p-Index From 2021 - 2026
8.433
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MEDIA MEDIKA INDONESIANA JURNAL GIZI INDONESIA Nurse Media Journal of Nursing JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Jurnal Psikologi Journal of Nutrition College VISIKES Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Keolahragaan Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) Jurnal Riset Gizi Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia The Indonesian Journal of Public Health Sari Pediatri Universa Medicina Paediatrica Indonesiana Majalah Kesehatan FKUB Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat GIZI INDONESIA Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) Belitung Nursing Journal Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia AcTion: Aceh Nutrition Journal Indonesian Contemporary Nursing Journal (ICON Journal) ENDOGAMI Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Journal of Applied Food Technology Holistic Nursing and Health Science Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Al-sihah: The Public Health Science Journal Jurnal Kesehatan Prima Amerta Nutrition Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Jurnal Perawat Indonesia Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang Adi Husada Nursing Journal Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Sport and Nutrition Journal Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Journal of Nursing and Health (JNH) Akper Yakpermas Banyumas Journal of Health and Nutrition Research Berita Kedokteran Masyarakat Eduvest - Journal of Universal Studies Griya Widya: Journal of Sexual and Reproductive Health Physical Therapy Journal of Indonesia Jurnal Riset Gizi Jurnal Bidan Cerdas Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nutrizione Jurnal Info Kesehatan Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban pada daerah pesisir kecamatan Koba kabupaten Bangka Tengah provinsi kepulauan Bangka Belitung Ari Liendy Rachmawati; Ani Margawati; Budi Laksono
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 5 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.226 KB) | DOI: 10.22146/bkm.46624

Abstract

Cadre support and Latrine ownership for coastal residents  in Koba Bangka BelitungPurpose: The behavior of coastal communities who are less accustomed to defecation using latrines has an influence on public health as a whole, especially in diseases related to environmental health. Most of the coastal communities are people with jobs as fishermen who have different characteristics from other communities around them. Problems that often arise in coastal areas are the low level of community welfare and low quality of the environment and sanitation, which has an impact on the ownership of latrines. The purpose of this study was to examine variables associated with healthy latrine ownership in a coastal communities. Method: A survey of 200 families in the coastal villages of Kurau and Kurau Barat of Koba, Central Bangka District. Results: Level of education, knowledge, water availability, support of village administrators were associated with healthy latrine ownership. Families with support from voluntary health worker showed three and a half times more likely to have a toilet at home (OR 3.54, 95% CI 1.44 - 8.69). Conclusion: This study suggests villagers' knowledge of hygiene and sanitation conveyed from the voluntary health workers have a positive impact on the community's response to latrines. Scaling up the voluntary primary health care workers role is important in introducing latrine to villagers.
Edukasi Kesehatan dengan Media Video Animasi: Scoping Review Aisah, Siti; Ismail, Suhartini; Margawati, Ani
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.146 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v5i1.926

Abstract

Upaya peningkatan pengetahuan anemia pada remaja putri selama ini dilakukan melalui pemberian edukasi kesehatan. Edukasi kesehatan yang banyak digunakan saat ini masih menggunakan media yang bersifat konvensional seperti leaftlet, booklet, lembar balik, dan power point. Seiring berkembangnya zaman,media konvensional dirasa kurang efektif untuk peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku kesehatan. Generasi 4.0 lebih dekat dan lebih menyukai media edukasi kesehatan yang bersifat teknologi canggih seperti melalui pendekatan audiovisual dalam bentuk video animasi dengan karakter unik dan menarik. Tujuan studi ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif terkait edukasi kesehatan dengan menggunakan media video animasi. Studi ini dirancang dengan menggunakan metode scoping review. Pencarian artikel menggunakan databased dari Sciencedirect, Scopus, Pubmed, Springerlink dengan waktu penelitian Januari 2015 sampai Desember 2020, dengan kata kunci “video education” OR “video animation” AND “ health animation” AND “animation media” AND “animation for education”. Hasilnya sebanyak 11 artikel yang dilakukan analisis terdiri dari 1artikel kualitatif dan 10 artikel kuantitatif. Hasil studi ini merangkum temuan tentang video animasi sangat efektif dalam edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan karena menarik dan artistik, mudah dimengerti, serta efektif dan informatif. Simpulan studi bahwa media video animasi terbukti signifikan  dalam meningkatkan pengetahuan pasien dalam berbagai kelompok usia dan kelompok penyakit. Tenaga kesehatan penting untuk melihat peluang dari video edukasi kesehatan sebagai intervensi yang tepat dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan pada berbagai kelompok usia.  Kata kunci : Edukasi Kesehatan, Video Animasi, Scoping Review
Strategi Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Responsive Feeding untuk Pencegahan Stunting pada Balita Rachma Purwanti; Ani Margawati; Hartanti Sandi Wijayanti; Ayu Rahadiyanti; Dewi Marfu'ah Kurniawati; Deny Yudi Fitranti
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v7i2.5874

