Claim Missing Document
Check
Articles

KEBIJAKAN MANAJEMEN DALAM MENERAPKAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LINGKUNGAN KERJA: SYSTEMATIC REVIEW Mufarikha, Muhimatul; Misnaniarti, Misnaniarti; Hasyim, Hamzah; Novrikasari, Novrikasari; Windusari, Yuanita; Fajar, Nur Alam
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.20549

Abstract

Kebijakan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman, sehingga dapat mengurangi probabilitas kecelakaan kerja / penyakit akibat kelalaian yang mengakibatkan demotivasi dan dan defisiensi produktivitas kerja. Dalam menciptakan hal tersebut tentu di butuhkan kerjasama yang baik antara top manajemen dalam membuat kebijakan dan dari pekerja nya sendiri yang harus menaati peraturan K3 di perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan perusahaan dalam menerapkan K3 di perusahaan dan bagaimana efektivitasnya kepada pekerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Review dan PRISMA. Data-data diperoleh dari jurnal-jurnal yang telah dikumpulkan oleh penulis. Hasil penelitian menunjukkan Kebijakan tentang pedoman K3 berpengaruh pada Keselamatan karyawan, untuk melaksanakan pedoman dengan baik di butuhkan komitmen top manajemen yang tegas. Karyawan yang bisa menjaga kesehatan kerja dan merasa terlindungi akan lebih produktif dalam berkerja. Maka dari itu perusahaan memantau dan memberikan pelatihan kepada setiap karyawan agar semua karyawan mengerti tentang pedoman K3. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kebijakan mengenai pedoman K3 kepada pekerja sudah ada dan terlaksana di perusahaan, komitmen top manajemen yang baik juga berpengaruh pada terlaksananya pedoman tersebut tentang bagaimana membuat semua karyawan menaati peraturan dan sadar akan bahaya yang ada di lingkungan kerja. Untuk itu pelatihan K3 bagi semua pekerja di perusahaan penting di lakukan agar pekerja lebih paham dan peduli dengan keselamatan dan kesehatannya.
HUBUNGAN KESEHATAN MENTAL IBU DAN STATUS GIZI ANAK DI NEGARA BERKEMBANG : TINJAUAN PUSTAKA Lubis, Fatma Juwita; Flora, Rostika; Zulkarnain, Mohammad; Fajar, Nur Alam; Sunarsi, Elvi; Rahmiwati, Anita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38259

Abstract

Peran ibu adalah inti dari sebuah rumah tangga. Sebagai peran inti, kesehatan mental seorang ibu merupakan hal prioritas. Gangguan kesehatan mental ibu berdampak negatif pada kesehatan fisik dan psikologis ibu itu sendiri dan juga pada anak. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk mengidentifikasi bukti terkini tentang hubungan antara kesehatan mental ibu dan status gizi anak di negara-negara berkembang. Tinjauan ini merupakan tinjauan sistematis untuk mensintesiskan studi penelitian yang ditemukan dalam basis data di Google Scholar, Science Direct, dan PubMed tentang hubungan antara kesehatan mental ibu dan status gizi anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu dengan gejala gangguan mental 9 kali lebih mungkin memiliki anak dengan pertumbuhan indeks tinggi/usia abnormal (pendek/sangat pendek) dibandingkan dengan ibu tanpa gejala gangguan mental. Selain itu, kesehatan mental ibu yang buruk dapat mengakibatkan berkurangnya kehadiran ibu di Pelayanan Antenatal dan Postnatal, meningkatnya risiko preeklamsia, meningkatnya risiko kesulitan menyusui, praktik pengasuhan yang buruk, dan cakupan gizi yang tidak memadai pada anak. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara gangguan kesehatan mental ibu dan status gizi yang buruk, meskipun dalam beberapa penelitian, hal tersebut tidak memberikan bukti yang jelas. Terlepas dari arah hubungan tersebut, program gizi anak di negara berkembang harus mempertimbangkan untuk menggabungkannya dengan program promosi kesehatan mental ibu.
Evaluasi EVALUASI DAMPAK SOSIAL DAN PSIKOLOGIS PADA PERNIKAHAN DINI Fitriani, Novilia Dwi; Etrawati, Fenny; Fajar, Nur Alam; Aurasyiddin, Jerry Khulafa
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 16 No 3 (2024): September-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v16i3.1605

