This Author published in this journals
All Journal Attoriolong Humanis : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Jurnal Jaffray Harmoni: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Seni Budaya QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam Anak Usia Dini Journal of Maritime Empowerment Fitrah: Journal of Islamic Education SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Jurnal Abdiraja DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial BIOCHEPHY: Journal of Science Education Indo-MathEdu Intellectuals Journal Lani: Jurnal Kajian Ilmu Sejarah dan Budaya Waniambey: Journal of Islamic Education Society: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal Of Human And Education (JAHE) Journal of General Education and Humanities Jurnal Citizenship Virtues Journal of Educational Sciences Journal of Government Science Studies Jambura Journal Civic Education QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Jurnal Hukum Indonesia Innovative: Journal Of Social Science Research Inisiatif: Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Dirasah: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Ilmu Pendidikan dan Bahasa Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Claim Missing Document
Check
Articles

Analyzing Gender Injustice in Indonesia: Legal and Civic Education Perspectives Amar, Muh.; Kasmawati, Andi; Mustaring, Mustaring; Bakhtiar, Bakhtiar; Ahmadin, Ahmadin
Journal of Government Science Studies Vol 5 No 1 (2026): April 2026: On-Process
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66254/jgssvol5issue1page174-189

Abstract

Gender injustice in Indonesia is a structural social problem and is legitimized by cultural norms and legal systems that have not fully sided with equality between women and men. This research aims to analyze the problem of gender inequality that occurs systemically despite the existence of a legal framework that supports justice, as well as examine how legal and civic education can contribute to social transformation towards a more gender-just society. The focus of the study includes three things: (1) the concept of gender and forms of gender injustice which include marginalization, subordination, stereotypes, gender-based violence, and double burden; (2) gender justice in the legal system and the challenges of its enforcement in Indonesia; and (3) the role and barriers of legal and citizenship education in encouraging citizens' critical awareness of gender justice issues. This study uses a normative legal method with a descriptive-analytical approach, which focuses on legal regulations related to gender justice, protection of women's rights, and analysis of the role of legal education and citizenship in fighting for gender justice. The results of the study show that although Indonesia has ratified various national and international legal instruments that regulate gender justice, implementation on the ground is still hampered by patriarchal culture, low gender-based legal literacy, and structural bias in law enforcement institutions. On the other hand, legal and civic education has strategic potential as a means of social change, but until now it has not been optimal in integrating gender perspectives substantively in curriculum, pedagogy, and institutional practices. Therefore, education reform that is more progressive and responsive to gender issues is needed as part of efforts to build citizens who are inclusive, critical, and uphold the values of justice.
Konstruksi Sosial Praktik Konsumsi Vape dalam Ruang Pariwisata: Studi Sosiologi pada Wisatawan di Kawasan Legian Bali Arsyad, Ernawati; Kamaruddin, Syamsu A; Adam, Arlin; Ahmadin, Ahmadin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7388

Abstract

Fenomena penggunaan rokok elektrik atau vape semakin berkembang dalam berbagai ruang sosial modern, termasuk dalam konteks pariwisata. Kawasan Legian di Bali sebagai salah satu destinasi wisata internasional menunjukkan meningkatnya praktik konsumsi vape di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Ruang pariwisata merupakan ruang sosial yang unik karena mempertemukan individu dari berbagai latar belakang budaya dan sosial. Interaksi antara wisatawan dengan masyarakat lokal menciptakan dinamika sosial yang memungkinkan munculnya praktik budaya baru. Dalam konteks ini, praktik konsumsi seperti vaping dapat berkembang menjadi bagian dari budaya wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana praktik konsumsi vape dikonstruksi secara sosial dalam ruang pariwisata serta bagaimana interaksi sosial wisatawan mempengaruhi normalisasi perilaku tersebut.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan wisatawan pengguna vape, serta dokumentasi pada berbagai lokasi wisata di kawasan Legian. Analisis data menggunakan pendekatan konstruksi sosial dari Berger dan Luckmann yang menekankan proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi dalam pembentukan realitas sosial.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik konsumsi vape di kawasan wisata Legian tidak hanya dipengaruhi oleh preferensi individu, tetapi juga oleh interaksi sosial dalam ruang pariwisata. Vape dipahami sebagai simbol gaya hidup modern, identitas wisatawan global, serta bentuk ekspresi kebebasan dalam ruang rekreasi. Selain itu, ruang pariwisata memberikan legitimasi sosial yang lebih longgar terhadap praktik tersebut dibandingkan ruang sosial lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi vape dalam konteks pariwisata merupakan bagian dari konstruksi budaya wisata kontemporer yang terbentuk melalui interaksi sosial, simbolisme konsumsi, dan dinamika ruang wisata.
Fenomena Sosial Masyarakat Desa Adat Legian Bali Sebagai Laboratorium Pendidikan Akhiruddin, Akhiruddin; Kamaruddin, Syamsu A; Adam, Arlin; Ahmadin, Ahmadin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7431

