This Author published in this journals
All Journal MEDIA MEDIKA INDONESIANA JURNAL GIZI INDONESIA Nurse Media Journal of Nursing Jurnal Psikologi Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Journal of Nutrition College VISIKES Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Keolahragaan Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) Jurnal Riset Gizi Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia The Indonesian Journal of Public Health Sari Pediatri Universa Medicina Paediatrica Indonesiana Majalah Kesehatan FKUB Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat GIZI INDONESIA Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) Belitung Nursing Journal Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Indonesian Contemporary Nursing Journal (ICON Journal) ENDOGAMI Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Holistic Nursing and Health Science Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Al-sihah: The Public Health Science Journal Jurnal Kesehatan Prima Amerta Nutrition Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Jurnal Perawat Indonesia Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang Adi Husada Nursing Journal Jurnal Ners Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Sport and Nutrition Journal Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Journal of Nursing and Health (JNH) Akper Yakpermas Banyumas Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Journal of Health and Nutrition Research Berita Kedokteran Masyarakat Eduvest - Journal of Universal Studies Griya Widya: Journal of Sexual and Reproductive Health Jurnal Riset Gizi Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nutrizione Jurnal Info Kesehatan Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Jurnal Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan Tambahan pada Balita: Telaah Literatur Mahmudah Khurotul Aini; Ani Margawati; Sri Winarni
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.499 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i1.11173

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Salah satu pendekatan yang dilakukan untuk menurunkan prevalensi gizi kurang yaitu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan pada balita gizi kurang. PMT-P bagi balita merupakan program pemberian gizi yang bertujuan memulihkan gizi balita dengan jalan memberikan makanan dengan kandungan gizi yang cukup sehingga kebutuhan balita terpenuhi. Evaluasi Pemberian Makanan Tambahan ini penting untuk mengetahui perencanaan dan pelaksanaan program PMT apakah sudah sesuai dengan petunjuk teknis dari Kemenkes, selain itu evaluasi memberikan gambaran yang jelas tentang proses setiap tahap baik dari mulai input, proses dan output sehingga diharapkan dengan adanya evaluasi pemberian makanan tambahan ini dapat memperbaiki kegiatan program yang sudah dilaksanakan dan perbaikan program PMT yang perlu ditingkatkan Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai evaluasi program Pemberian Makanan Tambahan pada Balita Metode: Telaah artikel dibuat dengan menggunakan metode telaah pustaka terhadap artikel yang membahas mengenai pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal pada balita. Artikel yang digunakan didapat dari Google Scholar dan Pubmed dengan kata kunci PMT Lokal, Pemberian Makanan Tambahan dan PMT balita. Artikel yang digunakan menggunakan bahasa indonesia dan bahasa inggris yang relevan dalam 6 tahun terakhir yaitu yang dipublikasikan mulai tahun 2017 sampai tahun 2022. Hasil: Temuan dalam penelitian menunjukkan bahwa secara umum program pemberian makanan tambahan pada balita telah dijalankan dengan baik namun terlihat adanya hambatan dan masalah dalam proses, input maupun output. Kesimpulan: Program Pemberian Makanan Tambahan pada Balita di berbagai daerah di Indonesia masih memiliki berbagai tantangan, hambatan, kesulitan dan kendalanya masing-masing. Hambatan dan Permasalahan tersebut diantaranya permasalahan tenaga yang masih kurang dan belum berpengalaman, belum adanya pelatihan kepada petugas, sosialisasi masih kurang kurangnya anggaran dana, tidak terbentuknya kelompok ibu balita, distribusi PMT yang tidak tepat waktu dan tepat sasaran, fasilitas gudang penyimpanan program PMT-P, kegiatan pemantauan pencatatan dan pelaporan yang kurang optimal serta kurangnya peran masyarakat terutama orang tua balita sasaran.
Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Dukungan Atasan tentang Pemberian ASI Eksklusif pada Tenaga Kesehatan dan Non Kesehatan Fitriyani Wijayanti; Ani Margawati; Mohammad Zen Rahfiludin
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.7416

