Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN HASIL PEMBELAJARAN PADUAN SUARA MELALUI PENDEKATAN VOKALISI PADA SISWA KELAS IX budiotomo, agus; ghozali, imam; sanulita, henny
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 7 (2013): Juli 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dan gambaran tentang bagaimana peningkatan hasil pembelajaran paduan suara melalui pendekatan vokalisi pada siswa kelas IX SMP Negeri 02 Tayan Hilir Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas deskriptif analisis. Sampel penelitian ini adalah 22 siswa. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan yang signifikan yaitu siklus I dengan nilai rata-rata 61,84, siklus II dengan nilai rata-rata 75,79 dan siklus III dengan nilai rata-rata 79,09. Dari beberapa pembuktian tesebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode vokalisi dalam pembelajaran paduan suara melalui pendekatan vokalisi dapat meningkatkan hasil pembelajaran siswa dalam bernyanyi paduan suara, dan dapat meningkatkan kualitas siswa dalam olah vokal. Oleh karena itu, pembelajaran paduan suara melalui pendekatan vokalisi ini sangat cocok diterapkan pada siswa. Kata Kunci: Hasil Pembelajaran, Paduan Suara, Pendekatan vokalisi. Abstract: This research aims to be able to get an information and the description how to improve the result of study through vocally approach by students of IX class at SMP Negeri 02 Tayan Hilir, Sanggau region, west Kalimantan province. This research use action reseach descriptive analize method. The study sample is 22 students. The result of analysis data showed significant improvement that is first cycle of the average value 61,84, the second cycle of the average volue 75,79, the third cycle of average volue 79,09. The conclution of this study is used vocally method in choir learning through vocally approuch be able to improve the result of student learning in choir it self and be able to improve students quality vocal. Therefore, choir learning using vocally approach is synchronize for the students. Keywords: Learning result, choir, vocally approach.
KARAKTERISTIK PUISI KARYA SISWA MTS NEGERI 1 PONTIANAK TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016 Listiani, Isma; Sulissusiawan, Ahadi; Sanulita, Henny
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2018): Maret 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractGeneral problem of the research was characteristics of poetry by students MTs Negeri 1 Pontianak in academic year 2015/2016. It was restricted into characteristics of students’ poetry which consists of diction, rhyme, theme and message. The purpose of this research was to describe aforementioned problem, whether the advantages of this research was be able to give knowledge and literature research development especially poetry produced by students and can be used as a teaching material for literature in school, becoming reference for the next research, and also becoming an effort to strengthen research in school. Based on the data analysis, (1) Diction used was leaning to concrete diction, connotation and loan elements, (2) rhyme that mostly used was broken rhyme. Another rhyme used were end rhyme, cross rhyme, middle, ereck, hugs and twins. (3) Theme which dominantly use was love for parents. Besides it, there were education, friendship, love for pets, divinity, environment and nationalism theme. (4) Message used in the students’ poetry was especially delivered for parents. In the entire of students’ poetry was mandated about death, social life, love for the only God,human relationships, man with nature, and the vertical relationship of man with his God. Keyword: Characteristic Poetry, Students’ Product.
