Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PERILAKU KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT MELALUI EDUKASI KESEHATAN PADA KELOMPOK ANAK USIA SEKOLAH DAN REMAJA Siti Munawaroh; Riana Lailatul Fajriyah; Siffa Auliya Rizkyana; Siti Mudawamah; Tasya Dwi Febiana; Siti Marisa; Septia Dewi Putri Anggraini; Sholikhatun Nikmah; Salsabila Afifun Nisa; Indanah Indanah; Umi Faridah; Novi Kumala Sari; Lasmini Lasmini
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 1 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i1.2715

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak dan remaja, seperti karies gigi, sering disebabkan oleh kurangnya edukasi, konsumsi makanan manis, dan jarangnya kunjungan ke dokter gigi. Di Desa Bakalankrapyak, banyak anak dan remaja mengalami masalah gigi, menunjukkan perlunya pendekatan sistematis yang melibatkan orang tua, guru, dan teknologi. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan kebersihan gigi pada 25 peserta jamiiyah yasinan melalui penyuluhan interaktif, simulasi teknik menyikat gigi, dan pemutaran lagu edukasi. Aspek yang diukur mencakup pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi dengan benar, yang dievaluasi melalui observasi dan pertanyaan terbuka. Intervensi melibatkan praktik langsung menggunakan alat peraga dan media pendukung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait teknik menyikat gigi yang benar, frekuensi yang dianjurkan, serta dampak buruk dari kebersihan gigi yang tidak terjaga. Untuk keberlanjutan, disarankan agar kegiatan penyuluhan dilakukan secara berkala setiap bulan, dengan monitoring rutin mengenai kebiasaan menyikat gigi peserta. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab dan pengamatan langsung pada praktik menyikat gigi. Hal ini diharapkan dapat menciptakan perubahan perilaku positif dan meningkatkan kondisi kesehatan gigi peserta secara efektif. Penting untuk mengadakan penyuluhan berkelanjutan dengan jadwal rutin, seperti setiap bulan, untuk memastikan anak-anak dan remaja terus mendapatkan edukasi kebersihan gigi. Monitoring kesehatan gigi juga perlu dilakukan secara teratur, misalnya dengan memeriksa kebiasaan menyikat gigi mereka, serta bertanya apakah mereka sudah menyikat gigi dengan benar. Pendekatan ini akan membantu memastikan perubahan perilaku yang lebih berkelanjutan dan memperbaiki kondisi kesehatan gigi mereka secara efektif.
PERBANDINGAN DAMPAK PEMBERIAN TABLET BESI DAN VITAMIN B12 DENGAN TABLET BESI DAN VITAMIN C PADA KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PEREMPUAN Alifia Fatika Rahma; Muhammad Ridwanto; Noor Hidayah; Indanah Indanah; Purbowati Purbowati
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 5, No 2 (2024): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v5i2.2423

Abstract

Anemia saat ini masih menjadi salah satu isu kesehatan utama secara global. Wilayah dengan kejadian anemia terbesar, yaitu 46,6%, adalah Asia Tenggara. Membandingkan dampak pemberian tablet besi dan Vitamin B12 dengan tablet besi dan Vitamin C pada kadar hemoglobin remaja perempuan. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimental. Teknik sampling menggunakan randomized sampling dengan kriteria inklusi mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan dengan kadar hemoglobin 12 g/dl dan tidak sedang mengalami penyakit DBD, TBC, Malaria Tifus. Jumlah sampel 30 responden. Terdapat peningkatan kadar hemoglobin pada kedua kelompok perlakuan setelah dilakukan analisis uji Independent Sample t-test. Pemberian tablet besi dengan vitamin B12 terbukti lebih unggul dalam meningkatkan kadar hemoglobin remaja perempuan (P = 0.044). Kata kunci: Anemia, Kadar Hemoglobin, Tablet Besi, Vitamin B12 Vitamin C
Edukasi Menggunakan Media Leaflet tentang Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kalomdol tahun 2025 Fitri Hayati Pangaribuan; Indanah Indanah; Septiani Septiani
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 6, No 2 (2025): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jmi.v6i2.3096

