p-Index From 2021 - 2026
10.052
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Sekolah Dasar El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam Journal of Education and Learning (EduLearn) Journal of Educational, Health and Community Psychology Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Persona: Jurnal Psikologi Indonesia Psikopedagogia PSYMPATHIC KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture) Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan International Research Based Education Journal Jurnal Sains Psikologi Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan JURNAL DIVERSITA JRMSI - Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bisma The Journal of Counseling Child Education Journal To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ulumuddin : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Jurnal Penelitian Psikologi Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi INSPIRA: Indonesian Journal of Psychological Research Ilomata International Journal of Social Science Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Indonesian Collaboration Journal of Community Services (ICJCS) Abdi Psikonomi Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Research and Development in Education (RaDEn) Flourishing Journal Bulletin of Social Informatics Theory and Application Jurnal Penelitian Kualitatif Ilmu Perilaku Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Al Hikmah: Indonesian Journal of Early Childhood Islamic Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Scoping Review: Faktor dan Dampak Efikasi Diri pada Tenaga Kesehatan Muhammad Naval; Tutut Chusniyah
Flourishing Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i12025p58-68

Abstract

Self-efficacy is a common problem in nurses, due to high workload, job demands, high working hours, characterized by several factors related to self-efficacy, namely grit, resilience, burnout, organizational support, job satisfaction, behavior, and work experience. The research method used was scoping review, with PRISMA guidelines, and search for research articles from two databases, namely, scopus, and pubmed. Published research articles range from 2015-2025, with the type of scientific journal publication and English language. The results obtained 11 scientific research articles relevant to self-efficacy in health workers, especially those found in nurses in several countries. The results of the analysis found that the dynamics of existing factors are positively correlated with self-efficacy and are important as a nurse's commitment in managing a very high workload. Conversely, low self-efficacy can cause nurses to experience burnout, decreased mental health, unable to manage their work effectively, in order to increase the need for organizational support and social support is a source of increasing self-efficacy, which is included in the verbal persuasion factor given to nurses so as to increase self-efficacy in job completion. AbstrakEfikasi diri merupakan suatu permasalahan yang umum terjadi pada perawat, dikarenakan beban kerja yang tinggi, tuntutan pekerjaan, jam kerja yang tinggi, ditandai dengan beberapa faktor yang berkaitan dengan efikasi diri yaitu grit, resilience, burnout, dukungan organisasi, kepuasan kerja, perilaku, dan pengalaman kerja. Metode penelitian yang digunakan scoping review,dengan panduan PRISMA, serta penelusuran artikel penelitian dari dua database yaitu, scopus dan pubmed. Artikel penelitian yang dipublikasikan rentang tahun 2015- 2025, dengan tipe publikasi jurnal ilmiah dan berbahasa inggris. Hasil penelitian didapatkan 11 artikel penelitian ilmiah yang relevan dengan efikasi diri pada tenaga kesehatan khususnya yang ditemukan pada perawat di beberapa negara. Hasil analisis didapatkan bahwa dinamika faktor yang ada berkorelasi positif dengan efikasi diri dan penting sebagai komitmen perawat dalam mengelola beban kerja yang sangat tinggi. Sebaliknya, efikasi diri yang rendah dapat mengakibatkan perawat mengalami burnout, kesehatan mental yang menurun, tidak mampu dalam mengelola pekerjaannya dengan efektif, agar meningkat diperlukan adanya dukungan organisasi dan dukungan sosial merupakan sumber dalam meningkatkan efikasi diri, yang termasuk kedalam faktor verbal persuasion yang diberikan kepada perawat sehinga meningkatkan efikasi diri dalam penyelesaian pekerjaan.
Dinamika Self-Disclosure dalam Pengasuhan Digital: Analisis Peran Mediasi Teknologi pada Hubungan Parent Child Long Distance Husna, Badiatul; Chusniyah, Tutut
Flourishing Journal Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i32025p163-174

