This Author published in this journals
All Journal PIKSEL : Penelitian Ilmu Komputer Sistem Embedded and Logic Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal SOLMA JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora KHOZANA: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Islam NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat FIKRAH AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Academy of Education Journal JURNAL SURYA ENERGY MANAZHIM EDUTEC : Journal of Education And Technology MARLIN : Marine and Fisheries Science Technology Journal CICES (Cyberpreneurship Innovative and Creative Exact and Social Science) AS-SABIQUN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini PRODU-Prokurasi Edukasi (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam) Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Riset dan Aplikasi Mahasiswa Informatika (JRAMI) Journal of Education Research Schrodinger : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika At Tawasul: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Abdimas Indonesian Journal Journal of Artificial Intelligence and Digital Business IDARAH : Jurnal Pendidikan dan Kependidikan TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Hijaz: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Development : Studies in Educational Management and Leadership Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Journal of Smart Agriculture and Environmental Technology Socius: Social Sciences Research Journal Riset Akuntansi dan Keuangan Indonesia Journal of Education Sciences (Edusci) Journal of Social Work and Science Education Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Mathematics Education Journal Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP) Fikrah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Dakwah dan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Modul STEM Inklusif Berbasis SDGs terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Slow Learner di Kawasan Lahan Gambut Kistiono; Yusup, Muhammad; Sudirman; Winarni, Kiki Ayu; Angelina, Putri
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.13430

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of an inclusive STEM module based on the Sustainable Development Goals (SDGs) in improving science process skills (SPS) among slow learner students in a peatland region. A quasi-experimental pretest-posttest control group design was employed with 78 Grade 8 slow learners from SMP Negeri 1 Pemulutan Barat, South Sumatra. The module, developed using the ADDIE model, focused on water filtration and peatland water quality within the context of SDG 6 (Clean Water and Sanitation). The core science topics covered included pH measurement, mechanical filtration, separation of mixtures, and colloidal properties of peat water. It was validated by experts in content, pedagogy, and inclusivity. Data were analyzed quantitatively using independent t-tests, normalized gain (N-Gain), and effect size (Cohen’s d), as well as qualitatively through classroom observations and semi-structured interviews. Results revealed that the experimental group achieved a mean N-Gain of 0.79 (high category), compared to 0.42 (medium category) for the control group. Statistical analysis indicated a significant difference between the groups (t = 5.68; p < 0.001; Cohen’s d = 1.28). Qualitative findings further demonstrated that students reported increased confidence and motivation, attributing these improvements to the module’s use of visual illustrations, locally relevant contexts, and scaffolded instructions. These findings suggest that an inclusive, SDG-based STEM module is effective in improving SPS among slow learner students. This study contributes to the growing body of literature on inclusive STEM education by illustrating how integrating the SDGs within a local ecological context can foster equitable and meaningful science learning.
Kritik dan Relevansi Paradigma Komunikasi Pembangunan di Era Digital: Studi Kasus pada UMKM Batik di Kota Pekalongan Yusup, Muhammad; Hasibuan, Muhammad Yusup
Jurnal Dakwah dan Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Dakwah dan Masyarakat
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to critique and assess the relevance of the classical development communication paradigm in the context of the digital era, characterized by decentralized information flows and increasingly broad public participation. Although development communication was initially oriented towards a linear, top-down, and modernization approach, social dynamics in the digital era demand a more dialogic, collaborative communication model that utilizes technology. To deepen the analysis, this study uses a case study of the Batik UMKM empowerment program in Pekalongan City, which since 2019 has utilized social media, digital marketing platforms, and community information systems as a means of developing the community's creative economy. Using qualitative methods using literature review and document analysis techniques, this study found that the classical development communication paradigm is no longer adequate to address the complexity of digital social change. Successful communication patterns instead emerge from participatory models based on digital networks, strengthening social capital, and collaboration between government, communities, and creative industry actors. This study contributes to the development of development communication theory by offering a critical framework that integrates the concepts of digital participation, co-creation, and community-driven development as a more adaptive approach in the digital era.   Penelitian ini bertujuan mengkritisi sekaligus menilai relevansi paradigma komunikasi pembangunan klasik dalam konteks era digital yang ditandai oleh arus informasi yang desentralistik dan partisipasi publik yang semakin luas. Meskipun komunikasi pembangunan awalnya berorientasi pada pendekatan linear, top–down, dan modernisasi, dinamika sosial di era digital menuntut model komunikasi yang lebih dialogis, kolaboratif, serta memanfaatkan teknologi. Untuk memperdalam analisis, penelitian ini menggunakan studi kasus pada program pemberdayaan UMKM batik di Kota Pekalongan, yang sejak 2019 memanfaatkan media sosial, platform digital marketing, dan sistem informasi komunitas sebagai sarana pengembangan ekonomi kreatif masyarakat. Melalui metode kualitatif dengan teknik kajian Pustaka dan analisis dokumen, penelitian ini menemukan bahwa paradigma komunikasi pembangunan klasik tidak lagi memadai untuk mengatasi kompleksitas perubahan sosial digital. Pola komunikasi yang berhasil justru muncul dari model partisipatif berbasis jejaring digital, penguatan modal sosial, serta kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri kreatif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori komunikasi pembangunan dengan menawarkan kerangka kritis yang mengintegrasikan konsep digital participation, co-creation, dan community-driven development sebagai pendekatan yang lebih adaptif di era digital.
Model Kepemimpinan Visioner Dalam Pendidikan Islam Berbasis Karakter Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fatonah Ramadan, Fariz; Fatmawati, Fatmawati; Ansori, Ansori; Yusup, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5253