Abstract

Salah satu faktor risiko utama dari stunting yaitu asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai. Pemenuhan kebutuhan gizi balita dapat dioptimalkan salah satunya dengan pemberian makan yang responsif. Saat ini pengetahuan, sikap dan praktik Responsive Feeding di Indonesia masih sangat rendah (≤30%), demikian pula di Kota Semarang. Upaya peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik Responsive Feeding pada balita perlu dilakukan melalui strategi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) terpadu meliputi edukasi dan Small Group Discussion (SGD). Program dilaksanakan selama 8 bulan (April-November 2022) di wilayah Puskesmas Lamper Tengah, Kota Semarang. Media yang digunakan yaitu modul edukasi, power point presentation, dan kartu edukasi. Kartu edukasi Responsive Feeding terdiri dari 5 kartu yang menggambarkan praktik pemberian makan Responsive Feeding. Sasaran program adalah ibu balita. Edukasi berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab antar peserta dan pelaksana pengabdian masyarakat. Hasil dari program menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rerata skor pengetahuan, sikap, dan praktik responsive feeding setelah program dilaksanakan. Rerata skor pengetahuan sebelum intervensi sebesar 18,72 meningkat menjadi 20,15. Rerata skor sikap sebelum intervensi sebesar 91,2 meningkat menjadi 94,2. Rerata skor praktik sebelum intervensi sebesar 10,22 meningkat menjadi 10,5. Sebelum dilaksanakannya program, praktik Responsive Feeding dilaksanakan secara lengkap (meliputi 5 indikator) oleh 22% ibu balita. Setelah program dilaksanakan, praktik Responsive Feeding secara lengkap dilaksanakan oleh 27% ibu balita.
Analisis Faktor Penyebab Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Kairatu Seram Barat Amanupunnyo, Notesya Astri; Shaluhiyah, Zahroh; Margawati, Ani
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2018): December
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.118 KB) | DOI: 10.30604/jika.v3i2.134

Abstract

Kairatu Health Center is 1 of 17 health centers in the district of West Seram with the prevalence of anemia is high at 45.63 percent and 2017 anemic order to 7 of 10 diseases in PHC Kairatu. Prevalence is quite high compared to world 38,2 and in Indonesia 37.1 percent. The purpose of this study was to determine anemia in pregnant women using cross sectional and the total sample of 120 people.Data collected interviews and questionnaires, then analyzed by univariate, bivariate and multivariate. Anemic respondents were more than those who were not anemic with the highest category of moderate anemia. Most of the respondents' ages are not at risk, slight parity, distant pregnancy distance, most trimester 3 gestational, but prenatal care is not up to standard. The test results for the cost of consuming iron supplements (p=0.030) and coffee/tea consumption (p=0.004) correlated with the incidence of anemia in pregnant women. The influential variables were consumption of iron supplements (OR=17,763) and coffee/tea consumption (OR=17,590) while age a protective factor (p=0,196). Pregnant women who do not adhere to consuming Fe tablets and often consume coffee/tea greatly affect the prevalence of anemia. Anemic education and prevention through various media and controlling the distribution of Fe tablets and consumption of Fe tablets through drug consumption cards can be carried out continuously to suppress pravalence anemia.
Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan Tambahan pada Balita: Telaah Literatur Mahmudah Khurotul Aini; Ani Margawati; Sri Winarni
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.499 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i1.11173

