p-Index From 2021 - 2026
12.29
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Auladuna Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Agama Islam JURNAL IQRA´ Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Al-Wijdan : Journal of Islamic Education Studies Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Tadbir : Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Jurnal Basicedu Journal on Education Istinbath: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Journal of Humanities and Social Studies PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Al-MUNZIR Islamika: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Akademika : Jurnal Keagamaan dan Pendidikan SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam AL-HIKMAH (Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam) Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam AL-ADABIYA: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Fitrah: Jurnal Studi Pendidikan Jurnal Mu'allim Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) KIDDO: Jurnal pendidikan Islam Anak Usia Dini Jurnal Kajian Ilmiah MURHUM : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Didaktika: Jurnal Kependidikan ABDIMASY: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Tsamratul Fikri (TF) Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Journal of Digital Learning and Education LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Religio Education (RE) TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi Journal of Education Research Mimbar Agama Budaya Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Jurnal Iman dan Spiritualitas Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran ZAD Al-Mufassirin Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Jurnal Basicedu Analisa: Journal of Social Science and Religion at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Civilization Research: Journal of Islamic Studies Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan (JURRIPEN) Jurnal Pendidikan Islam RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Ahlussunnah: Journal of Islamic Education Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Eduprof Halaqa: Journal of Islamic Education Hadara : Journal of Da'wah and Islamic Civilization EDUKASIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Jurnal Abmas Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kesiapan Guru PAI Terhadap Adopsi Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Al-Quran: Tinjauan Technology Readiness Index Zulfikar, Muhammad; Supriadi, Udin; Surahman, Cucu
Mu'allim Vol 8 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/2fnyvf73

Abstract

The integration of Artificial Intelligence (AI) in Islamic Religious Education (PAI) offers efficiency but sparks theological debates on scholarly authority. This study analyzes the readiness of PAI teachers for AI adoption in Al-Qur'an learning using the Technology Readiness Index (TRI). Employing a phenomenological qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with five teachers across generations (Gen-X and Gen-Z). Reflexive thematic analysis mapped the dimensions of Optimism, Innovativeness, Discomfort, and Insecurity. The findings reveal a "Technically Ready, Spiritually Cautious" profile. All participants acknowledged AI’s administrative utility. A generational gap exists: Gen-Z is driven by innovation and high self-efficacy, while Gen-X relies on social proof. Crucially, high universal Insecurity regarding content validity and the loss of scholarly sanad (chain of transmission) was found. Teachers position AI strictly as an instrumental tool, rejecting it as a substitute for talaqqi (face-to-face learning). The study concludes that the primary barrier is theological protection, not technical incompetence. It suggests an adoption strategy focused on ethical literacy and positioning AI as a supervised assistant to maintain Islamic education's integrity. This study recommends that the Ministry of Religious Affairs and Islamic educational institutions develop AI adoption ethical guidelines that integrate artificial intelligence as an instructional assistant without undermining the supremacy of sanad and the teacher's authority in maintaining the authenticity of religious teachings.
Meaningful Learning Practices in Islamic Education: A Qualitative Exploration of Planning, Implementation, and Evaluation Muhammad Maulana Malik Ibrohim; Udin Supriadi; Agus Fakhruddin
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2469

