p-Index From 2021 - 2026
5.139
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Integrated Learning Model in Improvement Learning Quality : The Qualitative study at SMP Negeri Aceh Besar Cut Nya’dhin; Fuady; Basri; Anwar; Abubakar
Jurnal Serambi Ilmu Vol. 25 No. 1 (2024): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jsi.v25i1.1187

Abstract

This research aims to determine integrated learning policies and programs in improving the quality of student learning at SMPN 3 Ingin Jaya, The research method used is a qualitative method, Metode dalam penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, research procedures that use descriptive data in the form of written or spoken words from people and actors observed through observations and interviews. The research subjects were the principal, 2 teachers and 3 3rd grade students. The research results show: 1) policies implemented in schools SMP 3 Ingin Jaya Where every student is obliged to memorize Joz 30 and have noble character, The learning model used at SMPN 3 Ingin Jaya is for tahfiz learning using the Talqin model, Meanwhile, for early learning, the problem best learning model is used.
Pendugaan parameter genetik karakter biomassa dan hasil pada galur-galur F7 sorgum numbu X samurai 2. Pratama, Muhammad Antony Jefri; Trikoesoemaningtyas, Trikoesoemaningtyas; Wirnas, Desta
Jurnal AGRO Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/35978

Abstract

This research is a preliminary yield test of the F7 lines crossing from Numbu x Samurai 2. The aims are to obtain selection criteria, a relationship between vegetative characters and yield and biomass characters, and to obtain vegetative characters that have a direct influence on character Yield and biomass and have high production potential. This study used 20 F7 lines and 4 check lines grown using a Randomized Complete Block Design. The data were analyzed for variance and to estimate variance component analysis, broad sense heritability, genetic diversity coefficient, correlation analysis, cross-trace analysis, and selection index. The results showed that to obtain lines with high biomass, attention should be put on the characters of plant height, panicle diameter, and weight while selecting lines with high yields needs to pay attention tocharacters of the number of leaves at harvest and panicle weight. These characters show wide genetic variation, high broad sense heritability values, and have a high correlation and direct influence on biomass and yield. Therefore, they were potent selection criteria for sorghum plant breeding programs. The F7 lines selected for high biomass and yield based on the selection index were NS021, NS126, NS107, NS123, NS112, NS020, NS015, NS119, NS121 and NS011. Penelitian ini merupakan bagian dari uji daya hasil pendahuluan galur-galur F7 hasil persilangan Numbu x Samurai 2. Tujuannya adalah memperoleh kriteria seleksi hasil dan biomassa, memperoleh hubungan antar karakter vegetatif dengan karakter hasil dan biomassa, memperoleh karakter vegetatif yang berpengaruh langsung terhadap karakter hasil dan biomassa dan memperoleh galur sorgum yang memiliki potensi produksi tinggi. Penelitian ini menggunakan 20 galur F7 dan 4 galur pembanding yang ditanam menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak. Data dianalisis ragam, analisis komponen ragam, heritabilitas arti luas, koefisien keragaman genetik, analisis korelasi, analisis sidik lintas dan Indeks seleksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk mendapatkan galur dengan biomassa tinggi perlu memperhatikan karakter tinggi tanaman, diameter dan bobot malai. Sedangkan seleksi galur dengan hasil tinggi perlu memperhatikan karakter bobot malai. Karakter-karakter tersebut menunjukkan ragam genetik yang luas, nilai heritabilitas dalam arti luas yang tinggi, dan mempunyai korelasi dan pengaruh langsung besar terhadap biomassa dan hasil, sehingga merupakan karakter seleksi yang sangat baik untuk program pemuliaan tanaman sorgum. Galur F7 yang terseleksi dengan biomassa dan hasil tinggi berdasarkan indeks seleksi adalah NS021, NS126, NS107, NS123, NS112, NS020, NS015, NS119, NS121 dan NS011.
Respons Morfologi dan Anatomi Kultivar Cabai (Capsicum annuum L) dan Penetapan Tingkat Toleransinya terhadap Defisit Air: Morphological and Anatomical Response of Chili Cultivars (Capsicum annuum L) and Determining Their Tolerance Level to Water Defici Evelyn, Carolina; Gunawan, Indra; Widiyono, Wahyu; Syukur, Muhamad; Trikoesoemaningtyas; Dasumiati; Lestari, Peni
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.15.3.163-171