Abstract

Kepemimpinan pendidikan Islam yang visioner merupakan kebutuhan mendesak untuk mentransformasi lembaga pendidikan menjadi mercusuar peradaban yang kompetitif di tengah derasnya arus globalisasi. Di era disrupsi ini, lembaga pendidikan Islam tidak boleh hanya terjebak pada romantisme masa lalu, melainkan harus mampu melakukan lompatan strategis guna menjawab tantangan zaman. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi model kepemimpinan ideal yang secara harmonis mengintegrasikan nilai-nilai spiritualitas Islam dengan prinsip manajemen modern yang bersifat adaptif dan fleksibel. Model kepemimpinan Islami ini dibangun di atas empat pilar utama kenabian, yaitu: Shiddiq yang merepresentasikan kejujuran dan integritas tinggi, Amanah sebagai bentuk tanggung jawab profesional dan akuntabilitas, Fathonah yang mencerminkan kecerdasan strategis dalam mengambil keputusan, serta Tabligh sebagai kemampuan komunikasi transformatif untuk menggerakkan seluruh elemen organisasi. Keempat pilar ini berfungsi sebagai kompas moral sekaligus standar profesional dalam mengelola institusi pendidikan di tengah kompleksitas global. Dengan mengadopsi karakteristik tersebut, seorang pemimpin pendidikan akan mampu menavigasi berbagai tantangan, mulai dari integrasi teknologi hingga perubahan paradigma pedagogi, sembari tetap menjaga marwah dan integritas spiritual lembaga. Sinergi yang kuat antara nilai-nilai profetik dan praktik manajemen kontemporer inilah yang menjadi kunci utama bagi lembaga pendidikan Islam untuk bertransformasi menjadi pusat keunggulan (center of excellence) yang memiliki daya saing internasional. Implementasi model kepemimpinan yang holistik ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas lulusan, tetapi juga mampu melahirkan ekosistem pendidikan yang inovatif, transparan, dan berorientasi pada kemajuan peradaban masa depan yang lebih beradab dan mencerahkan.  
Etika Kerja Islami dan Pencegahan Malpraktik Fathoni, Wiildan; Wahyuni, Sri; Ansori, Ansori; Yusup, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5283

Abstract

Islamic work ethic constitutes an essential foundation in building educational governance that is characterized by integrity and professionalism. Islamic values such as trustworthiness (amanah), honesty, discipline, responsibility, and itqan position work as a form of worship that must be carried out optimally. This study aims to analyze the internalization of Islamic work ethic in strengthening educators’ integrity and in preventing human resource management (HRM) malpractice in education at SMPN 22 Batanghari. This research employed a qualitative approach with a descriptive design. The research subjects included the principal, vice principal, teachers, and educational staff selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation studies. Data analysis was conducted interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through triangulation and member checking. The findings reveal that the implementation of Islamic work ethic at SMPN 22 Batanghari significantly contributes to strengthening individual integrity and organizational culture within the school. Values such as trustworthiness, justice, and service orientation are effective in reducing the potential for malpractice, including grade manipulation, abuse of authority, and disciplinary violations. Furthermore, clear, accountable, and Islamic value-based ethical policies and procedures for handling violations support the creation of professional and transparent school governance. This study confirms that the integration of Islamic work ethic, integrity-based leadership, and effective supervision systems is a key factor in preventing HRM malpractice and improving the quality of educational services in a sustainable manner.
Strategi Rekrutmen dan Seleksi Guru di Lembaga Pendidikan Islam: Pendekatan Analisis Pekerjaan dan Nilai-Nilai Islami Ansori, Ansori; Yusup, Muhammad; Riyadi, Sugeng; Ritonga, Nurhayani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5377

