p-Index From 2021 - 2026
14.651
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DE JURE TAWASUT Indonesian Journal of Moderate Islam Al Ishlah Jurnal Pendidikan JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Substantive Justice International Journal of Law Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Jurnal Bimbingan Konseling Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar) Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) As-Syar'i : Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga Jurnal Geocivic Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Hukum Lex Generalis Jurnal Kewarganegaraan Action Research Literate (ARL) Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Haumeni Journal of Education JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi Harakat an-Nisa: Jurnal Studi Gender dan Anak Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Journal Of Human And Education (JAHE) TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Penamas Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan KANGMAS: Karya Scientific Community Service is a journal CONSTITUO: Jurnal Riset Hukum Kenegaraan dan Politik JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Media Sains Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Claim Missing Document
Check
Articles

HAKIKAT PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM MEMBENTUK GENERASI BERKARAKTER Anjulin Yonathan Kamlasi; Fadil Mas’ud; Amanda M.J Laning; Diyah Khadijah Blegur; Donatus Ferdinando Kota; Gheanida J.J Funu; Leoni Elsa Noni Faot
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.38880

Abstract

Values and moral education are essential for shaping a generation with character amidst the challenges of globalization and digitalization that threaten the moral integrity of Indonesia's youth. A 2024 report from the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Kemendikbudristek) noted that 65% of adolescents experience value conflict due to exposure to social media, while Transparency International (2024) ranked Indonesia 110/180 on the Corruption Perception Index. This article examines the internalization of moral values through a holistic approach based on Pancasila, analyzes the strategic roles of families, schools, and communities, and develops effective implementation strategies toward the vision of a Golden Indonesia 2045.Using qualitative methods based on literature reviews and descriptive analysis, secondary data from education journals (2020-2025), UNESCO reports, and international case studies (Finland) were analyzed through thematic content analysis. Key findings indicate that education based on Pancasila and local wisdom can increase the integrity and social resilience of the younger generation by up to 30%, as evidenced by the Independent Curriculum. Key challenges, such as the influence of gadgets, are addressed through multi-stakeholder collaboration, digital ethical literacy, and project-based learning. The conclusion emphasizes the collective commitment of all parties to realizing the Pancasila Student Profile, which is devout, cooperative, and critical. Recommendations include national teacher training and empirical character indicators. This research contributes to the transformation of character education in Indonesia.
PERAN GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBANGUN SEKOLAH DAMAI BERKEBHINNEKAAN Anif Istianah; Hendri Irawan; Fadil Mas'ud
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.4