Abstract

This study compares the knowledge, attitudes, and support from superiors between health and non-health workers at RSUP Dr. Kariadi. The method used is a non-experimental quantitative design with a cross-sectional approach. The research results showed that the majority of respondents in both groups were successful in providing exclusive breastfeeding. The level of knowledge among health workers is better. Supportive attitudes are 57.8% for health workers and 46.7% for non-health workers, and support from superiors in both groups of respondents shows good support. The results of different tests in the two groups show differences in knowledge (p=0.015) and attitudes (p=0.038) regarding exclusive breastfeeding between health and non-health workers. At the same time, in the superior support variable (p=0.053), there is no significant difference between health and non-health workers. Conclusion: There are differences in knowledge and attitudes between health and non-health workers that can influence mothers' decisions about breastfeeding; good superior support can motivate mothers to continue expressing breast milk. Keywords: Superior Support, Exclusive Breastfeeding, Knowledge, Attitude, Health Workers
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING ANAK USIA 1-2 TAHUN DI DAERAH ROB KOTA PEKALONGAN Tyas Setiyo Yuniarti; Ani Margawati; Nuryanto Nuryanto
JURNAL RISET GIZI Vol 7, No 2 (2019): November (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v7i2.5179

Abstract

Background :Stunting is a short stature caused by chronic malnutrition. Stunting is a result of poor nutrition intake or recurrent infectious disease as area Pekalongan which experienced tidal flooding.Objective: The aimed of this study is to analyze the risk factors for stunting.Methods :An observasional study with case control design on children aged 1-2 years at tidal areaNorth Pekalongan sub district. Sample was selected by method consecutive sampling with 37 subjects for each group. Stunting are expressed by high for age z-score. Subject and respondent identity, history of infection, birth weight, birth length, history of exclusively breastfed, hygiene status, mothers’ knowledge about nutrition and economic status was collected using questionnaire. Nutrient intake were obtained from Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Children height was measured using microtoise. Bivariate analyzed with chi-square for determining odds ratio and multivariate with multiple logistic regression.Result:Risk factor for stunted were protein intake (OR=3,42, 95%CI:1,31-8,90), iron intake (OR=3,08, 95%CI:1,11-8,50), diarrhea (OR=13,33, 95%CI:3,47-51,22), acute respiratory tract infection (OR=7,01, 95%CI:2,06-23,81), history of exclusively breastfed (OR=19,50, 95%CI:5,56-68,36), hygiene status (OR=4,92, 95%CI:1,83-13,1), dan economic status (OR=4,79, 95%CI:1,21-18,9).Conclusion : Protein intake, iron, diarrhea, upper respiratory tract infection, history of exclusively breastfed, hygiene status and economic status are risk factor of stunting among children aged 1-2 years in tidal area subdistrict North Pekalongan.
HUBUNGAN KETAHANAN PANGAN DENGAN GIZI KURANG PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN (STUDI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANGKALAN KABUPATEN LIMA PULUH KOTA) Hidayati, Hidayati; Margawati, Ani; Noer, Etika Ratna; Syauqy, Ahmad; Kartini, Apoina
Journal of Nutrition College Vol 13, No 3 (2024): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i3.42541