Abstract

Long-distance parenting has become increasingly relevant in today's digital era, particularly with the rising mobility of parents due to work, education, or other personal circumstances. This phenomenon presents significant challenges in maintaining relationships between parents and children who are often separated by considerable physical distance. In this context, self-disclosure—the process by which individuals share personal information about themselves with others—emerges as an important aspect that needs to be analyzed. This study aims to understand the dynamics of self-disclosure in digital parenting within long-distance relationships between parents and children, highlighting the mediating role of digital technology. The method employed is a qualitative approach using snowball sampling. This technique begins with selecting a few initial respondents who meet the criteria, and then they recommend other relevant individuals to be included in the study. Data were collected through in-depth interviews with respondents, consisting of parents and children engaged in long-distance parenting. This study aims to explore how technology can facilitate or hinder the self-disclosure process between them. The findings are expected to provide new insights for researchers and practitioners in psychology and education regarding the importance of effective communication in digital parenting. Abstrak Pengasuhan jarak jauh (long distance parenting) menjadi semakin relevan di era digital saat ini, terutama dengan meningkatnya mobilitas orang tua akibat pekerjaan, pendidikan atau situasi pribadi lainnya. Fenomena ini memunculkan tantangan signifikan dalam menjaga hubungan antara orang tua dan anak yang sering kali terpisah oleh jarak fisik yang jauh. Dalam konteks ini, self-disclosure atau proses di mana individu berbagi informasi pribadi tentang diri mereka kepada orang lain menjadi aspek penting yang perlu dianalisis. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika self-disclosure dalam pengasuhan digital pada hubungan jarak jauh antara orang tua dan anak dengan menyoroti peran mediasi teknologi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik snowball sampling. Teknik ini dimulai dengan memilih beberapa responden awal yang memenuhi kriteria, kemudian mereka merekomendasikan individu lain yang relevan untuk diikutsertakan dalam penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap responden yang terdiri dari orang tua dan anak yang menjalani pengasuhan jarak jauh. Penelitian ini jua bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat memfasilitasi atau menghambat proses pengungkapan diri di antara mereka. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para peneliti dan praktisi di bidang psikologi serta pendidikan tentang pentingnya komunikasi yang efektif dalam pengasuhan digital.
Membentuk Identitas Diri Digital di Era Media Sosial: Studi Kualitatif terhadap Guru Firdauza, Intan Ayu Lasmana; Chusniyah, Tutut
Flourishing Journal Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i52025p297-307

Abstract

The development of social media has transformed how individuals build and present their identities, including within professional contexts such as teaching. This study aims to explore how teachers construct and manage their digital identity through platforms like LinkedIn and personal social media such as Instagram and TikTok. Using a qualitative approach with a phenomenological method, this study involved three active teachers selected purposively. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using a phenomenological data analysis technique. The findings show that teachers use LinkedIn to build a formal professional image, while Instagram and TikTok serve as spaces to express more casual and personal aspects of themselves. Strategies such as privacy settings, content selection, and separating personal and professional spheres are key to adjusting their identity to the social norms of each platform. Although teachers did not feel pressured, they demonstrated strong awareness of maintaining a professional image in digital spaces. This study concludes that teachers shape their digital identity consciously, strategically, and adaptively according to the social context of each social media platform. AbstrakPerkembangan media sosial telah mengubah cara individu membangun dan menampilkan identitas diri, termasuk dalam konteks profesional seperti profesi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana guru membentuk dan mengelola identitas mereka melalui platform LinkedIn dan media sosial pribadi seperti Instagram dan TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis dan melibatkan tiga guru aktif yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan teknik analisis data fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan LinkedIn untuk membangun citra profesional yang formal, sedangkan Instagram dan TikTok dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengekspresikan sisi pribadi yang lebih santai. Strategi seperti pengaturan privasi, pemilihan konten, serta pemisahan antara kehidupan pribadi dan profesional menjadi cara utama dalam menyesuaikan identitas dengan norma sosial di masing-masing platform. Meskipun para guru tidak merasa tertekan, mereka tetap menunjukkan kesadaran tinggi dalam menjaga citra profesional di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa identitas digital guru dibentuk secara sadar, strategis, dan adaptif sesuai dengan konteks sosial dari setiap platform media sosial.
Scoping Review: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Suami Istri Ibrahim, Abdul Rahman; Chusniyah, Tutut
Flourishing Journal Vol. 5 No. 7 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i72025p375-388

