p-Index From 2021 - 2026
11.69
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Unifikasi: Jurnal Ilmu Hukum Arena Hukum Jurnal Cakrawala Hukum Jurnal Daulat Hukum Jurnal Akta Jurnal Panorama Hukum JURNAL CENDEKIA HUKUM JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Jurnal Ius Constituendum WAJAH HUKUM Unes Law Review Jurnal Yuridis Veteran Law Review DIVERSI : Jurnal Hukum PALAR (Pakuan Law review) Jurnal Justitia : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Jurnal el-Qanuniy: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan dan Pranata Sosial Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) SIGn Jurnal Hukum SABDAMAS Journal Civics and Social Studies Abdi Masyarakat JURNAL USM LAW REVIEW Jurnal Esensi Hukum Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Zaaken: Journal of Civil and Business Law UNISKA LAW REVIEW Jurnal Hukum Kaidah: Media Komunikasi dan Informasi Hukum dan Masyarakat Amsir Law Jurnal (ALJ) Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Sultan Jurisprudence : Jurnal Riset Ilmu Hukum Law Development Journal International Journal of Science and Society (IJSOC) Jurnal Interpretasi Hukum Journal of Law, Poliitic and Humanities Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial (JHPIS) Media Bina Ilmiah Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Relasi Publik Birokrasi: Jurnal Ilmu Hukum dan Tata Negara MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Socius: Social Sciences Research Journal Aladalah: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Journal of Contemporary Law Studies Indonesian Journal of Law and Justice Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Kanun: Jurnal Ilmu Hukum Media Hukum Indonesia (MHI) Terang: Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Legislasi Indonesia LamLaj Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Melayunesia Law
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL USM LAW REVIEW

Perlindungan Hukum Debitur dalam Eksekusi Jaminan Fidusia Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 Saffanah, Arla Haiqa; Ramadhani, Dwi Aryanti
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 7 No. 3 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v7i3.10707

Abstract

This research is motivated by the frequent occurrence of unilateral executions by creditors that often harm debtors. The study examines the impact of Constitutional Court Decision Number 18/PUU-XVII/2019 on the execution of fiduciary guarantee objects in Indonesia. This ruling reinterprets provisions in Law No. 42 of 1999 on Fiduciary Guarantees, and the research focuses on the legal uncertainties in the implementation of fiduciary guarantees, particularly regarding the rights and protection of debtors during the repossession of collateral objects by creditors. Although the Constitutional Court’s decision aims to provide a balanced protection between the rights of debtors and creditors, practical challenges in the field indicate that this balance has yet to be fully realized. Unlike previous studies that only discussed the aspects of the decision, this research offers a new perspective by examining the obstacles in the execution process, both before and after the Constitutional Court's decision, and analyzing specific case studies. This study uses a normative juridical method. The findings indicate that although the Constitutional Court Decision Number 18/PUU-XVII/2019 has provided a stronger legal foundation, legal protection for debtors has not been fully achieved. Non-compliance by financing institutions and a lack of understanding of the amended provisions are the main obstacles. Therefore, further harmonization between the Fiduciary Guarantee Law and related regulations is needed to ensure consistent and aligned implementation in fiduciary guarantee execution. Enhanced supervision mechanisms and fair law enforcement are also necessary to achieve balanced legal protection. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik eksekusi sepihak oleh kreditur yang seringkali merugikan debitur. Penelitian ini mengkaji dampak Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 terhadap eksekusi objek jaminan fidusia di Indonesia. Putusan ini menafsirkan ulang ketentuan dalam Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Penelitian ini berfokus pada ketidakpastian hukum dalam pelaksanaan jaminan fidusia, khususnya terkait hak dan perlindungan debitur selama proses penarikan objek jaminan oleh kreditur. Meskipun Putusan MK ini bertujuan untuk memberikan keseimbangan perlindungan antara hak debitur dan kreditur, praktik di lapangan menunjukkan adanya tantangan besar, sehingga keseimbangan tersebut belum terwujud sepenuhnya. