p-Index From 2021 - 2026
5.745
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PIKSEL : Penelitian Ilmu Komputer Sistem Embedded and Logic Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal SOLMA JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora KHOZANA: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Islam NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) FIKRAH AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Academy of Education Journal JURNAL SURYA ENERGY MANAZHIM EDUTEC : Journal of Education And Technology MARLIN : Marine and Fisheries Science Technology Journal CICES (Cyberpreneurship Innovative and Creative Exact and Social Science) AS-SABIQUN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini PRODU-Prokurasi Edukasi (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam) Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Riset dan Aplikasi Mahasiswa Informatika (JRAMI) Journal of Education Research Schrodinger : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika At Tawasul: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Abdimas Indonesian Journal Journal of Artificial Intelligence and Digital Business IDARAH : Jurnal Pendidikan dan Kependidikan TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Hijaz: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Development : Studies in Educational Management and Leadership Journal of Smart Agriculture and Environmental Technology Socius: Social Sciences Research Journal Jurnal KALANDRA Riset Akuntansi dan Keuangan Indonesia Journal of Education Sciences (Edusci) Journal of Social Work and Science Education Mathematics Education Journal Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP) Fikrah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Dakwah dan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

From Vision to Reality: A Holistic Examination of Transformational Leadership as a Catalyst for Cultivating Organizational Culture in Pesantren Bashori, Bashori; Yusup, Muhammad; Khan, Razeev
Development: Studies in Educational Management and Leadership Vol. 1 No. 2 (2022): Development: Studies in Educational Management and Leadership
Publisher : Islamic Educational Management Programme

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/development.v1i1.486

Abstract

The focus of the study is the concept of transformational leadership and its influence on nurturing a strong and cohesive organizational culture within Pesantren. This article examines the key dimensions of transformational leadership and their role in cultivating a supportive environment that aligns with the vision and values of Pesantren through a comprehensive review of scholarly literature and empirical studies. The findings demonstrate the importance of visionary leadership, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration in fostering positive organizational culture change. In addition, this article proposes strategies and recommendations for Pesantren leaders to harness the potential of transformational leadership in order to establish a sustainable and flourishing organizational culture. This research contributes to the existing corpus of knowledge on leadership and organizational culture, particularly in the context of Pesantren, and offers educational leaders and policymakers valuable insights.
HUBUNGAN ANTARA TEORI BELAJAR BEHAVIORISME DAN PERUBAHAN PERILAKU SERTA IMPLIKASINYA DALAM Yusup, Muhammad
FIKRAH Vol 2 No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v2i2.20517

Abstract

Teori belajar merupakan kumpulan prinsip umum yang saling berhubungan dan penjelasan atas sejumlah fakta serta penemuan yang berkaitan dengan peristiwa belajar. Dalam teori belajar Barat, terdapat tiga teori yang populer yang salah satunya adalah teori behavioristik. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana teori belajar behavioristik? Bagaimana pula teori belajar akhlak dalam perspektif Islam? Serta bagaimana perbandingan dan sintesa teori belajar konvensional dengan teori belajar Islam? Hasil penelitian menunjukkan bahwa Barat yang mempunyai worldviewsekuler-positifistik-materialistik, membatasi teori belajar pada gejala-gejala yang berkaitan dengan peristiwa belajar yang bersifat empiris-rasional-kuantitaif. Hal ini berimplikasi bahwa teori belajar behavioristik mereduksi manusia hanya terbatas pada mekanikal-pragmatis dan menjadikan individu berorientasi pada materi. Sementara teori belajar yang ditawarkan Islam, tidak hanya bersifat rasional-empiris, melainkan juga bersifat normatif-kualitatif. Terdapat teori belajar dalam Islam yang sepadan dengan teori belajar behavioristik, yaitu: 1) teori belajar akhlaq yang menekankan pada pembentukan tingkah laku, yang terdiri dari tiga model; taqlid (imitasi), ta’wid (pembiasaan), dan tajribah wa khata’ (trial and error). Meskipun demikian, tidak semua konsep teori belajar behavioristik itu bersifat destruktif atau bertentangan dengan Islam. Di sisi lain, masih terdapat teori-teori belajar yang tidak bertentangan dengan Islam, sehingga perlu diadakan sintesa. Dari sintesa kedua teori belajar tersebut muncul teori belajar terpadu yang selaras dengan idealisme Islam, yaitu kumpulan dari beberapa prinsip yang berkaitan dengan belajar yang bersumber dari alQur’an, al-Sunah, khazanah pemikiran intelektual muslim, dan mengadopsi teori belajar Barat yang relevan dengan Islam. Teori belajar terpadu ini memberikan implikasi pada proses pembelajaran yang holistik, efektif dan efisien.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE ACTIVE LEARNING “TEAM QUIZ” TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN KARAKTER DISIPLIN DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI Yusup, Muhammad
FIKRAH Vol 3 No 1 (2019): JUNI
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v3i1.20525