Abstract

Job analysis is a fundamental component of human resource management, particularly in the recruitment and selection processes within Islamic educational institutions. It functions as a systematic approach to identifying and defining the duties, responsibilities, qualifications, and competencies required for specific positions, thereby ensuring alignment between institutional needs and individual capabilities. In the context of Islamic education, job analysis extends beyond technical and professional competencies to include moral integrity, spiritual commitment, and noble character as core requirements for educators. Clear and well-structured job descriptions and job specifications serve as essential instruments for attracting candidates who are not only competent in their fields but also committed to upholding Islamic values. Furthermore, the recruitment and selection process should be implemented objectively and transparently through appropriate methods such as competency-based testing, structured interviews, assessment centers, and fit and proper tests. These techniques are necessary to evaluate both professional qualifications and the suitability of candidates’ values with the vision and mission of Islamic educational institutions. In addition, the application of Islamic ethical principles—such as justice, trustworthiness, professionalism, transparency, and the rejection of nepotism—plays a crucial role in creating a fair, accountable, and credible recruitment system. Comprehensive job analysis combined with value-based selection processes is therefore strategic in producing educators who are professionally competent and morally exemplary, ultimately contributing to the enhancement of quality, integrity, and public trust in Islamic educational institutions.
Strategi Coaching dan Mentoring Berbasis Nilai Ikhlas, Amanah, Rahmah, dan Tazkiyah untuk Pengembangan Kinerja Pendidik Yanti, Rika Putri; Anggi, M. Shahid; Ansori, Ansori; Yusup, Muhammad; Asia, Nur
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5484

Abstract

Manajemen kinerja dalam lembaga pendidikan sering kali terjebak dalam rutinitas administratif yang kaku dan sekadar pemenuhan formalitas prosedural, sehingga cenderung mengabaikan dimensi pengembangan kapasitas individu secara holistik. Fenomena ini menyebabkan potensi pendidik tidak tergali secara optimal karena penilaian hanya berfokus pada kuantitas dokumen daripada kualitas pertumbuhan personal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model empowering performance management yang mengintegrasikan nilai-nilai etis-spiritual Islam ke dalam praktik manajemen kinerja modern untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih bermakna. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan riset kepustakaan (library research), yang mengkaji berbagai literatur manajemen kontemporer dan khazanah pemikiran Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kinerja harus direposisi sebagai alat pengembangan (developmental tool) yang substansial. Hal ini dilakukan melalui penerapan teknik Balanced Scorecard (BSC), Key Performance Indicators (KPI), dan Management by Objectives (MBO) yang diselaraskan dengan prinsip syura (partisipatif) dan amanah (akuntabilitas). Lebih lanjut, efektivitas manajemen kinerja diperkuat melalui strategi coaching dan mentoring yang berlandaskan pada empat pilar utama: ikhlas, amanah, rahmah, dan tazkiyah. Integrasi nilai-nilai ini mentransformasi hubungan antara mentor dan mentee menjadi relasi transendental yang berorientasi pada perbaikan diri berkelanjutan (muhasabah) serta pencarian makna kerja sebagai bentuk ibadah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggabungan antara profesionalisme teknis dan kemurnian spiritual merupakan kunci utama dalam mewujudkan manajemen kinerja yang memberdayakan. Implementasi model ini diharapkan mampu menghasilkan pendidik yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk membawa kemajuan bagi lembaga pendidikan Islam di era global.insan kamil.
Filosofi dan Nilai-Nilai Dasar MSDM Islam: Studi Kasus Implementasi Di MIN 2 Batanghari Jamilah, Jamilah; Repolinda, Repolinda; Ansori, Ansori; Yusup, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5746

