Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Perilaku Pantang Makanan Dengan Lama Penyembuhan Luka Perenium Pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin Ayu Lestari; Fadhiyah Noor Anisa; Ali Rakhman Hakim
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 2 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i2.307

Abstract

Pendahuluan: Robekan perineum terjadi hampir pada semua persalinan pertama dan tidak jarang juga pada persalinan berikutnya. Penyembuhan luka perenium dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu lingkungan, pengetahuan, sosial ekonomi, penanganan petugas, kondisi ibu, gizi dan pantang makanan. Namun masih terdapat 53% ibu nifas yang masih melakukan pantang mengkonsumsi makanan tertentu dikarenakan pengaruh dari budaya orang tua. Tujuan: Mengetahui hubungan perilaku pantang makanan dengan lama penyembuhan luka perenium pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini ibu nifas dengan luka perenium yang berada diwilayah kerja puskesmas pekauman Banjarmasin. sebanyak 40 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil: Hubungan perilaku pantang makanan dengan lama penyembuhan luka perenium pada ibu nifas diperoleh bahwa sebanyak 17 (42,5%) ibu berperilaku buruk (Pantang) dengan penyembuhan luka lambat 14 (35,0%) dan normal 3 (7,5%), sedangkan 23 (57,5%) ibu yang berperilaku baik (Tidak pantang) dengan penyembuhan luka lambat 1 (2,5%), normal 10 (25,0%) dan cepat 12 (30,0%). Hasil uji chi-square, diperoleh p-value 0,000, (p<0,05) yaitu Ha diterima, ada hubungan antara perilaku pantang makanan dengan lama penyembuhan luka perineum pada ibu nifas diwilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dari 40 responden dapat disimpulkan bahwa ada hubungan perilaku pantang makanan dengan lama penyembuhan luka perenium pada ibu nifas diwilayah kerja Puskesmas Pekuaman Banjarmasin.
Motivasi Calon Pengantin Wanita dalam Mendapatkan Imunisasi TT (Tetanus Toxoid) di Wilayah Kerja Puskesmas Cempaka Putih Banjarmasin Dea Lailani Giopani; Fitri Yuliana; Ali Rakhman Hakim
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 2 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i2.319

Abstract

Pendahuluan: Motivasi mendorong atau menggerakan perilaku seseorang ke suatu tujuan. Karena itu Ketika seseorang mempunyai motivasi yang kuat pemberian imunisasi TT juga meningkat karna kesadaran akan dorongan untuk meningkatkan Kesehatan yang dapat di cegah dengan imunisasi. data catin ditempat penelitian pada tahun 2023 terhitung dari Januari-Juni sebanyak 58 catin Wanita yang melakukan imunisasi TT, data Dinkes kota Banjarmasin sebanyak 75 orang dan jumlah T-1 semua kota Banjarmasin 536 maka hasil penelitian motivasi yang dimiliki dalam kategori kuat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi calon pengantin Wanita yang mendapatkan imunisasi TT (Tetanus Toxoid) di puskesmas Cempaka Putih Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif, sasaran penelitian calon pengantin Wanita dengan jumlah sampel sebanyak 30 dengan analisis data univariat. Hasil: Dari hasil penelitian motivasi pemberian imunisasi TT dalam kategori kuat. Motivasi mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal yang menguntungkan khususnya bagi Kesehatan dirinya sendiri. Kesimpulan: Adanya motivasi calon pengantin Wanita dalam mendapatkan imunisasi TT di puskesmas cempaka putih.
Kajian Etnomedisin Masyarakat Kelurahan Tampang Tumbang Anjir Kabupaten Gunung Mas Romika Romika; Ali Rakhman Hakim; Risyda Komaliya; Rina Saputri
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1091

Abstract

Latar Belakang: Pemanfaatan tanaman obat sebagai pengobatan tradisional masih banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia dan menjadi bagian dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, perkembangan modernisasi menyebabkan pengetahuan mengenai tanaman obat berpotensi berkurang apabila tidak didokumentasikan dengan baik. Oleh karena itu, penelitian etnomedisin diperlukan untuk menggali dan mendokumentasikan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan tradisional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman obat yang dimanfaatkan masyarakat, bagian tanaman yang digunakan, manfaat, serta cara pengolahan tanaman obat di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir Kabupaten Gunung Mas. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomedisin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling dan purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi jenis tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 29 jenis tanaman obat untuk mengatasi berbagai penyakit, seperti hipertensi, diare, batu ginjal, maag, batuk, malaria, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Bagian tanaman yang paling banyak digunakan adalah daun. Cara pengolahan yang paling sering dilakukan adalah direbus, selain ditumbuk, diseduh, dimakan langsung, dan diperas. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki pengetahuan yang baik mengenai pemanfaatan tanaman obat sebagai pengobatan tradisional yang perlu dilestarikan.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Desa Alat Melalui Pendidikan Tentang Penyakit Penyakit Nyeri [Empowerment of Village Health Cadres in Alat through Education on Pain-Related Diseases] Ali Rakhman Hakim; Rina Saputri; Anggia Puteri
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261394