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang hanya membahas aspek putusan, penelitian ini menawarkan perspektif baru dengan mengkaji kendala implementasi eksekusi di lapangan, baik sebelum maupun setelah Putusan MK, serta menganalisis kasus secara spesifik. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 telah memberikan landasan hukum yang lebih baik, perlindungan hukum bagi debitur belum sepenuhnya terwujud. Ketidakpatuhan lembaga pembiayaan dan kurangnya pemahaman terhadap perubahan ketentuan menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi lebih lanjut antara Undang-Undang Jaminan Fidusia dan peraturan terkait lainnya untuk memastikan implementasi yang konsisten dan selaras dalam eksekusi jaminan fidusia.. Dalam penerapannya juga diperlukan peningkatan mekanisme pengawasan dan penegakan hukum yang adil sehingga dapat mewujudkan keseimbangan perlindungan hukum. Kata kunci: Debitur; Eksekusi; Jaminan Fidusia; Perlindungan Hukum
Penyelesaian Sengketa Pemisahan Harta Bersama Setelah Dibuatnya Perjanjian Kawin Dalam Masa Perkawinan Erina Nur Afifa; Dwi Aryanti Ramadhani
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 8 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v8i3.12993

Abstract

This study analyzes the legal implications and dispute resolution mechanisms concerning the division of joint marital property following the recognition of postnuptial agreements made during marriage after Constitutional Court Decision No. 69/PUU-XIII/2015. The decision marked a significant shift in Indonesian marriage law by allowing spouses to conclude marital agreements not only before or at the time of marriage but also during the subsistence of marriage, thereby introducing greater contractual flexibility in property arrangements. Employing a normative juridical research method with statutory, case, and conceptual approaches, this study examines the legal force of postnuptial agreements and their consequences for spouses and third parties. The findings indicate that postnuptial agreements are legally valid instruments for separating joint property only if they are formally registered; otherwise, they bind the spouses internally and do not affect third parties such as creditors. Disputes arising from joint property separation may be resolved through litigation, which offers stronger legal certainty, or through non-litigation mechanisms that emphasize efficiency and amicable settlement. The novelty of this study lies in its focused analysis of dispute resolution models arising specifically from postnuptial agreements, highlighting the crucial role of registration and notarial involvement in ensuring legal certainty, fairness, and balanced protection for all parties within Indonesia’s marital property regime.   Penelitian ini menganalisis implikasi hukum serta mekanisme penyelesaian sengketa pemisahan harta bersama akibat pembuatan perjanjian kawin dalam masa perkawinan pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015. Putusan tersebut menandai perubahan mendasar dalam hukum perkawinan Indonesia dengan memberikan ruang bagi suami istri untuk menyusun perjanjian perkawinan tidak hanya sebelum atau pada saat perkawinan, tetapi juga selama perkawinan berlangsung, sehingga meningkatkan fleksibilitas pengaturan harta. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, kasus, dan konseptual untuk mengkaji kekuatan hukum perjanjian kawin pascanikah serta dampaknya terhadap para pihak dan pihak ketiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian kawin yang dibuat dalam masa perkawinan hanya memiliki kekuatan hukum penuh apabila dicatatkan secara resmi; tanpa pencatatan, perjanjian tersebut hanya mengikat secara internal dan tidak berlaku terhadap pihak ketiga seperti kreditur. Sengketa yang timbul dapat diselesaikan melalui jalur litigasi yang memberikan kepastian hukum lebih kuat atau melalui non-litigasi yang lebih efisien dan berorientasi pada perdamaian. Kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan mekanisme penyelesaian sengketa yang secara spesifik timbul dari perjanjian kawin pascanikah serta pentingnya peran pencatatan dan notaris dalam menjamin kepastian hukum, keadilan, dan keseimbangan perlindungan bagi seluruh pihak dalam rezim harta perkawinan di Indonesia.