Abstract

Ringkasan: Latar Belakang: Pernikahan dini merupakan masalah global dengan konsekuensi kesehatan dan sosial bagi remaja perempuan. Indonesia menempati peringkat ke-8 dunia dengan 1,2 juta kasus pada tahun 2022. Faktor pergaulan bebas, keterbatasan ekonomi, dan kurangnya pengetahuan memicu peningkatan kasus pernikahan dini. Tujuan: Mengevaluasi dampak sosial dan psikologis pada remaja wanita yang melakukan pernikahan dini di Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten Ogan Komering Ilir. Metode: Penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam menggunakan analisis tematik. Informan terdiri dari 12 remaja perempuan berusia 14-17 tahun yang menikah dini, 12 orang tua, kepala KUA, bidan desa, dan kepala desa. Data dianalisis dengan triangulasi sumber dan triangulasi data. Hasil: Dampak sosial meliputi peningkatan perceraian karena masalah ekonomi dan isolasi sosial. Dampak psikologis berupa ketidakmatangan emosional, ketakutan, kecemasan, dan kesulitan mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah keluarga. Simpulan: Pernikahan dini menimbulkan dampak sosial dan psikologis negatif pada remaja wanita. Saran: Diperlukan edukasi intensif dan program pemberdayaan keluarga untuk pencegahan pernikahan dini.
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal Terhadap Status Gizi Balita Stunting : Systematic Review Apriliani, Ferenadia; Fajar, Nur Alam; Rahmiwati, Anita
Media Informasi Vol. 20 No. 2 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v20i2.585

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi utama yang masih banyak di Indonesia. Prevalensi stunting yang tinggi menjadi ancaman terhadap kesejahteraan dan ketahanan nasional jangka panjang. Menurut hasil survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 prevalensi stunting sebesar 21,6% sedangkan target prevalensi stunting pada tahun 2024 yaitu 14% dan target WHO yaitu kurang dari 20%. Penanggulangan stunting di Indonesia dilakukan dengan berpedoman kepada Perpres No.72 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting melalui intervensi spesifik berupa pemberian makanan tambahan (PMT) lokal kepada balita stunting. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menambah wawasan mengenai bagaimana pemanfaatan makanan tambahan berpangan lokal diberbagai daerah dalam upaya Penanggulangan stunting di Indonesia. Penelitian ini merupakan systematic review menggunakan metode PRISMA. Pemilihan artikel sesuai kriteria inklusi dan eksklusi serta pencariannya melalui database Google scholar dengan kata kunci “PMT pangan lokal, Status Gizi, Balita Stunting”. Artikel yang dilakukan review dari tahun 2020-2024 dan didaptkan 12 artikel yang dilakukan review. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal mempengaruhi peningkatan berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) pada balita stunting, Jika diberikan selama minimal 30 hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahwa pemberian makanan tambahan pangan lokal pada balita seperti tempe, tahu, Udang rebon, ikan patin dan kelor yang diolah menjadi makanan seperti bubur ikan, nugget, otak-otak dan bakso selama 30 hari hingga 90 hari dapat menjadi salah satu cara penurunan stunting.
ANALISIS PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS BERDASARKAN STATUS STUNTING, ASI EKSKLUSIF PADA BALITA YANG TINGGAL DI WILAYAH KUMUH Adiaty, Vefi; Sitorus, Rico Januar; Fajar, Nur Alam
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 2: Agustus 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i2.382

