Claim Missing Document
Check
Articles

PELAKSANAAN ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN DEMAM TIFOID Amiini, Annisa Nur; Mahmudiono, Trias
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28842

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit infeksi saluran pencernaan bagian usus halus yang bersifat akut. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri salmonella typhi dengan penyebaran melalui fecal oral. Asuhan gizi terstandar dilakukan dengan memberikan diet tinggi kalori, tinggi protein, dan rendah serat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui implementasi proses asuhan gizi terstandar dan pemberian diet tinggi kalori tinggi protein rendah serat pada pasien demam tifoid. Pelaksanaan studi kasus dilakukan pada bulan November 2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya oleh ahli gizi rumah sakit dan memilih pasien untuk sampel penelitian. Pasien diambil dari rekam medis dengan persetujuan perawat jaga dan didampingi oleh ahli gizi rumah sakit. Metode ini melibatkan pengamatan selama tiga hari terhadap aspek asupan melalui foodrecall 24H dan visual comstock pasien, aspek fisik melalui wawancara, dan aspek biokimia melalui rekam medis pasien. Peneliti juga melakukan studi literatur untuk melengkapi informasi yang diperlukan. Setelah dilakukan intervensi selama 3 hari didapatkan hasil gejala batuk membaik, terjadi penurunan suhu tubuh dan peningkatan nafsu makan. Terjadi penigkatan asupan harian pasien pada zat gizi energi, protein, dan lemak. Namun untuk karbohidrat mengalami penurunan. Selama 3 hari, pasien dipantau untuk tanda-tanda fisik klinis termasuk batuk, suhu tubuh, dan sistem pencernaan. Pada hari pertama, batuknya mulai berkurang, dan pada hari ke-2 dan ke-3, kondisinya semakin membaik. Suhu tubuhnya juga menurun dan berada dalam rentang normal pada kedua hari tersebut. Selain itu, nafsu makannya meningkat. Pantauan terhadap asupan pasien selama periode tersebut menunjukkan peningkatan dalam zat gizi energi, protein, dan lemak, sementara karbohidrat mengalami penurunan.
PENGARUH EDUKASI GIZI MENGGUNAKAN KOMIK TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MENGENAI JAJANAN SEHAT PADA ANAK SEKOLAH (STUDI PADA SISWA KELAS V SDN MOJO III SURABAYA) Maharani, Faizah Putri; Mahmudiono, Trias
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selain makanan utama, asupan jajanan turut berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan gizi harian. Namun, banyak anak usia sekolah yang masih belum mengetahui jajanan yang baik untuk kesehatan. Jajanan padat kalori dan tinggi lemak dapat menimbulkan masalah gizi, seperti overweight hingga obesitas sehingga dibutuhkan edukasi gizi agar dapat meningkatkan pengetahuan anak-anak dalam memilih jajanan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi menggunakan komik terhadap tingkat pengetahuan anak sekolah mengenai jajanan sehat. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan intervensi berupa edukasi gizi menggunakan media komik pada kelompok eksperimen dan leaflet pada kelompok kontrol. Edukasi diberikan sebanyak satu kali setiap minggu dalam satu bulan. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN Mojo III Surabaya dan kelas V SDN Mojo VI Surabaya yang berjumlah 177 siswa, sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 20 siswa dalam setiap kelompok dan dipilih menggunakan cluster random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan siswa di SDN Mojo III Surabaya tentang jajanan sehat sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi menggunakan media komik. Hal ini dibuktikan dengan hasil pretest-posttest pengetahuan yang menunjukkan p-value<0,001. Begitu juga pada siswa di SDN Mojo VI yang diberikan edukasi menggunakan leaflet menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan sesudah edukasi dengan p-value=0,016. Namun, uji beda selisih pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi antara kelompok komik dan leaflet menunjukkan p-value=0,719 yang artinya tidak terdapat perbedaan nilai delta yang signifikan pada variabel pengetahuan antara kelompok eksperimen dan kontrol.
HUBUNGAN INDEKS KEKAYAAN DENGAN MINIMUM ACCEPTABLE DIET (MAD) PADA ANAK USIA 6-11 BULAN BERDASARKAN DATA SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA TAHUN 2017 Zebadia, Eurika; Sajida, Jasmine Hanida; Mahmudiono, Trias
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29073

