Claim Missing Document
Check
Articles

STRUKTUR GERAK TARI SEKAPOR SIREH DI PONTIANAK KALIMANTAN BARAT Mauluddin, Anne Yurika; Sanulita, Henny; Fretisari, Imma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 7, No 9 (2018): September 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to describe the dance movements of the Sireh Party Secretary by Alm. Yanis Chaniago in 1974 in Pontianak, West Kalimantan, denoted the dance movements of the Sireh Party Secretary by Alm. Yanis Chaniago in 1974 in Pontianak, West Kalimantan, and described the contribution of the teaching material of the Sireh Secretariat Dance by Alm. Yanis Chaniago in 1974 in Pontianak, West Kalimantan as teaching material in the learning of Cultural Arts. Sireh's Secretary's Dance is a type of popular traditional dance, which is a dance that is still based on elements of prehistoric culture. Sireh's Secretary's dance as an offering dance, because the main function of the Sireh Secretary's dance is for the opening of an event or celebration. The concept of offering to welcome guests is seen in the presentation form and supporting elements of the dance, carrying a golden yellow copper bowl filled with yellow rice as the property, as well as the floor pattern forming a horizontal pattern facing the guest, after which it separates towards two sides and form a horizontal floor pattern from the right and left as an opening for the arrival of guests who are respected and received. Keywords: Motion Structure, Sireh Secretariat Dance
MANTRA TAWAR NTAMBA DALAM MASYARAKAT MELAYU DESA KELAKAR KECAMATAN HULU GURUNG KABUPATEN KAPUAS HULU ., Taazimiyah; Sulissusiawan, Ahadi; Sanulita, Henny
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 8 (2014): Agustus 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak: Penelitian tentang mantra tawar ntamba dalam masyarakat Melayu Desa Kelakar Kecamatan Hulu Gurung Kabupaten Kapuas Hulu sebagai objek penelitian karena tawar ntamba dipercaya menyembuhkan penyakit yang diderita. Penelitian ini juga dilakukan untuk mendokumentasikan mantra tawar ntamba. Adapun masalahnya adalah mantra tawar ntamba dengan memfokuskan pada struktur, fungsi, aspek pendukung, dan proses pewarisannya. Metode yang digunakan adalah metode deskripif, dengan bentuk penelitian kualitatif, dan pendekatan struktural semiotik. Sumber data dalam penelitian ini adalah penutur mantra dan mantra tawar ntamba. Teknik pengumpulan data yaitu teknik langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian ini terdiri dari 33 kata khusus dan 16 kata umum dan gaya bahasa personifikasi. Fungsi mantra tawar ntamba adalah fungsi religius, mendidik atau menggurui, dan fungsinya untuk pengobatan. Aspek pendukung dalam mantra tawar ntamba yaitu pembacaannya dengan berkonsentrasi, waktu pembacaan bebas. Proses pewarisannya langsung dan meminta kepada penutur untuk diamalkan Kata kunci: struktural semiotik, tawar ntamba, Melayu Kelakar. Abstract : Research on the mantra tawar ntamba in the Malay Village sub district of Hulu Gurung Banter Regency Kapuas Hulu as an object of research due to the Lenten ntamba was believed to cure diseases suffered. This research was also done to document the fresh spell of ntamba. As for the problem is the  of tawar ntamba by focusing on the structure, function, and processes supporting aspects of inheritance. The method used is the deskripif method, with a form of qualitative research, and structural approaches semiotic. The source of the data in this study was fresh and incantations spell speakers ntamba. Data collection techniques namely direct and indirect techniques. The results of this special is the word riset as much is 33 and 16 common words and language is the personification of style. Fresh spell of ntamba function is a function of religious, educational, or patronizing, and its function as for treatment. Aspects of the supporters in the fresh spell of ntamba i.e. transcription with concentrate, free reading time. The process of direct pewarisannya and ask the speaker to be practiced. Keywords : Semiotic Structural, Tawar Ntamba, Malay Kelakar.