Abstract

This research explores the implementation of meaningful learning in Islamic Religious Education (PAI) classes at two Islamic-based senior high schools in Bandung: SMA OMNI Bintang Madani and SMA Mutiara Bunda. Using a qualitative descriptive approach, the study examines planning, implementation, and evaluation stages of meaningful learning as applied in both schools. The findings reveal that both institutions apply contextual, student-centered, and value-based learning strategies, supported by continuous teacher training, integrated curriculum design, and holistic assessments. SMA OMNI adopts a structured PDCA model, while SMA Mutiara Bunda emphasizes flexibility and student agency. The results suggest that meaningful learning not only strengthens religious understanding but also enhances students’ reflective thinking, creativity, and character development. This study provides a practical model for integrating Ausubel’s theory with 21st-century skills and Islamic education values.
Studi Eksplorasi Penerapan Model Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar M. Ihsan Abdul Ghani; Udin Supriadi; Agus Fakhruddin
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar Kota Bandung, dengan fokus pada asesmen awal, perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen akhir. Latar belakang penelitian ini adalah masih terbatasnya penelitian yang mengkaji praktik diferensiasi dalam PAI di tingkat sekolah dasar, padahal pembelajaran PAI memiliki karakteristik khas yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi di tiga sekolah dasar yang mewakili sekolah negeri, swasta, dan Islam terpadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru-guru PAI sudah mulai mengimplementasikan prinsip-prinsip diferensiasi dalam pembelajaran, meskipun dengan tingkat kematangan yang berbeda-beda. Pada tahap asesmen awal, guru berupaya memetakan kesiapan, minat, dan gaya belajar siswa, namun masih menghadapi keterbatasan instrumen. Pada tahap perencanaan, guru di sekolah swasta dan Islam terpadu lebih kreatif dalam menyusun variasi konten, proses, dan produk dibandingkan dengan sekolah negeri. Pelaksanaan pembelajaran menunjukkan dampak positif pada keaktifan, motivasi, dan internalisasi nilai religius siswa, meskipun pelaksanaannya belum konsisten karena kendala waktu, sarana, dan manajemen kelas. Asesmen akhir belum sepenuhnya mencerminkan prinsip diferensiasi, dengan sebagian guru masih menggunakan tes seragam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan diferensiasi dalam PAI sudah berkembang ke arah positif namun memerlukan dukungan lebih lanjut berupa pelatihan berkelanjutan, sarana pembelajaran yang memadai, dan kebijakan sekolah yang mendukung. Temuan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi teoritis dan praktis untuk pengembangan strategi pembelajaran PAI yang lebih inklusif dan bermakna.
Internalisasi nilai harapan: Strategi integratif guru PAI dalam mengembangkan kultur sekolah berbasis karakter di Sekolah Dasar Negeri Tjian, Melinda Khaila Nurfadilla; Supriadi, Udin; Komariah, Kokom Siti
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v7i2.22864

Abstract

Character education in elementary schools often remains mere administrative jargon due to the gap between ideal school visions and actual classroom practices. This study aims to explore the internalization strategy of the "HARAPAN" school vision into Islamic Religious Education (PAI) learning to bridge this gap. Employing a qualitative case study design at a public elementary school in Bandung, this study collected data through in-depth interviews and participant observation, validated through source triangulation, and analyzed using Miles, Huberman, and Saldaña’s interactive model (data condensation, data display, and verification). The results demonstrate that value internalization was successfully achieved through a "Hybrid Approach" synergizing school rituals with creative teaching methods. While "Harmonious" and "Religious" values were deeply embedded through social engineering, this study reveals a critical failure in internalizing the "Amanah" (responsibility) value. A "moral knowing-doing gap" was observed, where students understood obligations but failed to execute them without supervision. This study concludes that macro-level school culture does not automatically shape micro-level independence without measurable behavioral conditioning. Abstrak Pendidikan karakter di sekolah dasar sering kali terjebak pada jargon administratif akibat kesenjangan antara visi ideal sekolah dan praktik nyata di kelas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi internalisasi visi sekolah "HARAPAN" (Harmonis, Aktif, Religius, Amanah, Peduli, Aman, Nyaman) ke dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) guna menjembatani kesenjangan tersebut. Menggunakan desain studi kasus kualitatif di sebuah SDN di Bandung, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, divalidasi melalui triangulasi sumber, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berhasil dicapai melalui "Pendekatan Hibrida" yang menyinergikan ritual sekolah dengan metode kreatif guru. Nilai "Harmonis" dan "Religius" tertanam kuat melalui rekayasa sosial, namun ditemukan kegagalan kritis pada internalisasi nilai "Amanah" (tanggung jawab). Terjadi fenomena moral knowing-doing gap, di mana siswa memahami kewajiban namun gagal melaksanakannya tanpa pengawasan. Studi ini menyimpulkan bahwa budaya sekolah makro tidak serta-merta membentuk karakter mandiri tanpa adanya pengkondisian perilaku yang terukur.
Sinergitas Kemampuan Pedagogik Guru dan Orang Tua dalam Mengembangkan Sikap Sosial-Spiritual Peserta Didik pada Pendidikan Agama Islam Rahmi, Utami Qonita; Alfalah, Salma Rahmasari; Supriadi, Udin; Jamil, Hanifatun; Setiawan, Zetri
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v6i1.14958