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Salah satu pendekatan yang dilakukan untuk menurunkan prevalensi gizi kurang yaitu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan pada balita gizi kurang. PMT-P bagi balita merupakan program pemberian gizi yang bertujuan memulihkan gizi balita dengan jalan memberikan makanan dengan kandungan gizi yang cukup sehingga kebutuhan balita terpenuhi. Evaluasi Pemberian Makanan Tambahan ini penting untuk mengetahui perencanaan dan pelaksanaan program PMT apakah sudah sesuai dengan petunjuk teknis dari Kemenkes, selain itu evaluasi memberikan gambaran yang jelas tentang proses setiap tahap baik dari mulai input, proses dan output sehingga diharapkan dengan adanya evaluasi pemberian makanan tambahan ini dapat memperbaiki kegiatan program yang sudah dilaksanakan dan perbaikan program PMT yang perlu ditingkatkan Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai evaluasi program Pemberian Makanan Tambahan pada Balita Metode: Telaah artikel dibuat dengan menggunakan metode telaah pustaka terhadap artikel yang membahas mengenai pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal pada balita. Artikel yang digunakan didapat dari Google Scholar dan Pubmed dengan kata kunci PMT Lokal, Pemberian Makanan Tambahan dan PMT balita. Artikel yang digunakan menggunakan bahasa indonesia dan bahasa inggris yang relevan dalam 6 tahun terakhir yaitu yang dipublikasikan mulai tahun 2017 sampai tahun 2022. Hasil: Temuan dalam penelitian menunjukkan bahwa secara umum program pemberian makanan tambahan pada balita telah dijalankan dengan baik namun terlihat adanya hambatan dan masalah dalam proses, input maupun output. Kesimpulan: Program Pemberian Makanan Tambahan pada Balita di berbagai daerah di Indonesia masih memiliki berbagai tantangan, hambatan, kesulitan dan kendalanya masing-masing. Hambatan dan Permasalahan tersebut diantaranya permasalahan tenaga yang masih kurang dan belum berpengalaman, belum adanya pelatihan kepada petugas, sosialisasi masih kurang kurangnya anggaran dana, tidak terbentuknya kelompok ibu balita, distribusi PMT yang tidak tepat waktu dan tepat sasaran, fasilitas gudang penyimpanan program PMT-P, kegiatan pemantauan pencatatan dan pelaporan yang kurang optimal serta kurangnya peran masyarakat terutama orang tua balita sasaran.
Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Dukungan Atasan tentang Pemberian ASI Eksklusif pada Tenaga Kesehatan dan Non Kesehatan Fitriyani Wijayanti; Ani Margawati; Mohammad Zen Rahfiludin
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.7416

Abstract

This study compares the knowledge, attitudes, and support from superiors between health and non-health workers at RSUP Dr. Kariadi. The method used is a non-experimental quantitative design with a cross-sectional approach. The research results showed that the majority of respondents in both groups were successful in providing exclusive breastfeeding. The level of knowledge among health workers is better. Supportive attitudes are 57.8% for health workers and 46.7% for non-health workers, and support from superiors in both groups of respondents shows good support. The results of different tests in the two groups show differences in knowledge (p=0.015) and attitudes (p=0.038) regarding exclusive breastfeeding between health and non-health workers. At the same time, in the superior support variable (p=0.053), there is no significant difference between health and non-health workers. Conclusion: There are differences in knowledge and attitudes between health and non-health workers that can influence mothers' decisions about breastfeeding; good superior support can motivate mothers to continue expressing breast milk. Keywords: Superior Support, Exclusive Breastfeeding, Knowledge, Attitude, Health Workers
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING ANAK USIA 1-2 TAHUN DI DAERAH ROB KOTA PEKALONGAN Tyas Setiyo Yuniarti; Ani Margawati; Nuryanto Nuryanto
JURNAL RISET GIZI Vol 7, No 2 (2019): November (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v7i2.5179

