Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Karakter di Era Digital: Tantangan dan Strategi dalam Membentuk Generasi Berakhlak Mulia Salsa Nurhabibah; Herlini Puspika Sari; Siti Fatimah
Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jmpai.v3i3.1099

Abstract

The digital era has brought major changes to various aspects of life, including in the world of education. One of the main challenges that has emerged is how to shape the character of the younger generation amidst the flow of information that is so fast, free, and uncontrolled. The negative influence of social media, the decline in direct social interaction, and weak control over digital content consumed by students are serious obstacles in the implementation of character education. This article discusses these challenges while offering strategies that can be implemented by educators, parents, and educational institutions. The strategies outlined include the wise integration of technology in character learning, strengthening the role of the family as the first and foremost educational environment, and the importance of role models and consistency of moral values in everyday life. Through an adaptive, collaborative, and sustainable approach, character education can remain the foundation in forming a generation that is not only intellectually intelligent, but also has integrity, responsibility, and noble character in the digital era.
Implementasi Pendidikan Inklusif dalam Lembaga Pendidikan Islam : Tantangan dan Solusi Aldi Zainal; Fitria Azura; Amelia Sofia Putri; Herlini Puspika Sari
Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Vol. 3 No. 3 (2025): June: Jurnal Budi Pekerti Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbpai.v3i3.1097

Abstract

This study aims to explore the implementation of inclusive education in Islamic educational institutions, as well as to identify the challenges and potential solutions in its practice. Using a qualitative approach through in-depth interviews and direct observation, the findings reveal significant obstacles such as limited teacher understanding, inadequate supporting facilities, and persistent social stigma toward students with special needs. However, continuous professional development for educators, the provision of inclusive-friendly infrastructure, and increased public awareness have proven effective in gradually addressing these challenges. The study emphasizes the importance of collaboration among government, educational institutions, and the wider community in establishing an equitable and quality Islamic education system that is inclusive for all. These findings also contribute to the development of inclusive education policies grounded in Islamic values.
Peran Pendidikan Islam Dalam Menjaga Nilai-Nilai Keislaman di Tengah Arus Globalisasi Rani Jutia Anggraini; Riu Anugerah Neoldi Poetra; Herlini Puspika Sari
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i2.946