Abstract

Marital satisfaction is an important indicator in assessing the quality of the relationship between spouses and contributes to psychological well-being and family stability. With the evolving dynamics of society and culture, studies on the determinants of marital satisfaction have become increasingly complex and require a systematic approach. This study aims to identify and map various factors influencing marital satisfaction through a scoping review method. The approach follows the PRISMA-ScR guidelines and employs the PEOS framework (Population, Exposure, Outcome, Study Design) to establish article selection criteria. Data were collected from two main databases, namely Google Scholar and PopCites.id, using relevant keywords and involving 10 empirical articles published between 2019 and 2024. The findings indicate that marital satisfaction is influenced by a combination of psychological, interpersonal, and sociocultural factors, such as emotion regulation, religiosity, communication, marital symbolism, gender norms, and psychological well-being. This review also highlights the variation in findings based on different cultural and social contexts. Therefore, understanding marital satisfaction must take into account specific local dynamics and adopt a multidisciplinary approach to ensure that developed interventions are more effective and applicable. AbstrakKepuasan pernikahan merupakan indikator penting dalam menilai kualitas relasi pasangan suami istri serta berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis dan stabilitas keluarga. Seiring perkembangan dinamika sosial dan budaya, studi mengenai determinan kepuasan pernikahan menjadi semakin kompleks dan membutuhkan pendekatan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan berbagai faktor yang memengaruhi kepuasan pernikahan melalui metode scoping review. Pendekatan ini mengikuti panduan PRISMA-ScR dengan menggunakan kerangka PEOS (Population, Exposure, Outcome, Study Design) untuk menyusun kriteria seleksi artikel. Data dikumpulkan dari dua basis data utama, yakni Google Scholar dan PopCites.id, dengan kata kunci yang relevan, dan melibatkan 10 artikel empiris terbitan 2019–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepuasan pernikahan dipengaruhi oleh kombinasi faktor psikologis, interpersonal, dan sosiokultural, seperti regulasi emosi, religiusitas, komunikasi, simbol pernikahan, norma gender, dan kesejahteraan psikologis. Tinjauan ini juga menyoroti adanya variasi temuan berdasarkan konteks budaya dan sosial yang berbeda. Oleh karena itu, pemahaman terhadap kepuasan pernikahan harus mempertimbangkan dinamika lokal yang spesifik dan pendekatan multidisipliner agar intervensi yang dikembangkan dapat lebih efektif dan aplikatif.
Analisis Dampak Psikologis Korban Love Scam Segara, I G Bayu Candra; Chusniyah, Tutut; Dharmastuti, Anjarie
Flourishing Journal Vol. 5 No. 9 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i92025p527-535

Abstract

The phenomenon of love scams, or online dating fraud, has become a crucial issue in the realm of digital crime that capitalizes on individuals' emotional vulnerability, especially through social media platforms and dating sites. This research aims to analyze the psychological impact on victims of such scams, using a descriptive qualitative approach and a literature review. The study results show that victims of love scams not only experience significant financial losses but also face deep emotional trauma, such as post-traumatic stress disorder (PTSD), depression, feelings of shame, loss of self-confidence, and suicidal ideation. Findings also indicate that the majority of victims are middle-aged women with a high level of education and a tendency towards impulsivity and affective dependency. The long-term process of deception leads to a complex psychological attachment to the perpetrator, worsening the victim's mental state. In addition, this deception has a systemic impact on the victim's social status and interpersonal relationships. This study recommends in-depth professional psychological interventions and multidimensional prevention strategies to reduce the prevalence and long-term impact of digital romance scams. AbstrakFenomena love scam atau penipuan kencan daring telah menjadi isu krusial dalam ranah kejahatan digital yang memanfaatkan kerentanan emosional individu, khususnya melalui platform media sosial dan situs kencan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak psikologis yang dialami oleh korban penipuan tersebut, dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur . Hasil studi menunjukkan bahwa korban love scam tidak hanya mengalami kerugian finansial yang signifikan, tetapi juga menghadapi trauma emosional mendalam, seperti gangguan stres pascatrauma (PTSD), depresi, perasaan malu, kehilangan kepercayaan diri, hingga ingin bunuh diri. Temuan juga mengindikasikan bahwa mayoritas korban merupakan perempuan setengah baya dengan tingkat pendidikan tinggi dan kecenderungan impulsif serta ketergantungan afektif. Proses penipuan yang berlangsung dalam jangka waktu panjang menyebabkan keterikatan psikologis yang kompleks terhadap pelaku, sehingga memperburuk kondisi mental korban. Selain itu, penipuan ini berdampak sistemik terhadap status sosial dan hubungan interpersonal korban. Penelitian ini merekomendasikan intervensi psikologis profesional yang mendalam serta strategi pencegahan multidimensi guna mengurangi prevalensi dan dampak jangka panjang dari penipuan asmara digital.
Teknologi Digital dan Kesejahteraan Psikologis Karyawan Generasi Z: Tinjauan Sistematis di Dunia Kerja Modern Widodo, Nikita Amanda Putri; Chusniyah, Tutut
Flourishing Journal Vol. 5 No. 8 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i82025p462-471