Abstract

ABSTRACTBackground: Undernutrition describes acute nutritional status.This situation is presented with a Z-Score value of BB/TB at the of <-3 SD to <-2 SD malnutrition category based on World Health Organization (WHO) standards. One of the factors that causes malnutrition in toddlers is family food security.Objectives: To analyze the relationship between food security and malnutrition in children aged 2-5 years in the PangkalanCommunity Health Center working area.Methods: Observational research using a cross sectional study design. The research was 300 children aged 2-5 years, selected through simple random sampling. Food security was calculated using a questionnaire (HFFSM), as well as anthropometric measurements of BB/TB.  Bivariate data analysis was carried out using the Spearman correlation test.Results :As much  75.7%  low food security and nutritional status BB/TB malnutrition was 9%. The results of the Spearman correlation test, show that there is a relationship between family food security and nutritional status according to Z-Score BB/TB p-value 0,023 r=0,131*, this means that if the BB/TB score is low, food security will be increasingly dangerous.Conclusion: Family food security is one of the factors that can increase the incidence of underweight in toddlers aged 2-5 years. Nutritional problems are caused by weak family food security, which is the family’s ability to meet the food needs of household members in terms of quantity, quality, and variety according to local culture. Efforts that can be made to increase food security in households so that nutritional intake can be met properly including empowering houdewives regarding how to manage finances for household consumption as well as empowering training such as sewing and managing small and medium household businesses (UMKM).Keywords : Malnutrition; food security; toodlers                                                                     ABSTRAKLatar belakang: Gizi Kurang menggambarkan status gizi yang bersifat akut, keadaan ini dipresentasikan dengan nilai Z-score BB/TB pada ambang batas <-3 SD sampai dengan <-2 SD kategori  gizi kurang berdasarkan standar World Health Organization (WHO). Salah satu yang menjadi faktor terjadinya gizi kurang pada balita yaitu ketahanan pangan keluarga.Tujuan: Menganalisis hubungan ketahanan pangan dengan gizi kurang pada anak usia 2-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Pangkalan.Metode: Penelitian observasional dengan menggunakan rancangan study cross-sectional. Penelitian melibatkan  300 anak usia 2-5 tahun yang  dipilih melalui simple random sampling,  ketahanan pangan dihitung menggunakan kuesioner (HFFSM) serta pengukuran antropometri berat badan dan tinggi badan.. Analisis data bivariate dilakukan dengan menggunakan uji korelasi spearman. Hasil: Sebanyak 75.7% ketahanan pangan rendah (low food security) dan status gizi BB/TB gizi kurang sebanyak 9%. Hasil uji korelasi spearman menunjukkan terdapat hubungan ketahanan pangan keluarga dengan status gizi menurut Z-Score BB/TB (p=0.023) r=0,131*, artinya apabila skor BB/TB rendah maka ketahanan pangan nya semakin rawan.Simpulan: Kerawanan pangan  keluarga merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kejadian gizi kurang pada balita usia 2-5 tahun. Masalah gizi disebabkan lemahnya ketahanan pangan keluarga yang merupakan kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangan anggota rumah tangga dari segi jumlah, mutu dan ragamnya sesuai dengan budaya setempat. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan di rumah tangga sehingga asupan gizi dapat terpenuhi dengan baik yaitu pemberdayaan kepada ibu rumah tangga terkait bagaimana pengelolaan keuangan untuk konsumsi rumah tangga serta pemberdayaan pelatihan seperti menjahit dan pengelolaan usaha rumah tangga kecil dan menengah (UMKM).Kata Kunci : Gizi Kurang; Ketahanan Pangan; Balita
PAPARAN MIKROBA PADA BUBUR BAYI SEHAT DI KOTA SEMARANG Wijayanti, Hartanti Sandi; Kurniawati, Nur Indah; Margawati, Ani; Fitranti, Deny Yudi; Ayustaningwarno, Fitriyono; Afifah, Diana Nur
Journal of Nutrition College Vol 12, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v12i4.41171

Abstract

ABSTRACTBackground: Healthy Baby Porridge is a term usually used for ready-to-eat complementary food products sold on the roadside. These products were great in demand and were chosen by consumers for cheap and practical reasons. However, the safety of these products was not recognized yet.Objectives: This study aimed to determine the total microbial value of Healthy Baby Porridges based on storage condition and to detect Escherichia coli and Salmonella bacteria.Methods: This study was quantitative descriptive research. The samples tested consisted of porridges and steamed rice. The total microbial value was assessed by using Total Plate Count (TPC), and the presences of Escherichia coli and Salmonella were identified. The TPC was performed for three conditions: (1) soon after samples were purchased at room temperature (26.5 - 27 °C), and after stored for six hours: (2) at room temperature, and (3) in the refrigerator (5°C). Escherichia coli and Salmonella was identified immediately after samples were purchased.Results: The TPC value soon after purchase ranged from 1.7 x 102 to 2.7 x 104. After six hours stored, it was between 1.4 x 103 to 1.9 x 107 at room temperature and between 4.8 x 102 to 1.3 x 106 in the refrigerator. The samples contained no Escherichia coli and Salmonella.Conclusion: The total microbial value of Healthy Baby Porridges had already exceeded the maximum limit of 1 x 102 soon after purchase and increased with storage time, especially at room temperature. Escherichia coli and Salmonella were not found. Consuming products with total microbial value above the threshold can potentially pose a health risk.  Keywords: Healthy Baby Porridges; complementary food; Total Plate Count; Salmonella; Escherichia coliABSTRAKLatar belakang: Bubur Bayi Sehat merupakan istilah yang biasa digunakan untuk produk Makanan Pendamping ASI siap santap yang dijual oleh pedagang kaki lima di pinggir jalan.  Bubur Bayi Sehat diminati karena alasan praktis dan murah. Akan tetapi, belum diketahui bagaimana keamanan pangan produk tersebut dari cemaran mikrobiologis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total mikroba Bubur Bayi Sehat pada beberapa kondisi penyimpanan, serta mengetahui keberadaan bakteri Escherichia coli dan Salmonella.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel yang diuji berupa bubur dan nasi tim. Total mikroba diukur dengan metode Angka Lempeng Total (ALT), dan keberadaan Escherichia coli dan Salmonella diidentifikasi. Uji ALT dilakukan pada tiga kondisi yaitu (1) saat awal produk dibeli pada suhu ruang 26,5 – 27 °C, dan setelah produk disimpan enam jam: (2) di suhu ruang dan (3) di kulkas suhu 5°C. Identifikasi Escherichia coli dan Salmonella dilakukan segera setelah pembelian.Hasil: Nilai ALT saat awal produk dibeli berkisar antara 1,7 x 102 – 2,7 x 104. Setelah enam jam disimpan, nilainya berkisar antara 1,4 x 103 – 1,9 x 107 pada suhu ruang, dan antara 4,8 x 102 – 1,3 x 106 di kulkas. Sampel negatif mengandung Escherichia coli dan Salmonella.Simpulan: Nilai ALT mikroba pada Bubur Bayi Sehat sejak awal sudah melebihi batas maksimum 1 x 102 dan meningkat seiring lama penyimpanan, terutama pada suhu ruang. Escherichia coli dan Salmonella tidak ditemukan. Mengonsumsi produk dengan total mikroba di atas ambang batas dapat berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.Kata Kunci: Bubur Bayi Sehat; MPASI; Angka Lempeng Total mikroba, Salmonella; Escherichia coli  
PERAN SENYAWA BIOAKTIF RUMPUT LAUT TERHADAP RESPON GLUKOSA DARAH PADA INDIVIDU OBESITAS: LITERATUR REVIEW Anggriany, Nissa; Noer, Etika Ratna; Margawati, Ani; Pramono, Adriyan; Anjani, Gemala
Journal of Nutrition College Vol 13, No 3 (2024): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i3.42821