Abstract

Islamic human resource management (HRM) is fundamentally rooted in Qur’anic and Prophetic principles, viewing humans as khalifah fil ardh (vicegerents on earth) and ibadurrahman (servants of the Merciful) who embody core values of amanah (trustworthiness), ‘adl (justice), ihsan (excellence), syura (consultation), and rahmatan lil ‘alamin (mercy to all creation). This study explores the philosophy and foundational values of Islamic HRM through a qualitative descriptive case study at MIN 2 Batanghari, examining their implementation in daily operations, teacher development, and organizational culture. Employing semi-structured in-depth interviews with 10 key informants (principal, teachers, administrative staff), non-participant observations of workplace interactions and decision-making processes, and document analysis of school policies and performance records (2023–2025), the research reveals consistent application of these principles. The khalifah fil ardh concept fosters accountability and leadership at every level, while ibadurrahman shapes humble, patient, and socially oriented behavior. Amanah ensures integrity in task execution, ‘adl guarantees fair distribution of responsibilities and rewards, ihsan drives excellence in performance, syura promotes inclusive decision-making, and rahmatan lil ‘alamin manifests in social support programs and community engagement. The findings demonstrate that grounding HRM in these Islamic values strengthens ethical work culture, teacher morale, retention, and character education, while effectively addressing challenges such as limited resources through spiritual commitment and collective consultation. This research contributes empirical insights from a local madrasah ibtidaiyah negeri, filling a gap in contextual studies on Islamic HRM in Indonesian primary Islamic education.
Konstruksi Sistem Kompensasi Berbasis Ri’ayah Untuk Kesejahteraan dan Motivasi Karyawan Istikarani, Mutya; Arawan, Arawan; Ansori, Ansori; Yusup, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5984

Abstract

Sistem kompensasi dan kesejahteraan merupakan instrumen strategis dalam manajemen sumber daya manusia (MSDM) yang berdampak langsung pada motivasi serta retensi karyawan. Namun, dalam praktiknya, implementasi kompensasi sering kali terjebak pada dimensi transaksional semata, sehingga mengabaikan aspek keadilan yang holistik. Fenomena ini berisiko memicu ketidakpuasan kerja dan tingginya angka turnover. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip keadilan dalam penentuan gaji dan tunjangan, sekaligus mengintegrasikannya dengan konsep Ri’ayah (pemeliharaan) dalam perspektif Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data dikumpulkan secara sistematis dari berbagai literatur primer dan sekunder, mencakup regulasi ketenagakerjaan, jurnal MSDM, serta teori manajemen organisasi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadilan distributif, prosedural, dan interaksional merupakan determinan utama yang membentuk persepsi positif karyawan terhadap organisasi. Lebih lanjut, integrasi konsep Ri’ayah memperluas fungsi manajemen kompensasi dari sekadar kewajiban kontraktual menjadi tanggung jawab moral-spiritual. Prinsip ini memastikan pemenuhan kesejahteraan yang mencakup aspek fisik, mental, hingga sosial secara berkelanjutan. Ditemukan bahwa sistem penghargaan yang memadukan motivasi intrinsik dan ekstrinsik—seperti insentif berbasis prestasi yang transparan—terbukti efektif dalam memitigasi perilaku kontraproduktif serta memperkuat loyalitas organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergitas antara kebijakan kompensasi yang adil dan prinsip pemeliharaan manusia yang bermartabat menjadi kunci stabilitas operasional dan keunggulan kompetitif organisasi di tengah tantangan era disrupsi.
Smart Irrigation Berbasis PLTS dan IoT untuk Meningkatkan Produksi Padi di Desa Haurgeulis Dasmo, Dasmo; Suhendar, Endang; Fitrian, Andry; Yusup, Muhammad; Yudhistira, Arief; Prayitno, Agung; Al Gani, Yasir
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20075