Implementasi Asas Keseimbangan Pada Perjanjian Pranikah Sebagai Perlindungan Hukum Rivaldi, Chika Aurel; Dwi Aryanti Ramadhani
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 8 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v8i3.13073

Abstract

This study analyzes the application of the principle of balance in prenuptial agreements as a form of legal protection for prospective spouses, based on the Denpasar District Court Decision Number 1308/Pdt.G/2019/PN Dps. The research is motivated by the gap between the normative regulation of the principle of balance in contract law and the practice of prenuptial agreements, which often places one party in a vulnerable position, resulting in an imbalance of rights and obligations and affecting the validity and binding force of such agreements. This study employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and case approaches through an analysis of court decisions. The findings indicate that the principle of balance was not optimally applied due to defects of consent arising from differences in language comprehension, contradictory and biased contractual clauses, and the implementation of the agreement that concentrated economic benefits on one party while imposing risks on the other, thereby undermining the validity of the prenuptial agreement and justifying its annulment. The novelty of this study lies in formulating the principle of balance as a three-dimensional evaluative tool covering the formation process, the substance of contractual clauses, and the implementation of prenuptial agreements, examined comprehensively through judicial decisions. This study affirms that the principle of balance constitutes a substantive limit to freedom of contract and a fundamental basis for ensuring fair legal protection for both prospective spouses.   Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan asas keseimbangan dalam perjanjian pranikah sebagai instrumen perlindungan hukum bagi calon suami dan istri berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 1308/Pdt.G/2019/PN Dps. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya kesenjangan antara pengaturan normatif asas keseimbangan dalam hukum perjanjian dan praktik perjanjian pranikah yang kerap menempatkan salah satu pihak pada posisi rentan, sehingga menimbulkan ketimpangan hak dan kewajiban serta berimplikasi pada keabsahan dan kekuatan mengikat perjanjian. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus melalui analisis terhadap putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asas keseimbangan tidak diterapkan secara optimal karena adanya cacat kehendak akibat perbedaan pemahaman bahasa, rumusan klausul yang kontradiktif dan berat sebelah, serta pelaksanaan perjanjian yang memusatkan manfaat ekonomi pada satu pihak sementara pihak lain menanggung seluruh risiko, sehingga melemahkan keabsahan perjanjian pranikah dan menjadi dasar pembatalannya. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan asas keseimbangan sebagai alat uji tiga aspek, yaitu proses pembentukan perjanjian, substansi klausul, dan pelaksanaan perjanjian, yang dianalisis secara komprehensif berbasis putusan pengadilan. Penelitian ini menegaskan bahwa asas keseimbangan merupakan batas substantif kebebasan berkontrak dan fondasi penting dalam mewujudkan perlindungan hukum yang adil bagi kedua calon mempelai.
