Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Bandingan Novel Layla Majnun Karya Nizami Ganjavi Dengan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka Gagah Prakasa, Wira Catur; Priyadi, Antonius Totok; Syam, Christanto
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 9, No 2 (2024): VOLUME 9 NUMBER 2 SEPTEMBER 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v9i2.5730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan guna menemukan persamaan sebuah karya sastra dengan karya sastra lain antara novel Layla Majnun karya Nizami Ganjavi dengan novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka melalui unsur-unsur pembangunnya seperti buah pikiran, tokoh dan penokohan, alur, serta latar. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari kutipan-kutipan yang mengandung unsur pembangun dari kedua novel yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat banyak unsur yang memiliki kesamaan dari kedua novel tersebut seperti pada gagasan kawin paksa; tokoh dan penokohan seperti Qays dengan Zainuddin, Layla dengan Hayati, Ayah Layla dengan Datuk Garang, Ibnu Salam dengan Aziz, serta Naufal dengan Muluk; Kesamaan alur dalam penggunaan alur progresif, namun Hamka memodifikasi alur dalam karyanya dengan menyisipkan kilas balik di dalamnya. Latar suasana didominasi oleh suasana sedih, kecewa, marah, dendam, dan duka. Kedua novel ini juga mengangkat unsur keislaman dalam latar sosialnya. 
BENTUK PAKAIAN ADAT BUNDO KANDUANG DI BATIPUAH BARUAH TANAH DATAR Srimutia Elpalina; Agustina Agustina; Christanto Syam; Adek Cerah Kurnia Azis; Fitrah Cyntha Dirna; Yudhistira Oscar Olendo
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49536

