p-Index From 2021 - 2026
11.85
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Jurnal Konseling dan Pendidikan BERKALA SAINSTEK Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Pro Food Jurnal Biologi Tropis Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan PENDIPA Journal of Science Education Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Jurnal Purifikasi Tibuana : Journal of Applied Industrial Engineering Jurnal Abadimas Adi Buana Jurnal Penamas Adi Buana Wahana : Tridarma Perguruan Tinggi WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) International Journal of Financial, Accounting, and Management SULUH: Jurnal Abdimas INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Jurnal Abdi Insani Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Dinasti International Journal of Economics, Finance & Accounting (DIJEFA) EMBISS: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Sosial International Journal of Economics, Management, Business, and Social Science MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Journal of Economics and Business Letters Jurnal Info Sains : Informatika dan Sains Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) International Journal of Science and Society (IJSOC) Matriks Teknik Sipil Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Industrial and Domestic Waste Management Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi (JEMBA) ASEAN Marketing Journal Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur JUARA: JURNAL WAHANA ABDIMAS SEJAHTERA INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Jurnal Sosial dan Sains Journal Research of Social Science, Economics, and Management Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Wawasan : Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Ekobisman : Jurnal Ekonomi Bisnis Manajemen Alamtana Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Tanjungpura Legal Review
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Pro Food

PENGARUH PENGEMASAN VAKUM TERHADAP KUALITAS MIKROBIOLOGIS AYAM BAKAR ASAP SELAMA PENYIMPANAN Rabiatul Adawiyah; Sri Widyastuti; Wiharyani Werdiningsih
Pro Food Vol. 2 No. 2 (2016): Pro Food
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.773 KB)

Abstract

The aimed of this research was to determine the effect of vacuum packaging on the microbiological of smoked roasted-chicken during storage. Experiment was designed using a complete random design with two factors (vacuum/non vacuum and storage time). Data were analyzed using ANOVA at 5% significance level using Co-Stat and the data with significantly different was then analyzed using Honestly Significant Difference (HSD).Microbiological quality data was determined by a descriptive methods. The result indicated that total microbes of all samples were higher than SNI no 7388:2009 (1.0 x 105 CFU/gram). Vacuum treatment significantly affected the moisture content and not significantly to the other chemical or organoleptic parameters. However, storage time significantly affected all parameter tested. The moisture content of smoked roasted-chicken increased during storage 0 to 6 days (56.79%-59.99%). Non vacuum packaging (60.69%) had higher moisture content than vacuum packaging (56.02%). FFA levels increased during storage time (2.09 %-3.48%), and vacuum packaging had higher FFA levels than non vaccum packaging (2.83%-2.71%). Non vacuum packaging had higher total microbial growth than non vacuum packaging during storage time with increased 1 log cycle, as same as with vacuum packaging. Keywords: Microbial quality, Smoked roasted-chicken, Storage, Vacuum Packaging. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengemasan vakum terhadap mutu mikrobiologis ayam bakar asap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang dilaksanakan di Laboratorium dan dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor yaitu lama penyimpanan dan metode pengemasan. Data parameter kimia dan uji organoleptik dianalisa dengan analisis keragaman pada taraf nyata 5% menggunakan software Co-Stat dan apabila terdapat beda nyata dilakukan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Sedangkan data mikrobiologi dianalisis menggunakan metode diskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total mikroba sampel semua perlakuan lebih tinggi dari syarat SNI 7388:2009. Hasil analisis keragaman menunjukkan tidak ada interaksi antara dua faktor tersebut. Jenis kemasan hanya memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kadar air, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar FFA, uji warna, aroma, tekstur dan rasa yang diuji secara hedonik (p>5%). Sedangakan lama penyimpanan memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter kimia dan organoleptik. Kadar air ayam bakar asap meningkat selama penyimpanan 0 sampai dengan 6 hari (56,79%-59,99%). Sedangkan untuk metode pengemasan, kadar air non vakum lebih tinggi (60,69%) dibanding kemasan vakum (56,02%). Kadar FFA terus mengalami peningkatan selama penyimpanan yaitu (2,09%-3,48%), sedangkan untuk metode pengemasan lebih tinggi kemasan vakum dibanding non vakum (2,83%-2,71%). Total pertumbuhan mikroba pada kondisi non vakum lebih tinggi dibanding dengan yang dikemas vakum pada lama masa simpan, yaitu kenaikan hanya satu siklus loguntuk kemasan vakum begitu juga untuk kemasan non vakum meningkat satu siklus log. Kata Kunci: Ayam Bakar Asap, Kualitas Mikrobiologis, Pengemasan Vakum, Penyimpanan
PENGARUH PENAMBAHAN HIDROKOLOID IOTA KARAGINAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS, KEAMANAN DAN DAYA SIMPAN ROTI Mutia Devi Ariyana; Sri Widyastuti; Nazaruddin Nazaruddin; Baiq Rien Handayani; Wiharyani Werdiningsih; Novia Rahayu
Pro Food Vol. 3 No. 1 (2017): Pro Food
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.45 KB) | DOI: 10.29303/profood.v3i1.39