Abstract

Background :Stunting is a short stature caused by chronic malnutrition. Stunting is a result of poor nutrition intake or recurrent infectious disease as area Pekalongan which experienced tidal flooding.Objective: The aimed of this study is to analyze the risk factors for stunting.Methods :An observasional study with case control design on children aged 1-2 years at tidal areaNorth Pekalongan sub district. Sample was selected by method consecutive sampling with 37 subjects for each group. Stunting are expressed by high for age z-score. Subject and respondent identity, history of infection, birth weight, birth length, history of exclusively breastfed, hygiene status, mothers’ knowledge about nutrition and economic status was collected using questionnaire. Nutrient intake were obtained from Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Children height was measured using microtoise. Bivariate analyzed with chi-square for determining odds ratio and multivariate with multiple logistic regression.Result:Risk factor for stunted were protein intake (OR=3,42, 95%CI:1,31-8,90), iron intake (OR=3,08, 95%CI:1,11-8,50), diarrhea (OR=13,33, 95%CI:3,47-51,22), acute respiratory tract infection (OR=7,01, 95%CI:2,06-23,81), history of exclusively breastfed (OR=19,50, 95%CI:5,56-68,36), hygiene status (OR=4,92, 95%CI:1,83-13,1), dan economic status (OR=4,79, 95%CI:1,21-18,9).Conclusion : Protein intake, iron, diarrhea, upper respiratory tract infection, history of exclusively breastfed, hygiene status and economic status are risk factor of stunting among children aged 1-2 years in tidal area subdistrict North Pekalongan.
HUBUNGAN KETAHANAN PANGAN DENGAN GIZI KURANG PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN (STUDI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANGKALAN KABUPATEN LIMA PULUH KOTA) Hidayati, Hidayati; Margawati, Ani; Noer, Etika Ratna; Syauqy, Ahmad; Kartini, Apoina
Journal of Nutrition College Vol 13, No 3 (2024): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i3.42541

Abstract

ABSTRACTBackground: Undernutrition describes acute nutritional status.This situation is presented with a Z-Score value of BB/TB at the of <-3 SD to <-2 SD malnutrition category based on World Health Organization (WHO) standards. One of the factors that causes malnutrition in toddlers is family food security.Objectives: To analyze the relationship between food security and malnutrition in children aged 2-5 years in the PangkalanCommunity Health Center working area.Methods: Observational research using a cross sectional study design. The research was 300 children aged 2-5 years, selected through simple random sampling. Food security was calculated using a questionnaire (HFFSM), as well as anthropometric measurements of BB/TB.  Bivariate data analysis was carried out using the Spearman correlation test.Results :As much  75.7%  low food security and nutritional status BB/TB malnutrition was 9%. The results of the Spearman correlation test, show that there is a relationship between family food security and nutritional status according to Z-Score BB/TB p-value 0,023 r=0,131*, this means that if the BB/TB score is low, food security will be increasingly dangerous.Conclusion: Family food security is one of the factors that can increase the incidence of underweight in toddlers aged 2-5 years. Nutritional problems are caused by weak family food security, which is the family’s ability to meet the food needs of household members in terms of quantity, quality, and variety according to local culture. Efforts that can be made to increase food security in households so that nutritional intake can be met properly including empowering houdewives regarding how to manage finances for household consumption as well as empowering training such as sewing and managing small and medium household businesses (UMKM).Keywords : Malnutrition; food security; toodlers                                                                     ABSTRAKLatar belakang: Gizi Kurang menggambarkan status gizi yang bersifat akut, keadaan ini dipresentasikan dengan nilai Z-score BB/TB pada ambang batas <-3 SD sampai dengan <-2 SD kategori  gizi kurang berdasarkan standar World Health Organization (WHO). Salah satu yang menjadi faktor terjadinya gizi kurang pada balita yaitu ketahanan pangan keluarga.Tujuan: Menganalisis hubungan ketahanan pangan dengan gizi kurang pada anak usia 2-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Pangkalan.Metode: Penelitian observasional dengan menggunakan rancangan study cross-sectional. Penelitian melibatkan  300 anak usia 2-5 tahun yang  dipilih melalui simple random sampling,  ketahanan pangan dihitung menggunakan kuesioner (HFFSM) serta pengukuran antropometri berat badan dan tinggi badan.. Analisis data bivariate dilakukan dengan menggunakan uji korelasi spearman. Hasil: Sebanyak 75.7% ketahanan pangan rendah (low food security) dan status gizi BB/TB gizi kurang sebanyak 9%. Hasil uji korelasi spearman menunjukkan terdapat hubungan ketahanan pangan keluarga dengan status gizi menurut Z-Score BB/TB (p=0.023) r=0,131*, artinya apabila skor BB/TB rendah maka ketahanan pangan nya semakin rawan.Simpulan: Kerawanan pangan  keluarga merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kejadian gizi kurang pada balita usia 2-5 tahun. Masalah gizi disebabkan lemahnya ketahanan pangan keluarga yang merupakan kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangan anggota rumah tangga dari segi jumlah, mutu dan ragamnya sesuai dengan budaya setempat. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan di rumah tangga sehingga asupan gizi dapat terpenuhi dengan baik yaitu pemberdayaan kepada ibu rumah tangga terkait bagaimana pengelolaan keuangan untuk konsumsi rumah tangga serta pemberdayaan pelatihan seperti menjahit dan pengelolaan usaha rumah tangga kecil dan menengah (UMKM).Kata Kunci : Gizi Kurang; Ketahanan Pangan; Balita
PAPARAN MIKROBA PADA BUBUR BAYI SEHAT DI KOTA SEMARANG Wijayanti, Hartanti Sandi; Kurniawati, Nur Indah; Margawati, Ani; Fitranti, Deny Yudi; Ayustaningwarno, Fitriyono; Afifah, Diana Nur
Journal of Nutrition College Vol 12, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v12i4.41171