Abstract

Kekeringan menyebabkan kerugian ekonomi pada usahatani cabai (Capsicum annuum L.) di Indonesia. Identifikasi kultivar cabai toleran kekeringan diperlukan sebagai langkah awal perakitan varietas cabai toleran kekeringan. Penelitian bertujuan mengidentifikasi perubahan morfo-anatomi beberapa kultivar cabai dan menetapkan tingkat toleransinya terhadap kondisi kekurangan air menggunakan ISK (Indeks Sensitivitas Kekeringan). Penelitian dilaksanakan di bulan Februari – Agustus 2022 di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Cibinong, Jawa Barat. Percobaan disusun berdasarkan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) pola tersarang. Petak utama adalah kelembaban media (80% dan 35% kapasitas lapang). Anak petak adalah enam kultivar cabai. Hasil menunjukkan defisit air menyebabkan tanaman dorman, umur berbunga dan umur panen menjadi lebih lama, kerapatan trikoma meningkat, sedangkan peubah lain menurun. Penurunan pertumbuhan vegetatif dan tertundanya pembungaan (fenologi) mendahului penurunan hasil. SSP dan Genie ditetapkan toleran terhadap kondisi defisit air berdasarkan nilai ISK. Kata kunci: cekaman kekeringan, fenologi, indeks sensitifitas kekeringan, toleransi kekeringan
Ekspresi Gen PR-1 Melalui Induksi Ketahanan Tanaman Padi terhadap Xanthomonas oryzae pv. oryzae Menggunakan Lysinibacillus sphaericus dan Asam Salisilat Leiwakabessy, Christoffol; Giyanto, Giyanto; Muttaqin, Kikin Hamzah; Trikoesoemaningtyas, Trikoesoemaningtyas; Talahaturuson, Abraham
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1559

Abstract

Xanthomonas oryzae pv.oryzae merupakan salah satu bakteri patogen yang menyerang tanaman padi. Pengendalian terhadap penyakit ini telah banyak dilakukan dan salah satu teknik pengendalian yang dikembangkan saat ini melalui teknologi induksi ketahanan tanaman yang mengekspresikan gen PR-1. Penelitian kami untuk mendeskripsikan ekspresi gen PR-1 pada varietas padi IR64 yang terinduksi resistensinya oleh asosiasi antara bakteri endofit dan asam salisilat. Gen PR-1 dianalisis secara molekuler dan ekspresinya menunjukkan tanaman padi yang terinduksi resistensinya secara tunggal maupun kombinasi oleh kedua agens ini mem­perlihatkan adanya ekspresi protein PR-1. Ekspresi protein ini dipicu oleh aktivitas kedua agens penginduksi yang bekerja secara simultan untuk membentuk protein yang mampu menekan perkembangan penyakit ini. PR-1 bekerja sesuai dengan mekanisme dari masing-masing agens penginduksi resistensi tanaman. Varietas IR64 yang diketahui rentan terhadap penyakit hawar daun bakteri terbukti dapat ditingkatkan ketahanannya menjadi moderat.  Pemanfaatan induksi ketahanan tanaman melalui aktivitas kedua agens pengimbas yang membentuk protein PR-1 perlu dilanjutkan dengan inovasi formulasi teknik pengendalian yang diberikan secara simultan sebagai alternatif strategi pengendalian hawar daun bakteri maupun penyakit lainnya ke depan dengan pendekatan ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Daya Gabung Hasil dan Komponen Hasil Tujuh Galur Jagung Manis di Dua Lokasi Rifianto, Azis; Syukur, Muhamad; ., Trikoesoemaningtyas; ., Widodo
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 41 No. 3 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.316 KB) | DOI: 10.24831/jai.v41i3.8102