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM NOVEL ANNOYING BOY KARYA INESIA PRATIWI Fadhilah, Rizki; Patriantoro, Patriantoro; Sanulita, Henny
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2018): Maret 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe researcher chose illocutionary speech acts as the main focus of the research, the type of the speech that was often found in everyday life. The problems discussed in this research were the forms of illocutionary speech acts in the novel of Annoying Boy by Inesia Pratiwi and its application in teaching and learning process in the school. The aims of this research were to describe and analyze the forms of illocutionary speech acts in the novel of Annoying Boy by Inesia Pratiwi. The results of the description and analysis between the speakers and the interlocutors contained in Inesia Pratiwi's Annoying Boy novel were: 1) assertive speech acts included suggesting, declaring, boasting and complaining; 2) directive speech acts included ordering, commanding, pleading, advising, and recommending; 3) expressive expression of speech acts included thanking, congratulating, apologizing, blaming and praising; 4) commissive speech acts included promising and offering; and 5) the declaration of speech acts included naming, ostracizing and punishing. Based on the results of the analytical of illocutionary speech acts in the novel of Annoying Boy could be applied in the learning process in the school as a modeling text. Keywords: Illocutionary Speech Acts, Annoying Boy Novel, Conversation
ANALISIS FUNGSI TARI JONGGAN PADA SUKU DAYAK KANAYATN KABUPATEN LANDAK S.,, Yovi Kristova; Sanulita, Henny; Fretisari, Imma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 8 (2014): Agustus 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi kurangnya minat masyarakat terhadap kesenian tradisi yang merupakan warisan dari nenek moyang. Satu di antara tari tradisi yang hampir punah dan mulai ditinggalkan oleh masyarakat adalah tari Jonggan yang berada di Kecamatan Sengah Temilak Kabupaten Landak Kalimantan Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Pendeskripsian fungsi tari Jonggan masyarakat suku Dayak Kanayatn Kabupaten Landak. 2) Pendeskripsian bentuk pertunjukkan tari Jonggan pada kehidupan suku Dayak Kanayatn Kecamatan Sengah Temilak Kabupaten Landak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode etnografi dan menggunakan pendekatan etnokoreologi. Data yang terdapat dalam penelitian ini merupakan fakta mengenai fungsi, dan bentuk pertunjukan tari Jonggan di Kecamatan Sengah Temilak Kabupaten Landak Kalimantan Barat. Data dianalisis secara kualitatif, dengan narasumber data Adiran, Miden, Ki’an, Madarem, dan beberapa seniman lain yang berperan aktif serta mengetahui tentang sejarah dan fungsi tari Jonggan. Data tersebut adalah hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kata kunci: fungsi, Jonggan Abstract: The background of this study causes lack of interest towards the arts community traditionsinherited from their ancestors. One of dance tradition from endangered and abandoned by society is Jonggan dance in the Porcupine District Sub Sengah Temilak West Kalimantan. The purpose of this study were: 1) the explanation of Jonggan dance function for Dayak Kanayatn tribe in Sengah Temilak District Landak Regency. 2) the explanation the form of Jonggan dance show on the life of the Dayak Kanayatn tribe Sengah Temilak District Landak Regency. The method used in this research is an ethnographicmethod and approach ethno-choreology. The data in this study is the fact about the functionand from of Jonggan dance performances in Sengah Temilak District Landak Regency of West Kalimantan. Data were analyzed qualitatively, with data sources Adiran, Miden, Ki’an, Madarem, and several other artists the history and  function of Jonggan dance. The data are the results of interviews, observation, and documentation. Keywords: Jonggan, function  
MINAT SISWA SMA NEGERI 3 PONTIANAK MEMPELAJARI LAGU KERONCONG Primasari, Helvi; Mering, Aloysius; Sanulita, Henny