Abstract

Arus globalisasi membawa tantangan signifikan terhadap pelestarian nilai-nilai keislaman di kalangan umat Muslim. Pendidikan Islam memiliki peran krusial dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif globalisasi dan menanamkan pemahaman serta pengamalan nilai-nilai Islam yang kokoh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran pendidikan Islam dalam menjaga dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah derasnya arus globalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber relevan seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam, melalui kurikulum yang komprehensif, metode pengajaran yang efektif, dan lingkungan pendidikan yang kondusif, mampu membentuk karakter Muslim yang kuat, memiliki pemahaman agama yang mendalam, serta mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Lebih lanjut, pendidikan Islam berperan dalam mengembangkan kesadaran akan identitas Muslim, menumbuhkan sikap kritis terhadap pengaruh globalisasi yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam, serta membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan untuk berinteraksi secara positif dengan dunia global tanpa kehilangan jati diri keislamannya. Disimpulkan bahwa pendidikan Islam memegang peranan yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai keislaman di era globalisasi.
MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU PAI DI ERA DIGITAL: TANTANGAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN Mariza Zurma Audina AR; Nuryana Purwasi; Herlini Puspika Sari
DHABIT : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Dhabit : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Kementerian Agama Prov Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatkan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah langkah penting untuk memperbaiki mutu pendidikan agama Islam di era digital. Era ini ditandai oleh perkembangan pesat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, serta perubahan nilai-nilai dalam masyarakat. Kondisi ini mengharuskan guru PAI untuk memiliki kompetensi yang memadai agar dapat menghadapi berbagai tantangan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya peningkatan profesionalisme guru PAI di era digital. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber tertulis, seperti buku dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan profesionalisme guru PAI di era digital adalah kebutuhan yang mendesak untuk memastikan pendidikan agama yang relevan dan efektif. Untuk mencapai hal tersebut, pelatihan keterampilan digital, pemanfaatan sumber daya online berkualitas, dan pengembangan metode pembelajaran interaktif sangat penting. Dengan demikian, guru PAI dapat menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan bermakna bagi siswa. Selain itu, komunikasi yang baik, evaluasi berkelanjutan, dan dukungan dari komunitas belajar akan memperkuat keterlibatan siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Integrasi nilai-nilai Islam dalam konteks digital, serta kemampuan refleksi diri guru, juga menjadi kunci untuk mengoptimalkan proses pengajaran.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI TANTANGAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DAN SOCIETY 5.0 Wenny Khairunnisa; Nia Ramadhani; Muhammad Raihan Ramadhan; Herlini Puspika Sari
DHABIT : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Dhabit : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Kementerian Agama Prov Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Revolusi Industri 4.0 dan era Society 5.0 telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Pendidikan Islam sebagai bagian penting dari sistem pendidikan nasional dituntut untuk melakukan transformasi agar mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks dan berbasis teknologi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bentuk transformasi pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 serta mengidentifikasi strategi yang dapat dilakukan agar tetap relevan dan adaptif. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil studi menunjukkan bahwa transformasi pendidikan Islam dapat dilakukan melalui integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran, penguatan kurikulum berbasis nilai-nilai Islam dan kompetensi abad 21, serta pengembangan karakter peserta didik yang mampu bersaing secara global namun tetap berakhlak mulia. Simpulan dari studi ini adalah bahwa transformasi pendidikan Islam merupakan keniscayaan yang harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan agar mampu mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri keislaman.
STRATEGI PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU PAI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Atom Suhendra; Desi Gustiara; Varisha Qurratul Syar’aini; Herlini Puspika Sari
DHABIT : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Dhabit : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Kementerian Agama Prov Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan faktor kunci dalam menentukan mutu proses dan hasil pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan dalam pengembangan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan profesionalisme guru PAI dilakukan melalui beberapa pendekatan, antara lain pelatihan dan workshop, pembinaan melalui supervisi akademik, peningkatan kompetensi pedagogik, serta penguatan etos kerja dan integritas keislaman. Selain itu, kolaborasi antar guru, keikutsertaan dalam forum MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), dan pemanfaatan teknologi pembelajaran juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Penerapan strategi ini berdampak positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran, baik dari segi metode pengajaran, keterlibatan siswa, maupun pencapaian hasil pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya dukungan berkelanjutan dari sekolah dan instansi terkait dalam pengembangan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam (PAI) secara berkelanjutan.
Peran Pendidikan Islam dalam Membangun Kesetaraan Gender di Lingkungan Sekolah Azzura Arum Ningtias; Muhammad Bukhari Tambunan; Umi Kalsum; Herlini Puspika Sari
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
Publisher : Publication and Inovasi Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jsii.v3i1.1015

Abstract

Permasalahan ketidaksetaraan gender masih menjadi tantangan global, termasuk dalam komunitas Muslim. Meskipun ajaran Islam menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan sebagaimana tercermin dalam Al-Quran, interpretasi bias gender dalam sejarah Islam telah menyebabkan praktik diskriminatif terhadap perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Islam dalam membangun kesetaraan gender di lingkungan sekolah, dengan menyoroti prinsip-prinsip Islam yang mendukung keadilan gender dan upaya reinterpretasi teks keagamaan yang lebih egaliter. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis literatur terkait ajaran Islam tentang perempuan, sejarah pemikiran Islam tentang hak-hak perempuan, dan peran pendidikan dalam membentuk pemahaman tentang gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki potensi besar dalam menanamkan nilai-nilai kesetaraan gender kepada peserta didik melalui penyampaian ajaran Islam yang komprehensif dan adil, serta pengenalan terhadap pemikiran tokoh-tokoh Muslim progresif yang membela hak-hak perempuan. Reinterpretasi teks-teks agama dengan pendekatan kontekstual dan maqashid syariah menjadi kunci untuk menghilangkan bias gender dan mengembalikan semangat keadilan Islam. Pendidikan Islam yang berperspektif gender dapat memberdayakan siswa dan siswi untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai kesetaraan dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Media Sosial Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Ahmad Afandi Hasan; Nandika Dwi Pratama; Herlini Puspika Sari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i2.942

