p-Index From 2021 - 2026
16.359
P-Index
This Author published in this journals
All Journal BASASTRA Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum JIA (Jurnal Ilmu Agama) Kajian Linguistik dan Sastra LOKABASA Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur´an dan Tafsir ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal Ilmiah Peuradeun FOKUS: Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan Haluan Sastra Budaya Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits al-Afkar, Journal For Islamic Studies Jurnal Pendidikan Islam Iqra' Linguistics and Elt Journal LEKSIKA Semiotika Jurnal Dinamika Sosial Budaya Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman AL-FANAR: JURNAL ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra TEKNOSASTIK MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya TARBAWI: Journal on Islamic Education TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Sirok Bastra JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Jurnal Dirosah Islamiyah ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith CALL Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah SALEE: Study of Applied Linguistics and English Education Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Ulumuna Hermeneutik : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir International Journal of Global Operations Research REVELATIA: Jurnal Ilmu al-Qur`an dan Tafsir Journal of English Education and Linguistics Journal of English Language and Education Muhadasah : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Jurnal Humaya: Jurnal Hukum, Humaniora, Masyarakat, dan Budaya RUANG KATA: Journal of Language and Literature Studies Pappasang Hunafa: Jurnal Studia Islamika Jurnal Iman dan Spiritualitas Definisi: Journal of Religion and Social Humanities Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin DIALEKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Matematika Journal of Scientech Research and Development Jurnal Riset Agama Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara JELL (Journal of English Language Learning Journal of Creative Student Research LECTURES: Journal of Islamic and Education Studies Gunung Djati Conference Series ATTAQWA: Jurnal Pendidikan Islam dan Anak Usia Dini Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Socio Politica : Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi Fastabiq: Jurnal Studi Islam IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Al-Fadlan: Journal of Islamic Education and Teaching Jurnal Pendidikan Islam Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Suara Bahasa: Jurnal Bahasa dan Sastra International Journal of Nusantara Islam Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Abdurrauf Journal of Islamic Studies Reflection: Islamic Education Journal Moral : Jurnal Kajian Pendidikan Islam Classroom: Journal of Islamic Education Ngaji Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Al-Irfan: Journal Of Arabic Literature and Islamic Studies Mashadiruna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Responsive: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam International Journal of Islamic Khazanah
Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN KAJIAN SEMIOTIKA BUDAYA DENGAN MUATAN AL-QUR'AN (SIMBOLISME DALAM WAFAQ MEMUAT AL-QUR'AN BAGI MASYARAKAT MUSLIM; STRUKTUR, MAKNA DAN IDEOLOGI) Revky Oktavian Sakti; Dadan Rusmana; Wildan Taufiq
Journal of Scientech Research and Development Vol 5 No 1 (2023): JSRD, June 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v5i1.144

Abstract

Artikel ini mengkaji fenomena jimat dalam masyarakat Islam. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi ayat-ayat Al-Qur'an tertentu yang digunakan dalam jimat-jimat tersebut dan bagaimana masyarakat memaknainya. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa jimat-jimat yang digunakan oleh individu Muslim sangat beragam, termasuk jimat-jimat untuk perlindungan dari entitas gaib atau jin, jimat-jimat untuk keamanan rumah, jimat-jimat untuk kekebalan, jimat-jimat untuk transaksi bisnis, dan bahkan jimat-jimat untuk pengayaan tanah. Ayat-ayat dan surah yang paling umum digunakan dari Al-Qur'an meliputi Surah al-Fatihah, Ayat al-Kursi, Surah Yasin, Surah as-Syuara, Surah Taha ayat 39, Surah al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas. Praktik ini sering digabungkan dengan unsur budaya lokal seperti slametan dan pos mutih. Jimat memiliki makna penting bagi masyarakat Muslim.
Penggunaan Bahasa Simbolik-Metafora dalam Pengajian Gus Baha Tafsir QS. Yasin Pada Youtube Al-Muhibbin Channel dan Santri Gayeng Siti Nur Umdati Putriyani; Dadan Rusmana; Wildan Taufiq
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 6 (2023): Juli
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8105134