PRINSIP KESANTUNAN DALAM NOVEL RINDU KARYA TERE LIYE Syariah, Syariah; Martono, Martono; Sanulita, Henny
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 7, No 7 (2018): Juli 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrackThe research about principle of politeness in a novel Rindu by Tere Liye is based on curiosity toward implementation of principle of politeness in a novel Rindu that has various background of ethnic and culture, social status, and gap of different ages. This research specialize to clarify six maxim of principle oof politeness in a novel Rindu by Tere Liye and to implemented the result in a school. The method of research applied descriptive research method in qualitative form. The data collected from expression said by characters in novel Rindu, either in sentences, phrase, or words said to partners or listeners. The data resource taken from a novel Rindu by Tere Liye. The analysis data technique that is used in this research is descriptive qualitative. Based on the analysis toward 169 data that researcher found in the novel Rindu by Tere Liye, consist of 29 expressions that present wisdom maxim, 37 expression of generosity maxim, 43 expressions as appreciation maxim, 14 expressions present wisdom of simplicity, 21 expressions about consent maxim and 18 expression for inference maxim. The research result can be implemented in learning of Bahasa in the class XII second semester with KD 3.5 to evaluate the texts in the novel based on the rules either oral or written. Key words: principle of politenss, maxim, novel Rindu
MAKNA SIMBOL BUSANA TELOK BELANGA` DALAM TARI JEPIN LANGKAH SIMPANG Lusiana, .; Sanulita, Henny; Fratisari, Imma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2015): Maret 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak: Penalitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbol yang terdapat pada busana telok belanga` dalam tari Jepin Langkah Simpang di Kota Pontianak. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan menguraikan hasil penelitian yang diperoleh dari dokumen-dokumen yang dimiliki oleh narasumber baik berupa buku, foto, serta catatan hasil percakapan. Hasil analisis data menunjukan bahwa makna yang terkandung pada busana telok belanaga` dalam tari Jepin Langkah Simpang yang berupa bentuk, warna, ukuran, jumlah dan cara penggunaannya masih minim diketahui oleh sebagian besar kalangan baik biasa dan pekerja seni di Kota Pontianak. Selain sebagai busana tari, busana tersebut juga merupakan busana sehari-hari di kalangan masyarakat Melayu Kota Pontianak karena bentuknya yang sangat sederhana dan mudah untuk digunakan. Seiring perkembangan zaman dan tari menjadi satu di antara kebutuhan konsumsi masyarakat dalam bidang seni, busana tari juga ikut berkembang dan lebih variatif akan tatapi tetap menjaga dan berpijak pada nilai-nilai busana Melayu yang akan diinovasi. Kata kunci: Makna Simbol, Busana, Telok Belanga` Abstract: The study aims to determine the meaning of the symbol found on clothing of telok belanga` in Jepin Langkah Simpang dance Pontianak City. The method used is descriptive study describes the result obtained from the document held by the speaker in the from of photo, books as well notes of confersation. The result of data analysis showed that the meaning contained clothing of telok belanga` in Jepin Langkah Simpang dance intersection that from the shape, size, color, number and how to use them is still minimal unnoticed by most among both ordinary and artist in the City. Aside from being a dance dress, fashion is also a daily fashion among the Malayu community of Pontianak City because of its very simple and easy to use. As the time and dance into one of the consumption needs of the community in the art, fashion also glowing and more varied but still maintain and growded in value that will wither innovated fashion. Keywords: Meaning, Symbol, Fashion, Telok Belanga`
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN METODE JIGSAW PADA MATERI MENGAPRESIASI KARYA SENI TARI Rahmawati, Eka; Nandar, Ismu; Sanulita, Henny
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 7 (2014): Juli 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi dasar mengapresiasi karya seni tari melalui metode Jigsaw di kelas XC SMA Negeri 10 Pontianak. Adapun penelitian ini menggunakan teori pembelajaran, hasil belajar, model pembelajaran kooperatif, dan metode Jigsaw. Kemudian dalam penelitian ini juga dikaji tentang mata pelajaran SBK dan Tari Serampang Dua Belas. Metodologi penelitian yang dipergunakan adalah penelitian tindakan (action research) dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan   diperoleh simpulan bahwa pertama, metode Jigsaw merupakan penerapan pembelajaran dengan mengembangkan kerja sama antar siswa kelas X C SMA Negeri 10 Pontianak dengan membentuk kelompok ahli; dan kedua, penggunaan metode Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas X C SMA Negeri 10 Pontianak khususnya pada materi mengapresiasi seni tari.   Kata Kunci: hasil belajar dan metode jigsaw   Abstrack: The aim of this research is to improve students’ learning outcomes on basic competencies in appreciating works of art dance through Jigsaw method in class XC of SMA Negeri 10 Pontianak. This study used theory of learning, learning outcomes, cooperative learning models, and Jigsaw method. This study was implemented on SBK subjects and Serampang Dua Belas Dance. The study used action research methodology by using descriptive and qualitative approaches. Based on the results of research and discussion, it was concluded; first, the implementation of Jigsaw method has developed cooperation among students in class XC of SMA Negeri 10 Pontianak by creating groups of experts; second, the use of Jigsaw method can improve students’ learning outcomes in class XC of SMA Negeri 10 Pontianak especially in appreciating the works of art dance materials. Keywords: learning outcomes and Jigsaw method