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia memegang peranan penting dalam membentuk sikap sosial-spiritual peserta didik. Namun, pengembangan nilai-nilai ini sering terhambat oleh ketidakseimbangan kemampuan pedagogik antara guru dan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sinergitas kemampuan pedagogik guru dan orang tua serta dampaknya terhadap sikap sosial-spiritual peserta didik. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, penelitian ini menganalisis berbagai literatur terkait sinergi antara guru dan orang tua dalam konteks pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi yang efektif antara guru dan orang tua dapat meningkatkan internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari anak, berkontribusi pada pengembangan karakter dan moralitas mereka. Dengan implementasi program sinergi yang melibatkan komunikasi timbal balik dan partisipasi aktif dalam kegiatan sekolah, serta integrasi nilai-nilai budaya yang dominan, sinergi ini terbukti dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran agama. Temuan ini menegaskan bahwa sinergitas kemampuan pedagogik guru dan orang tua adalah kunci untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya berpengetahuan agama, tetapi juga memiliki sikap sosial-spiritual yang positif, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap literatur pendidikan Islam dan menawarkan rekomendasi praktis untuk meningkatkan mutu pendidikan agama di Indonesia.
Percepatan ketrampilan membaca Al-Qur’an di sekolah melalui metode Bil Hikmah Udin Supriadi; Munawar Rahmat
Jurnal Abmas Vol. 2 No. 1 (2002): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v2i1.57

Abstract

Banyaknya siswa yang buta huruf Al-Qur'an, tidak adanya metode cepat membaca Al-Qur'an, dan tidak adanya model manajemen pemberantasan buta huruf Al-Qur'an, merupakan masalah akut sejak lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Belakangan terdapat metode Bil-Hikmah, suatu metode cepat membaca Al-Qur'an bagi segala umur. Metode Bil-Hikmah mengambil keunggulan dua metode induknya. Dari Baghdadiyyah diambil keunggulan "struktur huruf dan bacaan", dan dari Shautiyyah diambil keunggulan "bacaan langsung tanpa mengeja". Dengan menggunakan prinsip pedagogis, psikologi belajar, dan manajemen model Kutab, hasilnya terbukti sangat efektif dan efisien. Dalam waktu yang relatif singkat, para siswa terbukti cepat pintar membaca Al-Qur'an.
Comparative Study of Religious Understandings of Persatuan Umat Islam (PUI) and Al-Irsyad Al-Islamiyyah (Review of Similarities and Differences in Building Ukhuwah Islamiyah) Tatang Hidayat; Udin Supriadi
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol. 5 No. 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/islam_realitas.v5i2.2092

