Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Cemaran Bakteri Coliform pada Air Isi Ulang di Jalan Pramuka Banjarmasin: Correlation of Public Knowledge on the use of Medicine for Tooth Pain in the Working Area of the Asam-Asam Health Center Rahayu, Desi Dwi; Rohama, Rohama; Nastiti, Kunti; Hakim, Ali Rakhman
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.8966

Abstract

Latar Belakang: Air adalah suatu kebutuhan dasar dalam kehidupan manusia yang biasa digunakan untuk mandi, mencuci, memasak, dan minum. Banyak penyakit yang sering menjumpai manusia berasal dari cemaran air. Mutu air minum secara biologis sangat penting karena diantaranya bisa menyebabkan munculnya berbagai macam penyakit salah satu nya diare yang disebabkan oleh bakteri Escerichia Coli. Menurut data DINKES Kalimantan Selatan pada tahun 2020 terjadi kasus diare sebanyak 5412 kasus, jumlah kasus ini mengalami kenaikan dari tahun 2019 yang terjadi sebanyak 1073 kasus. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatur bahwa maksimal cemaran mikroba dalam pangan olahan tidak boleh mengandung satupun bakteri Coliform. Coliform adalah salah satu penanda buruk nya kondisi air juga kebersihan pengelolaan pangan, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa 5 sampel dari 16 DAMIU daerah kayutangi positif Coliform. Tujuan: Mengetahui cemaran bakteri coliform dan identifikasi bakteri Escerichia Coli pada air galon di jl Pramuka Banjarmasin. Metode: Metode observasional deskriptif menggunakan MPN meliputi penguat, penduga, dan pelengkap. Hasil: Hasil yang didapatkan pada penelitian ini dengan metode MPN pada uji penguat dan penduga dari 13 sampel semua positif mengandung bakteri Coliform dan kemudian pada metode MPN pada uji pelengkap 11 dari 13 sampel positif mengandung bakteri Coliform dan Escherichia Coli. Simpulan: Pada 11 dari 13 sampel menunjukkan bahwa sampel positif mengandung bakteri Coliform dan Escherichia Coli di Jl.Pramuka Banjarmasin.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pulutan (Urena lobata L) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus: Antibacterial Activity Test of Pulutan Leaf Extract (Urea lobata L) Againt Staphylococcus aureus Fitriani, Dyah; Rohama, Rohama; Darsono, Putri Vidiasari; Hakim, Ali Rakhman
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9006

Abstract

Penyakit infeksi merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena virus, bakteri, protozoa ataupun jamur. Penggunaan antibiotik dalam pengobatan infeksi dapat menimbulkan efek samping dan resistensi. Daun pulutan secara empiris digunakan sebagai penurun panas, rematik, luka, bisul, dan sebagai antiseptik. Daun pulutan mengandung metabolit sekunder alkaloid, saponin, dan flavonoid yang diduga memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak daun pulutan (Urena lobata L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus, menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak daun pulutan (Urena lobata L) Terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah true experimental. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dan dilusi cair. Kemudian data dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis dan Mann Whitney. Hasil ekstrak daun pulutan memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 100% zona hambat 14,09 mm dan konsentrasi 80% zona hambat 11,09 mm. Nilai KHM terdapat pada konsentrasi 80% dan tidak memiliki nilai KBM. Hasil uji statistik menunjukan terdapat perbedaan bermakna p value 0,004 pada Kruskall Wallis dan pada Mann Whitney menunjukan p value 0,025. Dapat disimpulkan Daun Pulutan (Urena lobata L) memiliki aktivitas antibakteri kategori kuat. Nilai KHM terdapat pada konsentrasi 80% dan tidak memiliki nilai KBM terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi N-Hexan Daun Benalu (Dendrophthoe Pentandra (L.) Miq.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Bacillus Subtilis dan Enterobacter Aerogenes : Antibacterial Activity of Ektract and N-Hexan of Benalu Leaves (Dendrophthoe Pentandra (L.) miq.) Against the Growth of Bacteria Bacilius Subtilis and Enterobacter Aerogenes Hepriana, Yemima; Nastiti, Kunti; Kurniawati, Darini; Hakim, Ali Rakhman
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9071