Co-Authors ., Leon Abdullah, Nayla Putri Abidahsari, Irma Achmad Faidzuddin Adam Ramadhan Adinda Aristias Adinda Permana Putri Adzra Ardelia Tuasalamony Afifa, Erina Nur Afifah, Dashilfa Agus Mahardika Agustanti, Rosalia Dika Ahsanicka, Addina Sabyla Aji Lukman Ibrahim Akbar, Muhamad Dafi Akbar, Soultan Raffly Alexandra Goldine Sihombing, Yohana Alfahyan, Muhammad Raihan Alfarel Endito Putra Alicia, Hana Aliya, Nayyara Putri Alysha, Nabila Amalia, Naily Amanda Feby Sabrina Amanda, Niken Dwi Amelia, Dean Putri Amelia, Sabina Putri Anastasya Regina S.C Anastasya, Noviola Anaya P, Selma Dwi Angelina, Sandra Laudya Anjani, Risa Gia Aora Fadilla, Dea Apriliyatiningsih, Wulan Aqiila Banyu Valentara Ardian, Muhammad Fadhil Ardiansyah, Aldizar Fikri Ardianti, Aini Dhia Aristias, Adinda Arofah, Muhammad Nouval Athaya Rahmawati Aulia Nadjima Aurelya Putri Alzahrah Azizah Azizah Azka Tsabitah Hamzah Azz Zahra, Devyta Ardiyaning Azzahra Hesafira Arum Rahman Azzahra, Marcella Azzahra, Viola Farica Bagaskara, Muhammad Fadhil Bambang Waluyo Beni Harmoni Harefa Beni Harmoni Harefa Berly Praditama Setiana Biantiputri, Resha Busroni, Rania Syifa Callista Anastasia Shallom Poerba Chairyatna, Muhammad Yanri Cheryl Gladisya Kafka Dalida, Naumy Syauqina Damayanti, Aulia Dwi Daniel Danil Erlangga Mahameru Dashilfa Afifah Deliana Rinasari Ghufriani Delila, Shafira Yasmin Noor Devina Yadita Dewani, Citranti Hanifah Dewanti, Tyur Regina Diah Ayu Wulandari, Diah Ayu Dian Anggi Rahayu Dian Khoreanita Pratiwi Dita, Sekar Ayu Dwi Desi Yayi Tarina Dwi Syafi'i, Azhari Dzil Izzati, Inayatu Ediani, Fasya Millatina Eirene Eva Marta Sheila Elisabet Nauli Pane Erina Nur Afifa Esi Anindya Azzahra Eunike Putri Emmanuella Fadilla, Dea Aora Fajar, Muhammad Rizky Fara Aprodita N Farchanza Haykanna Pireno Farros Friyadhi, Naufal Fauziah, Salwa Muthma’inah Fazila, Raysha Aulia Febriana, Meutia Caesar Fira Nurulnisa Firmansyah, Aldi Fitri Rahmadani, Fitri Gabriela Priscila Br Sitepu Gabriella, Theresia Garneta Rizka Camilla Ghudzamir, Akmal Gladys Trias Puspadewi Habibie, Dieva Ahmad Haki, Ardiona Raajwa Hanifah Fairuz Wibowo Happy Sturaya Quratuainniza Hariz, Fathan Harsanti, Khairunnisa Putri Haryanto, Imam Hermanto, Jessica Hermawati, Mutiara Heru Sugiyono Hindira DPS, Ratna Huda, Genthala Rafik Hutajulu, Dian Anggi Rahayu Kurnianingsih Imaniyar, Nadhira Imelda Arthameisia Manullang Imelda Vratista Immanuel Given Bintang Andhiyo Indira Yekti Widya Pramesti Insani, Gema Mutiara Islami, Diajeng Dhea Annisa Aura Ivanicevic, Johan Iwan Erar Joesoef Jasmine, Adira Mutiara Josua Kriston Nainggolan Kartika Dewi, Ulva Katrina Anggi Hasian Kaban Kayus Kayowuan Lewoleba Khaila Aurellia Kharis Dwi Hevansyah Koesnaedy, Shabiya Zahra Alifa Kumalasari, Ganit Fitria Kurniawan, Zhufar Atallah Laily Maghfiroh Laily Maghfiroh Laras Medina Pranitiaz Leon, Leon Lestari, Widya Tri Liandi, Vina Verensia Lidwina Tuto Ladjar