Abstract

ABSTRACTObesity is considered as a risk factor for insulin resistance and hyperglycemia. Strategies for glycemic control are necessary in order to prevent obese individuals from developing diabetes mellitus. Over the last few years, research regarding natural products obtained from seaweed has increased since it contains various bioactive compounds; such as, polysaccharides, polyphenols, carotenoids, fucoxanthin and others. These compounds appear to have various biological effects which are beneficial to health; such as, antioxidant, anti-inflammatory, antimicrobial and anti-diabetic activities. In addition, the low energy content of seaweed and various bioactive compounds can prevent diabetes through various mechanisms. This narrative review provides summary of the various bioactive compounds contained in seaweed and provides a summary regarding the mechanisms of seaweed bioactive compounds on blood glucose responses in obese individuals.Keywords: Seaweed; bioactive compounds; blood glucose; obesity                                                                           ABSTRAKObesitas merupakan faktor risiko terjadinya resistensi insulin dan hiperglikemia. Kontrol glikemik sangat penting untuk menjaga individu obesitas agar tidak sampai pada kondisi diabetes mellitus, sehingga diperlukan strategi untuk mengontrol glikemik. Selama beberapa tahun terakhir, penelitian terkait produk alami yang diperoleh dari rumput laut semakin meningkat karena mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti polisakarida, polifenol, karotenoid, fukosantin dan lainnya. Senyawa tersebut tampaknya memiliki berbagai efek biologis yang bermanfaat bagi kesehatan seperti aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan antidiabetes. Selain itu, kandungan energi yang rendah pada rumput laut dan berbagai senyawa bioaktif dapat mencegah diabetes melalui berbagai mekanisme. Tinjauan naratif ini merangkum berbagai kandungan senyawa bioaktif rumput laut dan memberikan ringkasan terkait mekanisme senyawa biaktif rumput laut terhadap respon glukosa darah pada individu obesitas.Kata Kunci: Rumput laut; senyawa bioaktif; glukosa darah; obesitas
PERBEDAAN KARAKTERISTIK BALITA DAN KELUARGA DENGAN DAN TANPA HOUSEHOLD DOUBLE BURDEN MALNUTRITION DI KOTA SEMARANG Purwanti, Rachma; Margawati, Ani; Wijayanti, Hartanti Sandi; Rahadiyanti, Ayu; Kurniawati, Dewi Marfu'ah
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.02.2

