Claim Missing Document
Check
Articles

Profil Probabilitas Stroke Iskemik Di Kota Malang Dan Batu: Aplikasi Skor Risiko Stroke Framingham Harahap, Herpan Syafii; Arisetijono, Eko; Afif, Zamroni
Jurnal Kedokteran Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Stroke saat ini merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan utama di dunia, dimana 85% kasus merupakan stroke iskemik. Dengan mengetahui faktor-faktor risiko stroke iskemik, dapat dilakukan prediksi risiko untuk mengalami stroke iskemik dengan menggunakan skor risiko stroke Framingham. Tujuan: Untuk mengetahui profil probabilitas stroke iskemik di Kota Malang dan Batu menurut skor risiko stroke Framingham. Metode: Penelitian deskriptif cross-sectional ini menggunakan teknik consecutive random sampling untuk pengambilan sampel penelitian. Dilakukan pengukuran persentase dan stratifikasi skor risiko stroke Framingham terhadap 109 orang menurut jenis kelamin (n=109). Dalam penelitian ini juga dilakukan pengukuran parameter indeks massa tubuh (IMT), lingkar perut, rasio lingkar panggul-perut, dan kadar kolesterol total dan asam urat serum untuk dikorelasikan dengan persentase skor risiko stroke Framingham. Hasil: Sebanyak 72 orang (66,06%) memiliki risiko stroke iskemik yang rendah, 20 orang (18,34%) memiliki risiko sedang, dan 17 orang (15,60%) memiliki risiko tinggi. Hasil uji korelasi menunjukkan persentase risiko stroke memiliki korelasi negatif dengan IMT (p=0,030;r=-0,208) dan korelasi positif dengan kadar asam urat serum (p=0,018;r=0,244). Tidak didapatkan korelasi antara persentase skor risiko stroke Framingham dengan lingkar perut (p=0,120), rasio lingkar perut-panggul (p=0,070), dan kadar kolesterol total serum (p=0,208). Kesimpulan: Sepertiga sampel penelitian yang memiliki risiko stroke iskemik sedang-berat berdasarkan skor risiko stroke Framingham.
Gangguan Kognitif Terkait Epilepsi Lobus Temporal: Laporan Kasus Syafii Harahap, Herpan
Jurnal Kedokteran Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v8i3.364

Abstract

Salah satu komplikasi penting dari penyakit epilepsi, terutama epilepsi lobus temporal, adalah gangguan kognitif. Kerentanan seorang pasien epilepsi untuk mengalami gangguan fungsi kognitif ditentukan oleh karakteristik demografik, karakteristik klinik, dan cognitive reserve pasien tersebut. Laporan kasus ini mendeskripsikan keluaran klinis fungsi kognitif dari dua kasus epilepsi lobus temporal dan karakteristik demografik, klinik, dan cognitive reserve yang mendasarinya. Pada kasus pertama, seorang perempuan berusia 41 tahun, lulusan sarjana S1, terdiagnosis epilepsi lobus temporal sejak 18 bulan yang lalu. Pasien memiliki riwayat cedera kepala 11 tahun yang lalu. Pasien saat ini mengkonsumsi karbamazepin 600mg/hari dan asam valproat 500mg/hari dan bebas bangkitan selama 3 bulan. Sejak 6 bulan yang lalu, pasien mulai mengeluhkan adanya gangguan kognitif dan mudah khawatir dan marah, namun aktivitas sehari-hari masih normal. Tes neuropsikologi menunjukkan bahwa fungsi kognitif pasien tersebut normal, namun didapatkan adanya gangguan mood ringan. Pada kasus kedua, seorang laki-laki berusia 47 tahun, lulusan SLTA, terdiagnosis epilepsi lobus temporal sejak 14 tahun yang lalu. Pasien memiliki riwayat cedera 20 tahun yang lalu. Pasien saat ini mengkonsumsi karbamazepin 800mg/hari dan asam valproat 1000mg/hari dan bebas bangkitan selama 8 bulan.Sejak 1 tahun yang lalu, pasien mulai mengeluhkan adanya penurunan daya ingat yang menyebabkan aktivitas sehari-harinya menjadi terganggu. Pada kedua kasus tersebut, penentu adanya berbedaan keluaran klinis status kognitif adalah awitan epilepsi, lokasi fokus epileptogenik, dosis obat antiepilepsi, dan tingkat pendidikan.
Pola Pengobatan dan Fungsi Kognitif Pasien Epilepsi di RSJ Mutiara Sukma Harahap, Herpan Syafii; Indrayana, Yanna -; Amalia, Emmy -
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 4 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2017.029.04.9