Abstract

Bread is made and eaten in most countries around the world. Nowadays, the use of additives has became a common practice in the baking process to improve the bread quality. Nevertheless, addition of excessive artificial food additives have been linked to various health risks. Increasing in awareness of healthy food was stimulate various researches to found the food additives that safely used in the baking process, include the hydrocolloid which extracted from seaweed as the main commodity of West Nusa Tenggara. The aim of this work was to analyse the effect of iota-carrageenan extracted from Euchema spinosumaddition to improve the bread quality, safety and shelf-life during the storage periode. Up to date, no systematic study has been reported on the effect of iota-carrageenan as a natural food additive in the baking process. Based on the observation and experimental data, generally the addition ofiota-carrageenan was significantly affect the bread volume, elasticity, water content, crumb structure and texture, gas cell diameter and sensory parameter compared to the control. Iota-carrageenan at 0.4% concentration increased the bread volume by reduced the gas cell diameter that created the uniform matrix to prevent the gas lose during the baking process, same as the effect of bread improver addition. This level of consentration could also delayed the staling process by retarded the moisture migration to the surface that prevent the reduction of water content and elasticity during 96 hours storage of a bread. Sensory evaluation by a costumer panel gave the higher score for overall acceptability to the bread formulation added with iota-carrageenan compared to the control. The overall results showed that the iota-carrageenan potentially used as a natural bread improver to substituted the artificial food additives that widely used in baking process. Keywords: bread, improver, iota carrageenan, shelf-life, food safety ABSTRAK Roti merupakan bahan makanan yang sangat banyak dikonsumsi di dunia. Saat ini, penambahan berbagai Bahan Tambahan Makanan (BTM) umum dilakukan untuk meningkatkan kualitas roti. Akan tetapi, penambahan BTMsintetis secara berlebihan dapat membawa berbagai konsekuensi kesehatan. Meningkatnya kesadaran akan pentingnya makanan sehat mengakibatkan semakin berkembangnya pencarian BTM yang aman pada proses pembuatan roti, salah satunya adalah hidrokoloid hasilekstraksi dari rumpul laut yang merupakan komoditas unggulan di provinsi NTB. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahaniota karaginan yang diekstraksi dari Euchema spinosumdalam meningkatkan kualitas, keamanan dan memperpanjang masa simpan roti. Saat ini belum ada laporan mengenai penggunaan iota karaginan sebagai BTM pada proses pembuatan roti. Berdasarkan hasil pengamatan dan data parameter yang diuji, penambahan iota karaginan pada adonan roti memberikan pengaruh yang signifikan pada volume pengembangan, elastisitas, kadar air, struktur dan tekstur crumb, diameter pori dan parameter sensoris roti.Iota karaginan dapat meningkatkan persentase volume pengembanganterutama pada konsentrasi 0,4% dengan memperkecil diameter pori roti yang dihasilkan sehingga menciptakan suatu matriks yang seragam dan dapat bertindak sebagai perangkap untuk mencegah gas CO2 terlepas selama proses pemanggangan, serupa dengan pengaruhbread improver.Penambahan iota karaginan 0,4% juga memperlambat migrasi kelembaban menuju permukaan sehingga menghambat penurunan kadar air dan elastisitas roti hingga 96 jam masa simpan. Hasil uji organoleptik juga menunjukkan bahwa roti dengan penambahan iota karaginan lebih disukai. Peningkatan kualitas dan daya simpan roti dengan penambahan iota karaginan menunjukkan bahwa hidrokoloid jenis ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bread improver yang lebih terjamin keamanannya dibandingkan dengan bread improver sintetis yang saat ini digunakan dalam proses pembuatan roti. Kata kunci: roti, pengembang, iota karaginan, daya simpan, keamanan pangan
PELAPISAN CHITOSAN MENUNDA PERUBAHAN FISIOLOGI DAN BIOKIMIA SERTA Zainuri .; Nurrachman .; Sri Widyastuti; Daldiri Uluwiyahi
Pro Food Vol. 3 No. 2 (2017): Pro Food
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v3i2.53