Abstract

This research is presented with a study of the jalalyn interpretation presented by Gus Baha through the YouTube channel. Massive use of new media is increasingly difficult to control which results in various new problems, namely the competence of a mufassir (whether or not it is appropriate to interpret the Qur'an) as well as problems related to effectiveness in conveying the contents of his verses which are prone to deviations due to technological developments. The method used in this study is qualitative with virtual ethnographic characteristics, namely by collecting various data from the internet, namely YouTube. The interpretation theory used by Gus Baha is that which was initiated by al-Farmawi and Nasharuddin Baidan and then reviewed with semiotics using Charles Pierce's theory. The tahlili method and the fiqh style are the methods used by Gus Baha in interpreting them. The research results in this case show various symbols that explain from one word to another with meanings that become long resulting in an understanding of the science of fiqh. When Gus Baha mentions this verse, it enters the object symbolThis research is expected to add to the body of knowledge for readers as well as if deficiencies are found it can be perfected and corrected in subsequent research.
Analisis Semiotika Rolland Barthes Dalam Simbol Pada Seleksi Tilawah Al-Qur’an di Indonesia Nia Kurniasih; Dadan Rusmana; Wildan Taufiq
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 6 (2023): Juli
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8105198

Abstract

The study of this research is about the meaning and structure that exist in the Al-Qur'an Musabaqah festival in Indonesia with the analytical knife using Rolland Barthes' semiotic theory. In his semiotic analysis, Rolland Barthes describes the meaning of denotation, connotative meaning and myths regarding the meaning and structure of the Musabaqah recitations of the Qur'an which are contained in the Musabaqah Al-Qur'an festival in Indonesia, to be precise taking samples from one of the participants in the Musabaqah Recitations of the Koran at the West Java level in 2023. The research method used by the author is a qualitative-interpretive method with data collection techniques, namely documentation by searching, collecting and compiling data from various sources that are relevant to research-related problems. As for the results of Rolland Barthes's semiotic study on the meaning and structure of the recitations of the Qur'an Musabaqah recitations of the Qur'an in Indonesia, the writer found several symbols which include: praying, reciting isti'adzah, basmalah, intonation in reading the words in particular, the use of nagham and qira'at schools, to ethics in dress and ethics towards the Koran.
Tafsir Tanda dalam Tradisi Nujuh Bulanan Masyarakat Sunda: Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce Adreana Annisa; Dadan Rusmana
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 25, No 2 (2023): Juni (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i2.4426

Abstract

Penelitian dengan judul Tafsir Tanda dalam Tradisi Nujuh Bulanan Masyarakat Sunda bertujuan untuk mengetahui dan memahami tafsir tanda yang terkandung dalam tradisi nujuh bulanan masyarakat sunda. Adapun rumusan masalah penelitiannya terdiri dari: (1) tanda yang terkandung dalam nujuh bulanan masyarakat muslim sunda, (2) tafsir tanda dalam tradisi nujuh bulanan masyarakat sunda. Untuk menganalisis permasalahan tersebut, teori yang digunakan adalah semiotika Triadic yang meliputi sign, object dan interpretant dari Charles Sanders Pierce dengan teori Fungsionalisme dari Bronislaw K. Malinowski yang menjelaskan tentang kegunaan unsur suatu budaya dalam masyarakat. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan kajian pustaka berupa jurnal, makalah, artikel dan media skripsi sebagai sumber data. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa setiap tanda yang terkandung dalam tradisi nujuh bulanan ini merupakan pengharapan yang ditujukan pada proses persalinan dan bayi yang masih berada dalam kandungan. Terkait persalinan, tanda dalam tradisi nujuh bulanan melambangkan harapan akan keselamatan, kesehatan dan kelancaran. Sedangkan terkait bayi yang masih berada dalam kandungan, tanda dalam tradisi nujuh bulanan melambangkan harapan agar kelak sang anak memiliki budi pekerti luhur, sifat gagah berani membela kebenaran, rendah hati dan setia, paras yang tampan dan cantik, rezeki yang berlimpah, kebebasan dalam menentukan hidupnya dan dapat mengangkat derajat keluarganya. Adapun menurut prinsip dasar fungsionalisme, tradisi nujuh bulanan yang ditemukan dalam ranah masyarakat sunda merupakan sebuah sistem yang terdiri dari unsur-unsur yang terjalin erat (dalam hal ini telah dibahas tanda yang terkandung dalam tradisi nujuh bulanan, agama dan sosial).
Amalan Pembacaan QS. Ali Imran Ayat 190-196 pada Jamaah Satria Nusantara Japura Cirebon Abdul Ghoni; Dadan Rusmana
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i2.25669