Abstract

Epilepsi merupakan suatu gangguan pada sistem saraf pusat yang memiliki dampak neurobiologik, kognitif, psikologik, dan sosial. Penggunaan obat antiepilepsi diperlukan untuk mencegah komplikasi yang ditimbulkan oleh epilepsi. Salah satu komplikasi penting dari epilepsi adalah terjadinya gangguan fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola pengobatan dan fungsi kognitif pasien epilepsi di RSJ Mutiara Sukma Provinsi NTB. Sebanyak 97 subjek dilibatkan dalam penelitian potong lintang dengan pengambilan data meliputi usia, jenis kelamin, usia awitan bangkitan, tipe bangkitan, etiologi bangkitan, dan obat antiepilepsi yang digunakan. Fungsi kognitif dari 45 subjek penelitian diperiksa menggunakan instrumen MoCA-INA dan TMT-B. Perbandingan antara jenis OAE yang digunakan dan jumlah subjek dengan gangguan fungsi kognitif dianalisis dengan uji statistik Kai-kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan 80,4% subjek mendapatkan monoterapi OAE. Monoterapi yang digunakan antara lain fenitoin (30,9%), karbamazepin (27,8%), dan asam valproat (21,7%). Pada pemeriksaan MoCA-INA, 100% subjek mengalami gangguan fungsi kognitif. Pada pemeriksaan TMT-B, 91,11% subjek memiliki hasil pemeriksaan tidak normal. Tidak terdapat perbedaan jumlah subjek dengan gangguan fungsi kognitif yang bermakna diantara berbagai kelompok yang mendapatkan OAE berbeda (p=0,304). Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pasien epilepsi di RS ini mendapatkan monoterapi OAE fenitoin, mengalami gangguan fungsi kognitif terutama pada domain atensi dan fungsi eksekutif dan tidak ditemukan perbedaan antar jenis pengobatan. 
EKSPRESI GLUT4 PADA NEURON HIPOKAMPUS RATTUS NOVERGICUS DIABETIK YANG DIINJEKSI STREPTOZOTOCIN DAN NICOTINAMIDE Harahap, Herpan Syafii; Padauleng, Novrita; Nurhidayati, Nurhidayati; Ekawanti, Ardiana
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.03.6

Abstract

Diabetes melitus merupakan faktor risiko independen untuk terjadinya gangguan kognisi. Upaya pengembangan hewan coba untuk penelitian pengaruh diabetes terhadap kognisi terus dilakukan. Rattus novergicus merupakan salah satu spesies tikus yang sering digunakan sebagai hewan model diabetik melalui injeksi streptozotocin. Protein GLUT4 neuron hipokampus diduga berperan penting dalam mempertahankan fungsi kognitif yang pada kondisi hiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi ekspresi GLUT4 pada neuron hipokampus Rattus novergicus diabetik yang diinjeksi streptozotocin dan nicotinamide. Penelitian eksperimental ini dilakukan dengan menggunakan 20 ekor Rattus novergicus yang dibagi secara acak menjadi 4 kelompok, yaitu 2 kelompok kontrol (K1 dan K2) dan 2 kelompok diabetik (D1 dan D2). Masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Rattus norvegicus pada kelompok D1 dan D2 diinduksi diabetes dengan injeksi streptozotocin 70mg/kgBB dan nicotinamide 110mg/kgBB secara intraperitoneal dosis tunggal. Kadar glukosa darah puasa diperiksa pada hari ke-4 untuk memastikan tikus model diabetik mengalami hiperglikemia. Tikus kelompok K1 dan D1 diterminasi pada hari ke-7, sedangkan tikus kelompok K2 dan D2 diterminasi pada hari ke-14. Dilakukan pengambilan jaringan otak dan pemeriksaan imunohistokimia untuk melihat ekspresi GLUT4 pada neuron hipokampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata ekpresi GLUT4 pada tikus kelompok diabetik secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan tikus kelompok kontrol pada pengamatan hari ke-14 (p<0,05), namun tidak pada pengamatan hari ke-7 (p>0,05). Rerata ekspresi GLUT4 tikus kelompok diabetik secara signifikan lebih tinggi pada pengamatan hari ke-14 dibandingkan dengan pengamatan hari ke-7 (p<0,05). Dapat disimpulkan, terjadi peningkatan ekspresi GLUT4 pada neuron hipokampus Rattus novergicus diabetik yang diinjeksi streptozotocin dan nicotinamide.
Hubungan Tingkat Risiko Obstructive Sleep Apnea dan Sindroma Metabolik dengan Fungsi Kognitif Global Harahap, Herpan Syafii; Indrayana, Yanna; Lestari, Rina
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.293 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.02.10

