Claim Missing Document
Check
Articles

E Efektivitas Rosuvastatin Dan Pravastatin Sebagai Anti-Dislipidemia Pada Tikus JANTAN Furqan, Rizqi Nur; Nugraha, Dyan Fitri; Hakim, Ali Rakhman; Saputri, Rina; Komaliya, Risyda
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 2 (2024): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i2.485

Abstract

Background: Dyslipidemia is a disease that can have a negative impact on human health. Dyslipidemia treatment has 3 levels based on intensity, namely disease with high intensity, medium intensity, and low intensity. In this study, the drugs used were Pravastatin and Rosuvastatin, both of which were of medium intensity. Objective: Knowing the comparison of the effectiveness of the drugs Rosuvastatin and Pravastatin as anti-dyslipidemia in rats. Methods: The research method used in this study is True Experimental. The research design used in this study was the posttest only control group, namely by taking samples after being given the drugs Rosuvastatin and Pravastatin, so that it would be seen the effectiveness of the treatment given to the group of rats tested. Results: Rosuvastatin can lower LDL cholesterol better than Pravastatin because rosuvastatin has the highest binding interaction with HMG-CoA reductase, resulting in the strongest inhibition of cholesterol synthesis of all other statin groups. Pravastatin has the ability to lower LDL. From the results of the average values of the two statin class drugs, Rosuvastatin has a better average value than Pravastatin, but the statistical results can be concluded that there is no significant difference from the 0.5% Na CMC control to Rosuvastatin compared to Pravastatin. Conclusion: The statin class drug Rosuvastatin has better effectiveness than Pravastatin.
Studi Farmakognostik Daun Pepaya (Carica papaya L) Asal Banjarmasin Ngongo, Marselina; Hakim, Ali Rakhman; Mustaqimah, Mustaqimah; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 5 No 2 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v5i2.654

Abstract

Latar Belakang: Indonesia memiliki kekayaan alam berupa tanaman yang dapat memberikan manfaat bagi manusia dalam hal pengobatan dan kesehatan, salah satunya adalah daun pepaya. Tanaman ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti sebagai sumber nutrisi, antioksidan, membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, mengelola diabetes, membantu meredakan peradangan, dan membantu kesehatan kulit. Pada daun pepaya telah diindentifikasi adanya kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid/triterpenoid. Studi farmakognostik adalah suatu proses sistematis untuk menyelidiki, mempelajari, dan menganalisis suatu topik, masalah, atau fenomena dengan menggunakan metode-metode ilmiah atau pendekatan yang terstruktur.Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk memahami sifat-sifat fisik, kimia, dan farmakologis dari simplisia daun pepaya.Metode: jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, pada pengujian daun pepaya dibuat ekstrak dengan metode maserasi.Hasil: Berdasarkan penelitian hasil analisis menunjukkan bahwa susut pengeringan sampel daun pepaya sebesar -63,04%, sesuai dengan standar farmakope herbal yang mengharuskan susut pengeringan ≤ 10%. Sementara itu, uji kadar ekstrak larut air menghasilkan nilai sebesar 21,976%, sementara uji kadar ekstrak larut etanol menunjukkan nilai sebesar 21,872%. Hasil uji parameter non-spesifik menunjukkan bahwa kadar abu total daun pepaya adalah sebesar 11,025%, sedangkan kadar abu tidak larut asamnya adalah sebesar 0,82%.Simpulan: Metode ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96% terbukti efektif dalam mengekstraksi senyawa-senyawa tersebut dari daun pepaya
Edukasi Terapi Herbal Pemberian Jus Seledri Untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi Di Kelurahan Sungai Baru Kota Banjarmasin [Herbal Therapy Education with Celery Juice Administration for Hypertension Patients in Sungai Baru Subdistrict, Banjarmasin City] Hakim, Ali Rakhman; Rahmadani, Rahmadani; Syari, Aulia Rahma; Sihotang, Ina Yunita; Jubaidah, Siti; Johanda, Maulida; Ismiadi, Rahmad
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261344