Abstract

Pain is a complex health issue that significantly affects quality of life. This community service activity aimed to enhance the knowledge of health cadres in Alat Village regarding pain through education using leaflets and interactive discussions. A total of 24 health cadres participated in the program, which included a pre-test, the delivery of materials, discussion, and a post-test. The evaluation results showed a significant improvement in cadres’ understanding of pain concepts, types, symptoms, causes, and management and prevention strategies. Leaflets proved to be an effective medium for delivering comprehensible and straightforward health information. This activity is expected to strengthen the role of health cadres in disseminating pain education to the broader community. Abstrak. Nyeri adalah masalah kesehatan yang kompleks dan sangat memengaruhi kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di Desa Alat mengenai nyeri melalui edukasi menggunakan leaflet dan diskusi interaktif. Sebanyak 24 kader kesehatan mengikuti program yang meliputi pre-test, penyampaian materi, diskusi, dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman kader tentang konsep nyeri, jenis, gejala, penyebab, serta strategi pengelolaan dan pencegahan. Leaflet terbukti menjadi media yang efektif untuk menyampaikan informasi kesehatan yang mudah dipahami dan sederhana. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran kader kesehatan dalam menyebarkan edukasi tentang nyeri kepada masyarakat luas.
Penguatan Pengetahuan Tentang Diabetes Melitus Bagi Kader Kesehatan Desa Pemangkih Baru [Strengthening Knowledge About Diabetes Mellitus for Community Health Volunteers in Pemangkih Baru Village] Mustaqimah Mustaqimah; Rina Saputri; Ali Rakhman Hakim; Yulida Yulida; Fadhiyah Noor Noor; Sitti Khadijah
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261470

Abstract

Abstrak. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengelolaan diabetes menjadi salah satu faktor risiko utama. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan Desa Pemangkih Baru terkait diabetes melitus melalui edukasi dan pelatihan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dan diskusi kelompok kecil yang melibatkan 13 kader kesehatan desa. Materi mencakup pengenalan gejala, faktor risiko, pencegahan, serta penatalaksanaan sederhana diabetes melitus. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader. Mayoritas hasil evaluasi peserta berada pada kondisi tetap dan meningkat. Selain itu, kader lebih percaya diri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan menjadi mitra aktif dalam upaya promotif dan preventif. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan desa, sehingga diharapkan dapat membantu menurunkan angka kasus diabetes melalui peran aktif kader di tingkat komunitas. Abstract. Diabetes mellitus is one of the non-communicable diseases whose prevalence continues to rise in Indonesia, especially in rural areas. Lack of public knowledge about diabetes prevention and management is a major risk factor. This community service aims to improve the health cadres' knowledge of diabetes mellitus in Pemangkih Baru Village through education and training. The methods used were interactive counseling and small group discussions involving 13 village health cadres. The materials covered the introduction of symptoms, risk factors, prevention, and simple management of diabetes mellitus. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure the improvement in the cadres' knowledge. Most participants showed knowledge that either remained the same or increased. In addition, the cadres became more confident in delivering information to the community and became active partners in promotive and preventive efforts. In conclusion, this training was effective in enhancing the knowledge and skills of village health cadres, and it is expected to help reduce the incidence of diabetes by increasing cadres' active role at the community level.
Peningkatan Pengetahuan Kader Kesehatan Tentang Batuk Pilek Di Desa Sungai Rangas Ulu Mustaqimah Mustaqimah; Rina Saputri; Novita Yanti; Salwa Nur Ilahiya; Saftia Aryzki; Ali Rakhman Hakim; Malisa Ariani
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 1 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i1.1021