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi yang serius di Indonesia, khususnya di wilayah dengan prevalensi tinggi seperti Kabupaten Pegunungan Bintang. Rendahnya pengetahuan dan sikap ibu balita tentang stunting menjadi salah satu faktor penyebab utama terjadinya stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap ibu balita tentang stunting sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media leaflet di wilayah kerja Puskesmas Kalomdol. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-experiment dengan pendekatan one group pre-posttest. Sampel terdiri dari 93 ibu balita yang dipilih menggunakan teknik saturasi sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Guttman untuk pengetahuan dan skala Likert untuk sikap. Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS versi 31 untuk uji beda sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu dari kategori kurang menjadi cukup dan baik, serta perubahan sikap positif yang signifikan setelah intervensi edukasi (p 0,05). Edukasi melalui media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman ibu tentang definisi, penyebab, dampak, dan pencegahan stunting. Kesimpulannya, edukasi kesehatan berbasis media leaflet merupakan strategi efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu balita, yang berimplikasi pada perubahan perilaku pencegahan stunting secara berkelanjutan. Disarankan agar program edukasi ini diintegrasikan ke dalam layanan kesehatan masyarakat, terutama di daerah dengan angka stunting tinggi, untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia.
Parenting Styles Parental Employment Child Independence Among Elementary Students: Pola Asuh Status Pekerjaan Orang Tua Dan Kemandirian Anak Sekolah Dasar Agustina, Ayunda Dwi; Indanah, Indanah; Yulisetyaningrum, Yulisetyaningrum
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 27 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v27i1.1827

Abstract

General Background: Child independence is a crucial developmental aspect during the elementary school period and is closely associated with family-related factors. Specific Background: Parenting styles and parental employment status are frequently discussed determinants that shape children’s ability to manage daily activities and responsibilities independently. Knowledge Gap: Despite extensive discussion, empirical evidence examining the combined association of parenting styles and parental employment status with child independence within a specific elementary school context remains limited. Aims: This study aimed to analyze the relationship between parenting styles and parental employment status with the level of independence among school-aged children at SD 2 Jurang, Gebog District, Kudus Regency. Results: Using a quantitative correlational design with a cross-sectional approach and total sampling of 49 students aged 9–12 years, Chi-Square analysis revealed a statistically significant relationship between parenting styles and child independence (p < 0.05) with strong association strength, while parental employment status also showed a significant relationship with moderate association strength. Novelty: The study integrates parenting styles and parental employment status simultaneously within a single elementary school setting to explain variations in child independence. Implications: These findings provide empirical support for parents and schools to consider parenting approaches and work-related conditions when supporting the development of independence among elementary school children. Highlights • Democratic caregiving patterns were predominantly associated with higher self-reliance levels.• Work-related parental conditions showed a measurable association with children’s daily autonomy.• Most participants demonstrated moderate autonomy within academic and home activities. KeywordsParenting Styles; Parental Employment Status; Child Independence; School-Age Children; Elementary School
Gadget Use and Speech Delay Risk in Toddlers: Penggunaan Gadget dan Risiko Speech Delay pada Anak Toddler Umriana, Anila; Indanah, Indanah; Yulisetyaningrum, Yulisetyaningrum
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 27 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v27i1.1828