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 8 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Musik keroncong adalah musik yang sangat menarik, indah dan khas. Di Pontianak musik keroncong kurang populer di kalangan anak muda dan banyak dimainkan oleh orang tua.Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) pendeskripsian fasilitas yang dimiliki sekolah SMA Negeri 3 Pontianak untuk mempelajari lagu keroncong(2) pendeskripsian minat siswa SMA Negeri 3 Pontianak mempelajari lagu keroncong.(3) pendeskripsian Faktor-faktor dominan yang mempengaruhi minat siswa SMA Negeri 3 Pontianak mempelajari lagu keroncong.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif. Simpulan dalam penelitian ini adalah fasilitas yang dimiliki sekolah SMA Negeri 3 Pontianak telah mencapai standar ≥ 70% karena ada lima alat musik yang terdiri dari: Gitar melodi, gitar bass, biola, keyboard, dan drum. Alat musik yang ada di sekolah ini pun belum memadai untuk siswa mempelajari lagu keronocng.   Kata Kunci: Faktor Dominan, Minat, Lagu Keroncong Abstract:Keroncong music is an interesting music, beautiful and has its own characteristics. In Pontianak, it is not so popular among young people and been played by adult people. This research is aimed in: (1) The facility description that SMA Negeri 3 Pontianak provide in learning Keroncong music. (2) The description of the interest from SMA Negeri 3 Pontianak students in learning Keroncong music. (3) The dominant factors description in influencing the interest from SMA Negeri 3 Pontianak students in learning Keroncong music. The research method is by using survey on the quantitative descriptive approach. The conclusion of this research is the facility of SMA Negeri 3 Pontianak has achieved standard score as ≥ 70% because there are five musical instruments: lead guitar, bass, violin, keyboard and drum. The musical instruments in this school are not sufficient for students in learning Keroncong music.   Keywords: Dominant Factor, Interest, Keroncong Song
PENGGUNAAN MEDIA JARI TANGAN PADA PEMBELAJARAN NOTASI BALOK (F06108058), Rosadi; Ghozali, Imam; Sanulita, Henny
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 9 (2014): September 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media jari tangan terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran notasi balok kelas VII SMP Islam Bawari Pontianak. Rancangan penelitian dalam penelitian ini adalah eksperimen. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VIIA dan VIIB SMP Islam Bawari Pontianak yang berjumlah 70 orang. Hasil penelitian dapat dilihat pada rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol dan eksperimen. a) Pada kelas kontrol nilai rata-rata pre-test sebesar 50,86 dan pos-test sebesar 67,81. Selisih nilai pre-test dan post-test kelas kontrol dihitung menggunakan rumus tes rata-rata (t) sebesar 7,04. b) Pada kelas eksperimen nilai rata-rata pre-test sebesar 50,28 dan nilai post-test sebesar 84,18. Selisih nilai pre-test dan post test kelas eksperimen dihitung menggunakan rumus tes rata-rata (t) sebesar 11,12. Pengaruh yang dihasilkan media jari tangan terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran notasi balok  dihitung menggunakan rumus effect size sebesar 1,3. Berdasarkan kriteria  nilai yang telah ditentukan, pengaruh yang diberikan media jari tangan termasuk dalam kriteria “tinggi”. Kata kunci: media jari tangan, notasi balok.   Abstract: The purpose of this study was to describe the influence of media use fingers to the notation learning outcomes of students in class VII Islam Bawari Pontianak. The research design in this study is experimental. The research subjects VIIA and VIIB grade students of SMP Islam Bawari Pontianak numbering 70 people. The results of the study can be seen in the average classroom student learning outcomes and experimental control. a) In the control group the average value of the pre-test and post-test 50.86 at 67.81. Difference in the pre-test and post-test control group was calculated using the formula test average (t) of 7.04. b) In the experimental class average value of 50.28 at pre-test and post-test score was 84.18. Difference in the pre-test and post-test experimental class was calculated using the formula test average (t) of 11.12. The influence of the media generated finger on learning outcomes of students in learning notation calculated using the formula effect size of 1.3. Based on criteria predetermined value, the effect of a given media fingers included in the criteria of "high". Keywords: media finger, block notation.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL PADA PEMBELAJARAN SENI TARI DI KELAS VIII D SMP NEGERI 6 PONTIANAK LISAWANI, EVRI; -, Ismunandar; Sanulita, Henny