Abstract

Prevalensi anak yang mengalami wasting dan stunting secara global pada tahun 2020 sebesar 6,9% dan 21,3%. Daya beli makanan yang bervariasi berkaitan dengan tingkat kekayaan. Salah satu indikator dalam mengukur praktik pemberian MP-ASI pada anak adalah Minimum Acceptable Diet (MAD). Indikator ini digunakan untuk mengukur keragaman pangan serta frekuensi MP-ASI. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan indeks kekayaan dengan Minimum Acceptable Diet (MAD) pada balita berusia 6-11 bulan di Indonesia berdasarkan analisis data SDKI 2017. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan analisis data sekunder dari data SDKI 2017 di 34 provinsi di Indonesia. Data mikro SDKI 2017 tersedia secara publik dan diakses melalui domain public DHS Programme. Sub-populasi yang diteliti pada penelitian ini adalah anak berusia 6-11 bulan di Indonesia dengan jumlah sampel sebanyak 1.381 anak. Metode analisis yang digunakan pada pengukuran wealth index dan MAD ini adalah analisis deksriptif dan inferansial. Analisi inferansial yang dilakukan adalah uji chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa prevalensi MAD sebesar 28,3% dari 1.381 anak. Faktor indeks kekayaan mempengaruhi MAD, dengan kategori wealth index kaya (p=0,012; OR=1,892) dan terkaya (p=<0,001; OR=2,911). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara Indeks kekayaan dengan MAD pada anak usia 6-11 bulan di Indonesia. Oleh sebab itu perlu dilakukan peningkatan distribusi dan pengobtrolan harga untuk meningkatkan MAD.
PENGARUH EDUKASI GIZI SEIMBANG DAN PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI PENCEGAHAN STUNTING Werdaningtyas, Rizky; Mahmudiono, Trias
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29099

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan stunting yang menunjukan kondisi naik-turun (dinamis) baik di Dunia maupun di Indonesia perlu disikapi secara serius. Hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2021 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4%, atau menurun 6,4% dari angka 30,8% pada tahun 2018. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang pengaruh edukasi gizi dan pemanfaatan daun kelor terhadap pencegahan stunting. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode lapangan yakni melalui edukasi langsung dan demo pembuatan bahan makanan pendamping ASI, penelitian ini menggunakan metode desain kuantitatif. dengan instrument penelitian yang digunakan yaitu kuesioner yang dilakukan dalam dua tahapan yaitu pada saat sebelum kegiatan dilakukan dan setelah kegiatan dilakukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa edukasi gizi mempengaruhi pengetahuan ibu mengenai stunting dan upaya pencegahannya. Hasil pre-test menunjukan bahwa 7 dari 12 ibu memiliki pengetahuan dengan kategori sedang dengan presentase komulatif yaitu 58.3. Selanjutnya, 5 dari 12 lainnya berkategori baik dengan angka komulatif mencapai 41.7. Setelah diberikan edukasi dan pelatihan pembuatan makanan berbahan dasar daun kelor dan dilakukan post-test maka hasilnya menunjukan bahwa dari jumlah (N) yaitu 12 orang, semuanya memiliki pengetahuan yang baik. dengan presentase validasinya adalah 100.0. Kesimpulannya edukasi gizi seimbang dan pemanfaatan daun kelor mempengaruhi secara signifikan pengetahuan ibu menegenai gizi seimbang sebagai pencegahan stunting
PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2, SELULITIS CRURIS DAN HIPERTENSI : DIET DM TIPE 2, RENDAH GARAM Zainurrahmah, Nadia Syfa; Mahmudiono, Trias
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29121