Abstract

General Background: Early childhood is a critical period for language acquisition, during which speech delay may disrupt communication and social development. Specific Background: The increasing prevalence of gadget use among children aged 18–36 months has raised concerns regarding reduced verbal interaction and language stimulation, particularly within community-based health services such as Posyandu. Knowledge Gap: Although gadget exposure in early childhood continues to rise, localized empirical evidence examining its association with speech delay risk remains limited. Aims: This study aimed to analyze the relationship between gadget use and the risk of speech delay among children aged 18–36 months at the Posyandu of Jetiskapuan Village, Jati District, Kudus Regency. Results: A quantitative correlational study with a total sample of 58 children was conducted using a gadget use questionnaire and the Indonesian version of the Receptive Expressive Emergent Language Scale, with data analyzed through Spearman Rank correlation. The findings demonstrated a strong and statistically significant negative relationship between gadget use and children’s language ability (r = −0.668; p < 0.001), indicating that higher levels of gadget use were associated with greater risk of speech delay. Novelty: This study provides community-based evidence highlighting the strength and direction of the association between gadget use intensity and speech delay risk in toddlers. Implications: The findings underscore the importance of parental supervision of gadget use and active verbal stimulation to support optimal language development during early childhood. Highlights • Higher levels of gadget use were associated with lower language ability scores in children aged 18–36 months.• Receptive language abilities were more developed than expressive language abilities among the participants.• Gadget use was predominantly passive, with limited interactive communication activities. Keywords Gadget Use; Speech Delay; Early Childhood; Language Development; Posyandu
Gadget Use and Social Interaction and Social Emotional Conditions in Preschool Children: Penggunaan Gadget dan Interaksi Sosial serta Kondisi Sosial Emosional Anak Prasekolah Nugraheni, Sofiana Dewi; Indanah, Indanah; Karyati, Sri
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 27 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v27i1.1829

Abstract

General Background: Preschool children undergo rapid social and emotional development during early childhood while simultaneously experiencing increasing exposure to digital technology. Specific Background: Gadget use has become a routine activity among preschool children and is commonly associated with variations in social interaction behavior and social-emotional conditions in both home and school environments. Knowledge Gap: Previous studies tend to examine gadget use in general populations, with limited evidence focusing on specific kindergarten settings that concurrently assess social interaction behavior and social-emotional conditions. Aims: This study aimed to examine the relationship between gadget use, social interaction behavior, and social-emotional conditions among preschool children at Aisyiyah Bustanul Athfal V Gondangmanis Kindergarten. Results: Employing a quantitative correlational design with a cross-sectional approach involving 68 preschool children, the findings indicated a significant negative relationship between gadget use and social interaction behavior (r = −0.288; p = 0.017) and a significant positive relationship between gadget use and social-emotional problems (r = 0.334; p = 0.005). Novelty: This study integrates gadget use, social interaction behavior, and social-emotional conditions within a specific kindergarten context, providing localized empirical evidence. Implications: The findings underline the importance of structured parental and teacher guidance in regulating gadget use to support healthy social interaction and social-emotional development in preschool children. Highlights • Higher gadget use was associated with lower levels of social interaction behavior• Increased gadget use corresponded with a higher occurrence of social-emotional problems• The kindergarten-based context revealed distinctive behavioral and emotional patterns Keywords Gadget Use; Social Interaction; Social Emotional Conditions; Preschool Children; Early Childhood Development
Lavender Aromatherapy And Slow Deep Breathing In Hypertension Sleep Quality: Kombinasi Aromaterapi Lavender Dan Slow Deep Breathing Pada Kualitas Tidur Hipertensi Nurotussaniah, Nadia; Sukesih, Sukesih; Indanah, Indanah
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 27 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v27i1.1837

Abstract

General Background: Hypertension is a major public health problem frequently accompanied by sleep quality disturbances that can worsen physiological and psychological conditions. Specific Background: Non-pharmacological approaches such as lavender aromatherapy and slow deep breathing are recognized as relaxation-based interventions that may support sleep regulation among hypertensive patients. Knowledge Gap: Previous studies have predominantly examined these interventions separately, while evidence on their combined application in rural community settings remains limited. Aims: This study aimed to examine the outcomes of combining lavender aromatherapy and slow deep breathing on sleep quality among patients with hypertension in Brakas Village. Results: Using a quasi-experimental control group pretest–posttest design, significant improvements in sleep quality scores were observed in the intervention group receiving both lavender aromatherapy and slow deep breathing, while the control group receiving slow deep breathing alone showed lower improvements, with statistically significant differences between groups (p < 0.001). Novelty: This study provides community-based evidence on the combined application of lavender aromatherapy and slow deep breathing among hypertensive patients in a rural setting. Implications: The findings indicate that this combined non-pharmacological approach may serve as a simple and practical option for improving sleep quality among people with hypertension at the community level. Highlights • Combination Intervention Produced Greater Sleep Quality Improvement• Community-Based Application In Rural Hypertension Patients• Non-Pharmacological Approach Using Relaxation-Based Methods Keywords Hypertension; Lavender Aromatherapy; Slow Deep Breathing; Sleep Quality; Non Pharmacological Therapy
Origami Play Therapy and Preschool Child Development Outcomes: Terapi Bermain Origami dan Hasil Perkembangan Anak Prasekolah Hikmah, Citra Karima Lailatul; Faridah, Umi; Indanah, Indanah
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 27 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v27i1.1877