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 5 (2013): Mei 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran seni tari di kelas VIII D SMP Negeri 6 Pontianak dengan menggunakan media audio-visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan siswa tentang pengertian seni tari, tes awal yakni 18,72 (74,88%), setelah melaksanakan tindakan siklus I nilai rata-rata yakni 21,78 (87,12%), kemudian setelah melaksanakan tindakan siklus II nilai rata-rata yakni 24,06 (96,24%); peningkatan pengetahuan siswa tentang unsur-unsur tari, pada tes awal yakni 17,12 (68,5%), setelah melaksanakan tindakan siklus I nilai rata-rata yakni 19,87 (79,5%), kemudian setelah melaksanakan tindakan siklus II nilai rata-rata yakni 23,25 (93%); peningkatan pengetahuan siswa tentang motif tari suku Dayak Kanayatn, pada tes awal yakni 13,44 (53,75%), setelah melakukan tindakan siklus I nilai rata-rata yakni 16,16 (64,63%), kemudian setelah melaksanakan tindakan siklus II nilai rata-rata yakni 20,56 (82,25%); peningkatan kemampuan siswa dalam praktik tari khususnya praktik motif tari Suku Dayak Kanayatn, pada tes awal yakni 9,5 (38%), setelah melakukan tindakan siklus I nilai rata-rata yakni 12,28 (49,12%), kemudian setelah melaksanakan tindakan siklus II nilai rata-rata yakni 17,72 (70,88%); Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media Audio-Visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Hasil Belajar, Media Audio-Visual, dan Pembelajaran Seni Tari. Abstract: This research aims to improve student learning outcomes in learning the art of dance in eighth grade junior high D 6 Pontianak using Audio-Visual media. improved results showed that increasing students' knowledge about the understanding of the art of dance, the initial test 18,72 (74,88%), after carrying out the action first cycle the average value of 21,78 (87,12%), Then after executing the second cycle of the average value of 24,06 (96,24%); increase students' knowledge of the elements of dance, at the beginning of the test 17,12 (68,5%), after carrying out the action first cycle the average value of 19,87 (79,5% ), then after executing the second cycle of the average value of 23,25 (93%); increase students knowledge about dance motif Dayak Kanayatn, at the beginning of the test 13,44 (53,75%), after the first cycle of action the average value of the 16,16 (64,63%), then after executing the second cycle of the average value of the 20,56 (82,25%); increase students' skills in dance practice particular dance Dayak motifs practices Kanayatn, at the beginning of the test 9,5 (38%), after the first cycle of action the average value of the 12,28 (49,12%), then after executing the second cycle of the average value namely 17,72 (70,88%); conclusions of this study indicate that the use of Audio-Visual media to improve student learning outcomes. Keywords: learning outcomes, Audio-Visual media, and learning the art of dance.
NILAI BUDAYA DALAM NOVEL KAU, AKU, DAN SEPUCUK ANGPAU MERAH KARYA TERE LIYE Kholijah, .; Priyadi, Antonius Totok; Sanulita, Henny
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 10 (2015): Oktober 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menemukan nilai budaya yang terdapat dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi karya sastra. Sumber datanya adalah novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye. Datanya adalah nilai budaya dalam novel berupa kata, frasa, dan kalimat yang menunjukkan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, karya, dan alam. Hasil analisis (1) hubungan manusia dengan Tuhan, meliputi: percaya kepada takdir Tuhan, berdoa, percaya takhayul; (2) hubungan manusia dengan sesama, meliputi: kegotongroyongan, kebersamaan, kepedulian, persahabatan, cinta kasih, kesopanan, keramahan, kebaikan, kecurangan, kesalahpahaman, kemarahan, kekecewaan, kepatuhan, bekerja keras, berpengharapan, kesedihan, kejujuran, kesederhanaan, kebijaksanaan, kesabaran, kerajinan, keingintahuan, kegelisahan; (3) hubungan manusia dengan karya, meliputi: keterampilan, berprofesi; (4) hubungan manusia dengan alam, meliputi: polusi, perkembangan teknologi, keadaan alam, kebiasaan masyarakat, memanfaatkan alam; dan (5) implementasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia dilihat dari segi kurikulum, tujuan pembelajaran sastra, pemilihan bahan ajar, dan tingkat keterbacaan layak dijadikan sebagai bahan ajar di SMA. Kata kunci: nilai, budaya, novel Abstrack: This study aims to discover the cultural value contained in the novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye. The method used in this research is descriptive method with a form of qualitative research. The approach is a sociological approach literature. The source is the novel