Abstract

Penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kejadian hipertensi diberikan diet Diabetes Mellitus Tipe 2 Rendah Garam dengan kadar asupan natrium sebesar 200-400 mg. Pemberian diet ini bertujuan untuk menjaga kadar gula darah dalam keadaan normal dan menurunkan kadar tekanan darah hingga normal serta menurunkan risiko komplikasi. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan proses asuhan gizi klinis terstandar pada pasien dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2, selulitis cruris, dan hipertensi tingkat I. Pengambilan studi kasus dilakukan pada bulan September 2023 selama tiga hari dengan menggunakan metode obeservasi dan wawancara, serta melakukan proses monitoring dan evaluasi pada asupan makan harian pasien, pemeriksaan antropometri, pemeriksaan biokimia, serta pemeriksaan kondisi fisik klinis pasien. Setelah dilakukan proses monitoring, didapatkan hasil bahwa asupan makan pasien sudah memenuhi target asupan harian dengan kondisi fisik klinis yang membaik yang ditunjukkan dengan kadar tekanan darah yang mengalami penurunan menuju nilai rentang normal. Namun, tetap perlu dilakukan pemantauan secara berkala pada kondisi pasien. Diet Diabetes Mellitus Tipe 2 Rendah Garam diharapkan dapat terus dilanjutkan untuk memaksimalkan kondisi fisiologis pasien. Membatasi asupan natrium serta asupan karbohidrat kompleks dilakukan dengan upaya tidak memicu peningkatan kadar gula darah serta tekanan darah. Selain itu, dilakukan pemberian edukasi gizi dengan tujuan meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga dalam pemilihan jenis makanan dan pola makan pasien. Dapat disimpulkan, selama tiga hari pemantauan kondisi fisiologis pasien mengalami peningkatan yang ditandai dengan kadar tekanan darah mengalami penurunan menuju nilai normal dan asupan makan pasien yang memenuhi target asupan harian.
PEMBERIAN DIET TINGGI KALORI DAN TINGGI PROTEIN PADA PASIEN ANAK GASTROENTERITIS DAN BRONKITIS Salsabila, Jihan Zahwa; Mahmudiono, Trias
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29414

Abstract

Pasien anak dengan gastroenteritis dan bronkitis memerlukan asuhan gizi khusus untuk pemulihan, mencukupi asupan gizi, serta mengurangi peradangan pada saluran pencernaan dan paru-paru. Pasien gastroenteritis dan bronkitis dapat mempengaruhi sistem imun dan kemampuan anak untuk mengonsumsi makanan secara adekuat. Proses asuhan gizi terstandar dilakukan dengan pemberian diet tinggi kalori dan tinggi protein untuk mengembalikan kondisi pasien akibat inflamasi yang terjadi pada tubuh. Studi kasus dilakukan pada bulan November 2023 pada pasien rawat inap RS X Kota Surabaya. Metode yang digunakan berupa observasi selama tiga hari pada aspek asupan yang dilihat dari 9 kali makan menggunakan food recall 24h, aspek antropometri untuk mengetahui status gizi pasien (IMT/U) dengan mengukur berat badan pasien menggunakan timbangan berat badan, aspek fisik dengan wawancara, aspek biokimia dari rekam medis pasien, aspek food waste menggunakan visual comstock, dan edukasi gizi sesuai penyakit yang diderita oleh pasien dengan ceramah menggunakan media leaflet. Setelah pemberian intervensi gizi, kondisi pasien mulai membaik ditandai dengan keluhan diare, penurunan nafsu makan, mual, dan muntah sudah tidak dirasakan lagi, hanya batuk dan lemas yang masih dirasakan namun mengalami penurunan skala. Asupan makanan pasien mengalami peningkatan, namun belum memenuhi memenuhi target kebutuhan asupan harian. Pemeriksaan biokimia hanya dilakukan satu kali dan tidak dilakukan pemeriksaan ulang. Pada kasus ini, pemulihan kondisi pasien cukup cepat. Nafsu makan membaik secara bertahap ditandai dengan sisa makanan hampir memenuhi target yang ditetapkan meskipun zat gizi makro dan mikro belum tercapai.
FOOD COPING STRATEGIES SANGAT TINGGI PADA ANAK JALANAN DENGAN STATUS GIZI KURANG Salsabila, Dhia Qatrunnada Noor; Loriza, Sufi Jihan; Trias Mahmudiono
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29478