Abstract

General Background: Early childhood represents a critical phase of growth in which optimal stimulation is required to support motor, language, and social development through structured educational and nursing activities. Specific Background: Play-based interventions, including origami activities, are frequently applied in early childhood education settings as routine learning strategies, yet their structured application within nursing-oriented developmental stimulation remains limited. Knowledge Gap: Empirical evidence comparing origami play therapy with routine daily activities using an integrated assessment of fine motor, gross motor, language, and personal–social development is still scarce, particularly in early childhood education institutions. Aims: This study aimed to examine preschool child development following origami play therapy compared with routine daily activities at PAUD (KB–TK) TBS Kajan, Krandon Kudus. Results: Using a quasi-experimental pretest–posttest control group design with 72 preschool children, origami play therapy and routine activities were both associated with significant improvements in developmental outcomes based on Denver Developmental Screening Test assessments, while post-intervention comparisons between groups showed no significant differences. Novelty: The study offers an integrated nursing-based application of origami play therapy assessed across multiple developmental domains within a quasi-experimental framework in an early childhood education context. Implications: These findings support the incorporation of structured origami activities and routine learning practices as complementary approaches in early childhood education and pediatric nursing to support comprehensive preschool development. Highlights• Preschool children showed measurable developmental improvement after structured play-based activities• Origami activities were associated with progress across motor, language, and social domains• Routine daily learning activities also demonstrated comparable developmental gains KeywordsOrigami Play Therapy; Preschool Child Development; Early Childhood Education; Developmental Screening; Pediatric Nursing
PENERAPAN JOB SAFETY ANALYSIS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DI BAGIAN PRODUKSI PT. BERILL JAYA SEJAHTERA GROBOGAN Mega Anggraeni Putri; Indanah Indanah; Cikita Berlian Hakim
JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN INDUSTRI Vol 4, No 2 (2023): JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN INDUSTRI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jatmi.v4i2.2072

Abstract

PT. Berill Jaya Sejahtera Grobogan merupakan perusahaan industri yang bergerak di bidang agrikultur penghasil beras dengan brand “Anak Raja”. Pada tahun 2022 masih terjadi kecelakaan kerja di bulan Agustus-November. Dimana total jumlah kecelakaan yang terjadi di bagian produksi yaitu sebanyak 6 orang pekerja. Terdapat beberapa jenis potensi bahaya yang terjadi di PT. Berill Jaya Sejahtera misalnya gangguan pernapasan, kesetrum, kulit iritasi, kurang adanya ventilasi udara, tertimpa karung, tertusuk jarum jahit karung saat proses produksi dengan kategori ringan, sedang, dan berat. Hal tersebut akibat dari pekerja yang masih menganggap sepele tentang penggunaan APD dan sanksi yang telah diberikan oleh perusahaan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi bahaya kecelakaan kerja yang ada di PT. Berill Jaya Sejahtera. Hasil analisis risiko yang didapat pada proses produksi di PT. Berill Jaya Sejahtera terdapat 7 risiko dan 24 potensi bahaya. Adapun risiko-risiko tersebut berupa risiko kesetrum, ketumpahan padi, gangguang pernapasan, kulit iritasi, tertimpa karung, tertusuk jarum, dan kelelahan. Job Safety Analysis (JSA) dapat diterapkan dan diterima di PT. Berill Jaya sejahtera sebagai upaya pencegahan terjadinya kecelakaan kerja di bagian produksi.
Gambaran Status Gizi, Berat Lahir, Mp-Asi Pada Anak Usia 6-24 Bulan Di Desa Besito Kecamatan Gribig Kabupaten Kudus Oshya Aryun Nur Annisya; Indanah Indanah; Fariza Yulia Kartika Sari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2485