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara mendalam peran penting guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam menciptakan lingkungan sekolah yang damai, yang berpengaruh positif terhadap terbentuknya masyarakat yang aman dan sejahtera. Fokus utama studi ini adalah proses pembentukan karakter cinta damai melalui pembelajaran PKn. Keberhasilan PKn sebagai sarana utama dalam membangun karakter cinta damai menjadi perhatian utama penelitian ini. Tujuannya adalah untuk menanamkan nilai-nilai tersebut pada generasi muda melalui pembelajaran PKn di sekolah. PKn berfungsi sebagai media untuk menyampaikan nilai-nilai kerjasama, toleransi, dan perdamaian dalam kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan memiliki potensi besar dalam mendidik generasi muda untuk menghargai pentingnya kerjasama, toleransi, dan perdamaian dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah yang menerapkan nilai-nilai perdamaian yang diajarkan melalui PKn diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat.   This study examines in depth the important role of Civic Education (Civics Education) teachers in creating a peaceful school environment, which has a positive effect on the formation of a safe and prosperous society. Civics Education as the main tool in building a peace-loving character is the main concern of this research. The aim is to instill these values in the younger generation through Civics learning in schools. Civics serves as a medium to convey the values of cooperation, tolerance, and peace in students' daily lives. This research uses a qualitative approach with a literature study method. Data collection was done through documentation study and observation. The results showed that civic education has great potential in educating the younger generation to appreciate the importance of cooperation, tolerance, and peace in everyday life. Schools that implement peace values taught through Civics Education are expected to make a positive contribution to the welfare of society.
Pemecahan Masalah Konfliktual dalam Dilema Moral: Implikasi terhadap Perkembangan Penalaran Moral Fadil Masud; ANJULIN YONATHAN KAMLASI; ARGITA CLAUDIA MONE; KARMELITA ELU; ERY BENU; INTAN MARLENCI LADA
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dilema moral merupakan situasi yang ditandai oleh konflik antar nilai etis yang sama-sama memiliki legitimasi moral, sehingga menuntut penalaran yang kompleks dalam proses pengambilan keputusan. Namun, kajian moral selama ini masih cenderung bersifat normatif dan berfokus pada hasil keputusan, sementara proses pemecahan konflik nilai sebagai mekanisme perkembangan penalaran moral belum banyak dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi pendekatan pemecahan masalah konflik­tual dalam dilema moral terhadap perkembangan penalaran moral individu. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang dipadukan dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh dari artikel ilmiah yang diindeks melalui Google Scholar, dengan proses seleksi berdasarkan relevansi topik, kualitas publikasi, dan ketersediaan teks lengkap. Data dianalisis secara kualitatif melalui sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola, tema utama, dan hubungan konseptual antar temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan pemecahan masalah konflik­tual mendorong individu untuk terlibat dalam proses refleksi, dialog nilai, dan evaluasi konsekuensi etis, sehingga menghasilkan penalaran moral yang lebih matang dan kontekstual. Konflik moral tidak hanya dipahami sebagai hambatan, melainkan sebagai mekanisme konstruktif yang berperan penting dalam perkembangan penalaran moral. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan menawarkan perspektif integratif yang menghubungkan konflik nilai, pemecahan masalah, dan penalaran moral, serta implikasi praktis bagi pengembangan pendidikan moral dan literasi kritis, khususnya dalam menghadapi tantangan etika di era digital.
Pengaruh Norma Sosial terhadap Pembentukan Hukum: Suatu Kajian Yuridis Normatif stevan christian antoin; sarni sain; Mariam clarita mauko; Fadil Mas'ud; Kefi Listiana Fransisca Taneo
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10508

Abstract

Pembentukan hukum pada hakikatnya tidak hanya merupakan proses normatif yang bersumber pada kewenangan negara, tetapi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai sosial yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Dalam praktiknya, masih ditemukan kesenjangan antara norma hukum yang dibentuk secara formal dengan norma sosial yang dianut masyarakat, sehingga berdampak pada rendahnya legitimasi dan efektivitas hukum. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kajian mendalam mengenai pengaruh norma sosial terhadap pembentukan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran norma sosial dalam proses pembentukan hukum serta menjelaskan kontribusinya sebagai dasar sosiologis dalam mewujudkan hukum yang responsif dan berkeadilan. Penelitian ini menggunakan metode kajian yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Data penelitian diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, yang meliputi peraturan perundang-undangan, buku teks hukum, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan tema norma sosial dan pembentukan hukum. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelaah dan mensistematisasi norma hukum serta pandangan para ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma sosial memiliki pengaruh signifikan dalam pembentukan hukum, baik dalam penentuan substansi hukum, peningkatan legitimasi sosial, maupun efektivitas penerapan hukum. Integrasi norma sosial dalam proses pembentukan hukum mampu menjembatani norma moral dan norma hukum, sehingga hukum yang dihasilkan tidak hanya sah secara yuridis, tetapi juga diterima dan dipatuhi oleh masyarakat.
SIKAP KEPRIBADIAN MORAL DALAM MEWUJUDKAN KEHIDUPAN BERMASYARAKAT DAN PELAJAR YANG BERETIKA Fadil Masud, S.Sos., M.Hum; Anjulin Yonathan Kamlasi,M.Pd; Asri Laksenia Tamonob; Adrianus Seso; Sarni Sain; Klarinta Victoria Bayfeto; Dewi Astuti S. Saleh
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10546