Abstract

Latar Belakang: Hasil Survery  pada tahun 2018 hampir 11,7% balita berusia 36-59 bulan mengalami keterlambatan perkembangan dimana Sumatera Selatan menyumbang angka sebesar 11,5%. Nutrisi adalah salah satu faktor lingkungan fisik yang mempengaruhi perkembangan motorik halus dan kemampuan intelektual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana stunting dapat mempengaruhi motorik halus pada balita di Kota Palembang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari -Februari Tahun 2020 dengan otal responden sebanyak 117 balita yang berusia 02-60 bulan yang tinggal di Palembang yang masuk dalam kriteria inklusi. Analisis studi menggunakan chi square untuk analisis bivariat. Hasil: Ada hubungan yang bermakna antara stunting dengan perkembangan motorik halus pada balita (p=0,040) (OR=2,500 CI 95% 1,041 - 6,006) dimana balita yang stunting mengalami keterlambatan perkembangan motorik halus sebanyak 55,6%. Tidak ada hubungan yang bermankna antara asi eksklusif dengan perkembangan motorik halus pada balita (p=0,314) (OR=1,650 CI 95% 0,730-3,728). Saran: Diharapkan untuk instansi terkait dapat melakukan screening perkembangan motorik kepada semua balita pada seluruh balita yang tinggal di Kota Palembang, menggunakan Denver II Test sebagai salah satu instrumen untuk melakukan screening perkembangan motorik, dan membuat program online dimana balita dengan stunting dapat terdeteksi secara cepat. Kata Kunci: Stunting, ASI Eksklusif, Motorik Halus, Balita
ANALISIS PENGENDALIAN LINGKUNGAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA BALITA DI KOTA PALEMBANG Haryanti, Neny; Fajar, Nur Alam; Windusari, Yuanita
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 2: Agustus 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i2.384

Abstract

Latar belakang: Pemberantasan penyakit demam berdarah dengue dilakukan dengan melakukan pembasmian nyamuk Aedes aegypti yang berperan sebagai pembawa virus dengue. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit DBD di Indonesia sejak tahun 2016 sampai saat ini adalah melalui program PSN 3Mplus, yaitu segala bentuk kegiatan pencegahan dari gigitan nyamuk, melalui pengendalian lingkungan  dan perlindungan diri dari gigitan nyamuk  yang dilakukan oleh masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  hubunganupaya pengendalian lingkungan melalui program PSN 3Mplus dengan kejadian demam berdarah denguedi Kota palembang. Metode: Penelitian ini  menggunakan desain cross sectional. Dilaksanakan bulan Februari sampai dengan Maret 2020 di kota Palembang. Populasinya adalah semua keluarga yang mempunyai balita usia0-59 bulan yang tinggal di kota Palembang. Besar sampel  sebanyak134 responden dalam wilayah kerja Puskesmas yang termasuk dalam wilayah kecamatan dengan kategori risiko tinggi angka insiden DBD di kota Palembang.Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan kemaknaan 95% (p<0,005). Hasil: Hasil penelitian didapat ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan keluarga menguras dan membersihkan tempat penampungan air/bak mandi, menghindari gigitan nyamuk dan menghindari menggantung pakaian dalam rumah dengan kejadian demam berdarah denguepada balita di Kota Palembang. Saran: Perlu peningkatan kesadaran pemberantasan sarang nyamuk di tiap wilayah melalui peran serta aktif masyarakat untuk melakukan upaya preventif (pencegahan) tempat perkembangbiakan vektor Aedes aegypti.Kata Kunci:Pengendalian lingkungan, DBD, PSN 3Mplus
PENGARUH PERILAKU (KEBIASAAN BUANG AIR BESAR) DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP INFEKSI KECACINGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Septiani, Eichi; Fajar, Nur Alam; Sitorus, Rico J; Anwar, Chairil; Zulkarnain, Mohammad; Flora, Rostika
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i1.579