ANALISIS HISTORIS DAN FUNGSI TARI AMBOYO PADA UPACARA NAIK DANGO Aprisa, Maria Yesi; Sanulita, Henny; Fretisari, Imma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 7 (2014): Juli 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstark: Penelitian ini dilatarbelakangi untuk mengetahui latar belakang sejarah Tari Amboyo dimasa lampau yang menjadi suatu ciri khas tari tradisi pada suku Dayak Kanayatn Bukit. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan bentuk kualitatif, dengan sumber data Adiran, Maniamas Miden, dan Dalena Amin yang mengetahui tentang tari Amboyo di Desa Saham. Data tersebut adalah hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pada tahun 1953 Tari Amboyo untuk pertama kali mulai ditampilkan dalam upacara Naik Dango di Desa Saham Kabupaten Landak, yang pada saat itu menjadi tuan rumah untuk menyelenggarakan upacara Naik Dango di Rumah Radakng. Tarian Amboyo merupakan bagian dari fungsi upacara keagamaan atau yang dikenal sebagai upacara adat. Sebelum masyarakat merayakan upacara Naik Dango ada proses tahapan yang harus dilaksanakan oleh masyarakat suku Dayak Kanayatn pada umumnya Amboyo adalah hasil akhir dari keseluruhan proses upacara Naik Dango, karena Tari Amboyo dipercaya masyarakat sebagai pengantar doa dan ucapan syukur masyarakat kepada Jubata.   Kata Kunci: Tari Amboyo, Naik Dango.   Abstract: The aim of this research is to known the story of Amboyo dance in the past which has been the characteristic of Dayaknese Kanayatn Bukit culture. The method that is used in this research is descriftive analysis in from qualitative, when the source of the data are coming from Adiran, Maniamas Miden, and Dalena Amin which are known fully about Amboyo dance in Saham village. Moreover, the writer used interview, observation and documentation as the technique. On 1953 Amboyo traditional dance was first swown on Naik Dango ceremony in Saham village, Landak Region which was the host of the ceremony at that time in Radakng house. Amboyo dance also becomes part of religion ritual or known as culture ritual. Before the indigenous people celebrate Naik Dango ritual, there was the process that has to be done by Dayaknese people. Amboyo is the final result from Naik Dango ritual, because Amboyo dance can be trusted by the indigenous people as opening pray and gratitude to God, known as Jubata.   Key word: Amboyo dance, Naik Dango.
KESENIAN OTAR-OTAR DI DUSUN KOTA LAMA KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS Firmansyah, .; Sanulita, Henny; K., Diecky
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 11 (2015): Nopember 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola tabuhan ugal-ugal dan sarame, bentuk ritual Otar-Otar, dan bentuk seni pertunjukan Otar-Otar. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik dengan bentuk penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah narasumber yang memahami dan mengetahui kesenian Otar-Otar. Hasil penelitian ini terdapat dua pola tabuhan yang digunakan untuk mengiringi kesenian Otar-Otar, yaitu ugal-ugal menggunakan birama 4/4 dan sarame menggunakan birama 3/4. Pada pola tabuhan ugal-ugal dan sarame terdapat motif pola tabuhan yang berbentuk pengulangan harafiah pada alat musik gendang panjang, canang, tawak-tawak dan aggong. Bentuk ritual sajian Otar-Otar terdapat tiga ritual. Bentuk pertunjukan Otar-Otar terdiri dari kuntau, tari, dan silat. Iringan musik pada bagian kuntau menggunakan pola tabuhan ugal-ugal, sedangkan pada bagian tari dan silat menggunakan pola tabuhan sarame. Saat ini pertunjukan Otar-Otar hanya menggunakan pola tabuhan sarame. Kata Kunci: Otar-otar, Sarame, Ugal-ugal Abstract : The purpose of this research is to describe beat pattern of ugal-ugal and sarame, ritual of Otar-Otar, and forms of Otar-Otar art performance. The method in this research is descriptive analythic method with qualitative research form. The source of the data in this research is from the people who know about Otar-Otar art as interview. The result of this study includes two beat patterns of Otar-Otar arts music background, there are ugal-ugal that use 4/4 time signature and sarame that used 3/4 time signature. In the beat pattern of ugal-ugal and sarame there is motive of beat pattern that have literally repetition stuff on gendang panjang, canang, tawak-tawak and aggong instrument. Otar-Otar has three rituals. The beginning of the show opened with kuntau, then followed by dance, and closed with silat. The backsound music on the kuntau part using ugal-ugal beat pattern, while on the dance and silat part use sarame beat pattern. Nowdays Otar-Otar performance just using sarame beat pattern for all the part. Key words: Otar-otar, Sarame, Ugal-ugal.