Abstract

Clothing can be categorized into several types, such as everyday wear, workwear, festive attire, and traditional costumes. Everyday wear is used for daily activities at home or in society. Workwear is worn when someone is working, like teacher's attire or office clothing. Festive attire is specifically for celebration events, such as birthdays or weddings. On the other hand, traditional costumes are worn during customary ceremonies and hold sacred values. The traditional costume of "bundo kanduang" in Minangkabau carries philosophical and cultural significance for the community. It represents the position and role of a "bundo kanduang" in the Minangkabau traditional society. A "bundo kanduang" is an esteemed woman within a clan, responsible for domestic affairs in the community. The term "bundo kanduang" is often used as a synonym for women, yet its interpretation varies in the society of West Sumatra. There are three versions of the term: the story of "kaba" the perspective of women in West Sumatra, and the view of the Minangkabau traditional community. The traditional costume of "bundo kanduang" in Minangkabau has distinctive elements, such as "tingkuluak" (headpiece), "baju kuruang basiba" (upper garment), "kodek" (skirt), "salempang" (sash), jewelry, and footwear. Each part of the attire symbolizes specific meanings and signifies the role and responsibility of a "bundo kanduang" within her community. This research employs a qualitative descriptive method through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that the traditional costume of "bundo kanduang" in Batipuah Baruah, Tanah Datar, possesses unique characteristics and profound cultural significance in Minangkabau's heritage. In conclusion, the preservation of the traditional costume of "bundo kanduang" is vital to safeguard the cultural richness of Minangkabau. With the passage of time, changes in the form of traditional attire can alter the meanings and symbols embedded within it. Therefore, documenting and inventorying the forms of traditional clothing is crucial for understanding and preserving this cultural heritage.Keywords: shapes, traditional clothes, bundo kanduang, women. AbstrakPakaian memiliki beberapa kategori, seperti pakaian sehari-hari, pakaian kerja, pakaian pesta, dan pakaian adat. Pakaian sehari-hari digunakan dalam aktivitas sehari-hari di rumah atau di tengah masyarakat. Pakaian kerja dipakai ketika seseorang sedang bekerja, seperti pakaian guru atau pakaian kantor. Pakaian pesta adalah pakaian khusus untuk acara perayaan, seperti ulang tahun atau pernikahan. Sedangkan pakaian adat adalah pakaian tradisional yang dipakai dalam upacara adat dan memiliki nilai sakral. Pakaian adat bundo kanduang di Minangkabau memiliki makna filosofi dan nilai budaya masyarakat yang mengenakannya. Pakaian ini menggambarkan posisi dan peran seorang bundo kanduang dalam masyarakat adat Minangkabau. Bundo kanduang adalah seorang wanita yang dituakan dalam suatu suku, yang memegang pimpinan urusan domestik dari suatu kaum dalam lingkungan masyarakat adat. Istilah bundo kanduang sering digunakan sebagai kata ganti untuk kaum wanita, namun pengertian bundo kanduang dalam masyarakat Sumatera Barat bervariasi. Terdapat tiga versi istilah bundo kanduang, yaitu versi cerita kaba, versi kaum wanita Sumatera Barat, dan versi masyarakat adat Minangkabau. Pakaian adat bundo kanduang di Minangkabau memiliki bentuk yang khas, seperti tingkuluak, baju kuruang basiba, kodek, salempang, perhiasan, dan alas kaki. Setiap bagian pakaian memiliki simbol dan makna tertentu yang menggambarkan peran dan tanggung jawab seorang bundo kanduang dalam kaumnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakaian adat bundo kanduang di Batipuah Baruah, Tanah Datar memiliki karakteristik yang unik dan memiliki makna mendalam dalam budaya Minangkabau. Kesimpulannya, pelestarian pakaian adat bundo kanduang penting untuk menjaga kekayaan budaya Minangkabau.Kata Kunci: bentuk, pakaian adat, bundo kanduang, perempuan. Authors:Srimutia Elpalina : Universitas Negeri PadangAgustina : Universitas Negeri PadangChristanto Syam : Universitas TanjungpuraAdek Cerah Kurnia Azis : Universitas Negeri MedanFitrah Cyntha Dirna : Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Indralaya UtaraYudhistira Oscar Olendo : Universitas TanjungpuraReferences:Amir, M. S. (2007). Masyarakat Adat Minangkabau Terancam Punah. Jakarta: PT. Mutiara Sumber Widya.Amrida, A. (2012). œBentuk Pakaian Adat Bundo Kanduang di Batipuah Baruah Tanah Datar. Hasil Wawancara Pribadi: 5 November 2012. Tanah Datar.Anwar, R., Sastra, A. I., & Zebua, E. (2019). Pakaian Pangulu di Nagari Gunuang Kota Padangpanjang Provinsi Sumatera Barat. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 332-336.Azis, A. C. K., Lubis, S. K., Kartono, G., & Daulay, M. A. J. (2023). Digitalisation of Teaching Materials for Toba Batak Ethnic Decorative Variety with Procreate Media Based on p-Books and e-Books. Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran, 9(3), 782-793.Chaer, Abdul/ (199)). Pengantar Semanti Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.Couto, Nashbary. (2009). Seni Rupa Teori dan Aplikasi. Padang: UNP Press.Dahrizal, Musra (Mak Katik). (2012). œBentuk Pakaian Adat Bundo Kanduang di Batipuah Baruah Tanah Datar. Hasil Wawancara Pribadi: 1 Desember 2012. Kota Padang.Daryusti, D. (2006). Hegomoni Penghulu dan Perspentif Budaya. Jakarta: Penerbit Pustaka.Efi, Agusti. (2006) Benda Budaya Alat Kebesaran Minangkabau: Lambang dan Makna. Disertasi. Tidak diterbitkan.Elpalina, S., Agustina, A., Azis, A. C. K., & Syukri, A. Bentuk Pakaian Adat Panghulu Di Batipuah Baruah Tanah Datar. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 167-173.Hakimy, Idrus. (2001). Rangkaian Mustika Adat Basandi Syarak di Minangkabau. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.Naim, Mochtar. (2006). Tiga Menguak Tabir: Perempuan Minangkabau di Persimpangan Jalan. Jakarta: Hasanah.Nurhaida. (2012). œBentuk Pakaian Adat Bundo Kanduang di Batipuah Baruah Tanah Datar. Hasil Wawancara Pribadi: 5 November 2012. Tanah Datar.Putra, Z. A. W., Olendo, Y. O., & Sagala, M. D. (2023). Kajian Kritik Seni: Transformasi Bentuk Penyajian Musik Tradisional Krumpyung Kulon Progo di Era Multimedia. Jurnal Sendratasik, 12(2), 146-156.
KOLEKSI MUSEUM ADITYAWARMAN: SEBAGAI SUMBER BELAJAR SENI DAN BUDAYA Apdanil Syukri; Adek Cerah Kurnia Azis; Yudhistira Oscar Olendo; Srimutia Elpalina; Christanto Syam
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.51471

