabila Nuraisyah Rizky Aulia Rachma Roudhotul Jannah Rozlan, Muhammad Syahmi bin RR Soenarnatalina Sabitha Wina octarine Sabri, Nurhidayah binti Safaryna, Alifia Merza Sahila, Nur Sajida, Jasmine Hanida Sakinah Ramadhani Saleem, Haitam Thaleb Salim, Lutfi A. Salsabila, Dhia Qatrunnada Noor Salsabila, Jihan Zahwa Sandrina Indah Paraswati Santi Martini Santoso, Audia Fijratullah Santoso, Kohar Hari Santoso Hari Sari, Nur Mufida Wulan Sari, Nur MW. Sasha Anggita Ramadhan Sasha Anggita Ramadhan Sasha Anggita Ramadhan Sasha Anggita Ramadhan Shinta Arta Mulia Siti Helmyati Siti Nur Husnul Yusmiati Siti Rahayu Nadhiroh Soares, Ivo Da Costa Soenarnatalina Melaniani Soenarnatalina Soenarnatalina Soenartalina Melaniani Sokvy, Ma Soraya Tri Widayani Sri Sumarmi Sri Sumarmi Sri Sumarmi Sri Wahyuni Stefani Verona Indi Andani Stefani Verona Indi Andani Stefania Widya Setyaningtyas Suarilah, Ira Suci Handayani Sulvy Dwi Anggraini Susi Hidayah Suwardi Suwardi Suzanna Primadona Suzanna Primadona Syafi’atur Rosyidah Syahdana, Achidah Nur Syahfitri Wulandari Syahid Kinayung Widyaji Tajuddin, Rosnida binti Talib, Siti Salwa binti Thinni Nurul Rochmah Tiara Tivany Triska Susila Nindya Tulus Ervina Lindayanti Ulfa Al Uluf Utari Gita Setyawati Valentin, Valling Virghina Bintang Pininfarina Wadi'ah Hasna Nurramadhani Wadi'ah Hasna Nurramadhani Wan Ismahanisa Ismail Wardatul Raihan Werdaningtyas, Rizky Widadari Intan Rujaby Widati Fatmaningrum Widayani, Soraya Tri Wilis Cahyaning Ayu Wilis Cahyaning Ayu Wizara Salisa Wuri Rizki Handarbeny Yayuk Estuningsih Yuniar, Cindra Tri Yurike Adhela Yurike D Adhela Yurike Dhika Adhela Yurike Dhika Adhela Yusmiati, Siti Nur Husnul Yusrita Anidha Yusryana, Eka Anisah Yuyun Eka Sari Zahidatul Rizkah Zainurrahmah, Nadia Syfa Zebadia, Eurika Zeni Firginingtyas Zuriati Muhamad