STRUKTUR DAN MAKNA MANTRA BEKUMPANG SASTRA LISAN DAYAK KANTUK Wardani, Yuliana; Priyadi, Totok; Sanulita, Henny
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi keinginan untuk menemukan struktur mantra dalam mantra bekumpang suku Dayak Kantuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk kualitatif. Hasil penelitian yaitu, 1) diksi yang terdapat dalam mantra Bekumpang menggunakan kata umum (muang, ditimang, ketanah) dan kata khusus (mambang, pentik, mimpi rejang) 2) imajinasi dalam mantra bekumpang menggunakan imajinasi visual (kumpang silih ganti) dan imajinasi taktil (betang nyak dah tuyang, tubuh gemuk melimpuk) 3) makna dalam mantra ini adalah makna religius, makna sosial, dan makna budaya. Pengimplementasian hasil penelitian dalam pembelajaran yaitu dilihat dari aspek kurikulum 2013, penulis menjadikan mantra bekumpang sebagai satu di antara pelajaran tambahan (muatan lokal) di SMA Negeri 1 Seberuang. Kata kunci: struktur, makna , mantra bekumpang, Dayak Kantuk Abstract: This research is done because researcher is eager to know about structure that sets up bekumpang (a spell of Kantuk Dayaknese). Method which is used in this research is descriptive method with qualitative form. The result is as follow; 1) diction in Bekumpang is main words (muang, ditimang, ketanah) and specific words (mambang, pentik, mimpi rejang) 2) imagination in bekumpang is visual imagination (kumpang silih ganti) dan tactile imagination (betang nyak dah tuyang, tubuh gemuk melimpuk) 3) meaning in this spell are spiritual meaning, social meaning, and cultural meaning. Implementation of this research can be seen in 2013 curriculum aspect; researcher can use Bekumpang as one of extra course (teaching local contenct) in Seberuang Senior High School (SMAN 1 Seberuang). Keywords: structure, meaning, bekumpang, Kantuk Dayaknese
KAJIAN TENTANG MUSIK MANIAMAS DAYAK BIDAYUH KABUPATEN BENGKAYANG Elisa, Ronald; Mering, Aloysius; Sanulita, Henny
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 6 (2015): JUNI 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui sejarah musik Maniamas, komposisi musik Maniamas, dan kontekstual musik Maniamas Dayak Bidayuh Kabupaten Bengkayang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Deskriftif dengan bentuk penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan etnomusikologi. Hasil analisis data Musik Maniamas diperkirakan muncul sekitar tahun 1964-an sesudah Indonesia merdeka. Musik Maniamas diambil dari sejarah ketika pada zaman dahulu masyarakat Dayak Bidayuh masih melakukan Ngayau(memenggal kepala musuh). Penyambutan para laki-laki yang pulang dari Mengayau disebut oleh masyarakat Dayak Bidayuh sebagai Maniamas, dan musik Maniamas sampai sekarang ini masih menjadi bagian penting dalam proses ritual upacara adat Nyobeng yaitu upacara memandikan kepala musuh. Komposisi tabuhan pada musik Maniamas meliputi lima instrumen yaitu instrumen Sibakng (bedug) berjumlah, Aguakng (gong besar, Tawakng (gong sedang), Sanang (gong kecil), dan Gutang (kenong)..   