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya gabung tujuh galur jagung manis koleksi PT. BISI International,Tbk di dua lokasi menggunakan persilangan dialel lengkap berdasarkan Griffing metode 1. Penelitian ini menggunakanrancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) tiga ulangan, dengan lokasi pengujian di Malang, Jawa Timur dan Magelang,Jawa Tengah. Pengaruh resiprok tidak nyata pada semua karakter, memberikan indikasi bahwa semua karakter dipengaruhioleh gen-gen yang terdapat di inti. Interaksi DGUxL berpengaruh nyata pada karakter hasil panen dan diameter tongkol,memberikan indikasi bahwa galur yang memiliki kemampuan bergabung yang baik di satu lokasi belum tentu memberikanhasil yang sama di lokasi yang lain. Interaksi DGKxL tidak berpengaruh nyata pada semua karakter, sehingga seleksicukup dilakukan di satu lokasi. Pengaruh aksi gen non-aditif lebih besar terhadap pewarisan sifat di semua karakter. GalurDMSG781 (D) merupakan penggabung umum yang baik untuk karakter hasil panen, galur DMSE711 (E) untuk karakterdiameter tongkol serta galur DMST531 (B) dan DMSF11 (G) untuk karakter panjang tongkol. Nilai DGK yang tinggi padaumumnya dihasilkan dari tetua dengan DGU tinggi x DGU rendah kecuali untuk karakter panjang tongkol. Kombinasipersilangan DMST531 (B)xDMSK5 (C) memiliki DGK terbaik untuk karakter hasil panen, DMSC499 (A)xDMSS491 (F)untuk panjang tongkol dan DMSS491 (F)x DMSF11 (G) untuk diameter tongkol.Kata kunci : daya gabung, jagung manis, persilangan dialel
Identifikasi Aksi Gen Epistasis pada Toleransi Kedelai terhadap Cekaman Aluminium Sihaloho, Arvita Netti; ., Trikoesoemaningtyas; Sopandie, Didy; Wirnas, Desta
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 43 No. 1 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.275 KB) | DOI: 10.24831/jai.v43i1.9587

Abstract

The efectiveness of selection depends on the gene action cotrolling the character.  The presence of epistatic gene action will delay the genetic gain in self pollinated crops like soybean. The objective of this research was to obtain information on genetic control of soybean tolerance to aluminum toxicity on nutrient culture. This research was conducted at green house of  the University Farm IPB Cikabayan, Bogor, from April to June 2013. This research used 120 seedlings of F2 population  generated from  crossing between Argomulyo (Al-sensitive) with Tanggamus (Al-tolerant). Seedlings were grown in nutrient culture for 14 days with Al concentration of 1.5 mM and pH 4.0, to observe the vegetative growth under aluminum stress condition. The result showed that mean of roots length, shoot length, shoot to root ratio, wet and dry weight of root and shoot exceeded  both parents mean value with moderate to high heritability. All observed characters had continue distribution pattern, and controlled by many genes. Duplicate epistasis additive gene action controlled only root length while other characters were controlled by complementary epistasis gene action.Keywords: gene action, heritability, nutrient culture, selection, tocixity
Keragaan dan Kemampuan Meratun Lima Genotipe Sorgum Meliala, Merry Gloria; ,, Trikoesoemaningtyas; Sopandie, dan Didy
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 45 No. 2 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.582 KB) | DOI: 10.24831/jai.v45i2.12391