Abstract

Metode active learning itu sangat diperlukan oleh peserta didik untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Untuk itu diperlukan perangkat tertentu untuk dapat mengikat informasi yang baru. Metode active learning adalah salah satu cara untuk mengikat informasi yang diterima dari guru, kemudian menyimpannya dalam otak. Hal itu dilakukan karena salah satu faktor yang menyebabkan informasi cepat dilupakan adalah faktor kelemahan otak. Belajar yang hanya mengandalkan indera pendengaran mempunyai banyak kelemahan. Jenis penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Reseach). Berupa penelitian kuantitatif yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/ statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Hasil penelitian ini menunjukkan yakni: (1) Perencanaan pembelajaran menekankan metode active learning “team quiz” yang termuat dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) maupun dalam silabus (2) Pelaksanaan pembelajaran menerapkan metode active learning “team quiz” dalam perencanaan (3) Evaluasi hasil dalam menerapkan model evaluasi dalam ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.
Kritik dan Relevansi Paradigma Komunikasi Pembangunan di Era Digital: Studi Kasus pada UMKM Batik di Kota Pekalongan Yusup, Muhammad; Hasibuan, Muhammad Yusup
Jurnal Dakwah dan Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Dakwah dan Masyarakat
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to critique and assess the relevance of the classical development communication paradigm in the context of the digital era, characterized by decentralized information flows and increasingly broad public participation. Although development communication was initially oriented towards a linear, top-down, and modernization approach, social dynamics in the digital era demand a more dialogic, collaborative communication model that utilizes technology. To deepen the analysis, this study uses a case study of the Batik UMKM empowerment program in Pekalongan City, which since 2019 has utilized social media, digital marketing platforms, and community information systems as a means of developing the community's creative economy. Using qualitative methods using literature review and document analysis techniques, this study found that the classical development communication paradigm is no longer adequate to address the complexity of digital social change. Successful communication patterns instead emerge from participatory models based on digital networks, strengthening social capital, and collaboration between government, communities, and creative industry actors. This study contributes to the development of development communication theory by offering a critical framework that integrates the concepts of digital participation, co-creation, and community-driven development as a more adaptive approach in the digital era.   Penelitian ini bertujuan mengkritisi sekaligus menilai relevansi paradigma komunikasi pembangunan klasik dalam konteks era digital yang ditandai oleh arus informasi yang desentralistik dan partisipasi publik yang semakin luas. Meskipun komunikasi pembangunan awalnya berorientasi pada pendekatan linear, top–down, dan modernisasi, dinamika sosial di era digital menuntut model komunikasi yang lebih dialogis, kolaboratif, serta memanfaatkan teknologi. Untuk memperdalam analisis, penelitian ini menggunakan studi kasus pada program pemberdayaan UMKM batik di Kota Pekalongan, yang sejak 2019 memanfaatkan media sosial, platform digital marketing, dan sistem informasi komunitas sebagai sarana pengembangan ekonomi kreatif masyarakat. Melalui metode kualitatif dengan teknik kajian Pustaka dan analisis dokumen, penelitian ini menemukan bahwa paradigma komunikasi pembangunan klasik tidak lagi memadai untuk mengatasi kompleksitas perubahan sosial digital. Pola komunikasi yang berhasil justru muncul dari model partisipatif berbasis jejaring digital, penguatan modal sosial, serta kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri kreatif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori komunikasi pembangunan dengan menawarkan kerangka kritis yang mengintegrasikan konsep digital participation, co-creation, dan community-driven development sebagai pendekatan yang lebih adaptif di era digital.
Model Kepemimpinan Visioner Dalam Pendidikan Islam Berbasis Karakter Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fatonah Ramadan, Fariz; Fatmawati, Fatmawati; Ansori, Ansori; Yusup, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5253