Abstract

The Adityawarman Museum in West Sumatra plays a significant role in preserving and presenting a diverse collection of Minangkabau culture, encompassing various aspects of art, history, and culture. The aim of this research is to describe the collections of the Adityawarman Museum as one of the sources of learning for art and culture. This is a qualitative study with a descriptive approach. The museum gathers collections that include geologica, biologica, ethnographica, archaeologica, historica, numismatics/heraldry, philologica, ceramics, fine arts, and technology, reflecting a rich and diverse cultural heritage. The museum serves as a non-formal educational institution that can enhance public understanding of history, art, and culture. The Adityawarman Museum plays a strategic role in preserving and communicating the cultural heritage of West Sumatra, and with the right efforts, it can become an engaging and educational learning center for both the current and future generations.Keywords: museum, Adityawarman, collection. learning, culture. AbstrakMuseum Adityawarman di Sumatera Barat memainkan peran penting dalam melestarikan dan menyajikan beragam koleksi budaya Minangkabau yang mencakup berbagai aspek seni, sejarah, dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendesktipsikan koleksi Museum Adityawarman yang sebagai salah satu sumber belajar seni dan budaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Museum ini mengumpulkan koleksi yang mencakup geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika/heraldika, filologika, keramologika, seni rupa, dan teknologika, yang mencerminkan warisan budaya yang kaya dan beragam. Museum berperan sebagai lembaga pendidikan nonformal yang dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sejarah, seni, dan budaya. Museum Adityawarman memiliki peran strategis dalam melestarikan dan mengkomunikasikan warisan budaya Sumatera Barat, dan dengan upaya yang tepat, dapat menjadi pusat pembelajaran yang menarik dan mendidik untuk generasi sekarang dan yang akan datang.Kata Kunci: museum, Adityawarman, koleksi, belajar, budaya. Author:Apdanil Syukri : Universitas Awal BrosAdek Cerah Kurnia Azis : Universitas Negeri MedanYudhistira Oscar Olendo : Universitas TanjungpuraSrimutia Elpalina : Universitas Negeri PadangChristanto Syam : Universitas Tanjungpura References: Azis, A. C. K., Mesra, M., & Sugito, S. (2021). Pengembangan Bahan Ajar Micro Teaching Bagi Mahasiswa Seni Rupa Universitas Negeri Medan. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 223-229.Burhan, B. (2007). Penelitian Kualitatif Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Public, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kenca.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya. Padang: Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Propinsi Sumatera Barat.Diana, D. (2015). œMuseum Adityawarman. Hasil Wawancara Pribadi: 10 Juni 2015, Padang.Dion, D. (2015). œMuseum Adityawarman. Hasil Wawancara Pribadi: 24 Juni 2015, Padang.Elpalina, S., Agustina, A., Azis, A. C. K., & Syukri, A. (2023). Bentuk Pakaian Adat Panghulu di Batipuah Baruah Tanah Datar. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 167-173.Maysela, R., Ghozali, I., & Olendo, Y. O. (2016). Manajemen Pengelolaan Sanggar Bantang Dara Irakng Di Desa Durian Kecamatan Sambas Kabupaten Sambas. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 10(12).Moechtar, M. (1985). Buku Petunjuk Museum Negeri Adityawarman Sumatera Barat. Padang: Proyek Pengembangan Permuseuman Sumatera Barat.Muasri, M. (2012). œMuseum Adityawarman. Hasil Wawancara Pribadi: 10 Juni 2012, Padang.Muasri, M. (2014). œMuseum Adityawarman. Hasil Wawancara Pribadi: 12 Februari 2014, Padang.Riza, R. (2014). œMuseum Adityawarman. Hasil Wawancara Pribadi: 1 Juli 2014, Padang.Rizal, R. (2015). œMuseum Adityawarman. Hasil Wawancara Pribadi: 1 Juli 2015, Padang.Zed, M. (2012). œPeran Museum Sebagai Sumber Belajar. Hasil Wawancara Pribadi: 1 Juli 2012, Padang.
KESALAHAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM OPINI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS TANJUNGPURA Fauzanna, Sekar Harum; Sulissusiawan, Ahadi; Syam, Christanto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 14, No 3 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v14i3.92103