Abstract

Ratooning can be used as an alternative cultivation technique for production of sorghum. This study was aimed to evaluate the growth and production of ratoon following the main crop. The study was conducted during August 2013 until November 2014, at Cikabayan Experimental Station, Bogor Agricultural University. The research was arranged in a randomized complete block design with four replications. The results showed that genotypes was significantly affected the vegetative and reproductive characters, physiologycal characters of the main crop, ratooning ability, and vegetative characters of ratoon crop. Plant height, stem diameter, fresh and dry weight, harvest time, and harvest index of main crops had significant correlation with ratooning ability. Plant height, total chlorophyll, fresh and dry weight, panicle weight, grain weight per panicle, 1,000 grain weight, harvest index, and transpiration rate of main crops had significant correlation with ratoon growth. Based on path analysis, the main crop growth directly affected ratoon height, and vegetative characters of ratoon directly affected the yield. The ratoon yielded 48.9-65.7% of the main crop yield. Keywords: path analysis, ratooning ability, ratoon crops
Pembentukan Buah dan Perkecambahan Tanaman Jarak Pagar pada Transformasi Langsung Melalui Jalur Tabung Polen Zainudin, Agus; Purwoko, Bambang Sapta; Santoso, Tri Joko; Ardie, Sintho Wahyuning; Trikoesoemaningtyas, dan
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 46 No. 1 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.449 KB) | DOI: 10.24831/jai.v46i1.12897

Abstract

The genetic transformation via pollen-tube pathway in jatropha is the first alternative method that was applied in this plant. The objective of the research was to study fruit set and germination of three genotypes of jatropha following direct transformations via pollen-tube pathways. The research was conducted during April 2014 until January 2015 at jatropa’s experimental field, Pasuruan, and at green house of ICABIOGRAD, Bogor. Three genotypes of jatropha i.e., IP3A, IP3P and JcUMM18 were used. In the first experiment, split plot design was used where 3 levels of DNA plasmid concentration as a main plot and 5 levels of stigma-drip time of DNA plasmid as a subplot. In the second experiment randomized block design was used with single factor consisting of 15 combinations of concentration and stigma-drip time of DNA plasmid as treatments and control. The results demonstrated that interaction between concentration and application time of DNA plasmid did not significantly affect fruit and seeds formation of three Jatropha genotypes. Combination of DNA plasmid concentration with time of stigma-drip had significant effect on seed germination rate of IP3A genotype, but not significant on the other variables. The concentration of 0.05-0.5 µg µL-1 and application time of DNA plasmid at 1-10 hours after pollination could be applied on jatropha genetic transformation via pollen-tube pathways.Keywords: DNA plasmid, Jatropha curcas, pCAMBIA1301, pollen-tube, stigma-drip
Keragaan Karakter Morfologi dan Agronomi Galur-Galur Sorgum pada Dua Lingkungan Berbeda Saniaty, Arina; ,, Trikoesoemaningtyas; Wirnas, dan Desta
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 44 No. 3 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.327 KB) | DOI: 10.24831/jai.v44i3.12907

Abstract

ABSTRACTThe phenotype is a result of expression from genetic, environment, and their  interaction. Genetic X environment interaction information is important for plant breeders to determine stable genotypes in various environments or stable genotypes in specific environments. The objective of this study was to evaluate morphological and agronomical traits and genetic X environment interaction of IPB sorghum breeding lines. The characterization was conducted at IPB experimental Field, based International Union for The Protection of New Varieties of Plants (UPOV), used 16 IPB sorghum breeding lines and six national varieties. Evaluation of genetic Х environment interaction was conducted in Gowa South Sulawesi and Bogor West Java. This experiment used 16 sorghum lines and two national varieties. The results showed that breeding lines exhibited variation in morphological traits, have medium plant height, small diameter, short panicle length, and medium 1,000 grain weight. There was qualitative genetic X environment interaction on panicle length, days to flowering, 1,000 grain weight, grain filling rate, grain yield, and productivity. UP/N-124-7, UP/N-89-3, UP/N-151-3, UP/N-32-8, UP/N-17-10, UP/N-4-3, UP/N-118-3, and UP/N-118-7 were well adapted in dry soil with dry climate. UP/N-48-2, UP/N-32-8, UP/N-17-10, UP/N-156-8, UP/N-118-3, and UP/N-139-1  were well adapted in dry soil with wet climate.Keywords: characterization, IPB sorgum breeding lines, qualitative genetic X environment interaction
Efficiency of Genetic Transformation via Pollen-Tube Pathway of Jatropha (Jatropha curcas L.) Based on Histochemical and Molecular Analysis Zainudin, Agus; Purwoko, Bambang Sapta; Santoso, Tri Joko; Ardie, Sintho Wahyuning; Trikoesoemaningtyas, and
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 45 No. 3 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.424 KB) | DOI: 10.24831/jai.v45i3.12925