Abstract

Mango Cv. Gedong Gincu has very good market oppurtunity, but fresh fruit has short shelf life. This research aimed to study the role ofChitosan coating in delaying fruit physiological and biochemical changes and extending the shelf life of mango Cv. Gedong Gincu”. This research was carried out using experimental method with completely randomized design. There were 5 treatments including chitosan 0%, 5%, 10%, 15% and without coating. Assessment for respiration rate, stach content, total soluble solid, vitamin C, wáter content, and texture were carried out on day 0, 4 and 8 of storage. The data were analyses using Analysis ofvarience at 5% confidence level and when significant difference it was further analysed using honestly significance difference at 5% confidence level. The results indicated that chitosan coating resulted in significant difference on respiration rate, starch content, vitamin C, wáter content, texture, but did not affect significantly for the total soluble solid of mango Cv. Gedong Gincu. The physiological and biochemical changes in the fruit that treated with 5% chitosan were much slower compared to the control and chitosan 0% treated fruit. In general, fruit that treated with chitosan coating had longer shelf life (more than 8 days or about 2 weeks) than the control fruit which was only 1 week. Key words: Mango, physiological and biochemical changes, chitosan, shelf life ABSTRAK Mangga varietas varietas “Gedong Gincu” mempunyai peluang pasar yang sangat bagus, namun buah mangga segar memiliki daya simpan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pelapisan dengan Chitosan dalam penundaaan perubahan fisiologi dan biokomia serta peningkatan daya simpan mangga “Gedong Gincu”.Penelitian ini dilakukan dengan metode experimental dengan Rancangan Acak Lengkap. Terdapat 5 perlakuan konsentrasi chitosan yaitu 0%, 5%, 10%, 15% dan tanpa perlakuan. Parameter yang diamati meliputi laju respirasi, kadar pati, total padatan terlarut (TPT), vitamin C, kadar air dan tekstur. Pengamatan parameter dilakukan pada hari ke-0, ke-4 dan hari ke-8 penyimpanan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis ragam pada taraf nyata 5%. Data dari perlakuan yang berbeda nyata diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur pada taraf nyata 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pelapisan chitosan memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap laju respirasi, kadar pati, vitamin C, kadar airdan tekstur buah mangga “Gedong Gincu”. Sebaliknya perlakuan chitosan tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap total padatan terlarut buah mangga Gedong Gincu. Laju perubahan fisiologi dan biokimia buah mangga varietas Gedong Gincu yang dilapisi dengan chitosan 15% lebih lambat dibandingkan dengan perlakuan chitosan 0%, 5%, 10% dan buah yang tidak diperlakukan. Secara umum buah mangga yang dilapisi dengan chitosan cenderung memiliki daya simpan yang lebih lama (lebih dari 8 hari atau sekitar 2 minggu)dibandingkan dengan buah mangga yang tidak dilapisi dengan chitosan yaitu hanya 1 minggu. Kata Kunci: Mangga, perubahan fisiologi dan biokimia, chitosan, daya simpan
PENGARUH PENAMBAHAN HIDROKOLOID LAMBDA KARAGENAN TERHADAP MUTU MIKROBIOLOGIS ROTI SELAMA PENYIMPANAN Moegiratul Amaro; Mutia Devi Ariyana; Wiharyani Werdiningsih; Baiq Rien Handayani; Nazaruddin .; Sri Widyastuti
Pro Food Vol. 4 No. 1 (2018): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.992 KB) | DOI: 10.29303/profood.v4i1.73