Abstract

Tanaman Benalu (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq.) merupakan salah satu kelompok tanaman yang dapat tumbuh liar, melekat menjadi parasit pada tanaman lain. Tanaman ini juga dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan, antiinflamasi dan antibakteri. Mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi n-Hexan daun Benalu (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq.) terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis dan Enterobacter aerogenes. Metode yang digunakan adalah True Experimental yang membagi ekstrak dan fraksi n-Hexan menjadi beberapa kelompok perlakuan yaitu konsentrasi ekstrak dan fraksi 25%, 50%, dan 100%, serta kontrol negatif dan kontrol positif. Pengujian potensi antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan mengukur diameter zona hambat yang terbentuk.Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap Bacillus subtilis dengan konsentrasi ekstrak 50; 100% diameter zona hambat sebesar 16,72; 22,28 mm. Sedangkan, dengan konsentrasi fraksi 50; 100% diameter zona hambat sebesar 9,90; 19,00 mm. Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap Enterobacter aerogenes dengan konsentrasi ekstrak 25; 50; 100% diameter zona hambat sebesar 14,49; 17,43; 22,52 mm. Sedangkan, dengan konsentrasi fraksi 25; 50; 100% diameter zona hambat sebesar 2,19; 17,46; 18,18 mm. Pada penelitian ini ekstrak mempunyai zona hambat yang lebih besar terhadap bakteri Bacillus subtilis dan Enterobacter aerogenes daripada fraksi n-Hexan pada seluruh konsentrasi yang diujikan.
U Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Jeruju (Achantus ilicifolius L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Dan Salmonella thypi Marwah, Jannatul; Hakim, Ali Rakhman; Rohama , Rohama
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.431

Abstract

Background: According to WHO (2018), there are cases of antibiotic resistance in 500,000 people with suspected bacterial infections in 22 countries. Jeruju fruit extract (Achantus ilicifolius L.) has antibacterial activity because it contains secondary metabolite compounds such as alkoloids, phenols, flavonoids, tannins, saponins and steroids, which are expected to be an alternative choice in the treatment of bacterial infections. Objective: To identify the antibacterial activity of jeruju fruit extract (Achantus ilicifolius L.) against the bacteria Staphylococcus aureus and Salmonella typhi to determine the MIC and KBM values. Method: Type of research design True Experimental Research Posttest Only With Control Group research design. Antibacterial testing uses disc diffusion and dilution methods. With concentrations of 500mg/ml, 800mg/ml, 1000mg/ml, positive control ciproflaxacin and negative control DMSO. Results: The results of the diffusion test showed that jeruju fruit extract was able to inhibit the growth of bacteria, there was a clear zone around the paper disc at a concentration of 500 mg/ml (9.95 mm). The results of the dilution test have a minimum inhibition at a concentration of 500mg/ml seen in clear media and the ability to kill bacteria at a concentration of 1000mg/ml. It can be said that jeruju fruit extract has MIC and KBM concentration values. Conclusion: Jeruju fruit extract has antibacterial activity with an inhibitory zone at a concentration of 500mg/ml (9.95 mm) and has the power to kill Salmonella typhi bacteria at a concentration of 1000mg/ml.
E Efektivitas Rosuvastatin Dan Pravastatin Sebagai Anti-Dislipidemia Pada Tikus JANTAN Furqan, Rizqi Nur; Nugraha, Dyan Fitri; Hakim, Ali Rakhman; Saputri, Rina; Komaliya, Risyda
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 2 (2024): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i2.485