Abstract

Abstract. Hypertension is a significant health problem contributing to increased morbidity and mortality due to cardiovascular diseases. Low adherence to long-term therapy and limited public understanding of hypertension management highlight the need for an herbal-based educational approach that is more easily accepted by the community. This study aims to improve the knowledge of posyandu cadres regarding herbal therapy through education and practical administration of celery juice. The method employed was a community education activity conducted in Desa Sungai Baru with 11 participants. Data were collected using pre-test and post-test assessments, along with blood pressure measurements before and after the intervention. Results showed an increase in participants’ knowledge scores from 10–30 to 90–100, with an average improvement of 79.1%. Additionally, all participants experienced a reduction in systolic blood pressure by 13–20 mmHg and diastolic blood pressure by 8–15 mmHg. These findings indicate that education about celery juice is effective in enhancing cadre knowledge and has a positive impact on blood pressure control. The conclusion is that herbal education using celery juice can be an applicable and relevant non-pharmacological alternative in promotive and preventive efforts against hypertension at the community level. Abstrak. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang signifikan serta berkontribusi pada peningkatan morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskular. Rendahnya kepatuhan terhadap terapi jangka panjang dan terbatasnya pemahaman masyarakat tentang penanganan hipertensi menyoroti perlunya pendekatan edukasi berbasis herbal yang lebih mudah diterima oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu mengenai terapi herbal melalui edukasi dan praktik pemberian jus seledri. Metode yang digunakan adalah kegiatan edukasi masyarakat yang dilaksanakan di Desa Sungai Baru dengan 11 peserta. Data dikumpulkan menggunakan penilaian pre-test dan post-test, serta pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan peserta dari 10–30 menjadi 90–100, dengan rata-rata peningkatan sebesar 79,1%. Selain itu, seluruh peserta mengalami penurunan tekanan darah sistolik sebesar 13–20 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 8–15 mmHg. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi tentang jus seledri efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader dan memberikan dampak positif terhadap pengendalian tekanan darah. Kesimpulannya, edukasi herbal menggunakan jus seledri dapat menjadi alternatif non-farmakologis yang aplikatif dan relevan dalam upaya promotif dan preventif terhadap hipertensi di tingkat masyarakat.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Desa Alat Melalui Pendidikan Tentang Penyakit Penyakit Nyeri [Empowerment of Village Health Cadres in Alat through Education on Pain-Related Diseases] Hakim, Ali Rakhman; Saputri, Rina; Puteri, Anggia
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261394

Abstract

Pain is a complex health issue that significantly affects quality of life. This community service activity aimed to enhance the knowledge of health cadres in Alat Village regarding pain through education using leaflets and interactive discussions. A total of 24 health cadres participated in the program, which included a pre-test, the delivery of materials, discussion, and a post-test. The evaluation results showed a significant improvement in cadres’ understanding of pain concepts, types, symptoms, causes, and management and prevention strategies. Leaflets proved to be an effective medium for delivering comprehensible and straightforward health information. This activity is expected to strengthen the role of health cadres in disseminating pain education to the broader community. Abstrak. Nyeri adalah masalah kesehatan yang kompleks dan sangat memengaruhi kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di Desa Alat mengenai nyeri melalui edukasi menggunakan leaflet dan diskusi interaktif. Sebanyak 24 kader kesehatan mengikuti program yang meliputi pre-test, penyampaian materi, diskusi, dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman kader tentang konsep nyeri, jenis, gejala, penyebab, serta strategi pengelolaan dan pencegahan. Leaflet terbukti menjadi media yang efektif untuk menyampaikan informasi kesehatan yang mudah dipahami dan sederhana. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran kader kesehatan dalam menyebarkan edukasi tentang nyeri kepada masyarakat luas.
Review Jurnal Daun Sembung (Blumea balsamifera) Sebagai Tanaman Obat Modern Putri, Jelita Annisa; Hakim, Ali Rakhman; Amanda, Era Dea; Ihyadin, Hafiz; Irpiana, Irma; Putri, Lidia Risma
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.818