entitled Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye. The data in this study of the cultural value in the novel are words, phrases, and sentences that show the human relationship with God, another human, the work, and the nature. The result the analysis novel are (1) the relationship of man with God include: believe in destiny God, praying, superstitious, (2) the relationships with another human, including: mutual cooperation, togetherness, caring, friendship, love, courtesy, friendliness, kindness, cheating, misunderstanding, anger, disappointment, obedience, hard work, hopelessness, sadness, honesty, simplicity, wisdom, patience, diligence, curiosity, anxiety, (3) the relationship of humans with the work include: skills, profession, (5) the relationship of man with nature, include: pollution, technological developments, natural conditions, people’s habits, utilizing natural, and (6) the implementation of cultural value in learning Indonesian novel in terms of curriculum, learning objectives of literature, the selection of teaching materials, and readability level worthy as teaching materials at senior high school. Keywords: value, culture, novel
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MENGGUNAKAN METODE SOSIODRAMA PADA SISWA SMK NEGERI 1 PONTIANAK Sardanu, .; Wartiningsih, Agus; Sanulita, Henny
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2017): Maret 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan berbicara menggunakan metode sosiodrama. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan bentuk kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik observasi, teknik tes/evaluasi, dan teknik dokumentasi. Data yang dianalisis berupa data penelitian yang terkumpul dari hasil observasi dan perekaman. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru sudah sesuai dengan kegiatan rencana pembelajaran yang disusun berdasarkan strategi pembelajaran (kegiatan awal, inti, dan akhir). Pelaksanaan pembelajaran keterampilan berbicara sudah baik karena dalam pelaksanaanya guru bisa menggunakan berbagai metode dalam proses belajar mengajar.Nilai siswa kelas XI Akuntansi II SMK Negeri 1 Pontianak pada siklus I sebesar 76%, kemudian  siklus II meningkat 7% menjadi 83%   Kata kunci: keterampilan berbicara, metode sosiodrama.   Abstract: The purpose of this research is to improve speaking skills using methods sociodramas. The method used is descriptive and qualitative terms. This research data collection using observation, engineering test / evaluation, and technical documentation. Data were analyzed in the form of research data collected from the observation and recording. Based on the analysis of data it can be concluded that the Learning Implementation Plan (RPP), which made the teacher is in conformity with the activities of the lesson plan which is based instructional strategies (initial activities, core, and end). Implementation of learning conversational skills is good because in the implementation, teachers can use a variety of methods in the learning process mengajar. Accounting II class XI student of SMK Negeri 1 Pontianak on the first cycle of 76%, then the second cycle increased by 7% to 83% Keywords: speaking skills, methods sociodramas.  
STRUKTUR DAN FUNGSI CERITA RAKYAT PAK ALUI SASTRA LISAN MASYARAKAT MELAYU SANGGAU KABUPATEN SANGGAU F11109053, Suhaimi; Priyadi, A. Totok; Sanulita, Henny
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan fungsi cerita pada cerita rakyat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu pertama: jenis alur dalam cerita berjudul Akal Pak Alui adalah alur maju. Alur dalam cerita berjudul Pak Alui Kehilangan Perahu adalah alur campuran. Kedua: tokoh cerita berjudul Akal Pak Alui meliputi tokoh utama yaitu Pak Alui; tokoh pembantu ada sembilan. Tokoh cerita berjudul Pak Alui Kehilangan Perahu meliputi tokoh utama yaitu Pak Alui; tokoh tambahan ada dua. Ketiga: latar cerita berjudul Akal Pak Alui yaitu latar tempat terbagi menjadi sebelas, latar waktu terbagi menjadi sembilan, dan latar sosial terbagi menjadi enam. Latar cerita berjudul Pak Alui Kehilangan Perahu yaitu latar tempat terbagi menjadi tiga belas, latar waktu terbagi menjadi empat, dan latar sosial terbagi menjadi dua. Keempat: tema cerita berjudul Akal Pak Alui yaitu menolong sesama tanpa pamrih. Tema cerita berjudul Pak Alui Kehilangan Perahu yaitu malas tak ada gunanya. Kelima: fungsi cerita berjudul Akal Pak Alui dan Pak Alui Kehilangan Perahu yaitu fungsi hiburan dan fungsi alat pendidikan anak. Kata kunci: struktur, fungsi, sastra