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan ketahanan pangan dengan konsumsi energi, serta status gizi anak jalanan di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Metode Campuran, yang mengintegrasikan metodologi kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Explanatory Sequential Mixed Methods, yang lebih berakar pada penelitian kuantitatif dibandingkan penelitian kualitatif. Penelitian ini fokus pada demografi anak jalanan yang berada di Kabupaten Bangil. Pengambilan sampel menggunakan teknik yang disebut simple random sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner Coping Strategy Index dan kuesioner SQ-FFQ. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, dan teknik statistik lainnya. Uji validitas menunjukkan skor sebesar 51%, sehingga masuk dalam kelompok food coping tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa rumah tangga anak jalanan menghadapi tantangan dalam mengakses, menyalurkan, menggunakan, dan menjaga ketahanan pangan. Analisis uji reliabilitas CSI menggunakan Cronbach's Alpha menunjukkan skor koefisien reliabilitas sebesar 0,695 yang melebihi ambang batas sebesar 0,6. Ini menunjukkan bahwa hasilnya menunjukkan keandalan yang baik dan dapat dianggap dapat dipercaya. Selanjutnya menunjukkan konsistensi data penelitian dalam kaitannya dengan skala dan variabel. . Hasil analisis uji dalam penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara ketahanan pangan (p = 0,001) dan asupan energi (p = 0,001) dengan status gizi di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Selain itu, hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar anak jalanan di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan termasuk dalam kategori food coping tinggi, sebaliknya hasil tersebut menunjukkan angka asupan energi yang rendah berada di bawah AKG tahun 2019 dan menyebabkan anak jalanan mempunyai angka status gizi yang rendah.
Pengaruh Edukasi Gizi Dengan Media Kartu Kuartet Terhadap Pengetahuan Dan Asupan Zat Gizi Makro Sarapan Siswa Kelas IV SD SAIM Surabaya Ravi, Bagas Alifiyan; Mahmudiono, Trias
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.14948

Abstract

Abstrak Sarapan merupakan makanan yang dikonsumsi pagi hari dijalankan di waktu antara bangun tidur sampai jam 9 pagi. Apa yang dikonsumsi di pagi hari dapat menentukan performa sepanjang hari. Edukasi dengan pendekatan teori health belief model yang menggunakan media kartu kuartet dapat menarik minat siswa karena pada umumnya manusia lebih mudah menerima informasi dalam bentuk visual. Riset berikut tujuannya guna menganalisis pengaruh edukasi gizi menggunakan media kartu kuartet terhadap perubahan pengetahuan dan asupan zat gizi makro sarapan di SD SAIM Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan penelitian pre-posttest group design. Sampel dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Jumlah sampel riset ialah sebanyak 15 sampel kelompok kelompok dan 15 kontrol. Mereka ialah pelajar kelas IV yang mau dijadikan subyek riset. Riset dijalankan dalam waktu satu bulan melalui pemberian edukasi gizi memakai media kartu kuartet pada kelompok perlakuan dan media poster pada kelompok kontrol. Hasil riset memaparkan bahwasanya ada perbedaan yang signifikan pada kelompok perlakuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi menggunakan media kartu kuartet pada pengetahuan (p = 0,001), persepsi keparahan (p = 0,018), self-efficacy (p = 0,003), asupan energi (p = 0,003), asupan protein (p = 0,001), dan asupan lemak (p=0,042) Sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi menggunakan media poster. Setelah diberikan edukasi gizi, terdapat perbedaan selisih yang signifikan pada rata-rata skor pengetahuan (p = 0,001) dan persepsi keparahan (p = 0,005) antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Edukasi gizi menggunakan media flashcard dengan pendekatan teori health belief model berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan persepsi keparahan. Kata kunci: Sarapan, Pengetahuan, Zat Gizi Makro
Hubungan Antara Pemberian ASI dan Pemberian Makanan Selain ASI denganKejadian Underweight Pada Bayidi JawaTimur Tahun 2018 Maharani, Dinda Maulidya Putri; Anggraini, Sulvy Dwi; Mahmudiono, Trias
Media Gizi Kesmas Vol 8 No 1 (2019): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2019)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v8i1.2019.1-4