Abstract

Masyarakat desa adat di Bali memiliki berbagai praktik sosial dan budaya yang mencerminkan nilai solidaritas, partisipasi, dan integrasi sosial yang kuat. Praktik-praktik sosial tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran kontekstual dalam pendidikan sosiologi. Salah satu komunitas yang memperlihatkan dinamika sosial tersebut adalah masyarakat Desa Adat Legian yang dikenal sebagai kawasan pariwisata dengan kehidupan sosial budaya yang masih terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena sosial masyarakat Desa Adat Legian sebagai laboratorium pendidikan dalam pembelajaran sosiologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam dinamika kehidupan sosial masyarakat desa adat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada februari 2026. Informan penelitian meliputi bendesa adat, tokoh masyarakat, pengurus banjar, pelaku pariwisata lokal, serta warga masyarakat yang terlibat dalam aktivitas sosial desa adat. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa fenomena sosial utama dalam kehidupan masyarakat Desa Adat Legian, yaitu tradisi ngayah sebagai bentuk solidaritas sosial, keberadaan banjar sebagai ruang interaksi dan partisipasi masyarakat, ritual adat sebagai sarana integrasi sosial, serta perkembangan pariwisata yang mempengaruhi perubahan struktur sosial dan ekonomi masyarakat. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa berbagai praktik sosial tersebut memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai laboratorium pendidikan dalam pembelajaran sosiologi. Melalui pemanfaatan fenomena sosial masyarakat sebagai sumber belajar, peserta didik dapat memahami konsep-konsep sosiologi secara lebih kontekstual dan relevan dengan realitas kehidupan masyarakat.
Perspektif Budaya dan Medis: Keterkaitan Tradisi Potong Gigi dengan Risiko Karies Gigi pada Masyarakat Pedesaan Bali Zulkarnain, Zulkarnain; Kamaruddin, Syamsu A; Adam, Arlin; Ahmadin, Ahmadin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7440

Abstract

Tradisi potong gigi yang dikenal sebagai mepandes atau metatah merupakan salah satu ritual penting dalam kehidupan masyarakat Hindu Bali yang menandai peralihan individu menuju kedewasaan. Ritual ini memiliki makna simbolik sebagai upaya pengendalian enam sifat negatif manusia (Sad Ripu) dan masih banyak dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat Bali. Namun, dari perspektif kesehatan, proses pengikisan gigi dalam ritual tersebut berpotensi mempengaruhi struktur enamel gigi yang dapat meningkatkan risiko karies apabila tidak dilakukan dengan prosedur yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara praktik tradisi potong gigi dengan risiko karies gigi pada masyarakat Desa Legian, Bali.  Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada Februari 2026. Penelitian melibatkan 15 informan yang terdiri atas masyarakat yang telah menjalani ritual potong gigi, tokoh adat, dan pelaku ritual (sangging). Data dikumpulkan melalui pemeriksaan kesehatan gigi menggunakan indeks DMFT (Decayed, Missing, Filled Teeth), wawancara mendalam, serta observasi praktik ritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46,7% informan memiliki tingkat karies sedang, 33,3% karies tinggi, dan 20% karies rendah. Faktor yang mempengaruhi risiko karies meliputi teknik pengikisan gigi tradisional, sterilisasi alat ritual yang kurang memadai, keterbatasan pengetahuan kesehatan gigi masyarakat, serta kebiasaan konsumsi makanan dan minuman manis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa praktik budaya potong gigi memiliki implikasi terhadap kesehatan gigi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara pendekatan budaya dan kesehatan masyarakat melalui edukasi kesehatan gigi serta kolaborasi antara tokoh adat dan tenaga kesehatan untuk memastikan bahwa pelaksanaan tradisi tetap terjaga tanpa mengabaikan aspek kesehatan masyarakat.
Pengetahuan Adat sebagai Epistemologi Budaya dan Orientasi Pendidikan Generasi Muda di Desa Adat Legian Bali Taherong, Rosmawati; Kamaruddin, Syamsu A.; Adam, Arlin; Ahmadin, Ahmadin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7566