Abstract

Obstructive sleep apnea (OSA) berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan fungsi kognitif, dan gangguan fungsi kognitif tersebut juga terkait dengan komponen sindrom metabolik (hipertensi, diabetes melitus, obesitas sentral, dan dislipidemia). Penegakan diagnosis penyakit tersebut membutuhkan keahlian khusus, waktu pemeriksaan yang lama, dan mahal, oleh karena itu penapisan tingkat risiko OSA dengan instrumen sederhana sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi tingkat risiko OSA dan sindroma metabolik dengan fungsi kognitif global. Desain potong lintang dilakukan dengan melibatkan 89 subjek yang datang dalam acara Car Free Day dan memenuhi kriteria inklusi. Data yang dikumpulkan meliputi usia, jenis kelamin, riwayat hipertensi, dislipidemia, diabetes melitus, indeks massa tubuh (IMT), obesitas sentral, tingkat risiko OSA, dan fungsi kognitif global. Tingkat risiko OSA dinilai dengan menggunakan instrumen STOP-BANG Questionnaire dan fungsi kognitif global menggunakan instrumen Clock Drawing Test (CDT). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna dalam hal frekuensi subjek dengan tingkat risiko tinggi OSA (p=0,042) dan subjek dengan diabetes melitus (p=0,04) antara kelompok subjek dengan status fungsi kognitif global normal dan menurun. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa hanya satu komponen sindroma metabolik, yaitu hipertensi yang berhubungan dengan tingkat risiko OSA (p<0,001), sedangkan diabetes melitus, obesitas sentral dan dislipidemia tidak. Dapat disimpulkan bahwa tingkat risiko OSA berhubungan dengan status fungsi kognitif global dan komponen sindroma metabolik yang berperan adalah diabetes melitus dan hipertensi.
Gambaran Skor Risiko Stroke Framingham, Obesitas, Dislipidemia, dan Hiperurisemia pada Penduduk Kecamatan Sekarbela Mataram Harahap, Herpan Syafii; Padauleng, Novrita; Rizki, Mohammad; Pintaningrum, Yusra; Indrayana, Yanna
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.814 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2017.029.03.11