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), media sosial memiliki peran penting sebagai sarana penyampaian materi, diskusi, serta peningkatan interaksi antara guru dan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam pembelajaran PAI serta dampaknya terhadap pemahaman dan motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, dimana seluruh data diambil melalui buku, artikel ilmiah dan dokumen yang berkaitan dengan tema penelitian, data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dapat meningkatkan aksesibilitas terhadap sumber belajar, memperkaya metode pengajaran, dan memberikan ruang diskusi yang lebih luas bagi siswa. Namun, terdapat tantangan seperti distraksi dan penyalahgunaan media sosial yang perlu dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang efektif dalam memanfaatkan media sosial agar dapat mendukung pembelajaran PAI secara optimal.
Pendidikan Islam di Era Post-Truth: Tantangan Dan Strategi Literasi Media Bagi Generasi Muda Ardina Rasiani; Herlini Puspika Sari; Erna Wilis; Urai Setiawarni
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i2.947

Abstract

Era post-truth yang ditandai dengan maraknya disinformasi dan dominasi emosi atas fakta telah menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan, termasuk Pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan serta merumuskan strategi literasi media dalam Pendidikan Islam bagi generasi muda di era post-truth. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang dianalisis secara deskriptif-analitis. Data diperoleh dari berbagai literatur ilmiah, artikel jurnal, dan dokumen relevan yang berkaitan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda Muslim rentan terhadap paparan informasi yang tidak valid, yang dapat mengaburkan nilai-nilai keislaman dan memperlemah pemahaman agama. Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis, menyaring informasi, dan membangun kesadaran etis dalam bermedia. Strategi literasi media berbasis nilai Islam seperti tabayyun, amar ma’ruf nahi munkar, dan akhlak digital menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan informasi generasi muda. Kesimpulannya, penguatan literasi media dalam Pendidikan Islam adalah kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan era post-truth secara komprehensif
Peran Pendidikan Islam Dalam Membangun Karakter Generasi Muda di Tengah Arus Globalisasi Aulia Herawati; Putri Dewi Sinta; Siti Nurhidayatul Marati; Herlini Puspika Sari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i2.987