Abstract

Rapid social change and the development of digital technology have created serious ethical challenges in social life and among students. Declining social awareness, unethical communication practices, and the misuse of social media indicate the importance of strengthening moral personality attitudes as the foundation of ethical behavior. This study aims to analyze the role of moral personality attitudes in fostering ethical social life among society and students. The research employed a Systematic Literature Review (SLR) method by examining relevant academic articles obtained from Google Scholar published over the last ten years. Data were analyzed through identification, selection, and narrative synthesis of research findings. The results indicate that moral personality attitudes play a crucial role in shaping responsible, tolerant, and ethical behavior in both real-life and digital social interactions. Strengthening moral personality through moral education and digital literacy contributes significantly to reducing unethical behaviors such as the spread of misinformation, hate speech, and intolerance. Therefore, continuous development of moral personality attitudes through education, family, and community involvement is essential to create ethical and civilized social and student life.
SUMBER HUKUM SEBAGAI PILAR CIVIL LAW,COMMON LAW,DAN HUKUM ADAT Juan delgibed sinlae; Fadil Masud; Helmi debora tobe; Intan marlencia lada
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sources of law constitute fundamental pillars in the formation and implementation of legal systems, providing legitimacy, legal certainty, and normative direction for state governance. In the global legal context, three major legal traditions are widely recognized, namely civil law, common law, and customary law, each characterized by distinct sources of law. The problem addressed in this study lies in the limited comprehensive understanding of the position and role of legal sources within these traditions, particularly in the context of Indonesia’s pluralistic national legal system, which faces the challenges of globalization and digitalization. This study aims to analyze sources of law as the main pillars of the civil law, common law, and customary law traditions and to examine their relevance to the development of Indonesia’s national legal system. The research employs a normative legal research approach with a library research design. Data were collected through the examination of primary, secondary, and tertiary legal materials, which were analyzed qualitatively using a descriptive-analytical method and a comparative legal approach. The findings indicate that sources of law in the civil law tradition primarily emphasize statutory regulations as the main source of law, ensuring legal certainty and systematic order. In contrast, the common law tradition places judicial precedents or case law as a dominant source of law, allowing legal norms to evolve dynamically in response to social changes. Meanwhile, customary law functions as a living source of law that reflects local values and community-based wisdom. In the Indonesian context, these three legal traditions interact and complement one another, forming a pluralistic, adaptive, and justice-oriented national legal system. Strengthening legal literacy, internalizing Pancasila values, and integrating local wisdom through civic education are essential strategies to enhance public understanding and effective application of legal sources in the global and digital era.
URGENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER BANGSA YANG TANGGUH DI ERA DIGITAL Gregoriana Martina Faot; Fadil Mas’ud; Jermy I. Balukh; Gupuh Rahayu
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11384

Abstract

This research aims to analyze the urgency of Civic Education (Pendidikan Kewarganegaraan/PKn) in the context of the digital era to build a resilient national character. The massive development of information technology has brought new challenges to national identity and cohesion, such as the spread of disinformation and the potential for disintegration. Civic Education plays a crucial role as a vehicle for instilling Pancasila values, patriotism, and digital-civic literacy. The method used is a literature review (library research) with a descriptive-qualitative approach, analyzing various primary and secondary sources related to Civic Education and digital challenges. The results of the study indicate that Civic Education must transform into a Digital Ecosystem and National Narrative that focuses on strengthening virtual public ethics and digital citizenship competence. The implementation of adaptive and holistic Civic Education is expected to produce good and smart citizens who are capable of interacting in the digital space while upholding the nation's noble values, thereby forming a resilient national character.
PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR Adelsiana Lakapu; Fadil Mas’ud; Gupuh Rahayu; Ngurah Dharma Putra
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11554