lisan Abstract: This study aims to determine the structure and function of the folklore stories.This study used descriptive method. The results of this research are, the first is the type of groove in folklore of Akal Pak Alui is advanced groove. Meanwhile, the groove of story Pak Alui Kehilangan Perahu is mixed groove. The second is, in Akal Pak Alui folklore includes the main character is Pak Alui. Supporting characters is devided into nine. Meanwhile, in folklore of Pak ALui Kehilangan Perahu includes the main character is Mr. Alui, additional figures devided into two. The third is the background entitled Akal Pak Alui is devided into eleven are time setting is devided into nine, and the social background is devided into six. The background of folklore entitled Pak Alui Kehilangan Perahu is background place is devided into thirteen background, the background of time is devided into four background and the social background is devided into two background . the fourth is the theme of the story entitled Akal Pak Alui is helping others selflessly. The theme of the story entitled Pak Alui Kehilangan Perahu is lazy usless. The fifth is the function of stories entitled Akal Pak Alui and Pak Alui Kehilangan Perahu are as entertainment and as the education tool for children. Keywords: structure, function, oral literature
Co-Authors . Firmansyah . Kholijah, . . Lusiana . Mujiono a. totok priyadi Abdussamad . Achmad Syarifudin, Achmad Afriani, Winda Agesti, Priskila agus budiotomo Agus Syahrani Agus Wartiningsih Ahadi Sulissusiawan AHMADI Akhmad Ramli Al Padli Aloisius Harso aloysius mering Amanda Lee Meashi Amri, Miftachul Anggrainy, Desti Antiwi, Dwitya Antonius Totok Priyadi Aprisa, Maria Yesi Apriyani, Ina Arifudin, Opan Asfar Muniir, Asfar Asfar Munir Augustine, Karina Ayu Aprilia Pangestu Putri Ayuni, Nina Chairil Effendy Chandra, Bobbi Christanto Syam Dara, Agustina Angela Darmanto, Jusnarso Deni Yuliani Desni Yuniarni Devee, Suzie Laxmy Dian Rahayu Diecky K., Diecky Diecky Kurniawan Diecky Kurniawan Indrapraja Donny Hendriyanto Dwi Hadita Ayu Dwikurniasari, Septi Arsista eka rahmawati Eka. Supriatna Elva Refariza Elva susanti Endah, Revina Evi Syafrida Nasution EVRI LISAWANI Fadhilah, Rizki Fauzi, Muhammad Sukron Feriyanti, Yang Gusti Fitriana, Asih Gianse, Yulianus Gingga Prananda Hadi Widodo Hajati, Erna Noer Halida Halida Hardianti, Dwi HD, Moh. Imam Heni Linarti Hilda, Desvina Hiola, Siti Fatmah Hotma Simanjuntak Ifa Safira Ika Rahayu Satyaninrum Imam Ghozali Imma Fratisari Imma Fretisari Indah Wulandari Indri Astuti Irawan, Sandi Is Diarti, Tria Yulisa ismu nandar Ismunandar Ismunandar - Ismunandar . Isry Laila Syathroh Istiana Istiana Iwan Ramadhan Judijanto, Loso Kadiyo Karimah, Nia Asmaul Khairullah, Khairullah Kornellya, Nelly Laurensius Salem Lestari, Nana Citrawati Lestari, Seri Lidiawati, Lidiawati Lili, Darlia Linda Handayani, Linda Lisnasari, Dwi Listiani, Isma Lumbantoruan, Jitu Halomoan Maharani Maharani, Maharani Mangesa, Rosita Martono . Martono Martono Maulana, Andri Mauluddin, Anne Yurika Meizar Anggara, Meizar Mellisa Jupitasari Miftachul Amri Mubin, Minahul Murti, Elis Syahira Muzammil, Ahmad Rabi ul Nanang Heryana Nila Sari Novianti, Uria Nur Metasari Nur Rahman, Nur Nurhidayah, Mareta Nurina Happy Pajariani, Wulan Patriantoro . Petrus Jacob Pattiasina Pikir Wisnu Wijayanto Prastiwi, Suci Prayoga, Muhammad Damara Shadiq Primasari, Helvi Prisilla, Dewi Purwati, Kresensia Putra, Ikhza Mahendra Putri, Marbela Vaderofa Rachmiati, Ami Siti Rahmayanti, Suci Rahuel, Roby Raimin Raisal Ramadani Fitria Richardson, Bill rina Apriani Rino Firnandez, Rino Ripan Purnanda Riyanti Susiloningtyas Ronald Elisa, Ronald Rosa, Evita Rukmana, Imam Safitri, Eni Salsabila, Salsabila Samsinah, Linda Samsuryani, Dewi Lilik Santosa, Tomi Apra Sardanu, . Sari, Hazizah Mega Satyabuwana, Lenggar Khalifahtullah Sawitri, Sari Selviana Mangguali Sesilia Seli Silaban, Christianly Sisilya Saman Sufriyanti, Mita Suhaimi F11109053 Sukamto . Sukamto Sukamto Supriyadi, Tugimin Susanto, Ratnawati Susiloningtyas, Riyanti Sutarto Sutriana, Ernie Syambasril . Syambasril, Syambasril Syamsul Arifin Syariah, Syariah Taazimiyah . Tarita Defiana Tomi Apra Santosa Totok Priyadi Tri Irbawardani Ulya, Cahyati Unpris Yastanti, Unpris Vawaka, Dinda Elsa Virginia Chikita, Lus Antika Vinesia Wati Emilia Wati, Eka Purnama Widodo, Hadi Wily Mohammad Winda Istiandini Windaniati Windaniati Yovi Kristova S., Yuda, Nurul Yuliana Wardani Yuspita, Eli Zufiyardi, Zufiyardi Zulfriansyah, Argo