Lubis, Thondi Lufthi, Al Daffa Naufal Luqiana Halawati Maharani, Nabilah Liztha Malik, Syaiful Manohara, Safa Manullang, Imelda Arthameisia Marcella Azzahra Mashuri, Nadiyah Farhah Maylinda, Prisca Dwi Meidina Aulia Mohamad, Syafa Fattah Moses Frederick Purba Muhammad Dewanto Adi Saputra Muhammad Dewanto Adi Saputra Muhammad Hafidz Al Ayuda Muhammad Hafizh Athallah Irawan Muhammad Irfan Maulana Muhammad Rahmadzani Hidayat Muhammad Rizki Muhammad, Bhatara Eri Satya Mulyadi Mulyadi Mulyadi Mulyadi Muthia Sakti Mutiara N, Amanda Nada Syifa Nurulhuda Naily Amalia Nainggolan, Ruth Hanna Najwa Najwa Nasywa Awalia Putri Natasya Yadila Natasya, Amanda Mutiara Naufal, Abyan Hafizd Nauva Amanda Nawal Essam Yahia Nawalia Azahra Nayyara Putri Aliya Negara, Revolusi Shandi Nida Syahla Hanifah Nina Fitria Sukma Novel, Samirah Novyana, Hilda Nurdin, Merry Kurniawati Nurhayati, Elsa Olga Elvira Ongkowiguno, Cheryl Michaelia Patricia, Zefanya Pebrianti, Selma Dwi Anaya Perkasa, Ginze Permatasari, Audry Prabandari, Ditia Pramesti, Indira Yekti Widya Pranitiaz, Laras Medina Putra Widiyanto, Alif Putri Mufidah Putri Nabila Sahwahita Putri Ni'matul Maula Putri Pinasti Putri, Cinta Aisyah Putri, Citraresmi Widoretno Putri, Fareta Angelica Ichwana Putri, Keisha Rafilah Putri, Nasywa Awalia Putri, Naurah Arista Putri, Tiara Frianita Quratuainniza, Happy Sturaya Rachim, Muhammad Hafidz Raffi Fathin Saputra Rahel Rezky Simanjuntak Rahmadhani, Swastika Raisha Tiara Hasnakusumah Ramadani, Fathan Ramadani, Reva Fitri Ramadhani, Bunga Azalia Rangga Wira Syahputra Rasyed, Muhammad Al Resfa Klarita Trasenda Rianda Dirkareshza Ridha Wahyuni Ridha Wahyuni, Ridha Rivaldi, Chika Aurel Rizkianti, Wardani Rizqareka D, Cinta Rizqathallah, Mohamad Rifqi Rossanti Qorry Aina Ruth Destyaningrum Saarah, Arini Sabrina, Amanda Feby Sadjeli, Siti Soraya Saffanah, Arla Haiqa Saffira Aulia Salfiah, Resifani Salsas Bila Juniyanti Tanjung Samirah Novel Samuel Arthur Hulu Santusti, Emerensiana Gita Sapanah, Mawar Saputra, Rafi Rangga Satino Selvin Armynova Septini Anriwati Setyo, Pradana Adji Shaila Azalea Ramadhanti Shelomita Putri Amelia Sherlyta Ramadhani Shintauli, Margaretha Sianturi, Catherine Rosalina Simanjuntak, Cintya Hertiana Simanjuntak, Cristella Zevanya Rhadot Sitanggang, Febriola Siti Frivanty Siti Helmyati Siti Zahranissa Sheila Augusta Soultan Raffly Akbar Suherman Sukma, Nadira Fariza Sukma, Nina Fitria SULASTRI Sulastri - Sulastri Sulastri Suryo Hadi Kusumo Syaeh, Muhammad Tunjang Syahputra, Fajar Dwi Syaiful Malik Syifadilla Subagyo Putri Sylvana Murni Deborah Hutabarat Tampubolon, Imagrace Triamorita Taupiqqurrahman Thahirah, Afifah Tiara Rebecca K.S Tjokronolo, Nabil Raditya Trasaenda, Resfa Klarita Tyur Reggina Dewanti Uliarina, Ester Victoria Utami, Safira Maharani Putri Venesia Anandita Mulya Viona Ardhanareswari Wibowo, Hanifah Fairuz Wicaksana, Dika Hikmah Widiastiwi, Alisha Reva Widya Tri Lestari Wien Sukarmini Yadila, Natasya Yosephine, Yolanda Yuliana Yuli Yuliana Yuli Wahyuningsih Zahra, Hilyah Az Zahra, Shafira El Zahrah Rani’ah Delyananda Zaini, Noer Gita Safira Zenitri Fayza Zevanya, Keisha Zhafirah Salsabila