Abstract

Batuk pilek adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernafasan bagian atas disertai dengan timbulnya gejala hidung tersumbat, keluarnya ingus, batuk sering disertai dengan demam dan sakit kepala. Pengobatan untuk batuk pilek hanya terbatas pada penanganan gejalanya saja tanpa membunuh virus penyebabnya. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penanganan penyakit batuk pilek sering terjadi, seperti menggunakan obat dengan indikasi dan gejala yang tidak tepat, sehingga kader kesehatan diperlukan untuk mengetahui pengetahuan tentang penyakit batuk pilek. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di Desa Sungai Rangas Ulu tentang penyakit batuk pilek. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dalam bentuk penyuluhan serta diskusi dengan para kader kesehatan. Media yang digunakan berupa leaflet dan power point yang berisikan tentang penyakit batuk pilek. Evaluasi untuk menilai pengetahuan kader melalui kuesioner pre-test dan post-test. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Sungai Rangas Ulu, dapat dilihat bahwa pengetahuan kader kesehatan mengalami peningkatan sebesar 67%, konsisten sebesar 11%, dan mengalami penurunan sebesar 22%. Faktor yang mempengaruhi terjadinya penurunan pengetahuan antara lain bisa terjadi karena kurangnya perhatian dari kader kesehatan pada saat pemberian materi atau dikarenakan metode penyampaian tim yang tidak efektif. Kesimpulan dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman kader kesehatan di Desa Sungai Rangas Ulu mengenai batuk pilek dengan cara pemberian materi dan diskusi berupa tanya jawab secara langsung.
Formulasi dan Evaluasi Permen Gummy Ekstra Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Pencegahan Stunting: Formulasi and Evaluation of Moringa Leaf Extrack Gummy Candy (Moringa Oleifera) as Stunting Prevention Nadia Oktavia Winda; Noval Noval; Ali Rakhman Hakim; Seria Budi
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.11937

Abstract

Indonesia menghadapi masalah gizi serius, ditandai dengan kasus stunting. Stunting mengakibatkan dampak buruk seperti penurunan kekebalan tubuh, rendahnya produktivitas serta kualitas Pendidikan. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah perbaikan gizi melalui konsumsi daun kelor (Moringa oleifera) yang kaya nutrisi. Namun, konsumsi daun kelor kurang disukai anak-anak karena rasa dan tampilannya. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sediaan yang menarik, seperti perman gummy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuai formulasi sediaan permen gummy ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) yang optimal dan mengetahui pengaruh kombinasi variasi konsetrasi gelatin dan karagenan sediaan permen gummy ekstrak daun kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini dilakukan menggunakan desain eksperimental dengan rancangan penelitian quasi eksperimental dengan one-group posttest-only. Hasil Formulasi permen gummy dengan variasi gelatin dan karagenan menghasilkan formulasi optimal pada F3 dengan gelatin 467 mg dan karagenan 67 mg, yang disukai berdasarkan uji hedonik dan memenuhi kriterian keseragaman bobot, pH, serta kekenyalan. Analisis menggunakan Simplex Lattice Design (SLD) menunjukkan bahwa karagenan lebih berpengaruh pada peningkatan pH, sedangkan gelatin meningkatkan kekenyalan permen gummy. Hasil formulasi yang paling baik berdasarkan evaluasi organoleptik, keseragaman bobot dan evaluasi hedonik dengan menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD) adalah formulasi 3. Kombinasi gelatin dan karagenan memiliki pengaruh terhadap evaluasi pH dan kekenyalan. Dan tidak memiliki pengaruh pada evaluasi organoleptik, keseragaman bobot, dan hedonik
Kombinasi Ekstrak Daun Katuk (Sauropus Androgynus L. Merr) dan Daun Meniran (Phylanthus Niruri L.) Terhadap Antioksidan : Combination Extracts of Katuk Leaf (Sauropus androgynus L. Merr) and Meniran Leaf (Phylanthusniruri L.) Against Antioxidant Activity Indah Husnul Khatimah; Kunti Nastiti; Linda Kusumawati; Ali Rakhman Hakim
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12020