Abstract

Citizenship Education plays a strategic role in shaping the character of elementary school students. Amid rapid global changes, strengthening character education at the elementary level is essential to build the foundation of responsible and democratic future citizens. This article aims to analyze the contribution of Citizenship Education to the development of moral values, national identity, and social responsibility in elementary students. Using a systematic literature review approach, this article examines research published between 2015 and 2025 regarding the implementation of character education in primary schools through Citizenship Education. The analysis shows that Citizenship Education significantly strengthens students’ awareness of national values, moral reasoning, discipline, empathy, tolerance, and social responsibility. Effective learning models such as project-based learning, cooperative learning, contextual learning, and digital-based learning also enhance the internalization of character values. Teachers play an essential role as facilitators and role models in guiding students toward positive behaviors. This study underscores that Citizenship Education must be integrated comprehensively into learning processes and school culture to achieve optimal character development outcomes. Strengthening Citizenship Education in elementary schools is crucial to ensuring that students develop not only academic competencies but also strong character that aligns with Pancasila values.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ETIKA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MEMBENTUK KARAKTER MORAL SISWA SEKOLAH DASAR Rini Maldianci Teuf; Fadil Mas’ud; Gupuh Rahayu; Ngurah Dharma Putra
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11753

Abstract

This research examines the implementation of ethical education in Civic Education learning to form moral character of elementary school students. The background of this research is the increasing concern about moral degradation among students, marked by deviant behavior and decreased sense of social responsibility. This study uses a qualitative descriptive method with a literature study approach, where data is collected from various literatures related to ethical education and character. The results of the analysis show that ethical education integrated into the curriculum and supported by teacher modeling is able to foster moral values such as honesty, responsibility, and empathy in students. The conclusion of this study emphasizes that ethical education in schools needs to be designed systematically and continuously in order to form strong moral character relevant to the challenges of the times, especially through Civic Education learning which becomes the main vehicle for moral value formation.
Perbandingan Proses Peradilan HAM Internasional dan Nasional: Studi atas Efektivitas dan Implementasi Fadil Mas’ud; Theresia Devanti Larantukan; Venansiu Gabur; Mardini Tae; Fadil Mas'ud
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35953