Abstract

Background: Dyslipidemia is a disease that can have a negative impact on human health. Dyslipidemia treatment has 3 levels based on intensity, namely disease with high intensity, medium intensity, and low intensity. In this study, the drugs used were Pravastatin and Rosuvastatin, both of which were of medium intensity. Objective: Knowing the comparison of the effectiveness of the drugs Rosuvastatin and Pravastatin as anti-dyslipidemia in rats. Methods: The research method used in this study is True Experimental. The research design used in this study was the posttest only control group, namely by taking samples after being given the drugs Rosuvastatin and Pravastatin, so that it would be seen the effectiveness of the treatment given to the group of rats tested. Results: Rosuvastatin can lower LDL cholesterol better than Pravastatin because rosuvastatin has the highest binding interaction with HMG-CoA reductase, resulting in the strongest inhibition of cholesterol synthesis of all other statin groups. Pravastatin has the ability to lower LDL. From the results of the average values of the two statin class drugs, Rosuvastatin has a better average value than Pravastatin, but the statistical results can be concluded that there is no significant difference from the 0.5% Na CMC control to Rosuvastatin compared to Pravastatin. Conclusion: The statin class drug Rosuvastatin has better effectiveness than Pravastatin.
Studi Farmakognostik Daun Pepaya (Carica papaya L) Asal Banjarmasin Ngongo, Marselina; Hakim, Ali Rakhman; Mustaqimah, Mustaqimah; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 5 No 2 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v5i2.654

Abstract

Latar Belakang: Indonesia memiliki kekayaan alam berupa tanaman yang dapat memberikan manfaat bagi manusia dalam hal pengobatan dan kesehatan, salah satunya adalah daun pepaya. Tanaman ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti sebagai sumber nutrisi, antioksidan, membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, mengelola diabetes, membantu meredakan peradangan, dan membantu kesehatan kulit. Pada daun pepaya telah diindentifikasi adanya kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid/triterpenoid. Studi farmakognostik adalah suatu proses sistematis untuk menyelidiki, mempelajari, dan menganalisis suatu topik, masalah, atau fenomena dengan menggunakan metode-metode ilmiah atau pendekatan yang terstruktur.Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk memahami sifat-sifat fisik, kimia, dan farmakologis dari simplisia daun pepaya.Metode: jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, pada pengujian daun pepaya dibuat ekstrak dengan metode maserasi.Hasil: Berdasarkan penelitian hasil analisis menunjukkan bahwa susut pengeringan sampel daun pepaya sebesar -63,04%, sesuai dengan standar farmakope herbal yang mengharuskan susut pengeringan ≤ 10%. Sementara itu, uji kadar ekstrak larut air menghasilkan nilai sebesar 21,976%, sementara uji kadar ekstrak larut etanol menunjukkan nilai sebesar 21,872%. Hasil uji parameter non-spesifik menunjukkan bahwa kadar abu total daun pepaya adalah sebesar 11,025%, sedangkan kadar abu tidak larut asamnya adalah sebesar 0,82%.Simpulan: Metode ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96% terbukti efektif dalam mengekstraksi senyawa-senyawa tersebut dari daun pepaya
Edukasi Terapi Herbal Pemberian Jus Seledri Untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi Di Kelurahan Sungai Baru Kota Banjarmasin [Herbal Therapy Education with Celery Juice Administration for Hypertension Patients in Sungai Baru Subdistrict, Banjarmasin City] Hakim, Ali Rakhman; Rahmadani, Rahmadani; Syari, Aulia Rahma; Sihotang, Ina Yunita; Jubaidah, Siti; Johanda, Maulida; Ismiadi, Rahmad
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261344