Abstract

Latar Belakang:Prevalensi padabayi yang mendapatkan ASI Eksklusif di Provinsi Jawa Timur tahun 2015sebesar 68,8% kemudian mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2014, dan terus meningkat hinggatahun 2017 yaitu 75,7%. Penyakit infeksi dapat menurunkan nafsu makan pada bayi danberakibatkan penurunanstatus gizi. Pemberian makanan penamping ASI dapat mempengaruhi status gizi bayi. Provinsi Jawa Timurmerupakan salah satu provinsi dengan capaian ASI eksklusif dibawah target. Berdasarkan dari kabupaten/kotadiketahui bahwa cakupanbayi yang mendapatkan ASI eksklusif di Jawa Timur tahun 2018 sebanyak 77,0%.Tujuan:Penelitianuntuk menganalisis hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dan pemberian makananselain ASI dengan kejadianunderweightpada bayi di Provinsi Jawa Timur tahun 2018Metode:Penelitian ini merupakan analisis data primer dan sekunder dngan survei laporan bulanan Gizi ASIEksklusif Provinsi Jawa Timur tahun 2018. Analisis data dilakukan dengan menggunakan ujiChi-squaredanRegresi Logistik.Hasil:Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pemberianmakanan selainASIEksklusif (<30hari,>30 hari) dengankejadianunderweight, (p=0,000010;OR=1,645;95%CI=1,319–2,052), ada hubunganpemberian ASI saja tanpa makanan selain ASI pada bayi dengan kejadianunderweight,(p = 0,000;OR=0,272;95%CI=0,217–0,341).Kesimpulan:Pemberian makanan selain ASI dan pemberian ASI Eksklusif pada bayi berhubungandengankejadianunderweight. Pemberian ASI Eksklusif sudah mencukupi kebutuhan nutrisi bayi usia 0-6 bulan. Pihakpelayanan kesehatan perlu meningkatkan program promosi kesehatan dengan sosialisasi tentang pentingnyapemberian ASI Eksklusif pada bayi baru lahir hingga usia 0-6 bulan dan pemberian makanan pendamping ASIpada usia sampai 2 tahun agar kebutuhannutrisinya terpenuhi.ABSTRACTBackground: The prevalence of the babies who received exclusive breastfeeding in the Province of East Java by2015 was 68.8% which is lower when it is compared to 2014, with 72.9%, and since then it continued toincrease until in 2017 it was 75.7%. Infectious diseases may reduce appetite in infants which resulted in lowernutritional status. Providing complementary foods for breast milk can affect the nutritional status of the infants.The East Java Province is one of the provinces with exclusive breastfeeding achievement below the target. Basedon the district/city the coverage of infants who received exclusive breastfeeding in East Java in 2018 was 77.0%.Objective:This research was conducted to analyze the relationship between exclusive breastfeeding and theconsumption of complementary food other than breast milk with the incidence of underweight found in infants ofEast Java Province in 2018Method:By analyzing the primary and secondary data with a survey of monthly reports on the East JavaProvince's ExclusiveNutrition of Breastfeeding in 2018. The analysis was performed through the Chi-squareand Logistic Regression test.Results:The results found that there is a relationship between the consumption of food other than breast milk(<30 days,>30 days) with theincidence of underweight, (p=0.000010; OR=1.645; 95% CI=1.319-2.052), as  well as between exclusive breastfeeding(breast milk only) in infants with the incidenceof underweight,(p=0.000; OR=0.272; 95% CI=0.217-0.341).Conclusion:The consumption of food other than breast milk and exclusive breastfeeding on infants associatedwith the incidence of underweight. Breast milk is sufficient for the nutritional needs of infants aged 0-6 monthsold. Health care officials need to improve health promotion programs bysocializing the importance of exclusivebreastfeeding for newborns up to ages of 0-6 months and providing complimentary food beside breast milk untilthe age of 2 years old to fulfill the nutritional needs of the child.
Hubungan Status Ketahanan Pangan Rumah Tangga dengan Anemia pada Ibu Hamil (Studi di Desa Bektiharjo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban) Nurdini, Erike Duwi; Mahmudiono, Trias
Media Gizi Kesmas Vol 9 No 1 (2020): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2020)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v9i1.2020.17-22