Abstract

Background: The use of traditional medicinal plants in Indonesia has long been an integral part of public health culture, one of which is sembung leaf (Blumea balsamifera). This plant is widely known for its bioactive compounds such as flavonoids, essential oils, triterpenoids, and alkaloids, which contribute to its antibacterial, antioxidant, anti-inflammatory, and potential anticancer activities. Objective: This article aims to review recent research findings on the chemical constituents and biological activities of sembung leaf through a literature review approach. Method: This study employed a journal review method by collecting and analyzing scientific articles that discuss Blumea balsamifera. Results: Based on the analysis of several studies, sembung leaf has been proven to possess strong antibacterial and antioxidant activities, as well as potential as an anticancer and anti-inflammatory agent. However, although its benefits have been demonstrated in vitro, further clinical research is needed to confirm its efficacy and safety in modern medicine. This review is expected to serve as a foundation for the future development of herbal medicines based on sembung leaf. Conclusion: Blumea balsamifera is a medicinal plant with great potential in modern therapeutics. Moreover, its widespread traditional use further supports its efficacy in herbal medicine.
Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol 96% Daun Sembung (Blumea balsamifera L.) Berdasarkan Variasi Ukuran Partikel Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Husna, Hafizatul; Rohama, Rohma; Hastika, Febby Yulia; Hakim, Ali Rakhman
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.1010

Abstract

Salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional adalah daun sembung (Blumea balsamifera L.). Secara empiris, daun sembung dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat penurun demam. Metabolit sekunder yang terdapat pada daun sembung salah satunya adalah flavonoid. Flavonoid berfungsi sebagai penurun demam (antipiretik), antioksidan, dan antiinflamasi. Dalam proses ekstraksi, ukuran partikel menjadi salah satu faktor yang berpengaruh, diketahui ukuran partikel yang lebih kecil menghasilkan kadar flavonoid yang lebih tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar flavonoid total ekstrak etanol 96% daun sembung berdasarkan variasi ukuran partikel menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode penelitian ini yaitu deskriptif observasional hanya mendeskripsi penetapan kadar flavonoid ekstrak etanol 96% daun sembung berdasarkan variasi ukuran partikel mesh 40/60 dan mesh 60/80. Hasil penelitian pada analisis kualitatif senyawa flavonoid menunjukkan hasil positif, ditandai dengan perubahan warna menjadi hijau kehitaman. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun sembung dengan ukuran partikel mesh 40/60 mengandung flavonoid sebesar 108,3 ± 0,10 mg QE/g (10,83%) sedangkan ukuran partikel mesh 60/80 sebesar 121 ± 0,14 mg QE/g (12,1%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Kadar flavonoid total dalam ekstrak etanol 96% daun sembung dengan ukuran partikel mesh 60/80 menunjukkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan ukuran mesh 40/60.
Penetapan Kadar Alkaloid Total Pada Batang Brotowali (Tinospora Crispa L.) Secara Spektrofometri UV-Vis Puspa Indah; Ali Rakhman Hakim; Tuti Alawiyah; Kunti Nastiti
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v5i1.8438

Abstract

Brotowali stem (Tinospora crispa L.) is a plant that grows abundantly in Central Kalimantan and has been empirically used for generations as an antidiabetic remedy by the Dayak Ngaju community. Brotowali stem contains secondary metabolite compounds, including alkaloids, which possess various pharmacological activities, one of which is antidiabetic activity. This study aimed to determine the alkaloid content of Tinospora crispa stem extract in aquadest, ethyl acetate, and n-hexane fractions. The research employed an observational descriptive method by analyzing qualitative data through color reaction tests and quantitative data using UV-Vis spectrophotometry to determine alkaloid levels. The qualitative analysis results showed positive color reactions indicating the presence of alkaloid compounds. Quantitative analysis using UV-Vis spectrophotometry revealed that the total alkaloid content in the aquadest fraction was 20.19 mg or 20.19%, in the n-hexane fraction was 20.54 mg or 20.54%, and in the ethyl acetate fraction was 31.07 mg or 31.07%. The highest total alkaloid content was found in the ethyl acetate fraction. In conclusion, the extract of Tinospora crispa stem positively contains alkaloids, with the highest alkaloid content obtained in the ethyl acetate fraction at 31.07%.
Penguatan Pengetahuan Tentang Diabetes Melitus Bagi Kader Kesehatan Desa Pemangkih Baru [Strengthening Knowledge About Diabetes Mellitus for Community Health Volunteers in Pemangkih Baru Village] Mustaqimah, Mustaqimah; Saputri, Rina; Hakim, Ali Rakhman; Yulida, Yulida; Noor, Fadhiyah Noor; Khadijah, Sitti
Indonesia Berdaya Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261470