Abstract

Abstract. Hypertension is a significant health problem contributing to increased morbidity and mortality due to cardiovascular diseases. Low adherence to long-term therapy and limited public understanding of hypertension management highlight the need for an herbal-based educational approach that is more easily accepted by the community. This study aims to improve the knowledge of posyandu cadres regarding herbal therapy through education and practical administration of celery juice. The method employed was a community education activity conducted in Desa Sungai Baru with 11 participants. Data were collected using pre-test and post-test assessments, along with blood pressure measurements before and after the intervention. Results showed an increase in participants’ knowledge scores from 10–30 to 90–100, with an average improvement of 79.1%. Additionally, all participants experienced a reduction in systolic blood pressure by 13–20 mmHg and diastolic blood pressure by 8–15 mmHg. These findings indicate that education about celery juice is effective in enhancing cadre knowledge and has a positive impact on blood pressure control. The conclusion is that herbal education using celery juice can be an applicable and relevant non-pharmacological alternative in promotive and preventive efforts against hypertension at the community level. Abstrak. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang signifikan serta berkontribusi pada peningkatan morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskular. Rendahnya kepatuhan terhadap terapi jangka panjang dan terbatasnya pemahaman masyarakat tentang penanganan hipertensi menyoroti perlunya pendekatan edukasi berbasis herbal yang lebih mudah diterima oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu mengenai terapi herbal melalui edukasi dan praktik pemberian jus seledri. Metode yang digunakan adalah kegiatan edukasi masyarakat yang dilaksanakan di Desa Sungai Baru dengan 11 peserta. Data dikumpulkan menggunakan penilaian pre-test dan post-test, serta pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan peserta dari 10–30 menjadi 90–100, dengan rata-rata peningkatan sebesar 79,1%. Selain itu, seluruh peserta mengalami penurunan tekanan darah sistolik sebesar 13–20 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 8–15 mmHg. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi tentang jus seledri efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader dan memberikan dampak positif terhadap pengendalian tekanan darah. Kesimpulannya, edukasi herbal menggunakan jus seledri dapat menjadi alternatif non-farmakologis yang aplikatif dan relevan dalam upaya promotif dan preventif terhadap hipertensi di tingkat masyarakat.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Desa Alat Melalui Pendidikan Tentang Penyakit Penyakit Nyeri [Empowerment of Village Health Cadres in Alat through Education on Pain-Related Diseases] Hakim, Ali Rakhman; Saputri, Rina; Puteri, Anggia
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261394

Abstract

Pain is a complex health issue that significantly affects quality of life. This community service activity aimed to enhance the knowledge of health cadres in Alat Village regarding pain through education using leaflets and interactive discussions. A total of 24 health cadres participated in the program, which included a pre-test, the delivery of materials, discussion, and a post-test. The evaluation results showed a significant improvement in cadres’ understanding of pain concepts, types, symptoms, causes, and management and prevention strategies. Leaflets proved to be an effective medium for delivering comprehensible and straightforward health information. This activity is expected to strengthen the role of health cadres in disseminating pain education to the broader community. Abstrak. Nyeri adalah masalah kesehatan yang kompleks dan sangat memengaruhi kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di Desa Alat mengenai nyeri melalui edukasi menggunakan leaflet dan diskusi interaktif. Sebanyak 24 kader kesehatan mengikuti program yang meliputi pre-test, penyampaian materi, diskusi, dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman kader tentang konsep nyeri, jenis, gejala, penyebab, serta strategi pengelolaan dan pencegahan. Leaflet terbukti menjadi media yang efektif untuk menyampaikan informasi kesehatan yang mudah dipahami dan sederhana. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran kader kesehatan dalam menyebarkan edukasi tentang nyeri kepada masyarakat luas.
Formulasi dan Evaluasi Permen Gummy Ekstra Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Pencegahan Stunting: Formulasi and Evaluation of Moringa Leaf Extrack Gummy Candy (Moringa Oleifera) as Stunting Prevention Winda, Nadia Oktavia; Noval, Noval; Hakim, Ali Rakhman; Budi, Seria
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.11937