Abstract

Latar Belakang : Peningkatan potensi anemia pada masa kehamilan dapat dilihat dengan adanya peningkatan prevalensi anemia ibu hamil yang tinggi di Indonesia. Pemenuhan kebutuhan zat gizi kehamilan dapat dipengaruhi oleh kemampuan ekonomi yang dapat dilihat dari ketahanan pangan rumah tangga ibu hamil.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status ketahanan pangan rumah tangga dengan anemia pada Ibu Hamil.Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan desain cross sectional dengan besar sampel sebanyak 50 ibu hamil di Desa Bektiharjo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. Ketahanan pangan rumah tangga diukur menggunakna instrumen kuesioner US-HFSSM, sedangkan kadar hemoglobin diukur menggunakan alat digital Easy Touch GCHb. Uji statistik menggunakan uji korelasi pearson.Hasil : Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status ketahanan pangan rumah tangga dengan anemia pada ibu hamil (p=0.019; OR=-0.331).Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status ketahanan pangan rumah tangga dengan anemia pada ibu hamil. Peningkatan konsumsi makanan sumber zat besi non heme dan enhancer zat besi dengan harga terjangkau disarankan untuk ibu hamil terkait dengan kondisi kerawanan pangan rumah tangga.ABSTRACTBackground : The raise of anemia potential in pregnancy can be reflected by the increase of high anemia prevalence among pregnant woman in Indonesia. Meeting the nutritional needs in pregnancy can be influenced by the prosperity that can be seen from household food security of pregnant women.Objectives : The aim of this research was to know the relationship between household food security status with anemia among pregnant womenMethods : This research was using cross-sectional design with 50 pregnant women who lived in Bektiharjo Village Semanding Sub-District Tuban District as the sample. US-HFSSM questionnaire was used as the instrument of household food security status while the level of haemoglobin was measured by Easy Touch GCHb digital device.Results : The result showed there was a significant relationship between household food security status with anemia among pregnant women (p=0.019; OR=-0.331). Pearson Correlation test was used as statistical test for this study.Conclusions : Based on the result of this research there was a significant correlation between household food security status with anemia among pregnant women. Increasing consumption of affordable foods that contain non-heme iron and iron enhancer is recommended for pregnant women related to household food insecurity.