Abstract

The development of digital technology in the modern workplace presents both efficiency opportunities and challenges for the psychological well-being of Generation Z employees. This study is a systematic review based on PRISMA guidelines and JBI quality assessment of nine relevant articles (2019–2025) that discuss the relationship between work technology and the psychological well-being of Gen Z. The analysis in this study highlights how the use of digital technology in the workplace can trigger psychological stress such as digital stress, technostress, and burnout, which ultimately worsens various aspects of the psychological well-being of Generation Z employees. The findings show that technology (e.g., collaboration platforms, communication applications, and work algorithms) has the potential to increase productivity and flexibility, but also increases technostress, digital fatigue, and the blurring of work-life boundaries that negatively impact most dimensions of Psychological Well-Being (especially autonomy, environmental mastery, positive relations, and purpose in life). This study emphasizes the importance of digital strategies that are not only technically based but also humanistic in designing a healthy and inclusive future work ecosystem for Generation Z. AbstrakPerkembangan teknologi digital dalam dunia kerja modern menghadirkan peluang efisiensi sekaligus tantangan bagi kesejahteraan psikologis karyawan Generasi Z. Kajian ini merupakan tinjauan sistematis berdasarkan pedoman PRISMA dan penilaian kualitas JBI terhadap sembilan artikel relevan (2019–2025) yang membahas hubungan teknologi kerja dengan kesejahteraan psikologis Gen Z. Analisis dalam kajian ini menyoroti bagaimana penggunaan teknologi digital di tempat kerja dapat memicu tekanan psikologis seperti digital stress dan technostress yang pada akhirnya memperburuk berbagai aspek kesejahteraan psikologis karyawan Generasi Z. Temuan menunjukkan bahwa teknologi (mis. platform kolaborasi, aplikasi komunikasi, dan algoritme kerja) berpotensi meningkatkan produktivitas dan fleksibilitas, tetapi juga meningkatkan technostress, kelelahan digital, dan kaburnya batas kerja-hidup yang berdampak negatif pada sebagian besar dimensi psychological well-being (terutama autonomy, environmental mastery, positive relations, serta purpose in life). Studi ini menegaskan pentingnya strategi digital yang tidak hanya berbasis teknis, tetapi juga humanistik, dalam mendesain ekosistem kerja masa depan yang sehat dan inklusif bagi Generasi Z.