Abstract

The phenomenon of the diversity of religious understandings of Islamic mass organizations in Indonesia promotes a variety of attitudes in the midst of society.  The purpose of this study was to analyze the results of a comparative study of religious understanding of Persatuan Umat Islam (PUI) and Al-Irsyad al-Islamiyyah reviewing the similarities and differences in building ukhuwah Islamiyah. This study employed a qualitative approach and a descriptive method.  In relation to the data collection techniques, this study employed several techniques such as interviews, observation, and documentation study. Furthermore, the collected data were analyzed using a descriptive analysis.  Based on the results of the study, it is obvious that the historical background of the establishment of PUI and Al-Irsyad was definitely different with each other. PUI was established as a result of blending the two different Islamic organizations. On the other hand, al-Irsyad was established as the continuation of the former organization called Jamiatul Khair. With respect to the faith understandings, both PUI and al-Irsyad adopted the same understanding, Aqidah ahlus Sunnah wal Jama'ah.  In the realm of worship practices, PUI adopted the understanding of the Shafi'i schools of thought, while Al-Irsyad al-Islamiyyah referred directly to the Qur'an and the Sunnah through the understanding of their scholars. In addition, in understanding Tasawwuf, PUI provided flexibility to each individual in regard to the tarekat involvement, while Al-Irsyad al-Islamiyyah in principle did not adopt the concept of Tasawwuf.  Al-Salam, Ishlah al-Samaniyah, santri asromo, santri lucu and intisab were considered as a series of unique concepts adopted by PUI.  On the other hand, the initial basic principle of the Al-Irsyad Al-Islamiyyah movement was to realize equality in the lives of fellow Muslims based on the understandings as postulated within the Quran and the Sunnah, and to remove the innovation practices (bid'ah) in terms of the faith as stated in the mabadi of Al-Irsyad.  In terms of the charitable efforts, these two organizations put more concern primarily on the realms of religion, education, economy, and social. Therefore, as the implication of this issue, the society will behave wisely in regard to the differences in Islamic understandings of Islamic mass organizations in the midst of society.Fenomena beragamnya paham keagamaan organisasi massa Islam yang ada di Indonesia menimbulkan beragam sikap di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hasil studi komparasi pemahaman keagamaan Persatuan Umat Islam dan Al-Irsyad al-Islamiyyah tinjauan persamaan dan perbedaan dalam membangun ukhuwah Islamiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Teknik pengambilan data dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi.  Data-data yang sudah diperoleh kemudian dianalisis melalui analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat perbedaan sejarah berdirinya PUI dan Al-Irsyad. PUI terlahir dari gabungan 2 ormas Islam yang berbeda, adapun Al-Irsyad terlahir dari ormas Jamiatul Khair. Dalam pemahaman ‘aqidah, PUI dan Al-Irsyad sama-sama menganut paham ‘aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Dalam pengamalan ibadah, PUI mengadopsi pemahaman madzhab Syafi’i rahimahullah, adapun Al-Irsyad al-Islamiyyah merujuk langsung kepada al-Qur’an dan Sunnah melalui pemahaman ulama mereka. Dalam pemahaman Tasawuf, PUI memberikan keleluasaan kepada pribadi masing-masing untuk mengikuti tarekat manapun, adapun Al-Irsyad al-Islamiyyah secara pemahaman tidak mengadopsi konsep tasawuf. PUI memiliki prinsip khas yakni konsep al-Salam, Ishlah al-Samaniyah, santri asromo, santri lucu dan intisab. Adapun prinsip pokok awal gerakan Al-Irsyad al-Islamiyyah yakni mewujudkan kesetaraan dalam kehidupan sesama muslim berdasar pemahaman yang bersumber dari al-Quran dan sunnah, menumpas praktik bid’ah dalam hal akidah sebagaimana yang tercantum dalam mabadi Al-Irsyad al-Islamiyyah.  Dari segi amal usaha kedua ormas ini memiliki kesamaan dalam bidang keagamaan, pendidikan, ekonomi, dan sosial. Implikasinya dalam menyikapi perbedaan paham keagamaan ormas Islam di tengah-tengah masyarakat akan semakin bijaksana.
HAKIKAT MANUSIA DALAM AL-QUR`AN DAN PANCASILA: IMPLIKASI TERHADAP PENDEKATAN HOLISTIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM Muhammad Hizba Aulia; Udin Supriadi; Nurti Budiyanti
Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2024): Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/kreatifitas.v13i2.1235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hakikat manusia melalui lensa Al-Qur'an dan Pancasila serta menganalisis dampaknya terhadap pendidikan Islam secara holistik. Dengan menerapkan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan analisis konten, mengumpulkan data dari teks Al-Qur'an, dokumen resmi Pancasila, dan literatur akademik yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an dan Pancasila memberikan kontribusi signifikan terhadap pendekatan pendidikan yang tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak, karakter, dan tanggung jawab sosial. Al-Qur'an mendeskripsikan hakikat manusia dalam dimensi fisik, spiritual, moral, dan intelektual, sedangkan Pancasila menekankan nilai-nilai kemanusiaan seperti religiositas, keadilan, dan kesejahteraan sosial. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi praktis untuk mengembangkan pendidikan Islam yang lebih efektif dan relevan dalam menghadapi tantangan kontemporer
The Effect of Religious Programs on Increasing Religious Awareness and Social Concerns of Students in Madrasah Aliyah Bandung Adrian, Syntia; Supriadi, Udin; Anwar, Saepul
EDUKASIA Vol 18, No 2 (2023): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v18i2.26299