Abstract

Kepemimpinan pendidikan Islam yang visioner merupakan kebutuhan mendesak untuk mentransformasi lembaga pendidikan menjadi mercusuar peradaban yang kompetitif di tengah derasnya arus globalisasi. Di era disrupsi ini, lembaga pendidikan Islam tidak boleh hanya terjebak pada romantisme masa lalu, melainkan harus mampu melakukan lompatan strategis guna menjawab tantangan zaman. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi model kepemimpinan ideal yang secara harmonis mengintegrasikan nilai-nilai spiritualitas Islam dengan prinsip manajemen modern yang bersifat adaptif dan fleksibel. Model kepemimpinan Islami ini dibangun di atas empat pilar utama kenabian, yaitu: Shiddiq yang merepresentasikan kejujuran dan integritas tinggi, Amanah sebagai bentuk tanggung jawab profesional dan akuntabilitas, Fathonah yang mencerminkan kecerdasan strategis dalam mengambil keputusan, serta Tabligh sebagai kemampuan komunikasi transformatif untuk menggerakkan seluruh elemen organisasi. Keempat pilar ini berfungsi sebagai kompas moral sekaligus standar profesional dalam mengelola institusi pendidikan di tengah kompleksitas global. Dengan mengadopsi karakteristik tersebut, seorang pemimpin pendidikan akan mampu menavigasi berbagai tantangan, mulai dari integrasi teknologi hingga perubahan paradigma pedagogi, sembari tetap menjaga marwah dan integritas spiritual lembaga. Sinergi yang kuat antara nilai-nilai profetik dan praktik manajemen kontemporer inilah yang menjadi kunci utama bagi lembaga pendidikan Islam untuk bertransformasi menjadi pusat keunggulan (center of excellence) yang memiliki daya saing internasional. Implementasi model kepemimpinan yang holistik ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas lulusan, tetapi juga mampu melahirkan ekosistem pendidikan yang inovatif, transparan, dan berorientasi pada kemajuan peradaban masa depan yang lebih beradab dan mencerahkan.  
Etika Kerja Islami dan Pencegahan Malpraktik Fathoni, Wiildan; Wahyuni, Sri; Ansori, Ansori; Yusup, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5283