Abstract

Household Double Burden Malnutrition dapat terjadi dalam satu rumah tangga. Salah satunya dikenal dengan fenomena Stunted Children and Overweight/Obese Mothers (SCOM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan karakteristik balita dan keluarga Normal Children Overweight/Obese Mothers (NCOM), Normal Children Normal Mothers (NCNM), Stunted Children Normal Mothers (SCNM) atau Stunted Children and Overweight/Obese Mothers (SCOM. Penelitian dilakukan dengan desain kasus-kontrol. Jumlah subjek penelitian adalah 72 anak usia 6-36 bulan di kota Semarang (36 subjek balita stunting dan 36 subjek balita normal). Subjek stunting dipilih secara sampel purposif dan subjek kontrol dipilih dengan mencocokkan usia dan jenis kelamin dengan subjek stunting. Data karakteristik diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner, pengukuran antropometri anak meliputi pengukuran BB dan PB (anak usia ≤2 tahun) atau TB (anak usia >2 tahun), dan pengukuran antropometri ibu meliputi BB, TB, LP, dan LiLA. Data dianalisis secara kuantitatif meliputi analisis univariat dan bivariat (one way Anova/ Kruskall-Wallis test). Terdapat perbedaan hasil pengukuran antropometri balita pada kelompok SCOM, SCNM, NCOM, dan NCNM yang meliputi  indikator  BB aktual,  LiLA, z-score BB/PB atau BB/TB, z-score BB/U, dan z-score PB/U atau TB/U (p < 0,001). Terdapat perbedaan pendidikan ayah dan ibu antara kelompok balita stunting (SCOM dan SCNM) dengan kelompok balita normal (NCOM dan NCNM) (p = 0,009 dan p = 0,036). Terdapat perbedaan pengukuran antropometri aktual (BB, IMT, dan Lingkar pinggang), dan pengukuran antropometri selama kehamilan (BB sebelum hamil dan LiLA selama hamil) pada 4 kelompok (p < 0,05). Tidak terdapat perbedaan karakteristik lain pada balita, ayah, dan ibu pada 4 kelompok. Kelompok NCNM memiliki antropometri anak dan ibu yang lebih baik dibandingkan kelompok NCOM, SCOM, dan SCNM. Pendidikan orang tua pada kelompok SCOM cenderung lebih rendah dibandingkan kelompok lainnya.
Peran Profesionalitas Perawat yang Bekerja secara Sukarela di RSUD Kefamenanu: Deskriptif Kualitatif Usfinit, Paskalis Malafu; Margawati, Ani; Dwiantoro, Luky
Holistic Nursing and Health Science Vol. 5, No. 1 (2022): June
Publisher : Master of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hnhs.5.1.2022.74-83

Abstract

Introduction: The role of nurses who work voluntarily in hospitals has contributed to hospital services. In this study, it is still limited to obtain research results that discuss the phenomenon of nurses who work voluntarily.Objective: This study was to describe the professional role of nurses who work voluntarily at the Kefamenanu General Hospital.Methods: This research was a qualitative method with a qualitative descriptive approach. The sampling technique was a purpose sampling technique. The instrument in this study used an interview guide. The samples in this study was the stake holder who has the authority in TTU district. This research was conducted at the Kefamenanu Hospital. The data was collected by in-depth interviews with semi-structured interviews and analysed by using content analysis.Results: Nurses who work voluntarily and salaries are paid below the regional minimum wage standard have a very important role in the Kefamenanu Hospital. The role is to have multiple skills, contribute to the improvement of services in hospitals and have a positive impact on services in hospitals.Conclusion: The nurses always have a high commitment when they are working in kefamenanu hospital. They work professionally and do not care attentionally with the salary they will receive.
PERILAKU KESEHATAN MASYARAKAT PESISIR DESA MORODEMAK KECAMATAN BONANG KABUPATEN DEMAK Khoirin Nida; Ani Margawati; Af’idatul Latifah
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 5, No 2 (2022): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.5.2.1-11