Abstract

This study aims to describe Indonesian language usage errors in opinions written by students of the Indonesian Language Education Study Program at Tanjungpura University. The focus of the research includes three main aspects, namely spelling errors (use of letters and punctuation marks), diction (word selection), and the use of sentences based on effectiveness. The method used is descriptive with a qualitative approach. The data source comes from mass media Pontianak Post and Gencil News. The data in this study are in the form of Indonesian language usage errors related to spelling (use of letters and punctuation marks), diction (word selection), and the use of sentences based on effectiveness in opinions. The data collection technique was conducted indirectly through content analysis and documentation study. The results show that students still experience various errors in Indonesian language. Spelling errors include the use of capital letters, italics, comma punctuation marks, and hyphens. Diction errors are found in the aspect of accuracy and accuracy of word selection. Meanwhile, sentence usage errors are related to the effectiveness of sentence structure, especially in the use of incoherent subjects, predicates, and adverbs. This research contributes to efforts to improve students' language competence and their writing skills
ANALISIS KONFLIK TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SERIKAT KEGELAPAN KARYA SIDIK NUGROHO Seftiani, Seftiani; Syam, Christanto; Seli, Sesillia
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 14, No 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v14i4.86035

Abstract

This research aims to describe the results of conflict analysis of the main characters in the novel Dark Union by Sidik Nugroho. The research method used in this research is a descriptive method in the form of qualitative research. The approach used in this research is a literary psychology approach. The data source for this research is the novel Dark Union by Sidik Nugroho and the data is the main character's conflict in the form of internal conflict and external conflict which includes words, sentences, paragraphs, text discourse or dialogue that leads to the object of analysis. The data collection technique used is a documentary study with the researcher as a data collection tool. Data validity testing techniques are carried out using diligent observation, adequacy of references, and theoretical triangulation. The results of this research show that the main character's internal conflict includes feelings of happiness, feelings of anger, feelings of fear, feelings of confusion, feelings of worry, feelings of love, feelings of sadness, feelings of boredom, and feelings of guilt. The main character's external conflict is divided into two, namely physical conflict and social conflict. The main character's physical conflict involves rain. The main character's social conflicts include threats, corruption, fighting, injustice, vigilantism, murder, rape, and robbery. Researchers have succeeded in designing a learning module using the novel Dark Union by Sidik Nugroho as learning material in schools, especially Indonesian Language and Literature subjects at the even semester class XII high school level.
TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM FILM MIRACLE IN CELL NO. 7 VERSI INDONESIA KARYA HANUNG BRAMANTYO Jesika, Jesika; Syam, Christanto; Syahrani, Agus
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 14, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v14i1.84771

Abstract

This research focuses on analyzing the forms of expressive speech acts in the movie titled " Miracle In Cell no.7" by director Hanung Bramantyo to find out and understand what forms of expressive speech acts are spoken by the characters in the film. This research was conducted based on the researcher's interest in expressive speech acts within several scenes in the film. The method used in this research is descriptive qualitative. The data samples are collected with several techniques that consists of documentary studies & observation techniques. The data analysis techniques in this research are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that in the film Miracle In Cell No. 7 there are 5 forms of speech acts, including thanking, apologizing, congratulating, praising and criticizing. The speech act of thanking functions to express gratitude for a reciprocation, the speech act of apologizing functions to express regret for a mistake, the speech act of congratulations functions to appreciate someone's achievements, the speech act of praising functions as someone's admiration, and the speech act of criticizing serves to express disagreement. The research implementation plan is in the form of a teaching module on drama texts in Senior High School (SMA) class XI, even semester of the independent curriculum.
KOLEKSI MUSEUM ADITYAWARMAN: SEBAGAI SUMBER BELAJAR SENI DAN BUDAYA Syukri, Apdanil; Kurnia Azis, Adek Cerah; Olendo, Yudhistira Oscar; Elpalina, Srimutia; Syam, Christanto
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.51471