Abstract

The enforcement of human rights (HAM) is a crucial component of the global legal system, ensuring justice for victims of human rights violations. International and national human rights courts differ in their strengths, weaknesses, and effectiveness. This study aims to compare the two mechanisms, using case studies of the International Criminal Court (ICC) and several national systems. The ICC has the authority to handle serious violations such as genocide, war crimes, and crimes against humanity. Its strengths lie in its independence and cross-border reach, but it is hampered by political support and limited resources. In contrast, national courts are more responsive to local conditions, but are often hampered by political interference, weak institutional capacity, and legal inconsistencies. This undermines public trust in national systems. The study concludes that collaboration between international and national courts is crucial for strengthening human rights enforcement. Strengthening coordination, legal harmonization, and enhancing the capacity of national institutions are necessary for the effective implementation of international decisions. Global political support is also a determining factor in increasing the effectiveness of human rights courts and providing justice for victims of violations.
Co-Authors A Irennia Stivani Nomleni A. Malthuf Siroj, A. Malthuf Achmad Khudori Soleh Achmad Napis Qurtubi Adelheid Timu Adelsiana Lakapu Adrianus Seso Agnesia Fifin Kontesa Agnesia Fifin Kontesa Agus Bambang Nugraha Alang, Dessy M Aldy Yanshen U. T Kalla Alfret Benu Alfret Benu Amanda M.J Laning Amtiran, Morgan Anang Sumarno Angel Stefanie Nafa Angel Stevanie Nafa Angelia Hunu Ola Lewokeda Angelita Revalina Tallo Ati Anif Istianah Anjulin Yonathan Kamlasi Anjulin Yonathan Kamlasi ANJULIN YONATHAN KAMLASI Anjulin Yonathan Kamlasi,M.Pd Anna Sakreti Nawangsari Aply Rosyanti Halla Argita Claudia Mone ARGITA CLAUDIA MONE Arianti Angelita Naitboho Arki Artaban Sae Armi Danianti Bahan Arni Talan, Arni Asri Laksenia Tamonob Asri Laksenia Tamonob Asrin Deweli Nenotek Nenotek Atamukin, Kanisius Kedan Kian Auliya Ratnasari Ave Regina Chandra Kirana Ave Regina Chandra Kirana Awalya Awalya, Awalya Ayu Souterya Alkatiri Aziz, Qiqiya Tantowi Badruddin Nasir Banase, Yohanes P Banola, Arnoldus Jansen Patrio Basri Basri Basri Bau, Mario Ferdinan Beatrix Nino Funay Benediktus Kusuma Tafuli Benu, Alfret Berek, Kristiana Yanti Binti Ros Azman, Aina Sofea Bonevantura Magi Mudamakin Brampi Soniman Sae Brigita Hilda Taek Bunga Triana Lalus Bureni, Estalin Nepa Burhanuddin Susamto Chrisandes Kurniawan Naikofi Christy Revalina Teuf Claudia Aurelia Albertini Lona Dar Padji Daro, Katarina Dato Abdul Aziz Daud Yefkanius Nassa Deanatalis Padji Dogi Dogi Dedy Riwu Deni Ridolof Tunliu Deni Rudolof Tunliu Denil Ngginak Desi Asmaret Desiana Bulu Desiana M. Bulu Desiana Monika Bulu Destriani Silla Destriani Silla Dewi Astuti S. Saleh Diah Permata Rosalin Abineno Diyah Khadijah Blegur Djefri Yanto Nodu Kore Doe Rato, Maria Yuliani Doko, Meryana Micselen Donatus Ferdinando Kota Dorkas Yufice Ariyanti Kale Dwiputa, Rahyudi Eddy Silamat, Eddy Edelfina Apolonia kuza Edelvina Apolonia Kuza Egidius Fkun Elisabet