Kata Kunci: Musik Maniamas, Dayak Bidayuh. Abstract :This research aims to find out the history of Maniamas music, the composition of Maniamas music, and contextual of Maniamas music Dayak Bidayuh Bengkayang Regency. The method of research used is descriptive with qualitative form and ethnomusicology. The data analysis result, Maniamas music is thought to arise around 1964s after the independence of Indonesia. Maniamas music was taken from the history when a long time ago Dayak Bidayuh society still did Ngayau (decapitating the enemy). The reception of men who has arrived from Ngayau was called as Maniamas by Bidayuh Dayaknese, and Maniamas music still becomes the important part of the ritual ceremony Nyobeng which is the ceremony of bathing the head of an enemy. The composition of beats in Maniamas music consists of five instruments, they are Sibakng (Bedug), Aguakng (Large Gong), Tawakng (Medium Gong), Sanang (Small Gong), and Gutang (Kenong). Keywords: Maniamas Music, Dayak Bidayuh.
ANALISIS STRUKTURAL CERITA DALAM SYAIR SITI ZUBAIDAH Metasari, Nur; ., Martono; Sanulita, Henny
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 9 (2013): September 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pendeskripsian penokohan tokoh utama, latar, alur, amanat, dan tema pada cerita dalam Syair Siti Zubaidah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif bentuk kualitatif dengan pendekatan struktural. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Karakter tokoh utama pada cerita dalam Syair Siti Zubaidah memiliki 11 karakter. 2) Latar tempat pada cerita dalam Syair Siti Zubaidah ada 17 tempat. Latar waktu pada cerita dalam Syair Siti Zubaidah ada 10 waktu yang tergambar. Latar sosial pada cerita dalam Syair Siti Zubaidah yaitu berkaitan dengan adat istiadat, tradisi, cara bersikap, dan cara berfikir. 3) Alur pada cerita dalam Syair Siti Zubadiah adalah alur maju. 4) Amanat pada cerita dalam Syair Siti Zubaidah ada 4 amanat yang tergambar. 5) Tema pada cerita dalam Syair Siti Zubaidah ialah percintaan dan perjuangan. Kata kunci: struktural, cerita, syair Abstract: This research aims to delineate characterizations of main character, setting, plot, mandate, and the theme of the story in the poem Siti Zubaidah. The method used is descriptive method qualitative approach to structural shape. Based on the analysis of data, it can be concluded as follows: 1) The character of the main character in the story in the poem Siti Zubaidah has 11 characters. 2) Background on the story in the poem where Siti Zubaidah there are 17 places. Setting time on the story in verse 10 Siti Zubaidah no time depicted. Social background on the story in the poem Siti Zubaidah is related to the customs, traditions, way of being, and ways of thinking. 3) The flow of the story in the poem is Siti Zubadiah plot forward. 4) Mandate the story in verse 4 Siti Zubaidah no mandate depicted. 5) on the theme in the poem Siti Zubaidah story is romance and struggle. Key words: structural, story, poem