Abstract

Indonesia menghadapi masalah gizi serius, ditandai dengan kasus stunting. Stunting mengakibatkan dampak buruk seperti penurunan kekebalan tubuh, rendahnya produktivitas serta kualitas Pendidikan. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah perbaikan gizi melalui konsumsi daun kelor (Moringa oleifera) yang kaya nutrisi. Namun, konsumsi daun kelor kurang disukai anak-anak karena rasa dan tampilannya. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sediaan yang menarik, seperti perman gummy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuai formulasi sediaan permen gummy ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) yang optimal dan mengetahui pengaruh kombinasi variasi konsetrasi gelatin dan karagenan sediaan permen gummy ekstrak daun kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini dilakukan menggunakan desain eksperimental dengan rancangan penelitian quasi eksperimental dengan one-group posttest-only. Hasil Formulasi permen gummy dengan variasi gelatin dan karagenan menghasilkan formulasi optimal pada F3 dengan gelatin 467 mg dan karagenan 67 mg, yang disukai berdasarkan uji hedonik dan memenuhi kriterian keseragaman bobot, pH, serta kekenyalan. Analisis menggunakan Simplex Lattice Design (SLD) menunjukkan bahwa karagenan lebih berpengaruh pada peningkatan pH, sedangkan gelatin meningkatkan kekenyalan permen gummy. Hasil formulasi yang paling baik berdasarkan evaluasi organoleptik, keseragaman bobot dan evaluasi hedonik dengan menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD) adalah formulasi 3. Kombinasi gelatin dan karagenan memiliki pengaruh terhadap evaluasi pH dan kekenyalan. Dan tidak memiliki pengaruh pada evaluasi organoleptik, keseragaman bobot, dan hedonik
Kombinasi Ekstrak Daun Katuk (Sauropus Androgynus L. Merr) dan Daun Meniran (Phylanthus Niruri L.) Terhadap Antioksidan : Combination Extracts of Katuk Leaf (Sauropus androgynus L. Merr) and Meniran Leaf (Phylanthusniruri L.) Against Antioxidant Activity Khatimah, Indah Husnul; Nastiti, Kunti; Kusumawati, Linda; Hakim, Ali Rakhman
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12020