Abstract

Stroke iskemik merupakan salah satu penyebab kecacatan dan kematian yang dapat dicegah. Kejadian stroke iskemik dapat diprediksi berdasarkan skor risiko stroke Framingham, serta faktor risiko lain seperti obesitas, dislipidemia, dan hiperurisemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil risiko stroke iskemik, obesitas, dislipidemia, dan hiperurisemia pada penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram. Sebanyak 115 subjek dilibatkan dalam penelitian potong lintang yang mengukur derajat risiko stroke iskemik dalam 10 tahun menurut Framingham, indeks massa tubuh (IMT), lingkar pinggang, serta rasio lingkar pinggang-panggul. Faktor risiko dislipidemia pada 84 subjek ditentukan berdasarkan kadar kolesterol total dan kolesterol HDL. Faktor risiko hiperurisemia pada 77 subjek ditentukan berdasarkan serta kadar asam urat serum. Hasil penelitian menunjukkan derajat risiko stroke iskemik tinggi dan sedang masing-masing sebesar 12,2% dan 13%. Subjek obese berdasarkan IMT, lingkar pinggang, dan rasio lingkar pinggang-panggul masing-masing sebesar 14,78%, 37,39%, dan 9,57%. Subjek dengan kadar kolesterol total serum tinggi dan kolesterol HDL serum rendah didapatkan masing-masing sebesar 10,72%, dan 51,19%. Hiperurisemia didapatkan pada 46,75% subjek. Sebagai kesimpulan, penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram memiliki risiko stroke iskemik 10 tahun Framingham dan proporsi obesitas yang rendah, disertai dislipidemia dan hiperurisemia pada separuh penduduk. Kata Kunci: Dislipidemia, hiperurisemia, obesitas, skor risiko stroke Framingham
Kombinasi Artemisinin dan Ekstrak Moringa oleifera Menurunkan Ekspresi NF-κB namun Tidak Menurunkan Ekspresi iNOS pada Otak Mencit Diinfeksi Malaria Harahap, Herpan Syafii; Dalhar, Mochammad; H, Tinny Endang Endang; Norahmawati, Eviana; Fitri, Loeki Enggar
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.904 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.6

Abstract

Malaria otak merupakan manifestasi tersering dari infeksi malaria berat yang ditandai dengan respon inflamasi berlebih di otak. Untuk mencegah terjadinya resistensi, penggunaan obat antimalaria standar (artemisinin) harus dikombinasikan dengan obat antimalaria lain. Moringa oleifera, yang secara in vitro memiliki aktivitas antimalaria dan anti-inflamasi, merupakan kandidat obat untuk dikombinasikan dengan artemisinin. Penelitian dilakukan untuk menguji pengaruh kombinasi artemisinin dan ekstrak Moringa oleifera terhadap ekspresi NF-kB dan iNOS pada otak mencit model malaria. Penelitian eksperimental laboratorik ini dilakukan dengan menggunakan 36 ekor mencit Balb/C yang diinfeksi Plasmodium berghei ANKA sebagai model malaria. Sampel dibagi menjadi enam kelompok, masing-masing satu kelompok kontrol positif, kontrol negatif, pemberian artemisinin 0,12mg/hari (C0), dan tiga kelompok yang masing-masing mendapatkan kombinasi artemisinin 0,12mg/hari dan ekstrak daun kelor 3,75mg/hari (C1), 7,5mg/hari (C2) dan 15mg/hari (C3). Pengobatan diberikan setelah mencit mencapai derajat parasitemia 1-5% pasca inokulasi parasit secara intraperitoneal. Ekspresi NF-kB dan iNOS otak mencit diamati dengan metode imunohistokimia pada hari ke-3 dan ke-7 pasca infeksi. Pemberian kombinasi artemisinin 0,12mg/hari dan ekstrak Moringa oleifera 3,75mg/hari, 7,5mg/hari, dan 15 mg/hari, menyebabkan penurunan ekspresi NF-kB dan iNOS yang bermakna dibandingkan dengan kontrol positif (p<0,05). Perlakuan tersebut tidak menyebabkan penurunan ekspresi iNOS yang bermakna dibandingkan pemberian artemisinin 0,12mg/hari saja (p>0,05). Kombinasi ekstrak Moringa oleifera dengan artemisinin memberikan efek sinergis dalam penurunan derajat parasitemia dan ekspresi NF-kB, tetapi tidak untuk ekspresi iNOS di otak mencit yang diinfeksi malaria.Kata Kunci: Artemisinin, iNOS, malaria otak, Moringa oleifera, NF-kB
Serum Homocysteine Level and Ankle-Brachial Index in Peripheral Arterial Disease Indrayana, Yanna; Harahap, Herpan Syafii
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v15i3.22261