Abstract

Abstrak. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengelolaan diabetes menjadi salah satu faktor risiko utama. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan Desa Pemangkih Baru terkait diabetes melitus melalui edukasi dan pelatihan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dan diskusi kelompok kecil yang melibatkan 13 kader kesehatan desa. Materi mencakup pengenalan gejala, faktor risiko, pencegahan, serta penatalaksanaan sederhana diabetes melitus. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader. Mayoritas hasil evaluasi peserta berada pada kondisi tetap dan meningkat. Selain itu, kader lebih percaya diri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan menjadi mitra aktif dalam upaya promotif dan preventif. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan desa, sehingga diharapkan dapat membantu menurunkan angka kasus diabetes melalui peran aktif kader di tingkat komunitas. Abstract. Diabetes mellitus is one of the non-communicable diseases whose prevalence continues to rise in Indonesia, especially in rural areas. Lack of public knowledge about diabetes prevention and management is a major risk factor. This community service aims to improve the health cadres' knowledge of diabetes mellitus in Pemangkih Baru Village through education and training. The methods used were interactive counseling and small group discussions involving 13 village health cadres. The materials covered the introduction of symptoms, risk factors, prevention, and simple management of diabetes mellitus. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure the improvement in the cadres' knowledge. Most participants showed knowledge that either remained the same or increased. In addition, the cadres became more confident in delivering information to the community and became active partners in promotive and preventive efforts. In conclusion, this training was effective in enhancing the knowledge and skills of village health cadres, and it is expected to help reduce the incidence of diabetes by increasing cadres' active role at the community level.
Identifikasi Senyawa Kimia Ekstrak Etanol Mentimun (Cucumis sativus L.) dan Ekstrak Etanol Nanas (Ananas comosus (L) Merr.) Ali Rakhman Hakim; Rina Saputri
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i1.5753

Abstract

ABSTRAK Bahan alam digunakan manusia sebagai obat untuk menyembuhkan, mencegah penyakit tertentu dan menjaga kondisi badan agar tetap sehat. Bahan alam yang digunakan dikenal dengan istilah obat herbal. Mentimun (Cucumis sativus L) dan Nanas (Ananas cosmosus (L) Merr) merupakan sebagian dari bahan alam yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa kimia pada ekstrak etanol mentimun dan ekstrak etanol nanas yaitu senyawa saponin, steroid, terpenoid, tanin dan secara kualitatif. Ekstrak etanol mentimun dan ekstrak etanol nanas didapatkan dengan metode maserasi. Hasil identifikasi senyawa kimia menunjukan ekstrak etanol mentimun mengandung senyawa kimia terpenoid, saponin dan fenolik. Ekstrak etanol nanas mengandung terpenoid dan fenolik. Kata kunci: Identifikasi senyawa kimia, Mentimun (Cucumis sativus L), Nanas (Ananas cosmosus (L) Merr) ABSTRACT Natural materials has used by humans as a medicine to cure, prevent certain diseases and maintain body condition in order to stay healthy. Natural materials are used is known as herbal medicine. Cucumber (Cucumis sativus L) and Pineapple (Ananas cosmosus (L) Merr) is part of the natural materials that can be used as an alternative treatment. This study aims to identified the chemical compounds in extracts of cucumber ethanol and ethanol extract of pineapple there are saponins, steroids, terpenoids, tannins and qualitatively. The ethanol extract of cucumber and pineapple ethanol extracts obtained by maceration method. The results of the identification of chemical compounds showed the ethanol extract of cucumber contains chemical compounds terpenoids, saponins and phenolic. The ethanol extract of pineapple contains terpenoids and phenolic. Keywords: Identification of chemical compounds, cucumber (Cucumis sativus L), pineapple (Ananas comosus (L) Merr)
Analisis Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Kulit Buah Cempedak pada Tikus Galur Wistar Ali Rakhman Hakim; Rina Saputri
Journal of Pharmascience Vol. 5 No. 2 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i2.5799