Abstract

Antioksidan sangat dibutuhkan dalam berbagai macam penyakit karena antioksidan adalah suatu zat yang dapat menetralkan radikal bebas. Daun katuk dan daun meniran merupakan sumber antioksidan alami yang dapat mencegah kerusakan oksidatif tubuh akibat radikal bebas. Kombinasi katuk dan meniran dilakukan agar mendapatkan efek farmakologi lebih besar dibandingkan tunggal. Mengetahui aktivitas antioksidan paling optimal dari kombinasi ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dan daun meniran (Phylanthus niruri L.). Dilakukan pengumpulan daun katuk dan daun meniran, pembuatan esktrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut 96 % ekstrak kental menggunakan rotary evaporator, skrining fitokimia dengan pereaksi warna dan dilanjutkan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH pada ekstrak tunggal dan perbandingan (1:1), (1:2), (2:1). Data di analisis dengan menggunakan uji One Way Anova. Kombinasi ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dan daun meniran (Phylanthus niruri L.) terhadap aktivitas antioksidan didapatkan nilai IC50 untuk vitamin C sebesar 5,91 ppm, ekstrak katuk tunggal sebesar 15,26 ppm, ekstrak meniran tunggal sebesar 23,22 ppm, dan perbandingan kombinasi ekstrak daun katuk dan daun meniran berturut-turut sebesar 13,26 ppm (1:1), 9,50 ppm (1:2), dan 17,20 ppm (2:1). Hasil IC50 yang paling besar terdapat pada perbandingan katuk:meniran (1:2) yaitu sebesar 9,50 ppm. Nilai aktivitas antioksidan paling optimal dari kombinasi ekstrak daun katuk dan daun meniran yaitu sebesar 9,50 ppm pada perbandingan (1:2).
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Adriana Palimbo, Adriana Agenia Rahman Agustin, Nur Syafa Ahmad Hidayat Ahmad Syahlani Ahnafani, Miyada Nur Aima Pitriya amanah, nurul Amanda Shelvia Savitri Amanda Shelvia Savitri Amanda Shelvia Savitri Amanda Shelvia Savitri Amanda, Era Dea Anggia Puteri Anisa Ujuldah Anisa Ujuldah Annisa Fitria Ariani, Malisa Aryzki, Saftia Asi, Seva Bela N. Asi, Seva Bela Nata Asti Wulan Ariani Auli Damayanti Aulia Damayanti Aulia Rahmah Aulia, Nina AYU LESTARI Azhimia, Faida Bayu Hari Mukti Budi, Seria Carolin, Putri Dahlia Syahrina Dede Mahdiyah Dede Mahdiyah, Dede Defitamira, Olvi Deviani, Norma Dian Bardiansyah Donaretsi, Olga Nathania Dwi Salmarini, Desilestia Elieser, Michael Endang Susilawati Enzelia, Yoan Esti Susilowati Evana, Nur Qomara Fadhiyah Noor Anisa Fahriani, Fahriani Fatthiya Lisyanti Faulina, Siti Emi Az-Zahra Fitri Sadlia Fitri Yuliana Fitri Yuliana, Fitri Fitriani, Dyah Fitriyana, Rahma Furqan, Rizqi Nur Giopani, Dea Lailani Gresia, Sola Gumarus, Ellora Griselda Habibah, Nor Hariyanto, Ario Yudo Hastika, Febby Yulia Heny Novarita Hepriana, Yemima Holilah, Shafira Nor Husna, Hafizatul I Ketut Purnama Putra Ihyadin, Hafiz Ikeh, Tri Sulapmi D. Ilahiya, Salwa Nur Indriyani, Reni Irpiana, Irma Ismiadi, Rahmad Jannah, Ghina Raudhatul Jesika Claudia Johanda, Maulida Julianti, Army Karina, Diah Karinda, Niken Adkah Khaliza Natasya Dilla Khatimah, Indah Husnul Komaliya, Risyda Kornelia, Sindi Kunti Nastiti Kurniawati, Darini Kusuma D, Muhammad Chandra Hadi L. Lisnawati Laetare, Tresy Patricia Laurensia Yunita Lestari, Noor Laili Mega Lestari, Yayuk Puji Linda Kusumawati Lisaura, Inggrit Windy M. Sobirin Mohtar Maharani, Silvia Atwi Maharani, Tri Anita Mahdalena Mahdalena Martha, Dhea Yolanda Marwah, Jannatul Maskura, Nur Maulani, Eka Febrianti Maulina, Nor Ma’rifah, Nurul Melviani, Melviani Mia Audina Mia Audina, Mia Miftahul Jannah Mohammad Basit, Mohammad Muhammad Aldi, Muhammad Muhammad Naufal, Muhammad Mustaqimah Mustaqimah Mustaqimah Muzdalifah, Nur Nabila, Putri Nasiroh Nasiroh, Nasiroh Nastiti, Kunti Natantri, Bamikha Priskila Nayaken, Putri Olivia Ngongo, Marselina Nisa, Karimatun Nisrina, Salwa Nita Hestiyana nofrizal, deni Noorhaliza Noval Noval Noval Noval Noval Novalia Widiya Ningrum, Novalia Widiya Novalis, Rima Nugraha, Dyan Fitri Nur Hidayah NURUL HIDAYAH Oktavia, Regina Pebriana, Olvia Putri Pratiwi, Sinta Puji Lestari, Yayuk Puspa Indah Puteri Putri Vidiasari Darsono Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Jelita Annisa Putri, Lidia Risma Putri, Mela Julia Rabiatul Adawiyah Rahayu, Desi Dwi Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmah, Mulia Rahman, Agenia Ramadhan, Ahmad Dian Ramadhan, Novalina Rossa Ramadhani, Alya Raudhatul Jannah, Ghina Reny Indriyani Ria Fitriani Rina Saputri Rizali, Muhammad Rohama , Rohama Rohama, Rohama Rohama, Rohma Rubina, Miranda Rustiana Rustiana Sadlia, Fitri Sagita, Ririn Samara, Akhmad Fadhil Saniah, Husnus Sari, Nita Wulan Sari, Rani Normaya Satria, Romi Savitri, Amanda Shelvia Setia Budi Sihotang, Ina Yunita Siti Azizah Siti Fatimah Siti Jubaidah, Siti Siti Malahayati Siti Sarah, Siti Sitti Khadijah Sofiya Maulida Sudarya, Maharani Fitria Syari, Aulia Rahma Syifa Khairunnisa syifa, Nur Syifa, Umi Tambun, Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija Tuti Alawiyah Tuti Alawiyah Tuti Alawiyah Ujuldah, Anisa Ulfah, Annisa Ulpah, Nor Sipa Aulia Utami, Putri Nadila Vania, Risma Ananda Weliyanto, Yupi Winda, Nadia Oktavia Wineiniati, Noni Wulandari, Suci Sri Yanti, Novita Yasnatasya Ys, Jian Yuditha Mutia Windy Yuli Yanti Sholehah Yustian, Alifira Adhany Yuwindry, Iwan Zhafirah, Nurul Zulianur, Riska Ali Zulliati Zulliati