Abstract

Higher education institutions have a heavy task in carrying out the educational mandate, as they must be able to realize a unity between the knowledge, personality, and skills of students in carrying out religion in society. This study, thus, aims to determine the influence of students' religious experiences in schools on increasing their religious awareness and social concerns. This research employed a descriptive quantitative method with a correlation design. The research instrument was in the form of a questionnaire, with data analysis techniques using descriptive statistics and inference statistics. The results uncovered that students' religious experiences at school exerted a significant influence both on students' religious awareness, with a correlation value of 0.658 and on students' social concern, with a correlation value of 0.590. Students' religious experience at school had an influence of 43.29% on students' religious awareness and 34.8% on students' social concerns.
Analisis Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran PAI dengan Metode Ceramah di SD Kelas Tinggi Ega Nasrudin; Udin Supriadi; Mokh. Iman Firmansyah
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 32 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v32i22023p152-161

Abstract

Motivasi belajar adalah aspek penting dalam pendidikan. Penelitian ini berfokus pada analisis motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PAI dengan menggunakan metode ceramah di kelas tinggi SD Laboratorium Percontohan UPI. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan sampel dari kelas 4B dan 4C. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Aspek perhatian, kepercayaan diri, kepuasan, dan relevansi digunakan untuk membangun instrumen motivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode ceramah dalam pembelajaran PAI efektif menjaga motivasi siswa. Aspek perhatian, kepercayaan diri, kepuasan, dan hubungan mencapai persentase masing-masing sebesar 78,37persen; 73,69 persen; 79,72 persen; 81,83 persen. Hasil penelitian menunjukkan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa melalui penerapan metode ceramah. Namun, guru berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, kondusif, dan menarik. Dalam hal ini, guru perlu meningkatkan kemampuan bertutur kata yang baik dan meningkatkan kreativitasnya. Selain itu, guru juga sebaiknya lebih sering memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aam Abdussalam Aam Abdussalam Aam Abdussalam Aam Abdussalam, Aam Abas Asyafah, Abas Abbas, Hafizh Muzhaffar Abdul Mun'im Amaly Abu Warasy Batula Aceng Kosasih, Aceng Achmad Faqihuddin Achmad Ghiyats Setiawan Achmad Hufad Adrian, Syntia Afrina Rambe, Anggi Agus Fakhruddin ahmad rasyid, ahmad Ahmad Syamsu Rizal Ahmad Syamsu Rizal Ahmad Syamsu Rizal, Ahmad Syamsu Aisy, Salwa Rihadatul