Abstract

Islamic work ethic constitutes an essential foundation in building educational governance that is characterized by integrity and professionalism. Islamic values such as trustworthiness (amanah), honesty, discipline, responsibility, and itqan position work as a form of worship that must be carried out optimally. This study aims to analyze the internalization of Islamic work ethic in strengthening educators’ integrity and in preventing human resource management (HRM) malpractice in education at SMPN 22 Batanghari. This research employed a qualitative approach with a descriptive design. The research subjects included the principal, vice principal, teachers, and educational staff selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation studies. Data analysis was conducted interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through triangulation and member checking. The findings reveal that the implementation of Islamic work ethic at SMPN 22 Batanghari significantly contributes to strengthening individual integrity and organizational culture within the school. Values such as trustworthiness, justice, and service orientation are effective in reducing the potential for malpractice, including grade manipulation, abuse of authority, and disciplinary violations. Furthermore, clear, accountable, and Islamic value-based ethical policies and procedures for handling violations support the creation of professional and transparent school governance. This study confirms that the integration of Islamic work ethic, integrity-based leadership, and effective supervision systems is a key factor in preventing HRM malpractice and improving the quality of educational services in a sustainable manner.
Strategi Rekrutmen dan Seleksi Guru di Lembaga Pendidikan Islam: Pendekatan Analisis Pekerjaan dan Nilai-Nilai Islami Ansori, Ansori; Yusup, Muhammad; Riyadi, Sugeng; Ritonga, Nurhayani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5377

Abstract

Job analysis is a fundamental component of human resource management, particularly in the recruitment and selection processes within Islamic educational institutions. It functions as a systematic approach to identifying and defining the duties, responsibilities, qualifications, and competencies required for specific positions, thereby ensuring alignment between institutional needs and individual capabilities. In the context of Islamic education, job analysis extends beyond technical and professional competencies to include moral integrity, spiritual commitment, and noble character as core requirements for educators. Clear and well-structured job descriptions and job specifications serve as essential instruments for attracting candidates who are not only competent in their fields but also committed to upholding Islamic values. Furthermore, the recruitment and selection process should be implemented objectively and transparently through appropriate methods such as competency-based testing, structured interviews, assessment centers, and fit and proper tests. These techniques are necessary to evaluate both professional qualifications and the suitability of candidates’ values with the vision and mission of Islamic educational institutions. In addition, the application of Islamic ethical principles—such as justice, trustworthiness, professionalism, transparency, and the rejection of nepotism—plays a crucial role in creating a fair, accountable, and credible recruitment system. Comprehensive job analysis combined with value-based selection processes is therefore strategic in producing educators who are professionally competent and morally exemplary, ultimately contributing to the enhancement of quality, integrity, and public trust in Islamic educational institutions.
Strategi Coaching dan Mentoring Berbasis Nilai Ikhlas, Amanah, Rahmah, dan Tazkiyah untuk Pengembangan Kinerja Pendidik Yanti, Rika Putri; Anggi, M. Shahid; Ansori, Ansori; Yusup, Muhammad; Asia, Nur
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5484

Abstract

Manajemen kinerja dalam lembaga pendidikan sering kali terjebak dalam rutinitas administratif yang kaku dan sekadar pemenuhan formalitas prosedural, sehingga cenderung mengabaikan dimensi pengembangan kapasitas individu secara holistik. Fenomena ini menyebabkan potensi pendidik tidak tergali secara optimal karena penilaian hanya berfokus pada kuantitas dokumen daripada kualitas pertumbuhan personal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model empowering performance management yang mengintegrasikan nilai-nilai etis-spiritual Islam ke dalam praktik manajemen kinerja modern untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih bermakna. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan riset kepustakaan (library research), yang mengkaji berbagai literatur manajemen kontemporer dan khazanah pemikiran Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kinerja harus direposisi sebagai alat pengembangan (developmental tool) yang substansial. Hal ini dilakukan melalui penerapan teknik Balanced Scorecard (BSC), Key Performance Indicators (KPI), dan Management by Objectives (MBO) yang diselaraskan dengan prinsip syura (partisipatif) dan amanah (akuntabilitas). Lebih lanjut, efektivitas manajemen kinerja diperkuat melalui strategi coaching dan mentoring yang berlandaskan pada empat pilar utama: ikhlas, amanah, rahmah, dan tazkiyah. Integrasi nilai-nilai ini mentransformasi hubungan antara mentor dan mentee menjadi relasi transendental yang berorientasi pada perbaikan diri berkelanjutan (muhasabah) serta pencarian makna kerja sebagai bentuk ibadah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggabungan antara profesionalisme teknis dan kemurnian spiritual merupakan kunci utama dalam mewujudkan manajemen kinerja yang memberdayakan. Implementasi model ini diharapkan mampu menghasilkan pendidik yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk membawa kemajuan bagi lembaga pendidikan Islam di era global.insan kamil.
Filosofi dan Nilai-Nilai Dasar MSDM Islam: Studi Kasus Implementasi Di MIN 2 Batanghari Jamilah, Jamilah; Repolinda, Repolinda; Ansori, Ansori; Yusup, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5746