Abstract

Each community has different health behaviors that have been adapted to their respective cultures. Health perceptions and behaviors carried out by the people of Morodemak have a major influence from the unstable living environment. The people of Morodemak often ignore health problems that occur because they are considered to have other problems that are considered more important. The purpose of this research is to describe and find out health behavior is carried out by the coastal society of Morodemak. The theory used in this research is the theory of Preced Proceed by Lawrence Green and health behavior according to Notoatmodjo. This research is qualitative research with an emic perspective, data collection techniques carried out by participant observation and in-depth interviews method. The results of this research indicate that the perception of the coastal society of Morodemak on health has an influence on their health behavior. People who live in Morodemak have their own assessment of their health condition so that health behavior whose carried out by the coastal society of Morodemak is based more on what they believe and only on what they need.
The effect of flexitarian diets on high-densit- lipoprotein (HDL) serum in obese female students Rubyanti, Septiana Dwi; Margawati, Ani; Afifah, Diana Nur; Dieny, Fillah Fithra
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 12, No 2 (2024): June
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgi.12.2.115-125

Abstract

Background: Obesity in female students affects metabolic profiles and reproduction. Consuming a plant-based diet can inhibit the synthesis of fatty acids and cholesterol, thereby reducing the risk of obesity. The lipid profile plays a crucial role in metabolism and includes high-density lipoprotein (HDL), which has a protective effect against cardiovascular disorders, obesity, hypertension, and dyslipidemia.Objective: To analyze the effect of flexitarian diets on changes in serum HDL levels in obese female students.Methods: A quasi-experimental design with pre-post-test control group was employed. Twenty-two female students aged 19-25 years were selected using consecutive sampling. The subjects were divided into intervention and control groups. The intervention group received a flexitarian diet for 4 weeks consisting of three meals and two snacks totaling 1500 calories per day. Both groups were provided with educational leaflets about obesity and balanced nutrition. Food intake was assessed using a 3x24-hour food recall, while physical activity was measured using the IPAQ-SF questionnaire. Serum HDL levels were analyzed enzymatically before and after the intervention. Statistical analysis was conducted using SPSS 25, including the Shapiro-Wilk test for normality, paired t-tests, independent t-tests, and the Mann-Whitney test.Results: There was a significant decrease in serum HDL levels in the intervention group (2.00 ± 2.83 mg/dL), while serum HDL levels in the control group increased (3.27 ± 8.25 mg/dL), although this increase was not statistically significant. There was no significant difference between the two groups in terms of the mean change in HDL levels (p > 0.05).Conclusion: A flexitarian diet for 4 weeks can lead to a significant reduction in serum HDL levels.