Abstract

The purpose of this study was to examine the effect of lambda carragenan addition as a natural food additive alternative to bread to improve microbiological quality and prolong the shelf life. The method used in this study was completely randomized design (CRD) with 7 days of storage at room temperature as treatment and repeated three times. Observed parameters was moisture content, total microbes, total fungi and total E.coli. The concentration of lambda carragenan used was 0.4%. The observed data of water content was analyzed using Co-stat software with 5% significance Differences. If there was a real difference, then tested continued using Honestly Significance Differences (HSD) at level 5%. Microbiological quality observation data (total microbes, total fungi and total coliform) were analyzed descriptively. The results showed that the storage of bread with the addition of 0.4% lambda carrageenan caused the bread to last for 4 days of storage. Water content of bread decreased during 7 days storage. The microbiological quality of bread indicates that the storage of bread for 4 days was still acceptable in accordance with Indonesian National Standard (SNI) with total microbial 8.556 log cfu / ml, total mushroom 4,255 log cfu / ml, and amount of E.coli as much as <2,398 cfu / ml . The types of fungi that grow on bread with the addition of lambda carrageenan wer Aspergillus niger and Aspergillus flavus.Keywords: bread, hydrocolloid, lambda carrageenan, microbiological quality, shelf lifeABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan lambda karaginan sebagai alternative bahan tambahan makanan (BTM) alami pada roti untuk meningkatkan mutu mikrobiologi dan memperpanjang masa simpan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan perlakuan lama penyimpanan selama 7 hari pada suhu ruang dan diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diuji antara lain kadar air, total mikroba, total jamur dan total E.coli. Konsentrasi lambda karaginan yang digunakan adalah 0,4%. Data hasil pengamatan kadar air dianalisis dengan software Co stat dengan taraf nyata 5%. Apabila terdapat beda nyata, maka dilakukan uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Data hasil pengamatan mutu mikrobiologis (total mikroba, total jamur dan total koliform) dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpanan roti dengan penambahan 0,4 % lambda karagenan menyebabkan roti bertahan selama 4 hari penyimpanan. Kadar air roti mengalami penurunan selama penyimpanan 7 hari. Mutu mikrobiologis roti menunjukkan bahwa penyimpanan roti selama 4 hari masih dapat diterima sesuai dengan Standar nasional Indonesia (SNI) dengan jumlah total mikroba 8,556 log cfu/ml, total jamur 4,255 log cfu/ml, dan jumlah E.coli sebanyak <2,398 cfu/ml. Jenis jamur yang tumbuh pada roti dengan penambahan lambda karagenan adalah Aspergillus niger dan Aspergillus flavus.
PENAMBAHAN BAKTERI ASAM LAKTAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS, KEAMANAN DAN DAYA SIMPAN ROTI: Addition of lactic acid bacteria to improve bread quality, safety, and shelf life Mutia Devi Ariyana; moegiratul amaro; Wiharyani Werdiningsih; Baiq Rien Handayani; Nazaruddin Nazaruddin; Sri Widyastuti
Pro Food Vol. 4 No. 2 (2018): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.975 KB) | DOI: 10.29303/profood.v4i2.84