Abstract

Background: Kekeringan menjadi salah satu faktor penyebab kegagalan panen padi di Desa Haurgeulis, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Pemberdayaan berbasis masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi kekeringan pada areal persawahan dengan menerapkan smart irrigation berbasis pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan internet of things (IoT). Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program adalah substitusi ipteks dengan mengenalkan teknologi terbaru. Langkah yang digunakan terdiri atas tahap sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, dan keberlanjutan program terhadap 16 anggota Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Sadewa Desa Haurgeulis. Smart irrigation berbasis PLTS dan IoT berhasil dikembangkan sehingga diperkirakan dapat mengairi 4,8 hektar sawah dengan peningkatan 2 ton padi per hektar jika digunakan secara optimal dengan perbandingan hasil produksi padi yang biasanya hanya mencapai 3-4 ton pada musim tanam kedua. Penggunaan air juga akan lebih efisien karena sistem ini menggunakan IoT yang bisa mengatur air sesuai kebutuhan. Dengan demikian, smart irrigation berbasis PLTS dan IoT untuk irigasi ini dapat menjadi model replikasi bagi desa-desa lain yang menghadapi permasalahan serupa dalam pengelolaan sumber daya air dan energi.
Co-Authors -, Marzani A, Amirudin AA Sudharmawan, AA ABdul Karim Batubara, ABdul Karim Abidin Pasaribu, Abidin Adib Sofia Agung Prayitno Ahmad Asroni, Ahmad Ahmad Ridwan, Wawan Akhmad Saoqillah Al Gani, Yasir Alim, Khoirul Alwiyah Alwiyah Amini, Titik Husnawati Angelina, Putri Anggi, M Said Anggi, M. Shahid Anggraeni, Gina Silpa Anggraini, Maya Nur ansori ansori Ansori, Kholid Apit Fathurohman Aprianto, Iwan Araiku, Jeri Arawan, Arawan Ari Saputra, Ari ARIEF YUDHISTIRA Astuti, Andri Asvic Helida, Asvic Asvio, Nova Badriah, Dina Bashori Bashori Baso Intang Sappaile, Baso Intang BASUKI RAHMAD Batubara, Mustopa Marli Bhakti Yudho Suprapto Budiarti, Lolita Singgih Dasmo Dasmo Dewi, Yessica Chrisna Dirga, Muhammad Dumilah, Ratna Dwi Andayani, Dwi Elfama, Yudha Ely Susanti Endang Suhendar Fathoni, Wiildan Fathoni, Wildan Fatmawati, Fatmawati Fitrian, Andry Fitriani Fitriani, Eka Yuliana Gunawan, Yusuf Agung Hamdi Akhsan Handayani, Shinta Dwi Hapizah Hardiyanti Hardiyanti Hardono Hardono, Hardono Hasibuan, Muhammad Yusup Heru Setiawan Husna, Tsabita Indaryanti Indaryanti Irnin Agustina Dwi Astuti, Irnin Agustina Dwi Istikarani, Mutya Jamilah Jamilah Jaulim Sirait Kasful Anwar Khairul Anwar Khairunnisa, Novita Khan, Razeev Khanza, Aulia Kistiono L, Lisaryadi Laila Septiana, Laila Leti, Gratia Lismayanti, Ima Lubis, Toib Lucyana M. Shoffa Saifillah Al Faruq Martin Marwani Syattar Marzani, Marzani Masrul Masrul Maula, Linziatul Melly Ariska Mochammad Imron Awalludin Murtado, Ade Muslihun Muslihun Nasution, Fitri Nasution, Imam Wahyudi Natalia, Anita Neni Marlina NETTI KARIANI MENDOFA Nisak, Sayida Khoiratun Novita Sari Nur Asia, Nur Nur Asikin Nur Latifah, Nur Nur'aini, Nur'aini Nurhaliza, Nina Nurhayati Damiri Nurhikmah Nurhikmah Otong, Muhammad Permana, Deddy Pratiwi, Weni Dwi Pribadi, Adi Putri, Anjellie Dasviana Raden Iin Siti Aminah Rahadian, Yan Rahim, Supli Rahmani, Anggi Ramadan, Fariz Ramdhan Witarsa Repolinda, Repolinda RINA RINDANAH, RINA Ritonga, Nurhayani Rosita Rudi Hermawan Samputri, Salma Samsuryadi Sanurdi Sanurdi Sapsidi, Herlianto Sari, Dwita Kartika Scristia, Scristia Seira, Erazando Alfa Sholeh, Rifai Hasan Sipahutar, Yuliati H Siregar, Arpan N Solly Aryza Somakim, Somakim Sri Agustina, Sri Sri Wahyuni Suci Dwijayanti Sudirman Sugeng Riyadi Sukatin, Sukatin Sunarjo, Richard Andre Supli, Nur Aslamiah Ummah, S. Sumihatul Wijaya, Aldi Putra Winarni, Kiki Ayu Yanti, Rika Putri