Abstract

Penelitian ini berawal dari adanya kebiasaan atau kegiatan yang dilakukan oleh Jamaah Satria Nusantara Japura Cirebon, bahwasanya setiap manusia itu memiliki kekuatan supranatural jika dipadukan kekuatan tersebut dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang kita percayai bahwa Al-Qur’an memiliki sejuta kemanfaatan sehingga yang memiliki ilmu supranatural tersebut dapat menggunakan dengan baik seperti mengobati orang dari sihir, menjadikan pertahanan diri dll. Mohammad Daudah menyatakan dalam sebuah karyanyanya berjudul‚ “Energi Penyembuh dalam Al-Qur’an antara sain dan keyakinan” menurutnya suara Al-Qur’an dapat menghentikan pergerakan virus dan kuman, dan pada waktu yang bersamaan meningkatkan sel-sel sehat dan membangkitkan program yang terkacaukan di dalamnya agar siap bertempur melawan virus dan kuman. Tambahnya, bacaan al-Qur’an memiliki efek yang sangat luar biasa terhadap sel-sel dan dapat mengembalikan keseimbangan. Penelitian Living Qur`an dalam Tesis ini membahas tentang tradisi (amalan rutin) pembacaan penggalan ayat-ayat Al-Qur`an yang dilahirkan dari praktik komunal sebagai bentuk dari respon sosial masyarakat atau komunitas tertentu terhadap Al-Qur`an. Hasil dilapangan menunjukkan, latar belakang pelaksanaan kegiatan tersebut adalah agar mendapat perlindungan dari Allah swt dan terhindar dari segala macam dan bentuk gangguan-gangguan. Pemaknaan dari pembacaan amalan Q.s. Ali Imran ayat 190-196 itu sendiri adalah agar hati menjadi tentram dan damai. Salah satu manfaat amalan ini adalah untuk mengobati diri sendiri dan orang yang membutuhkan. Selain itu manfaat yang ada pada amalan ini bisa menenangkan hati dan semakin dekat dengan Allah SWT.
Kajian Semiotik: Perspektif Kesetaraan Gender Dalam Kepemimpinan Pada Tafsir Al-Misbah Dan Al-Azhar Ira Nazhifatul Qolbah; Wildan Taufik; Dadan Rusmana
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 6 (2023): Juli
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8150499