Co-Authors . Firmansyah . Kholijah, . . Lusiana . Mujiono a. totok priyadi Abdussamad . Achmad Syarifudin, Achmad Afriani, Winda Agesti, Priskila agus budiotomo Agus Syahrani Agus Wartiningsih Ahadi Sulissusiawan AHMADI Akhmad Ramli Al Padli Aloisius Harso aloysius mering Amanda Lee Meashi Amri, Miftachul Anggrainy, Desti Antiwi, Dwitya Antonius Totok Priyadi Aprisa, Maria Yesi Apriyani, Ina Arifudin, Opan Asfar Muniir, Asfar Asfar Munir Augustine, Karina Ayu Aprilia Pangestu Putri Ayuni, Nina Chairil Effendy Chandra, Bobbi Christanto Syam Dara, Agustina Angela Darmanto, Jusnarso Deni Yuliani Desni Yuniarni Devee, Suzie Laxmy Dian Rahayu Diecky K., Diecky Diecky Kurniawan Diecky Kurniawan Indrapraja Donny Hendriyanto Dwi Hadita Ayu Dwikurniasari, Septi Arsista eka rahmawati Eka. Supriatna Elva Refariza Elva susanti Endah, Revina Evi Syafrida Nasution EVRI LISAWANI Fadhilah, Rizki Fauzi, Muhammad Sukron Feriyanti, Yang Gusti Fitriana, Asih Gianse, Yulianus Gingga Prananda Hadi Widodo Hajati, Erna Noer Halida Halida Hardianti, Dwi HD, Moh. Imam Heni Linarti Hilda, Desvina Hiola, Siti Fatmah Hotma Simanjuntak Ifa Safira Ika Rahayu Satyaninrum Imam Ghozali Imma Fratisari Imma Fretisari Indah Wulandari Indri Astuti Irawan, Sandi Is Diarti, Tria Yulisa ismu nandar Ismunandar Ismunandar - Ismunandar . Isry Laila Syathroh Istiana Istiana Iwan Ramadhan Judijanto, Loso Kadiyo Karimah, Nia Asmaul Khairullah, Khairullah Kornellya, Nelly Laurensius Salem Lestari, Nana Citrawati Lestari, Seri Lidiawati, Lidiawati Lili, Darlia Linda Handayani, Linda Lisnasari, Dwi Listiani, Isma Lumbantoruan, Jitu Halomoan Maharani Maharani, Maharani Mangesa, Rosita Martono . Martono Martono Maulana, Andri Mauluddin, Anne Yurika Meizar Anggara, Meizar Mellisa Jupitasari Miftachul Amri Mubin, Minahul Murti, Elis Syahira Muzammil, Ahmad Rabi ul Nanang Heryana Nila Sari Novianti, Uria Nur Metasari Nur Rahman, Nur Nurhidayah, Mareta Nurina Happy Pajariani, Wulan Patriantoro . Petrus Jacob Pattiasina Pikir Wisnu Wijayanto Prastiwi, Suci Prayoga, Muhammad Damara Shadiq Primasari, Helvi Prisilla, Dewi Purwati, Kresensia Putra, Ikhza Mahendra Putri, Marbela Vaderofa Rachmiati, Ami Siti Rahmayanti, Suci Rahuel, Roby Raimin Raisal Ramadani Fitria Richardson, Bill rina Apriani Rino Firnandez, Rino Ripan Purnanda Riyanti Susiloningtyas Ronald Elisa, Ronald Rosa, Evita Rukmana, Imam Safitri, Eni Salsabila, Salsabila Samsinah, Linda Samsuryani, Dewi Lilik Santosa, Tomi Apra Sardanu, . Sari, Hazizah Mega Satyabuwana, Lenggar Khalifahtullah Sawitri, Sari Selviana Mangguali Sesilia Seli Silaban, Christianly Sisilya Saman Sufriyanti, Mita Suhaimi F11109053 Sukamto . Sukamto Sukamto Supriyadi, Tugimin Susanto, Ratnawati Susiloningtyas, Riyanti Sutarto Sutriana, Ernie Syambasril . Syambasril, Syambasril Syamsul Arifin Syariah, Syariah Taazimiyah . Tarita Defiana Tomi Apra Santosa Totok Priyadi Tri Irbawardani Ulya, Cahyati Unpris Yastanti, Unpris Vawaka, Dinda Elsa Virginia Chikita, Lus Antika Vinesia Wati Emilia Wati, Eka Purnama Widodo, Hadi Wily Mohammad Winda Istiandini Windaniati Windaniati Yovi Kristova S., Yuda, Nurul Yuliana Wardani Yuspita, Eli Zufiyardi, Zufiyardi Zulfriansyah, Argo