Alfalah, Salma Rahmasari Amanda, Restu Rizki Annisa Ningtias Cevie Putri Anugrah, Dena Sri Anugrah, Eri Ariasti, Widya Arvin Efriani Asraf Kurnia Asrianti, Putri Utami Aulia Nurul Insani Aulia Nurul Insani Aulya, Ghina Khoirunnisa Aulya, Ghina Khoirunnisa Azizah Azizah Dzikrina, Azizah Bahrudin Basrawy, Joyce Bulan Batula, Abu Warasy Bella Moriska, Bella Bildan Muhammad Sya'ban Bujang, Bujang Cucu Surahman Dien, Muhammad Wahyu Daffa Edi Suresman Ega Nasrudin Ega Nasrudin Eka Dudy Meinura Ermis Suryana Fadhilah Sukmawati Tanjung Fahmi Fazar Fajar Islamy, Mohammad Rindu Fajriyanur, Ikbal Fazar, Fahmi Fikri, Miftahul Ganjar Eka Subakti Haikal, Muhammad Fajrin Hakim, Faisol Helmy, Helmy Abdullah Heri Effendi Heriansah, Heriansah Hilman Taufiq Abdillah, Hilman Taufiq Husniah, Lu'Lu' Hyangsewu, Pandu I Gusti Wayan Murjana Yasa Ibrohim, Muhammad Maulana Malik Iffah, Izzatul Ika Parlina, Ika Ildira Az Zahra Ilyasa, Faisal Fauzan Iqbal Syahrijar Irfan Rizkiana Raja Nugraha Irfandi Islamy, Mohamad Rindu Fajar Jamil, Hanifatun Julia, J Junaidi Marbun Kardiyah, Kardiyah Kardiyah, Kardiyah Khoirunnisa, Hawa Komariah, Kokom Siti Langputeh, Sukree Lukman Affandi M. Ihsan Abdul Ghani Maknun, Lulu Maknun, Lulu Marwa, Najla Kamilia Maswar, Rezi Mawadda, Mita Miptah Parid Mohd Zohdi Bin Said Mokh. Iman Firmansyah Muchamad Rifki Muflih, Abdillah Muhamad Parhan Muhammad Hizba Aulia Muhammad Hizba Aulia Muhammad Lathif, Nur Muhammad Maulana Malik Ibrohim Muhammad Nurfaizi Arya Rahardja Muhammad Rivai Muhammad Yusuf Ihsan Muhammad Zulfikar Muhammadun Muhammadun Mulyana Abdullah Munawar Rahmat Muslim Muslim Nabila Putri Sholahudin Nan Rahminawati Nasrudin, Ega Nofitayanti Nofitayanti Nofitayanti, Nofitayanti Nunuy Nurjanah Nur Rohmatul Azka Nuri Sri Handayani Nurti Budiyanti Nurti Budiyanti oʻgʻli, Sodiqov Ulugʻbek Gʻulomjon Pamungkas, Muhamad Imam Pratiwi, Puji Oktavia Pratiwi, Puji Oktavia Putri, Fauzah Kartika Putri, Fauzah Kartika Rachmadilla Indah Maulidina Rahardja, Muhammad Nurfaizi Arya Rahman, Roslan Abdur Rahmi, Utami Qonita Rama Wijaya Abdul Rojak Rambe, Anggi Afrina Ramdani, Febriant Musyaqori Ramdani, Febriant Musyaqori Regita Ayu Dwietama Risa Haelani, Risa Risris Hari Nugraha Ritonga, Mhd. Aksaril Huda Rodey Hamza Bin Hamzah Saepul Anwar Sarvinoz Baxtiyorovna, Allayorova Setiawan, Achmad Ghiyats Setiawan, Zetri Shalza Alifia Yasha Shopiani, Bunga Suci Siti Aisyah Sofyan Sauri Sofyan Sauri, Sofyan Solihin, Arip Sulastri Sulastri Supriyadi, Tedi Syafarina, Syafarina Syahidin Syahidin Syahidin, Syahidin Syaripudin, Ahmad Tantowi, Yusuf Ali Tatang Hidayat Tatang Hidayat Thahariyah Thahariyah Tjian, Melinda Khaila Nurfadilla Toto Suryana, Toto Usup Romli Wati, Desi Erna Wawan Hermawan Wilodati Yuli Wahyuliani, Yuli Zaakiyah, Eneng Dewi Zaakiyah, Eneng Dewi Zahara, Mila Nabila Zahara, Mila Nabila Zahwa, Randira Naja Zakaria Zakaria