Co-Authors A Fahmy Arif Tsani Achadi Nugraheni, Sri Adhimah, Ayu Fauziyyah Aditya Kusumawati, Aditya Adriyan Pramono Afriani, Adilla Eka Af’idatul Latifah Ahmad Syauqy Ahmad Syauqy Ahmad Syauqy Ahmad Syauqy Ahmad Syauqy Alamsyah, Dedi Alamsyah, Dedi Alfan Afandi Ali Khomsan Ali Rosidi Amadeaputri, Agapita Ivanne Anak Agung Gede Sugianthara Andriani, Rika Anggriany, Nissa Anjani, Gemala Annastasia Ediati Annisa Wijayanti Antono Suryoputro Any Setyarini, Any Apoina Kartini Aras Utami Ardian Candra Mustikaningrum Ari Liendy Rachmawati Arisanti, Yohanete Novita Aritonang, Eta Aprita Arrum Firda Ayu Maqfiroch, Arrum Firda Ayu Arwinda Nugraheni Arwinda Nugraheni Aryu Candra Astiti, Rosiana Dwi Astuti, Astri Mei Atik Mawarni Avionita Latuihamallo Ayu Rahadiyanti Ayu Rahadiyanti Ayumar, Duena Firsta Sridiasti Bagoes Widjanarko Bambang Sulistyo Budi Bancin, Ratnawati Banun Lentini Besar Tirto Husodo Billy, Roland Budi Laksono Budiyono Budiyono Damayanti, Yuliana Kusuma Darmono SS Deny Yudi Fitranti Deny Yudi Fitranti Deny Yudy Fitranti Devi Cahya Sukma Dewi Marfu'ah Kurniawati Dewi Marfu'ah Kurniawati Dewi Marfu’ah Kurniawati Dewi, Claudia Fariday Dewi, Sonia Kurnia Diah Rahayu Wulandari Diana Nur Afifah, Diana Nur Dodik Pramono Dwi Safitri, Dwi Dwiantoro, Luky Edi Siswanto Eka Cahyaningsih Wulandari Eka Putri Rahmadhani Endrinikapoulos, Ariana Eny Widiyasari Erika Dewi Noorratri Etika Ratna Noer Fadhila, Farah Rosyihana Fadhilah, Eva Faizah, Nur Azkiyati Famimah, Famimah Farid Agung Rahmadi, Farid Agung Farid Farid Agushybana Febriana Ramadhani Fitry Fillah Fithra Dieny Fillah Fitra Dieny Firdaus Wahyudi Firdaus Wahyudi Fitriah Fitriah Fitriana, Istiqomah Ramadhan Fitriyani Wijayanti Fitriyono Ayustaningwarno Galuh Chandra Irawan, Galuh Chandra Habibah Abidin Hadi Riyadi Handayani, Novia Hani Tuasikal Hartanti Sandi Wijayanti Hasan Mustofa Amirudin, Hasan Mustofa Henry Setyawan Susanto Henry Setyawan Susanto Hertanto W Subagio, Hertanto W Hidayati Hidayati Hikmah, Kholisotul Holyness Nurdin Singadimedja Ihat Hatimah Ike Puspitaningrum Ilmiati, Fatia Iriantika, Khory Afifah Irma Aryati Octaviani Jaleha, Jaleha Jayawarsa, A.A. Ketut Kamila, Annida Dini Kartika Febriani Kedang, Veronika Merika Keyasa, Magnalia Morena Ruth Khoirin Nida Kumala, Anandita Mega Kurniawati, Dewi Marfu’ah Lani, April Latifah, Nandita Nury Lia Awwalia Majida Lucia Anniversary Simarmata Luky Dwiantoro Mahmudah Khurotul Aini Makruf, Hafizul Manehat, Maria Fridolina Maretha, Febrina Yollanda MARIA BINTANG Maria Martiani Maria Mexitalia Martha Irene Kartasurya Meidiana Dwidiyanti Mexitalia Setiawati E, Mexitalia Mina Yumei Santi Mira Rizky Pamungkas Miratul Haya Mohammad Zen Rahfiludin Mohammad Zen Rahfiludin Mu’in, Muhammad Muchlis Achsan Udji Sofro Muflihatul Muniroh Muhammad Arsyad Subu Mursid Tri Susilo Natalia Yohana Wijaya nFN Jumiyati, nFN Ninik Rustanti Nissa, Choirun Noer, Etika Notesya Astri Amanupunnyo Notesya Astri Amanupunnyo Novita Milda Susanty Nugrahaeni S A, Nugrahaeni S Nugraheni, SA. Nur Indah Kurniawati Nur Wulandari Nurlian Ramadhanty Nurmasari Widyastuti Nurmasyita Nurmasyita, Nurmasyita Nuryanto Nuryanto Nuryanto Priyadi Nugraha P Puspitadewi, Irene Nucifera Qurrota Ayun R. Trikoriyanto E. Koritelu Rachma Purwanti Ratih Indraswari Ratmawati Ratmawati Retnaningsih Retnaningsih Retni Retni Retno Wahyuningsih Rika, Erlia Rosita Risti Kurnia Dewi Rita Hadi W Rizqiawan, Angga Robi Andoyo Rosa Pratita Dwi Pratiwi Putri Roudhotun Nasikhah Rubyanti, Septiana Dwi Salsa Bening Samsidar Samsidar Septo Pawelas Arso Setyandari, Renny Siti Aisah Siti Fatimah Muis Soeharyo Hadisaputro Sorpiyani Munthe SP, Sri Hapsari Sri Ramadayanti Sri Winarni Sudarmono sudarmono Sudiro Sudiro Sugiharto Suhartini Ismail Suhartini Ismail, Suhartini Suharyo Hadisaputro Suharyo Hadisaputro Surya Saputra, Surya Sutanti Murti Handayani Sutopo Patria Jati Syahadah, Muti'ah Mustaqimatusy Syaher, Miladita Ilmanda Syamsulhuda Budi Mustofa Syarifah Asyura Taradipa, Priska Tamara Teddy Wahyu Nugroho, Teddy Wahyu TRI HARTITI Trixie Leunupun Tsani, A Fahmy Arif Tyas Setiyo Yuniarti Untung Sujianto Usfinit, Paskalis Malafu Utami, Aras Waisaktini Maragareth Wanda Lestari, Wanda Widaryati Widaryati Widjarnarko, Bagoes Wulansari Yefi Marliandiani Yulia Rizki Maulina Yulia Vanda Editia Yulia Vanda Editia Zahroh Shaluhiyah Zelyn Damayanti Zulfa Safitri K