Abstract

Patients with peripheral arterial disease have a higher risk of death compared to normal populations. There are several relatively new risk factors significantly increase the vulnerability to suffering from peripheral arterial disease, one of which is homocysteine. Studies investigating the role of serum homocysteine level as a biomarker of the severity of peripheral arterial disease based on an ankle-brachial index (ABI) in the different populations were still limited and it was never been studied in Mataram. This was a cross-sectional study aimed to investigate the correlation between serum homocysteine level and ABI in 77 peripheral artery disease (PAD) outpatients in Siti Hajar Hospital, Mataram. The diagnosis of PAD was based on ABI<0.9. Fasting serum homocysteine level was examined using the ELISA technique. Characteristic data collected were gender, age, hypertension, diabetes mellitus, and body mass index (BMI) category. There was a significant correlation between the increase of serum homocysteine levels and the decrease of ABI. The main risk factors for peripheral arterial disease in the subjects are hypertension, diabetes mellitus, and overweight/obesity. Serum homocysteine level is a predictor of peripheral arterial disease severity measured using ABI.
CORRELATION BETWEEN STRESS LEVEL AND JUVENILE DELINQUENCY LEVEL IN STUDENTS OF SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 1 KURIPAN, WEST LOMBOK Iyoega, Dara Asyfiya; Harahap, Herpan Syafii; Yudhanto, Didit; Pujiarohman, Pujiarohman
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 16, No 1 (2020): June 2020 (on progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.503 KB) | DOI: 10.22219/sm.Vol16.SMUMM1.10851

Abstract

ABSTRACTJuvenile delinquency is a kind of behavior that deviates from the norms prevailing in society. One factor that can affect the level of juvenile delinquency is stress. This study aimed to investigated the correlation between stress level and juvenile delinquency level in students of Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) 1 Kuripan, West Lombok. This was cross-sectional involving 51 students of second and third-grade at Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Kuripan, West Lombok. The data collected in this study were age, gender, stress level, and juvenile delinquency level. Stress level was measured using DASS-42 instrument, while juvenile delinquency level was measured using ASRDS instrument. The correlation between stress level and juvenile delinquency level was analyzed using Gamma correlation test and the correlation was significant if p<0.05. Most of the subjects showed mild stress levels (62%) and normal delinquency levels (78%).There was no significant correlation between stress levels and juvenile delinquency levels (p=0.076). In conclusion, stress level in students of SMK 1 Kuripan did not correlated to juvenile delinquency level.Keywords: Stress level, juvenile delinquency level, DASS-42 instrument, ASRDS instrument.
KORELASI ANTARA EKSPRESI GLUT4 NEURON HIPOKAMPUS DAN TRAVEL TIME TIKUS MODEL DIABETES TIPE 2 PADA PEMERIKSAAN MORRIS WATER MAZE DENGAN WAKTU PENGAMATAN YANG BERBEDA Hifdzil; Wedayani, AA Ayu Niti; Harahap, Herpan Syafii
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i1.406