Abstract

Latar Belakang: Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia memiliki iklim dan kelembaban yang mendukung parasit cacing untuk tetap melangsungkan hidupnya. Kecacingan merupakan suatu masalah kesehatan yang masih dijumpai pada  masyarakat khususnya yang tinggal di negara tropis seperti Indonesia. Infeksi kecacingan lebih sering di jumpai pada anak, baik itu pra sekolah ataupun sekolah dasar. Tujuan: Untuk menganalisis pengarh perilaku dan sanitasi lingkungan terhadap infeksi kecacingan pada anak Sekolah Dasar. Metode: Penelitian ini menggunakan  rancangan studi cross-sectional yang dilakukan di Kabupaten Seluma yang dilaksanakan pada April 2020. Sampel berjumlah 140  anak yang  merupakan anak Sekolah Dasar usia 9-12 tahun dan berasal dari 5 kecamatan.  Pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan observasi. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan feses untuk mengetahui infeksi kecacingan. Hasil: Hasil pemeriksaan feses didapatkan bahwa 37,9% anak mengalami infeksi kecacingan,  45,0% anak yang terinfeksi kecacingan mempunyai kebiasaan defikasi kurang baik, 45,7% anak yang terinfeksi kecacingan mempunyai sumber air kurang baik serta 25,0% anak yang terinfeksi kecacingan mempunyai tempat BAB kurang baik. Hasil uji chi square antara infeksi kecacingan dengan kebiasaan defikasi didapatkan nilai p= 0,201 dan PR = 1,66 ; infeksi kecacingan dengan sumber air didapatkan nilai p= 0,028 dan PR 2,3 ; infeksi kecacingan dengan  kebersihan kuku didapatkan nilai p=0,268 dan PR=0,57. Saran: Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma dan jajarannya diharapkan terus menggalakkan lagi edukasi tentang pencegahan dan bahaya penyakit kecacingan serta melakukan pemberian obat cacing lebih rutin (6 bulan 1x) dan melakukan skrining infeksi STH untuk sebagai upaya preventif. Kata Kunci : Perilaku, Sanitasi Lingkungan, Kecacingan, Anak Sekolah Dasar
ANALISIS RISIKO PAPARAN GAS HIDROGEN SULFIDA DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH SUKAWINATAN KOTA PALEMBANG Fithriyani, Eka; Fajar, Nur Alam; Faisya, Achmad Fickry
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 2: Agustus 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i2.388

Abstract

Latar belakang: Pencemaran udara akibat proses dekomposisi sampah merupakan salah satu dampak lingkungan yang  ditimbulkan dari tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Gas toksik hasil dekomposisi sampah yang berbau sangat tajam yaitu hidrogen sulfida (H2S) merupakan salah satu gas berbahaya di TPA yang berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan. Tingkat risiko paparan gas hidrogen sulfida (H2S)  terhadap kesehatan dapat dinilai melalui pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) dengan menghitung nilai RQ (Risk Quotient) untuk menentukan tingkat risiko paparan pada kategori aman atau tidak aman terhadap kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko paparan gas hidrogen sulfida di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Sukawinatan kota Palembang. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan ARKL (Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan) untuk menilai risiko paparan gas hidrogen sulfida di TPA Sukawinatan kota Palembang. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat berupa distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penilaian ARKL menunjukkan bahwa risiko paparan gas hidrogen sulfida di TPA Sukawinatan berada di tingkat risiko tidak aman (RQ>1). Saran: adanya tingkat risiko paparan gas hidrogen sulfida yang tidak aman bagi kesehatan pemulung di TPA Sukawinatan, maka diharapkan pemulung dapat menggunakan alat pelindung diri untuk mengurangi risiko paparan gas hidrogen sulfida.Kata Kunci: ARKL, Gas Hidrogen Sulfida, Risk Quotient
HUBUNGAN PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN MP-ASI DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PESISIR SUNGAI MUSI PALEMBANG Ramdika, Sari Bema; Fajar, Nur Alam; Flora, Rostika; Rosyada, Amrina
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i1.304