Abstract

Dalam konteks masyarakat Desa Adat Legian, pengetahuan adat tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai dasar dalam menentukan nilai, norma, dan kebenaran sosial yang mengatur kehidupan kolektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengetahuan adat berfungsi sebagai sistem epistemologis dalam membentuk orientasi pendidikan generasi muda di Desa Adat Legian. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan dominan dalam studi Sosiologi Pendidikan yang menempatkan pendidikan formal sebagai pusat produksi pengetahuan, sementara sistem pengetahuan lokal sering diposisikan sebagai pelengkap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi untuk memahami secara mendalam praktik sosial, nilai budaya, serta proses internalisasi pengetahuan adat dalam kehidupan masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan adat tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi sebagai epistemologi kebenaran sosial yang menentukan legitimasi nilai dan norma dalam masyarakat. Struktur kelembagaan adat memiliki otoritas simbolik dalam memproduksi dan mereproduksi pengetahuan melalui mekanisme sosial yang dilegitimasi secara kolektif. Selain itu, proses internalisasi nilai budaya melalui praktik sosial yang berulang membentuk habitus generasi muda, yang memengaruhi cara mereka memaknai pendidikan formal. Temuan ini menegaskan bahwa orientasi pendidikan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh sistem pendidikan formal, tetapi juga oleh interaksi antara struktur adat dan disposisi habitus yang terbentuk secara kultural. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian pendidikan dengan menempatkan pengetahuan adat sebagai epistemologi budaya yang berperan signifikan dalam membentuk orientasi pendidikan dalam masyarakat adat.
Model Integrasi Taksonomi Sosial HIV dengan Struktur Tata Kelola Kesehatan di Kawasan Wisata Yunus, Muhammad Yusri; Kamaruddin, Syamsu A.; Adam, Arlin; Ahmadin, Ahmadin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7598

Abstract

HIV/AIDS hingga saat ini masih menjadi persoalan kesehatan global yang kompleks dan multidimensional, termasuk HIV di kawasan wisata merupakan fenomena sosial kompleks yang melibatkan interaksi antara individu, ruang sosial, struktur kebijakan, dan budaya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model integrasi taksonomi sosial HIV dengan struktur tata kelola kesehatan di kawasan wisata, dengan fokus pada Bali sebagai destinasi pariwisata internasional. Perubahan pola penularan HIV menunjukkan adanya pergeseran signifikan dari lokalisasi menuju ruang privat seperti hotel dan vila, yang diperkuat oleh perkembangan teknologi digital melalui aplikasi kencan dan media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memahami dinamika sosial yang kompleks dalam konteks pariwisata. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pekerja hotel, tenaga kesehatan, dan pemangku kebijakan, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penularan HIV di kawasan wisata tidak hanya dipengaruhi oleh perilaku individu, tetapi juga oleh struktur ruang sosial, mobilitas wisatawan, serta lemahnya tata kelola kesehatan di sektor pariwisata. Ruang privat seperti hotel berfungsi sebagai arena sosial yang memfasilitasi interaksi seksual berisiko, sementara digitalisasi memperluas jaringan sosial seksual secara transnasional. Selain itu, stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV) masih tinggi akibat konstruksi sosial dan kekhawatiran terhadap citra pariwisata. Penelitian ini menghasilkan model integratif yang menggabungkan dimensi individu, ruang sosial, struktur, dan budaya dalam memahami dinamika HIV. Model ini menekankan pentingnya pendekatan multisektor dan berbasis konteks dalam pengendalian HIV di kawasan wisata.
Urban Space and Transportation in Hong Kong: A Travelogue Ahmadin, Ahmadin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5155

Abstract

Visiting Hong Kong for foreign tourists is a very pleasant thing, at least because not everyone has the opportunity to visit. On the other hand, Hong Kong has the attraction of being the most vertical city in the world with its skyscrapers and reclaimed urban spaces. This paper discusses the portrait of urban spaces and transportation in Hong Kong with the approach of Sociology of Space and Sociology of History. Data collection techniques are done through direct observation in Hong Kong and Kowloon, literature study, and interviews with tour guides. The results showed that Hong Kong as a former British colony, until now still holds a variety of European social and cultural heritage, including public spaces and transportation facilities. Some streets in Hong Kong as well as types of transportation facilities are still a British heritage that is still maintained
Integration of Science in Islamic Education to Develop Students' Multiple Intelligences Wahyudin, Wahyudin; Ruslan , Ruslan; Ahmadin, Ahmadin
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026): Juni (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/fitrah.v7i1.1596