Abstract

This study aims to examine the views of Indonesian scholars, namely Muhammad Quraish Shihab and Buya Hamka, regarding gender equality between men and women. Of course, this study is motivated by the fact that men get a position above women in all fields. For decades, this patriarchal culture has always been a reference point and has ruled out the gender of a woman in working or playing an important role both internally and externally. the researcher tries to dismantle and peel from an Indonesian mufasir by using a comparative study between two great scholars, namely Hamka with his interpretation of al-Azhar and Qurais Shihab his work Al-Misbah by relating the gender relations of women in the scope of leadership in the Koran by using analysis semiotics on the theory of Charles Pierce). This study uses the method of interpreting muqarin between the interpretations of al-misbah and al-Azhar and is a type of qualitative research that uses library research. The results of this study are: (1) Quraish Shihab also considers that gender equality in leadership in Surat ann-Anisa verse 34 is not about male leadership in all matters (including social and political) over women, but rather about male leadership over women in the household. This means that using this verse as a prohibition against women to lead in politics is not correct. Looking at the context and the munasabah of the verse, namely about household relations. This seems to support the opinion of Quraish Shihab. (2) Buya Hamka's interpretation that in surah an-Nisa verse 34, says that the relationship between men and women is not equal.
APLIKASI KAJIAN SEMIOTIKA PADA TAFSIR AL-QUR’AN (KAJIAN INTERTEKSTUAL STUDI KASUS TAFSIR AL-IBRIZ LI-TARJUMANI MA’RIFATI TAFSIR AL-QUR’AN AL-‘AZIZ KARYA BISRI MUSTOFA DENGAN TAFSIR JALALAIN KARYA JALALUDDIN AL-MAHALLI DAN JALALUDDIN AS-SUYUTHI) Lu’luatul Aisyiyyah; Dadan Rusmana
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 23 No. 02 (2023): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an
Publisher : Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to understand the purpose of interpreters using several symbols in their interpretation. The Javanese language used in the interpretation is the language that is often used in the life of Islamic boarding schools and society. The symbols expressed by the interpreter aim to make the reader able to sort and understand them with the concepts presented by the interpreter. This research will be examined using a qualitative analysis of literature which will thoroughly discuss material related to the intertextual of al-Ibriz’s interpretation with Jalalain’s interpretation. Understanding will expand and mature if the existing theory is practiced into the verses of the Qur’an. So the researcher will try to explore the verses of the Qur’an which contain elements of faidah in juz 5 which are contained in three verses. The results of the research conducted illustrate that a manuscript text carries thoughts that existed in the past and then these thoughts are developed. Al-Ibriz's interpretation with its inherent Javanese provides several unique elements of culture which are applied in religious studies, especially in the field of interpretation
REPRESENTAMEN OF MORALITIES ON LANGUAGE AND VISUAL SIGNS IN INCREDIBLES 2 FILM Assyafa Puteri Diyanto; Yuyun Nurulaen; Dadan Rusmana
CALL Vol 5, No 1 (2023): CALL
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/call.v5i1.15397

Abstract

Film stands out as a compelling contemporary mass medium that has witnessed substantial growth. This progress has given rise to numerous film genres, intended to captivate audiences across generations, including the realm of animated cinema. Often, films convey messages depicting the dichotomy between good and bad characters in everyday life, typically portraying the vulnerable and kind-hearted individuals facing oppression from self-centered antagonists. However, in fictional works like "Incredibles 2," superheroes emerge as guardians, shielding society from menacing forces. This research aimed to provide a comprehensive elucidation of the interpretive process through the utilization of the triadic model. Furthermore, it endeavors to discern the facets of morality manifested through both linguistic and visual symbols within the semiotic framework of the movie "Incredibles 2." This was about semiotics which refers to Charles Sanders Peirce’s theory. This study used qualitative method as research design. Data in the study were signs appeared in the film. The findings section showed six kinds of sign that the writer founded in the Incredibles 2 film which are sinsign, qualisign, legisign, icon, indexes, and symbol that exists moralities signs. The findings on sign can divided into two parts, Language and Visual sign. Language sign can be utteranced by the speaker on the film from Mr. Incredible and a little boy. Visual sign could be shown by icon and symbol on the things in every capture. Keywords: semiotic, Pierce, moralities, Incridibles 2
Pemikiran Siti Musdah Mulia Terhadap Ayat Bias Gender: Studi Ayat Waris dan Kepemimpinan Syifa Nuraidah; Annisa Wahid; Dzikri Malik Arrahman; Dadan Rusmana
Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol 2, No 3 (2023): Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1557/djash.v2i3.28546

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran Siti Musdah Mulia terhadap ayat-ayat gender, terutama pada ayat waris dan kepemimpinan, khususnya pada awal ayat ke-11 dan awal ayat ke-34 dalam Surah An-Nisa’. Siti Musdah Mulia, seorang tokoh feminis Indonesia, dikenal karena menyuarakan pemikiran feminisnya melalui berbagai karya ilmiah dan partisipasinya dalam seminar-seminar mengenai isu-isu gender. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode kepustakaan dengan melibatkan sumber-sumber kepustakaan yang relevan dengan pembahasan ayat-ayat gender, khususnya ayat waris dan kepemimpinan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis wacana dan penafsiran teks, dengan fokus pada pemikiran Siti Musdah Mulia dalam menafsirkan teks tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siti Musdah Mulia mengadopsi pendekatan feminis dalam menafsirkan ayat waris dan kepemimpinan, dengan perbedaan signifikan dibandingkan dengan pemahaman ulama ahlus-sunnah wal jama’ah, baik yang bersifat klasik maupun modern. Hal itu membuat pemikiran Siti Musdah Mulia cenderung mengikuti aliran pemikiran liberal dan tidak mengikuti metode tradisional yang diwariskan oleh ulama salaf.
Maulid Sebagai Ekspresi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Al-Qur’an Revky Oktavian Sakti; Yayan Rahtikawati; Dadan Rusmana
Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol 2, No 3 (2023): Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1557/djash.v2i3.31538