Abstract

ABSTRACT The changes of people consumtion patterns demands a healthier bread product and tends to be organic food without use synthetic food additives that brings various consequences to health. This condition leads to the development of food additives which has effectiveness equivalent to synthetic food additive but safe for health especially if consumed long term. Lactic acid bacteria is a bacteria that hass been widely used in fermented food production process. Making bread using lactic acid bacteria begins with sourdough or acid dough consisting of flour and water fermented with lactic acid bacteria either derived from a particular natural contaminant from flour or from a starter culture containing one or more known lactic acid bacteria. Various product of actic acid bacteria metabolism such as lactic acid, acetic acid, exopollysaccharide and antimicrobial compounds such as bacteriocin make lactic acid bacteria application in baking process have to the potential to improve microbiological quality and bread shelf-life. This research aims to study the effect of lactic acid bacteria addition as a natural preservative in the baking process. The ability of lactic acid bacteria to evolve naturally from fermented flour and water promises the potential for easy sourdough preparation and can be used continuously as a natural preservative that will save production cost. The parameters to be determined include evaluation of lactic acid bacteria and yeast growth on dough and determination of moisture content as well as total bacteris, mold and E.coli an bread. Key words: bread, lactic acid bacteria, preservatives, shelf-life, food safety ABSTRAK Pergeseran pola konsumsi masyarakat menuntut adanya produk roti yang lebih sehat dan cenderung bersifat organik tanpa penggunaan Bahan Tambahan Makanan (BTM) sintetis yang membawa berbagai konsekuensi terhadap kesehatan. Kondisi ini mengarah pada berkembangnya pencarian BTM yang memiliki efektifitas yang setara dengan BTM sintetis namun aman bagi kesehatan terutama jika dikonsumsi jangka panjang. Bakteri Asam Laktat (BAL) merupakan golongan bakteri yang telah digunakan secara luas dalam proses produksi makanan fermentasi. Pembuatan roti menggunakan BAL diawali dengan sourdough atau adonan asam yang terdiri atas tepung dan air yang difermentasi dengan BAL baik yang berasal dari kontaminan alami tertentu dari tepung atau dari suatu kultur starter yang mengandung satu atau lebih BAL yang sudah diketahui jenisnya. Berbagai produk hasil metabolisme BAL seperti asam laktat, asam asetat, eksopolisakarida dan senyawa antimikroba seperti bakteriosin menjadikan aplikasi BAL pada proses pembuatan roti berpotensi meningkatkan kualitas mikrobiologis dan daya simpan roti. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan BAL sebagai pengawet alami dalam proses pembuatan roti. Kemampuan BAL untuk berkembang secara alami dari tepung dan air yang difermentasi menjanjikan potensi penyediaan sourdough yang mudah dibuat dan dapat digunakan secara kontinyu sebagai pengawet alami sehingga akan menghemat biaya produksi. Parameter yang akan ditentukan meliputi evaluasi pertumbuhan BAL dan yeast pada adonan dan penentuan kadar air serta total bakteri, kapang dan E. coli pada roti. Kata kunci: roti, bakteri asam laktat, pengawet, daya simpan, keamanan pangan.
TEMPE KACANG KOMAK DENGAN BEBERAPA PEMBUNGKUS YANG BERBEDA SELAMA FERMENTASI: Lablab Bean Tempeh With Various Types Wrapper During Fermentation Process Wiharyani Werdiningsih; Baiq Dwintarahma Putri; Sri Widyastuti
Pro Food Vol. 4 No. 2 (2018): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.807 KB) | DOI: 10.29303/profood.v4i2.86

Abstract

ABSTRACT Wrapper has a very important function, which is as a protection from deterioration. The type of wrapper can be used to package tempeh produced by natural and synthetic wrapper. The aimed of this research was to determine the effect of wrap types on quality of lablab bean tempeh during fermentation process. The experiment was conducted by a Randomized Complete Design (RCD) menthod with single factor (variation of lablab bean tempeh wrap) 5 types of wrapping as treatment 4 replications. The parameter were moisture content, ash content, protein content, total fungus, observation of mycellium, value of raw tempeh appearance such as compactness of mycelium, flavor , taste and tekstur. The observed were analyzed using diversity analysis (ANOVA) at 5% level more over. The significant result were tested by using the further Test of Honest Real Difference (HRD). The results indicated that using several types of wrapping had a significant effect on protein content, preference of mysellium and the taste of lablab bean tempeh but they are not show significantly effect in ash content, moisture content, preferences of texture, and preferences of flavour. Lablab tempeh wrapped by teak leaf produces the best treatment with protein content 11.64%, moisture content 63.37%, and ash content 0.51%, taste, aroma, texture and misellium compactness rather preferred by panelists. Keyword : lablab bean tempeh, tempeh wrapper ABSTRAK Pembungkus memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu sebagai pelindung dari kerusakan. Jenis pembungkus yang dapat digunakan untuk mengemas tempe berasal dari jenis pembungkus alami maupun sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis pembungkus terhadap mutu tempe kacang komak selama proses fermentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancang percobaan Rancangan Acak Lengkap dengan faktor tunggal yaitu jenis pembungkus tempe kacang komak, yaitu: daun pisang, daun jati, daun waru daun kakao dan plastik.Parameter yang diamati meliputi parameter kimia (kadarair, kadar abu, kadar protein) parameter pengamatan misellium, parameter pengamatan mikroorganisme (total jamur), parameter organoleptik (kekompakan misellium, aroma, tekstur dan rasa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis pembungkus memberikan pengaruh nyata terhadap kadar protein, kesukaan kekompakan misellium dan kesukaan rasa tempe kacang komak tetapi memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap kadar abu, kadar air, kesukaan tekstur, dan kesukaan aroma tempe kacang komak. Jenis pembungkus daun jati menghasilkan tempe kacang komak terbaik dengan kadar protein 11,52%, kadar air 63,64%, kadar abu 0,51%, rasa disukai, dan aroma, tekstur, dan kekompakan misellium agak disukai panelis. Kata kunci : tempe kacang komak, pembungkus tempe.
Pengaruh Komposisi Tepung Komposit TESOTA (Terigu, Sorgum, Tapioka) dan Konsentrasi Karagenan Terhadap Mutu Roti Tawar Rendah Gluten Aflah, Abid Jalaluddin; Widyastuti, Sri; Amaro, Moegiratul; Rasyda, Riezka Zuhriatika
Pro Food Vol. 10 No. 2 (2024): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v10i2.426