Abstract

ABSTRACTBackground: Healthy Baby Porridge is a term usually used for ready-to-eat complementary food products sold on the roadside. These products were great in demand and were chosen by consumers for cheap and practical reasons. However, the safety of these products was not recognized yet.Objectives: This study aimed to determine the total microbial value of Healthy Baby Porridges based on storage condition and to detect Escherichia coli and Salmonella bacteria.Methods: This study was quantitative descriptive research. The samples tested consisted of porridges and steamed rice. The total microbial value was assessed by using Total Plate Count (TPC), and the presences of Escherichia coli and Salmonella were identified. The TPC was performed for three conditions: (1) soon after samples were purchased at room temperature (26.5 - 27 °C), and after stored for six hours: (2) at room temperature, and (3) in the refrigerator (5°C). Escherichia coli and Salmonella was identified immediately after samples were purchased.Results: The TPC value soon after purchase ranged from 1.7 x 102 to 2.7 x 104. After six hours stored, it was between 1.4 x 103 to 1.9 x 107 at room temperature and between 4.8 x 102 to 1.3 x 106 in the refrigerator. The samples contained no Escherichia coli and Salmonella.Conclusion: The total microbial value of Healthy Baby Porridges had already exceeded the maximum limit of 1 x 102 soon after purchase and increased with storage time, especially at room temperature. Escherichia coli and Salmonella were not found. Consuming products with total microbial value above the threshold can potentially pose a health risk.  Keywords: Healthy Baby Porridges; complementary food; Total Plate Count; Salmonella; Escherichia coliABSTRAKLatar belakang: Bubur Bayi Sehat merupakan istilah yang biasa digunakan untuk produk Makanan Pendamping ASI siap santap yang dijual oleh pedagang kaki lima di pinggir jalan.  Bubur Bayi Sehat diminati karena alasan praktis dan murah. Akan tetapi, belum diketahui bagaimana keamanan pangan produk tersebut dari cemaran mikrobiologis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total mikroba Bubur Bayi Sehat pada beberapa kondisi penyimpanan, serta mengetahui keberadaan bakteri Escherichia coli dan Salmonella.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel yang diuji berupa bubur dan nasi tim. Total mikroba diukur dengan metode Angka Lempeng Total (ALT), dan keberadaan Escherichia coli dan Salmonella diidentifikasi. Uji ALT dilakukan pada tiga kondisi yaitu (1) saat awal produk dibeli pada suhu ruang 26,5 – 27 °C, dan setelah produk disimpan enam jam: (2) di suhu ruang dan (3) di kulkas suhu 5°C. Identifikasi Escherichia coli dan Salmonella dilakukan segera setelah pembelian.Hasil: Nilai ALT saat awal produk dibeli berkisar antara 1,7 x 102 – 2,7 x 104. Setelah enam jam disimpan, nilainya berkisar antara 1,4 x 103 – 1,9 x 107 pada suhu ruang, dan antara 4,8 x 102 – 1,3 x 106 di kulkas. Sampel negatif mengandung Escherichia coli dan Salmonella.Simpulan: Nilai ALT mikroba pada Bubur Bayi Sehat sejak awal sudah melebihi batas maksimum 1 x 102 dan meningkat seiring lama penyimpanan, terutama pada suhu ruang. Escherichia coli dan Salmonella tidak ditemukan. Mengonsumsi produk dengan total mikroba di atas ambang batas dapat berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.Kata Kunci: Bubur Bayi Sehat; MPASI; Angka Lempeng Total mikroba, Salmonella; Escherichia coli  
PERAN SENYAWA BIOAKTIF RUMPUT LAUT TERHADAP RESPON GLUKOSA DARAH PADA INDIVIDU OBESITAS: LITERATUR REVIEW Anggriany, Nissa; Noer, Etika Ratna; Margawati, Ani; Pramono, Adriyan; Anjani, Gemala
Journal of Nutrition College Vol 13, No 3 (2024): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i3.42821