Abstract

Masalah gizi pada anak usia 6–24 bulan merupakan isu penting karena periode ini adalah masa emas tumbuh kembang anak, di mana kekurangan gizi dapat berdampak serius pada kesehatan jangka pendek maupun panjang. Salah satu faktor utama yang memengaruhi status gizi adalah pemberian MP-ASI dan berat lahir anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi, berat lahir, dan pemberian MP-ASI pada anak usia 6–24 bulan di Desa Besito, Kecamatan Gribig, Kabupaten Kudus. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan teknik total sampling pada 68 balita. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak memiliki berat lahir normal dan menerima MP-ASI tepat waktu, namun terdapat masalah status gizi dengan proporsi BB sangat kurang sebesar 33,8% dan tinggi badan sangat pendek (stunting) sebesar 42,6%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar anak di Desa Besito memiliki berat lahir dan pola pemberian MP-ASI yang sesuai, tetapi masih ditemukan prevalensi gizi buruk dan stunting yang perlu perhatian lebih lanjut.
Co-Authors Abdur Rozaq Achmad Ridwan Ade Kurnia Bayu Firdaus Adella Risma Triwijayanti Adolfina Merlina Hindom Afifatul Chasanah Agustina, Ayunda Dwi Aini, Siti Maslihatul Aksan Aksan Aksan, Aksan Alfiyatur Rohmaniyah Ali Solikin Alifia Fatika Rahma Ana Zumrotun Nisak Andi Sofyan Andriany, Shella Andy Sofyan Prasetyo Anny Rosiana M Apriliya, Restiana Ardiyati, Rizka Ayu Arief Adi Saputro Arnetta Mayasavira Putri Arnetta Putri Artha Amelia Ashri Maulida Rahmawati Asti Wulan Ardelia Aulia, Qurrotu A'yuni Ayu Winarti Azzakiy, Yanuar Rizqi Callista, Haibah Clara Chasanah, Afifatul Cikita Berlian Hakim Deby Kurniadi Dewi Kusumawati Dewi Kusumawati, Dewi Dhadila, Yuke Liza Fitri Dhina Cahya Rohim Diah Andriani Kusumastuti Diah Andriani Kusumastuti Diah Andriani Kusumastuti, Diah Andriani Dian Faqhih Larasati Diana Tri Lestari Diva Anastasya Dwi Astuti Dwi ASTUTI Dwi Astuti Dwi Della Puspita Dwi Elysia Dinata Edi Wibowo Edy Soesanto Eka Nihayatur Rohmah Elisya Pujasari Emma Jayanti Besan Estetika Putri Fadhilah Sekar Aji Widyawati Faiqh Albyn, Devanda Fairuzza Luthfin Faizatul Aini Fania Nurul Khoirunnisa Fariza Yulia Kartika Sari Fera Wardana Fida Maisa Hana Fida Maisa Hana Fita Hana Pertiwi Fitri Hayati Pangaribuan Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Kartikasari Fitriani, Indah Nur Fitrianingrum - Fitrianingrum Fitrianingrum Ghofira Nurrokhima Habibi, Mohammad Hadi Sabdo Handayani, Tutiek Hanifatun Najibah Hawa Suci Heny Siswanti Hertanti, Nety Widya Hesty Aprianti Ratuk Tallama Hikmah, Citra Karima Lailatul Himawan, Rizki IIn Awalia Ika Puji Eviyanti ika tristanti Ika Widyawati Ikeu Nurhidayah Imam Saefudin Indah Puspitasari INDAH PUSPITASARI Indah Puspitasari indah puspitasari Indah Risnawati Indah Risnawati Indana Ulfah Islami Islami Istianah Istianah Istyanti, Gabriella Sekar Iswahyuningrum Iswahyuningrum Kanza Putri