Abstract

Perayaan Maulid Nabi telah menjadi unsur penting dalam kebudayaan umat Islam, dianggap sebagai ekspresi dan aktualisasi nilai-nilai Al-Qur'an. Makalah ini membahas pelaksanaan Maulid Nabi di Kp. Pangkalan Raja Des. Sukamukti Kec. Majalaya Kab. Bandung, serta merinci cara merayakan Maulid Nabi dan implementasi masyarakat dalam menghidupkan ayat-ayat Al-Qur'an. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan studi lapangan, melibatkan Pemerintah, Ulama, dan Masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara dan referensi buku yang berkaitan dengan Living Qur'an dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Langkah-langkah penelitian melibatkan penentuan lokasi, pengumpulan data primer dan sekunder, pengelolaan data, dan teknik penulisan. Teori sosiologi antropologi Karl Marx digunakan untuk mengukur efektivitas tradisi Maulid Nabi di Kp. Pangkalan Raja Des. Sukamukti Kec. Majalaya Kab. Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Maulid yang berkembang di wilayah tersebut merupakan fenomena budaya lokal dengan pelaksanaan Living Qur'an. Maulid dianggap sebagai tradisi kebudayaan yang muncul saat perayaan tersebut berlangsung, didasarkan pada landasan Al-Qur'an. Maulid Nabi memiliki makna penting sebagai praktek ibadah spiritual yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Ritual-rutual seperti pembacaan Al-Qur'an bergiliran, pembacaan kalam ilahi, dan pembacaan tawasul berisi ayat-ayat Al-Qur'an menjadi bagian integral dari perayaan tersebut di masjid-masjid dan masyarakat setempat.
Co-Authors Abdan Ahadiyat Abdul Ghoni Abdul Ghoni Adella Rizkia Adreana Annisa Aep Saepuloh Agus Salim Mansyur Agustina Riska Eka Saputri Riska Ahmad, Nurwadjah Aisyiyyah, Lu’luatul Ajid Hakim Ajid Thohir Akhmad Jauhari Alwasilah, Galang Ana Widiana Andi Muhammad Ali Amiruddin Andri Nurjaman Anggy Giri Prawiyogi Anindya Rizka Ayunda Anisa Hanifah Anisa Hanifah Annisa Nurfauziah Annisa Wahid Aprianti, Dinar Tjitra Arjuna Arjuna, Arjuna Arti Maraya Asep Ridwan Fauzi Asep Saefullah Assyafa Puteri Diyanto Astri Khodimatus Sholihah Awadin, Adi Pratama bin Zainuddin, Ghazali Cantri Maesak Channah Qotrunnada Cindy Fatikasari Ibrahim Dede Arif Rahman Nur Hakim Dede Arif Rahman Nurhakim Dede Burhanudin, Dede Destya Nursifa Meylani Dewi Anggi Lestari Dian Budiarti Didin Nurul Rosidin Dindin Moh saepudin Dini Oktaviani Diva Sekar Nur Haqim Diyanto, Assyafa Puteri Doli Witro Dwi Martiningsih Dzikri Malik Arrahman Eka Aulia Salsabila Elma Solihati Erlan Aditya Ardiansyah Erlan Aditya Ardiansyah Fahmi Mohamad Ansori Fajar Hamdani Akbar Fajriah Inayati Fakhrurrazi Fakhrurrazi Fangesty, Maolidya Asri Siwi Faqih, Sahlan Muhammad Fatimah Isyti