Abstract

ABSTRACTObesity is considered as a risk factor for insulin resistance and hyperglycemia. Strategies for glycemic control are necessary in order to prevent obese individuals from developing diabetes mellitus. Over the last few years, research regarding natural products obtained from seaweed has increased since it contains various bioactive compounds; such as, polysaccharides, polyphenols, carotenoids, fucoxanthin and others. These compounds appear to have various biological effects which are beneficial to health; such as, antioxidant, anti-inflammatory, antimicrobial and anti-diabetic activities. In addition, the low energy content of seaweed and various bioactive compounds can prevent diabetes through various mechanisms. This narrative review provides summary of the various bioactive compounds contained in seaweed and provides a summary regarding the mechanisms of seaweed bioactive compounds on blood glucose responses in obese individuals.Keywords: Seaweed; bioactive compounds; blood glucose; obesity                                                                           ABSTRAKObesitas merupakan faktor risiko terjadinya resistensi insulin dan hiperglikemia. Kontrol glikemik sangat penting untuk menjaga individu obesitas agar tidak sampai pada kondisi diabetes mellitus, sehingga diperlukan strategi untuk mengontrol glikemik. Selama beberapa tahun terakhir, penelitian terkait produk alami yang diperoleh dari rumput laut semakin meningkat karena mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti polisakarida, polifenol, karotenoid, fukosantin dan lainnya. Senyawa tersebut tampaknya memiliki berbagai efek biologis yang bermanfaat bagi kesehatan seperti aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan antidiabetes. Selain itu, kandungan energi yang rendah pada rumput laut dan berbagai senyawa bioaktif dapat mencegah diabetes melalui berbagai mekanisme. Tinjauan naratif ini merangkum berbagai kandungan senyawa bioaktif rumput laut dan memberikan ringkasan terkait mekanisme senyawa biaktif rumput laut terhadap respon glukosa darah pada individu obesitas.Kata Kunci: Rumput laut; senyawa bioaktif; glukosa darah; obesitas
Co-Authors A Fahmy Arif Tsani Achadi Nugraheni, Sri Adhimah, Ayu Fauziyyah Aditya Kusumawati, Aditya Adriyan Pramono Afriani, Adilla Eka Af’idatul Latifah Ahmad Syauqy Ahmad Syauqy Aini, Mahmudah Khurotul Alamsyah, Dedi Alamsyah, Dedi Alfan Afandi Ali Rosidi Amadeaputri, Agapita Ivanne Anak Agung Gede Sugianthara Andriani, Rika Anggriany, Nissa Anjani, Gemala Annastasia Ediati Annisa Wijayanti Antono Suryoputro Any Setyarini, Any Apoina Kartini Aras Utami Ardian Candra Mustikaningrum Ari Liendy Rachmawati Arisanti, Yohanete Novita Aritonang, Eta Aprita Arrum Firda Ayu Maqfiroch, Arrum Firda Ayu Arwinda Nugraheni Arwinda Nugraheni Aryu Candra Astiti, Rosiana Dwi Astuti, Astri Mei Atik Mawarni Avionita Latuihamallo Ayu Rahadiyanti Ayumar, Duena Firsta Sridiasti Bagoes Widjanarko Bambang Sulistyo Budi Bancin, Ratnawati Banun Lentini Besar Tirto Husodo Billy, Roland Budi Laksono Budiyono Budiyono Damayanti, Yuliana Kusuma Darmono SS Deny Yudi Fitranti Deny Yudi Fitranti Deny Yudy Fitranti Devi Cahya Sukma Dewi Marfu'ah Kurniawati Dewi Marfu’ah Kurniawati Dewi Ratnasari Dewi, Claudia Fariday Dewi, Sonia