Karomatunnisa, Nila Kartikasari, Gerhani Khoiriyah Khoiriyah Khoirun Nisa Khoirun Nisa Khoirur Rohmah Khotijah Khotijah Krisna Yetti Krisna Yetti Krisna Yetti Kristiyaningrum - Kristiyaningrum Kristiyaningrum Kristiyaningrum, Kristiyaningrum Kumala Afiyani Rizqi kusumawardani, lita heni Lasmini Lasmini Lastri, L Latifatus Sofa Lismawati, Dini Luknis Sabri Luknis Sabri Luknis Sabri Luknis Subri Maemunah , Ai Mardiana, Sri Siska Maryani, Wiwin Mauludina, Ibtasama Mega Anggraeni Putri Mohammad Habibi Muhamad Jauhar Muhammad Adib Jauhari Muhammad Nurul Fadel Muhammad Purnomo Muhammad Ridwanto Muslihatus Sa’adah Najibah, Hanifatun Nani Nurhaeni Nani Nurhaeni Natasha, Dhea Navira Septiana Ulfa Nety Widya Hertanti Nila Karomatunnisa Nisa, Ardiana Zakiyatun Nisfatussholikhah Nisfatussholikhah Noor Azizah Noor Azizah Noor Azizah Noor Cholifah Noor Cholifah Noor Hidayah Noor Hidayah Nor Asiyah Novi Iin Safitriani Novi Kumala Sari Noviana Ika Noviana Ika Susanti Nugraheni, Sofiana Dewi Nunuk Wiyarni Nur Aini Nasihah Nur Hidayat Nurfaiz Najunda Sari Nurohmah, Endah Nurotussaniah, Nadia Oshya Aryun Nur Annisya Pannes David Sahri, Pannes David Sahri Permatasari, Irma Prameswari, Fatikha Pranata, Vicky Riyan Purbowati Purwati, Nyimas Heny Putri Novitasari Putri, Arnetta Mayasavira Putri, Estetika Putri, Sheryl Nisrina Aulia Qurrotu A'yuni Aulia R Rusnoto Restiana Apriliya Riana Lailatul Fajriyah Rini Kartika Rinuf Eviati Devita Ririn Widyasari Riyan, Vicky Rizka Ayu Ardiyati Rizka Himawan Rizki Himawan Rohmah, Eka Nihayatur Rohmaniyah, Alfiyatur Rusnoto Rusnoto - Rusnoto Rusnoto Rusnoto Rusnoto Rusnoto, R S Sukarmin Saadah, Ulyatus Sa’adah, Muslihatus Sa’diyah, Siti Halimatus Sabiq Ismail Saefudin, Imam Salsabila Afifun Nisa Sari, Nurfaiz Najunda Sayyidati Maulia Ashfa Septia Dewi Putri Anggraini Septiani Septiani Shella Andriany shinta dwi kurnia Shofanida, Nabila Adisty Sholikhatun Nikmah Siffa Auliya Rizkyana Silviawati, Ita Siswahyudianto Siti Halimatus Sa’diyah Siti Mahgfiroh Siti Marisa Siti Maslihatul Aini SITI MUDAWAMAH Siti Munawaroh Siti Mutomimah Siti Zumaroh Sofa, Latifatus Sri Karyati Sri Karyati Sri Siska Sukarmin - Sukarmin Sukarmin Sukarmin, S Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih, Sukesih Surastuti, Putri Sutrisno, Sutrisno Suwarto Suwarto Syahid Fatah Cokropranoto Tasya Dwi Febiana Teguh Imam Prasetyo Tiara, Novi Tri Febriani Dewi Tri Suwarto Tristanti, Ika Tutiek Handayani Ully Kurantil Wira Wicaksana Umi Farida Umi Farida Umi Faridah Umi Faridah Ummah, Faridatul Ummi Kulsum Unggul Dewi Vicky Riyan Vicky Riyan Pranata Wafa Nur Shodiqoh Wahyu Ari Setiyawan Wan Ismahanisa Ismail Wanda , Dessie Wardana, Fera Wina Yuliati Wiwin Maryani Wiyarni - Wiyarni Wiyarni Wiyarni Wiyarni Wiyarni, Nunuk Y Yuli Y Yusminah Yanuar Rizqi Azzakiy Yuke Liza Fitri Dhadila Yuli, Y Yuliati, Wina Yulisetyaningrum Yundari, Yundari Yunita Nur Afifah Yusminah, Y Zalfa Iqlima Bilqis zumaroh, siti