Abstract

Abstract: Stunting is a condition of impaired growth in children resulting from chronic nutritional deficiencies, with long-term consequences on cognitive development, immune function, and future productivity. Inappropriate practices of exclusive breastfeeding and complementary feeding (MP-ASI), often influenced by low maternal knowledge and attitude, have been identified as major risk factors for stunting. This study aims to analyze the relationship between exclusive breastfeeding practices, maternal knowledge and attitudes related to MP-ASI, and the incidence of stunting among children under five in Palembang City. A cross-sectional study design was employed using a quantitative approach. Data were collected from 196 mothers with children aged 6–59 months across four sub-districts in Palembang City through multistage random sampling. Validated questionnaires were used as research instruments, and data were analyzed using the chi-square test. No significant association was found between knowledge (p=0.265) and attitude (p=0.652) regarding MP-ASI and stunting incidence. However, children of mothers with poor knowledge had a 2.175 times higher risk of stunting. Exclusive breastfeeding practices also showed no significant association with stunting (p=0.915), although children who were not exclusively breastfed had a 1.097 times higher risk of experiencing stunting. Although not statistically significant, low maternal knowledge on complementary feeding and lack of exclusive breastfeeding may increase the risk of stunting. Educational interventions promoting appropriate infant feeding practices are essential to reduce stunting prevalence in Palembang City. Keywords: attitude, complementary feeding, exclusive breastfeeding, knowledge,stunting Abstrak: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang dapat berdampak jangka panjang terhadap perkembangan kognitif, imunitas, dan produktivitas di masa depan. Praktik pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI yang tidak tepat, sering kali dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan dan sikap ibu, telah diidentifikasi sebagai faktor risiko penting terhadap kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara praktik pemberian ASI, pengetahuan, dan sikap terkait MP-ASI dengan kejadian stunting pada anak balita di Kota Palembang. Penelitian menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan pada 196 ibu yang memiliki balita usia 6–59 bulan di empat kecamatan Kota Palembang menggunakan metode multistage random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah divalidasi dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,265) dan sikap (p=0,652) terkait MP-ASI dengan kejadian stunting. Meskipun demikian, anak dari ibu dengan pengetahuan yang kurang baik memiliki risiko 2,175 kali lebih tinggi mengalami stunting. Praktik pemberian ASI eksklusif juga tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian stunting (p=0,915), namun balita yang tidak menerima ASI eksklusif memiliki risiko 1,097 kali lebih tinggi untuk mengalami stunting. Meskipun tidak signifikan secara statistik, rendahnya pengetahuan ibu terkait MP-ASI dan tidak diberikannya ASI eksklusif berpotensi meningkatkan risiko stunting. Intervensi edukatif mengenai praktik pemberian makan yang tepat sangat penting untuk menurunkan angka stunting di Kota Palembang. Kata kunci: ASI eksklusif, MP-ASI, pengetahuan, sikap, stunting
Faktor-faktor yang memengaruhi ibu dalam pemberian makanan tambahan pada anak bawah dua tahun (Baduta) Silitonga, Angelienne Maria Prayscyllia; Fajar, Nur Alam; Kusumaningrum, Arie; Saci, Muhammad Amin Arigo
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2025): Volume 19 Nomor 3
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i3.932