Vanesha Reta Reta Elisabeth Rari Basa Emilia Nadya Pa’a Emirenciana Aek Bria Emirenciana Aek Bria Ence, Eufrasia Erikson Agung Bau Erikson Agung Bau Eroy Marthen Selan Erwin Styven Aditya Tari ERY BENU Esty Jumirna Taneo Eufrasia Bolo Fahrur Rozi Faransina Letma Fatin Ojes Nakmofa Fauziah F. Lassar Kadir Febiana Elisabet Mase Febiana Elisabet Mase Felisia Atriliani Imung Ferawati Bana Firdiyanti Firlania Stefani Seran Florensa Gaina Fransiska Afdatitan Fransiska Modhe Dua Fredik Lambertus Kollo Frida Elsin selan Ganggut, Agnes Yuniatri Gemian, Stefani Bita Gheanida J.J Funu Glen Awe Glen Gerardus Mayela Awe Golose, Petrus R. Gregoriana Martina Faot Gupuh Rahayu Harsya, Rabith Madah Khulaili Hasibuan, Kalijunjung Helmi debora tobe Hendri Irawan Herlina Anut Heronsius Sani Ritan Ibrahim, Sayyid Malik Imut, Basilika Riskiana Indah, Elisabeth Yohana Indra Kertati Indriya Fathni Inriwati Ora INTAN MARLENCI LADA Intan marlencia lada Intan Yulintri Sopaba Irennia S. Nomleni Irfan Harbona Ollo Irfan J. Tafuli Irham Wibowo Irwan Abbas Ismail Ismail Itron Johanis Lette Iwan Harsono Izhatullaili Jama, Karolus Budiman Jami Djeru Jelita Makdarenci Laitera Jelita, Maria Trivonia Jeluhur, Helda Jenita Selan Jeny Susanti Manoh Jermy I. Balukh Jetia, Yovita Erliana Johanes Jufrianus Lau Johannes P Kumagaya Juan delgibed sinlae Juwaldi Amheka Kamola, Ledrik A. W Kares, Antonius P Karmelita Elu Karolus Liat Lengo Katarina Deran Kia Nimunuho Keba, Aprilini Dima Kefi Listiana Fransisca Taneo Keraf, Veronika Tiara Hingi Kevi Listiana Fransisca Taneo Kevy L. F. Taneo Kevy Listiana Fransisca Taneo Kevy Listiana Fransisca Taneo khusnul khotimah Kian, Selviana Lipat Ara Klarinta Victoria Bayfeto Klau, Anastasia Suputri Klau, Cesilia Lucia Koleta Luruk Klau Koleta Luruk Klau Kollo, Fredik L. Kontesa, Agnesia Fifin Kristiana Lipat Samon Kristiani , Wihelmina Leni Kristina Desita Angul Kurniati Amir Kutratul Yuyun Laga, Oskar Enjelius Lao, Maria Jesnita Melania Lau, Clarisa Angelina Aeng Leonardus Hare Ladjar Leoni Elsa Noni Faot Lewokeda, Angelia Hunu Ola Ludung, Goden Harna Hadia Luluk Sarifah Ly, Petrus Made Susilawati Magdalena Inda Bria Mailani, Metriana Maimuna Faizah Rahma Atulolon Maimuna Faizah Rahma Atulolon Maimunah Faizah Rahma Atulolon Mali, Maria Muliani Maran, Yohana S. R Mardini Tae Maria Cindiany Baru Maria Cindiany Baru Maria Delastrada Namang Maria Fatima Muti Maria Felisitas Suan Maria Fitriani Longa Rehing Maria Fransiska Mika Maria Fransiska Mika Maria Galgani Rovianyta Toi Maria Indrawati Sanan Maria Jesnita Melania Lao Maria Kamelia Kewa Tukan Maria Karolina Rei Maria Kartika Jinas Maria Miklola Sarmita Maria Mirayanti Hago Maria Mirayanti Hago Maria Muliani Mali Maria Nirma Komala Rija Maria Novensia Epi Lengo Maria Selfiani Teci Maria Selfiani Teci Maria Sipriani Dau Maria Sofiati Siki Maria Susanti Maria Yuliani Doe Rato Mariam clarita mauko Marianus Bhau Rengga Bria Marianus Siga Marianus Siga Marianus Siga Mark Jhon Bilistolen Marsi Bani Maru, Yohanes Carlos Kasilas Mei Marwinata, Pepy Mazidah, Zidna Mega Irma Wati Melinda Ratu Radja Melkian Diki Talumbani Melkianus Dju Menci Adi Yatr Nomleni Meo, Maria Natalia Meo, Matrona Mere, Anastasia Boleng Merli serlianti Beis Mersiana Wanda Tuti