Karimah Faza Fauziyyah Fhirda Faiza Fitria, Dhea Rizky Fuad, Asep Gandara, Sayiid Nurlie Gelar Taufiq Kusumawardhana Ghina Fadlilah Sukmara Gina Washilatul Kamila Hanifah, Anisa Heri Gunawan Hidayat, Asep Achmad Hikma Nurfadila Husnul Qodim, Husnul Ikhsan, Muhammad Jusuf Nur Ilham Ilham Ilma Amalia, Ilma Ira Nazhifatul Qolbah Irman Nurhapitudin Jauhari, Akhmad Kafiyah, Fitroh Ni'matul Kafiyah, Fitroh Ni’matul Karimah, Fatimah Isyti Kharisma, Dewi Khermarinah Khermarinah Khoirudin Miftah Khoirunnisa Alfadhillah Kurahman, Opik Taupik Kurahman, Opik Taupik Kusmardani, Alex Lili Awaludin Lu’luatul Aisyiyyah M. Ridlwan Hambali M. Yunus, Badruzzaman Mahdy, Aid Daffa Maolidya Asri Siwi Fangesty Maulana Yusuf Alamsyah Maulana, Hadi Maulidya Harahap Meisya Nur Azizah Melinda Koestanti Mohamad Akbar Nugraha Mohammad Irfan Farraz Haecal Mostafa, Mohamed Abd El Motaleb Moya Sabhana Muhamad Yoga Firdaus Muhamad Yoga Firdaus Muhammad fauzan Muhammad Hasan Ali Muhammad Hasan Ali Muhammad Naufal Nuruddin Salim Muhammad Zia Alkhair Muhlisin, Mumu Muslimah, Anisa Siti Mutiara Ariska Myrna Nur Sakinah Myrna Nursakinah Nabilah Nuraini Naida Rahma Tania Najib, Muhamad Nayazha, Nisya Nia Denisa Nia Kurniasih Nida Amalia Kamal Nisa Meisa Zarawaki Nisa Nur Fitria Nurdin, Aldi Nurfalah, Fauzan Nurhilaliah Fitri Sholehah Nurindah Sari Nurjaman, Ilham Muhamad Opik Taufik Kurahman Opik Taufik Kurahman Opik Taufik Kurrahman Opik Taufikurrahman Opik Taupikur Kurahman Prilianto, Figo Priyawan, Pepen Putri Salisatu Toyibah PUTRI WULANDARI Qodriatinnisa, Raden Rifa R. Myrna Nur Sakinah R. Myrna Nur Sakinah R. Myrna Nur Sakinah R. Myrna Nur Sakinah Rachmadina Maghfira Rahman, Mohammad Taufiq Rahmatikawati, Yayan Raihan Sabdanurrahmat Ramdani, Paisal Ramdani, Sandy Muhammad Rayhan Muhamad Ridwan Resti Nurfaidah Retty Isnendes Revky Oktavian Sakti Rini Widiastuti Rizal Nurzain Rizkia Shafarini Rizzaldy Satria Wiwaha Rosihon Anwar, Rosihon Ruly Syaepul Azhar Sadad Mujahid Sakinah, Myrna Nur Sakinah, R. Myrna Nur Sakova, Leddy Humaira Salam, Muhajir Sandy Agung Saputra, Septian Bimo Saputri, Agustina Riska Eka Sariah Satria Wiwaha, Rizzaldy Siham Adzan Al-Mujaddid Siti Nur Umdati Putriyani Siti Saodah Susanti Sofi Sofiya Sri Bintang Abadi Subiyakto, Dimas Supiana, Supiana Suryana Alfathah Sya'ban, Ijal Syahroni, Roni Syarifah Aini Kamilah Syifa Nuraidah Taryudi Taryudi Taufiq, Wildan Taufiq, Wildan Taufiqurrahman Teguh Saputra Teguh Saputra Vikki Wardana Wildan Taufik Wildan Taufik Wiryo Setiana, Wiryo Wiryo, Wiryo Yasif Maladi Yasmin Harahap Yatmikasari, Ika Yayan Rahmatikawati Yayan Rahtikawati Yesi Martaleni yovik ir yana Yuyun Nurulaen, Yuyun Zahra, Shafirany Arafah Zahra Zalikha Zalikha