Abstract

Antioksidan sangat dibutuhkan dalam berbagai macam penyakit karena antioksidan adalah suatu zat yang dapat menetralkan radikal bebas. Daun katuk dan daun meniran merupakan sumber antioksidan alami yang dapat mencegah kerusakan oksidatif tubuh akibat radikal bebas. Kombinasi katuk dan meniran dilakukan agar mendapatkan efek farmakologi lebih besar dibandingkan tunggal. Mengetahui aktivitas antioksidan paling optimal dari kombinasi ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dan daun meniran (Phylanthus niruri L.). Dilakukan pengumpulan daun katuk dan daun meniran, pembuatan esktrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut 96 % ekstrak kental menggunakan rotary evaporator, skrining fitokimia dengan pereaksi warna dan dilanjutkan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH pada ekstrak tunggal dan perbandingan (1:1), (1:2), (2:1). Data di analisis dengan menggunakan uji One Way Anova. Kombinasi ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dan daun meniran (Phylanthus niruri L.) terhadap aktivitas antioksidan didapatkan nilai IC50 untuk vitamin C sebesar 5,91 ppm, ekstrak katuk tunggal sebesar 15,26 ppm, ekstrak meniran tunggal sebesar 23,22 ppm, dan perbandingan kombinasi ekstrak daun katuk dan daun meniran berturut-turut sebesar 13,26 ppm (1:1), 9,50 ppm (1:2), dan 17,20 ppm (2:1). Hasil IC50 yang paling besar terdapat pada perbandingan katuk:meniran (1:2) yaitu sebesar 9,50 ppm. Nilai aktivitas antioksidan paling optimal dari kombinasi ekstrak daun katuk dan daun meniran yaitu sebesar 9,50 ppm pada perbandingan (1:2).
Profil Flavonoid Ekstrak Etil Asetat Daun Leyasi (Leucosyke capitellata Wedd) Ali Rakhman Hakim; Rina Saputri; Aulia Rahmah; Army Julianti; Nor Sipa Aulia Ulpah; Bamikha Priskila Natantri
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v4i1.996

Abstract

Daun Leyasi (Leucosyke capitellata Wedd) secara empiris digunakan masyarakat sebagai penurun kadar gula darah dan memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif, khususnya flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil flavonoid dari ekstrak etil asetat daun Leyasi melalui uji fitokimia, kromatografi lapis tipis (KLT), serta penetapan kadar flavonoid total. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode ultrasonik, kemudian dilakukan uji identifikasi flavonoid dengan reaksi Shinoda, FeCl₃, dan analisis KLT menggunakan eluen kloroform–etanol (2:8). Hasil KLT menunjukkan tiga bercak dengan nilai Rf 0,73; 0,81; dan 0,89 yang mengindikasikan keberadaan beberapa senyawa semipolar, terutama flavonoid. Penetapan kadar flavonoid total menghasilkan nilai rata‑rata 72,411 ± 3,843 mgQE/g dari tiga replikasi, menunjukkan presisi metode yang baik. Temuan ini menunjukkan bahwa daun Leyasi mengandung flavonoid dalam kadar tinggi dan berpotensi dikembangkan sebagai sumber senyawa bioaktif untuk produk herbal atau fitofarmaka.
Profil Flavonoid Ekstrak Etil Asetat Daun Matoa (Pometia pinnata Forst) Rina Saputri; Ali Rakhman Hakim; Aulia Rahmah; Army Julianti; Nor Sipa Aulia Ulpah
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.1000