Issu Mersiana Wanda Tuti Issu Miranti May Nggadu Mnanu, Nafsyan A Modok, Grasella Ferina Nai Mohammad Takdir MUHAMMAD ALI Muhammad Ali Muhammad Arif Wicaksono Muhammad Dheo Adrian Muhari Nadia Menu Ola Nadia N.S.Y Lodo Nadia Naema Sisilia Yuniati Lodo Nadya Paa Nana, Katarina Rensa Naomi Graciella Liukae Natalia Beka Natalia Fransiska Alunat Natalia Stefania Beka Nataliana Sensi Natalidya Bolang Naya Fransiska Talan Negat, Katharina Nelson Alberto Selan Nenotek, Asrin Deweli Neonbeni, Rosalia Nesi Rosalinda Kenjam Nety Novita Hariyani Nggandung, Yeheskial Ngurah Dharma Putra Niela Agustin Hermawatie Nindy Nenobais Nining Lestari Da Silva Nitti, Novalianti Nobertus Deni Cuan Nomeni, Netriana Nomleni, Hanani R Novia Srinestava Sari Nuak, Angelina Seran Oksix Godlavson Rutin Tari Oksix Tari Oktaviana Mopia Oktovina Mopia Ola, Maria F. A. L ola, Nadia menu Olla, Yunita Ratu Openg, Wiliam Fenoli Kituk Ortalana Anisa Merfi Tob Oswaldus Rinaldi Pandu, Gita Larasti Pastela Sulastri Seja Seja Payong, Emilia Waha Penuam, Acow Hendry Gunawan Perpetua Felisitas Gesu Petronia Mersiana Damai Petrus Alexander Tamonob Petrus Ana Andung Pratama, T. Andana Harris Purwoko, Agus Raditya Maharani Radja, Daud Christo Luis Rahyudi Dwiputra Rahyudi Dwiputra Rahyuni Dwiputra Ratnasari, Auliya Redemtoria Juana Sanbret Regina Tutoq Rehan Glen Ly Retno Angraeni S Rini Maldianci Teuf Rinovian Rais Riven Imanuel Timo Robert Alex Serang Rosadelima Asti Mau Rosalia Neonbeni Rosalinda Tulit Rosvita Yolantika Yestari Salam, Nor Saldy Hermanus Pandie Samuel Riwu Ratu Sanung, Florentina Sapay, Yumri Agelvi Sarina Sarina Sarni Sain sarni sain Selfi Kase Selfi Theorin Kasse Sepete Adrian Mangngi Sepete Adrian Mangngi Sesilia Ruron Shofiatul Jannah Siregar, M Parlin Rahmadhana Soleman D. Nub Uf Sonbai, Victor Sonya W. O. Ay Sonya Wiwin Olifia Ay Sri Ofiliani Naitboho Stefani Ijeltin Manek Stefynia Adriana Lengo Stefynia Adriana Lengo stevan christian antoin Stevania Gladis Ola Sudiyarti Sudiyarti Sunawan Sunawan Sur Ical Lani Suriyanti Ramadhani Soemowinoto Suriyanti Ramadhani Soemowinoto Susan Clarita Maro Syafrullah, Muhammad Deddy Syaifudin, Muh Syunikitta, Mirwanti T. Andana Harris Pratama Tanty Milan Antonia Dollu Taolin, Ainu P Taopan, Eby Tapatab, Shintya M Tefa, Alencia Tenmau, Delprila G Tes, Hendri Septiano Theresia B. S. Keransj Theresia Bernadete Omi Diaz Theresia Devanti Larantukan Theresia Irnatesa Vivin Theresia Vivin Thomas Kemil Masi Tonis, Marselina Totnay, Christafora Caeselia Tri Widya Kurniasari Triyanti G. Dubu Uki, Lion Edison Uly, Marselina Umar, Sitirahia Hi Vanda Lidya Diana Manu Ndun Venansiu Gabur Venansius Gabur Victor Sonbay Wahyudin Noe, Wahyudin Wandal, Yufani Rambu Liga Wangku, Juliano A Welmi Ananda Ngongo Wicaksono, Muhammad Arif Wihelmina Ruli Loo Winarto, Tri Wirman, Wirman Wunu, Maria Anjelina Wesa Yeremia Kabnani Yohana Gaudensia Dhodhi Rema yohana krisona Yohana Krisona Yohana Kristina Nima Yohana Kristina Nima Yohana Nima Yohanes Carlos Kasilas Mei Maru Yohanes Lengari Yonathan Anjulin Kamlasi yoriana Atti Yosep Copertino Apaut Yosepah Ndoa Gudu Yosepha N. Gudhu Yufitris Naitboho Yufitris Naitboho Yulia Yulia Yunike Lely Yunitha Devrudyan Doko Zaenul Mahmudi Zaman, Jamrud Qomaruz