Abstract

Latar Belakang: Diabetes adalah penyakit metabolik kronis yang dapat mengganggu fungsi organ tubuh terutama otak. Kejadian diabetes di Indonesia pada usia 15 tahun ke atas meningkat dua kali lipat di tahun 2013 dibandingkan tahun 2007. Pada diabetes melitus menunjukkan terdapat perubahan kadar protein GLUT4 di otak. Perubahan ini diduga memiliki peran penting dalam menjalankan fungsi kognitif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi yang bermakna antara ekspresi GLUT4 neuron hipokampus dan travel time tikus model diabetes tipe 2 dengan pemeriksaan morris water maze pada waktu pengamatan yang berbeda. Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan 16 ekor tikus putih (Rattus novergicus) yang dibagi secara acak menjadi 4 kelompok yaitu 2 kelompok kontrol (A0 dan A1), dan 2 kelompok perlakuan (B0 dan B1). Tikus dilatih fungsi kognitifnya dengan morris water maze selama 4 hari. Kelompok perlakuan diinduksi diabetes dengan nikotinamid 110 mg/kgBB dan streptozotocin 70 mg/kgBB dosis tunggal secara intraperitoneal. Data dianalisis menggunakan uji statistik t-test, Pearson dan Spearman. Hasil: Rerata ekspresi GLUT4 kelompok tikus diabetik signifikan lebih tinggi pada pengamatan hari ke-14. Rerata ekspresi GLUT4 signifikan lebih tinggi pada kelompok diabetik dibandingkan kelompok kontrol pada pengamatan hari ke-14 (p<0,05). Rerata travel time tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada semua pengamatan (p>0,05). Hasil uji korelasi tidak menunjukkan nilai yang signifikan pada pengamatan hari ke-0 maupun hari ke-14 (p>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi bermakna antara ekspresi GLUT4 neuron hipokampus dan travel time tikus model diabetes tipe 2 dengan pemeriksaan morris water maze pada waktu pengamatan hari ke-0 dan ke-14.
Co-Authors Abdurrachim Abdurrachim Achmad Mujahidin Irham Adre Mayza Afif, Zamroni Aisya Nur Abida Aisya Yafis Iqlima Alkautsar, Mohammad Saddam Almuthiiah, Khadijah Amalia, Emmy Amalia, Emmy - Amaliya, Annisa Risqi Amanda Halimi Amin, Hasan Anak Agung Ayu Niti Wedayani Andhera, Athalita Andi Alfian Zainuddin Andi Alfian Zainuddin Andi Kurnia Bintang, Andi Kurnia andi, Silmi chairan Andina Nabilah Mario Andiyani, Dinda Zahra Putri Anggoro, Joko Annafi, Muhammad Ibnu Anthony, Lalu Muhammad Anugrah, M. Fardi Ardiana Ekawanti Ario Danianto Asriningrum Asriningrum Asriningrum, Asriningrum Aulia Dwi Hendriani Ayu Susilawati, Ayu Azizaturrahmah, Gina Aulia Azmy Mujahid, Sabila Izzatina Badrul Munir Baiq Dewi Sartika Baiq Hilya Kholida Baiq Hilya Kholida Baiq Kania Kartika Yaksa Balqis, Ananda Amirah Bayanaka, Aldhiya Azmy Belynda Rahmalia Sanceska Wahyudi Briliansy Briliansy Briliansy, Briliansy Cahyadi, Anabel Cahyadi, Anabel Catarina Budyono, Catarina Catur Ari Setianto, Catur Ari Chivan Agustinus Siregar Christabella Natalia Wijaya Claudya, Astrid Danesh Hadyljinan Utomo Dara Asyfiya Iyoega Darmaningrat, Cokorda Istri Agung Asvini Deasy Irawati Decky Aditya Zulkarnaen Devi Chandra Kirana Dewi Suryani Dewi, Artu Alycia Laksmi Diayanti Tenti Lestari Didit Yudhanto Dimas Zul Fariqhan Dini Suryani, Dini Dion Setiawan Dwi Atri, Ausi Mutiara Eko Arisetijono Emmy Amalia Enny Ratna Indriyani Evelin, Shierly Kencana Eviana Norahmawati Fachry Prasetyo Hutomo Faizah, Lillah Fatarosdiana