Abstract

The Adityawarman Museum in West Sumatra plays a significant role in preserving and presenting a diverse collection of Minangkabau culture, encompassing various aspects of art, history, and culture. The aim of this research is to describe the collections of the Adityawarman Museum as one of the sources of learning for art and culture. This is a qualitative study with a descriptive approach. The museum gathers collections that include geologica, biologica, ethnographica, archaeologica, historica, numismatics/heraldry, philologica, ceramics, fine arts, and technology, reflecting a rich and diverse cultural heritage. The museum serves as a non-formal educational institution that can enhance public understanding of history, art, and culture. The Adityawarman Museum plays a strategic role in preserving and communicating the cultural heritage of West Sumatra, and with the right efforts, it can become an engaging and educational learning center for both the current and future generations.Keywords: museum, Adityawarman, collection. learning, culture. AbstrakMuseum Adityawarman di Sumatera Barat memainkan peran penting dalam melestarikan dan menyajikan beragam koleksi budaya Minangkabau yang mencakup berbagai aspek seni, sejarah, dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendesktipsikan koleksi Museum Adityawarman yang sebagai salah satu sumber belajar seni dan budaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Museum ini mengumpulkan koleksi yang mencakup geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika/heraldika, filologika, keramologika, seni rupa, dan teknologika, yang mencerminkan warisan budaya yang kaya dan beragam. Museum berperan sebagai lembaga pendidikan nonformal yang dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sejarah, seni, dan budaya. Museum Adityawarman memiliki peran strategis dalam melestarikan dan mengkomunikasikan warisan budaya Sumatera Barat, dan dengan upaya yang tepat, dapat menjadi pusat pembelajaran yang menarik dan mendidik untuk generasi sekarang dan yang akan datang.Kata Kunci: museum, Adityawarman, koleksi, belajar, budaya. Author:Apdanil Syukri : Universitas Awal BrosAdek Cerah Kurnia Azis : Universitas Negeri MedanYudhistira Oscar Olendo : Universitas TanjungpuraSrimutia Elpalina : Universitas Negeri PadangChristanto Syam : Universitas Tanjungpura References: Azis, A. C. K., Mesra, M., & Sugito, S. (2021). Pengembangan Bahan Ajar Micro Teaching Bagi Mahasiswa Seni Rupa Universitas Negeri Medan. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 223-229.Burhan, B. (2007). Penelitian Kualitatif Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Public, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kenca.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya. Padang: Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Propinsi Sumatera Barat.Diana, D. (2015). œMuseum Adityawarman. Hasil Wawancara Pribadi: 10 Juni 2015, Padang.Dion, D. (2015). œMuseum Adityawarman. Hasil Wawancara Pribadi: 24 Juni 2015, Padang.Elpalina, S., Agustina, A., Azis, A. C. K., & Syukri, A. (2023). Bentuk Pakaian Adat Panghulu di Batipuah Baruah Tanah Datar. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 167-173.Maysela, R., Ghozali, I., & Olendo, Y. O. (2016). Manajemen Pengelolaan Sanggar Bantang Dara Irakng Di Desa Durian Kecamatan Sambas Kabupaten Sambas. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 10(12).Moechtar, M. (1985). Buku Petunjuk Museum Negeri Adityawarman Sumatera Barat. Padang: Proyek Pengembangan Permuseuman Sumatera Barat.Muasri, M. (2012). œMuseum Adityawarman. Hasil Wawancara Pribadi: 10 Juni 2012, Padang.Muasri, M. (2014). œMuseum Adityawarman. Hasil Wawancara Pribadi: 12 Februari 2014, Padang.Riza, R. (2014). œMuseum Adityawarman. Hasil Wawancara Pribadi: 1 Juli 2014, Padang.Rizal, R. (2015). œMuseum Adityawarman. Hasil Wawancara Pribadi: 1 Juli 2015, Padang.Zed, M. (2012). œPeran Museum Sebagai Sumber Belajar. Hasil Wawancara Pribadi: 1 Juli 2012, Padang.
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM TIGA KUMPULAN CERITA PENDEK KARYA KAKANDA REDI Fatmawati, Fatmawati; Priyadi, Antonius Totok; Syam, Christanto
Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Vol 9, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jurnalkpk.v9i2.81319