Abstract

This study aimed to determine the effect of composite flour composition (wheat, sorghum, and tapioca) and carrageenan concentration on the quality of low-gluten white bread. This study used an experimental method with a two-factor completely randomized design (CRD), namely (1) composite flour composition (wheat:sorghum:tapioca) T1 = 50:25:25, T2 = 40:30:30, and T3 = 30:35:35, and (2) carrageenan concentration of 0.2 and 0.4%. Observation data were analyzed with SPSS software using ANOVA at the 5% significance level. Data that were significantly different were further tested with Honest Significant Difference test at the 5% significance level. The parameters observed included chemical quality (moisture content, ash content, and crude fiber content), physical quality (expandability, elasticity, bread pores, and staling), and organoleptic quality (aroma, taste, texture, crust color, and crumb color). The results showed that the treatment of different flour compositions and carrageenan concentrations had a significant effect on ash content, crude fiber content, expandability, elasticity, bread pores, and staling. However, there was no significant effect on its moisture content and organoleptic quality. To minimize the use of wheat flour, the composition of wheat:sorghum:tapioca flour 40:30:30 and carrageenan concentration 0.4% is the recommended treatment, with 24.35% moisture content (met the SNI requirements), 1.49% ash content, 4.08% crude fiber content, 68.69% expandability, 82.55% elasticity, pore size tends to be uniform between 12.08-19.11µm, staling time on the third day, and preferred by panelists because the texture is rather soft, the color of the crust is yellowish brown, and the color of the crumb is yellowish white.
Pengaruh Proporsi Tepung Komposit dan Konsentrasi Karagenan Terhadap Mutu Kimia, Fisik dan Organoleptik Roti Tawar Rendah Gluten Putri, Sasi Fhatmayani; Widyastuti, Sri; Amaro, Moegiratul; Rasyda, Riezka Zuhriatika; Pawestri, Setyaning; Unsunnidhal, Lalu
Pro Food Vol. 11 No. 1 (2025): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v11i1.502

Abstract

Roti tawar secara umum berbahan dasar tepung terigu yang kaya akan gluten. Gluten dapat menjadi penyebab penyakit celiac disease dan autoimun, sehingga diperlukan substitusi tepung terigu dalam pembuatan roti tawar. Substitusi terigu dapat dibantu dengan penggunaan bread improver seperti karagenan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung komposit (terigu, sorgum dan maizena) dan konsentrasi karagenan terhadap mutu kimia, fisik dan organoleptik roti tawar rendah gluten. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktor, yaitu proporsi tepung komposit terigu:sorgum:maizena (50:25:25, 40:30:30, 30:35:35) dan konsentrasi karagenan (0,2%, 0,4%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan proporsi tepung terigu:sorgum:maizena berpengaruh signifikan terhadap kadar abu, kadar serat kasar, daya kembang, elastisitas, aroma, rasa, warna crust, dan tekstur roti, sedangkan konsentrasi karagenan berpengaruh signifikan terhadap kadar serat kasar, warna crust, warna crumb, dan tektstur roti. Interaksi kedua faktor juga berpengaruh signfikan terhadap warna crumb dan tekstur roti tawar yang dihasilkan. Perlakuan proporsi tepung 30:35:35 dengan konsentrasi karagenan 0,2% adalah perlakuan yang paling disarankan untuk mengurangi penggunaan tepung terigu karena menghasilkan mutu organoleptik yang paling disukai panelis, dengan kadar air 25,21%, kadar abu 2,12%, kadar serat 7,14%, daya kembang 45,16%, elastisitas 64,95%, pori-pori yang kecil dan seragam 10,70-14,19 µm, dan waktu staling 48 jam, dengan karakteristik agak beraroma asam, tidak berasa asam, warna crust coklat muda, warna crumb putih kekuningan, dan tekstur agak lembut.
Pengaruh Variasi Suhu dan Waktu Penyimpanan Terhadap Karakteristik Nira Aren Sinaga, Yesica Marcelina Romauli; Widyastuti, Sri; Ma’wa, Miftahil; Ariyana, Mutia Devi; Yuniarto, Kurniawan; Fuadi, Mi'raj
Pro Food Vol. 11 No. 1 (2025): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v11i1.543