Abstract

The genetic transformation via pollen-tube pathway is an alternative method to overcome the constraints imposed by genotype specificity in transformation and regeneration in jatropha (Jatropha curcas L.) tissue culture. Therefore, it is necessary to establish important parameters for efficient genetic transformation of jatropha via pollen-tube pathway. The objective of the research was to study the efficiency of direct transformation of jatropha via pollen-tube pathway based on histochemical and molecular analysis. Solution of purified pCAMBIA1301 DNA plasmid carrying a hptII marker gene and a gus reporter gene with concentration level of 0.05, 0.25, 0.50 µg µl-1 were applied to stigma of flowers at 1, 2, 4, 7, 10 h after pollination. Seedling of IP3A, IP3P and JcUMM18 jatropha’s genotypes derived from 15 combination treatments of plasmid DNA concentration and application time, also wild type was subjected to histochemical and molecular analyses. Based on those analyses, the efficiency of transformation via pollen-tube pathway of three jatropha genotypes ranged from 1.5-16.7%. PCR analysis showed that a number of positive plants were identified by using specific primers hptII and gus, i.e. 1-3 and 3-7 plants of the 15 combined treatments, respectively. It indicated that the transformation efficiency via the pollen-tube pathway varied in each jatropha genotype.Keywords: Jatropha curcas L., pCAMBIA1301, plasmid DNA, stigma-drip
Co-Authors , Kisman , Rusdiansyah , Suwarno , Syafruddin . Giyanto . SUWARNO A. Hairmansis A. Hairmansis Abraham Talahaturuson, Abraham ADEEL ABDUL KARIM ALTUHAISH Agus Zainudin AHMAD JUNAEDI Ainun Mardhiah, S. PdI, M. Pd Aksarah Pas, Aris Al Ikhlas Aldiansyah Aldiyat Luthfianda Amin Nur ANGELITA PUJI LESTARI Angelita Puji Lestari Anita Rahayu Anna Juliarti Anwar Anwar - Anwar Anwar Arfriani Maifizar Ari Fiki Aris Hairmansis Arisnaini Arvita Netti Sihaloho, Arvita Netti Asep Supriyanto Azis Rifianto Azrai, Muh. Azrai, Muh. Bakhtiar, Bakhtiar. Bambang S. Purwoko Bambang S. Purwoko Bambang Sapta Purwoko Basri Birrul Walidain Carolina Evelyn Casiana V. Cruz Cut Nurul Fahmi Cut Nya Dhin Cut Nya’dhin Cut Tia Mardi Danner Sagala Dasumiati Dessi Nur Adiska Desta Wirnas Dewi Andriani Diana Sofia Hanafiah Didy Sopandie DWI ANDREAS SANTOSA Dwi Astuti Edi Santosa Edi Santosa Efendi, Darda Ekasari Putri, Nurwanita Eny Widajati Faqih Udin Fitri Zulfidar Fuady Geubrina Maghfirah Giyanto Giyanto Godlif Sianipar Gunawan Gunawan HAJRIAL ASWIDINNOOR Halimatus Syahdia Hasibuan Herdhani, Mira Heri Junaedi Homma, and Koki Human, dan Soeranto Ilyas Ilyas Imam Widodo Indra Gunawan Irdika Mansur Irdika Mansur Iskandar Lubis Ismail Ismail