Abstract

This study aims to analyze the meaning of multiple competencies, the implementation of instruction, and the implications of science-based Islamic Religious Education at SMKN 1 Sanggar. The study employs a qualitative approach with data collection techniques including interviews, observations, and documentation, which were analyzed using data triangulation. The results of the study indicate that multiple competencies are understood as the holistic development of students’ abilities, encompassing spiritual, intellectual, and social aspects, as well as skills and critical thinking abilities. Instructional implementation is conducted contextually by integrating Islamic Religious Education content with natural phenomena, scientific advancements, daily life, and the professional world through methods such as discussion, case studies, and real-world examples. This approach enhances students’ engagement in the learning process. Furthermore, science-based Islamic Religious Education has positive implications for strengthening students’ multiple competencies, particularly in critical thinking, religious attitudes, responsibility, and the ability to connect Islamic values with real-life situations, thereby playing a relevant role in shaping students’ character and preparing them to face the challenges of the modern era.
Co-Authors Abd Rahman Abdul Haris Abdul Rahman Abdul Syukur Abni, Ahmad Ade S. Anhar Agusta Fahlevie, Rinaldi Ahmad, M. Ridwan Said Akbar, Abyan Daffa Akhiruddin Akhiruddin Al Islami, Achmad Idrus Alam, Luktfy Alfiniyah, Cicik Alvira, Evi Amar, Muh. Amirullah -, Amirullah Ananda, Sri Devi Andi Kasmawati Andryani , Yani ARIF FAUZI Arlin Adam, Arlin Arsaf, Nur Fajar Arsyad, Ernawati Ashari Ashari Asiah Asiah Asmar, Andi Asmunandar, Asmunandar Ayubi, Adim Isral Azis, Nurafifahtul Khasanah Bahri bahri Baiq Sri Handayani Bakhtiar Bakhtiar Baso Intang Sappaile, Baso Intang Cahyati, Cucu Dahlia Pinem Dandi Bahtiar Darminto, Ardianto Raharjo Dedi Purwanto, Dedi Desy Ningsih Komalasari Dewi Lestari Didit Haryadi Edy Wibowo Endang Kurniawati, Endang Fachry Abda El Rahman Farida Hariani Fatmawati, Fatmawati Fatwa, Magfirah Eka Firdaus, Muhammad Aryan Fitra Widya Wati Fitri, Novita Mariana Fitria Wulandari H, St Hasmawati Hajar, Nurfahmi Halfiah, Halfiah Haryono, Haryana Hasana , Fauziatul Hidayat, Sugih Akbar Ibrahim Ibrahim Ichwan Erlangga Ruhushandy Iftitah, Iftitah Ihlas, Ihlas Ishak, Wahyudi Ita Musfirowati Hanika Jamilah, Sri Jejen, Atep Jumadi Jumadi Junaeda, St. Junaedy Junaedy Kamaruddin, Syamsu A Kamaruddin, Syamsu A. karmila karmila Khaeruddin Khaeruddin La Ode Sidu Marafad, La Ode Sidu Laadi, Mukhlish A. Lajiba, Saipul Bachri S. Liana, Lastri Lindawati Lindawati LUKMAN, LUKMAN M. Jayadin Ilham M. Rasyid Ridha Malihu, La Mansur, Sri Indarwati MASITHA, DEWI Migu, Didimus Misbawati, Misbawati Muh. Akhyar Al Haris All Muhammad Rasyid Ridha Musfira, Nurul Muslim Muslim Mustari, Ulul Azmi Mustaring Mustaring Naim, Abdul Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Natri, Siti Nazifa, Syuhada Nebras, Aqeel Noprianto, Noprianto Nur, Ahmad Nurfidianty Annafi, Nurfidianty Nurnenongsih, Nurnenongsih Nurul Fajri Nuryadin, AM. Alfauzan Paramitha, Dyan Patahuddin Patahuuddin Putri, Jovita Oktaviani Putri, Muspira Riana Radiatul, Radiatul Rahmat, Andika Ramadhan , Syahru Rasyid Ridha Rasyid Ridha, Rasyid Ridha Rifal, Rifal Rifal, Rifal Rostinah Rostinah, Rostinah Ruhushandy, Ichwan Erlangga Ruslan , Ruslan S, Nurul Dwiayu Sahi, Yayan Sanur, Ilham Samudra SATRIYAS ILYAS Setiamin, Asnah Sofyan, Hady Sri Jamilah sriwahyuni Sriwahyuni Stephen Laoemuri, Jhon Suhartini Salingkat Sujana, Jana Sukma, Izza Melati Sulfiah, Sulfiah sumardin, sumardin Syachrir, Khumaerah Syahru Ramadhan Syamsiar, Syamsiar Syamsu A Kamaruddin Syarief, Syarifuddin Taherong, Rosmawati Tamrin, Sopian Tati, Andi Dewi Riang Torro, Supriadi Wahyudin Wahyudin Wahyudin, Mokhammad Wardani, Happy Kusuma Wulandari, Satria Yulia Hastuti, Yulia Yunus, Muhammad Yusri Zulkarnain Zulkarnain Zulkifli Zulkifli