Abstract

Palm sap is one of the non-timber forest products (NTFPs) that has high economic potential as a raw material for palm sugar. However, the quality of palm sap is greatly influenced by storage conditions prior to processing. This study aims to determine the effect of temperature and storage duration on the microbiological, chemical, and physical characteristics of palm sap. Samples of palm sap were collected from Kekait Village, West Lombok, and stored at room temperature and cold temperature (4°C) for 3 to 24 hours. The parameters observed included total yeast, reducing sugar content, alcohol content, total acid titratable (TAT), and turbidity. Data were analyzed using two-way ANOVA, and post-hoc tests were conducted using the Honest Significant Difference at a 5% significance level. The results showed that temperature significantly affected alcohol content and turbidity of the sap. Meanwhile, time significantly affected reducing sugar content, alcohol content, TAT, and turbidity. The interaction between temperature and time significantly affected reducing sugar content, turbidity, and alcohol content. After 3 hours of storage, nira stored at cold temperatures and room temperature already showed a total yeast population of approximately 8 Log CFU/mL. Cold temperatures were not sufficiently effective in preventing yeast growth and nira degradation, as indicated by the production of fermentation products such as reducing sugars, acids, and alcohol.
Co-Authors A.wahdania adha, diaul Adikara, Bisma Prabawa Aflah, Abid Jalaluddin Afni, Nur' Agustinus Miranda W Ahmad Alamsyah Ahmad Jupri Amaro, Moegiratul Amro, Moegiratul Ananda Wulida Habibiyah Andi Ulfah Magefirah Rasyid Anggrahini, Theresia Anis Trisnaningsih Antik Sepdian Sari Arfa, Risa Suryananta Ari Hernawan arighy, imam sultan Aris Riantori Faisal Ariyani, Mutia Devi Ary Setyawan Ateniyanti Ateniyanti Ateniyanti Ateniyanti athfal, raudhatul Athia Zerlina Audah, Niswatul Aulia Nur Febrianti Awaka, Muhammad Qahar Azzahra, Fatima Badra, Sulaiman Baharuddin, Gunawan Baiq Dwintarahma Putri Baiq Rien Handayani, Baiq Rien Bambang Purwoko bandjarjani, Wahyu Bayu Retno Bisma Prabawa Adikara Budi Prijo Sembodo Cicilia, Siska D, Derriawan Daldiri Uluwiyahi Danang Puguh Wibowo Daniel Happy Putra Dano, Gita Hang DARMANSYAH . Derriawan Derriawan Derriawan, Derriawan Desi Eka Tama Dewi Isnaeni Diana Evawati, Diana Dimas Muhammad Rosyid Dito, Muhamad Fidel Raihan Diyana, Ulfatud Dody Handito, Dody Dwi Budi Santoso Dwi Sulistiani Eddy Supriyadi, Eddy Ediy, Rekyan Sesutyo Efriyanto Efriyanto Eka Sudarmaji Elya Antariksana Bachmida Erniati, Tri Erwin Permana Evawati , Diana Fatroni, Hanif Fazrian, Sitti Adiyaksa Feberina, Nona Dian febrian, muhammad zaeni Firdayanti, Annisa Firman Fajar Perdhana Fora, Rony Haendra Friska Adelina Sembiring Gunawan, Surtono Gusriani, Lefrina Gustari , Irvandi GUSTARI, IRVANDI Habibiyah, Ananda Wulida Hadi Nasbey Hairunnisa Handayani, Rosita Haqiqi, Nirwana Harini, Rizka Hasan, Delina Hendra Marfiadi , Ahmad