Abstract

Kulit buah Cempedak yang digoreng (Manday) merupakan salah satu makanan yang umum dikonsumsi masyarakat di Kalimantan Selatan. Berdasarkan pengalaman dari beberapa masyarakat, keluhan yang sering terjadi adalah perut terasa perih dan kepala pusing. Evaluasi sifat toksik dari bagian tumbuhan yang dikonsumsi oleh masyarakat sangat penting untuk dilakukan dengan mempertimbangkan perlindungan kesehatan masyarakat karena paparan senyawa kimia dari bagian tumbuhan yang dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa kimia dan efek toksisitas akut dari ekstrak etanol kulit buah cempedak. Kulit buah cempedak dikeringkan dengan menggunakan oven. Ekstraksi kulit buah cempedak menggunakan cara maserasi dengan cairan penyari etanol. Tikus uji diberi larutan kontrol Na CMC dan ekstrak dengan dosis 300 mg/kgBB, 1000 mg/kgBB, 2000 mg/kgBB, dan 5000 mg/kgBB. Hasil identifikasi senyawa kimia didapatkan positif mengandung triterpenoid, flavonoid, tanin, dan senyawa fenolik. Tikus uji yang menerima ekstrak dengan dosis 1000 mg/kgBB, 2000 mg/kgBB, dan 5000 mg/kgBB terjadi perubahan pada tikus uji berdasarkan pengamatan fisik yaitu mengalami peningkatan detak jantung atau takikardi, pernapasan cepat, tremor, dan agresif. Kata kunci: Kulit buah cempedak, senyawa kimia, toksisitas akut Rind of Cempedak fruit (Manday) is one of the foods commonly consumed by people in South Kalimantan. Based on the experience of several communities, complaints that often occur are sore stomach and headache. Evaluation of the toxic properties of plant parts consumed by the community is very important to be done by considering public health protection due to exposure to chemical compounds from parts of plants that can cause undesirable effects on the community. This study aims to identify chemical compounds and acute toxicity effects of ethanol extract rind of cempedak fruit. Rind of Cempedak fruit has dried using an oven. Extraction of cempedak fruit skin using maceration method with ethanol. Test rats were given Na CMC as a control and extract with dose 300 mg / kgBB, 1000 mg / kgBB, 2000 mg / kgBB, and 5000 mg / kgBB. The results of the identification of chemical compounds were obtained positively containing triterpenoids, flavonoids, tannins, and phenolic compounds. The test rats that received extracts at a dose of 1000 mg / kgBW, 2000 mg / kgBB, and 5000 mg / kgBW were changed in the test rats based on physical observations that experienced an increase in heart rate or tachycardia, rapid breathing, tremor, and aggressive. Keywords: acute toxicity, chemistry compounds, rind of cempedak fruit
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Adriana Palimbo, Adriana Agenia Rahman Agustin, Nur Syafa Ahmad Hidayat Ahmad Syahlani Ahnafani, Miyada Nur Aima Pitriya amanah, nurul Amanda Shelvia Savitri Amanda Shelvia Savitri Amanda Shelvia Savitri Amanda Shelvia Savitri Amanda, Era Dea Anggia Puteri Anggia Puteri Anisa Ujuldah Anisa Ujuldah Annisa Fitria Ariani, Malisa Army Julianti Army Julianti Aryzki, Saftia Asi, Seva Bela N. Asi, Seva Bela Nata Asti Wulan Ariani Auli Damayanti Aulia Damayanti Aulia Rahmah Aulia Rahmah Aulia Rahmah Aulia, Nina AYU LESTARI Ayu Lestari Azhimia, Faida Bamikha Priskila Natantri Bayu Hari Mukti Carolin, Putri Chairunnisa Rizky Hani