Co-Authors 'Arifah, Dzakiyyatul Fikrah Abd Rahim, Nurul Ain binti Abdul Rohim Tualeka Abdullah Al Mamun Abidah, Aqmarina Afifah Desi Natasya Agus Sri Wardoyo Agus Sri Wardoyo Agus Sri Wardoyo Agustin, Asri Meidyah Alfadhila Khairil Sinatrya Allyra Himawati Amanda Fharadita Olivia Rakhmad Amiini, Annisa Nur Andamarai, Natasya Ayu Andi Nugroho Andini, Niken Andriani, Merryana Anggiat Manahan Anggono, Felicia Anggraini, Sulvy Dwi Anisa Nindyasari Annas Buanasita Annis Catur Adi Annisa Rahmah, Rifka Annisa Salsabila Setya Budi Antonius Yansen Suryadarma Ardian Nurdianto Firman Ariza, Nahya Rahmatul Arum Sekar Rahayuning Putri Atika Anif Prameswari Atin Nurmayasanti Audina, Angelina Aulia Jauharun Nisak Aulidina Dwi Mustafyani Azhar, Mohamad Azmy, Ulul Azzahra, Callista Naurah Bagong Suyanto Bambang Wirjatmadi Bekti Krisdyana Bella Kartini Rochmania Budi Utomo Callista Naurah Azzahra Charles Frans Chatarina Anugrah Ambar Purwandari Christy, Aprillia Betany Chrysoprase Thasya Abihail Chrysoprase Thasya Abihail Cindra Tri Yuniar Cindra Tri Yuniar Cindra Tri Yuniar Cita Rosita Sigit Prakoeswa Cristanti, Fera Feheliani Damai Arum Pratiwi Daniel Andi Kristanto Danik Iga Prasiska Deandra Ardya Regitasari Sutoyo Dhiflatul Frista Anani Diah Indriani Dicky Andhyka Priambudi Dominikus Raditya Atmaka Dwi Putri Pangesti Suryo Andadari Dzulkifli, Achmad Edna Elkarima Edy Purwanto Tertius Eka Anisah Yusryana Elya Sugianti Erfiana Eriza Wahyuhandani Ernadila Diasmarani Hargiyanto Erwanda Anugrah Permatasari Estuningsih, Yayuk Farah Mumtaz Suwandiman Farapti Farapti Farida, Bunga Fathrizqita Aghnia Raudhany Fatqiatul Wulandari Fatqiatul Wulandari Fauzi, Annisa Yumna Febrianto, Eka Cahya Fikri, Muhammad Nabil Fitria Nurus Sakinah Flora Ramona Sigit Prakoeswa Fransiska Sabatini Setiawati Fransiska Sabatini Setiawati Fuad Zulkarnain Rozaq Sugeha Fuad Zulkarnain Rozaq Sugeha Furoidah, Nida Asni Gunawan Yoga Pratama Halim, Mohamad Hargiyanto, Ernadila Diasmarani Hario Megatsari Haryati, Aisya Cici Putri Hasanah Ayuningtyas Helen Alvia Clarita Hibatullah, Faiz Nur Iin Zulaiha Tuasikal Ikeu Ekayanti Ilham, Riska Amelia Nirina Ilyu Ainun Najie Imaniar Mahdiya Izati Indah Dwi Utami Ira Suarilah Isaura, Emyr Reisha Isma Nur Amalia Ismail, Wan Ismahanisa Isnaniyanti Fajrin Arifin Jaminah Jaminah Jaminah, Jaminah Kamila Dwi Febrianti Keah, Lee Siew Khairina Fadiah Hidayati Khairina Fadiah Hidayati Khanif, Ashlikhatul Khoiriyah, Riza Krispul, Adriana Kusuma, Ardyanisa Raihan Larasati, Destania Kinthan Lilik Kustiyah Lina Ali Baraja loriza, sufi jihaan Loriza, Sufi Jihan Luki Mundiastuti Maharani, Dinda Maulidya Putri Maharani, Faizah Putri Mahmud Aditya Rifqi Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Wati Sugito Mamun , Abdullah Al Martina Puspa Wangi Martina Puspa Wangi Martina Puspa Wangi Mat Yasin, Azwa binti Maya Fernandya Siahaan Melaniani, RR Soenarnatalina Melaniani, Soenartalina Mengistu, Assaye Girma Merryana Andriani Mira Dewi Mohamad Shariff, Mohamad Halim bin Mohd Fitri, Muhammad Firdaus bin Mohd Noor, Mohamad Azhar bin