Abstract

Islamic human resource management (HRM) is fundamentally rooted in Qur’anic and Prophetic principles, viewing humans as khalifah fil ardh (vicegerents on earth) and ibadurrahman (servants of the Merciful) who embody core values of amanah (trustworthiness), ‘adl (justice), ihsan (excellence), syura (consultation), and rahmatan lil ‘alamin (mercy to all creation). This study explores the philosophy and foundational values of Islamic HRM through a qualitative descriptive case study at MIN 2 Batanghari, examining their implementation in daily operations, teacher development, and organizational culture. Employing semi-structured in-depth interviews with 10 key informants (principal, teachers, administrative staff), non-participant observations of workplace interactions and decision-making processes, and document analysis of school policies and performance records (2023–2025), the research reveals consistent application of these principles. The khalifah fil ardh concept fosters accountability and leadership at every level, while ibadurrahman shapes humble, patient, and socially oriented behavior. Amanah ensures integrity in task execution, ‘adl guarantees fair distribution of responsibilities and rewards, ihsan drives excellence in performance, syura promotes inclusive decision-making, and rahmatan lil ‘alamin manifests in social support programs and community engagement. The findings demonstrate that grounding HRM in these Islamic values strengthens ethical work culture, teacher morale, retention, and character education, while effectively addressing challenges such as limited resources through spiritual commitment and collective consultation. This research contributes empirical insights from a local madrasah ibtidaiyah negeri, filling a gap in contextual studies on Islamic HRM in Indonesian primary Islamic education.
Konstruksi Sistem Kompensasi Berbasis Ri’ayah Untuk Kesejahteraan dan Motivasi Karyawan Istikarani, Mutya; Arawan, Arawan; Ansori, Ansori; Yusup, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5984