Dahlia Syahrina Dea Lailani Giopani Dede Mahdiyah Dede Mahdiyah, Dede Defitamira, Olvi Deviani, Norma Dian Bardiansyah Donaretsi, Olga Nathania Dwi Salmarini, Desilestia Elieser, Michael Endang Susilawati Enzelia, Yoan Esti Susilowati Evana, Nur Qomara Fadhiyah Noor Anisa Fadhiyah Noor Noor Fahriani, Fahriani Fatthiya Lisyanti Faulina, Siti Emi Az-Zahra Fitri Sadlia Fitri Yuliana Fitriani, Dyah Fitriyana, Rahma Furqan, Rizqi Nur Gresia, Sola Gumarus, Ellora Griselda Habibah, Nor Hariyanto, Ario Yudo Hastika, Febby Yulia Heny Novarita Hepriana, Yemima Holilah, Shafira Nor Husna, Hafizatul I Ketut Purnama Putra Ihyadin, Hafiz Ikeh, Tri Sulapmi D. Indah Husnul Khatimah Indriyani, Reni Irpiana, Irma Ismiadi, Rahmad Jannah, Ghina Raudhatul Jesika Claudia Johanda, Maulida Karina, Diah Karinda, Niken Adkah Khaliza Natasya Dilla Komaliya, Risyda Kornelia, Sindi Kunti Nastiti Kunti Nastiti Kurniawati, Darini Kusuma D, Muhammad Chandra Hadi L. Lisnawati Laetare, Tresy Patricia Laurensia Yunita Lestari, Noor Laili Mega Lestari, Yayuk Puji Linda Kusumawati Lisaura, Inggrit Windy M. Sobirin Mohtar Maharani, Silvia Atwi Maharani, Tri Anita Mahdalena Mahdalena Malisa Ariani Martha, Dhea Yolanda Marwah, Jannatul Maskura, Nur Maulani, Eka Febrianti Maulina, Nor Ma’rifah, Nurul Melviani, Melviani Mia Audina Mia Audina, Mia Miftahul Jannah Mohammad Basit, Mohammad Muhammad Aldi, Muhammad Muhammad Naufal, Muhammad Mustaqimah Mustaqimah Muzdalifah, Nur Nabila, Putri Nadia Oktavia Winda Nasiroh Nasiroh, Nasiroh Nastiti, Kunti Natantri, Bamikha Priskila Nayaken, Putri Olivia Ngongo, Marselina Nisa, Karimatun Nisrina, Salwa Nita Hestiyana nofrizal, deni Noor, Fadhiyah Noor Noorhaliza Nor Sipa Aulia Ulpah Nor Sipa Aulia Ulpah Noval Noval Noval Novalia Widiya Ningrum, Novalia Widiya Novalis, Rima Novita Yanti Nugraha, Dyan Fitri Nur Hidayah Nur Syifa NURUL HIDAYAH Oktavia, Regina Pebriana, Olvia Putri Pratiwi, Sinta Puji Lestari, Yayuk Puspa Indah Puteri Putri Nadila Utami Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Jelita Annisa Putri, Lidia Risma Putri, Mela Julia Rabiatul Adawiyah Rahayu, Desi Dwi Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmah, Mulia Rahman, Agenia Ramadhan, Ahmad Dian Ramadhan, Novalina Rossa Ramadhani, Alya Raudhatul Jannah, Ghina Reny Indriyani Ria Fitriani Rina Saputri Risyda Komaliya Rizali, Muhammad Rohama , Rohama Rohama, Rohama Rohama, Rohma Romika Romika Rubina, Miranda Rustiana Rustiana Sadlia, Fitri Saftia Aryzki Sagita, Ririn Salwa Nur Ilahiya Samara, Akhmad Fadhil Saniah, Husnus Sari, Nita Wulan Sari, Rani Normaya Satria, Romi Savitri, Amanda Shelvia Seria Budi Setia Budi Sihotang, Ina Yunita Siswahyudianto Siti Azizah Siti Fatimah Siti Jubaidah, Siti Siti Malahayati Siti Sarah, Siti Sitti Khadijah Sitti Khadijah Sofiya Maulida Sudarya, Maharani Fitria Syari, Aulia Rahma Syifa Khairunnisa syifa, Nur Syifa, Umi Tambun, Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija Tuti Alawiyah Tuti Alawiyah Tuti Alawiyah Ujuldah, Anisa Utami, Putri Nadila Vania, Risma Ananda Weliyanto, Yupi Winda, Nadia Oktavia Wineiniati, Noni Wulandari, Suci Sri Yasnatasya Ys, Jian Yuditha Mutia Windy Yuli Yanti Sholehah Yulida Yulida Yulida, Yulida Yustian, Alifira Adhany Yuwindry, Iwan Zhafirah, Nurul Zulianur, Riska Ali Zulliati Zulliati