Abstract

Penelitian ini membahas profil flavonoid pada ekstrak etil asetat daun matoa (Pometia pinnata), yang dikenal kaya akan senyawa bioaktif, khususnya flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan profil senyawa flavonoid daun matoa yang diekstraksi secara ultrasonik menggunakan pelarut etil asetat. Metode yang digunakan meliputi penggunaan alat spektrofotometer UV-Vis, ultrasonic cleaner, serta KLT silika gel untuk karakterisasi senyawa. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etil asetat daun matoa mengandung flavonoid. Hasil identifikasi KLT dari ekstrak etil asetat daun matoa menggunakan eluen Kloroform : etanol (2:8) didapatkan nilai Rf 0,73; 0,77; 0,91. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan dengan 3 kali replikasi, diperoleh rata-rata kadar flavonoid total sebesar 63.256 ± 8.858 mgQE/g. Daun matoa yang diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat secara ultrasonik menghasilkan kadar flavonoid yang cukup tinggi.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Adriana Palimbo, Adriana Agenia Rahman Agustin, Nur Syafa Ahmad Hidayat Ahmad Syahlani Ahnafani, Miyada Nur Aima Pitriya amanah, nurul Amanda Shelvia Savitri Amanda Shelvia Savitri Amanda Shelvia Savitri Amanda Shelvia Savitri Amanda, Era Dea Anggia Puteri Anggia Puteri Anisa Ujuldah Anisa Ujuldah Annisa Fitria Ariani, Malisa Army Julianti Army Julianti Aryzki, Saftia Asi, Seva Bela N. Asi, Seva Bela Nata Asti Wulan Ariani Auli Damayanti Aulia Damayanti Aulia Rahmah Aulia Rahmah Aulia Rahmah Aulia, Nina AYU LESTARI Ayu Lestari Azhimia, Faida Bamikha Priskila Natantri Bayu Hari Mukti Carolin, Putri Chairunnisa Rizky Hani Dahlia Syahrina Dea Lailani Giopani Dede Mahdiyah Dede Mahdiyah, Dede Defitamira, Olvi Deviani, Norma Dian Bardiansyah Donaretsi, Olga Nathania Dwi Salmarini, Desilestia Elieser, Michael Endang Susilawati Enzelia, Yoan Esti Susilowati Evana, Nur Qomara Fadhiyah Noor Anisa Fadhiyah Noor Noor Fahriani, Fahriani Fatthiya Lisyanti Faulina, Siti Emi Az-Zahra Fitri Sadlia Fitri Yuliana Fitriani, Dyah Fitriyana, Rahma Furqan, Rizqi Nur Gresia, Sola Gumarus, Ellora Griselda Habibah, Nor Hariyanto, Ario Yudo Hastika, Febby Yulia Heny Novarita Hepriana, Yemima Holilah, Shafira Nor Husna, Hafizatul I Ketut Purnama Putra Ihyadin, Hafiz Ikeh, Tri Sulapmi D. Indah Husnul Khatimah Indriyani, Reni Irpiana, Irma Ismiadi, Rahmad Jannah, Ghina Raudhatul Jesika Claudia Johanda, Maulida Karina, Diah Karinda, Niken Adkah Khaliza Natasya Dilla Komaliya, Risyda Kornelia, Sindi Kunti Nastiti Kunti Nastiti Kurniawati, Darini Kusuma D, Muhammad Chandra Hadi L. Lisnawati Laetare, Tresy Patricia Laurensia Yunita Lestari, Noor Laili Mega Lestari, Yayuk Puji Linda Kusumawati Lisaura, Inggrit Windy M. Sobirin Mohtar Maharani, Silvia Atwi Maharani, Tri Anita Mahdalena Mahdalena Malisa Ariani Martha, Dhea Yolanda Marwah, Jannatul Maskura, Nur Maulani, Eka Febrianti Maulina, Nor Ma’rifah, Nurul Melviani, Melviani Mia Audina Mia Audina, Mia Miftahul Jannah Mohammad Basit, Mohammad Muhammad Aldi, Muhammad Muhammad Naufal, Muhammad Mustaqimah Mustaqimah Muzdalifah, Nur Nabila, Putri Nadia Oktavia Winda Nasiroh Nasiroh, Nasiroh Nastiti, Kunti Natantri, Bamikha Priskila Nayaken, Putri Olivia Ngongo, Marselina Nisa, Karimatun Nisrina, Salwa Nita Hestiyana nofrizal, deni Noor, Fadhiyah Noor Noorhaliza Nor Sipa Aulia Ulpah Nor Sipa Aulia Ulpah Noval Noval Noval Novalia Widiya Ningrum, Novalia Widiya Novalis, Rima Novita Yanti Nugraha, Dyan Fitri Nur Hidayah NURUL HIDAYAH Oktavia, Regina Pebriana, Olvia Putri Pratiwi, Sinta Puji Lestari, Yayuk Puspa Indah Puteri Putri Nadila Utami Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Jelita Annisa Putri, Lidia Risma Putri, Mela Julia Rabiatul Adawiyah Rahayu, Desi Dwi Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmah, Mulia Rahman, Agenia Ramadhan, Ahmad Dian Ramadhan, Novalina Rossa Ramadhani, Alya Raudhatul Jannah, Ghina Reny Indriyani Ria Fitriani Rina Saputri Risyda Komaliya Rizali, Muhammad Rohama , Rohama Rohama, Rohama Rohama, Rohma Romika Romika Rubina, Miranda Rustiana Rustiana Sadlia, Fitri Saftia Aryzki Sagita, Ririn Salwa Nur Ilahiya Samara, Akhmad Fadhil Saniah, Husnus Sari, Nita Wulan Sari, Rani Normaya Satria, Romi Savitri, Amanda Shelvia Seria Budi Setia Budi Sihotang, Ina Yunita Siswahyudianto Siti Azizah Siti Fatimah Siti Jubaidah, Siti Siti Malahayati Siti Sarah, Siti Sitti Khadijah Sitti Khadijah Sofiya Maulida Sudarya, Maharani Fitria Syari, Aulia Rahma Syifa Khairunnisa syifa, Nur Syifa, Umi Tambun, Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija Tuti Alawiyah Tuti Alawiyah Tuti Alawiyah Ujuldah, Anisa Utami, Putri Nadila Vania, Risma Ananda Weliyanto, Yupi Winda, Nadia Oktavia Wineiniati, Noni Wulandari, Suci Sri Yasnatasya Ys, Jian Yuditha Mutia Windy Yuli Yanti Sholehah Yulida Yulida Yulida, Yulida Yustian, Alifira Adhany Yuwindry, Iwan Zhafirah, Nurul Zulianur, Riska Ali Zulliati Zulliati