Abstract

Sistem kompensasi dan kesejahteraan merupakan instrumen strategis dalam manajemen sumber daya manusia (MSDM) yang berdampak langsung pada motivasi serta retensi karyawan. Namun, dalam praktiknya, implementasi kompensasi sering kali terjebak pada dimensi transaksional semata, sehingga mengabaikan aspek keadilan yang holistik. Fenomena ini berisiko memicu ketidakpuasan kerja dan tingginya angka turnover. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip keadilan dalam penentuan gaji dan tunjangan, sekaligus mengintegrasikannya dengan konsep Ri’ayah (pemeliharaan) dalam perspektif Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data dikumpulkan secara sistematis dari berbagai literatur primer dan sekunder, mencakup regulasi ketenagakerjaan, jurnal MSDM, serta teori manajemen organisasi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadilan distributif, prosedural, dan interaksional merupakan determinan utama yang membentuk persepsi positif karyawan terhadap organisasi. Lebih lanjut, integrasi konsep Ri’ayah memperluas fungsi manajemen kompensasi dari sekadar kewajiban kontraktual menjadi tanggung jawab moral-spiritual. Prinsip ini memastikan pemenuhan kesejahteraan yang mencakup aspek fisik, mental, hingga sosial secara berkelanjutan. Ditemukan bahwa sistem penghargaan yang memadukan motivasi intrinsik dan ekstrinsik—seperti insentif berbasis prestasi yang transparan—terbukti efektif dalam memitigasi perilaku kontraproduktif serta memperkuat loyalitas organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergitas antara kebijakan kompensasi yang adil dan prinsip pemeliharaan manusia yang bermartabat menjadi kunci stabilitas operasional dan keunggulan kompetitif organisasi di tengah tantangan era disrupsi.
Co-Authors -, Marzani A, Amirudin AA Sudharmawan, AA ABdul Karim Batubara, ABdul Karim Abidin Pasaribu, Abidin Adib Sofia Agung Prayitno Ahmad Asroni, Ahmad Ahmad Ridwan, Wawan Akhmad Saoqillah Al Gani, Yasir Alim, Khoirul Alkhoiriah Eka Putri , Meirina Alwiyah Alwiyah Amini, Titik Husnawati Andria Erzah, Nia Anggi, M. Shahid Anggraeni, Gina Silpa Anggraini, Maya Nur ansori ansori Ansori, Kholid Apit Fathurohman Arawan, Arawan Ardaini, Ardaini Ari Saputra, Ari ARIEF YUDHISTIRA Astuti, Andri Asvic Helida, Asvic Asvio, Nova Badriah, Dina Bashori Bashori Baso Intang Sappaile, Baso Intang BASUKI RAHMAD Batubara, Mustopa Marli Bhakti Yudho Suprapto Budiarti, Lolita Singgih Chusnul Khotimah, Itsnaini Dasmo Dasmo Dewi, Yessica Chrisna Dirga, Muhammad Dumilah, Ratna Dwi Andayani, Dwi Elfama, Yudha Endang Suhendar Eva Susanti Fathoni, Wiildan Fathoni, Wildan Fatmawati, Fatmawati Fitrian, Andry Fitriani Fitriani, Eka Yuliana G. Gunawan Gunawan, Yusuf Agung Hamdi Akhsan Handayani, Shinta Dwi Hardiyanti Hardiyanti Hardono Hardono, Hardono Hasibuan, Muhammad Yusup Heru Setiawan Husna, Tsabita Indri Yustika, Retno Irnin Agustina Dwi Astuti, Irnin Agustina Dwi Istikarani, Mutya Iwan Aprianto Jamilah Jamilah Jaulim Sirait Khairul Anwar Khairunnisa, Novita Khan, Razeev Khanza, Aulia Kistiono L, Lisaryadi Laila Septiana, Laila Leti, Gratia Lismayanti, Ima Lubis, Toib Lucyana M. Shoffa Saifillah Al Faruq Martin Marwani Syattar Marzani, Marzani Masrul Masrul Maula, Linziatul Melly Ariska Mochammad Imron Awalludin Murtado, Ade Muslihun Muslihun Nasution, Fitri Nasution, Imam Wahyudi Natalia, Anita Neni Marlina NETTI KARIANI MENDOFA Nisak, Sayida Khoiratun Novita Sari Nur Asia, Nur Nur Latifah, Nur Nur'aini, Nur'aini Nurhaliza, Nina Nurhayati Damiri Nurhikmah Nurhikmah Otong, Muhammad Permana, Deddy Pribadi, Adi Putri, Anjellie Dasviana Raden Iin Siti Aminah Rahadian, Yan Rahim, Supli Rahmani, Anggi Ramadan, Fariz Ramdhan Witarsa Repolinda, Repolinda RINA RINDANAH, RINA Ritonga, Nurhayani Rosita Rudi Hermawan Samputri, Salma Samsuryadi Sanurdi Sanurdi Sapsidi, Herlianto Sari, Dwita Kartika Seira, Erazando Alfa Sholeh, Rifai Hasan Sipahutar, Yuliati H Siregar, Arpan N Solly Aryza Somakim, Somakim Sri Agustina, Sri Sri Wahyuni Suci Dwijayanti Sugeng Riyadi Sukatin, Sukatin Sunarjo, Richard Andre Supli, Nur Aslamiah Ummah, S. Sumihatul Wijaya, Aldi Putra Yanti, Rika Putri Zulbasri, Hadiyanto