Fatarosdiana Fatarosdiana, Fatarosdiana Fitriantoro, Santo Gea, Endah Irnanda Ulfa ghalvan sahidu Gina Syafinatunnajah Gina Zahro Ambarah Grandis Cristagalli Habib, Phillip Haditya Novan Kasprata Hamsu Kadriyan Haq, Abiyyu Didar Hasina, Raisya Hendra Susana Putra Hendra Susana Putra Hifdzil Hilam, Muhammad I Dewa Bagus Ketut Widya Pramana I Gede Yasa Asmara I Gusti Ayu Trisna Aryani I Made Brama Atmaja Ilsa Hunaifi Ilsa Hunaifi Ilsa Hunaifi, Ilsa Indah Retnowati Indah Retnowati Indah Retnowati Indah Sapta Wardani Indradayana, Yanna Indrayana, Yanna Indrayana, Yanna Indrayana, Yanna Indrayana, Yanna Indriyana, Yanna Irsyadina Hasana Bharata Ismaya, Ferium Trah Ismiana, Baiq Holisatul Iyoega, Dara Asyfiya Izza Mufida Jacob, Lusye Diana Jihan Alifa Rahma Joko Anggoro Jumraini Tammasse Kasprata, Haditya Novan Khaula Karima Laksmana, Ngakan Putu Proudy Landapa, Raditya Rachman Lasmi, Anjely Doni Lestari, Diayanti Tenti Lestari, Rizka Vidya Linggabudi, I Gusti Bagus Widiamtara Loeki Enggar Fitri Luh Made Ita Purwani Maharani, Amelia Wahyu Maharani, Nyoman Ayu Anindya Mahardika, Fransisca Ika Maida sania salsabila Maliga, Helnida Anggun Mega Adwiatin Miraditi, Ni Komang Mochammad Dalhar Muhammad Akbar Muhammad Akbar Muhammad Azrul Uzmi Muhammad Ghalvan Sahidu Muhammad Ghalvan Sahidu Muhammad Sutan Maulana Muhammad Zaariq Prasetyo Mukhlisatunnafsi, Latifah Muliyana, Hifdzil Haq Munirah, Ira Muttaqin, Syihabul Nafisya Ayu Evana Neila Raisa Ni Nyoman Ayu Susilawati Ni Nyoman Ayu, Susilawati Ni Wayan Sekar Ratih Nikmahtustsani, Mulika Ade Fitria Novita, Adela Novrita Padauleng Nur Syamsu, M.Diaz Nurarafah Andika Putri Nurfadia, Muhammad Fabian Nurhayati, Putri Nurhayati, Rohmatul Hajiriah Nurhayati, Rohmatul Hajiriah Nurhidayati Nurhidayati Nurhidayati Nurhidayati Nurhidayati Nurhidayati Ocktaviana Saputri, Legis Padauleng, Novrita Padauleng, Novrita Padauleng, Novrita Paniatul Hiwala Pintaningrum, Yusra Praditna, Ardi Prafica, Adisti Prasetya, Rangga Cahya Pratiwi, Baiq Bunga Citra Prawiro, Aurellia Wongso Pujiarohman Pujiarohman Pujiarohman, Pujiarohman Putra, Hendra Susana Putri Nurhayati Putri, Setyawati Asih Putri, Siti Noururrifqiyati Juna Qisthinadia Hazhiyah Setiadi Rahma, Jaini Raisa, Neila Rifky Maulana Ackbar Rike Delya Rizqina Rina Lestari Rina Lestari Ristia, Ovia Intan Rivarti, Arina Windri Rizki, Mohammad Rizki, Mohammad Rohadi Muhammad Rosyidi Rosmalasari Rosmalasari Rusdi, Yudika Ilhami Safat Wahyudi Safat Wahyudi Safat Wahyudi Sahidu, Muhammad Ghalvan Sahly, Aliza Raudatin Sari, Putu Suwita Satriawan, Wira Semadi, I Kadek Setiadi, Qisthinadia Hazhiyah Setiadi, Qisthinadia Hazhiyah Setyawati Asih Putri Shafa C, Cloresta Silmina Alifiya Sri Budhi Rianawati Sri Budhi Rianawati, Sri Budhi Sri Susilawatin Stephanie Elizabeth Gunawan Stephanie Elizabeth Gunawan Stephanie Elizabeth Gunawan Stephen, Mishael Enoch Sulistyaningrum, Dwi Suryantarini, Ni Wayan Puspa Wijaya Susilawati, N Nyoman Ayu Susilawati, Ni Nyoman Ayu Syifa, R.R Ditya Mutiara Tammasse , Jumraini Tammasse, Jumraini Tinny Endang Endang H Ulfa Gea, Indah Ernanda Vinni Dianggita Wa Ode Nur Intan Octina Wahyudi, Safat Wardi, Baiq Prita Riantiani Wedayani, AA Ayu Niti Wiracakra, I Gusti Lanang Krisna Wulandari, Inayah Yanna Indrayana Yusra Pintaningrum Zamroni Afif Zubaidi, Fitriannisa Faradina