Isnaini Iswari S. Dewi Iswari Saraswati Dewi Jaisyurahman, Usamah Jenuri Karlin Agustina Kartika Ning Tyas Khairul Aswadi Khairunnisa Lubis Kikin H Mutaqin Kikin H. Mutaqien Koki Homma Kristianto Nugroho KRISTIANTO NUGROHO, KRISTIANTO Kurniawan R. Trijatmiko La Muhuria Latifa Dinar Rahmani Hakim Leiwakabessy, Christoffol Lestari, Puji Loso Judijanto Lubis, Khairunnisa M. A. Chozin M. Chalis M. Ikhsan M. Nurrijal Mahpuzah, Marfiatun Maksalmina Maksalmina Mardhiyyah, Rodhiyatan Mariati MR Maryono, Marina Yuniawati Masdiar Bustamam Masyudi Masyudi Mawardini Mawardini Mayang Sari Mayasari Yamin, Mayasari Meity Suradji Sinaga Meity Suradji Sinaga Meliala, Merry Gloria Memen Surahman Miftahudin . Mike Nurmalia Sari Momongan, Jorex Daniel Mudinillah, Adam Muhamad Saleh Muhamad Syukur Muhammad Ahmad Chozin Muhammad Antony Jefri Pratama Muhammad Arif Nasution Muhammad Arif Yudiarto Muhammad Junaidi Muhammad Syukur Muhammad Zulfajri Mujiburrahman Mujiburrahman Mukhtar Zaini Dahlan Munarti Munif Ghulamahdi Muttaqin, Kikin Hamzah Najwa Mefya Azkia Nasruddin Nasruddin Neni Rohaeni Ni Made Armini Wiendi Nirwani Jumala Nirwani Jumala Nora Fitria Nugroho, Kristianto Nur, Amin Nur, Amin Nurheni Wijayanto Nurul Khumaida Nurul Khumaida Nurya Yuniyati Peni Lestari Permana, Fithri Angelia PUJI LESTARI Puji Lestari Putri Andini Mandasari RAGAPADMI PURNAMANINGSIH Rahmah Johar Rani Rahmayanti Ratna Mutia REFLINUR REFLINUR Rini Hermanasari Rini Hermanasari Rini, Erin Puspita Roedhy Poerwanto RUBIYO RUBIYO RUBIYO, RUBIYO Ryandi Ferdiannur Usman S. Human S. Human Said Usman Salfauqi Nurman Saniaty, Arina Saragih, Ery Leonardo Satya Nugroho Shiraiwa, Tatsuhiko Sihono Sihono Sinaga, Parlin H. Sintho Wahyuning Ardie Siregar, Valdi Muhamad Rafiansyah Siti Marwiyah Sobir Sobir Soeranto Human Soeranto Human Soeranto, Soeranto Sophi Abel Calita SRI HENDRASTUTI HIDAYAT Sri Suhesti Sriani Sujiprihati St Rahmah Subagio, Herman SUDARSONO SUDARSONO SUDARSONO, SUDARSONO Sudirman Yahya Sudirman Yahya Sudirman Yahya - Sugiono Moeljopawiro Sumiati, dan Sungkono Sungkono Sungkono Sungkono Supijatno Surjono H. Sudjahjo Surjono Hadi Sutjahjo Suryo Wiyono Sustiprajitno, Sustiprajitno Suwarno Suwarno Suwarno Suwarno Suwarno Suwarno Syarifah Iis Aisyah Tata Suryana , Aep Tatsuhiko Shiraiwa Tiara Sari Manik TRI JOKO SANTOSO Tri Lestari Tuti Rahmi Untung Susanto Usamah Jaisyurahman Usman Effendi Utut Widyastuti W. Puspitasari Wage Ratna Rohaeni WAGE RATNA ROHAENI Wage Ratna Rohaeni Wahyu Widiyono Wening Enggarini Wibawa, Rentang Fajar Cakra Widowati, Sartika Wijaya Murti Indriatama Wijaya Murti Indriatama Willy Bayuardi Suwarno Yudiwanti Wahyu E. Kusumo Yusuf L. Limbongan Zainuddin Zainuddin Zainuddin