Abstract

This research aims to analyze the use of language styles in three short story collections by Kakanda Redi. The method used is a qualitative descriptive method. The data sources for this research are three short story collections by Kakanda Redi. The data is in the form of phrases and sentences that contain language styles. Data collection techniques, namely documentary study, listening and note-taking techniques. The results of the analysis found (1) a group of comparative language styles including similes, metaphors, personification, depersonification, antithesis, pleonasm, periphrasis and correction, (2) a group of conflicting language styles including hyperbole, irony, anticlimax, cynicism and sarcasm, (3) a group of contrasting styles linking language includes metonymy, synecdoche, anthomonation, erotesis, ellipsis, gradation, incidenton and polysidenton, (4) groups of repetition language styles include alliteration, chiasmus, epizeukis, anaphora, epistrophe and mesodiplosis. The results of this research can be implemented for writing teaching materials for Indonesian language learning
Kajian Bandingan Novel Langgam Nyi Bagelen, Rana Renjana, dan Mala Borneo Pebriyandi, Pebriyandi; Antonius Totok Priyadi; Agus Wartiningsih; Martono, Martono; Christanto Syam
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan unsur intrinsik tiga novel, yaitu Langgam Nyi Bagelen karya Yusuf Mahessa Dewo Pasiro, Rana Renjana karya Piko, dan Mala Borneo karya Retni Sb. Analisis ini menggunakan pendekatan struktural berfokus pada unsur intrinsik yaitu tema, tokoh dan penokohan, alur, serta latar yang terdapat dalam ketiga novel tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data berdasarkan kutipan-kutipan relevan dari masing-masing novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat intertekstualitas dalam penggambaran tema kebudayaan, tradisi, dan supranatural pada ketiga novel tersebut. Langgam Nyi Bagelen mengangkat tema tentang gaib dan cinta tragis, Rana Renjana mengusung tema kebudayaan dan cinta segitiga, sementara Mala Borneo mengangkat tema kehidupan pekerja kebun sawit yang dibalut dengan unsur mistis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengajaran Bahasa Indonesia di SMA, khususnya pada kelas XII semester ganjil, dengan fokus pada pengembangan kemampuan siswa dalam menganalisis unsur-unsur intrinsik novel sesuai dengan kurikulum merdeka. Temuan ini juga relevan untuk membantu siswa mengevaluasi gagasan dan pandangan dalam karya fiksi dengan menggunakan pendekatan berpikir logis dan kritis.
Dinamika Interaksi Bahasa dalam Masyarakat Perkotaan Multikultural: Analisis Lingkungan Linguistik Sosial-Budaya Syam, Christanto; Seli, Sesilia; Abdu, Wamaungo Juma
Society Vol 11 No 2 (2023): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v11i2.628