Co-Authors Adi Atmoko Adnan, Kahlil Agil Prayogo Agung Minto Wahyu Agung Minto Wahyu Aji Bagus Priyambodo Aji Priyambodo Al Farizi, Reza Hanif Alfath, Esa Arsyiatul Anjarie Dharmastuti Arfianto, Andi Ariyanti, Nova Syafira Astri Ayu Larasati Atok Ahmad Rizqoni Ayu Dear Pangesti Azidah Abu Ziden Azidah Abu Ziden Bagus Rachmad Saputra Bakhtiar, Faisal Yusuf Bambang Budi Wiyono Banna Rosyid Madani Bernadet Cahyanintyas A Biji Bintang Binarani Bimantoro, Demanda Bisri, Moh. Budi Eko Soetjipto Cahyandari, Yenika Putri Catherine Agnesia Putri Chandeni Dwi Debby Ayu Dedi Kuswandi Dedi Prestiadi Dewi Fitriana Dewi Zahara Dhelya Widasmara Dhiya Fauziyyah Sudirman Diah Puspita Sari Dianti, Ine Luna Diantini Ida Viatrie Dimas Anggi Dinda Dewi Auni Dini Ajeng Anjani Dwi Wahyu Utama Endah Kurniawati Endrik Mas Yulaidi Eva, Nur Fahmi Zakaria Faradeni Faradeni Farah Farida Tantiani, Farah Farida Farah Tantiani Fattah Hidayat Fifi Khoirul Fitriyah Fina Alfiah Wulandari Firdauza, Intan Ayu Lasmana Firdha Rizki Nurulit Fitriatul Khasanah Fonny Dameaty Hutagalung Gamma Rahmita Ureka Hakim Gebi Angelina Zahra Gusti Ayu Baby Ananda Putri Astari Hakim, Shaqilla Hakim, Shaqilla Aulia Hanurawan, Fattah Haqq, Syauqi Arinal Hermawan, Hengki Hetti Rahmawati Husna, Badiatul I Nyoman Ruja I'tisham, Muhammad Ibrahim, Abdul Rahman Ika Andrini Farida Ika Candra Sayekti Ika Nur Hilmayani Ike Dwiastuti, Ike Ikhwanul Ihsan Armalid IM. Hambali Indah Suhanti Indah Yasminum Suhanti Indra Lesmana Inseachiangmai, Jittakorn Intan Ratnasari istiqomah istiqomah Istiqomah Istiqomah Izati, Maydana Jati Fatmawiyati Kukuh Setyo Pambudi, Kukuh Setyo Lola Maria M. Ramli Machmudah Maisyaroh Malinda Syafrina Marvel M.A.A.N Sihombing Maulana Amirul Adha Maulanal Kirom Firdaus Mochammad Sa’id Mochammad Yunus, Mochammad Moh. Irtadji Mohammad Bisri Mohammad Saiful Pradana Muh. Amin Arqi Muhamad Taufik Hidayat Muhammad Naval Muhammad Rayhan I’tisham Muhammad Saifudin Zuhri Muhammad Subkhan Muhammad Wildan Murfiah Dewi Wulandari Muslihati Mustafa, Mifta Ihza Zahwa Nadhifa Salsabillah Riyadi Ninik Setiyowati Nova Syafira Ariyanti Novita Anggraeni Nur Eva Nur Eva Nur Hidayah Nursadi, Reza Aji Oktasari, Maria Patriana, Wendy Dian Pramesti, Faradita Agenovindia Prasetya, Anastacia Megawati Prasetyo, Vonny Anggraeni Pratiwi, Dhara Maharani Mega Dewi Pravissi Shanti Putri Puji Astutik Putri, Agninda Rahmi Rakhmaditya Dewi Noorrizki Raman, Farah Izyan Ria Mareta Yulfan Rifa Hidayah Riyan Putranto Rizky Satya Reswara Rumidjan Rumidjan Sa'dun Akbar Sakina, Rahma Lailatus Salsabila, Arini Isyfa Saputra, Bagus Rachmad Saputri, Maudy Awanda Sarah Khoerunisa Segara, I G Bayu Candra Sekar Githami Sesilianus Fau Shabrina Fitri Rahmadini Shita Resti Maheswari Siti Nurlaila, Siti Sitriah Salim Utina Sri Andayani Sri Untari Sri Untari Suryandari, Savitri Taju Bahaduri Tanaya Salsabila Tania, Basma Tasya Yuni Ariskasari Tb Farhan Muhammad Tri Wahyu Fitrianti Trisna Aulia Nur Rakhmah Utami, Lufiana Harnany Valdez, Anabelie Villa Wahyu, Agung Minto Wahyudin, Herul Widodo, Nikita Amanda Putri Yudi Tri Harsono Yulaidi, Endrik Mas Zalki, Riki Zayyana Khairunnisa Lubis