Kurnia Diah Rahayu Wulandari Diana Nur Afifah, Diana Nur Dodik Pramono Dwi Pudjonarko Dwi Safitri, Dwi Dwiantoro, Luky Edi Siswanto Eka Cahyaningsih Wulandari Eka Putri Rahmadhani Endrinikapoulos, Ariana Eny Widiyasari Erika Dewi Noorratri Etika Ratna Noer Fadhila, Farah Rosyihana Fadhilah, Eva Faizah, Nur Azkiyati Famimah, Famimah Farid Agung Rahmadi, Farid Agung Farid Farid Agushybana Fillah Fithra Dieny Fillah Fitra Dieny Firdaus Wahyudi Firdaus Wahyudi Fitriah Fitriah Fitriana, Istiqomah Ramadhan Fitriyani Wijayanti Fitriyono Ayustaningwarno Fitry, Febriana Ramadhani Galuh Chandra Irawan, Galuh Chandra Habibah Abidin Handayani, Novia Hani Tuasikal Hanif, Alika Shobrina Hartanti Sandi Wijayanti Hasan Mustofa Amirudin, Hasan Mustofa Henry Setyawan Susanto Henry Setyawan Susanto Herinawati, Herinawati Hertanto W Subagio, Hertanto W Hidayati Hidayati Hikmah, Kholisotul Himawan, Fatchurrozak Holyness Nurdin Singadimedja Ihat Hatimah Ike Puspitaningrum Ilmiati, Fatia Iriantika, Khory Afifah Irma Aryati Octaviani Jaleha, Jaleha Jayawarsa, A.A. Ketut Kamila, Annida Dini Kartika Febriani Kedang, Veronika Merika Keyasa, Magnalia Morena Ruth Khoirin Nida Kumala, Anandita Mega Kurniawati, Dewi Marfu’ah Kusyogo Cahyo Lani, April Latifah, Nandita Nury Lia Awalia Majida Luky Dwiantoro Mahmudah Khurotul Aini Makruf, Hafizul Maretha, Febrina Yollanda MARIA BINTANG Maria Martiani Maria Mexitalia Martha Irene Kartasurya Meidiana Dwidiyanti Mexitalia Setiawati E, Mexitalia Mina Yumei Santi Mira Rizky Pamungkas Miratul Haya Miratul Haya, Miratul Mohammad Zen Rahfiludin Mohammad Zen Rahfiludin Mu’in, Muhammad Muchlis Achsan Udji Sofro Muniroh, Muflihatul Mursid Tri Susilo Natalia Yohana Wijaya Natiqotul Fatkhiyah nFN Jumiyati, nFN Ninik Rustanti Nissa, Choirun Noer, Etika Notesya Astri Amanupunnyo Notesya Astri Amanupunnyo Novita Milda Susanty Nugrahaeni S A, Nugrahaeni S Nugraheni, SA. Nur Indah Kurniawati Nur Wulandari Nurhidayanti, Sitti Nurmasari Widyastuti Nurmasyita Nurmasyita, Nurmasyita Nuryanto Nuryanto Nuryanto Priyadi Nugraha P Purnamasari, Gilang Puspitadewi, Irene Nucifera Qurrota Ayun Rachma Purwanti Ratih Indraswari Ratmawati Ratmawati Retnaningsih Retnaningsih Retni Retni Retno Wahyuningsih Rika, Erlia Rosita Rita Hadi W Rizqiawan, Angga Robi Andoyo Rosa Pratita Dwi Pratiwi Putri Roudhotun Nasikhah Rubyanti, Septiana Dwi S. Sugiharto Salsa Bening Samsidar Samsidar Setyandari, Renny Siti Aisah Siti Fatimah Muis Soeharyo Hadisaputro Sorpiyani Munthe SP, Sri Hapsari Sri Achadi Nugraheni Sri Ramadayanti Sri Winarni Sri Winarni Subu, Muhammad Arsyad Sudarmono sudarmono Sudiro Sudiro Sugiharto Suhartini Ismail, Suhartini Suharyo Hadisaputro Suharyo Hadisaputro Surya Saputra, Surya Sutanti Murti Handayani Sutopo Patria Jati Syahadah, Muti'ah Mustaqimatusy Syaher, Miladita Ilmanda Syarifah Asyura, Syarifah Taradipa, Priska Tamara Teddy Wahyu Nugroho, Teddy Wahyu Tri Hartiti Tri Prapto Kurniawan Trixie Leunupun Tsani, A Fahmy Arif Tyas Setiyo Yuniarti Untung Sujianto Usfinit, Paskalis Malafu Utami, Aras Waisaktini Maragareth Wanda Lestari, Wanda Widaryati Widaryati Widjarnarko, Bagoes Widyastuti, Paula Agung Wulansari Yefi Marliandiani Yulia Rizki Maulina Yulia Vanda Editia Yulia Vanda Editia Zahroh Shaluhiyah Zelyn Damayanti Zulfa Safitri K