Abstract

Background: Toddlers (under two years old) are the first 1000 days of life, which is the period that begins from the formation of the fetus until the child is 2 years old. This period is the most important period in the growth and development period as an individual who will continue the nation and is expected to produce a reliable generation in competition in the global arena. To produce a reliable generation during this period, good growth and development stimulation is needed. Growth and development stimulation in the form of providing adequate nutrition and growth and development stimulation carried out by parents. Purpose: To analyze the factors that influence mothers in providing additional food to children under two years of age (toddlers). Method: Quantitative research with cross-sectional design. The population in this study were all mothers who had babies aged 6-24 months in Banyuasin Regency. In determining the sample of this study, the formula used was the Lemeshow formula with sampling using a simple random sampling technique. The independent variables in this study include; age, education, occupation, number of children in the family, and income, while the dependent variable is the provision of additional food. Data collection was carried out using a questionnaire method that was distributed directly to respondents. Data analysis carried out in this study used univariate analysis and bivariate analysis of the chi-square statistical test. Results: Based on the characteristics of the respondents' age, they are in the range of 20-34 years, as many as 57 respondents (53.8%) with a p value of 0.069 (>0.05). In general, respondents are included in the higher education category as many as 69 respondents (65.1%) with a p value of 0.010. Most respondents have a good level of knowledge as many as 65 respondents (61.3%) with a p value of 0.000 (<0.05). Almost all respondents are unemployed as many as 89 respondents (84.0%) with the results of the statistical test analysis showing a p value of 0.006. Most families have children >2 as many as 60 respondents (56.6%) with a p value of 0.000. Furthermore, most respondents' income < regional minimum wage as many as 73 respondents (68.9%) obtained a p value of 0.001 (<0.05). The variables of education, knowledge, occupation, number of children in the family, and parental income have a significant relationship to the provision of additional food. Meanwhile, there is one variable, namely age, which does not have a significant influence. Conclusion: The variables of education, knowledge, work, number of children in the family, and parental income have an effect on the provision of additional food with a p value <0.05. Meanwhile, the age variable does not significantly affect the provision of additional food in children under two years old.   Keywords: Additional Food; Mother; Under Two Years (Toddlers).   Pendahuluan: Baduta (bawah dua tahun) merupakan 1000 hari pertama kehidupan merupakan periode mulai dari janin terbentuk sampai nak berusia 2 tahun. Pada periode ini merupakan periode terpenting pada masa pertumbuhan dan perkembangan sebagai individu penerus bangsa yang dapat diharapakan untuk mencetak generasi yang handal dalam persaingan di kancah global. Agar menghasilkan genarasi yang handal pada periode tersebut memerlukan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Stimulasi pertumbuhan berupa pemberian gizi yang adekuat dan stimulasi perkembangan yang dilakukan oleh orang tua. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ibu dalam pemberian makanan tambahan pada anak bawah dua tahun (Baduta). Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan di wilayah Kabupaten Banyuasin. Dalam penentuan sampel penelitian ini, rumus yang digunakan adalah rumus Lemeshow dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi; umur, pendidikan, pekerjaan, jumlah anak dalam keluarga, dan pendapatan, sedangkan variabel dependennya adalah pemberian makanan tambahan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket yang dibagi langsung ke responden. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian menggunakan analisis univariat dan analisis bivariate uji statistic chi-square. Hasil: Berdasarkan karakteristik usia responden berada pada kisaran 20-34 sebanyak 57 responden (53.8%) dengan nilai p 0.069 (>0.05). Secara umum, responden masuk dalam kategori pendidikan tinggi sebanyak 69 (65.1%) dengan nilai p 0.010. Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 65 (61.3%) dengan nilai p sebesar 0.000 (<0.05). Hampir seluruh responden tidak bekerja sebanyak 89 (84.0%) dengan hasil analisis uji statistik menunjukkan nilai p 0.006. Sebagian besar dalam satu keluarga memiliki jumlah anak >2 anak sebanyak 60 (56.6%) dengan nilai p 0.000. Selanjutnya mayoritas pendapatan responden < UMR sebanyak 73 (68.9%) diperoleh nilai p 0.001 (<0.05). Variabel pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, jumlah anak dalam keluarga, dan pendapatan orangtua memiliki hubungan yang signifikan terhadap pemberian makanan tambahan. Sementara, terdapat satu variabel yaitu umur tidak berpengaruh secara signifikan. Simpulan: Variabel pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, jumlah anak dalam keluarga, dan pendapatan orang tua berpengaruh terhadap pemberian makanan tambahan dengan perolehan p-value < 0.05. Sementara itu, variabel umur tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pemberian makanan tambahan pada anak bawah dua tahun.   Kata Kunci: Anak Bawah Dua Tahun (Baduta); Ibu; Pemberian Makanan Tambahan.
Co-Authors : Samwilson Slamet, : Samwilson Achmad Fickry Faisya, Achmad Fickry Adiaty, Vefi Aguscik, Aguscik Aldyirwansyah, Muhammad Amalia, Risa Nur Amrina Rosyada Ananingsih, Esti Sri Anita Camelia Anita Rahmiwati Anliyanita, Roza Anni Holila Pulungan Annisa Rahmawaty Apriliani, Ferenadia Ariana, Rika Arie Kusumaningrum Asmaripa Ainy Astari, Dea Widya Aurasyiddin, Jerry Khulafa Ayu, Dewi Putri Azwinfadhlan, Ahmad Bella, Febriani Dwi Chairil Anwar Dalimawati, Dalimawati Daniel, Risyad Aldian Desi Halimah Lubis, Desi Halimah Dianaulina, Dwi Eichi Septiani Eka Oktarina, Eka Elvi Sunarsih Eva Nanda, Eva Faisa, Achmad Fickry Fatmalina Febry Fatmalina Febry Febbryanti, Ririn Fratiwi Febriana, Fitri Fenny Etrawati Feranita Utama Fithriyani, Eka Fitriani, Novi Fitriani, Novilia Dwi Fitriani, Ranty Fitriawati, Fitriawati Flora, Rostika - Haerawati Idris Haerawati Idris, Haerawati Hakim, Dwi Ratnawaty Hamzah Hasyim Haryanti, Neny Hasanah, Putrie Uswatun Hayati, Thursina Vera Iche Andriyani Liberty, Iche Andriyani Idris, Haerawari Ikhsan Ikhsan Ikhsan, Ikhsan - Imelda Gernauli Purba, Imelda Gernauli Indah Eliyanti, Indah Indah Purnama Sari Indah Yuliana Intan Permatasari Iwan Stia Budi Jasmine, Annisah Biancika Kamilah, Inayah Kartikasari, Erma Khairiyah, Muthiah Kiki Sulaningsi Kirana, Junneka Sarah Kurniati, Desi Lestari, Amelia Sefti Lestari, Peggy Ayu Lubis, Fatma Juwita M. Zulkarnain M. Zulkarnain, M. Zulkarnain Marisa Apriyanti, Marisa Maryanto, Hendri Medias Imroni misnaniari, Misnaniarti Misnaniarti Misnaniarti Moriskha, Moriskha Mufarikha, Muhimatul Muhammad Yusuf, Fathullah Munadi, Abu Qasim, Muhammad Yusuf, Muharramah, Disa Hijratul Najmah, Najmah Nandira, Terra Nike Warta, Nike Novrika, Novrika Novrikasari Novrikasari Novrikasari, Novrikasari Nurazila, Nurazila Nurhayati, Anissa Nurlaili, Nurlaili - Nurmalia Ermi Ocktariyana, Ocktariyana Oktarina, Silvia oktaviani, Della Pradisa , Dea Pratama, Benny Putra Prima Sari Putri, Prima Sari Purnama, Yetti Rahman, Rika Ariana Rahmawati, Nur Farida Ramadhani, Indah Ramdika, Sari Bema Rapele, Nanda Pratiwi Resti Irmalasari, Resti Retri Primasari, Retri Rico Januar Sitorus Ridwan Ikob, Ridwan Ridzuan, M Rimadona, Nia Rini Mutahar Riris Diana Rachmayanti Risnawati Tanjung Rizma Adlia Syakurah Rosaria, Rini Rosaria Rostika Flora Saci, Muhammad Amin Arigo Saputra, Yoerdy Agusmal Sari, Novrika Sari, Yona Wia Sartika Sari, Yuanita Windu Sarilisnawati, Sarilisnawati Silitonga, Angelienne Maria Prayscyllia Sitorus, Rico J Sri Martini Suci Destriatania Sucirahayu, Citra Afny Sugiarti, Rini Sulung, Neshy Sunarsi , Elvi Sunarsi, Elvi Syafhira, Adinda Syamsuryadi Tuzzahra, Aquila Haya Winta, Mulya Virgonita Iswindari Wulanda, Ayu Febri Yeni Yeni Yuanita Windusari Yuliastuti, Maria Eka Yusria Ningsih Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain, M Zulkarnain, M. Zulkarnain Zulkarnain, Mohammad Zulkarnain, Mohammad -