Muh. Guntur Sunarjono Putra Mulia, Shinta Arta Nadia Ramadhani Nadia Ramadhani Nafijah Muliah Ninda, Gina Fitri Nining Tyas Triatmaja Nirina Ilham, Riska Amelia Nuka, Ni Made Ayu Rachel Rasheeta Nur Alifia Hera Nur Hasanah Nur Mufida Wulan Sari Nur Mufida Wulan Sari Nur Mufidah Wulan Sari Nur Sahila Nur Sahila Nur, Zilvi Fuadiyah Nurdini, Erike Duwi Nurramadhani, Wadi'ah Hasna octarine, Sabitha Wina Oktaviani, Elma Mutiara Padella Dian Julia Armadita Pangestuti, Ayu Paraswati, Sandrina Indah Permatasari, Fitiara Indah Pininfarina, Virghina Bintang Pratiwi, Azizah Ajeng Pristyna, Greena Putri Ramadhani Putri, Dian Utama Pratiwi Qotrunnada, Miranda Zannuba Qurrota A’yun Febrina Triwindiyanti Rachma, Rizky Aulia Rachmah, Qonita Rachmahnia Pratiwi Ragil, Meisya Risky Puspitasari Rahmah, Rifka Annisa Rahmani, Alinda Rahmatika, Auni Rakhmad, Amanda Fharadita Olivia Ramadhan, Sasha Anggita Rao, Rishan Rao al Morgan Rasyidi, Mohammad Fahmi Ratanika, Marcellina Tania Ratna Dwi Puji Astuti Ravi, Bagas Alifiyan Relawantria Harlianti Renata Saskia Rifa Juliana Kartika Rifqi, Niken Yunia Ririn Kristiani Rizaldy Fathur Rachman Rizkianti, Nabila Nuraisyah Rohmah, Amirah Maulida Roseprilla, Adamina Dinda Roudhotul Jannah Rozlan, Muhammad Syahmi bin RR Soenarnatalina Sabri, Nurhidayah binti Safaryna, Alifia Merza Sahila, Nur Sajida, Jasmine Hanida Sakinah Ramadhani Saleem, Haitam Thaleb Salim, Lutfi A. Salsabila, Dhia Qatrunnada Noor Salsabila, Jihan Zahwa Santi Martini Santoso, Audia Fijratullah Santoso, Kohar Hari Santoso Hari Sari, Nur Mufida Wulan Sari, Nur MW. Sari, Yuyun Eka Sasha Anggita Ramadhan Simangunsong, Tiara Tivany Siti Helmyati Siti Nur Husnul Yusmiati Siti Rahayu Nadhiroh Soares, Ivo Da Costa Soediantoro, Ira Suarilah Soenarnatalina Melaniani Soenarnatalina Soenarnatalina Sokvy, Ma Sri Sumarmi Sri Sumarmi Sri Sumarmi Sri Wahyuni Stefani Verona Indi Andani Stefani Verona Indi Andani Stefania Widya Setyaningtyas Suarilah, Ira Suci Handayani Susi Hidayah Sutrisno, Mauline Afifah Putri Suwandiman, Farah Mumtaz Suwardi Suwardi Suzanna Primadona Suzanna Primadona Syafi’atur Rosyidah Syahdana, Achidah Nur Syahfitri Wulandari Syahid Kinayung Widyaji Tajuddin, Rosnida binti Talib, Siti Salwa binti Thinni Nurul Rochmah Tulus Ervina Lindayanti Ulfa Al Uluf Utari Gita Setyawati Valentin, Valling Wadi'ah Hasna Nurramadhani Wardatul Raihan Werdaningtyas, Rizky Widadari Intan Rujaby Widati Fatmaningrum Widayani, Soraya Tri Wilis Cahyaning Ayu Wilis Cahyaning Ayu Wizara Salisa Wuri Rizki Handarbeny Yayuk Estuningsih Yuniar, Aida Verdy Kumala Yuniar, Cindra Tri Yurike Adhela Yurike D Adhela Yurike Dhika Adhela Yurike Dhika Adhela Yusmiati, Siti Nur Husnul Yusrita Anidha Yusryana, Eka Anisah Yuwana, Noki Rieke Diah Ayu Zahidatul Rizkah Zainurrahmah, Nadia Syfa Zebadia, Eurika Zeni Firginingtyas