Hendrawan Wicaksono Heni Pujiastuti Herlan Masrio Husniah, Gina Fitri Ida Istaharoh IGM Wirabrata Ilhami, Baiq Tri Khairina Ilhami, Bq Tri Khairina Indah Nurhayati Indah Nurhayati Indah Nurhayati Indriati, Petiana Irfan Ali, Irfan Istaharoh, Ida Joko Prasetio Joko Sutrisno Joko Sutrisno Joko Sutrisno Joko Sutrisno Joko Sutrisno Jusmartinah, Raja Karyanto, Yunus khulaivy, muhammad wisnu Kirtiyani, Ni Kadek Ayu Astiti KOSASIH KOSASIH, KOSASIH Kurniawan Yuniarto Kurniawan, Helminoufal Kurniawan, Nanda Sofian Hadi Kusnawati Tjahjani, Ida Laili Savitri Noor Laksono Trisnantoro Latifah, Nabila Fuadah Lies Putriana Lintang Arum Indahi, Dara Ma’fuddin, Teguh Yudha Marfiadi, Ahmad Hendra Marwansyah, Eko Ma’wa, Miftahil Melawati, Linda Mi’raj Fuadi moegiratul amaro Moegiratul Amaro Mohammad Ichsan, Mohammad Mombang Sihite Muhammad Al Kholif Muhammad Rubiul Yatim Mukhlishah, Neneng Rachmalia Izzatul Murtanto Murtanto Mutia Devi Ariyana Mutia Devi Ariyana Mutia Devi Ariyana, Mutia Devi Natalia, Dita Ayu Rani Nazaruddin Nazaruddin - Nazaruddin . Nazaruddin Nazaruddin Ningsi Ningsi Ningwulan, Eka Puspita Novi Yantih Novia Rahayu Nur Rohim, Imam Nuraini Nurmasyta Sylviana Priyono Nurrachman . Pangestu, Kukuh Waseso Jati permeswari, baiq dinda kasih Prakoso, Roy Prasedya, Eka Sunarwidhi Prasetio, Joko Pungut Pungut Pungut Pungut Asmoro Pungut Asmoro Pungut Pungut Pungut Pungut Pungut, Pungut Purwoto, Setyo Putra, Firmanudin Yuga Putri, Dwi Yolanda Putri, Sasi Fhatmayani Qoriasmadillah, Wanda Rabiatul Adawiyah Rachbini , Widarto Rahayaan, Natalia Rahim, Asiah Raja Jusmartinah Rasyda, Riezka Zuhriatika Ratnawati, Rhenny Rekyan Sesutyo Ediy Retno, Bayu Rien Handayani Rika Kaniati Risa Suryananta Arfa Riskarini, Dian rohmatika, ayulis Rony Haendra Fora Rosyid , Dimas Muhammad RR. Ella Evrita Hestiandari Sagita, Sagita Sampurno Sampurno Sanusi, M. Dudi Abdullah Saragi, Sahat Saremben, Ayub Sari, Intan Fikri Purnama Savitri Noor, Laili sembodo, budi prijo seno sudarmono Hadi, seno sudarmono Sepdian Sepdian Setiadi, Sandi Setyaning Pawestri Setyo Purwoto Shirly Kumala Shite, Mombang Sihite , Mombang Sihite, Mombang Sitanggang, Maura Linda Siti Munawaroh Siti Munawaroh Solikah, Umi Solly Aryza Sri Budi Astuti, Sri Budi Sri Mulyani Sri Mulyani SUGITO Sugito - Sugito Sugito Sumarsono, Agus Sunarwidhi, Anggit Listyacahyani Susilowati Sutanto Sutanto SUTRISNO sutrisno, ahsani Suyantara, Yogi Syafruddin Syafruddin Syaifuddin, Hargiawansyah Firman Tabroni Teguh Yudha Ma’fuddin Thalib, Supriyadi Tilana, Cindy Marta Tri Isti Rahayu, Tri Isti Trisnaningsih, Anis Tryas Chasbiandani Unsunnidhal, Lalu Wahid, Ahmad Wahyu Bandjarjani Wahyuni, Ratna Salsabilah Wati, Husnul Wawan Gunawan Wawan Gunawan Weriningsih, Wiharyani Wibowo, Adi Tri Wiharyani Werdiningsih Wiyamo, Yoso Wiyarno, Yoso Wulandary, Putri Rahma Yesica Marcelina Romauli Sinaga Yitno Utomo Yogi Suyantara Yohanita Anggraini, Viona Yoso Wiyarno Yoso Wiyarno Yoso Wiyarno yulia puspita Zainuri . Zaroh, Pandima Fatimatuz Zuhdia, Lalu Diani Zulkifli Zulkifli , Zulkifli