Abstract

This research undertakes a thorough exploration of the intricate dynamics characterizing socio-cultural linguistic interactions within multicultural urban communities, with a specific emphasis on language usage patterns. Employing a qualitative methodology, the study meticulously examines data gathered through participatory observation and interviews conducted with individuals representing diverse cultural and linguistic backgrounds. The findings illuminate the central role played by identity, power dynamics, and stereotypes in shaping the formation and utilization of language within the complex tapestry of multicultural societies. Individuals navigate their language choices based on perceived power dynamics and societal expectations associated with their cultural identities, highlighting the profound interplay between socio-cultural factors and linguistic practices. Furthermore, the study underscores the influence of cultural blending and technological advancements on language usage, showcasing how interactions among diverse cultural groups contribute to the rich linguistic diversity observed in urban settings. By offering a comprehensive analysis, this research provides valuable insights into the nuanced ways in which socio-cultural contexts shape language interactions, thus contributing to a deeper understanding of intercultural communication dynamics and offering implications for promoting social cohesion within multicultural communities. Ultimately, this study underscores the significance of recognizing and appreciating the complexities inherent in language use within diverse urban environments, paving the way for more inclusive and effective communication strategies tailored to meet the needs of multicultural societies.
Co-Authors . Anita . Fitriningsih . Idayana, . . Mardian, . . Suardi A Totok Priyadi a. totok priyadi A. Totok Priyadi A.R. Muzzammil, A.R. Abdu, Wamaungo Juma Adek Cerah Kurnia Azis Adrianus Andika Richardo Agus Syahrani Agus Wartiningsih Agus Wartiningsih Agus Wartiningsih Agustina Agustina Agustina Ahadi Sulissusiawan aloysius mering Anggi Putri Pratiwi Anggraeni, Dewi Putri Anisawati Anisawati Anjani, Fitri Anna Yuniarti Antonius Totok Priyadi Antonius Totok, Antonius Apdanil Syukri Aprima Tirsa, Aprima Apriyanti, Mariana Asriah Nurdini M. Aswandi Aswandi, Aswandi Azis, Adek Cerah Kurnia Chairil Effendi Chairil Effendy Deden Ramdani Dewantara, Jagad Aditya DEWI SARTIKA Dian Miranda Diana, Santi Dirna, Fitrah Cyntha Djon Lasmono Dwi Astuti Dwi Riyanti Dyoty Auliya Vilda Ghasya Effiyadi, Effiyadi eli fitriani Elofhia, Loriya Elpalina, Srimutia Evanirmala, Sanggar Faisal, Imam Agus Fatmawati, Fatmawati Fauzanna, Sekar Harum Fibrianus, Yuvensius Fitrah Cyntha Dirna Fitriana, Asih Fuji Alfira Fur Shintari, Fur Gagah Prakasa, Wira Catur Garagasi, Albedhmake Vandaras Gunawan Gunawan Gunta Wirawan H. Martono . H. Syahwani Umar H.M. Asrori Henny Sanulita Hera Mudita Hetty Susanti Holyness Nurdin Singadimedja Imam Ghozali Indah Wulandari Indrapraja, Diecky K. Isti Dwi Puspitawati Jaya, Hilarius Frendi Jesika, Jesika Juliyansah, . Jumanus, . Juniarti, Putri Kusnawati, . Larasaty, Indah Laurensius Salem Lily Thamrin Liza Elisabeth, Liza Lubna, Syarifah Maria Oktavianey Anti Maridjo A.H Maridjo AH Martono . Martono Martono Martono Martono Martono Martono Martono Martono Mastiah Mastiah, Mastiah Mastri Dihita Sagala Meliana Lestari Meriyanti, Meriyanti Mitha Mitha, Mitha Muhammad Iqbal Muhammad Thamimi, Muhammad Muplihun, Endra Musyarrofah, Musyarrofah Nanang Heryana Natalia Rosi Heavenlim Novi Utami Nurhasanah Nurhasanah Nurul Fahmi Nurul Hidayati Parlindungan Nadeak Patriantoro . Pebriyandi Pebriyandi Pebriyandi, Pebriyandi Permana, Norma Febianti Priyadi, Anto Totok Putra, Muhammad Ananda Putri Tipa Anasi Ramadani Fitria Ramadhan, Hutama Hari Ratna Sari Widianti, Ratna Sari Rejeki Situmorang, Rolah Sri Rio Pranata RISKA WAHYUNI Rusi, Cita Rusifa Aini Safitri, Eni Sagita, Dian Samhudi, Obi Savitri, Veronika One Seftiani, Seftiani Seli, Sesillia Serapina, Serapina Sesilia Seli Setiana, Aslinda Hadi Setiasih Korniyati Sisilya Saman Sri Astuti F24110001 Sri Mulyani Srimutia Elpalina Suciati, Voni Sugiyono F11110055 Sutrini Sutrini Syambasril . Syambasril, Syambasril Syamsul Arifin Syarmila, Syarmila Syukri, Apdanil Teguh Trisanto Thomas Kuslin Totok Priyadi Turnip, Lamria Tuti, Anggela Ummi Kalsum Uray Gustian Utama, Indra Verdiana, Tri Apria Wamaungo Juma Abdu Wartiningningsih, Agus Wiwin Yulianti Y. Touvan Juni Samodra Yesi, Yesi Yoga Mandala Yudhistira Oscar Olendo Yulianti AR F24111019 Yulianto, Dedi Yulira, Bernicha Sita Sherlina Yuniastuti, Erik Yuniyarti, Yuniyarti Yuswianti, Yola Zakarias Aria Widyatama Putra Zulfahita, .