Kemampuan berbicara merupakan salah satu tujuan penting dalam pembelajaran bahasa Arab karena siswa perlu menggunakan bahasa tersebut secara langsung dalam interaksi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode Inside Outside Circle (IOC) sebagai strategi pembelajaran komunikatif dan untuk menguji perubahan kemampuan berbicara bahasa Arab siswa setelah implementasinya. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental Satu Kelompok Pretest-Posttest. Populasi terdiri dari 374 siswa, dengan 29 siswa dipilih sebagai sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes lisan, kuesioner, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan uji t sampel berpasangan. Metode IOC diimplementasikan selama lima sesi melalui beberapa tahapan, termasuk penyajian materi pembelajaran dan model ekspresi, pembentukan dua lingkaran yang saling berhadapan, pertukaran informasi berpasangan, dan rotasi mitra secara sistematis. Pola interaksi ini memberi siswa kesempatan untuk menyampaikan ekspresi bahasa Arab dengan banyak mitra dalam lingkungan pembelajaran interaktif. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan berbicara siswa setelah implementasi IOC. Nilai rata-rata meningkat dari 72,27 pada pretest menjadi 82,37 pada posttest, yang menunjukkan peningkatan sebesar 10,10 poin. Hasil uji-t menunjukkan nilai t terhitung sebesar 19,05, yang lebih tinggi dari nilai t kritis sebesar 1,701 pada tingkat signifikansi 5% dan 2,467 pada tingkat signifikansi 1%. Respon siswa terhadap implementasi IOC mencapai 60,603% dan dinilai baik. Temuan ini menunjukkan bahwa IOC dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran komunikatif karena struktur instruksionalnya memberikan siswa kesempatan yang lebih besar untuk berinteraksi, bertukar informasi, dan berlatih berbicara bahasa Arab secara berulang. Kemampuan berbicara merupakan salah satu tujuan penting pembelajaran bahasa Arab karena siswa perlu menggunakan bahasa tersebut secara langsung dalam interaksi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode Inside Outside Circle (IOC) sebagai strategi pembelajaran komunikatif dan untuk menguji perubahan kemampuan berbicara bahasa Arab siswa setelah implementasinya. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental Satu Kelompok Pretest-Posttest. Populasi terdiri dari 374 siswa, dengan 29 siswa dipilih sebagai sampel menggunakan pengambilan sampel bertujuan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes lisan, kuesioner, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan uji t sampel berpasangan. Metode IOC diimplementasikan selama lima sesi melalui beberapa tahapan, termasuk penyajian materi pembelajaran dan model ekspresi, pembentukan dua lingkaran depan, pertukaran informasi berpasangan, dan rotasi mitra secara sistematis.Pola interaksi ini memberi siswa kesempatan untuk mengajarkan ekspresi bahasa Arab dengan banyak mitra dalam lingkungan pembelajaran interaktif.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan berbicara siswa setelah penerapan IOC. Nilai rata-rata meningkat dari 72,27 pada pretest menjadi 82,37 pada posttest, yang menunjukkan peningkatan sebesar 10,10 poin. Hasil uji-t menunjukkan nilai t terhitung sebesar 19,05, yang lebih tinggi dari nilai t kritis sebesar 1,701 pada tingkat signifikansi 5% dan 2,467 pada tingkat signifikansi 1%. Respon siswa terhadap penerapan IOC mencapai 60,603% dan dinilai sebagai baik. Temuan ini menunjukkan bahwa IOC dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran komunikatif karena struktur instruksionalnya memberikan siswa kesempatan yang lebih besar untuk berinteraksi, bertukar informasi, dan berlatih berbicara bahasa Arab secara berulang.