Abstract

Globalisasi membawa dampak besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk terhadap nilai dan karakter generasi muda. Di tengah kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi, generasi muda menghadapi tantangan serius berupa krisis identitas, lunturnya nilai moral, serta meningkatnya perilaku individualistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Islam dalam membentuk dan memperkuat karakter generasi muda agar tetap memiliki landasan moral yang kuat di era globalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam mengajarkan nilai-nilai universal seperti kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, tolong-menolong, serta rasa hormat terhadap sesama. Nilai-nilai ini jika diterapkan secara konsisten dalam proses pendidikan formal maupun nonformal, dapat menjadi filter bagi generasi muda dalam menyaring pengaruh negatif globalisasi. Selain itu, pendidikan Islam juga memiliki pendekatan holistik yang mencakup dimensi spiritual, intelektual, emosional, dan sosial, sehingga mampu membentuk manusia seutuhnya. Kesimpulannya, pendidikan Islam memiliki kontribusi yang signifikan dalam pembangunan karakter generasi muda dan dapat dijadikan sebagai solusi alternatif dalam menghadapi tantangan era globalisasi. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya revitalisasi pendidikan Islam yang kontekstual, adaptif, dan terintegrasi dalam sistem pendidikan nasional agar mampu melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia dan kompeten secara global.
Co-Authors ABDUL HAMID Adelia Putri Adrian Saputra Ahmad Afandi Hasan Ahmad Ridwan Fauzi Ahmad Taufiq Ahmad Zidan Alfaruqi Aldi Zainal Alvia Zackia Syabrina Alya Nur Affifah Alya Rizanda Amelia Sofia Putri Ana Susiana Anggie Ardilla Tari Anggrayni Annisaul Fitri Ardina Rasiani Ari Supriadi ARIF HIDAYAT Aryuna Amalia Harahap Atom Suhendra Attiqa Nazira Aulia Herawati Aulia Putri Azkiyah, Naila Azzura Arum Ningtias A’isy Alya Febriani Cici Wulandari Daniel Happy Putra Darma Sari Lubis Dela Andriani Delingga Nugraha Dera Adila Putri Deri Wanhar Sarputra Desi Gustiara Doni Afrialdi Dori Omas Hasibuan Eka Alzahra Erna Wilis Fadly Hady Lingga Fatimah Azzahra Salim b Fauzan, Khizna Kholiq Femas Dwi Andhika Fhina Ardini Fika Heriyati Finna Rahmatia Fiqi Refianada Putra Firza Alkhoiri Fitri Handayani Fitri Handayani Fitria Azura Gema Adhari Gema Adhari Sutrisno Gilang Irhamsyah Hadi Kurniawan Heldeyely Windri Hilwa Nurul Fikriyah Ibrah Safirah Igo Fadhli Sa’bani Ikhwan Maulana Indriayu Ramadhani Intan Probowati Intan Rosetya Viera P Irhamullah Irma Nur Rahmawati Irusmaini Isratul Husna Jefri Jefri Kamilatul Hayati Khairunnisa Tazkia Khairunnisa, Wenny Khoirul Umam Lubis KHOIRUNNISA Khoirunnisa Khoirunnisa Kurniawan Laila Sari Rambe Lely Amelia Aryani Lilis Gusliyah Linda Astria Liza Ananda Putri M. Rafi Alfazri M. Sahrial Efendi Lubis M. Wahyu Fahrizal M.Khairul Mahatri Awalia Mahfidzul Amal Maisy Afriliany Mardatul Hasanah Mariza Zurma Audina AR Maulana Ismail Maysi Adriani MIFTAHUL JANNAH Miftha Hulladuni Riandi Muhammad Bukhari Tambunan Muhammad Farhan Muhammad Hisyam Muhammad Idris Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Rizaldi Muhammad Raihan Ramadhan Muhammad Rizki MUHAMMAD SYAFIQ Muharrani, Muharrani Mukharomah Musthafa Rahman Nanda Mulyani Pratiwi Nandika Dwi Pratama Nazifah Fitri Annisa Nia Ramadhani Niesa Amalia Nova Mulyani Novelia Angely Novita Dyah Islamiyyah Nur Aini Nur Annisa Nur Ikhsaniyah Lubis Nur Rahmadani Fitri Nur Sa'adah Nurhasanah Chan Nurlita Ekasari Nurshafitri NURUL HIKMAH Nuryana Purwasi Oktadilla Fauzana Paras Rindwianto Putri Dewi Sinta Putri Nabilah Putri Nurhidayah PUTRI WULANDARI RAHMALIA, RENNY Rahmi Alya Rahnia Mutari Anli Rani Jutia Anggraini Ridwan Saleh Rika Lestari Rika Lestari Hasibuan Rini Andriani Riri Novia Sari Riri Novia Sari Hasibuan Ririanti Riska Nabela Risma Indriana Riu Anugerah Neoldi Poetra Rizky Ananda Putra Rizky Azzahra Robiatul Adawiyah Romadon Ronal Ramadhan Rosnita Siregar Safira Laila Wulandari Salsa Bila Ivanda Salsa Nurhabibah Salsabila Afifah Riswana SALSABILA, ANNISA Samarotul Silmi Sari Primayeni Satria Parwira Sendi Sendi SITI FATIMAH Siti Khoriah Fitriani Siti Najla P Siti Nurhidayatul Marati Siti Sri Wahyuni Sitti Hawa Sri Hafizatul Wahyuni Zain Sri Widyahati Suci Rahmi Syarifah Aini Syarifah Alfiah Nabilah Syarkani Syuhadatul Husna Ulfa Faizah Ulil Devia Ningrum Umi Kalsum Urai Setiawarni Varisha Qurratul Syaraini Varisha Qurratul Syar’aini Viona Putri Ramadhan Wahyu Hidayat Wenny Khairunnisa Widya Lestari Windi Lestari Yenny Siregar Yesha Arista Sulistiawati Yuli Angraeni Yusriyah Zahra Khairunnisa Zaleha, Siti Zikri Dwi Marpendra